Anda di halaman 1dari 105

PEMERINTAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

RENCANA STRATEGIS
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
TAHUN 2011 2015

DINAS PETERNAKAN
DAN KESEHATAN HEWAN
KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
JL. PAHLAWAN NO. 14 PAYAKUMBUH
TELP. 0752-92049 FAX. 0752-91094

KATA PENGANTAR
Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 yang dikatakan sebagai perencanaan
pembangunan daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan
masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses
terhadap pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun peningkatan indeks pembangunan manusia. Oleh
karena itu perencanaan pembangunan perlu dilakukan dalam kerangka visi, misi, arah kebijakan serta
program dan kegiatan pembangunan dalam upaya mewujudkan kesejahteran masyarakat tersebut.
Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA-SKPD) Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2011 2015 ini dibuat sebagai pedoman perencanaan
pembangunan peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk tahun 2011 2015.
Guna menjadikan dokumen ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, sangat diperlukan
komunikasi dan diskusi yang mendalam baik yang bersifat internal dengan masing-masing bidang di SKPD ini
dan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan stakeholders peternakan lainnya. Hal ini telah
dan sedang dilaksanakan. Diharapkan pada Rancangan Akhir Renstra SKPD dan penetapan Renstra-SKPD
dapat disajikan sesuai dengan aturan. Rencana Strategis ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam
melaksanakan kegiatan pembangunan peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota
Terakhir, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan dan
penyelesaian Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA-SKPD) Dinas Peternakan
Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2011 2015 ini. Mudah-mudah bermanfaat dan diredhai oleh Allah SWT.

Payakumbuh, Desember 2011


KEPALA DINAS PETERNAKAN
DAN KESEHATAN HEWAN
KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Ir. PRIYADI BUDIMAN


NIP. 19621126 198903 1 003

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL

................................................................................................
...........................................................................................................
......................................................................................................

i
ii
iii

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
..........................................................................................
B. Maksud
....................................................................................................
C. Tujuan
..................................................................................................
D. Sasaran
..................................................................................................
E. Ruang Lingkup
......................................................................................
F. Landasan Penyusunan
...........................................................................
G. Sistematika Penyusunan
.......................................................................

1
2
2
3
3
4
5

GAMBARAN PELAYANAN SKPD


A. Gambaran Umum
...................................................................................
B. Proyeksi Kedepan
...................................................................................

7
8

ISU-ISU STRATEGIS
A. Faktor Pendukung
.................................................................................
1. Sumber Daya Ternak
...................................................................
2. Sumber Daya Alam
......................................................................
3. Sumber Daya Manusia
................................................................
B. Permasalahan
..........................................................................................
C. Fakto-faktor Kunci Keberhasilan
............................................................

9
9
10
11
13
14

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN


A. Visi
..............................................................................................................
B. Misi
..............................................................................................................
C. Tujuan Pembangunan Peternakan
..............................................................
D. Sasaran
..........................................................................................................
E. Strategi dan Kebijakan
.................................................................................
1. Strategi
.............................................................................................
2. Kebijakan
.........................................................................................

16
17
18
19
20
20
20

V.

LAMPIRAN I. NDIKASI RENCANA PROGRAM DAN KEBUTUHANPENDANAAN .....

22

VI.

LAMPIRAN II. RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,


KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF DINAS PETERNAKAN
DAN KESEHATAN HEWAN TAHUN 2011 2015 .....................................................

23

PENUTUP

31

I.

II.

III.

IV.

VII.

.........................................................................................................

DAFTAR TABEL
1. Tabel 1. Data Populasi Ternak Tahun 2005 2010

..........................................

2. Tabel 2. Data Produksi Daging Tahun 2005 2010

...........................................

3. Tabel 3. Data Produksi Ternak Unggas Tahun 2005 2010

.............................

4. Tabel 4. Wilayah Penyebaran Ternak di Kabupaten Lima Puluh Kota

...........

5. Tabel 5. Kontribusi Peternakan Terhadap Perkembangan Ekonomi Kabupaten Lima


Puluh Kota Dalam Satu Tahun
.................................................................

10

6. Tabel 6. Rumah Tangga Pemelihara Ternak di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun
2005 s/d 2010
...........................................................................................

11

7. Tabel 7. Pos Inseminasi Buatan (IB) dan Unit Layanan Inseminasi Buatan (ULIB) di
Kabupaten Lima Puluh Kota
..............................................................

12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pembangunan peternakan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat melalui peningkatan populasi, produksi dan produktivitas ternak yang dilaksanakan
melalui kegiatan yang terarah, terpadu dan berkelanjutan.
Managemen pembangunan peternakan dilaksanakan berdasarkan kewenangan yang diatur dalam
Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004

serta

Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara
Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Penjabaran Program pembangunan peternakan diletakkan sesuai dengan kewenganan
Pemerintah dengan lebih memberikan peluang kepada partisipasi aktif masyarakat. Sesuai
dengan titik berat Otonomi Daerah pada Kabupaten/Kota, maka kewenangan yang dimiliki
Kabupaten/Kota lebih banyak bersifat pelaksanaan atau operasional kegiatan.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota telah menyusun Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota 2010-2015 (RPJMD).
Penyusunan RPJMD berdasarkan visi misi dan program prioritas Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah terpilih.
Penyusunan Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima
Puluh Kota antara lain untuk turut mendukung pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lima Puluh Kota.
Untuk mewujudkan pembangunan peternakan yang terarah dan sistematis, dan mendukung
Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau (PSDS) tahun 2014, maka disusunlah Rencana
Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai salah satu dokumen perencanaan pembangunan
peternakan tahun 2010-2015.
1.2

Landasan Hukum
Beberapa peraturan perundangan yang menjadi landasan penyusunan Renstra Dinas

Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota adalah sebagai berikut:
1.

Undang-undang Nomor 12 tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom dalam


Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 25);

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2010- 2015

2. Undang-undang Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor
99, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656);
3.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara


Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286).

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung


Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4400).
5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4400).
6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4421).
7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI
Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437).
8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dengan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI tahun 2004 Nomor 126, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4438).
9. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5015);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah
(Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);
11. Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
12. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
13. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Rencana Kerja Kementerian dan
Lembaga.
14. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2001 Tentang Pelaporan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah, tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4124.
RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2010- 2015

15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
16. Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional.
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian,
dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
18. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 35/Permentan/OT.140/8/2006 tentang Pedoman
Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Ternak.
19. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 36/Permentan/OT.140/8/2006 tentang Sistem Perbibitan
Ternak Nasional.
20. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19/Permentan/OT.140/2/2010 tentang Pedoman Umum
Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014;
21. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 27/Permentan/OT.140/2/2010 tentang Unit Manajemen
Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014 Pusat;
22. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 3 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan
Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2011 Nomor 117).
23. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2005-2025.
24. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2010-2015.
25. Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 81 tahun 2011 tentang Tugas Pokok dan fungsi
Eselon III dan Uraian Tugas Eselon IV pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Lima Puluh Kota
26. Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 4 tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Unit Kerja Pelaksana Teknis (UPT) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Lima Puluh Kota.

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2010- 2015

1.3. Maksud dan Tujuan


Maksud penyusunan Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh
Kota ini adalah untuk :
1. Menjabarkan visi, misi dan program RPJMD secara operasional dan teknis sesuai dengan
kewenangan, tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan .
2. Menyediakan suatu acuan dan pedoman pelaksanaan program dan kegiatan Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan selama lima tahun ke depan.
Berkaitan dengan maksud di atas Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini
ditujukan untuk :
1.

Memberi arah dan mendorong seluruh jajaran pimpinan dan staf Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan

agar memiliki semangat dan kinerja dalam menetapkan dan

melaksanakan program dan kegiatan selama lima tahun.


2. Menjadi pedoman dalam pelaksanaan program dan kegiatannya sesuai dengan kewenangan
dan tupoksi serta dalam pengawasannya.
3. Memberi inspirasi bagi seluruh jajaran pimpinan dan staf Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan agar siap menghadapi tantangan.

1.4. Sistematika Penulisan


Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan disusun dengan sistematika sebagai
berikut :
I.

Pendahuluan, yang berisi penjelasan tentang latar belakang penyusunan Renstra Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan, landasan hukum, maksud dan tujuan, serta sistematika
penulisan.

II.

Gambaran Pelayanan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang memuat informasi
tentang peran (tugas dan fungsi) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

dalam

penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber
daya yang dimiliki Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam penyelenggaraan tugas
dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui
pelaksanaan Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2010- 2015

periode sebelumnya,

mengemukakan capaian program prioritas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang
telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya.
III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi, yang berisikan Identifikasi Permasalahan
Berdasarkan Tugas dan Fungsi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Telaahan
terhadap Renstra Dinas Peternakan Provinsi, Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian
Lingkungan Hidup Strategis, serta Penentuan Isu-isu Strategis.
IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan, yang menguraikan visi, misi, kebijakan
dan strategi yang akan dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan selama lima
tahun.
V.

Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan
Indikatif, yang berisi matrik program lima tahunan dan matrik program/kegiatan tahunan.

VI. Indikator Kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mengacu pada tujuan dan
sasaran RPJMD, yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk
mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.
VII. Penutup, yang berisi ketentuan penutup.

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2010- 2015

BAB II
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1 Tugas,Fungsi dan Struktur Organisasi.
2.1.1 Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor
6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 3 Tahun 2011 tentang
Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 6 Tahun 2008 Tentang
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah, susunan organisasi Dinas Peternakan
dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota adalah:
a. Kepala Dinas
b. Sekretariat,terdiri-dari:
1.

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

2.

Sub Bagian Keuangan

3.

Sub Bagian Program dan Pelaporan

c. Bidang Produksi,terdiri-dari:
1. Seksi Perbibitan
2. Seksi Penyebaran dan PengembanganTernak
3. Seksi Pakan Ternak
d. Bidang Keswan dan Kesmavet terdiri-dari:
1. Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Hewan
2. Seksi Pelayanan Medik dan Pengawasan Obat Hewan
3. Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner
e. Bidang Pembinaan Usaha Peternakan, terdiri-dari:
1. Seksi Perizinan
2. Seksi Pembiayaan dan Permodalan
3. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan
f. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Peternakan terdiri-dari:
1. Seksi Data dan Statistik,Optimasi Kawasan dan Informasi
2. Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
3. Seksi Alsin dan Teknologi Peternakan dan Kesehatan Hewan

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

g. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)


h. Kelompok Jabatan Fungsional
2.1.2 Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Bupati Lima puluh nomor 81 tahun 2010, diuraikan
kedudukan,tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima
Puluh Kota,sebagai berikut:
a.

Kedudukan .
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah di

bidang dan kesehatan hewan.Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dipimpin oleh seorang
Kepala Dinas yang berkududukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui
Sekretaris Daerah.
b.

Tugas Pokok Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan


Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mempunyai tugas melaksanakan urusan

pemerintah daerah di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta tugas pembantuan.
c.

Fungsi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan


Dalam

melaksanakan

tugasnya,

Dinas

Peternakan

dan

Kesehatan

Hewan

menyelenggarakan fungsi:
1.

Perumusan kebijakan teknis di bidang peternakan dan kesehatan hewan

2.

Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang peternakan dan


kesehatan hewan

3.

Pembinaan dan pelaksanaan urusan di bidang peternakan dan kesehatan hewan

4.

Pembinaan Unit Pelaksana Teknis Dinas

5.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan ruang lingkup bidang
tugasnya.
Selengkapnya,penjabaran uraian tugas pokok dan fungsi Eselon

III Tugas Eselon

IVpadaDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota adalah sebagai
berikut:

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

2.1.3 Tugas Pokok


Tugas pokok dan fungsi Eselon III dan Uraian tugas Eselon IV pada Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota adalah sebagai berikut:
(1).

Sekretaris mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga Dinas,


ketatausahaan, tatalaksana, protokol, laporan, dan organisasi, Administrasi Umum,
Perlengkapan, Kepegawaian, Keuangan, Rumah Tangga Dinas serta koordinasi
penyusunan program.
Dalam pelaksanaan tugas sekretariat mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Pelaksanaan koordinasi penyusunan program dan dan kegiatan dari bidang-bidang dan
UPT Dinas
b. Pelasanaan koordinasi pelaksana tugas bidang-bidang, UPT Dinas dan kelompok
jabatan fungsional
c. Pelaksanaan Koordinasi penyusunan pelaporan dinas kepada Bupati dan Instansi teknis
lainnya baik diprovinsi maupun pusat bersama bidang-bidang
d. Pelaksanaan pengelolaan urusan rumah tangga, perlengkapan, dan aset dinas.
e. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, tata laksana, keprotokolan dinas, dan
penerapan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan
kewenangan, tugas, dan fungsi dinas.
f. Pelaksanaan pelayanan, pengelolaan, pemberdayaan, dan penertiban kepegawaian
jajaran Dinas Peternakan.
g. Pelaksanaan pengelolaan, pengendalian dan pengawasan keuangan dinas.
h. Pelaksanaan pembinaan terhadap staf
i. Pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dengan Bidang,
j. Pelaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(2).Kepala Bidang Produksi mempunyai Tugas menyiapkan dan menyusun bahan kebijakan dan
perumusan pelaksanaan kegiatan berdasarkan urusan dan program sesuai ruang lingkup
Bidang Produksi.
Dalam pelaksanaan tugas Kepala Bidang Produksi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Penghimpunan data dan informasi Bidang Produksi Ternak.
b. Penjabaran rumusan-rumusan kebijaksanaan dinas yang terkait dengan bidang Produksi
Ternak dalam bentuk operasional.
c. Pelayanan dan pemberdayaan peternak dalam bidang Produksi

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Perbibitan Ternak, Pakan Ternak dan
Penyebaran Ternak dan Pengembangan Ternak
e. Pemberdayaan dan pembinaan staf demi kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi Bidang Produksi Ternak.
f. Pelaksanaan koordinasi hubungan kerja dengan bidang lain dalam lingkup Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan.
g. Penyampaian Telaahan Staf, laporan dan informasi staf kepada Kepala Dinas melalui
Sekretaris guna kelancaran pelaksanaan tugas.
h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai ruang lingkup tugasnya
i. Penyusunan Standart Operating Procedure (SOP) Bidang Tugasnya.
(3). Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner mempunyai tugas
menyiapkan dan menyusun bahan kebijakan dan perumusan

pelaksanaan kegiatan

berdasarkan urusan dan program sesuai ruang lingkup Bidang Kesehatan Hewan dan
Kesehatan Masyarakat Veteriner.
Dalam pelaksanaan tugas Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat
Veteriner mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Pelaksanaan penyiapan perumusan kebijaksanaan Bidang Kesehatan Hewan dan
Kesehatan Masyarakat Veteriner.
b. Pelaksanaan bimbingan dan pelayanan dalam Bidang Pengendalian dan Pemberantasan
Penyakit Hewan.
c. Pelaksanaan bimbingan dan pelayanan dalam Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Veteriner
d. Pelaksanaan bimbingan dan pelayanan dalam Bidang Pelayanan Medik dan Pengawasan
Obat Hewan.
e. Pelaksanaan koordinasi hubungan kerja dengan bidang lain dan Sekretaris, UPTD pada
Lingkup Dinas Peternakan serta Instansi terkait.
f.

Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan tentang masalah Kesehatan Hewan


dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.

g. Pelaksanaan pembinaan kepada Kepala Seksi pada Lingkup Bidang Kesehatan Hewan
dan Kesehatan Masyarakat Veteriner melalui peningkatan kapasitas, penegakan disiplin
dan pengembangan karir staf.
h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai ruang lingkup tugasnya
i.

Penyampaian laporan kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris tentang pelaksanaan


tugas dan fungsi bidang Keswan dan Kesmavet.

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

j.

Penyusunan Standart Operating Procedure (SOP )bidang tugasnya

(4).KepalaBidang Pembinaan Usaha Peternakan mempunyaitugas menyiapkan dan menyusun


bahan kebijakan dan perumusan pelaksanaan kegiatan berdasarkan urusan dan program
sesuai ruang lingkup Pembinaan Usaha Peternakan.
Dalam pelaksanaan tugas Kepala Bidang Pembinaan Usaha Peternakan mempunyai fungsi
sebagai berikut:
a. Pelaksanaan penyiapan dan perumusan kebijakan bidang pembinaan usaha peternakan
dan Kesehatan Hewan
b. Pelaksanaan bimbingan dan pelayanan dalam bidang rekomendasi teknis untuk izin
usaha peternakan dan kesehatan hewan.
c. Pelaksanaan bimbingan dan pelayanan dalam bidang pembiayaan dan permodalan
d. Pelaksanaan bimbingan dan pelayanan dalam bidang pengolahan dan pemasaran hasil
peternakan.
e. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan tentang masalah pembinaan usaha
peternakan dan kesehatan hewan.
f.

Pelaksanaan koordinasi hubungan kerja dengan sekretariat, bidang-bidang lain, UPTD


pada lingkup Dinas Peternakan dan Keswan serta dengan instansi terkait.

g. Pelaksanaan pembinaan kepada Kepala Seksi dan Staf pada lingkup bidang pembinaan
usaha peternakan dan keswan melalui peningkatan kapasitas penegakan disiplin dan
pengembangan karir staf.
h. Penyampaian laporan kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris tentang pelaksanaan
tugas dan fungsi bidang pembinaan usaha peternakan dan keswan.
i.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai ruang lingkup tugas bidang
pembinaan usaha peternakan dan keswan

j.

Penyusunan Standart Operating Procedure(SOP) bidang tugasnya.

(5).Kepala Bidang Penglolaan Sumber Daya mempunyai tugas mempunyai tugas menyiapkan
rumusan bahan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan berdasarkan urusan dan program
lingkup tugasnya sesuai urusan yang menjadi kewenangannya.
Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya mempunyai
fungsi sebagai berikut :
a. Pelaksanaan penyiapan perumusan kebijakan Pengelolaan Sumber Daya
b. Pelaksanaan koordinasi hubungan kerja dengan bidang lain dan Sekretaris, UPTD pada
Lingkup Dinas Peternakan serta Instansi terkait
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

10

c. Pelaksanaan total quality manajemen dalam ruang lingkup tugasnya meliputi


perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan;
d. Pengelolaan penyusunan kebijakan pengelolaan Data dan Statistik, Optimasi Kawasan
dan Informasi, Kelembagaan dan Pengembangan SDM serta Alat Mesin dan Teknologi
Peternakan dan Kesehatan Hewan .
e. Penganalisaan program dan urusan yang menjadi kewenangan bidangnya;
f. Pengelolaan perencanaan kegiatan di ruang lingkup bidangnya berdasarkan skala
prioritas;
g. Pengaturan pelaksanaan kegiatan sesuai sasaran yang ditetapkan;
h. Pelaksanaan pembinaan Kepala Seksi dan staf Bidang Pengelolaan Sumber daya
i. Pelaksanaan bimbingan dan pelayanan dalam bidang Data dan Statistik, Optimasi
Kawasan dan Informasi, Kelembagaan dan Pengembangan SDM serta Alat Mesin dan
Teknologi Peternakan dan Kesehatan Hewan
j. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya.
k. Pelaksanaan bimbingan dan pelayanan dalam bidang Pengelolaan Data dan Statistik,
Optimasi Kawasan dan Informasi, Kelembagaan dan Pengembangan SDM serta Alat
Mesin dan Teknologi Peternakan dan Kesehatan Hewan
l. Pelaksanaan pelaporan kegiatan atau masalah sesuai dengan Bidang tugasnya.
m. Pelaksanaan koordinasi antar bidang dan sekretariat lingkup Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan
n. Pelaksanaan pemantauan, pengevaluasian dan pelaporan kegiatan atau masalah
sesuai dengan Bidang tugasnya.
o. Penyusunan Standart Operating Procedure(SOP )bidang tugasnya
(6).Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas mempunyai tugas urusan
ketatausahaan, ketatalaksanaan, organisasi, keprotokolan, aset dinas serta urusan rumah
tangga dinas dan kepegawaian. Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan penataan administrasi perjalanan dinas, surat menyurat, kearsipan dan
perpustakaan;
b. Melaksanakan urusan kamanan, kenyamanan dan kebersihan kantor, penerangan,
telekomunikasi, serta pemeliharaan gedung kantor dan sarana prasarana;
c. Melaksanakan penataan sarana prasarana kerja aparatur secara tertib dengan
memperhatikan prinsip-prinsip adil, transparan, efisien dan efektif, manfaat, keselamatan,
dan kepatutan;
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

11

d. Melaksanakan urusan pelayanan tamutamu kedinasan;


e. Mengelola dan mengkoordinir acara rapat rapat dan acara kedinasan lainnya;
f.

Mengagendakan dan menyusun kegiatan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas;

g. Mengelola dan menyusun rencana kebutuhan dan mendistribusikan barang, serta


melaksanakan pemeliharaan, penyimpanan dan penghapusan barang inventaris;
h. Melaksanakan penghimpunan peraturan perundang-undangan, publikasi, pengembangan
organisasi dan penyusunan prosedur dan mekanisme kerja;
i.

Melaksanakan analisis kebutuhan pegawai dan merancang penyebaran penempatan


pegawai

j. Mengkoordinir dan menghimpun pelaksanaan penilaian kinerja pegawai


k. Mengelola urusan administrasi kepegawaian antara lain pengurusan kenaikan pangkat,
pensiun, cuti pegawai, izin, kenaikan gaji berkala, dsb.
l. Melaksanakan pemberdayaan, penataan, dan pengendalian teknis kepegawaian jajaran
dinas.
m. Melaksanakan pembinaan terhadap staf
n. Melaksanakan Penyusunan Standart Operating Procedure (SOP) bidang tugas dan
fungsinya
o. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris
(7). Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas mempunyai tugas menyelenggarakan
pelayanan administrasi keuangan, administrasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembukuan,
laporan keuangan dan memelihara dokumen keuangan, membuat laporan pertanggung
jawaban keuangan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Keuangan adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan pemeriksaan dan pengendalian teknis keuangan pendayagunaan dan
pemanfaatan keuangan dinas, baik berupa anggaran kegiatan, gaji, maupun anggaran
dana-dana APBN dan dana penguatan modal sistem bergulir.
b. Melaksanakan intensifikasi dan penggalian sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah
(PAD).
c. Melaksanakan evaluasi pengelolaan keuangan dinas.
d. Meneliti kelengkapan SPP-UP, SPP-GU,SPP-TU dan SPP-LS Gaji dan tunjangan PNS
serta penghasilan lainnya yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
yang diajukan oleh bendaharawan pengeluaran untuk diteruskan ke DPPKAD selaku
BUD.
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

12

e. Melaksanakan pengumpulan bahan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban


keuangan dinas.
f. Monitoring dan membina petugas untuk kelancaran PAD
g. Melakukan pembinaan terhadap staf .
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris
i.

Melaksanakan koordinasi dan bekerjasama dengan Seksi

j.

Melaksanakan Penyusunan Standart Operating Procedure (SOP) bidang tugas dan


fungsinya

(8). Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan mempunyaimempunyai tugas melaksanakan
penyusunan program pembangunan dan pengembangan peternakan jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang, pengkordiniran proposal pengembangan kegiatan, serta
pengkordiniran penyusunan laporan dinas, pengolahan data dan informasi, penganalisaan
potensi sumber daya yang ada dan penyusunan laporan pertanggungjawaban dinas
berdasarkan urusan yang menjadi kewenangan Dinas Peternakan sesuai skala prioritas .
Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
a. Mengkoordinasikan penyusunan program pembangunan dan pengembangan peternakan
yang merata dan berkelanjutan dengan mempedomani dokumen perencanaan yang ada,
seperti Renstra, RPJMD, RPJPD, dengan rincian sebagai berikut :
1. Menyiapkan pedoman dan petunjuk pelaksanaan perencanaan umum dan program.
2. Mengumpulkan data dan bahan yang berkaitan dengan perencaan umum program dan
kegiatan pembangunan peternakan.
3. Merumuskan rencana dan program kerja umum pembangunan peternakan.
4. Menyiapkan bahan pelaksanaan perencanaan umum dan program.
b. Melaksanakan sosialisasi, monitoring, evaluasi, serta pengendalian pelaksanaan program
dinas secara rutin dan tertib, dengan rincian
1. Melaksanakan sosialisasi pelaksanaan program sesuai dengan pedoman umum,
petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis yang ada.
2. Mengkoordinir dan melaksanakan monitoring pelaksanaan program dinas secara
kontiniu.
3. Melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan program dinas secara berkala.
4. Mengkoordinir dan melaksanakan pengendalian pelaksanaan program dinas, sesuai
dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran Dinas Peternakan.
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

13

c. Mengumpulkan bahan, mengolah data, dan melaksanakan penyusunan laporan


pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Peternakan secara rutin dan berkala.
d. Pengolahan, dan penganalisaan data statistik, Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya
Manusia (SDM), kelembagaan, dan data pendukung lainnya menjadi program
pembangunan peternakan.
e. Melaksanakan penyusunan penetapan peta potensi peternakan Kabupaten Lima Puluh
Kota mengacu pada dokumen perencanaan yang ada.
f.

