Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PENGENDALIAN PROSES

SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition)

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada Mata Kuliah Pengendalian Proses

Disusun Oleh:
Kelompok 12
Endang Puji Lestari

21030114060065

Aprilia Rahayu

21030114060086

Choirun Nisa

21030114060106

Qurrotun Ayuni

21030115060085
Kelas 2014 B

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Sistem Pengendalian
SCADA sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih
pada Bapak Ir. H. Zainal Abidin, MS selaku Dosen mata kuliah Pengendalian Proses yang
telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai pengertian, metode pengendalian SCADA, hasil output
metode SCADA, serta keuntugan dan kerugian mode kontrol SCADA.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangankekurangan dan jauh dari apa yang diharapkan. Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya.Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yangmembangun demi perbaikan di masa depan.

Semarang, Mei 2016


Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................iii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...............................................................................1
B. Tujuan............................................................................................1
C.Rumusan Masalah...........................................................................1
BAB II. ISI
2.1 Sejarah SCADA ...........................................................................2
2.2 Sistem SCADA.............................................................................3
2.3 Prinsip Kerja SCADA...................................................................4
2.4 Istilah dalam sistem SCADA.........................................................4
2.5 Jenis-Jenis SCADA.......................................................................5
2.6 Aplikasi Sistem SCADA...............................................................6
2.7 Kelebihan dan Kekurangan sistem SCADA..................................7
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................9

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber minyak di Indonesia pada umumnya tersebar dan sangat jarang
terdapat satu sumur raksasa. Sehingga pada industri minyak biasanya terdapat
lebih dari satu sumur minyak. Bahkan ada yang hingga berjumlah ratusan atau
ribuan sumur dalam satu blok operasi. Sehingga dengan banyaknya jumlah sumur
di sebuah blok, tentu menjadi tantangan tersendiri untuk dapat memonitor dan
bahkan mengontrol keseluruhan sumur minyak secara terpusat, akurat dan real
time dari jarak jauh sekalipun. Untuk mengatasi hal tersebut dapat digunakan
sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Penerapan sistem
SCADA memungkinkan industri untuk mendapatkan setiap informasi yang
terekam oleh instrumen yang jumlahnya sangat banyak sehingga pengolahan data
dapat dilakukan secara menyeluruh dan terpusat. Selain itu SCADA
memungkinkan diterapkannya sistem monitoring dan control jarak jauh sehingga
meningkatkan kehandalan, efisiensi, dan efektivitas industri.
B. Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini yaitu ;
1. Memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan pada mata kuliah
Pengendalian Proses.
2. Menambah wawasan khususnya bagi mahasiswa akan sistem
pengendali SCADA.
3. Mengetahui manfaat dari pengendali SCADA.
4. Mengetahui Aplikasi sistem SCADA.
C. RumusanMasalah
1. Apa itu sistem pengendali SCADA?
2. Bagaimana prinsip kerja sistem pengendali SCADA?
3. Istilah-istilah dalam sistem SCADA?
4. Aplikasi sistem SCADA?

BAB II
ISI

2.1 Sejarah SCADA


Sistem SCADA yang primitif telah digunakan oleh industri selama ini.
Dengan hanya mengandalkan indikator indikator sederhana seperti lampu, meter
analog, alarm suara (buzzer), seorang operator sudah dapat melakukan
pengawasan terhadap mesin mesin di pabrik. Berikut ini skema SCADA
primitif yang masih belum memanfaatkan komputer (ataupun pengendali
berprosesor lainnya).

Seiring dengan perkembangan komputer yang dahsyat beberapa dekade


terakhir, maka komputer menjadi komponen penting dalam sebuah sistem
SCADA modern. Sistem ini menggunakan komputer untuk menampilkan status
dari sensor dan aktuator dalam suatu plant, menampilkannya dalam bentuk grafik,
menyimpannya dalam database, bahkan menampilkannya melalui situs web.
Umumnya komputer ini terhubung dengan sebuah pengendali (misal : PLC)
melalui sebuah protokol komunikasi tertentu (misal : fieldbus). Berikut ini skema
sistem SCADA modern.

