Anda di halaman 1dari 6

TUGAS METODE ILMIAH

Nama Kelompok :
1.
2.
3.
4.

Amelia
Anissa Nur Fauziah
Devi Rahmawati
Rika Septiani Ritonga

SMK NEGERI 1 TERBANGGI BESAR


LAMPUNG TENGAH
2016

Metode Ilmiah
Metode ilmiah biologi adalah langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan untuk mendapatkan
suatu pengetahuan biologi baru atau membuktikan pengetahuan biologi yang ada. Metode ilmiah
biologi mampu menjawab suatu permasalahan dan pertanyaan dalam bidang biologi. Metode ilmiah
biologi (biology scientific method) pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan Inggris, Francis Bacon.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah.
Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.). Pada lumut, akar
yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren
aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan
tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut
tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil.
Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun
yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor,
yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan
lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan
tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang
lainnya.Klasifikasi tradisional menggabungkan pula lumut hati ke dalam Bryophyta.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Penulis membatasi laporan ini seputar :
Tumbuhan Lumut
Perkembangan dan pertumbuhan lumut
Pengaruh pemberian cahaya pada tumbuhan lumut
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan ini :
Untuk membuktikan perbedaan kecepatan pertumbuhan tumbuhan lumut
Untuk menambah wawasan pengetahuan tentang makhluk hidup.
Untuk mengetahui dan lebih mengenal tentang tumbuhan lumut.
1.4 MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dari penulisan laporan ini adalah :
Dapat menentukan habitat tumbuhan lumut
Dapat mendeskripsikan proses pertumbuhan tanaman lumut.
Dapat menganalisis masalah yang terjadi pada proses pertumbuhan.
Dapat memahami keanekaragaman hayati.
Dapat mengembangkan potensi usaha dari kerajinan tumbuhan lumut.
1.5 METODE PENULISAN
Dalam pembuatan laporan ini dilakukan dengan cara :
Metode observasi.
Membaca beberapa buku di perpustakaan sekolah.
Mengumpulkan data dari internet.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memudahkan para pembaca penulis menyusun laporan ilmiah ini dalam beberapa bab yaitu :
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KAJIAN TEORI
Berdasarkan teori yang ada, beberapa jenis lumut memiliki ruang lingkup kehidupan yang luas, namun
beberapa hanya berada pada habitat khusus. Secara umum lumut tidak dapat tumbuh pada habitat
kering, kebanyakan hidup pada tempat yang kelembabannya tinggi, dan teduh. Jika dikaji secara
keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kebanyakan lumut memiliki range ekologi yang agak sempit dan
terbatas sehingga tumbuhan lumut mempunyai nilai penting yang cukup besar sebagai indikator habitat

tertentu. Faktor biotik yang mempengaruhi kehidupan tumbuhan lumut adalah menyangkut masalah
kompetisi diantara tumbuhan lumut itu sendiri, baik untuk mendapatkan makanan maupun untuk
tempat hidupnya. Sedangkan faktor abiotiknya meliputi :
Faktor cahaya, Umumnya tumbuhan normal membutuhkan 500 1300 lux intensitas cahaya. ( yang
akan menjadi bahan percobaan dengan menggunakan sinar matahari )
Faktor temperatur
Faktor Air
Intensitas penghisapan air tergantung pada kandungan air tiap tiap tumbuhan. Adaptasi tumbuhan
lumut dalam pengambilan air :

Endohydric species, air yang diambil berasal dari substrat dan kemudian dihantarkan secara
internal ke organ daun atau permukaan evaporasi lainnya (sifat permukaan dari tumbuhan
adalah water rapellent/penolak). Umumnya hidup pada substrat yang kaya nutrien, tempat basah,
dan poreus (berpori). Contoh : Polytricaceae, Mniaceae,Marchantiaceae, dsb.

Ektohydric species, Air mudah diabsorbsi dan hilang melalui segala permukaan tubuh. Sifat
karakteristiknya adalah semua bagian tubuhnya dapat menghisap dan menyimpan air dari udara.
Contoh : Grimiaceae, Orthitricaceae, lumut hati berdaun, dsb.
Faktor angin
Faktor edafik, meliputi tanah, humus, dan batuan. Karena lumut hidup umumnya di atas batuan dan
tanah yang berhumus, jadi lumut dikatakan bersifat saprofit.
2.2 RUMUSAN HIPOTESIS
Keberadaan tumbuhan lumut disuatu tempat selalu dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor
lingkungan tersebut meliputi faktor biotik dan abiotik. Tumbuhan lumut jarang ditemukan yang bersifat
individu, melainkan hidup berkelompok dan mempunyai bentuk bentuk kehidupan khusus.
Tumbuhan lumut biasanya tumbuh ditempat yang lembab dan berair meskipun begitu lumut juga masih
membutuhkan suplai sinar matahari yang cukup, akan tetapi tumbuhan lumut kurang bisa hidup
didaerah yang panas dan gersang ditambah lagi mendapat sinar matahari secara langsung, hal ini
menyebabkan tumbuhan lumut banyak dijumpai di pinggiran sungai, selokan, maupun pada saluran
pembuangan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan penelitian adalah suatu hal yang penting dalam suatu penelitian ilmiah, maka penulis
menyusunnya sebagai berikut :