Melaksanakan penyusunan program dan pelaporan berkenaan dengan fungsi dinas


secara rutin dan tertib.

g. Mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian


pelaksanaan program pembangunan peternakan dan keswan.
h. Melaksanakan pembinaan terhadap staf
i.

Melaksanakan Penyusunan Standart Operating Procedure (SOP) bidang tugas dan


fungsinya

j.

Melaksanakan koordinasi dan bekerjasama dengan Bidang, Bagian, Sub Bidang, Sub
Bagian dan Instansi/Bagian terkait

k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris


(9). Kepala Seksi Perbibitan mempunyai tugas menyiapkan bahan rumusan dan melaksanakan
kebijakan teknis dalam ruang lingkup tugasnya, sesuai urusan yang menjadi
kewenangannya.Uraian Tugas Kepala Seksi Perbibitan adalah:
a. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan sesuai ketentuan yang
berlaku dalam penyusunan pedoman, petunjuk dan prosedur kerja seksi Perbibitan
Ternak
b. Menginventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugasnya serta menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.
c. Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja sesuai tugasnya dengan
mempedomani Renstra Dinas
d. Melaksanakan bimbingan seleksi ternak bibit dan penerapan standar perbibitan dan
plasma nutfah
e. Melaksanakan bimbingan registrasi/pencatatan bibit dan pembuatan dan pengesahan
silsilah ternak serta pelestarian plasma nuthfa peternakan
f.

Melaksanakan pengawasan peredaran bibit/benih ternak

g. Melaksanakan penetapan lokasi, penyebaran bibit ternak dan penggunaan bibit unggul
h. Melaksanakan pengadaan/ produksi dan pengawasan semen beku
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

14

i.

Melaksanaan inseminasi buatan

j.

Melaksanakan bimbingan dan pengawasan pelaksanaan inseminasi buatan yang


dilaksanakan oleh masyarakat dan swasta.

k. Melaksanakan bimbingan dan pemantauan produksi mani beku ternak lokal (lokal
spesifik) untuk kabupaten.
l.

Melaksanakan bimbingan penerapan standar-standar teknis dan sertifikasi perbibitan


meliputi sarana, tenaga kerja, mutu dan metode serta peredaran mutu bibit

m. Melaksanakan penetapan penyaluran ternak bibit yang dilakukan oleh swasta


n. Melaksanakan registrasi hasil inseminasi buatan
o. Melaksanakan bimbingan kastrasi ternak non bibit dan perizinan produksi ternak bibit
p. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan pengadaan dan/atau produksi mudigah,alih
mudigah serta pemantauan pelaksanaan dan registrasi hasil mudigah
q. Melaksanakan pengadaan dan pengawasan bibit ternak
r.

Melaksanakan bimbingan sertifikasi pejantan unggul sebagai pemacek, pengadaan


produksi mani beku ternak produksi dalam negeri dan pelaksanaan penyebaran bibit
unggul`

s. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan uji performance recording dan seleksi


t.

Melaksanakan bimbingan identifikasi perbibitan

u. Melaksanakan bimbingan dan pemantauan ternak bibit asal impor wilayah kabupaten
v. Menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas melalui Kepala Bidang Produksi Ternak.
w. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai lingkup tugasnya
x. Melaksanakan pembinaan staf di lingkungan Seksi Perbibitan Ternak.
y. Menyusun Standart Operating Procedure(SOP)bidang tugasnya.
(10). Kepala Seksi Penyebaran dan Pengembangan Ternak mempunyai tugas menyiapkan bahan
rumusan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan berdasarkan urusan dan program sesuai
urusan yang menjadi kewenangannya. Uraian Tugas Kepala Seksi Optimasi Kawasan dan
Penyebaran Ternak adalah:
a. Menghimpun, mempelajari dan menyusun peraturan dan perundang-undangan sebagai
landasan normatif dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja seksi
penyebaran dan pengembangan ternak.
b. Menginventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugasnya serta menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.
c. Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja sesuai tugasnya dengan
mempedomani Renstra Dinas
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

15

d. Melaksanakan kebijakan penyebaran pengembangan peternakan


e. Melaksanakan pemantauan penyebaran ternak yang dilakukan swasta
f.

Melaksanakan pemantauan lalu lintas ternak

g. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan kebijakan penyebaran dan pengembangan


peternakan dan pemantauan dan penyebaran ternak yang dilakukan oleh swasta
h. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan penetapan penyebaran ternak ,registrasi dan
redistribusi ternak
i.

Melaksanakan bimbingan pelaksanaan identifikasi,seleksi ternak dan identifikasi calon


penggaduh

j.

Melaksanakan bimbingan pelaksanaan seleksi lokasi,calon penggaduh,dan identifikasi


lokasi terhadap penyebaran ternak

k. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan sistem dan pola penyebaran ternak


l.

Melaksanakan

bimbingan

pelaksanaan

evaluasi

pelaporan

penyebaran

dan

pengembangan ternak.
m. Membina hubungan kerja antar seksi di Bidangnya dan bidang-bidang lainnya.
n. Melakukan pembinaan pada staf
o. Melaporkan pelaksanan tugas kepada kepala Dinas melalui Kepala Bidang Produksi
Ternak .
p. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai lingkup tugasnya
q. Melaksanakan Penyusunan Stndart Operating Procedure (SOP) bidang tugasnya
(11).Kepala SeksiPakan Ternak mempunyai tugas menyiapkan dan menyusun bahan kebijakan
dan perumusan pelaksanaan kegiatan berdasarkan urusan dan program sesuai ruang
lingkup tugasnya yang menjadi kewenangannyai.Uraian Tugas Kepala Seksi Pakan Ternak
adalah:
a. Menghimpun, mempelajari dan menyusun peraturan dan perundang-undangan sebagai
landasan normatif dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja seksi pakan
ternak.
b. Menginventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugasnya serta menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.
c. Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja sesuai tugasnya dengan
mempedomani Renstra Dinas
d. Mengumpulkan data dan bahan untuk penyusunan kegiatan seksi pakan ternak
e. Menyiapkan bahan dan menyusun kebijakan pelaksanaan urusan pakan ternak.
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

16

f.

Mengumpulkan bahan dan menyusun pedoman teknis tentang pakan ternak.

g. Melaksanakan penerapan kebijakan pakan ternak


h. Melaksanakan bimbingan produksi pakan dan bahan baku pakan ternak
i.

Melaksanakan bimbingan penerapan teknologi pakan ternak

j.

Melaksanakan bimbingan standar mutu pakan ternak dan pengawasan mutu pakan ternak

k. Melaksanakan pengadaan, perbanyakan dan penyaluran benih hijauan


l.

Melaksanakan penyelenggaraan kebun benih hijauan pakan.

m. Melaksanakan bimbingan pembuatan, penggunaan dan peredaran pakan jadi dan pakan
konsentrat
n. Melaksanakan bimbingan pembuatan, penggunaan dan peredaran pakan tambahan dan
pelengkap pengganti (additive and supplement)
o. Melaksanakan bimbingan usaha mini feedmil pedesaan (home industry)
p. Melaksanakan pemeriksaan pakan jadi dan pakan konsentrat
q. Melaksanakan pemeriksaan pakan tambahan dan pengganti (additive and supplement)
r.

Melaksanakan bimbingan produksi benih hijauan pakan ternak

s. Melaksanakan bimbingan kerjasama perluasan produksi hijauan pakan ternak


r.

Membina hubungan kerja antar seksi di Bidangnya dan bidang-bidang lainnya

(12). Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Hewan mempunyai tugas
menyiapkan bahan dan melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup tugasnya sesuai
urusan yang menjadi kewenangannya. Uraian Tugas Kepala Seksi Pengendalian dan
Pemberantasan Penyakit Hewan adalah:
a. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan sebagai landasan normatif
dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja di bidang pengendalian dan
pemberantasan penyakit hewan.
b. Menginventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugasnya serta menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.
c. Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja sesuai tugasnya dengan
mempedomani Renstra Dinas
d. Melaksanakan pengamatan, penyidikan, dan pemetaan penyakit hewan
e. Melaksanakan bimbingan pembangunan dan pengelolaan laboratorium keswan dan
kesmavet, satuan pelayanan peternakan terpadu
f.

Melaksanakan penanggulangan wabah dan penyakit hewan menular wilayah Kabupaten

g. Melaksanakan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penanggulangan wabah dan


penyakit hewan menular dan penanggulangan penyakit hewan
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

17

h. Melaksanakan pencegahan penyakit hewan menular


i.

Melaksanakan penutupan dan pembukaan kembali status daerah wabah

j.

Melaksanakan pengaturan dan pengawasan pelaksanaan pelarangan pemasukan hewan


ke /dari wilayah Indonesia antar propinsi di Wilayah Kabupaten

k. Melaksanakan bimbingan penerapan dan standar teknis minimal rumah sakit hewan.
l.

Melaksanakan pengawasan lalu lintas ternak dan hewan kesayangan dari/ke wilayah
Kabupaten

m. Melakukan bimbingan dan pelaksanaan pengamatan, pemetaan, pencatatan kejadian dan


penanggulangan penyakit hewan
n. Melaksanakan bimbingan pengaturan pelayanan kesehatan hewan pada lalu lintas
tataniaga hewan (hewan besar,sedang dan kecil)
o. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan pelaporan dan pendataan penyakit
individual/menular yang mewabah
p. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan penutupan wilayah pada penyakit hewan yang
menular yang mewabah.
q. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan pemantauan penyakit zoonosis
r.

Melaksanakan bimbingan, pelaksanaanpengamatan, dan penyelidikan epidemiologi


penyakit hewan.

s. Melaksanakan sertifikasi kesehatan hewan yang keluar/masuk wilayah Kabupaten


t.

Melaksanakan pembinaan peramalan wabah penyakit hewan menular wilayah Kabupaten

u. Melaksanakan pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular strategis


v. Menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas melalui Kepala Bidang.
w. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai lingkup tugasnya
x. Melaksanakan pembinaan staf di lingkungan Seksi Pengendalian dan Pemberantasan
Penyakit Hewan
y. Menyusun Standart Operating Procedure(SOP)bidang tugasnya.
(13). Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner mempunyai tugas menyiapkan bahan dan
melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup Kesehatan Masyarakat Veteriner sesuai
urusan yang menjadi kewenangannya.Uraian Tugas Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner
adalah sebagai berikut ;
a. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan sebagai landasan normatif
dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja di bidang Kesehatan Masyarakat
Veteriner.
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

18

b. Menginventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugasnya serta menyiapkan


bahan petunjuk pemecahan masalah.
c. Menyusun

rencana

kerja

dan

anggaran

berbasis

kinerja

sesuai

tugasnya

denganmempedomani Renstra Dinas


d. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan pemeriksaan bahan produk asal hewan dari residu
obat hewan (daging,telur dan susu)
e. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan praktek hygien-sanitasi pada produsen dan
tempat penjajaan PAH
f. Melaksanakan monitoring penerapan persyaratan hygien-sanitasi pada unit usaha PAH
yang mendapat NKV(Nomor Kontrol Veteriner)
g. Melaksanakan pengawasan lalu lintas produk ternak dari/ke wilayah kabupaten
h. Melaksanakan bimbingan penerapan dan pengawasan kesejahteraan hewan
i. Melaksanakan bimbingan pemantauan dan pengawasan pembangunan dan operasional
pasar hewan dan unit-unit pelayanan keswan
j. Melaksanakan pengawasan kesehatan masyarakat veteriner
k. Melaksanakan penerapan dan pengawasan norma, standar teknis kesmavet serta
kesejahteraan hewan
l. Melaksanakan pengaturan dan pengawasan pelaksanaan pamasukan bahan asal hewan
ke/dari wilayah Indonesia antar propinsi di wilayah kabupaten
m. Melaksanakan bimbingan penerapan dan standar teknis minimal RPH/RPU, keamanan dan
mutu produk hewan,laboratorium kesmavet,
n. Melaksanakan bimbingan dan pengawasan pelayanan kesmavet di RPH, Tempat
Pemotongan Hewan sementara, Tempat Pemotongan Hewan darurat dan usaha susu
o. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan sosialisasi dan surveillance Hazard Analysis Critical
Control Point (HACCP)
p. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan standarisasi jagal hewan
q. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan pemeriksaan peredaran produk pangan asal hewan
dan pengolahan produk pangan asal hewan
r. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan dan pengawasan larangan pemotongan ternak
betina produktif.
s. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan peredaran produk pangan asal hewan dan produk
hewani non pangan
t. Melaksanakan sertifikasi kesehatan bahan asal hewan

yang keluar/masuk wilayah

kabupaten
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

19

u. Melaksanakan penerapan kebijakan dan pedoman kesmavet dan kesejahteraan hewan


v. Pengawasan Peredaran Pagan Asal Hewan (Pasar, Toko/ Kios,retail,restoran,fastfood,
hotel dan swalayan)
w. Pengawasan pemotongan hewan

dan unggas secara ASUH ( Pasar/TPA,TPH/RPH,

perhelatan /Qurban)
x. Monitoring dan Surveilans Zoonosis serta Food Borne Desease
y. Menyiapkan persyaratan teknis keamanan dan mutu Bahan Pangan Asal Hewan (Daging,
Susu dan Telur)
z. Menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas melalui Kepala Bidang
aa. Melaksanakan pembinaan staf
bb. Menyusun Standart Operating Procedure(SOP)bidang tugasnya.
(14). Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Pengawasan Obat Hewan

mempunyai tugas

menyiapkan bahan dan melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup Pelayanan Medik dan
Pengawasan Obat Hewan.Uraian Tugas Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Pengawasan
Obat Hewan adalah sebagai berikut ;
a.

Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan sebagai landasan


normative dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja di bidang
pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan.

b.

Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan sebagai landasan


normatif dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja di bidang Kesehatan
Masyarakat Veteriner.

c.

Menginventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugasnya serta menyiapkan


bahan petunjuk pemecahan masalah.

d.

Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja sesuai tugasnya dengan
mempedomani Renstra Dinas

e.

Melaksanakan penerapan kebijakan obat hewan dan standar mutu obat hewan

f.

Melaksanakan identifikasi dan inventarisasi kebutuhan obat hewan

g.

Melaksanakan bimbingan danpengawasan peredaran dan penggunaan obat hewan


tingkat depo, toko, kios dan pengecer obat hewan

h.

Melaksanakan bimbingan pemakaian obat hewan ditingkat peternak

i.

Melaksanakan pemeriksaan, pengadaan, penyimpanan, pemakaian dan peredaran obat


hewan serta pemeriksaan penanggung jawab

j.

Melaksanakan bimbingan penyimpanan dan pemakaian obat hewan

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

20

a. Memfasilitasi penerbitan perizinan obat hewan dan Memberikan izin praktek Dokter
Hewan.
b. Melaksanakan penerbitan penyimpanan mutu dan perubahan bentuk obat hewan
c.

Melaksanakan bimbingan pemakaian, penyimpanan, pengggunaan sediaan vaksin,sera


dan bahan diagnosti biologis untuk hewan

d. Melaksanakan bimbingan pelaksanaan pemeriksaan sediaan premik, dan pendaftaran


obat hewan tradisional/pabrikan
e. Melaksanakan bimbingan kelembagaan /Asosiasi bidang Obat Hewan (ASOHI)
f.

Melaksanakan bimbingan pelaksanaan unit pelayanan keswan (puskeswan,praktek dokter


hewan mandiri,klinik hewan)

g. Melaksanakan bimbingan pembangunan dan pengelolaan laboratorium keswan dan


laboratorium kesmavet
h. Melaksanakan bimbingan penerapan norma, standar teknis pelayanan kesehatan hewan,
kesmavet serta kesejahteraan hewan
i.

Melaksanakan pelayanan medik/paramedik veteriner antara lain medik reproduksi,medik


konservasi,dan forensik veteriner

j.

Melaksanakan pelaporan pelayanan medik/paramedik veteriner dalam pencegahan dan


penanggulangan penyakit hewan menular/non menular, penyakit individual, penyakit
parasiter, virus, bakteri, penyakit reproduksi dan gangguan reproduksi

k. Melaksanakan bimbingan pemantauan, pengawasan pembangunan dan pengelolaan


pasar hewan dan unit-unit pelayanan keswan.
l.

Melaksanakan bimbingan pelayanan kesehatan hewan pada lembaga-lembaga maupun


perorangan yang mendapat ijin konservasi satwa liar.

m.

Melaksanakan bimbingan dan pengawasan pelayanan keswan

n. Memfasilitasi persyaratan teknis izin usaha depo, toko,kios obat hewan, tempat praktek
Dokter Hewan, klinik hewan,dan rumah sakit hewan.
o. Menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas melalui Kepala Bidang
p. Melaksanakan pembinaan staf di lingkungan Seksi Pelayanan Medik dan Pengawasan
Obat Hewan
q. Menyusun Standart Operating Procedure(SOP)bidang tugasnya.
(15). Kepala Seksi Perizinanmempunyai tugas menyiapkan bahan dan melaksanakan kebijakan
teknis ruang lingkup dan kewenangannya. Uraian Tugas Kepala Seksi Perizinan dan
Pembiayaan adalah sebagai berikut:
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

21

a. Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan sebagai landasan


normative dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja di bidang rekomendasi
teknis perizinan usaha peternakan dan kesehatan hewan.
b. Melaksanakan penerapan kebijakan pedoman pemberian rekomendasi teknis untuk izin
usaha peternakan dan kesehatan hewan
c. Mengiventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugas seksi perizinan serta
menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.
d. Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja berdasarkan tugas seksi perizinan
berpedoman kepada Renstra Dinas Peternakan dan Keswan.
e. Memfasilitasi izin usaha budidaya peternakan
f.

Melaksanakan bimbingan dan pelayanan pemberian rekomendasi izin usaha rumah sakit
hewan/ pasar hewan, izin praktek dokter hewan, laboratorium keswan dan kesmavet, RPH
dan RPU, usaha obat hewan di tingkat depo, toko dan kios obat hewan, poultry shop dan
pet shop berkoordinasi dengan bidang teknis terkait

g. Memfasilitasi pendaftaran usaha peternakan dan keswan


h. Melaksanakan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan izin usaha peternakan
i.

Memberikan izin pengadaan, peredaran dan pengembangan alat dan mesin peternakan
dan keswan

j.

Memfasilitasi rekomendasi pengembangan alat dan mesin peternakan dan keswan

k. Memfasilitasi pemberian surat keterangan asal hewan dan produk hewan yang masuk dan
keluar kabupaten
l.

Memberikan rekomendasi instalasi karantina hewan

m. Memberikan rekomendasi izin usaha budidaya hewan kesayangan


n. Melaksanakan rekomendasi izin usaha alat angkut/transportasi produk peternakan
o. Melaksanakan bimbingan standar teknis untuk usaha produk pangan asal hewan
p. Memberikan rekomendasi usaha peternakan yang akan diberikan NKV (Nomor Kontrol
Veteriner)
q. Melaksanakan bimbingan pemantauan dan pemeriksaan hygiene dan sanitasi lingkungan
usaha peternakan
r.

Melaksanakan koordinasi dengan sub bidang didalam dan luar Bidang Pembinaan Usaha
Peternakan dalam menjalankan tugas.

s. Melakukan Pembinaan staf di lingkungan Seksi Perizinan


t.

Menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas Peternakan dan Keswan melalui Kepala
Bidang Pembinaan Usaha Peternakan dan Keswan.

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

22

u. Melaksanakan pembinaan staf di lingkungan Seksi Perizinan


v. Penyusunan Standart Operating Procedure(SOP) bidang tugasnya.
(16). Kepala Seksi Pembiayaan dan Permodalan mempunyai tugas menyiapkan bahan rumusan
dan melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup tugasnya sesuai dengan urusan dan
kewenangannya. Uraian Tugas Kepala Seksi Pembiayaan dan Permodalan adalah sebagai
berikut:
a. Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan sebagai landasan
normative dalam menyusun pedoman,petunjuk dan prosedur kerja di bidang pembiayaan
dan permodalan usaha peternakan dan keswan.
b. Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja berdasarkan tugas seksi
pembiayaan dan permodalan berpedoman kepada Renstra Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan
c. Menyusun Peraturan-peraturan untuk mendukung pelaksanaan tugas seksi pembiayaan
dan permodalan
d. Menginventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugas seksi pembiayaan dan
permodalan serta menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.
e. Memberikan bimbingan analisa usaha peternakan dan pengolahan hasil peternakan dan
keswan.
f.

Memberikan bimbingan pelaksanaan standarisasi teknis analisa usaha peternakan,

g. Melaksanakan penerapan kebijakan dan pedoman pembiayaan dari lembaga keuangan


perbankan dan non perbankan.
h. Melaksanakan

bimbingan

pengembangan

dan

pemanfaatan

sumber-sumber

pembiayaan/kredit
i.

Melaksanakan bimbingan penyusunan rencana usaha agribisnis

j.

Melaksanakan bimbingan pemberdayaan lembaga keuangan mikro pedesaan

k. Melaksanakan bimbingan dan pengawasan penyaluran, dan pemanfaatan kredit


l.

Memfasilitasi permodalan usaha peternakan, pengolah hasil peternakan dan usaha


dibidang keswan baik yang bersumber dari Pemerintah, lembaga perbankan dan investor.

m. Melaksanakan penerapan dan pengawasan pedoman kerjasama/kemitraan usaha


peternakan dan keswan
n. Menganalisa aspek investasi sektor peternakan
o. Merencanakan dan menganalisa jenis usaha peternakan yang perlu bantuan
pembiayaan/permodalan
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

23

p. Menginventarisir dan mengklasifikasi usaha peternakan berdasarkan skala usaha yang


ada
q. Memfasilitasi peternak, pengolah hasil peternakan untuk bermitra antara sesama pelaku
usaha atau dengan pihak ketiga
r.

Melaksanakan pembinaan kepada peternak dan pengolah hasil peternakan yang telah
menerima bantuan pembiayaan dan permodalan

s. Melaksanakan monitoring dan evaluasi perkembangan bantuan pembiayaan dan


permodalan baik yang bersumber dari Pemerintah, Lembaga Perbankan/ investor.
t.

Melaksanakan pengawasan pengembalian bantuan pembiayaan dari peternak, pengolah


hasil peternakan baik yang bersumber dari pemerintah, lembaga perbankan dan investor.

u. Menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas Peternakan dan Keswan melalui Kepala
Bidang Pembinaan Usaha Peternakan dan Keswan.
v. Melaksanakan pembinaan staf di lingkungan Seksi Pembiayaan dan Permodalan.
w. Melaksanakan penyusunan Standart Operating Procedure(SOP)bidang tugasnya yang
berhubungan dengan pembiayaan, penyaluran dan penggunaan dana baik yang
bersumber dari Pemerintah, Lembaga Perbankan / Investor.
(17)Kepala Seksi

Pengolahan dan Pemasaran Hasil mempunyai tugas menyiapkan bahan

rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup tugasnya sesuai dengan urusan
dan kewenangannya.Uraian Tugas Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil adalah
sebagai berikut:
a. Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan sebagai landasan
normative dalam menyusun pedoman,petunjuk dan prosedur kerja seksi Pengolahan dan
Pemasaran Hasil
b. Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja berdasarkan tugas seksi
Pengolahan dan Pemasaran Hasil berpedoman kepada Renstra Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan
c. Menyusun Peraturan-peraturan untuk mendukung pelaksanaan tugas seksi Pengolahan
dan Pemasaran Hasil
d. Menginventarisir permasalahan yang berhubungan dengan tugas seksi pengolahan dan
pemasaran hasil serta menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.
e. Menyusun rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja berdasarkan tugas seksi
pengolahan Pemasaran hasil berpedoman kepada Renstra Dinas Peternakan dan
Keswan
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

24

f.

Menyusun rencana operasional pembangunan, pengadaan, pengembangan serta


perawatan sarana pengolahan dan pemasaran hasil

g. Melaksanakan bimbingan penerapan standar-standar teknis, pembinaan mutu dan


pengolahan hasil peternakan
h. Melaksanakan bimbingan pemantauan dan pengawasan lembaga sistem mutu produk
peternakan dan hasil bahan asal kabupaten
i.

Melaksanakan bimbingan peningkatan mutu hasil peternakan dan hasil bahan asal hewan
wilayah kabupaten

j.

Melaksanakan promosi komoditas peternakan dan hasil olahannya

k. Melaksanakan bimbingan pemasaran hasil peternakan dan produk olahannya


l.

Melaksanakan bimbingan pembinaan mutu, produk olahan dan pengolahan hasil serta
pemasaran

m. Melaksanakan bimbingan penerapan tekhnologi panen, pasca panen dan pengolahan


hasil peternakan
n.