2.2 Sistem SCADA


SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) merupakan suatu
sistem pengolahan data terintegrasi yang berfungsi untuk mensupervisi,
mengendalikan dan mendapatkan data secara real time. SCADA berfungsi mulai
dari pengambilan data pada sensor dilapangan, pengolahan informasi yang
diterima, penyimpanan informasi di database, sampai respon yang ditimbulkan
dari pengolahan informasi. Pada umumnya sistem SCADA berupa banyak RTU
(Remote Terminal Unit) yang merekam data lapangan lalu mengirimnya ke master
station melalui jaringan.
SCADA banyak digunakan di berbagai macam tujuan baik industri
maupun non industri seperti industri manufaktur, proses, dan power plant,
distribusi air, pipa gas dan minyak dll. Khusus untuk penerapan di industri proses
seperti industri minyak dan gas, SCADA memegang peranan yang sangat penting
sebagai sarana monitoring dan kontrol. Secara umum keunggulan sistem SCADA
adalah computer dapat merekam dan menyimpan data dengan ukuran yang sangat
besar, Data dapat ditampilkan sesuai kebutuhan user, dan informasi bisa
ditampilkan dan didapatkan dari jarak jauh.
Suatu sistem SCADA biasanya terdiri dari :
1. Antar muka manusia mesin (Human-Machine Interface)
2. Unit terminal jarak jauh yang menghubungkan beberapa sensor
pengukuran dalam proses-proses diatas (Remote Terminal Unit)
3. Sistem pengawasan berbasis computer untuk pengumpul data (Master
Terminal Unit)
4. Infrastruktur komunikasi yang menghubungkan unit terminal jarak jauh
dengan sistem pengawasan.
5. Programmable Logic Controller (PLC).
Berikut merupakan gambaran umum arsitektur SCADA :

2.3

Prinsip

kerja

SCADA
6

SCADA berfungsi mengambil data dari pusat lapangan produks iminyak


dan gas kemudian mengolah informasi yang diterima dan member reaksi yang
ditimbulkan dari hasil pengolahan informasi. Secara umum sistem SCADA
memiliki 4 fungsiyaitu :
1.
2.
3.
4.

Akuisisi data
Komunikasi data jaringan
Penyajian data
Kontrol Proses
Informasi pengukuran dan status indikasi dari lapangan produksi minyak

dan

gas

dikumpulkan

dengan

menggunakan

peralatan/instrumen

yang

ditempatkan di pusat lapangan produksi minyak dan gas. Demikian juga fungsi
control dikirim dari pusat pengatur (Control Center) keperalatan yang berada pada
lapangan produksi minyak (Remote Terminal Unit). Penyampaian dan pemrosesan
data dilakukan secara real time.
2.4 Istilah dalam sistem SCADA

HMI atau Human-Machine Interface adalah sub sistem dari SCADA yang
berfungsi menampilkan data dari hasil pengukuran di RTU ataupun
menampilkan proses yang sedang terjadi pada keseluruhan sistem. HMI
merupakan sebuah software pada computer berbasis grafis yang berfungsi
mempermudah pengawasan kepada sang operator. HMI mengubah datadata dan angka kedalam animasi, grafik/trend, dan bentuk yang mudah

diterjemahkan oleh sang operator.


MTU atau Master Terminal Unit adalah sebuah sistem komputer (bisa
komputer, bisa PLC atau bahkan microcontroller) yang bertugas
memberikan data kepada HMI dari RTU. Disisi lain MTU juga bertugas
mengambil data dari tiap-tiap RTU (jika RTU lebihdari 1) untuk

diterjemahkan dan diberikan ke HMI.


RTU atau Remote Terminal Unit adalah sub sistem SCADA yang
berfungsi sebagai terminal-terminal (semacam stasiun data) dari hasil
pegukuran, pengendalian, pemantauan status dan lain-lain. RTU juga
berfungsi mengkonversikan, menterjemahkan, menghitung sinyal dari
transducer seperti pengukuran arus listrik, flow, Static Pressure,
7

Differensial Pressure, Temperatur dan lain-lain. Dari hasil pengukuran


tersebut yang dilakukan RTU adalah melakukan kendali (jika merupakan
sistem kendali) kemudian mentransmit data ke MTU atau langsung
mentransmit data ke MTU jika sistem di RTU bukan untuk pengendalian
(Controlling). RTU juga dapat berfungsi sebagai pengatur set point yang

dikirimkan dari HMI.


PLC atau Programmable Logic Controller sebuah controller logic yang
dapat deprogram sesuai kebutuhan kita. PLC pada sistem SCADA
biasanya ditempatkan pada RTU, jadi PLC merupakan sub sistem dari
RTU. PLC ini bertugas melakukan pengolahan/pengambilan data dari
transducer/sensor transmitter yang juga memungkinkan untuk melakukan
pengendalian pada sistem di RTU tersebut missal digunakan untuk

pengaturan bukaan valve.


Sistem Komunikasi merupakan sebuah cara untuk mengkomunikasikan
data dari RTU ke MTU. Pada RTU yang terletak jauh dari pusat control
(MTU) maka sistem komunikasi menggunakan Radio. Pada industri
tertentu ada yang lebih memilih menggunakan GSM Radio yang biasanya
RTU yang sangat jauh tidak terjangkau dengan Radio biasa atau bisa
menggunkan Radio biasa namun harus menggunkan repeater agar radio
pada RTU dapat berkomunikasi dengan radio pada MTU.