Identifikasi variabel, yakni faktor-faktor yang berpengaruh dalam suatu penelitian. Ada
beberapa variabel dalam suatu penelitian. Untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap
variabel lainnya. Pengamatan dilakukan terhadap variabel tersebut, dan mengukur variabel yang di
pengaruhinya. Sementara itu, variabel yang lain dibuat tetap (terkontrol) untuk mengisolir
fenomena yang dapat berpengaruh terhadap pengamatan tersebut. Ada pun variabelnya sebagai
berikut :
Variabel bebas, yaitu sinar cahaya matahari

Variabel tak bebas, yaitu morfologi tumbuhan lumut (pengukuran terhadap luas dari
tumbuhan lumut pada media objek)

Variabel terkontrol, yaitu luas kayu, ember, serta volum air

Memilih peralatan yang sesuai dengan penelitian.

Melakukan pengamatan akurat, dalam hal ini adalah melakukan pengamatan terhadap
semua objek dalam penelitian pada saat melakukan penelitian terutama pada alat dan bahan agar
tujuan dari penelitian dapat dicapai. Pengamatan juga bertujuan untuk mencatat semua hal dan
peristiwa yang terjadi pada objek penelitian. Pengamatan dilakukan secara teliti dan akurat dalam
setiap fase penelitiannya.

Mengumpulkan data dan hasil penelitian, dalam hal ini pencatatan data harus jelas guna
kelancaran penelitian. Pengumpulan data ini bertujuan untuk mengamati setiap perubahan yang
terjadi.

Mengolah dan menganalisis data, pengolahan dan penyajian data penting agar dapat
menganalisis data dengan benar. Adapun hal yang harus dianalisis sebagai berikut :

Apakah setiap data menghasilkan kurva yang mulus

Apakah ada data diluar kurva

Apakah data tersebut dapat diabaikan atau ada suatu alasan tertentu mengapa hal
ini terjadi.

Kesimpulan, yakni mengenai perumusan mengenai apa yang diperoleh dari


suatu penelitian kualitatif.

Membuat laporan kegiatan penelitian, yakni hasil penelitian dikomunikasikan


secara tertulis dalam bentuk laporan kegiatan penelitian.
3.2 INSTRUMEN ALAT DAN BAHAN
Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Ember
Gayung
Penggaris
Pisau
Kertas hvs dan alat tulis
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini :
Kayu
Air
3.3 JADWAL DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
1.
a.
Menyiapkan alat-alat dan bahan untuk melakukan penelitian
2.
b.
Menyiapkan 2 ember untuk 2 perlakuan, ember yang digunakan harus sama
3.
c.
Tiap-tiap ember di isi air sebanyak 100 ml agar menjaga kelembaban (tinggi air pada
ember 1 cm)
4.
d.
Masukan media pertumbuhan lumut berupa kayu pada kedua ember dengan ukuran :
Ukuran Kayu : 10 cm x 15 cm
1.
e.
Letakan kedua ember pada tempat yang berbeda :
Ember A : Diletakan di dekat sumur (tempat lembab) dengan pencahayaan cukup terang
Ember B : Diletakan di halaman depan rumah (panas) dengan pencahayaan sangat terang
1.
f.
Setelah beberapa hari lakukanlah pengamatan terhadap kedua ember tersebut, apakah
pada kedua ember tersebut sudah tumbuh lumut
2.
g.
Lakukan peninjauan setiap 3 hari sekali, dan catat hasilnya
3.
h.
Apakah terdapat perbedaan pertumbuhan yang terjadi pada kedua ember ?
4.
i.
Catat setiap terjadi perbedaan dan peristiwa
5.
j.
Olah semua data yang telah terkumpul, kemudian buatlah grafik perbandingan
6.
k.
Tariklah suatu kesimpulan
BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 DESKRIPSI DATA
Penelitian ini berlangsung selama 21 hari, dimulai dari tanggal 7 Agustus 2011 hingga tanggal 28
Agustus 2011. Dalam kurun waktu tersebut telah terjadi berbagai proses pertumbuhan yang berkaitan
dengan penelitian ini dan kami pun berhasil mengumpulkan data tersebut dan mengolahnya menjadi
suatu laporan ilmiah.
Adapun data yang terkumpul selama penelitian terhadap proses pertumbuhan lumut, adalah sebagai
berikut :
Dalam bentuk tabel :