Melaksanakan bimbingan penanganan panen,pasca panen dan pengolahan hasil


peternakan

o.

Melaksanakan perhitungan perkiraan kehilangan hasil budidaya peternakan

p.

Melaksanakan bimbingan penerapan standar unit pengolahan, alat transportasi dan unit
penyimpanan dan kemasan hasil peternakan

q.

Melaksanakan penyebarluasan dan pemantauan penerapan tekhnologi panen, pasca


panen dan pengolahan hasil peternakan

r.

Menginventarisasi pelaku pengolah hasil peternakan berdasarkan produk

s.

Melakukan pembinaan kepada pengolah hasil peternakan agar menghasilkan produk


yang berkualitas

t.

Mengembangkan usaha-usaha dibidang pengolahan dan pemasaran hasil

u.

Memfasilitasi pembangunan, pengadaan, pengembangan serta perawatan sarana


pengolahan dan pemasaran hasil

v.

Melaksanakan bimbingan pemasaran hasil peternakan dan produk olahannya serta


penyebarluasan informasi pasar

w. Memfasilitasi pelaku pengolah hasil dalam peningkatan mutu, diversifikasi hasil olahan
serta perluasan jaringan pemasaran
x.

Menyiapkan dan melaporkan informasi daftar harga produk peternakan

y.

Melaksanakan monitoring dan evaluasi pembangunan, pengadaan, pengembangan serta


perawatan sarana pengolahan dan pemasaran hasil

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

25

z.

Menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas Peternakan dan Keswan melalui Kepala
Bidang
Pembinaan Usaha Peternakan dan Keswan

. Melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan staf


. Menyusun Standart Operating Procedure(SOP) bidang tugasnya
(18). Kepala Seksi Data dan Statistik, Optimasi Kawasan dan Informasi mempunyai tugas
menyiapkan bahan rumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan teknis ruang lingkup
tugasnya sesuai urusan yang menjadi kewenangannya.Uraian Tugas Kepala Seksi Data dan
Statistik, Optimasi Kawasan dan Informasi sebagai berikut:
a. Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan sesuai ketentuan
yang berlaku dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja;
b. Menyusun rencana kegiatan tahunan sesuai program dan urusan dengan mempedomani
peraturan perundang-undangan, serta kebijakan teknis lembaga pemerintah terkait;
c. Menyiapkan bahan fasilitasi pelaksanaan tugas dan kegiatan;
d. Melaksanakan penerapan sistem perstatikan,dan informasi peternakan
e. Melaksanakan bimbingan penerapan statistik peternakan dan keswan serta sistem
informasi
f.

Melaksanakan penetapan dan pengawasan kawasan peternakan serta peta potensi


peternakan

g. Melaksanakan bimbingan penetapan kawasan industri peternakan rakyat


h. Melaksanakan pengembangan lahan hijauan pakan dan penetapan padang
pengembalaan
i.

Melaksanakan bimbingan penerapan tekhnologi optimalisasi pengelolaan pemanfaatan air


untuk usaha peternakan, kesehatan dan kesehatan masyarakat veteriner

j.

Melaksanakan pengumpulan, penginputan, pengolahan dan analisis data peternakan,


keswan dan kesmavet;

k. Melakukan verifikasi dan validasi data peternakan, keswan dan kesmavet;


l.

Melaksanakan penyusunan buku data statistik peternakan, keswan dan kesmavet;

m. Melaksanakan proyeksi data peternakan, keswan dan kesmavet;


n. Menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan yang telah ditetapkan;
o. Mempertanggungjawabkan kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang
berlaku;
p. Membina hubungan kerja antar seksi di Bidang Penglolaan Sumber Daya .
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

26

q. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ruang lingkup
tugasnya.
r.

Menyusun Standart Operating Procedure(SOP )bidang tugasnya

(19). Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas
menyiapkan bahan rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup tugasnya
sesuai dengan urusan dan kewenangannya. Uraian Tugas Kepala Seksi Kelembagaan dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah sebagai berikut:
a. Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan sebagai landasan
normatif dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja dibidang kelembagaan
dan pengembangan sumber daya manusia
b. Mengiventaris, dan mengklasifikasikan kelembagaan kelompok tani ternak sesuai dengan
peraturan dan ketentuan yang berlaku
c. Melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia kelompok melalui pembinaan
kelompok tani ternak
d. Melaksanakan bimbingan kelembagaan usaha tani, manajemen usaha tani dan
pencapaian pola kerjasama usaha tani.
e. Melaksanakan bimbingan penerapan pedoman kerjasama/kemitraan usaha peternakan
f.

Penerapan dan pengawasan pelaksanaan pedoman kerjasama/kemitraa usaha


peternakan

g. Melayani pendaftaran, pengukuhan dan penetapan kelas kelompok.


h. Melaksanakan penilaian kelompok tani ternak yang telah memenuhi kriteria untuk
disertakan dalam lomba-lomba ketingkat Nasional
i.

Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok-kelompok ternak penerima bantuan


pemerintah maupun swasta dengan berkoordinasi/bekerjasama dengan bidang terkait

j.

Melaksanakan koordinasi dengan seksi didalam dan luar Bidang Pengelolaan Sumber
Daya dalam menjalankan tugasnya.

k. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya
l.

Melaksanakn Pembinaan dan penjalinan kerjasama yang baik dengan seksi terkait dan
organisasi lain demi kelancaran tugas.

m. Menyusun Standart Operating Procedure(SOP ) bidang tugasnya


(20). Kepala Seksi Alsin dan Teknologi Peternakan dan Kesehatan Hewan mempunyai tugas
menyiapkan bahan rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis ruang lingkup tugasnya
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

27

dengan urusan dan kewenangannya, Uraian Tugas Kepala Seksi Alsin dan Teknologi
Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai berikut:
a. Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan sebagai landasan
normative dalam menyusun pedoman, petunjuk dan prosedur kerja di bidang sarana
usaha peternakan.
b. Mengumpulkan data dan bahan untuk penyusunan kegiatan Seksi Alsin dan Teknologi
Peternakan dan Kesehatan Hewan sesuai dengan urusan;
c. Menyiapkan bahan kebijakan pelaksanaan urusan yang menjadi kewenangannya;
d. Menyusun rencana kegiatan tahunan Seksi

Alsin dan Teknologi

Peternakan dan

Kesehatan Hewan sesuai program dan urusan dengan mempedomani peraturan


perundang-undangan, serta kebijakan teknis lembaga pemerintah terkait;
e. Menyiapkan pedoman pelaksanaan tugas dan kegiatan;
f.

Melaksanakan penerapan kebijakan alat dan mesin peternakan dan kesehatan hewan
dan kesmavet

g. Melaksanakan Identifikasi, inventarisasi dan kebutuhan alat dan mesin peternakan dan
kesehatan hewan dan kesmavet.
h. Melaksanakan pengawasan penerapan standar mutu alat dan mesin peternakan dan
keswan dan kesmavet
i.

Melaksanakan pengawasan produksi, peredaran, penggunaan dan pengujian alat mesin


peternakan dan keswan dan kesmavet

j.

Melaksanakan pembinaan dan pengembangan jasa alat dan mesin peternakan dan
kesehatan hewan dan kesmavet.

k. Melakukan analisis teknis, ekonomis dan sosial budaya alat dan mesin peternakan,
kesehatan hewan dan kesmavet sesuai kebutuhan lokalita wilayah kabupaten.
l.

Melaksanakan bimbingan penggunaan dan pemeliharaan alat dan mesin peternakan,


kesehatan hewan dan kesmavet.

m. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan bengkel/pengrajin alat dan mesin


peternakan, kesehatan hewan dan kesmavet.
n. Melaksanakan kajian, pengenalan dan pengembangan teknologi tepat guna bidang
peternakan dan kesehatan hewan dan kesmavet.
o. Melaksanakan kerjasama dengan lembaga-lembaga teknologi peternakan, kesehatan
hewan dan kesmavet
p. Melaksanakan bimbingan penerapan pedoman, norma, standar sarana usaha

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

28

q. Melakasanakan penerapan temuan-temuan tekhnologi baru dibidang peternakan dan


keswan.
r.

Melakukan inventarisasi dan identifikasi kebutuhan alat dan mesin peternakan dan
kesehatan hewan dan kesmavet.

s. Melaksanakan pengembangan alat dan mesin peternakan dan keswan sesuai standar;
t.

Melaksanakan kaji ulang alat dan mesin peternakan dan kesehatan hewan dan kesmavet
yang direkomendasikan untuk usaha peternakan;

u. Melaksanakan penyimpanan berkas kerja, data dan bahan menurut ketentuan yang
berlaku;
v. Menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan yang telah ditetapkan
w. Mempertanggungjawabkan kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang
berlaku;
x. Membina hubungan kerja antar seksi di Bidang Pengelolaan Sumber Daya.
y. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ruang lingkup
tugasnya.
z. Menyusun Standart Operating Procedure(SOP )bidang tugasnya
2.2 Sumber Daya SKPD
2.2.1 Sumber Daya Manusia
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota didukung oleh personil sebanyak 102 orang baik yang berada
di kantor Kabupaten maupun yang berada di kecamatan/lapangan( data tahun 2011),dengan
rincian sebagai berikut:
1. PNS yang berada pada kantor 42 orang dan THL 3 orang sehingga berjumlah 45 orang
2. PNS yang berada di Kecamatan (Medis/Paramedis/Petugas IB/PKB) 21 orang
3. PNS yang berada pada SPP-Negeri Padang Mengatas (SMK-PP) 36 orang

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

29

Tabel II.1 : Jumlah Pegawai Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berdasarkan Tingkat
golongan dan tingkat pendidikan.
Jumlah per
Golongan/THL

Latar belakang Pendidikan


S2

S1

D III

SLTA

SLTP

SD

Jumlah

IV

III

35

16

II

22

30

Honor/PTT

62

Jumlah

102

Keadaan s.d Desember 2011


Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa sumber daya manusia (aparatur) paling
banyak memiliki latar belakang pendidikan strata satu (S-1) yakni sebanyak 42,15% dan latar
belakang SLTA memiliki presentase 37,25% atau kedua paling besar, dan strata pendidikan D-3
sebanyak 11,76 % , dan latar belakang pendidikan Sekolah Dasar sebanyak 4,9% serta latar
belakang pendidikan Pasca Sarjana sebanyak 3,9 %. Dapat disimpulkan bahwa kapasitas SDM
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah memadai.
2.2.2 Sarana dan Prasana
Sarana dan Prasarana yang ada pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Lima Puluh Kota adalah sebagai berikut:
DAFTAR INVENTARIS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN TAHUN

NO
I
II

Nama / Jenis Barang


TANAH
GEDUNG DAN BANGUNAN

Jumlah

NO

III
1
2

KENDARAAN
Kendaraan Roda 4
Kendaraan Roda 2

Infocus
Container
Alat Penyemprot/splaye
gendong
Meja Rapat
Meja belajar

1
2

ALAT KANTOR & RUMAH


TANGGAH
Timbangan Barang
Timbangan Hewan

2
1

33
34

Mesin Penyemprot/Power Spayer

35

4
5

Mesin Tik
Filling Kabinet

15
10

36
37

IV

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

Nama / Jenis Barang

Jumlah
3
37

2
22
1
12
80

30

6
7
8
9
10

Buffet Kaca
Lemari Kaca/Stalase
Plang Merek
White Board
Papan data

2
2
14
18
1

38
39
40
41
42

11

Lemari Arsip

12

43

12

Mesi Potong Rumput

44

13

Meja Kerja 1/2 Biro

69

45

14

Meja Kerja Pjbt Eselon II

46

15

Meja Kerja Pjbt Eselon III

47

16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

Meja Komputer
Meja tamu
Kursi putar
Kursi bisa / kayu
Kursi bisa / kayu dan busa
Kursi tamu
Kursi tunggu
Lemari Es
Air Conditioner/AC
Tlevisi
Kipas Angin
Compact Disc
Warles
Q-phone
Faximele
Handy Talky
Radio Komunikasi

8
1
19
12
15
4
1
2
2
1
8
1
2
2
1
1
4

48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63

ALAT LABORATORIUM

Microskope

24

Incubator bhn seng

25

Egg Grading Machine

26

Peralatan Veteriner

27

Peralatan Packing

28

Peralatan Labor (Glas Ware)

29

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

Stabilizer
Speaker
Lap Top dan Note Book
Dap.Jet Pump
Lemari Obat
Mixer / Pengaduk makan
ayam
Grender (alat procesing/lailain)
Dryer (alat procesing/lai-lain)
Penampung darah (alat
procesing/lai-lain)
Pengolahan air panas (alat
procesing/lai-lain)
Kandang Observasi
UPS
Monitor
CPU
Kompouter Accer Aspire
Hardisk
Printer
Scener
Grerobak
Tabung racun api
Papan Data Elekronik
Tenda
Filbet
Slang
Papa Informasi (Baliho)
Alat Ukur (GPS)

3
1
13
1
5
1
1
1
1
1
4
13
2
1
4
3
21
1
1
1
1
1
3
1
1
1

Peralatan Labor Keswan


(pipet ukur)
Peralatan Labor Keswan
(sendok timbang)
Peralatan Labor Keswan
(erlemeyer)
Peralatan Labor Keswan
(erlemeyer)
Peralatan Labor Keswan
(erlemeyer)
Peralatan Labor Keswan
(erlemeyer)

4
1
3
3
3
3

31

Nama / Jenis Barang

Jumlah

NO

Nama / Jenis Barang


Peralatan Labor Keswan
(Pipet pasteur)
Peralatan Labor Keswan
(rak pewarna)
Peralatan Labor Keswan
(Bak pewarna)
Peralatan Labor Keswan
(Rak pengering)
Peralatan Labor Keswan
(rak test tube)
Peralatan Labor Keswan
( cawan antigen )

Jumlah

Minor set /Alat bedah

30

Peralatan Labor (Microplete)

31

Peralatan Labor (Microtiter)

32

33

34

35

36

Timer

37

Pipet tip kuning

38

39

40

Lemari Laboratorium

41

Kamar hitung RBC dan


WBC webber

42

Hb Meter

43

Vacutainer plain

30

44

Refrigator

45

Thermos es besar

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

Peralatan Labor (pipet ukur) 1


ml
Peralatan Labor (pipet ukur) 2
ml
Peralatan Labor (pipet ukur) 3
ml
Peralatan Labor (pipet ukur) 5
ml
Peralatan Labor (pipet ukur)
250 ml
Peralatan Labor Keswan
(Mikrotiter)
Peralatan Labor Keswan
(rubber piper filler)
Peralatan Labor Keswan
(sentrifuge mini)
Peralatan Labor Keswan (rak
tabung steilans)
Peralatan Labor Keswan
(Bunsen)
Peralatan Labor Keswan
(Lumpang)
Peralatan Labor Keswan
(Tabung reaksi)
Peralatan Labor Keswan
(gelas ukur)
Peralatan Labor Keswan
(instrumen bak)

sealer aqua (alat


R.Tangga)
sealer biasa (alat
R.Tangga)

4
4
4
2
4
12

1
3

VI

ALAT KEDOKTERAN

Alat beda set

19

Inseminator gan

Meja Operasi Hewan

20

Pita Ukur Rondo

21

Trocar Besar

22

Tas Operasional IB
Vagina Speculum
Kambing
Foetotomi Set

Trocar kecil

23

Bradizzo tang kecil

Drenching Gun

24

Bradizzo tang besar

Catheter

25

Hoof Knife

Automatic syiringe

26

Tatooning Forcep

Timbangan Digital untuk


Hewan kecil

27

Castyration knife

10

Meja Operasi

28

Pemotong Tanduk

11

Mayo Stand

29

Alat Fiksasi Kepala Anjing

12

Bowi Stand

30

Alat Bedah Bangkai

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

1
1

32

13

I.V Stand

31

Peralatan Restrain

14

Instrument Cabinet

32

Kandang Portabe Besar

15

Lampu sorot

33

Kandang Portabe kecil

16

Sterilisasi Elektrik

34

Alat Penetasan

17

Minor Set

35

Kandang observasi

18

Mayor Set

36

Mesin Potong Rumput

ALAT STUDIO DAN


KOMUNIKASI
Kameradigital

Handy Came

Proyektor/incubator

Layar Proyektor

Standar Proyektor

VIII
1

ASET TETAP LAINNYA


Ternak

Catatan: Keadaan s.d 31 Desember 2011

2.3 Kinerja Pelayanan


Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah berganti nomenklatur beberapa kali,yakni
tahun 2006 Dinas Peternakan bergabung dengan Dinas Perikanan, sehingga nomenklatur
menjadi; Dinas Peternakan dan Perikanan, dan pada tahun 2007 Dinas Peternakan berdiri sendiri
sehingga menjadi Dinas Peternakan. Selanjutnya pada tahun 2011 nomenklaturnya menjadi Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Berdasarkan Renstra Dinas Peternakan periode 2006-2010,Dinas Peternakan
mempunyai tanggung jawab dalam pelaksanaan program dan kegiatan pada SKPD, Program
Wajib Statistik, serta pelaksanaan program urusan pilihan pertanian
2.3.1 Sekretariat
Program dan kegiatan pada Sekretariat adalah urusan wajib yang program dan kegiatan
rutin yang dilaksanakan oleh SKPDsetiap tahunnya yang pada dasarnya terkait dengan
peningkatan dan pengembangan sumberdaya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang
diharapkan secara langsung ataupun tidak langsung dapat menghasilkan kinerja pelayanan yang
optimal,baik terhadap internal aparatur pemerintah maupun terhadap publik.

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

33

Pada tahun 2006, Sekretariat Dinas memiliki nomenklatur sebagai Bagian Tata Usaha,
dengan tiga seksi yaitu:
1.

Sub Bagian Umum dan Keuangan

2.

Sub Bagian Kepegawaian

3.

Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan


Pada Tahun 2006, kegiatan yang dilaksanakan ada sebanyak lima program dan 18

(delapan belas ) kegiatan yaitu:


1.

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan beberapa kegiatan sebagai berikut:


a. Penyediaan jasa surat menyurat, dengan fokus kegiatan pelayanan admnistrasi
perkantoran dan pembelian benda-benda pos;materai dan perangko
b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik,dengan fokus kegiatan belanja
telepon,dan belanja air.
c. Penyediaan jasa administrasi keuangan dengan fokus kegiatan;Pembayaran honor tim
penilai kredit point, pembayaran honor pejabat penatausahaan keuangan, dan honor
pegawai tidak tetap.
d. Penyediaan alat tulis kantor;dengan fokus kegiatan belanja Alat tulis kantor dan flashdisk.
e. Penyediaan Barang cetakan dan pengandaan, dengan fokus kegiatan belanja cetak dan
belanja pengandaan.
f. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor, dengan fokus kegiatan belanja peralatan
kebersihan dan bahan pembersih, belanja obat-obatan, belanja pengadaan perlengkapan
kantor, dan belanja pengadaan instalansi listrik pasar ternak.
g. Penyediaan makanan dan minuman

dengan fokus kegiatan, belanja makanan dan

minuman harian pegawai dan makan minum rapat.


h. Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah dengan fokus kegiatan belanja
perjalanan dinas dalam daerah dan luar daerah.
i. Penyediaan komponen instalasi listrik/Penerangan bangunan
2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dengan beberapa kegiatan sebagai
berikut;
a. Pembangunan gedung kantor dengan fokus kegiatan,pembangunan gedung pos IB,
pembangunan musholla (lanjutan), dan pembangunan kantor UPP Tarantang.`
b. Pengadaan kendaraan dinas/operasional degan fokus kegiatan pengadaan alat-alat
angkutan darat bermotor sepeda motor untuk pejabat eselon IV.a.
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

34

c. Pengadaan Mobiler,dengan fokus kegiatan pengadaan perlengkapan kantor (lemari,filing


kabinet,whiteboard,komputer PC,printer,flashdisk,mouse), pengadaan mobiler (meja
kerja,meja rapat,kursi kerja,kursi rapat), pengadaan peralatan dapur (pengadaan
dispenser),dan pengadaan handycame.
d. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor,dengan fokus kegiatan pemeliharaan kantor
cabang dinas,pemeliharaan gedung KSP Mungka,Pemeliharaan gedung Pos IB tanjung
Pati dan Guguk, dan Pemeliharaan Poskeswan.
e. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional,dengan fokus kegiatan belanja
jasa servis, penyediaan BBM dan suku cadang, Belanja jasa KIR, belanja STNK.
f. Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor,dengan fokus kegiatan pembangunan pagar
kantor Dinas Peternakan.
3. Program peningkatan disiplin aparatur.
Pengadaan pakaian dinas beserta kelengkapannya (pakaian dinas harian)
4.Program peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

Pendidikan dan Pelatihan formal dengan fokus kegiatan, Diklat teknis untuk aparatur dinas.

5. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.


Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD dengan fokus
kegiatan penyusunan Laporan tahunan tahun 2006, Penyusunan LAKIP , Renja, RKA dan
DPA.
6. Program Pendidikan Menengah
Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah dengan fokus kegiatan yang dilaksanakan
adalah Pembelian alat tulis kantor,alat listrik dan elektronik, peralatan kebersihan dan alat
pembersih, bahan praktek, jasa kantor (air dan listrik),belanja cetak (kartu siswa, kartu
spp dan asrama,kartu pustaka,rapor. Pengadaan mesin potong rumput, pengadaan meja
belajar dan kursi belajar, pengadaan bahan ekstra kurikuler, pengadaan buku pustaka.
Pada tahun 2007, Sekretariat Dinas Peternakan Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan
6 program 15 kegiatan, dalam hal ini termasuk program Wajid Pendidikan menengah pada SPP
Negeri Padang Mengatas.
1.

Program Pelayanan Administrasi perkantoran, dengan fokus kegiatan penyediaan


materai,perangko,jasa faximili,telepon,air dan listrik kantor.. Penyediaan honor PTT,alat tulis

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

35

kantor,cetak dan penggandaan,Penyediaan bola lampu, kabel dan cok listrik, penyediaan
bahan pembersih kantor, gorden, laptopndan kelengkapan komputer, pelaksanaan rapatrapat dan perjalanan dinas.
2.

Progam peningkatan sarana dan prasarana aparatur, dengan fokus kegiatan pengadaan
lemari, meja dan kursi kerja, pemeliharaan ruangan kantor, penyediaan suku cadang,jasa
servis dan BBM kenderaan kendaraan dinas.

3.

Program peningkatan disiplin aparatur, dengan fokus kegiatan pengadaan pakaian Linmas
dan kelengkapannya

4.

Program peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, dengan fokus kegiatan Pendidikan


dan Pelatihankeahlian pengadaan barang/jasa, keuangan, teknis peternakan dan kesehatan
formal dengan fokus kegiatan, Diklat teknis untuk aparatur dinas.

5.

Program peningkatan pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan,


dengan fokus kegiatan penyusunan LAKIP,Laporan tahunan, Laporan bulanan, laporan
Monev,Renja, RKA dan DPA.
Pada tahun 2008, Sekretariat melaksanakan program Pelayanan Admnistrasi

Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan


Disiplin Aparatur, Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.
Pada Tahun 2009, Sekretariat melaksanakan program Pelayanan Admnistrasi
Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan
Disiplin Aparatur, Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.
Pada Tahun 2010, Sekretariat melaksanakan program Pelayanan Admnistrasi
Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan
Disiplin Aparatur, Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Renstra pada Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan tahun 2006-2010dalam kurun waktu 5 (lima) tahun, pelaksanaan program maupun
kegiatan berjalan baik dan relatif sesuai dengan yang apa yang telah direncanakan.

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

36

2.3.2

Bidang Produksi.
Pada tahun 2006, Bidang Produksi memiliki nomenklatur yang berbeda dengan
sekarang yaitu Sub dinas Budidaya Peternakan,dengan tiga seksi:

1.

Seksi perbibitan ternak

2.

Seksi Pakan,sarana dan prasarana

3.

Seksi Produksi Barbang


Pada Tahun 2006 Bidang Produksi Peternakan melaksanakan satu Program yakni

Program peningkatan produksi hasil peternakan dengan tiga

kegiatan yakni pembangunan

sarana dan prasarana pembibitan ternak yang fokusnya pada pengadaan frozen semen dan honor
Tim ET dan petugas IB, kegiatan Pendistribusian bibit ternak kepada masyarakat dengan fokus
kegiatannya sosialisasi,Pelatihan Teknis, Penyebaran Sapi Bali,Brahman Cross dan Simental,
serta pengadaan Laptop dan Pembelian kamera digital.Kegiatan Penelitian dan pengolahan gizi
dan pakan ternak denganfokus kegiatan pengambilan sampel pakan ternak dan analisa labor.
Pada Tahun 2007 Bidang Produksi melaksanakan satu Program yaitu Program
peningkatan produksi hasil peternakan dengan tiga kegiatan yakni pembangunan sarana dan
prasarana pembibitan ternak, Pendistribusian bibit ternak kepada masyarakat, Penelitian dan
pengolahan gizi dan pakan ternak dan, serta Penelitian dan pengolahan gizi dan pakan ternak.
Pada tahun 2008, Bidang Produksi Peternakan melaksanakan program Peningkatan
Produksi Hasil Peternakan.
Pada tahun 2009, Bidang Produksi Peternakan melaksanakan program Peningkatan
Produksi Hasil Peternakan.
Pada tahun 2010, Bidang Produksi Peternakan melaksanakan program Peningkatan
Produksi Hasil Peternakan.
2.3.3

Bidang Kesehatan Hewan


Pada Tahun 2006 Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet sebelumnya memiliki

nomenklatur sebagai Subdinas Perlindungan dan Pengamanan Hasil dengan tiga seksi yakni;
1.