2.5 Jenis-Jenis SCADA


Secara sederhana, SCADA dapat dibedakan berdasar skalanya, yaitu :
a) Basic SCADA
SCADA dasar ini umumnya hanya terdiridari 1 proses mesin saja. Jumlah
PLC dan MTU yang digunakan juga hanya 1 buah.
Contoh :

Car manufacturing robot

Room temperature control

b) Integrated SCADA
Sistem ini terdiri dari beberapa PLC (RTU).
Contoh :

Water systems

Subway systems

Security systems

c) Networked SCADA
Sistem ini terdiri dari beberapa SCADA yang saling terhubung.
Contoh :

Power systems

Communication systems

2.6 Aplikasi Sistem SCADA


SCADA digunakan untuk mengatur berbagai macam peralatan. Biasanya,
SCADA digunakan untuk melakukan proses industri yang kompleks secara
otomatis, menggantikan tenaga manusia. Dan biasanya merupakan proses proses
yang melibatkan faktor-faktor kontrol yang lebih banyak, factor control gerakancepat yang lebih banyak, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh, SCADA digunakan diseluruh dunia misalnya untuk :
Penghasil, transmisi dan distribusi listrik : SCADA digunakan untuk
mendeteksi besarnya arus dan tegangan, pemantauan operasional circuit
breaker dan untuk mematikan/menghidupkan the power grid. Contohnya:

industri pembangkit listrik.


Penampungan dan distribusi air : SCADA digunakan untuk pemantauan
dan pengaturan laju aliran air, tinggi reservoir, tekanan pipa dan berbagai
macam factor lainnya. Sebagai contoh industri pengolahan air dan

distribusi.
Produksi : sistem SCADA mengatur inventori komponen-komponen,
mengatur otomasi alat, memantau proses dan kontrol kualitas. Contohnya
industri minyakdan gas, industri semen

Bangunan, fasilitasdanlingkungan: Manajer fasilitas menggunakan


SCADA untuk mengontrol HVAC, unit-unit pendingin, penerangan dan
sistem keamanan.

Transportasi KA listrik: menggunakan SCADA bisa dilakukan


pemantauan dan pengontrolan distribusi listrik, otomasi sinyal trafik KA,
melacak dan menemukan lokasi KA, mengontrol palang KA dan lain
sebagainya.

Lampu lalu-lintas: SCADA memantau lampu lalu-lintas, mengontrol laju


trafik dan mendeteksi sinyal-sinyal yang salah.

2.7 Keuntungan dan Kerugian SCADA


Keuntungan :

Mengakses pengukuran kuantitatif dari proses-proses yang penting, secara


langsung saat itu maupun sepanjang waktu.

Mendeteksi dan memperbaiki kesalahan secara cepat dan tepat.

Mengukur dan memantau trend sepanjang waktu.

Menemukan dan menghilangkan kemacetan (bottleneck) dan pemborosan


(inefisiensi).

Mengontrol proses-proses yang lebih besar dan kompleks dengan staf-staf


terlatih yang lebih sedikit.

Bisa menempatkan sensor dan kontrol di setiap titik kritis di dalam proses
yang Anda tangani (seiring dengan teknologi SCADA yang semakin baik)

Kerugian :

Sistem lebih kompleks daripada hanya sekedar sensor ke panel.

Memerlukan kemampuan dari sisi programming maupun analisis.

Biaya infrastruktur membutuhkan dana yang cukup besar

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

10

SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) merupakan suatu


sistem pengolahan data terintegrasi yang berfungsi untuk mensupervisi,
mengendalikan dan mendapatkan data secara real time. SCADA berfungsi mulai
dari pengambilan data pada sensor dilapangan, pengolahan informasi yang
diterima, penyimpanan informasi di database, sampai respon yang ditimbulkan
dari pengolahan informasi.
Pada umumnya sistem SCADA berupa banyak RTU (Remote Terminal
Unit) yang merekam data lapangan lalu mengirimnya ke master station melalui
jaringan. Aplikasi SCADA terdapat pada industri minyak dan gas, industri semen,
serta sistem pembangkit tenaga listrik dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA
Adwiyasah, Estu.2014. Pengertian SCADA.
http://estuotomasi.blogspot.com/2014/11/pengertian-scada.html. diakses 9
juni 2015.
Dwi. 2014.SCADA. http://www.scribd.com/doc/237618034/SCADA#scribd.
Diakses 9 juni 2015.
Fransiska, Robert. 2013. SCADA padaindustriminyakdan gas.11/scadasupervisory-control-and-data.html?m=1. Diakses 9 juni 2015.
Novel , Ryan .2009. ANALISA PERANCANGAN SISTEM SCADA DALAM
SISTEM KELISTRIKAN .JurnalUI .Jakarta .Juni 2009, dikutip 9 Juni
2015.
11

12