NO

HARI
KE

LUAS LUMUT YANG TUMBUH


PADA KAYU DI EMBER
EMBER A

EMBER B

KETERANGAN

5 Cm2

0 Cm2

Air berubah menjadi keruh

19 Cm2

6,1 Cm2

Kedua ember mulai ditumbuhi lumut

42,3 Cm2

14 Cm2

Pada ember A air berubah warna


menjadi hijau pekat

12

98,8 Cm2

35,6 Cm2

Pertumbuhan lumut yang sangat cepat


terjadi pada ember A

15

137 Cm2

33,2 Cm2

Pada ember B kayu menjadi keropos

18

150 Cm2

42,8 Cm2

Pada ember A lumut menutupi seluruh


permukaan kayu

21

150 Cm

62 Cm

Pada ember B kayu berubah menjadi


hitam dan kropos

Catatan :
Luas kayu total pada ember 150 Cm2
Ember A : Diletakan di dekat sumur (tempat lembab) dengan pencahayaan cukup terang
Ember B : Diletakan di halaman teras depan rumah (panas) dengan pencahayaan .
4.2 PEMBAHASAN
Menganalisis data yang di peroleh dari penelitian

Secara kualitatif, tempat yang lembab dan mendapat sinar matahari yang cukup menyebabkan
pertumbuhan lumut semakin cepat, sedangkan pada tempat yang panas dan kering pertumbuhan
lumut cenderung sedikit lambat, hal ini disebabkan karena lumut termaksuk kedalam tumbuhan
epifit yang kurang cocok hidup didaerah yang tandus.

Secara kuantitatif, Lumut adalah sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembab
atau perairan dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan,.setiap tempat yang bersuhu
kurang 30 derajat dan lembab pasti mudah untuk di tumbuhi lumut.
Menjelaskan hasil dengan teori yang ada

Teori menunjukkan, bahwa tumbuhnya lumut banyak di temukan di tempat-tempat lembab atau
basah karena sangat menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi lumut tidak dapat beradaptasi dengan
baik di daerah kering dan panas. Tumbuhan lumut mempunyai jenis + 25.000 species yang tesebar
di seluruh permukaan bumi mulai dari daerah tropic sampai kedaerah kutub utara.
Pada umumnya struktur tubuh tumbuhan lumut mempunya ciri ciri sebagai berikut :
1. Bentuk tubuhnya pipih
2. Bersel banyak
3. mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulosa
4. Melekat pada substartnya
5. Bersifat Aututrof
6. Bentuk akar seperti benang-benang
7. Daunya terdiri atas selapis sel yang mengandung klorofals berbentuk jala
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil penelitian di atas kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
Lumut ditemukan terutama di area sedikit cahaya / ringan dan lembab. Lumut umum di area berpohonpohon dan di tepi arus. Lumut juga ditemukan di batu, jalan di kota besar. Beberapa bentuk mempunyai
menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi ditemukannya. Beberapa jenis dengan air,
seperti Fontinalis antipyretica, dan Sphagnum tinggal / menghuni rawa.
Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena
sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan.
Tumbuhan ini juga dikenal sebagai tumbuhan perintis, mampu hidup di lingkungan yang kurang
disukai tumbuhan pada umumnya.
Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid,
berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Protonema pada lumut
ada yang menjadi besar, adapula yang tetap kecil. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang
tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya.
Jadi secara garis besar hasil penelitian sesuai dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya yang
dikemukakan oleh para ahli.
5.2 SARAN
Karena keterbatasan informasi dan pengetahuan tentang proses pertumbuhan lumut ditambah lagi
dengan kurangnya pemahaman tentang pembuatan laporan ilmiah, mengakibatkan terdapat sedikit
kesulitan dalam pembuatan laporan ilmiah ini. Tetapi karena keterbatasan itulah saya termotivasi untuk
menjadi lebih baik.

Maka dari itu saya berharap agar dapat lebih memahami tentang pembuatan laporan ilmiah dan juga
diharapkan agar lebih sering diadakan pelatihan pembuatan laporan ilmiah, begitupun waktu yang
dibutuhkan agar lebih di perpanjang lagi sehingga dapat dihasilkan laporan ilmiah yang lebih baik lagi.