Seksi Pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan

2.

Seksi Kesehatan Masyarakat veteriner

3.

Seksi Pengendalian sumberdaya


Pada Tahun 2006 Bidang Kesehatan Hewan melaksanakan program Pencegahan dan

penanggulangan penyakit ternak, dengan tiga kegiatan yaitu; Pendataan masalah Ternak dengan
fokus kegiatannya Buku data statistik peternakan dan perikanan, Kegiatan Pemusnahan ternak
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

37

yang terjangkit penyakit endemik dengan fokus kegiatan Vaksinasi rabies,SE dan AI,Elimininasi,
sosialisasi, pengadaan roda empat (mobil unit) pelayanan kesehatan hewan keliling, pengadaan
kendaraan dinas roda dua dan pengadaan alat-alat kedokteran hewan, serta Kegiatan
Pengawasan Perdagangan Ternak antar Daerah dengan fokus kegiatan pengawasan lalu lintas
hewan serta pengadaan assesories mobil unit pelayanan kesehatan hewan keliling.
Pada tahun 2007, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet melaksanakan program
Pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak dengan kegiatan Pendataan Masalah
Peternakan dan Pemusnahan Ternak yang terjangkit penyakit endemik, serta kegitan
Pengawasan Perdagangan antar daerah.
Pada tahun 2008, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet melaksanakan Program
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak.
Pada Tahun 2009, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet melaksanakan program
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak.
Pada Tahun 2010, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet melaksanakan program
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak.
2.3.4

Bidang Pembinaan Usaha Peternakan


Pada Tahun 2006 Bidang Pembinaan Usaha Peternakan sebelumnya memiliki

nomenklatur sebagai Subdinas Bina Usaha Peternakan dengan tiga seksi yakni:
1. Seksi Perizinan dan Permodalan,
2. Seksi Informasi, Promosi dan Pemasaran
3. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kelembagaan .
Pada tahun 2006, Bidang Pembinaan Usaha Peternakan melaksanakan Satu Program
yaitu Pogram peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan dengan dua kegiatan yaitu
Kegiatan Pembangunan Sarana dan prasarana produksi peternakan dengan fokus kegiatan
sosialisasi dan peresmian pasar ternak, Biaya opersional pasar ternak, pengadaan mesin
pengolah air bersih, pembelian gerobak, pembelian mesin potong rumput, pembelian
handsprayer, pembelian mesin tik, pembelian almari, pembelian printer dan pembelian meja kerja
serta pengadaan ternak potong jenis simmental untuk percontohan di pasar ternak.
Kegiatan kedua adalah kegiatan Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah,
dengan fokus kegiatannya adalah lomba ternak tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota, dan lomba
ternak tingkat propinsi serta bazar produksi peternakan.
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

38

Pada tahun 2007, Bidang Pembinaan Usaha Peternakan melaksanakan program


Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan dengan kegiatan Pembangunan Sarana dan
Prasarana Pasar Produksi Peternakan, dan kegiatan Promosi atas hasil produksi peternakan
unggulan daerah.
Pada tahun 2008, Bidang Pembinaan Usaha Peternakan melaksanakan Program
Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan
Pada Tahun 2009, Bidang Pembinaan Usaha Peternakan melaksanakan Program
Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan.
Pada Tahun 2010, Bidang Pembinaan Usaha Peternakan melaksanakan Program
Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan.
2.3.5

Bidang Pengelolaan Sumber Daya


Pada Tahun 2006, Bidang Pengelolaan Sumber Daya, belum tertuang dalam nomenklatur

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, namun seksinya berada pada Bidang Pembinaan
Usaha Peternakan (Subdin Bina Usaha Peternakan) yakni Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan
Kelembagaan.
Pada Tahun 2007, Bidang Pengelolaan Sumber Daya melaksanakan progam Peningkatan
Penerapan Teknologi Peternakan dengan kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi
Peternakan Tepat Guna.
Pada Tahun 2008,

Bidang Pengelolaan Sumber Daya melaksanakan Progam

Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan Tepat Guna.


Pada Tahun 2009, Bidang Pengelolaan Sumber Daya melaksanakan Progam Peningkatan
Penerapan Teknologi Peternakan Tepat Guna.
Pada tahun 2010,Bidang Pengelolaan Sumber Daya melaksanakan Progam Peningkatan
Kesejahteraan Petani dan Progam Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan Tepat Guna.
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD
Perencanaan Strategik (renstra) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten
Lima Puluh kota mencakup penetapan tujuan, sasaran dan strategi. Renstra ini untuk mencapai
tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah
serta rencana program prioritas dalam rancangan awal RPJMD.
Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang
bagaimana Disnak& Keswan dapat mencapai tujuan dan sasaran dengan efektif dan
efisien.Dengan pendekatan yang komprehensif, strategi juga dapat digunakan sebagai sarana
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

39

untuk melakukan transformasi, reformasi dan perbaikan kinerja birokrasi.Perencanaan strategik


tidak saja mengagendakan aktivitas pembangunan, tetapi juga segala program yang mendukung
dan menciptakan layanan masyarakat tersebut dapat dilakukan dengan baik, termasuk di
dalamnya upaya memperbaiki kinerja dan kapasitas birokrasi, sistem manajemen, dan
pemanfaatan teknologi informasi.
Rumusan strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan bagaimana
tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam serangkaian kebijakan.
Rumusan strategi juga harus menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana Disnak&Keswan
menciptakan nilai tambah (value added) bagi stakeholder layanan. Disini penting untuk
mendapatkan parameter utama yang menunjukkan bagaimana strategi tersebut menciptakan nilai
(strategic objective).Melalui parameter tersebut dapat dikenali indikasi keberhasilan atau
kegagalan suatu strategi sekaligus untuk menciptakan budaya berfikir strategik dalam menjamin
bahwa transformasi menuju pengelolaan pemerintah daerah yang lebih baik, transparan,
akuntabel dan berkomitmen terhadap kinerja, strategi harus dikendalikan dan dievaluasi (learning
process).

Analisis Pilihan Strategi SWOT


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan
ancaman (threats) dalam pencapaian target kinerja Disnakkeswan kedepan. Keempat faktor
itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dan mengidentifikasi faktor internal dan
eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat
diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat
faktornya, kemudian menerapkannya dalam matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana
kekuatan mampu mengambil keuntungan (advantage) dan mengatasi kelemahan dari peluang
yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan mampu menghadapi ancaman dan bagimana cara
mengatasi kelemahan yang ada.
Analisis SWOT dilengkapi dengan informasi yang relevan melalui proses analisis yang
seksama untuk kegiatan penilaian situasi kondisi suatu organisasi, dapat tercakup dalam analisis
SWOT yang terdiri atas dua kegiatan utama yaitu analisis internal dan analisis eksternal terhadap

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

40

keberadaan suatu organisasi. Proses analisisnya sendiri bisa dimulai dari internal dan eksternal
dulu atau kedua-duanya secara bersama-sama.
Kekuatan, dapat diwujudkan sebagai suatu sumber daya, keterampilan/ kemampuan,
atau keuntungan.Sedangkan kelemahan dapat didefinisikan sebagai suatu hal batasan atau
kekurangan dalam sumber daya, keterampilan/kemampuan dan kapabilitas yang secara serius
merintangi performansi efektif suatu organisasi.Fasilitas, sumberdaya financial, kapabilitas
manajemen, keterampilan, dapat menjadi sumber dari kelemahan-kelemahan organisasi.
Peluang, merupakan suatu kondisi menguntungkan utama dalam lingkungan organisasi
tertentu.Sedangkan acaman dapat berwujud sebagai suatu situasi tidak menguntungkan dari
lingkungan organisasi tertentu, dapat juga diartikan sebagai rintangan-rintangan kunci terhadap
posisi organisasi saat ini dan yang diinginkan.
SWOT ANALISA INTERNAL DAN EKSTERNAL
KEKUATAN (STRENGTHS)

KELEMAHAN (WEAKNESS)

S1

Peran utama lembaga yang sangat strategis


dalam pembangunan peternakan

W1

S2

Motivasi, etos kerja aparatur yang cukup


tinggi
Fasilitas pendukung kerja yang cukup
memadai

W2

Aspek sosial, budaya masyarakat yang telah


terbiasa beternak
Sumber daya alam dan iklim yang
mendukung untuk pengembangan
peternakan
Sumber daya manusia, peternakan dan
kesehatan hewan yang cukup mendukung
PELUANG (OPPORTUNITIES)

W4

Kemudahan mengakses informasi melalui


teknologi informasi
Adanya dukungan dari kementerian pertanian
melalui program swa sembada daging
sapi/kerbau dan peningkatan pangan hasil
hewan yang ASUIT
Adanya dukungan dari pemerintah provinsi
Sumatera Barat melalui program/kegiatan
yang relevan dengan peningkatan produksi
peternakan seperti gerakan pensejahteraan
petani dan satu petani satu sapi
Adanya dukungan dari instansi vertical yaitu
BPTU-SP, BIB tuah sakato, BPPV Regional
Baso dan SMK PP padang mengatas

T1

S3
S4
S5
S6

O1
O2

O3

O4

W3

W5

Masih lemahnya pemahaman aparatur terhadap


kebijakan nasional, provinsi dan daerah dalam
pembangunan peternakan dan kesehatan hewan
Keterbatasan alokasi anggaran untuk mewujudkan
misi dinas
Belum adanya pos lalu lintas ternak didaerah
pembatasan kab. Lima puluh kota dengan kab./
provinsi tetangga
Produk olahan hasil peternakan kurang
tersentuh teknologi pengolahan hasil
Bantuan sosial yang diterima kelompok tani
belum terkelola dengan baik oleh kelompok
tersebut
TANTANGAN (THREATS)

T2

T3

T4

Tantangan terhadap kualitas kinerja aparatur


yang harus ditingkatkan
Tingkat pengawasan yang semakin ketat oleh
aparat pengawas fungsional dan penegak hukum
dan LSM terhadap kinerja lembaga aparatur dalam
pelaksanakan pembanguna
Produksi hasil peternakan yang sebagian besar
hasil dijual dalam bentuk produk primer

Masih lemahnya pengolahan dan pemasaran


produk olahan hasil peternakan

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

41

O5

O6

Terbukanya peluang pemasaran kearah


provinsi tetangga seperti Riau,
Jambi,Bengkulu, Palembang dalam
memasarkan produk hasil peternakan
Adanya dukungan dari perbankan untuk
petani memperoleh KKPE- KUPS dengan
bunga rendah

T5

Masih tingginya angka pemotongan sapi/kerbau


betina produktif

T6

Masih tingginya ketergantungan bahan pakan


ternak tentang jagung dari luar

MATRIKS SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats)

Faktor
eksternal

Faktor
internal

Kekuatan (Strengths)
1

Peran utama lembaga yang


sangat strategis dalam
pembangunan peternakan

Sumber daya manusia


peternakan dan hewan yang
cukup mendukung

PELUANG (OPPORTUNITIES)

TANTANGAN (THREATS)

Kemudahan mengakses imformasi


melalui teknologi informasi

Tantangan terhadap kualitas


kinerja aparatur yang harus
ditingkatkan

Adanya dukungan dari kementerian


pertanian melalui program swa
sembada daging sapi/kerbau dalam
peningkatan pangan hasil hewan yang
ASUH

Masih tingginya angka


pemotongan ternak sapi dan
kerbau betina produktif

Adanya dukungan dari pemerintah


Masih tingginya ketergantungan
provinsi Sumatera Barat melalui program akan bahan pakan ternak dari
gerakan pensejahteraan petani dan satu luar seperti jagung
petani satu sapi

Adanya dukungan dari instansi vertikal


ternak untuk pengembangan peternakan
yaitu BPTU-SP, BIB tuah sakato, BPPU
Regional Baso dan susu SMK PP
padang mengatas

Tingkat pengawasan yang


semakin ketat oleh aparat
pengawas fungsional penegak
hukum serta LSM atas kinerja
aparatur dalam pelaksanaan
pembangunan

Peluang pemasaran produksi


peternakan kedaerah tetangga seperti
Riau, Jambi, Bengkulu

Masih lemahnya pengolahan dan


pemasaran produk olahan hasil
peternakan

Adanya kemudahan dari pihak


perbankan untuk peternak dalam
memperoleh akses skil kredit bunga
rendah seperti KKPE dan KUPS

Produksi hasil peternakan yang


sebagian besar masih dijual
dalam bentuk produk primer

Strategi Kekuatan- peluang


(S-0)
Meningkatkan kualitas pelayanan
public, peningkatan kapasitas aparatur
disnak dan keswan
Meningkatkan dan mengembangkan
kualitas sistem pelaporan pertanggung
jawaban dan akuntabilitas kinerja
Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

Strategi kekuatan-Tantangan
(S-T)
Meningkatkan pemahaman
aparatur terhadap tupuksi dan
regulasi dalam pembangunan
peternakan dan kesehatan
hewan
Meningkatkan koordinasi dan
kerjasama dengan pihak terkait
baik vertical maupun horizontal
dalam pemanfaatan sumberdaya
alam untuk kebutuhan

42

Aspek social budaya,


masyarakat yang telah terbiasa
beternak

Meningkatkan pemberdayaan pelaku


peternakan dan kesehatan hewan agar
efektif,efisien dan optimal menjalankan
perannya dalam pembangunan
peternakan
Meningkatkan koordinasi, konsultasi
serta sinkronisasi program dan
kegiatan pembangunan peternakan
dan kesehatan hewan antar intansi
terkait baik vertical maupun horizontal

Motivasi dan etos kerja aparatur


yang cukup tinggi

Sumber daya alam dan iklim


yang cukup mendukung untuk
mengembangkan peternakan

Mengoptimalkan pemanfaatan sarana


dan prasarana pendukung, data dan
informasi untuk kebutuhan
perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi pembangunan peternakan

Fasilitas pendukung kerja yang


cukup memadai

Mendorong dan memfasilitasi pelaku


peternakan dalam
memperoleh akses informasi teknologi
dan pemodalan dan pemasaran hasil
produksi peternakan

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

penyediaan bahan pakan ternak


Meningkatkan koordinasi dan
kerjasama dengan pihak terkait
dalam hal pengawasan
pemotongan ternakbetina
produktif
Meningkatkan koordinasi dan
kerjasama dengan pihak terkait
dalam hal pemanfaatan teknologi
tepat, guna peningkatan produksi
peternakan dan pengolahan
produksi hasil peternakan.
Meningkatkan koordinasi dan
kerjasama dengan pihak terkait
dan antar daerah dalam hal
peningkatan jaringan pemasaran
produksi peternakan

43

No

Kelemahan (Weakness)

Masih lemahnya pemahaman


aparatur terhadap kebijakan
nasional, provinsi dan daerah
dalam pembangunan peternakan
dan kesehatan hewan

Keterbatasan alokasi anggaran


dalam mewujudkan misi dinas

Belum adanya pos lalu lintas


ternak didaerah pembatasan
kab. Lima Puluh Kota dengan
kab./ provinsi tetangga

Produk olahan hasil peternakan


kurang tersentuh teknologi
pengolahan hasil

Bantuan social yang diterima


kelompok tani kurang terkelola
dengan baik oleh kelompok
tersebut

Strategi kelemahan- peluang (W-0)


Meningkatkan pemahaman aparatur
dinas terhadap kebijakan dan regulasi
tentang pembangunan peternakan
dan kesehatan hewan dengan
mengakses/memanfaatkan teknologi
informasi
Meningkatkan koordinasi dengan
kementerian pertanian dan pemda
provinsi sumatera barat untuk
memperoleh anggaran pembangunan
peternakan dan keswan di kab.lima
puluh kota untuk mewujudkan misi
dinas
Meningkatkan koordinasi dengan
informasi vertical seperti BPTU-SP,
BPPV Regional Baso, BIB tuah
sakato dalam mendukung
pembangunan peternakan dan
keswan dikab.lima puluh kota

Mengembangkan alternatife/trobosan
pemanfaatan teknologi tepat guna
untuk peningkatan difersifikasi dan
kualitas produk olahan hasil
peternaka
Meningkatkan koordinasi dengan
pihak terkait dalam perencanaan,
pengawasan pos lalu lintas ternak
untuk mengawasi keluar masuknya
ternak, produksi ternak dan olahan
hasil peternakan
Meningkatkan pembinaan dan
supervisi terhadap kelompok tani
ternak yang memperoleh dana
bansos, baik yang bersumber dari
APBN, APBD provinsi dan APBD
kab.lima puluh kota

Strategi kelemahan-Tantangan
(W-T)
Meningkatkan pemahaman
aparatur disnak dan keswan
terhadap kebijakan dan regulasi
serta tugas pokok dan fungsi
untuk peningkatan kinerja
pelayanan publik
Meningkatkan koordinasi dengan
pihak terkait dalam perencanaan
pembangunan peternakan dan
keswan serta pengawasan atas
penggunaan anggaran agar
efektif, efisien dan akuntabel
dalam pelaksanaannya
Meningkatkan koordinasi dengan
pihak terkait seperti Perguruan
Tinggi, Balai Penelitian dalam
rangka pemanfaatan dan
diseminasi teknologi peternakan
tepat guna untuk meningkatkan
kualitas pengolahan dan
difersivikasi produk olahan hasil
peternakan oleh pelaku
Meningkatkan koordinasi dengan
instansi terkait dalam hal
pengawasan dan pelarangan
pemotongan ternak betina
produktif
Meningkatkan koordinasi dengan
pihak terkait dan pelaku usaha
peternakan untuk mencarikan
solusi atas penyediaan bahan
pakan ternak yang cukup besar

Meningkatkan pengawasan dan


pembinaan bersama instansi
terkait atas pemanfaatan dan
pengelolaan dana bansos oleh
kelompok tani bersumber dari
APBN, APBD provinsi , APBD
kab.lima puluh kota

1. Strategi kekuatan peluang ( S-O)


a. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, peningkatan kapasitas aparatur peternakan dan
kesehatan hewan
b. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas sistem pelaporan pertanggung jawaban dan
akuntabilitas kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
c. Meningkatkan pemberdayaan pelaku peternakan dan kesehatan hewan agar efektif, efisien
dan optimal menjalankan perannya dalam pembangunan peternakan
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

44

d. Meningkatkan koordinasi, konsultasi sukronisasi program dan kegiatan pembangunan


peternakan dan kesehatan hewan antar instansi terkait baik vertikal maupun horizontal
e. Mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung, data, informasi untuk
kebutuhan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan peternakan dan
kesehatan hewan
f. Mendorong dan menfasilitasi pelaku peternakan dalam memperoleh akses informasi,
teknologi, pemodalan dan pemasaran produksi peternakan
2. Strategi kelemahan peluang (W-O)
a. Meningkatkan pemahaman aparatur dinas terhadap kebijakan dan regulasi tentang
pembangunan peternakan dan kesehatan hewan dengan mengakses/memanfaatkan
teknologi informasi
b. Meningkatkan koordinasi dengan kementerian pertanian dan pemda provinsi sumatera
barat untuk memperoleh anggaran pembangunan peternakan dan kesehatan hewan dikab.
Lima puluh kota untuk mewujudkan misi dinas
c. Meningkatkan koordinasi dengan instansi vertikal seperti BPTU-SP, BPPV Regional Baso
dan BIB tuah sakato dalam upaya mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan
hewan dikab.lima puluh kota
d. Mengembangkan terobosan/alternatife pemanfaatan teknologi tepat guna untuk diversifikasi
dan peningkatan kualitas produk olahan hasil peternakan
e. Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam perencanaan, pengawasan pos lalu
lintas ternak untuk mengawasi keluar masuknya ternak/hewan, produksi ternak dan produk
olahan hasil peternakan
f. Meningkatkan pembinaan dan supervisi terhadap kelompok tani ternak yang memperoleh
dana bansos, baik yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi Sumatera Barat dan APBD
Kab. Lima Puluh Kota
3. Strategi kekuatan tantangan (S-T)
a. Meningkatkan pemahaman aparatur terhadap tupuksi dan regulasi dalam pelaksanaan
pembangunan peternakan dan kesehatan hewan
b. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait, baik vertikal maupun
horizontal dalam pemanfaatan sumberdaya alam untuk kebutuhan penyediaan bahan
pakan ternak
c. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait dalam hal pengawasan
pemotongan ternak betina produktif
RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

45

d. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait dalam hal pemanfaatan
teknologi tepat guna dan untuk peningkatan produksi peternakan dan pengolahan produksi
hasil peternakan
e. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait dan antar daerah dalam hal
peningkatan jaringan pemasaran produksi peternakan
4. Strategi kelemahan dan tantangan
a. Meningkatkan pemahaman aparatur Disnak dan Keswan terhadap kebijakan dan regulasi
serta tugas pokok dan fungsi untuk peningkatan kinerja pelayanan publik
b. Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam perencanaan pembangunan
peternakan dan kesehatan hewan serta pengawasan atas penggunaan anggaran agar
efisien,efektif dan akuntabel dalam pelaksanaannya
c. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal pengawasan dan pelarangan
pemotongan ternak betina produktif
d. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait dan pelaku usaha peternakan
untuk mencarikan solusi atas penyediaan bahan pakan ternak yang cukup besar
e. Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait seperti Perguruan Tinggi, Balai Penelitian
dalam rangka pemanfaatan dan desiminasi teknologi peternakan tepat guna untuk
meningkatkan kualitas pengolahan dan diversifikasi produk olahan hasil peternakan oleh
pelaku
f. Meningkatkan pengawasan dan pembinaan bersama instansi terkait atas pemanfaatan dan
pengelolaan dana bansos oleh kelompok tani, baik bersumber dari APBN, APBD Provinsi
Sumatera Barat dan APBD Kab. Lima Puluh Kota.

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

46

RENSTRA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2010-2015

47

BAB III
ISU-ISU STRATEGIS
BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan fungsi Pelayanan Dinas Peternakan
dan Kesehatan Hewan
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai tugas pokok
dan fungsinya melaksanakan pelayanan publik dengan 2 urusan, yakni urusan pilihan pertanian
dan wajib statistik dengan 4 bidang yakni Bidang Produksi Peternakan, Bidang Kesehatan Hewan
dan Kesehatan Masayarakat Veteriner, Bidang Pembinaan Usaha Peternakan serta Bidang
Pengelolaan Sumber Daya. Beberapa permasalahan yang diidentifikasi sesuai tupoksi adalah
sebagai berikut:
1. Permasalahan bidang Produksi Peternakan
a. Masih tingginya pemotongan sapi /kerbau betina produktif
b. Masih lemahnya pengawasan pelaksanaan Inseminasi Buatan yang dilaksanakan oleh
kelompok/swasta maupun aparatur dinas
c. Belum optimalnya penyebaran sapi pada masayarakat
d. Belum optimalnya pelaksanaan IB(inseminasi buatan)
e. Tingginya ketergantungan bahan pakan ternak terutama jagung dan tepung tulang dari
pasokan luar.
f. Belum optimalnya pengawasan mutu bibit dan pakan yang beredar.
2. Permasalahan bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masayarakat Veteriner
a. Belum tersedianya pos lalu lintas ternak didaerah perbatasan dengan provinsi tetangga.
b. Belum tersedianya rumah potong hewan yang representatif
c. Masih tingginya kasus rabies dan penyakit menular
d. Masih tingginya gangguan reproduksi pada ternak sapi.
e. Masih terbatasnya tenaga medis dan paramedis dalam pelayanan ke masyarakat.
f. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dan pemerintah nagari dalam mendukung
pemberantasan rabies dan penyakit menular ternak.
3. Permasalahan bidang Pembinaan Usaha Peternakan
a.

Belum optimalnya pengelolaan bantuan sosial kepada peternak

b.

Belum optimalnya pengelolaan produk olahan hasil peternakan

c.

Masih lemahnya pengolahan dan pemasaran produk olahan hasil peternakan

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010-2015

47

d.
4.

