Anda di halaman 1dari 9

SATU

Arus eddy merupakan arus listrik yang diinduksikan kedalam konduktor dengan
mengubah medan magnet konduktor tersebut. Sirkulasi pusaran arus ini memiliki
induktansi dan medan magnet. Medan ini dapat menyebabkan tolakan, tarikan,
dorongan, dan efek pemanasan.
Arus eddy terbentuk ketika terjadi perubahan letak konduktor dalam sebuah medan
magnet. Konduktor yang bergerak dalam sebuah medan magnet yang tetap ataupun
megan magnet yang berubah disekitar konduktor yang diam, keduanya menyebabkan
arus eddy terbentuk dalam konduktor tersebut. Arus eddy menghasilkan losses resistif
yang dapat mengubah beberapa bentuk energi, seperti energi kinetik menjadi panas.
Disipasi Daya Arus Eddy
Dengan beberapa asumsi, daya yang hilang selama ada arus eddy per unit massa
untuk lapisan tipis atau kabel dapat dihitung menggunakan rumus:

Dimana,
P = daya yang hilang per unit massa (W/kg)
Bp = puncak medan magnet (T)
d = ketebalan lapisan atau diameter kabel (m)
f = frekuensi (Hz)
k = konstanta, 1 untuk lapisan tipis dan 2 untuk kabel
= resistifitas bahan (m)
D = densitas bahan (kg/m3)
Rumusan ini hanya berlaku ketika frekuensi magnetisasi tidak mengakibatkan skin
effect, berarti gelombang elektromagnetik sepenuhnya menembus bahan.
Skin Effect
Skin Effect merupakan kecenderungan arus AC menjadi terdistribusi kedalam sebuah
konduktor sehingga kepadatan arus terbesarnya terdapat didekat permukaan
konduktor, dan berkurang sebanding dengan kedalaman konduktor.

Dalam perubahan medan yang sangat cepat, medan magnet tidak sepenuhnya
menembus bahan. Hal ini mengakibatkan terjadinya skin effect, sehingga perhitungan
tadi menjadi tidak valid. Tetapi, peningkatan frekuensi pada medan yang tetap akan
selalu menyebabkan peningkatan arus eddy.
Kedalaman tembus dapat dihitung dengan menggunakan rumusan:

Dimana,
= kedalaman penetrasi (m)
f = frekuensi (Hz)
= permeabilitas magnet bahan (H/m)
= konduktivitas listrik bahan (S/m)
Pengujian Arus Eddy
Pengujian arus eddy menggunakan induksi elektromagnet untuk mendeteksi cacat
dalam bahan konduktif. Dalam pengujian arus eddy yang standar, sebuah kumparan
yang melingkar pembawa arus ditempatkan dekat dengan benda yang diuji (harus
konduktif elektrik). Arus dalam kumparan akan menghasilkan perubahan medan magnet
yang berinteraksi dengan benda uji sehingga menghasilkan arus eddy.
Perbedaan fasa dan magnitude arus eddy ini dapat dimonitor menggunakan sebuah
kumparan penerima kedua, atau dengan mengukur perubahan arus yang mengalir
dalam kumparan eksitasi primer. Perubahan konduktivitas listrik atau permeabilitas
magnet benda uji, atau adanya kecacatan, dapat mengakbatkan perubahan arus eddy
dan perubahan fasa dan amplitudo arus yang akan diukur.
Namun, arus eddy dapat mendeteksi retak yang sangat kecil didalam atau didekat
permukaan bahan, permukaan memerlukan persiapan yang minimal, dan geometri fisik
kompleks dapat diteliti. Hal ini juga berguna untuk membuat konduktivitas listrik dan
pengukuran ketebalan lapisan.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Respon Arus Eddy
Beberapa faktor, diluar kecacatan, dapat mengakibatkan respon arus eddy. Beberapa
faktor utamanya, antara lain:

Konduktivitas Bahan

Konduktivitas sebuah bahan memiliki efek langsung pada aliran arus eddy. Semakin
baik konduktivitas bahan, maka akan semakin baik pula aliran arus eddy pada
permukaan bahan.