Belum tersedianya los daging hygienis

Permasalahan pada urusan Pengelolaan Sumber Daya


a. Belum tersedianya buku pintar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
b. Belum optimalnya pendataan alat mesin peternakan
c. Belum optimalnya kerjasama dengan lembaga peneliti untuk penerapan temuan teknologi
d. Belum optimalnya pemanfaatan lahan dan kawasan peternakan
e. Belum optimalnya sinergitas kelembagaan dalam pemberdayaan peternak.

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daera (RPJMD) Kabupaten Lima
Puluh Kota Tahun 2010-2015 visi Kabupeten Lima Puluh Kota dalam jangka menengah adalah
Terwujudnya Kebersamaan, Kemakmuran dan Kesejahteraan di Lima Puluh Kota yang
Bernuansa Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Adapun misi pembangunan sebagai penjabaran visi tersebut sebagai berikut:
1.

Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

2.

Mewujudkan masyarakat yang demokratis, menghargai hak azasi manusia (HAM),


penegakan hukum yang berkeadilan dengan pengamalan Pancasila sebagai Ideologi
Negara.

3.

Mewujudkan nagari yang berbasis adat dan syara.

4.

Mewujudkan dinamisasi gerak pembangunan sektor agraris.

5.

Mewujudkan pembangunan infrastruktur, penataan ruang dan lingkungan hidup.

6.

Mewujudkan pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis sektor riil dengan investasi
yang kondusif.

7.

Mewujudkan lingkungan sosial yang smart (smart society).

8.

Mewujudkan masyarakat yang cinta pendidikan.

9.

Mewujudkan masyarakat dan lingkungan yang sehat.


Sehubungan dengan Visi,Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, maka tugas dan

fungsi (sesuai dengan program dan kegiatan) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang
terkait dengannya ,sebagaimana tabel dibawah ini:
RENSTRA DISNAKKESWAN 2010-2015

48

Program/Kegiatan

Misi pada RPJM

I.Program Pelayanan admnistrasi perkantoran


1. Penyediaan Jasa surat menyurat

Ket

Mewujudkan
Pemerintahan Misi 1
yang bersih dan berwibawa

2. Penyediaan Jasa komunikasi,sumber daya air


dan listrik
3. Penyediaan jasa administrasi keuangan
4. Penyediaan jasa kebersihan kantor
5. Penyediaan Alat Tulis
6. Penyediaan barang cetakan dan pengandaan
7. Penyediaan makanan dan minuman
8. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi daerah
II. Program peningkatan sarana dan prasarana
aparatur.
1. Pemeliharaan
rutin
dinas/operasional

berkala

Sda

sda

Sda

sda

Sda

sda

kendaraan

2. Rehabilitasi sedang/berat rumah gedung kantor


3. Pengadaan mobil jabatan

III. Program Peningkatan Disiplin Aparatur


1. Pengadaan
pakaian
perlengkapannya.

dinas

beserta

2. Pengadaan pakain khusus hari-hari tertentu


IV. Program peningkatan kapasitas sumber daya
aparatur
1. Pendidikan dan pelatihan formal
V. Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan

Sda

sda

1. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar


realisasi kinerja SKPD
VI. Program peningkatan kesejahteraan petani
1. Peningkatan kemampuan lembaga petani
VII.Programpengembangan
statistik daerah

data/

Mewujudkan dinamisasi gerak Misi 4


pembangunan sektor agribisnis

informasi/
Sda

sda

1. Penyusunan dan pengumpulan data dan


statistik daerah
RENSTRA DISNAKKESWAN 2010-2015

49

VIII.Program pencegahan dan penanggulangan Mewujudkan masyarakat dan Misi 9


penyakit ternak
lingkungan yang sehat
1. Pendataan masalah
2. Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan
penyakit menular ternak
3. Pemusnahan tenak yang terjangkit endemik
4. Pengawasan perdagangan ternak antar
daerah.
IX.

Program peningkatan
peternakan
1. Pembangunan sarana
pembibitan ternak

produksi
dan

hasil Mewujudkan dinamisasi gerak Misi 4


pembangunan sektor agribisnis

prasarana

2. Pembibitan dan perawatan ternak


3. Pendistribusian
masyarakat

bibit

ternak

kepada

4. Penelitian dan pengolahan gizi dan pakan


ternak
5. Pembelian dan pendistribusian vaksin dan
pakan ternak
X. Program peningkatan pemasaran hasil

sda

sda

produksi peternakan
1. Penelitian dan pengembangan pemasaran hasil
produksi peternakan
2. Fasilitasi kerjasama regional/nasional/
internasional penyediaan hasil produksi
peternakan komplementer
3. Pembangunan sarana dan prasarana pasar
produksi hasil peternakan.
4. Pembangunan pusat-pusat etalase/eksebisi/
promosi atas hasil produksi peternakan
5. Pemeliharaan rutin/berkala pusat-pusat etalase /
eksebisi/ promosi atas hasil produksi peternakan
6. Promosi atas hasil produksi peternakan
unggulan daerah
7. Penyuluhan pemasaran produksi peternakan
8. Pembangunan pusat-pusat penampungan
produksi hasil peternakan masyarakat

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010-2015

50

9. Pengolahan informasi permintaan pasar atas


hasil produksi peternakan masyarakat
10. Penyuluhan distribusi pemasaran atas hasil
produksi peternakan masyarakat
11. Penyuluhan kualitas dan teknis kemasan hasil
produksi peternakan yang akan dipasarkan
12.Monitoring,evaluasi dan pelaporan
XI. Program peningkatan penerapan teknologi
peternakan
1.

Sda

sda

Pengadaan sarana dan prasarana teknologi


peternakan tepat guna

3.3 Telaahan Renstra Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat


Dalam RPJMD Dinas Peternakan

Provinsi Sumatera Barat tahun 2011- 2015, visi

pembangunan jangka menengahnya adalah SUMBAR sebagai Sentra pengembangan Ternak


Unggul untuk memperkuat Ketahanan Pangan Asal Hewan dan Kesejahteraan Masyarakat
Peternakan. Sedangkan Misi pembangunan jangka menengah adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan kawasan utama ternak unggul yang ditetapkan Pemerintah Propinsi
Sumatera Barat
2. Meningkatkan produksi ternak dan konsumsi pangan asal hewan di Sumatera Barat
3. Mendukung terciptanya sistem produksi dan distribusi pangan asal hewan yang efisien
dengan kualitas yang ASUH (aman.sehat,utuh,dan halal) secara berkelanjutan
4. Meningkatkan pendapatan masyarakat peternakan
5. Meningkatkan sarana dan prasarana pengembangan peternakan
6. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat peternakan
7. Mengembangkan kelembagaan sosial dan ekonomi peternakan
8. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) dalam bidang
peternakan.
Visi dan Misi Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat menjadi salah satu rujukan dalam
penyusunan Visi dan Misi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota,
sebagaimana dapat dilihat pada BAB IV.

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010-2015

51

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki topografi yang bergunung (dengan kelerengan lebih
dari 40%) yaitu sekitar 56,5% dari luas wilayah kabupaten, sedangkan kelerengan yang dapat
dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya yaitu dibawah 40% sekitar 43,5% dari luas wilayah
kabupaten topografi daerah Kabupaten Lima Puluh Kota bervariasi antara datar, bergelombang,
dan berbukit-bukit.
Pada saat ini kawasan pengembangan peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota terbagi
dua. Sebelah Selatan merupakan daerah pengembangan ternak besar berupa sapi potong dan
sapi perah, di sebelah utara merupakan wilayah pengembangan ternak unggas. Berdasarkan
kesesuaian dan daya dukung lahan, wilayah potensial untuk pengembangan ternak besar adalah
di Kecamatan Akabiluru, Harau, Guguak, Mungka, Suliki, Bukik Barisan, Gunuang Omeh, Kapur
IX dan Pangkalan Koto Baru untuk ternak besar. Sedangkan untuk unggas terurtama ayam ras
petelur dan ayam potong dilokasikan di Kecamatan Mungka, Guguak dan Payakumbuh.
Berdasarkan kondisi tersebut diatas, maka pengembangan peternakan disesuaikan
dengan potensi lahan dan sumber daya alam.
3.5 Penentuan isu-isu strategis
Isu-isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan
perencanaan pembangunan karena dampaknya yang siqnifikan bagi pembangunan daerah baik
pada waktu sekarang maupun masa datang. Isu strategis pada dasarnya menyangkut unsur dan
aspek yang sangat penting dan strategis dalam menentukan arah pembangunan di Kabupaten
Lima Puluh Kota. Karakteristik isu-isu strategis adalah kondisi yang mendasar, berjangka panjang
dan mendesak serta menentukan pencapaian tujuan pembangunan.
Apabila isu-isu strategis tidak diantisipasi secara baik akan menimbulkan kerugian yang
lebih besar atau dapat menghilangkan peluang untuk meningkatkan proses pembangunan dalam
mewujudkan kesejahteraan masyarakat jangka panjang.
Adapun yang menjadi Isu strategis adalah sebagai berikut:
1. Lambatnya peningkatan populasi karena belum optimalnya tingkat produktifitas ternak,
angka kebuntingan yang rendah,serta tingginya angka pemotongan betina produktif.
2. Kurangnya ketersediaan bahan baku pakan ternak,terutama jagung sehingga kabupaten
Lima Puluh Kota masih membeli dari daerah tetangga.
3. Masih tingginya kasus gigitan rabies, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam
eliminasi anjing liar.
RENSTRA DISNAKKESWAN 2010-2015

52

4. Belum optimalnya pengelolaan dana bansos pada kelompok tani ternak yang berkaitan
dengan rendahnya kapasitas kelompok dan pola pikir kelompok yang beranggapan
Bansos dan Hibah tersebut sebagai bantuan lepas.

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010-2015

53

BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Visi dan Misi
Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional, yang dimaksud dengan visi adalah rumusan umum mengenai keadaan
yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Penjelasan lain menyebutkan bahwa visi
merupakan cara pandang terhadap sesuatu yang ingin diwujudkan dimasa datang. Untuk dapat
mewujudkan kondisi imajiner tersebut, maka visi disusun dengan cara mempertimbangkan sintesa
kondisi organisasi dengan arah pembangunan yang akan dilakukan. Visi yang disusun harus
mencerminkan gambaran tentang fungsi dan peran organisasi dalam konteks pembangunan
daerah, dimana fungsi tersebut akan membuat kehidupan internal daerah berlangsung efektif.
Perumusan visi dan misi jangka menengah SKPD merupakan salah satu tahap penting
penyusunan dokumen Renstra SKPD sebagai hasil dari analisis sebelumnya. Visi menjelaskan
arah atau suatu kondisi ideal di masa depan yang ingin dicapai (clarity of direction) berdasarkan
kondisi dan situasi yang terjadi saat ini yang menciptakan kesenjangan (gap) antara kondisi saat
ini dan masa depan yang ingin dicapai. Di sini, visi diciptakan melampaui realitas sekarang. Visi
bukan hanya mimpi atau serangkaian harapan, tetapi suatu komitmen dan upaya merancang dan
mengelola perubahan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, visi didasarkan pada realita, bukan
pikiran berandai-andai (wishfull thinking), tetapi dengan fokus pada masa depan. Pernyataan visi
yang artikulatif akan memberikan arah yang jelas bagaimana mencapai masa depan yang
diharapkan dan mengatasi kesenjangan yang terjadi.
Perumusan Visi SKPD
Visi SKPD adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin
dicapai SKPD melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang
akan datang. Visi dan misi SKPD harus jelas menunjukkan apa yang menjadi cita-cita layanan
terbaik SKPD baik dalam upaya mewujudkan visi dan misi kepala daerah maupun dalam upaya
mencapai kinerja pembangunan daerah pada aspek kesejahteraan, layanan, dan peningkatan
daya saing daerah dengan mempertimbangkan permasalahan dan isu strategis yang relevan.

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

54

Kriteria suatu rumusan visi SKPD antara lain:


1.

Menggambarkan arah yang jelas tentang kondisi pembangunan masa depan yang ingin
dicapai melalui penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD dalam lima tahun
mendatang.

2.

Disertai dengan penjelasan yang lebih operasional sehingga mudah dijadikan acuan bagi
perumusan tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan.

3.

Disertai dengan penjelasan mengapa visi tersebut dibutuhkan SKPD, relevansi visi dengan
permasalahan dan potensi pembangunan di daerah yang terkait dengan tugas dan fungsi
SKPD.

4.

Sejalan dengan visi dan misi kepala daerah dan arah pembangunan daerah jangka
menengah.

Visi SKPD yang baik harus dapat memenuhi syarat sebagai berikut:
1.

Dapat dibayangkan oleh semua pelaku/pemangku kepentingan pelayanan SKPD


(imaginable).

2.

Memiliki nilai yang memang diinginkan dan dicita-citakan (desirable).

3.

Memungkinkan, wajar, dan layak untuk dicapai dengan situasi, kondisi, dan kapasitas yang
ada (feasible).

4.

Memusatkan perhatian kepada isu dan permasalahan utama daerah, sehingga pemerintahan
dan pembangunan daerah dapat beroperasi dan terselenggara secara efektif, efisien, dan
berkelanjutan serta dapat terjamin eksistensi daerah dimasa depan (focused).

5.

Dapat mengantisipasi dan disesuaikan dengan perubahan zaman (flexible).

6.

Dapat dikomunikasikan dan mudah dimengerti oleh semua pelaku (communicable).

7.

Dapat dirumuskan dan ditulis dengan suatu pernyataan yang singkat, jelas, dan padat.
Adanya visi yang jelas dan terarah diharapkan mampu menarik komitmen dan

menggerakkan organisasi dan setiap perangkatnya untuk berbuat demi kepentingan organisasi,
menciptakan makna bagi masyarakat yang dilayani, menciptakan standar keunggulan yang
hendak dicapai dan menjembatani keadaan yang ada sekarang dengan keadaan masa depan.
Oleh karena itu visi rencana strategis yang disusun haruslah sesuai dengan kaidah dan kebutuhan
organisasi dan masyarakat serta kebutuhan daerah. Dengan kata lain visi tersebut diharapkan
mampu memberi dan membawa daerah kepada perubahan dan perkembangan yang lebih baik.
RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

55

Berdasarkan dasar pemikiran ini dirumuskanlah visi rencana strategis Dinas Peternakanan dan
Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota 2010-2015 yaitu :
Terwujudnya Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai
Sentra Produksi Peternakan yang tangguh di Sumatera Barat
Dalam visi ini terdapat tiga (3) kata kunci yaitu Sentra produksi, peternakan dan
Tangguh yang memiliki makna sebagai berikut :
1. Sentra Produksi, merupakan pusat atau centra dari hasil hasil peternakan, baik berupa
daging, telur, susu dan populasi ternak baik secara kualitas maupun kuantitas dsb.
2. Peternakan, merupakan segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik,benih, bibit
dan/atau bakalan, pakan, alat dan mesin peternakan, budidaya ternak, panen, pascapanen,
pengolahan, pemasaran, dan pengusahaannya.
3. (Peternakan yang)Tangguh, diartikan sebagai kegiatan peternakan yang telah menjadi
komoditi usaha unggulan masyarakat yang mampu bersaing dengan komoditi usaha lain
dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat,sebagi upaya meningkatkan pendapatan
masyarakat serta memenuhi kebutuhan pangan gizi.
Berdasarkan 3 kata kunci tersebut diketahui bahwa kedepannya Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan bertekad menjadikan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai Sentra produksi
peternakan, baik itu ternak unggas (ayam ras, buras ) berupa peningkatan produksi telur maupun
peningkatan produksi daging bagi ayam pedaging, serta ternak besar seperti sapi, maupun
kerbau, yang mampu menghasilkan bibit-bibit unggul,meningkatan produktifitas daging sehingga
mendukung program nasional PSDS.
Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, bahwa Visi SKPD merupakan cita-cita
SKPD yang realistis dengan telah mempertimbangkan kekuatan yang dimiliki. Sehubungan
dengan visi yang dicetuskan tersebut, maka pada tabel berikut terdapat beberapa potensi yang
ada, antara lain sbb:

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

56

I.

Populasi Ternak tahun 2007-2011


Populasi ternak di Kabupaten Lima Puluh Kota cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari data

populasi ternak berikut ini:


Tabel : Populasi ternak di Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2007 s/d 2011.
NO

JENIS TERNAK

1.
1
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

2
Sapi Potong
Sapi Perah
Kerbau
Kuda
Kambing
Ayam Buras
Ayam Ras Petelur
Ayam Ras Pedaging
Itik
Burung Puyuh

2007
3
56.416
89
21.922
238
21.611
555.248
3.934.111
663.337
143.365
331.913

2008
4
61.735
75
21.381
253
22.214
490.912
4.058.991
954.986
157.188
388.985

Populasi Ternak/ekor
2009
2010
5
6
63.214
65.577
93
96
21.560
22.643
195
166
23.768
25.561
882.498
1.001.820
4.734.598
4.858.940
3.463.800
4.081.580
181.410
182.863
782.125
817.645

2011
7
32.625
10
12.952
118
27.218
1.016.693
4.796.490
5.867.890
141.535
751.601

Ket

Pada tabel diatas terlihat bahwa populasi ternak sapi potong dan kerbau menurun pada tahun
2011, hal disebabkan oleh pemakaian data PSPK 2011.

II. Produksi telur 2007-2011


Produksi Telur Ternak Unggas di Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2007 s.d 2011
dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Produksi Telur/kg
No

Jenis Ternak

2007

2008

2009

2010

2011

1.

Ayam Buras

233.204,16

206.183

313.570

563.696

639.912

2.

Ayam Ras

25.493.039,28

26.302.262

31.294.821

36.503.751

37.462.427

3.

Itik

670.948,20

735.640

862.962

995.941

1.003.917

4.

Burung Puyuh

430.159,25

504.124

396.764

797.767

833.997

Ctt: 1 kg telur ayam buras= 25 butir, 1 kg telur ayam ras=16 butir , 1 Ikg itik = 15 butir

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

57

III. Produksi daging 2007-2011


Produksi Daging berdasarkan jenis ternak dari tahun 2007 s.d tahun 2011 dapat dilihat
pada tabel berikut ini:
Produksi Daging/Susu(sapi perah)per kg
No

Jenis Ternak

2007

2008

2009

2010

2011

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8
9.
10.

Sapi Potong
Sapi Perah
Kerbau
Kuda
Kambing
Ayam Buras
Ayam Ras Petelur
Ayam Ras Pedaging
Itik
Burung Puyuh

596.912,42
69.900,30
207.138
595.503
1.615.396
4.289.736,92
59.138,06
19.825,60

848.025
75.600
121.692
257.800
526.503
1.674.333
4.585.365
64.840
22.366

828.128
142.290
207.158
69.113
529.203
3.088.612
3.255.972
99.028
38.509

1.175.231
142.290
204.387
72.500
1.074.882
3.465.725
4.447.588
106.669
77.430

1.193.514
15.300
358.476
92.689
1.220.216
3.556.744
6.394.081
107.523
80.946

IV. Jumlah Rumah Tangga Pemelihara Ternak di Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2007 s.d
2011
Jumlah Rumah Tangga Pemelihara Ternak di Kabupaten Lima Puluh Kota dari tahun
2007 s.d tahun 2011, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
NO

JENIS TERNAK

1.
1
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

2
Sapi Potong
Sapi Perah
Kerbau
Kuda
Kambing
Ayam Buras
Ayam Ras Petelur
Ayam Ras Pedaging
Itik
Burung Puyuh

4.1.2.

2007
3
26.385
9.447
131
6.556
50.917
885
379
3.591
247

Jumlah Rumah Tangga Pemelihara Ternak per KK


2008
2009
2010
2011
4
5
6
7
25.162
25.425
27.175
17.457
7
7
8
4
8.640
8.180
8.376
6.529
126
112
96
38
7.015
7.265
7.338
5.668
40.870
36.808
35.858
29.129
870
844
892
795
2.623
9.311
10.053
13.938
4.162
5.186
5.102
4.468
244
371
436
223

Ket

Misi
Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk

mewujudkan rumusan visi. Rumusan misi yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi
yang ingin dicapai. Dalam suatu dokumen perencanaan, rumusan misi menjadi penting untuk
memberikan kerangka bagi tujuan dan sasaran serta arah kebijakan yang ingin dicapai dan

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

58

menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi. Misi disusun untuk memperjelas jalan
atau langkah yang akan dilakukan dalam rangka mencapai perwujudan visi.
Misi SKPD adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk
mewujudkan visi SKPD. Rumusan misi SKPD yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi
SKPD yang ingin dicapai, serta menguraikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh SKPD
bersangkutan. Dalam suatu dokumen perencanaan, rumusan misi menjadi penting untuk
memberikan kerangka bagi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, dan menentukan jalan yang
akan ditempuh untuk mencapai visi SKPD.
Rumusan misi dalam dokumen Renstra SKPD dikembangkan dengan memperhatikan
faktor-faktor lingkungan strategis, baik eksternal dan internal yang mempengaruhi (kekuatan,
kelemahan, peluang, dan tantangan) pembangunan daerah. Misi disusun untuk memperjelas
jalan, atau langkah yang akan dilakukan dalam rangka mencapai perwujudan visi SKPD. Oleh
karena itu, pernyataan misi sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana, ringkas, dan
mudah dipahami tanpa mengurangi maksud yang ingin dijelaskan.
Kriteria suatu rumusan misi:
1.

Menunjukkan dengan jelas upaya-upaya yang akan dilakukan oleh SKPD dalam rangka
mewujudkan visi SKPD.

2.

Memperhatikan faktor-faktor lingkungan strategis eksternal dan internal daerah.

3.

Menggunakan bahasa yang ringkas, sederhana dan mudah dipahami.

Informasi yang diperlukan dalam perumusan misi SKPD adalah:


1.

Pernyataan visi SKPD.

2.

Hasil perumusan isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi SKPD.


Berdasarkan kedua informasi tersebut, SKPD mengidentifikasi keadaan dan/atau kondisi

yang harus ada atau dicapai supaya visi SKPD benar-benar terwujud di akhir periode
perencanaan. Rumusan misi merupakan upaya untuk mewujudkan keadaan atau kondisi yang
diinginkan. Upaya-upaya yang akan dikembangkan, harus memanfaatkan faktor-faktor pendorong
dan mengantisipasi faktor-faktor penghambat yang telah diidentifikasi pada perumusan isu
strategis.
Jika pernyataan visi menunjukkan keadaan/kondisi yang ingin dicapai pada akhir periode
perencanaan, maka pernyataan misi menunjukkan kerja-kerja/upaya untuk mewujudkan visi
tersebut.
RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

59

Sehubungan dengan visi di atas maka misi yang hendak dilaksanakan Dinas Peternakan
dan Kesehatan Hewan selama lima tahun ke depan adalah dengan penekanan kepada
peningkatan produksi peternakan ke depan. Adapun misi-misi tersebut sebagai berikut :
1. Meningkatkan kinerja kelembagaan, aparatur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
dan sarana penunjang pembangunan peternakan
2. Meningkatkan kapasitas pelaku usaha peternakan, penyediaan data informasi dan
teknologi peternakan
3. Mencegah dan mengendalikan penyakit hewan menular.
4. Mengembangkan kawasan sentra produksi peternakan untuk meningkatkan produksi
peternakan
5.

Meningkatkan agribisnis peternakan yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan

Penjelasan kelima misi tersebut diatas adalah sebagai berikut:


1.

Meningkatkan kinerja kelembagaan dan aparatur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan,
maksudnya adalah peningkatan kinerja pelayanan publik dalam menumbuhkembangkan
organisasi kelompok peternak baik di daerah sentra peternakan maupun diluar daerah sentra
peternakan, sarana prasarana penunjang pembangunan peternakan, serta meningkatkan
kualitas pelayanan aparatur dinas dan

meningkatkan kualitas sumber daya manusia

aparatur.
2.

Meningkatkan kapasitas pelaku usaha peternakan, penyediaan data ,informasi dan teknologi
peternakan maksudnya adalah meningkatkan kemampuan pelaku usaha peternakan baik
perorangan maupun kelompok sehingga diperoleh usaha yang produktif, efisien dan efektif,
serta tersedianya data dan informasi peternakan yang akuntabel sebagai bahan
perencanaan dan evaluasi, selanjutnya terolah dan terserapnya teknologi peternakan yang
tepat guna .

3.

Mencegah dan mengendalikan penyakit hewan menular maksudnya adalah mengantisipasi


berkembangnnya penyakit ternak baik yang menular maupun penyakit terak yang tidak
menular baik yang berasal dari dalam daerah maupun luar daerah.

4.

Mengembangkan kawasan sentra produksi peternakan untuk meningkatkan produksi


peternakan

maksudnya adalah pengembangan kawasan sentra peternakan yang

dikembangkan sesuai dengan rancangan tata ruang dan disesuaikan dengan daya dukung
RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

60

lahan yang ditunjang ketersediaan sarana produksi peternakan (sapronak) sehingga produksi
ternak dapat ditingkatkan, dan berkembangnya sentra produksi ternak besar, ternak unggas
dan ternak kecil.
5.

Meningkatkan agribisnis peternakan yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan


maksudnya adalah menumbuhkembangkan usaha peternakan maupun produk olahan hasil
peternakan unggul dan bersaing dipasar dengan menjaga linkungan usaha dari dampak
pencemaran lingkungan.

Berdasarkan misi-misi di atas, maka upaya awal yang perlu dilakukan dalam pencapaian
visi adalah menyamakan dan mengerahkan semua energi/sumber daya untuk meningkatkan
produksi peternakan. Setelah adanya kesamaan persepsi maka potensi keberhasilan pencapaian
visi lebih besar, karena merupakan komitmen bersama dalam suatu organisasi.
4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk
mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis
daerah yang dihadapi. Rumusan pernyataan tujuan biasanya disusun dengan membalikkan
pernyataan isu, permasalahan, dan peluang menjadi suatu kalimat positif yang ringkas.
Pernyataan tujuan biasanya dimulai dengan menggunakan suatu kata kerja (verb) yang
menjelaskan arah keinginan/preferensi (lebih/kurang) dan suatu kata benda (noun) yang
menjelaskan obyek yang menjadi perhatian.
Rumusan tujuan merefleksikan konteks pembangunan yang dihadapi SKPD dan memiliki
keterkaitan dengan visi SKPD yang ingin dicapai. Pernyataan tujuan tersebut akan diterjemahkan
kedalam sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Dalam menentukan tujuan tidaklah mutlak harus
terukur, kuantitatif, ataupun tangible, namun setidaknya dapat memberikan gambaran yang jelas
mengenai apa yang akan dicapai dimasa mendatang.
Rumusan tujuan harus realistis dan dapat dicapai. Berikut ini adalah hal-hal yang harus
diperhatikan dalam perumusan tujuan pembangunan:
1.

Diturunkan secara lebih operasional dari masing-masing misi SKPD yang telah ditetapkan.
Untuk mewujudkan suatu misi, dapat dicapai melalui beberapa tujuan.

2.

Disusun dengan memperhatikan isu-isu strategis daerah.

3.

Disusun dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

61

Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara
terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima)
tahun ke depan. Perumusan sasaran perlu memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan
fungsi SKPD atau kelompok sasaran yang dilayani, serta profil pelayanan yang terkait dengan
indikator kinerja.
Adapun Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2010-2015 sebagaimana pada tabel di
bawah ini.
NO.

TUJUAN

(1)

(2)

1.

Meningkatkan Populasi
ternak

SASARAN

INDIKATOR
SASARAN

(3)

(4)

Meningkatnya
populasi ternak

Perkembangan
populasi ternak:
1. Sapi/ekor
2.
3.
4.
5.
6.

Kebau/ekor
Kambing
Itik (ekor)
Ayam Buras
Ayam Ras
Petelur
7. Ayam Ras
Pedaging
8. Puyuh

2.

Meningkatkan
Produktifitas
ternak

Meningkatnya
produktifitas
Ternak

Tingkat
Perkembangan
produksi
ternak:
1. Daging sapi
/ton
2. Daging
Kerbau /Ton
3. Daging
Kambing
/ton
4.Telur itik/kg
5. Telur ayam
buras/kg
6. Telur ayam
ras/kg

3.

Menumbuh
Kembangkan pelaku
agribisnis peternakan

Meningkatnya
Pertumbuhan
peternakan

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

Tingkat
pertumbuhan
ternak.(%)
- Sapi
- Kerbau
- Kambing

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN


2011
2012
2013
2014
2015
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

32.625
12.952
26.642
87.863
1.026.666
4.980.414

34.197
13.355
27.769
192.120
1.052.537
5.104.924

35.891
12.792
28.944
196.923
1.078.851
5.232.547

37.723
12.555
30.168
201.847
1.105.822
5.363.361

39.702
12.325
31.444
206.863
1.133.467
5.497.445

4.183.620

4.288.210

4.395.415

4.505.301

4.617.933

817.712

838.155

859.109

880.587

902.601

879.624

925.542

975.195

1.028.933

1.087.148

88.210

88.975

87.526

86.120

84.754

61.042

72.355

85.756

101.628

120.926

1.003.917

1.046.361

1.072.520

1.099.333

1.126.816

577.788

592.233

607.039

622.215

637.770

37.416.345 38.351.753 39.310.753

4,96
18,24

5,10
18,22

5.25
18,21

40.293.311 41.300.644

5,39
18,21

5,54
18,19-

62

SASARAN

INDIKATOR
SASARAN

(2)

(3)

(4)

Mewujudkannya
pengembangan
kawasan peternakan
berdasarkan komoditi
dengan pemanfaatan
sumber bahan baku
lokal pertambahan
produksi.

Terwujudnya
kawasan sentra
peternakan yg
sesuai dengan
komoditi dan
dengan
pemanfaatan
sumber bahan
baku lokal utk
peningkatan
produksi ternak.

NO.

TUJUAN

(1)

4.

5.

6.

Meningkatkan kualitas
program dinas dan
pelaporan capaian
kinerja dan keuangan

Meningkatkan
penyediaan sarana
dan prasarana
penunjang

1. Tingkat
pemanfaatan
bahan /pakan
lokal utk
kebutuhan gizi
pakan ternak

60 %

65 %

75%

85 %

90 %

2. Tingkat
pendistribusian
ternak

60%

65 %

75 %

85 %

90%

Tingkat
pengembangan
progam dan
sistim
pelaporan
capaian kinerja
dan keuangan

83 %

84 %

86 %

88 %

90 %

Tingkat
kelancaran
administrasi
perkantoran

82 %

84 %

86 %

88 %

90 %

Tingkat
ketersediaan
sarana dan
prasarana
aparatur.

82 %

84 %

86 %

88 %

90 %

Terwujudnya
1. Tingkat
peningkatan
kapasitas SDM
kapasitas dan
aparatur.
disiplin sumber
daya aparatur 2. Tingkat disiplin
aparatur dalam
melaksanakan
tugas dan
fungsi.

84 %

85 %

86 %

88 %

90 %

82 %

84 %

86 %

88 %

90 %

Terwujudnya
progam dan
pelaporan
capaian kinerja
dan keuangan
yang trasnparan
dan akuntabel
Tersedianya
sarana dan
prasarana
penunjang
kegiatan

7.

Meningkatkan
kapasitas dan disiplin
aparatur.

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN


2011
2012
2013
2014
2015
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

8.

Meningkatkan
kemampuan dan
kelembagaan pelaku
usaha peternakan

Terwujudnya
kemampuan dan
kelembagaan
pelaku usaha
peternakan

Tingkat SDM
Petani ternak

65 %

70 %

75 %

80 %

90 %

9.

Meningkatkan
penyediaan data dan
informasi peternakan
yang akuntabel

Tersedianya
data,informasi
peternakan yg
akurat &
akuntabel setiap
tahun untuk

Tingkat
keakuratan
data,statistik
/informasi peter
Nakan. &
keswan

85 %

87 %

88 %

90 %

90 %

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

63

NO.

TUJUAN

(1)

(2)

SASARAN

INDIKATOR
SASARAN

(3)

(4)

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN


2011
2012
2013
2014
2015
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

perencanaan
10.

Meningkatkan dan
memfasilitasi teknologi
peternakan yg tepat
guna

Tersedianya
1. Tingkat
teknologi
penerapan
peternakan yg
teknologi
lebih berdaya
peternakan.
guna dan berhasil 2.Tersedianya
guna
paket
teknologi
peternakan
tepat guna.

55 %

60 %

70 %

80 %

90 %

55 %

60 %

70%

80 %

90 %

3.Tersedia
sarana dan
prasarana
teknologi
peternakan
tepat guna

55 %

60 %

70 %

80 %

90 %

11

Meningkatkan
kepedulian thd
kesehatan hewan dan
biosekuriti

Menurunnya
angka penyakit
dan
terkontrolnya
hyegiene usaha
peternakan.

Tingkat
60%
pencegan dan
penanggulangn
penyakit ternak.

70%

75%

85 %

95 %

12.

Meningkatkan
kapasitas
pengendalian dan
pemberantasan
penyakit hewan
menular.

Meningkatnya
taraf kesehatan
hewan/ternak

Tingkat
pendataan
msalah
peternakan

60%

70%

75%

85%

95%

13

Meningkatkan mutu
bahan asal hewan dan
hasil bahan asal
hewan yang ASUH

Meningkatkan
pengetahuan
masyarakat thd
pentingnya
kesehatan
hewan.

Tingkat
pemeliharaan
dan
pencegahan
penyakit
menular ternak

60%

70%

75%

85%

95%

14

Meningkatkan mutu
pelayanan
Kesehatan hewan

Meningkatkan
deteksi dini
penyakit hewan

Tingkat
pemusnahan
ternak yang
terjangkit
endemik

60%

70%

75%

85%

95%

15

Meningkatkan
pengawasan obat
hewan

Menurunnya
angka kejadian
penyakit hewan
menular

Tingkat
pengawasan
perdagangan
ternak antar
daerah

60%

70%

75%

85%

95%

16

Meningkatkan
kapasitas surveilans

Meningkatnya
respon thd
wabah penyakit
penyakit hewan
menular
Meningkatnya
Ketersediaan
oabt hewan yang

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

64

NO.

TUJUAN

(1)

(2)

SASARAN

INDIKATOR
SASARAN

(3)

(4)

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN


2011
2012
2013
2014
2015
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

sesuai dengan
kebutuhan
17

Terwujudnya
peningkatan pelayanan
pemberian
rekomendasi usaha
agribisnis peternakan

Meningkatnya
usaha pelaku
agribisnis
peternakan

Tingkat
penyaluran/
pemberian
rekomendasi
kpd pelaku
usaha utk
mendapatkan
kredit
perbankan.

57 %

61 %

64%

67%

70%

18.

Terwujudnya
peningkatan dan
pengembangan pasar
produksi peternakan
dan produk olahan
hasil peternakan yang
berdaya
saing

Berkembangnya
pasar produksi
Hasil peternakan
dan produk
olahan
peternakan

Tingkat
pengembangan
pasar produksi
hasil
peternakan dan
hasil olahan
peternakan

57 %

61 %

64 %

67%

70%

19.

Terwujudnya
kerjasama penyediaan
hasil produk

Terjalin
kesepakatan
kerjasama
penyediaan hasil
produksi
peternakan.

Nota
kesepahaman/
Kerjsama dlm
penyediaan
dan pemasaran
hasil produksi
peternakan.

57%

61 %

64%

67%

70%

20

Terwujudnya
peningkatan
pembangunan sarana
& prasarana utk
pemasaran produk
hasil peternakan

1. Tersedianya
sarana dan
prasarana
pemasaran
hasil
peternakan

Tingkat
ketersediaan
sarana dan
prasarana
pemasaran
hasil
peternakan

57%

61 %

64 %

67%

70 %

21

Terwujudnya
pembangunan pusatpusat
etalase/eksibis/promosi
atas produk olahan
peternakan

Tersedianya
outlet untuk
pemasaran hasil
peternakan

Tingkat
ketersediaan
sarana dan
prasarana
pemasaran
hasil
peternakan

57%

61 %

64 %

67%

70 %

22.

Terwujudnya
peningkatan
pemeliharaan &
perawatan sarana
&parasarana
pemasaran produk
olahan hasil
peternakan.

Terpeliharanya
sarana dan
prasarana pasar
hasil peternakan
dan produk
olahan hasil
peternakan

Tingkat
ketersediaan
alokasi dana
untuk
pemeliharaan
pasar hasil
peternakan.

57%

61 %

64 %

67%

70 %

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

65

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN


2011
2012
2013
2014
2015
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

SASARAN

INDIKATOR
SASARAN

(2)

(3)

(4)

23.

Terwujudnya
pengembangan
pengolahan informasi
permintaan pasar atas
produksi peternakan
masyarakat

Tersedianya
informasi harga
komoditi hasil
peternakan yang
dapat diakses
oleh produsen
dan konsumen

Tingkat akurasi
informasi harga
komoditi hasil
peternakan dan
aksebilitasnya
oleh pelaku
usaha
Peternakan

57%

61 %

64 %

67%

70 %

24.

Terwujudnya
peningkatan
pengawasan dan
pembinaan thd pelaku
agribisnis peternakan

Pelaksanaan
kegiatan menjadi
tepat sasaran dan
berdaya guna

Laporan
monitoring dan
evaluasi
pemasaran
hasil produk
peternakan.

57%

61 %

64 %

67%

70 %

NO.

TUJUAN

(1)

Bertolak dari misi yang ditetapkan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dan
diwujudkan pada akhir pelaksanaan Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah :
1. Terlaksananya kinerja aparatur dan tersedianya sarana penunjang pembangunan peternakan.
2. Tercapainya peningkatan kapasitas pelaku usaha peternakan dan tersedianya data, informasi
yang akurat dan akuntabel serta terlaksananya teknologi peternakan .
3. Terhindarnya Kabupaten Lima Puluh Kota dari penyakit hewan menular
4. Terwujudnya kawasan sentra produksi peternakan
5. Terlaksananya agribisnis peternakan yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.
4.3.

Strategi dan Kebijakan


Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan yang komprehensif

tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan
efisien. Dengan pendekatan yang komprehensif, strategi juga dapat digunakan sebagai sarana
untuk melakukan transformasi, reformasi dan perbaikan kinerja birokrasi. Strategi merupakan
langkah-langkah yang berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.
Strategi harus dijadikan rujukan penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Rumusan
strategi berupa pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai dan
selanjutnya diperjelas dengan serangkaian arah kebijakan.
Strategi yang akan ditempuh dalam rangka melaksanakan kebijakan yang telah diuraikan
di atas adalah sebagai berikut:
RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

66

Misi 1: Meningkatkan kinerja kelembagaan dan aparatur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
dan sarana Penunjang Pembangunan Peternakan;
a.

Strategi
1. Mengembangkan dan membina serta memberdayakan struktur organisasi Dinas dan
UPTD
2. Meningkatkan penyediaan dan kualitas regulasi
3. Meningkatkan kualitas SDM Apatur Dinas
4. Meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana penunjang, baik untuk Dins maupun
untuk pembangunan peternakan
5. Meningkatkan koordinasi dan singkronisasi program dan kegiatan dengan Dinas
Petrnakan Provinsi dan Kementrian Pertanian

b. Kebijakan
1. Menyusun struktur organisasi yang profesional dan akuntabel
2. Mengembangkan mekanisme kontrol/pengawasan yang efektif terhadap pelaksanaan
program dan anggaran
3. Melaksanakan penataan dan kualitas pelayanan publik
4. Melakukan penataan asset dan barang habis pakai agar pemanfaatanya berdaya
guna, berhasil guna dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Meningkatkan kualitas dan sistim rekruitmen aparatur
6. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman aparatur melalui Diklat penjenjangan
dan Diklat Fungsional/Bimbingan Teknis
Misi 2: Meningkatkan kapasitas pelaku usaha peternakan, penyediaan data dan informasi serta
tekhnologi peternakan
a. Strategi
1. Menyusun standar/kriteria pembentukan kelembagaan usaha peternakan
2. Melakukan surevy untuk updating data dan informasi peternakan
3. Menyediakan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna
4. Melakukan desiminasi teknologi peternakan tepat guna kepada kelompok tani
ternak/peternak
b.

Kebijakan
1. Meningkatkan koordinasi tentang pembinaan kelembagaan dengan instansi terkait
seperti BP4K,Distanhorbun,dll

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

67

2. Updating data dan informasi peternakan setiap tahun


3. Meningkatkan Koordinasi dengan pihak terkait perihal pemanfaatan dan desiminasi
teknologi peternakan tepat guna serta penyediaan sarana dan prasarana teknologi tepat
guna
4. Mendorong pelaku agribisnis peternakan melalui optimasi kawasan
Misi 3.; Meningkatkan pengendalian dan pencegahan penyakit hewan menular
a. Strategi
1. Mengembangkan surveylence
2. Meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan/ternak
3. Menyusun rencana program [pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular
4. Mengembangkan program biosekuriti
5. Mengembangkan sistim pelayanan kesehatan hewan dan pengawasan obat hewan
6. Mengembangkan sistim informasi kesehatan hewan
7. Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit dan bahaya penyakit hewan
menular.
b. Kebijakan
1. Pencegahan pemberantasan penyakit hewan
2. Peningkatan kesehatan masyarakat veteriner
3. Pelayanan kesehatan hewan dan pengawasan obat hewan
4. Meningkatkan sosialisasi, koordinasi dalam mencegah dan memberantas penyakit hewan
menular
5. Mengaktifkan fungsi chek point dalam rangka mengawasi lalu lintas ternak /hewan
6. Mengembangkan dan membangun sanitasi yang layak bagi masyarakat peternak
Misi 4: Mengembangkan kawasan sentra produksi peternakan untuk meningkatkan hasil produksi
peternakan
a.

Strategi
1. Mendorong penongkatan kualitas mutu genetic ternak
2. Mendorong peningkatan penyediaan sarana dan prasarana pembibitan ternak
3. Pengawasan bibit ternak dan mutu pakan ternak yang digunakan pelaku usaha
peternakan
4. Mengoptimalkan

pemanfaatan

sumber bahan pakan

lokal untuk menunjang

pembudidayaan ternak
RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

68

5. Mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha peternakan yang dirahkan kepada


kesesuaian komoditi dan lokasi
6. Mengawasi dan mengendalikan pemotongan ternak betina produktif
b.

Kebijakan

1. Pengadaan sarana dan prasarana pembibitan ternak dan meningkatkan pelayanan kepada
peternak dan pelaku usaha peternakan
2. Meningkatkan monitoring, evaluasi serta supervise terhadap bibit ternak yang ada
pelaksanaan kawasan ternak.
3. Melaksanakan penelitian, pengolahan dan kaji terap untuk pemanfaatan sumber daya lokal
yang ada.
4. Meningkatkan koordinasi dan sinkrinisasi dengan pihak terkait dalam peningkatan populasi
dan produktifitas ternak, seperti dengan BIBI Tuah Sakato, BPTU-SP dan pihak terkait
lainnya.
5. Meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dengan pihak terkait dalam hal pengawasan dan
pengendalian pemotongan ternak betina produktif.
Misi 5. Meningkatkan agribisnis peternakan yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan
a. Strategi
1. Meningkatkan Sumber Daya Masyarakat Peternak, kelompok dan pelaku pengolah hasil
melalui pelatihan, bimbingan teknis dan workshop.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi peternakan dan hasil olahan peternakan
3. Memberikan informasi dan rekomendasi kepada kelompok/peternak/pelaku pengolah hasil
untuk memperoleh akses permodalana yang bersumber dari pemerintah dan per-bankan
4. Pengembangan jaringan kerjasama dan promosi hasil produksi peternakan
5. Meningkatkan fasilitas pasar produksi hasil peternakan dan outlet pemasaran produk
olahan hasil peternakan
6. Menyediakan biaya operasional pasar produksi peternakan dan produk olahan hasil
peternakan
b. Kebijakan
1. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk pemberian rekomendasi izin usaha
dan permodalan bagi pelaku agribisnis peternakan

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

69

2. Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk pengembangan kemitraan inti dan
plasma.
3. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait untuk peningkatakan
produksi dan promosi produk peternakan
4. Memfasilitasi pertemuan antara pelaku agribisnis peternakan secara berkala dan menjalin
kerjasama secara professional
5. Meningkatkan pembangunan dan perawatan sarana prasarana pasar produksi peternakan
dan outlet produk olahan hasil peternakan
6. Meningkatkan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan izin usaha peternakan,
pemanfaatan dana oleh pelaku agribisnis yang telah di fasilitasi serta peningkatan mutu
dan pemasaran produk olahan hasil peternakan

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

70

BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN,
DAN PENDANAAN INDIKATIF
Pada bagian ini dikemukakan perumusan rencana program dan kegiatan, indikator
kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indifikatif.
Selanjutnya dapat dilihat pada matrik program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2010-2015 yang
disertai kebutuhan dan/pagu indikatif.

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

71

BAB VI
INDIKATOR KINERJA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN YANG MENGACU
PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Sebagai ukuran capaian keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan bagian dari upaya
mewujudkan transparansi dan akuntabilitas selama periode Renstra, perlu ditetapkan Indikatornya.
Indikator Kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota, dapat
dilihat pada tabel berikut ini:

No

Indikator

Kondisi
Kinerja
pada awal
Periode
RPJMD
Tahun
2010

Target Capaian Setiap Tahun

Tahun
2011

Tahun
2012

Tahun
2013

Tahun
2014

Tahun
2015

2.

3.

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

Kondisi
Kinerja
pada
akhir
Periode
RPJMD

72

RENSTRA DISNAKKESWAN 2010 - 2015

73

BAB VII
PENUTUP
Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2010-2015 disusun sebagai acuan dan
pedoman perencanaan pembangunan bidang peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota yang
bersifat teknis dan strategis untuk 5 (lima) tahun kedepan.
Guna menjadikan dokumen ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, sangat
diperlukan komunikasi dan diskusi yang mendalam baik yang bersifat internal dengan masingmasing bidang di SKPD ini dan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan
stakeholders peternakan lainnya. Hal ini telah dan sedang dilaksanakan. Diharapkan pada
Rancangan Akhir Renstra SKPD dan penetapan Renstra-SKPD dapat disajikan sesuai dengan
aturan. Rencana Strategis ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan
pembangunan peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Demikianlah Rencana Strategis ini disusun agar dapat bermanfaat bagi semua pihak dalam
pengambilan kebijakan dan pedoman pelaksanaan Program dan Kegiatan lima tahun mendatang.

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2010-2015

75

TABEL V-1
RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Tujuan

Sasaran

Indikator
Sasaran

Kode

Program dan
Kegiatan

Indikator
Kinerja
Program
(Outcome)
dan
Kegiatan
(Output)
6

Data
capaian
pada
tahun
Awal
Perencan
aan
7

target
8

80%

100

Tahun 2011

Tahun 2012

Rp
9

target
10

Tahun 2013

Rp
11

target
12

Tahun 2014

Rp
13

target
14

Kondisi
Kinerja
Pada Akhir
Periode
Renstra
SKPD

Tahun 2015

Rp
15

target
16

Rp
17

target
18

Unit
Kerja
SKPD
PenangGung
Jawab
Rp
19

20

Lokasi

21

(1.21) - KETAHANAN PANGAN


Terlaksananya
pelayanan
administrasi
perkantoran

Terlaksananya
administrasi kantor
dengan baik

Lancarnya kinerja di Dinas


Peternakan dan Kesehatan
Hewan

Terwujudnya
kelancaran surat
menyurat

Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran

21 01

Penyediaan jasa surat


21 01 01 menyurat

Output :
Tersedianya benda pos
berupa materai

450,000

lbr

Terlaksananya jasa administrasi


kantor tepat waktu tepat waktu

200
lbr

600,000

207
lbr(147
lbr,3000, 60 lbr
6000)

801,000

350
lbr (306
lbr,3000, 180 lbr
6000)

1,998,000

500
lbr (400
lbr,3000, 100
lbr 6000)

jasa surat menyurat


1,800,000 di kantor dapat
dipenuhi sesuai
kebutuhan

5,649,000 Disnak-

Outcome :
Terlaksananya surat
menyurat dengan baik
Terwujudnya
penyediaan jasa
lancarnya komunikasi
komunikasi, sumber penyediaan listrik dan air

Terwujudnya
penyediaan jasa
administrasi

Penyediaan jasa
21 01 02 komunikasi, sumber daya
air dan listrik

Keswan

Output :
Tersedianya penerangan, air
bersih dan lancarnya
komunikasi dinas

80%
1 tahun

24,000,000 1 tahun

28,940,000 1 tahun

42,071,050 1 tahun

45,000,000 1 tahun

90%

1 tahun

82,500,000 1 tahun

100,800,000 1 tahun

124,800,000 1 tahun

196,080,000 1 tahun

65%

1 tahun

5,800,000 1 tahun

1,000,000 1 tahun

2,554,550 1 tahun

7,500,000 1 tahun

70%

1 tahun

11,210,000 1 tahun

10,875,000 1 tahun

53,533,000 1 tahun

40,000,000 1 tahun

Outcome :
Lancarnya komunikasi, air
bersih danpenggunaan listrik
kantor
Lancanya administrasi keuangan
di Disnak keswan

Penyediaan jasa
21 01 07 administrasi keuangan

Output :
Tersedianya honorarium
aparatur kegiatan dinas
Outcome :
Terlaksananya pelayanan
keuangan dan fasilitasnya

Terwujudnya
kebersihan kantor

Terciptanya kantor yang bersih


dan nyaman

21 01 08 Penyediaan jasa
kebersihan kantor

Terpenuhinya kebutuhan ATK


Disnak Keswan

21 01 10 Penyediaan alat tulis kantor

Tersedianya alat dan bahan


kebersihan kantor
Outcome :

Output :
Tersedianya Alat Tulis Kantor
Outcome :
Lancanya pelayanan
administrasi kantor

RENSTRA
SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 12015
21 01
Tersedianya barang Terpenuhinya kebutuhan cetak
cetakan dan
panggandaan

dan penggandaan

5
11 Penyediaan barang
cetakan dan penggandaan

Lancarnya
komunikasi lewat
45,000,000 telepon, air bersih
dan penerangan
listik kantor
terpenuhi

185,011,050 DisnakKeswan

Pyk

604,180,000 DisnakKeswan

Pyk

7,500,000 Terwujudnya
kebersihan kantor
dan pekarangannya
sehingga
menimbulkan
kenyamanan dalam
bekerja

24,354,550 DisnakKeswan

Pyk

53,533,000 Lancarnya
pelayananan adm
perkantoran karena
keb ATK dapat
terpenuhi

169,151,000 DisnakKeswan

Pyk

100,000,000 Terlaksananya
pelayanan
keuangan dan
fasilitasnya melalui
penyediaan honor
petugas

Output :

Terlayaninya kebersihan
kantor

Tersedianya alat
tulis kantor

Pyk

6
Output :

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

Tersedianya barang Terpenuhinya kebutuhan cetak


dan penggandaan
cetakan dan
panggandaan

Penyediaan barang
cetakan dan penggandaan

21 01 12 Penyediaan peralatan dan


perlengkapan kantor

Tersedianya barang cetakan


dan panggandaan
Outcome :
Terlaksananya kegiatan
administrasi kantor
Output :
Tersedianya peralatan dan
perlengkapan kantor

70%

1 tahun

70%

1 paket

75%

497 porsi

7,254,950 1 tahun

4,600,000 1 paket

4,199,950 1 tahun

10,935,000

1 paket

8,497,500

1525 porsi

13,640,000 1 tahun

15,000,000 1 tahun

30,620,000

25,000,000

1 paket

30,000,000

1500 porsi

1 paket

Outcome :
Terwujudnya kelancaran
dalam melaksanakan
pekerjaan
Tersedianya makan
dan minum rapat
Terpenuhinya makan dan minum
dan tamu Disnak- rapat dan tamu Disnak-Keswan
Keswan

21 01 17 Penyediaan makanan dan


minuman

Output :

8,517,000

843 porsi

15,525,000 1200 porsi nasi,


1600 snack

Tersedianya kebutuhan
makan dan minum rapat dan
tamu Disnak

15,000,000 Terpenuhinya
kebutuhan barang
cetakan dan
penggandaan
berdasarkan rasio
kebutuhan sehingga
Terpenuhinya
30,000,000
kebutuhan peralatan
dan perlengkapan
kantor dalam
memberikan
pelayanan

25,000,000

Tepenuhinya
kebutuhan makan
dan minum dalam
pelaksanaan rapat
dan pelayanan tamu
dinas

55,094,900 DisnakKeswan

Pyk

101,155,000 Disnak- Pyk


Keswan

87,539,500 Disnak-

Pyk

Keswan

Outcome :
Terlayaninya makan dan
minum rapat dan tamu

Tersedianya dana
perjalanan daerah
didalam dan diluar
Kab. Lima Puluh
Kota

Meningkatnya
kinerja aparatur

Lancarnya perjalanan dinas di


dalam dan diluar Kab. Lima
Puluh Kota

21 01 18 Rapat-rapat koordinasi dan


konsultasi ke luar daerah

Output :
Terlaksananya perjalanan
dinas di dalam dan luar
daerah dengan lancar

70%

1 tahun

54,370,000 1 tahun

98,940,000 1 tahun

178,815,000 1 tahun

125,000,000 1 tahun

Outcome :
Lancarnya pelaksanaan
kegiatan di dalam dan luar
daerah

Tersedianya sarana Terpenuhinya kebutuhan sarana


dan prasarana
dan prasarana aparatur
aparatur

21 02

Tersedianya
kendaraan jabatan

21 02 04 Pengadaan mobil jabatan

Terpenuhinya kendaraan dinas


jabatan

Terpeliharanya kendaraan dinas

21 02 24 Pemeliharaan rutin/berkala
kendaraan
dinas/operasional

Output :
Tersedianya mobil untuk
kepala dinas

Output :
Tersedianya biaya
operasional kendaraan
dinas/operasional
Outcome :
Lancarnya mobilitas kegiatan
dinas

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

635,940,000 Disnak-

Pyk

Keswan

Program peningkatan
sarana dan prasarana
aparatur

1 bh

75%

389,140,000

1 bh

Outcome :
Lancarnya mobilitas kegiatan
dinas

Tersedianya dana
pemeliharaan

178,815,000 Tersedianya biaya


perjalanan dinas
keluar daerah dalam
rangka rapoat-rapat
koordinasi dan
konsultasi sesuai
kebutuhan

65%

1 tahun

56,890,000 1 tahun

56,580,000 1 tahun

90,930,400 1 tahun

100,000,000 1 tahun

Tersedianya mobil
300,000,000 jabatan kepala dinas
untuk menunjang
kelancaran tugas
dan fungsi dinas

110,000,000 Terpeliharanya
kondisi kendaraan
dinas dalam
keadaan baik untuk
menunjang tugas
operasional dinas

689,140,000 Disnak-

Pyk

Keswan

414,400,400 DisnakKeswan

Pyk

2
Tersedianya dana
untuk rehabilitasi
gedung kantor

3
Terpeliharanya gedung kantor

4
5
21 02 42 Rehabilitasi sedang/berat
gedung kantor

6
Output :
Terealisasinya rehab kamar
mandi dan WC
Disnak,Gedung ktr UPT

10

10%

1 unit

12

11
55,072,550

1 unit

14

13
40,000,000

1 unit

16

15
30,000,000

1 unit

Outcome :
Terwujudnya gedung kantor
yang nyaman
Menciptakan
kedisiplinan dan
keseragaman
aparatur dalam
berpakaian dinas

Tersedianya
pakaian dinas
harian dan
perlengkapannya

21 03

21 03 02 Pengadaan pakaian dinas


beserta perlengkapannya

Output :
Tersedianya pakaian dinas
harian dan perlengkapannya

60%

103
stel

26,300,000

103
stel

26,300,000

103
stel

52,225,000

140
stel

70,000,000

140
stel

Outcome :
Terwujudnya tertib berpakaian
dinas aparatur DisnakKeswan
Meningkatkan
kualitas sumber
daya aparatur

Meningkatkan
pengembangan
sistem pelaporan
capaian kinerja
dan keuangan

Terlaksananya
peningkatan SDM
aparatur

Meningkatnya kualitas SDM


aparatur

Tersusunnya
Terwujudnya laporan monev dan
laporan monev dan bahan perencanaan
bahan perencanaan
Disnak Keswan

18

40,000,000

Terpeliharanya
gedung dan
halaman kantor
sehingga
menimbulkan
kenyamanan dalam
bekerja

165,072,550 DisnakKeswan

Pyk

80,000,000 Terpenuhinya
kebutuhan pakaina
dinas pegawai
sehingga akan
mendorong
semangat kerja

254,825,000 DisnakKeswan

Pyk

19

20

21

Program peningkatan
disiplin aparatur

1
Terwujudnya tertib berpakaian
dinas aparatur Disnak-Keswan

17

Program peningkatan
kapasitas sumber daya
aparatur

21 05

21 05 01 Pendidikan dan pelatihan


formal

Output :
Tersedianya dana pelatihan
aparatur
Outcome :
Terlaksananya peningkatan
SDM aparatur

65%

1 tahun

7,500,000 1 tahun

4,500,000 1 tahun

46,985,000 1 tahun

50,000,000 1 tahun

55,000,000 Terpenuhinya
kebutuhan
pendidikan dan
pelatihan formal
bagi PNS sehingga
akan meningkatkan
kapasitas pegawai

163,985,000 Disnak- Pyk


Keswan

75%

1 tahun

8,372,200 1 tahun

5,000,000 1 tahun

15,860,000 1 tahun

45,000,000 1 tahun

45,000,000 Tersedianya laporan


monev pelaksanaan
program dann
kegiatan APBD
serta tersusunnya
bahan perencanaan
baik untuk APBN
maupun APBD

119,232,200 Disnak- Pyk


Keswan

75%

Penumbuhan
kelp 20 klp

Program peningkatan
pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja
dan keuangan

21 06

21 06 01 Penyusunan laporan
Output :
capaian kinerja dan ikhtisar - Tersusunnya laporan monev
pelaksanaan program dan
realisasi kinerja SKPD
kegiatan APBN dan APBD
tersusunnya bahan
- perencanaan baik APBN
maupun APBD
Outcome :
- Laporan monev pelaksanaan
program dan kegiatan APBD

- tersusunnya bahan
perencanaan baik APBN
maupun APBD
Meningkatnya
kelembagaan
petani

Tersedianya
kelompok tani
sebagai wadah
pembangunan
sektor peternakan

Bertambahnya kelompok dan


meningkatnya jumlah kelompok

1 21 05
1 21 05

Program Peningkatan
Kesejahteraan Petani
16 Peningkatan kemampuan
lembaga petani

Output :
- Terlaksananya pembinaan
kelompok tani sebanyak 20
kelompok setiap tahun

Outcome :
- Terlaksananya pertemuan
dan pembinaan kelompok

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

kenaikan kelas
kelp 10 kelp

69,940,000 Penumbuhan
kelp 20 klp

kenaikan kelas
kelp 15 kelp

34,231,000 Penumbuhan
kelp 20 klp

kenaikan kelas
kelp 15 kelp

30,000,000 Penumbuhan
kelp 20 klp

kenaikan kelas
kelp 15 kelp

175,000,000 Penumbuhan
kelp 20 klp

kenaikan
kelas kelp 15
kelp

175,000,000 Penumbuhan kelp


390 klp

kenaikan kelas kelp


70 kelp

484,171,000 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

10

11

12

13

14

126,860,000

13 kecamatan

15

16

17

18

19

20

21

(1.23) - STATISTIK
Program Pengembangan
Data / informasi / Statistik
Daerah
Meningkatkan
validitas data
peternakan

Terlsedianya data Terlaksananya kegiatan


yang akurat dan pendataan statistik peternakan
akuntabel

Output :

Tersedianya honor tenaga


pendata PNS dan Non PNS

Meningkatkan
kesehatan
Hewan /ternak
dan terkendalinya
penyakit hewan
menular secara
bertahap

Terlaksananya
pencegahan,penan
ggulangan penyakit
ternak dan
terkendalinya kasus
Rabies, SE, AI dan - Melaksanakan survailains
penyakit hewan
penyakit hewan/ternak
lainnya

20%

13 Kecamatan

2 01

21 01 Pendataan masalah
peternakan

output
Terlaksananya survailen
- penyakit hewan

75%

1400

107,098,750

ekor

1,312,210,000 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

- Terpetakan keadaan penyakit


hewan/ternak
- Tersedianya buku penyakit
hewan /ternak
21 02 Pemeliharaan kesehatan dan output
pencegahan penyakit
- Terlaksananya vaksinasi
menular ternak
Rabies dan SE

2 01

- Melaksanakan sosialisasi
AI,Rabies

- Terlaksnanya
Penanggulangan Penyakit
Reproduksi Ternak

- Melaksanakan Pengobatan

ekor
honor
12 bln

70%

- Melaksanakan pembangunan

- Melaksanakan Eliminasi Anjing- 2


anjing liar
- Melaksanakan Pemusnahan

5000

209,359,900

dosis

1500

45,000,000

ekor
honor
12 bln

1500

175,000,000

ekor

1500
ekor
honor
12 bln

honor
12 bln

13000

167,590,850

20000

20000

300,000,000

20000

dosis

dosis

dosis

78 kali

100 kali

100 kali

100 kali

400
ekor

1000
ekor

1500
ekor

1500
ekor

1500
ekor

2 unit

1 unit

857,865,000

2 unit

(APBN)

Tersedianya Sofwer dan


program recording penyakit
hewan

- Terlaksanaya peningkatan
kopetensi SDM Puskeswan

60,000,000

dosis

- Tersedianya sarana
transportasi dan komunikasi

Terlaksananya
puskeswan dan peralatan
Pelayanan Prima di
secara bertahap
Pusat Kesehatan
Hewan
- Menyediakan sarana komunikasi
dan transportasi
- Menyediakan sofwer dan program
untuk recording penyakit hewan
- Melaksanakan peningkatan
kopetensi SDM Puskeswan

63,000,000

175,000,000 Terlaksananya
kegiatan surveilen
serologis

565,098,750 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

penyakit hewan
/ternak

Terlaksananya pembangunan
puskeswan dan peralatan
secara bertahap

Gangguan Reproduksi Ternak

200

Terdeteksi penyakit
hewan secara dini
Terpetakan keadaan
penyakit
hewan/ternak
Tersedianya buku

- Terlaksnanya sosialisasi
Penyakit hewan

4 orang

912,450,000

2 unit

(APBN)
436,750,000
(APBN)

1,250,000,000

2 unit

(APBN)

7unit

1 unit

7 unit

2 unit

2 unit

10 0rang

10 0rang

10 0rang

1,036,950,750 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

300,000,000

1,250,000,000

4,270,315,000

(APBN)

(APBN)

2 unit

10 0rang

outcome
- Tersedianya bangunan dan
peralatan puskeswan
- Tersedianya sarana
transportasi dan komunikasi
- Tersedinya sofwer dan
program untuk recording
penyakit hewan puskeswan
memiliki SDM yang telah
berkopetensi dalam bertugas
01 21 03 Pemusnahan ternak yang
output
terjangkit penyakit endemik - Terlaksananya pemusnahan
/eliminasi anjing-anjing liar

unggas Positif AI

500,000,000 13 kecamatan

(2.01) - PERTANIAN
2 01 21 01 Program pencegahan dan
penanggulangan
penyakit ternak Kegiatan

- Melaksanakan vaksinasi rabies


dan SE

500,000,000
13 kecamatan

outcome
- Terdeteksi penyakit hewan
secara dini

185,350,000 13 Kecamatan

Penyusunan dan
Pengumpulan Data
Statistik Daerah

Terlaksananya pemusnahan
unggas positif Avian Infuenza
(AI)

6
outcome

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

60%

1000
ekor

147,135,350

2600
ekor

25,000,000

3000
ekor

40,000,000

3000
ekor

175,000,000

3000
ekor

2000

2000

2000

2000

ekor

ekor

ekor

ekor

10

11

12

13

14

15

16

562,135,350 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

175,000,000

17

18

19

20

21

Termusnahkan /eliminasi
hewan hewan penular rabies
- Terputuskannya mata rantai
penyebaran virus AI
Melaksanakan pengawasan

01 21 04 Pengawasan perdagangan

lalulintas hewan/ternak ,BAH

ternak antar daerah

dan HBAH dari luar kabupaten

output
- Terlaksananya pengawasan
lalulintas hewan/ternak ,BAH
dan HBAH
- Terlaksnanya pengawasan
dan pembinaan Kesmavet
Terlaksananya sosialisasi
- Good Farming Practices

60%

(GFP) dan Nomor Kotrol


Veteriner (NKV)

60,728,000

3 cek

50,640,000

3 cek

45,000,000

3 cek

200,000,000

3 cek

poin

poin

poin

poin

2
sampel
20

120
sampel
50

200
sampel
100

200
sampel
100

200
sampel
100

peternak

peternak

peternak

peternak

peternak

556,368,000 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

200,000,000

outcome
-

Terawasinya masuknya
penyakit hewan berasal dari
luar daerah

- Di hasilkannya Bahan pangan


asal hewan yang Aman,Sehat
.Utuh dan Halal
- Tersosialisasikannya GFP
dan NKV
Peningkatan
Pendapatan dan
kesejahteraan
petani peternak
dengan
peningkatan
populasi ternak,
Peningkatan
Produktivitas
ternak
,pengembangan
kawasan ternak

Tersedianya Sarana Terlaksananya Kegiatan IB dan


dan prasarana
ET
serta operasional IB
dan ET

Peningkatan SDM
Petugas

Program Peningkatan
Produksi Hasil
Peternakan

01

22

01

22 01 Pembangunan sarana dan


Output :
Prasarana Pembibitan
- Meningkatnya populasi ternak
ternak
sapi dan kerbau

75%

- Peningkatan pendapatan
petani peternak

Meningkatnya SDM petugas di


lapangan
outcome
- Terpenuhinya sarana dan
prsarana IB dan ET

Pembangunan pos Terbangunya Pos IB


IB

Tersedianya pakan Ternak dapat berproduksi dan


Ternak yang
Reproduksi secara Optimal
berkwalitas

frozen semen 179,394,000 frozen semen


17000 dosis,
18000 dosis,
terlatihnya 2 org
terlatihnya 2
petugas PKB
orang petugas
dan 1 ATR, 1 org
PKB dan 1
Inseminator dan
ATR, 1 orang
2 Org Petugas
Inseminator
TE
336,000,000 dan terbangun
POS IB
(APBN)

321,785,000

Frozen semen
19000 dosis,
terlatihnya 2
orang petugas
PKB dan 1
ATR, 1 orang
Inseminator
dan terbangun
POS IB

225,324,950

Frozen semen
19000 dosis,
terlatihnya 2
orang petugas
PKB dan 1 ATR,
1 orang
Inseminator dan
350,000,000 terbangun POS
IB
(APBN)

750,000,000

16,681,000 Terlaksananya
PKB dan
Recording
sebanyak 5000
(APBD)
ekor
sapi,peningkat
an mutu
genetik dan
Produktivitas
ternak

40,205,000

Terlaksananya
PKB dan
Recording
sebanyak
(APBD)
1000 ekor
sapi,peningkat
300,000,000 an mutu
genetik dan
Produktivitas
(APBN)
ternak

29,200,000

50,000,000

300,000,000
(APBN)

400,000,000
(APBN)

- Terlaksananya IB dan ET
- Adanya Sarana Operasional
IB dan ET

01

Terlaksananya
Terlaksananya Recording Ternak
Pemeriksaan
Kebuntingan untuk Terlaksananya Pemeriksaan
menilai
Kebuntingan
keberhasilan IB.
Tersedianya sarana
dan prasarana
penunjang sarana
perbibitan

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

22 02 Kegiatan Pembibitan dan


Perawatan Ternak

- Terbangunnya Pos IB di 3
kecamatan
output
Adanya recording ternak yang
baik dan produksi dengan
baik

outcome
- Tersedianya pakan ternak yg
berkualitas
- Tersedianya sarana dan
prasarana perbibitan
- Terlaksananya PKB untuk
memantau keberhasilan IB

65%

Terlaksananya
PKB dan
Recording
sebanyak 1000
ekor
sapi,peningkatan
mutu genetik
dan
Produktivitas
ternak

Terlaksananya
PKB dan
Recording
sebanyak
(APBD)
10000 ekor
sapi,peningkata
300,000,000 n mutu genetik
dan
Produktivitas
(APBN)
ternak

(APBD)

600,000,000
(APBN)

Frozen
semen 19000
dosis,
terlatihnya 2
orang
petugas PKB
dan 1 ATR, 1
orang
Inseminator
dan
terbangun
POS IB

732,782,050

terjadinya
2,209,286,000 Disnak- Kab. Lima
peningkatan
Keswan Puluh Kota
populasi,tersedianya
fozen semen
92.000, tenaga PKB
10 orang,5 orang
ATR dan 2 orang 1,886,000,000
500,000,000 tenaga TE, populasi
sapi
100.000 ekor
(APBN)
(APBN)
dan kerbau 35.000
ekor

Terlaksanany
a PKB dan
Recording
sebanyak
10000 ekor
sapi
,peningkatan
mutu genetik
dan
Produktivitas
ternak

50,000,000

(APBD)

600,000,000
(APBN)

PKB dan Recording


sebanyak 36.000
ekor sapi, adanya
pakan yang
berkualitas, produksi
ternak meningkat

186,086,000 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

1,800,000,000
(APBN)

2
3
Penyebaran Bibit
Tersebarnya bibit ternak yang
Ternak kepada
bekualitas kepada masyarakat
masyarakat melalui
Kelompok

4
2

01

5
22 03 Pendistribusian Bibit
Ternak Kepada
Masyarakat

6
Output :
- Meningkatnya pendapatan
- peternak
Meningkatnya
populasi ternak
Outcome
:
- Tersebarnya bibit ternak
kepada masyarakat
- Berkembangnya usaha
peternakan

Terlaksananya
pengawasan mutu
pakan ternak

Terawasinya pakan ternak yang


beredar

01

Tersedianya Pakan adanya pakan ternak yang


Ternak yang
berkwalitas
berkwalitas

22 03 Keg. Penelitian dan


pengolahan gizi pakan
Ternak

Output :
Tersedianya pakan ternak
yang berkualitas dan ternak
dapat berproduksi dengan
baik

7
8
55% Tersebarnya
bibit ternak
untuk Kelompok
tani ternak dan
peningkatan
populasi ternak
serta
meningkatanya
kesejahteraan
Peternak

45%

Outcome :
- Tersedianya bahan pakan
ternak yang berkualitas
- Terawasinya pakan ternak
yang beredar

9
11
10
12
47,110,400 Tersebarnya
88,589,500 Tersebarnya
bibit ternak
bibit ternak
450,000,000 untuk
2,721,570,500 untuk
Kelompok tani
Kelompok tani
(APBN)
(APBN)
ternak dan
ternak dan
peningkatan
peningkatan
populasi ternak
populasi
serta
ternak serta
meningkatanya
meningkatany
kesejahteraan
a
Peternak
kesejahteraan
Peternak

7,570,500 Terawasinya
19,865,500 Terawasinya
pakan ternak
pakan ternak
yang beredar,
yang beredar,
terbinanya
terbinanay
kelompok tani
kelompok tani
1,083,500,000
ternak dalam
ternak dalam
(APBN)
masalaha
masalaha
pakan ternak
pakan ternak
dan
dan
termanfaatkan
termanfaatkan
nya bahan
nya bahan
baku pakan
baku pakan
lokal
lokal

Terawasinya
pakan ternak
yang beredar,
terbinanya
kelompok tani
ternak dalam
masalah pakan
ternak dan
termanfaatkanny
a bahan baku
pakan lokal

- Terkelolanya bahan baku


pakan lokal

01

22 06 Pembelian dan
output
Pendistribusian Vaksin dan - Terlaksananya pembelian
Pakan Ternak
vaksin rabies dan SE
- Terlaksnanya penataan dan

70%

5000
dosis

10,390,000

pengawasan distribusi obat


hewan
outcome
- Tersedianya vaksin rabies
dan SE

Terwujudnya
pengembangan
agribisnis
peternakan yang
berbasis Nagari
- Terwujudnya
keikut sertaan
peternak dan
pengolah hasil
dalam acara
pameran gelar
agribisnis

- Berkembangnya
agribisnis
peternakan yang
berbasis Nagari

- Adanya perkembangan
agribisnis yang berbasis Nagari
- Adanya peningkatan motivasi
peternak dan pengolah hasil

- Terawasinya peredaran dan


pemakaian obat hewan
Terawasinya masuknya obat
hewan ilegal dan palsu
01 22 08 Pengembangan agribisnis
Outcome:
peternakan
- Meningkatnya motivasi
masyarakat untuk berusaha
di bidang agribisnis
peternakan.

- Adanya peningkatan usaha oleh


- Meningkatnya
peternak,kelompok dan pengolah
motivasi peternak &
hasil
pengolah hasil
berusaha dibidang
peternakan

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

- Meningkatnya pengetahuan
masyarakat dibidang
peternakan dan pengolahan
hasil

15%

13000
dosis
30 Ps dan

23,000,000

20000
dosis
50 Ps

13
14
27,615,000 Tersebarnya
bibit ternak
1,000,000,000 untuk
Kelompok tani
(APBN)
ternak dan
peningkatan
populasi ternak
serta
meningkatanya
kesejahteraan
Peternak

18,360,050

Terawasinya
pakan ternak
yang beredar,
terbinanay
kelompok tani
750,000,000
ternak dalam
(APBN)
masalaha
pakan ternak
dan
termanfaatkann
ya bahan baku
pakan lokal

35,000,000

20000
dosis
50 Ps

15
17
19
21
16
18
20
75,000,000 Tersebarnya
75,000,000 adanya peningkatan 313,314,900 Disnak- Kab Lima
bibit ternak
populasi ternak
Keswan Puluh
Kota
1,000,000,000 untuk
1,000,000,000 pada 21 kelompok 6,171,570,500
Kelompok
tani ternak
(APBN)
(APBN)
(APBN)
tani ternak
dan
peningkatan
populasi
ternak serta
meningkatany
a
kesejahteraan
Peternak
50,000,000 Terawasinya
pakan ternak
yang beredar,
terbinanay
kelompok tani
50,000,000
ternak dalam
(APBN)
masalaha
pakan ternak
dan
termanfaatka
nnya bahan
baku pakan
lokal

150,000,000

20000
dosis
50 Ps

depo Obat

depo Obat

depo Obat

depo Obat

hewan

hewan

hewan

hewan

1x
setahun
25 peternak /
kelp

43,462,000

1x
setahun
25 peternak /
kelp

250,000,000

1x
setahun
105 peternak
/ kelp

70,000,000 Bahan baku pakan


lokal dapat
dimanfaatkan
sehingga
produktivitas
750,000,000
meningkat
(APBN)

165,796,050 Disnak- Kab Lima


Keswan Puluh
Kota
2,633,500,000
(APBN)

368,390,000 Disnak- Kab.


Keswan lima
puluh

150,000,000

kota

250,000,000 - Ikut serta dalam


acara gelar
agribisnis Tk
nasional

- Meningkatnya
pelaku

- Meningkatnya
agribisnis di kab
LPK yg berbasis
nagari

543,462,000 Disnakkeswan

Ditentukan
kemudian
Kab.Lima
Puluh Kota

1
- Terwujudnya
peningkatan
bantuan modal
usaha bersubsidi
yang didapatkan
oleh peternak,
kelompok dan
pengolah hasil
dari pemerintah
dan perbankan

2
- Meningkatnya
usaha yang
dilaksanakan dan
pengolah hasil

10

12

11

14

13

16

15

17

18

19

20

21

Output:
- Terlaksananya keikutsertaan
dlm acara gelar agribisnis
nasional
- Terlaksananya penyaluran /
pemberian rekomendasi
kepada pelaku usaha
peternakan dlm mendapatkan
dana subsidi pemerintahdan
perbankan lainnya

Program Peningkatan
Pemasaran Hasil
Produksi Peternakan
Terwujudnya
- Berkembangnya
pengembangan inovasi teknologi di - Adanya perkembangan inovasi
2 01
teknologi
bidang peternakan
peternakan dan dan pengolah hasil teknologi terapan peternakan dan
pengolah hasil
pengolah hasil
peternakan dan
pengembangan
- Adanya perluasan jaringan
pemasaran hasil
- Bertambah luas jaringan
pemasaran produksi peternakan
produksi
pemasaran hasilo produksi
dan pengolahan hasil
peternakan
peternakan

Penelitian dan
23 01 pengembangan
pemasaran hasil produksi

Output:
-

peternakan
-

Terlaksananya keikutsertaan
dlm acara gelar agribisnis
nasional

0 4 paket

150,000,000 4 paket

Terlaksananya penyaluran /
pemberianrekomendasi
kepada pelaku
usahapeternakan dlm
mendapatkan danasubsidi
pemerintahdan
perbankanlainnya
Outcome:

150,000,000 Peternak dan


pengolah hasil
sudah memakai
teknologi dan
mengacu kepafda
GFP (good farming
practices) dan NKV (
Nomor kontrol
veteriner)

300,000,000

100,000,000 Terlaksananya
kerjasama regional
dan nasional dlm
bidang penyediaan
hsl produksi ternak

200,000,000 Disnak-

Disnak-

Kab.

keswan

lima
puluh
kota

Meningkatnya motivasi
masyarakat untuk berusaha di
bidang agribisnis peternakan.

- Meningkatnya pengetahuan
masyarakat dibidang
peternakan dan pengolahan
hasil
Terwujudnya
- Meningkatnya produksi
- Adanya Peningkatan produksi hasil2 01 23 02 Fasilitasi kerjasama
Output
peningkatan
regional/nasional/
hasil peternakan
peternakan
Terlaksananya kesepakatan
pelaksanaan
internasional penyediaan
kerjasama dengan
fasilitasi
hasil produksi peternakan
- Meningkatnya industri
- Adanya peningkatan industri
pengusaha baik regional
kerjasama
komplementer
pengolah hasil peternakan
pengolah
maupun nasional
regional &
RT skala kecil dan
- Terlaksananya temu usaha
nasional di
bidang
menengah
kemitraan
peternakan &
Outcome
Terwujudnya kesepakatan
pengolah hasil
- kerjasama dgn pengusaha
baik regional maupun
nasional.
- Meningkatnya produksi hasil
peternakan
Terwujudnya
- Tersedianya pasar - Adanya pasar produksi hasil
2 01 23 03 Pembangunan sarana dan
Output :
pembangunan
produksi hasil
prasarana pasar produksi peternakan yang representatif
sarana &
peternakan yang
hasil peternakan
- Adanya perkembangan akses
Terlaksananya pembangunan
prasarana untuk representatif.
pasar produksi hasil
- Berkembangnya
pemasaran produksi hasil
pemasaran
peternakan beserta sarana
akses pemasaran
produksi hasil
peternakan sbg fasilitas
dan prasarana penunjang
produksi hasil
peternakan
peternakan
untuk menjual hasil ternak
outcome:
- Tersedianya pasar produksi
hasil peternakan beserta
sarana & prasarana
penunjang

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

30%

---

15%

1 tahun

26,060,000 -

100,000,000 1 kali

- 2 lokasi
1 unit

395,200,000
(APBN)

75,000,000 - Tersedianya pasar


ternak yg
representatif.
- Berkembangnya
jaringan pemasaran
hasil peternakan
- Meningkatnya
pendapatan
peternak

keswan

- Kab.Lima
Puluh Kota/
- ditentukan
kemusian

101,060,000 Disnakkeswan

Kab.
lima
puluh
kota

1
- Terwujudnya
pembangunan
pusat2 etalase
/eksibisi /promosi
atas produk
olahan
peternakan.

2
- Tersedianya
kawasan sebagai
pusat penjualan
promosi produk
olahan peternakan
- Terlaksananya
penataan tempat
penjualan/ promosi
produk olahan

3
- Adanya lokasi/kawasan yang
menjadi pusat penjualan dan
promosi produk olahan.

- Adanya penataan tempat untuk


promosi & penjualan produk
olahan.
- Adanya peningkatan
pendapatan pengolah hasil

4
5
6
01 23 04 Pembangunan pusat-pusat
Output:
etalase/eksibisi/promosi
atas hasil produksi
Terlaksananya pembangunan
peternakan
pusat-pusat promosi dan
pemasaran hasil produksi
peternakan.

7
10%

8
-

10

12

11

14

13
2 unit

16
15
50,000,000 1 unit

18
17
25,000,000 - Tersedianya outlet outlet yg
mempromosikan &
menjual hasil
olahan peternakan

20
19
75,000,000 Disnakkeswan

21
Kab.
lima
puluh
kota

Outcome :
- Tersedianya tempat yang
menjadi pusat
penjualan/promosi atas hasil
produksi peternakan

- Meningkatnya
transaksi penjualan
produk olahan

Terwujudnya
pemeliharaan &
perawatan
sarana dan
prasarana pasar
produksi
peternakan

Tertatanya tempat pemasaran


hasil produksi peternakan
- Adanya perawatan dan pemeliharaan
2 01 23 05 Pemeliharaan rutin/berkala
Output:
- Terpelihara dan
terawatnya aset di
aset ygdi pasar produksi hasil
sarana dan prasarana
Terlaksananya pemeliharaan
pasar produksi
pasar produksi hasil
peternakan
& perawatan sarana dan
hasil peternakan
peternakan
prasarana pasar produksi
secara rutin/berkala
hasil peternakan.
Outcome
- Terpelihara dan terawatnya

1 lokasi

24,440,000 2 lokasi

30,705,000 2 lokasi

50,000,000 2 lokasi

Terwujudnya
upaya
peningkatan
promosi hasil
produksi
peternakan
unggulan

- Adanya perawatan dan pemeliharaan


2 01 23 06 Pemeliharaan rutin/berkala
Output:
- Terlaksananya pemeliharaan
aset ygdi lokasi pusat promosi dan
pusat
etalase/eksibisi/promosi
penjualan produk olahan.
pusat penjualan & promosi
atas hasil produksi
produksi hasil olahan
Outcome :
- Terpelihara dan terawatnya
fasilitas/aset yg digunakan
sebagai pusat
penjualan/promosi atas
produksi hasil olahan
Terlaksananya
Promosi atas hasil
- Adanya peningkatan promosi
2 01 23 07 produksi peternakan
Output:
keikutsertaan
peternak dan
unggulan daerah
Terlaksananya kegiatan
produksi
peternakan
unggulan
pengolahan hasil
promosi untuk komoditi
pada acara
dan hasil olahan melalui acara
unggulan dan hasil
bazar,pameran &
bazar,pameran, temu
pengolahan produk hasil
temu usaha tani
peternakan melalui
(Penas) dan EXPO
usaha tani (Penas) dan EXPO
lomba,pameran dan bazar
Outcome:
Terpelihara dan
terawatnya aset
dikawasan pusat
promosi dan
penjualan

Terwujudnya
penyuluhan
pemasaran
produksi
peternakan dan
hasil olahan

- Adanya penyuluhan pemasaran 2


- Terlaksananya
penyuluhan kepada produksipeternakan kepada
peternak &
peternak dan pengolah hasil.
pengolah hasil
- Adanya perluasan jaringan
pemasaran
-tentang
Bertambah
pemasaran
luasnya jaringan
- Adanya peningkatan penjualan
pemasaran
produksi peternakan dan hasil
produksi
- Meningkatnya
olahannya
penjualan produksi
peternakan dan
produk olahan

01 23 08 Penyuluhan pemasaran
produksi peternakan

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

Kab.
lima
puluh
kota

150,000,000 Disnakkeswan

Kab.
lima
puluh
kota

Meningkatnya
kenyamanan &
transaksi di pasar
produksi hasil
peternakan
---

1 unit

50,000,000 2 unit

50,000,000 2 unit

50,000,000 - Terpelihara dan


terawatnya outlet outlet yang ada
- Meningkatnya
transaksi di outlet outlet yang ada

70%

2 kali

207,767,000 2 kali

214,451,550 4 kali

163,592,800 4 kali

250,000,000 4 kali

1.Dikenalnya
250,000,000 produksi peternakan 1,085,811,350 Disnak& produk olahan
keswan
peternakan
unggulan Kab. Lima
Puluh Kota.
2. Bertambahnya
jaringan pemasaran
produksi peternakan
dan produk olahan
hasil peternakan.

- Kab.Lima
Puluh Kota/
Ditentukan
kemudian

Terkenalnya Produk unggulan


peternakan dan hasil olahan
dari Kab. Lima Puluh Kota

- Berkembangnya jaringan
pemasaran peternakan dan
hasil olahan
Output:
Terselenggaranya sosialisasi
pemasaran hasil peternaka
dan olahannya kepada
peternak dan pengolah hasil
Outcome:
-

155,145,000 Disnakkeswan

25%

fasilitas/aset yang ada di


pasar produksi hasil
peternakan
Terwujudnya
pemeliharaan &
perawatan pusat
etalase/eksibisi/p
romosi produksi
peternakan

50,000,000 Terpelihara dan


terawatnya aset yg
ada di pasar
produksi hasil
peternakan

Meningkatnya pengetahuan
masayrakat mengenai seni
memasarkan produksi hasil
peternakan dan hasil
olahannya

25%

2 kali

50,000,000 2 kali

50,000,000 Semakin
meningkatnya
jaringan pemasaran
produksi
peternakan yang
dihasilkan oleh
peternak dan
pengolah hasil

100,000,000 Disnakkeswan

Kab.
lima
puluh
kota

1
Terwujudnya
pembangunan
pusat-pusat
penampungan
produksi hasil
peternakan
masyarakat

2
Terlaksananya
pembangunan
sarana dan
prasarana tempat
penampungan
produksi
peternakan dan
hasil olahan

3
- Adanya tersedia tempat utk
2
menampung produksi peternakan
dan hasil olahan sebelum
diolah/dipasarkan.

4
5
6
01 23 09 Pembangunan pusat-pusat
Output:
penampungan produksi
Terlaksananya pembanguna
hasil peternakan
pusat-pusat penampungan
masyarakat
produksi hasil peternakan
masyarakat.
Outcome:
- Tersedianya sarana dan

7
---

9
-

10

11

12

13

14

15
1 unit

16

17
19
18
20
200,000,000 - Tersedianya tempat-tempat
200,000,000 Disnakpenampungan produksi hasil
keswan
peternakan yang dihasilkan
oleh masyarakat

21
Kab.
lima
puluh
kota

prasarana yang digunakan


sebagai pusat penampungan
atas hasil peternakan yang
dihasilkan oleh masyarakat
Terwujudnya
pengembangan
pengolahan
infomasi
permintaan pasar
atas produksi
peternakan
masyarakat

Pengolahan informasi
- Terpantaunya harga- komoditi
Adanya pemantauan terhadap harga
2 01 23 10 permintaan pasar atas
hasil produksi peternakan
masyarakat
peternakan produk olahan
komoditii peternakan
- Tersedianya
- Adanya informasi harga pasar
informasi pasar
yg dapat diakses oleh peternak
untuk komoditi
& pengolah hasil.
peternakan dan
produk olahan

Terwujudnya
pelaksanaan
penyuluhan
distribusi
pemasaran
produksi
peternakan dan
hasil olahan

- Terlaksananya
penyuluhan kepada
peternak &
pengolah hasil
tentang distribusi
pemasaran hasil
peternakan dan
hasil olahan

- Adanya penyuluhan distribusi


pemasaran produksi peternakan
kepada peternak & pengolah
hasil.
- Adanya peningkatan penjualan

01 23 11 Penyuluhan distribusi
pemasaran atas hasil
produksi peternakan
masyaraka

produksi peternakan dan hasil


olahannya

- Lancarnya
distribusi
pemasaran
produksi
peternakan dan
produk olahan.

Terwujudnya
pelaksanaan
penyuluhan
kualitas dan
teknis kemasan
produk olahan

- Terlaksananya
penyuluhan tentang
kualitas dan teknik
pengemasan
produk olahan
kepada pengolah
hasil
- Meningkatnya
kualitas kemasan
produk olahan
- Meningkatnya
daya tarik
konsumen untuk
membeli produk
olahan

Output:
-

20%

1 tahun

30,000,000 1 tahun

Terlaksananya pemantauan
harga pasar untuk komoditi
peternakan

Disnak- Kab. Lima


50,000,000 - Tersedianya data informasi
80,000,000 Keswan Puluh Kota
pasar yang dapat
diakses
oleh masyarakat

Outcome:
Tersedianya informasi pasar
- utk komoditi peternakan
yang dapat diakses oleh
masyarakat

OutPut
- Terselenggaranya sosialisasi
distribusi pemasaran hasil
produksi peternakan kepada
masyarakat pengolah hasil

10%

12%

2 kali

100,000,000 Semakin
meningkatnya
jaringan pemasaran
produksi peternakan
yang dihasilkan oleh
peternak dan
pengolah hasil

100,000,000 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

50,000,000 2 kali

500,000,000 Produk olahan yang


dihasilkan oleh
masyarakat
mempunyai
kemasan yang
berkualitas dan
sesuai dg SNI
sehingga pembeli
semakin meningkat

550,000,000 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

Outcome:
- Meningkatnya pengetahuan
masyarakat mengenai
distribusi pemasaran
produksi hasil peternakan
dan hasil olahannya

- Adanya penyuluhan tentang


kualitas dan tehnis kemasan
kemasan produk olahan kepada
pengolah hasil

01 23 12 Penyuluhan kualitas dan


teknis kemasan hasil
produksi peternakan
masyarakat

- Adanya peningkatan kualitas


kemasanproduk olahan

- Adanya peningkatan daya tarik


konsumen utk membeli produk
olahan

Output
- Terselenggaranya sosialisasi
ttg kualitas & teknis kemasan
kepada pelaku usaha
pengolah hasil peternakan

Outcome;
- Meningkatnya pengetahuan
masyarakat mengenai
kualitas dan teknis kemasan
hasil olahannya

- Produk olahan hasil


peternakan dari kab. Lima
Puluh Kota banyak diminati
oleh konsumen

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

8 Kecamatan

1
Terwujudnya
peningkatan
pelaksanaan
monitoring,evalua
si dan pelaporan

2
Meningkatnya
pengawasan dan
pembinaan kepada
peternak,kelompok
& pengolah hasil yg
mendapatkan
tambahan modal
usaha dr
Pemerintah maupun
dari Perbankan.

3
Adanya peningkatan
pengawasan dan pembinaan
kepada peternak,kelompok dan
pengolah hasil yang mendapat
tambahan modal usaha dari
pemerintah dan perbankan

4
5
01 23 13 Monitoring, evaluasi dan
pelaporan

6
Output"
-

7
25%

30%

Tersedia nya
TTG 2 paket

10
1 tahun

12
11
22,788,550 1 tahun

14
13
43,260,200 1 tahun

16
15
75,000,000 1 tahun

17
50,000,000

400,000,000 Tersedia nya


TTG 4 paket

500,000,000 Terlaksananya
inovasi teknologi
peternakan tepat
guna sebanyak 19
paket

700,000,000

700,000,000

Terlaksananya monev &


pelaporan keg.APBD, APBN
(LM3,SMD,dll) sehingga
pelaksanaan kegiatan tepat
sasaran

18
Kegiatan yang
dilaksanakan tepat
sasaran dan
bermanfaat bagi
kemakmuran &
kesejahteraan
masyarakat

20
19
21
191,048,750 Disnak- Kab. Lima
Keswan Puluh Kota

Terlaksananya koordinasi,
sinkronisasi lintas sektoral
bifdang perizinan,
permodalan dan pemasaran
Outcome:
Pelaksanaan kegiatan mnjd
tepat sasaran sehingga dpt
dimanfaatkan oleh msyrkt

- Pemberian rekomendasi dpt


dilaksanakan sesuai dengan
aturan yang berlaku.
Terwujudnya
peningkatan
penerapan
teknologi tepat
guna
Tersedianya paket Terlaksananya penerapan
teknologi
teknologi peternakan tepat guna
peternakan tepat
guna yang bisa
diaplikasikan
kepada masyarakat

2 01

24

2 01

24 01 Penelitian dan
pengembangan teknologi
peternakan tepat guna

Program Peningkatan
Penerapan Teknologi
Peternakan

Output :
- Tersedianya paket teknologi
tepat guna
Outcome :
- Terlaksananya
pengembangan teknologi
peternakan tepat guna

350,000,000

Tersedianya paket teknologi


peternakan tepat guna

Tersedianya
Tersedianya sarana dan
prasarana dan
prasarana teknologi peternakan
sarana peternakan tepat guna
tepat guna

Tersedia nya
TTG 4 paket

60,000,000

700,000,000

(APBN)

2 01

24 02 Pengadaan sarana dan


prasarana teknologi
peternakan tepat guna

Output :
- Terlaksananya pengadaan
alsinnak
Outcome :
- Tersedianya sarana dan
prasarana teknologi
peternakan tepat guna

35%

2 paket

182,535,000 3 paket

400,000,000
(APBN)

49,539,000 4 paket

400,000,000
(APBN)

(APBN)

(APBN)

66,670,000 4 paket

100,000,000 6 paket

400,000,000
(APBN)

400,000,000
(APBN)

(APBN)

600,000,000 Terlaksananya
pengadaan sarana
dan prasarana
peternakan tepat
guna sebanyak 19
600,000,000 paket
(APBN)

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan


Kabupaten Lima Puluh Kota

Ir. Priyadi Budiman


NIP 19621126 198903 1 003

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

960,000,000 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

2,450,000,000
(APBN)

998,744,000 Disnak- Kab. Lima


Keswan Puluh Kota

2,200,000,000
(APBN)

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

RENSTRA SKPD DISNAKKESWAN 2011 - 2015

PEMERINTAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN


Jl.Pahlawan No.14 Ibuh Telp(0752)92049 Fax(0752)91094 Payakumbuh

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN


KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
NOMOR :

/SK/SKT/Disnak&Keswan/ 2012
TENTANG

RENCANA STRATEGIS DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN


KABUPATEN LIMA PULUH KOTA TAHUN 2010-2015
KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
KABUPATEN LIMA PULUH KOTA,
Menimbang

: a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010


tentang Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008
Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, setelah ditetapkannya
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, setiap Satuan Kerja
Perangkat Daerah wajib menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja
Perangkat Daerah;
b. bahwa dengan ditetapkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2010-2015 perlu dijabarkan ke dalam
Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten
Lima Puluh Kota Tahun 2010-2015;
c. bahwa Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2010-2015 memuat Visi, Misi, Tujuan,
Kebijakan dan Strategi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang
menjabarkan Visi dan Misi Bupati Lima Puluh Kota 2010-2015;
d. bahwa untuk mewujudkan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, dan c di
atas, perlu ditetapkan dengan Keputusan Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah


Otonom Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Republik Indonesia Negara Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara


(Lembaran Nagara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan
Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2008 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4844);
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan
Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4438);
8. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4700);
9. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman
Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 165, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4594);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Pelaporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4124 Tahun 2007, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4124);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Urusan Pemerintah, Pemerintahan Daerah provinsi
dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82);

ii

14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
15. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah. Sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan
atas Permendagri Nomor 13 tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang
Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah;
18. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 6 Tahun 2008
tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lima
Puluh Kota Nomor 3 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan
Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 6 Tahun 2008 Tentang
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah
Tahun 2011 Nomor 117).
19. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 10 Tahun 2011
Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lima
Puluh Kota Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Lima Puluh
Kota Tahun 2011 Nomor10).
20. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 14 Tahun 2011
Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Lima Puluh Kota Tahun 2010-2015.
21. Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 81 tahun 2011 tentang Tugas
Pokok dan fungsi Eselon III dan Uraian Tugas Eselon IV pada Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota
22. Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 4 tahun 2012 tentang Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Unit Kerja Pelaksana Teknis (UPT) pada Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota
MEMUTUSKAN :
Menetapkan
KESATU

:
:

KEDUA

Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima


Puluh Kota Tahun 2010-2015 sebagaimana tercantum pada Lampiran yang
merupakan satu kesatuan yang utuh dengan Keputusan ini.
Rencana Strategis sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU berisikan :
I. Pendahuluan, yang berisi penjelasan tentang latar belakang penyusunan
Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, landasan hukum,
maksud dan tujuan, serta sistematika penulisan.

iii

II. Gambaran Pelayanan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai


pelayan aparatur dan publik, yang memuat informasi tentang peran
(tugas dan fungsi) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam
penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas
apa saja sumber daya yang dimiliki Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan
capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan
Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan periode sebelumnya,
mengemukakan capaian program prioritas Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD
periode sebelumnya.
III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi, yang berisikan
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan, Telaahan terhadap Renstra Dinas
Peternakan Provinsi, Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian
Lingkungan Hidup Strategis, serta Penentuan Isu-isu Strategis.
IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan, yang menguraikan
visi, misi, kebijakan dan strategi yang akan dilakukan Dinas Peternakan
dan Kesehatan Hewan ke depan.
V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran,
dan Pendanaan Indikatif, yang berisi matrik program lima tahun dan
matrik program/kegiatan tahunan.
VI. Indikator Kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang
mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD, yang secara langsung
menunjukkan kinerja yang akan dicapai oleh Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk
mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.
VII. Penutup, yang berisi ketentuan penutup.
KETIGA

KEEMPAT

Rencana Strategis sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU merupakan


pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja serta pedoman untuk
pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk lima tahun kedepan.
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di
Pada Tanggal

Payakumbuh
15 Juni 2012

KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN


KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
dto
Ir. PRIYADI BUDIMAN
NIP. 19621126 1989031003

iv

Lampiran

Keputusan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan


Kabupaten Lima Puluh Kota
Nomor
:
/SK/SKT/Disnak&Keswan/2012
Tentang
: Rencana Strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2010-2015

DAFTAR ISI
BAB I

BAB II

BAB III

: PENDAHULUAN ............................................................................

1.1

Latar Belakang .......................................................................

1.2

Landasan Hukum ...................................................................

1.3

Maksud dan Tujuan ...............................................................

1.4

Sistematika Penulisan ............................................................

: GAMBARAN PELAYANAN SKPD ...................................

2.1

Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi .................

2.2

Sumber Daya ........................................................................

29

2.3

Kinerja Pelayanan .................................................................

33

2.4

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan ............

39

: ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI .


3.1

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi

47
47

Pelayanan Disnak&Keswan..... .................................................


3.2

Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala

48

Daerah Terpilih .........................................................


3.3

Telaahan Renstra Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat

51

..........................
3.4

Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan

52

Hidup Strategis ..................................................


Penentuan Isu-isu Strategis ..................................................

52

: VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ...

54

3.5
BAB IV

4.1

Visi dan Misi ...........................................................................

54

4.2

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah ................................

61

4.3
BAB V

Strategi dan Kebijakan ..........................................................

: RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,

66
71

KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF .............


BAB VI

: INDIKATOR KINERJA DISNAK&KESWAN YANG MENGACU PADA

72

TUJUAN DAN SASARAN RPJMD .................................................


BAB VII

: PENUTUP .....................................................................................

75

vi