Permeabilitas
Permeabilitas dapat digambarkan sebagai seberapa mudah sebuah bahan dapat
dimagnetisasi.

Frekuensi
Respon arus eddy sangat dipengaruhi oleh frekuensi tes yang ditentukan, untungnya
hal ini merupakan sesuatu yang dapat kita kendalikan.

Geometri
Struktur geometri benda juga akan berefek pada respon arus eddy. Ketebalan bahan
yang lebih kecil daripada kedalaman penetrasi efektif juga berefek pada respon arus
eddy.

Kedekatan / Lift-of
Semakin dekat sebuah kumparan periksa pada permukaan, maka efek pada kumparan
tersebut akan semakin baik.
Kedalaman Penetrasi
Densitas arus eddy, dan kekuatan respon dari sebuah kecacatan, paling besar terletak
pada permukaan logam yang sedang diuji dan menurun sebanding dengan
kedalamannya. Secara matematis dapat didefinisikan sebagai kedalaman standar
penetrasi dimana arus eddy sebesar 37% dari nilai permukaan. Kedalaman penetrasi
dapat menurun ketika adanya peningkatan frekuensi, peningkatan konduktivitas, dan
peningkatan permeabilitas bahan. Kedalaman penetrasi efektif biasanya didefnisikan
sebesar tiga kali kedalaman standar, dimana densitas arus eddy menurun sekitar 3%
dari nilai permukaannya. Inilah kedalaman yang dianggap tidak berpengaruh pada
bidang arus eddy.
Bidang Impedansi
Respon arus eddy pada sebuah kumparan tunggal dapat dideskripsikan dengan
referensi dari bidang impedansi.

DUA
Seputar Arus Eddy, manfaat dan kerugian

Arus eddy atau arus pusaran pertama kali diamati oleh Faucault. Arus eddy terjadi bila
ada medan magnet menembus bidang konduktor. Arus eddy terjadi mengikuti hukumhukum fisika antara lain : Hukum Faraday tentang tegangan induksi.dan Hukum Lenz.

Hukum Faraday menyatakan tegangan induksi terjadi pada kumparan (koil) yang
berada pada daerah perubahan medan magnet.

emf = N . perubahan flux magnetik

emf merupakan tegangan induksi. dikenal juga dengan nama ggl (gaya gerak listrik).
Emf singkatan dari Electromotive Force.
N merupakan banyaknya belitan pada kumparan, semakin banyak belitan semakin
besar tegangan induksi yang terjadi.
Perubahan flux magnetik terjadi bila ada magnet yang bergerak atau bila terjadi
perubahan orientasi kutub magnet. Semakin cepat perubahan flux magnet

Hukum Lenz menyatakan bahwa tegangan induksi yang terjadi akan menimbulkan
medan magnet yang berlawanan dengan medan magnet yang menyebabkannya.

emf = - N . perubahan flux magnetik

Tanda - (negatif) menunjukkan arah yang berlawanan dengan perubahan flux magnetik
sumber.

Manfaat arus eddy


1. Pengereman.

Arus Eddy sebagai pengereman pada kereta yang bergerak, misal pada roller coaster.
Pengereman menggunakan arus eddy tidak menimbulkan gesekan. Pengereman terjadi
pada piringan konduktor seperti piringan tembaga atau piringan aluminium dan
didekatkan pada medan magnet. Semakin dekat medan magnet pengereman semakin
besar.

2. Pemanas Induksi
Arus eddy terjadi pada bidang konduktor (plat Aluminium) akan menyebabkan
terjadinya panas. Panas timbul akibat adanya resistansi pada plat konduktor dikalikan
dengan kuadrat arus.
P = I^2 R
I merupakan arus eddy yang terjadi akibat perubahan medan magnet. Perubahan
medan magnet dapat terjadi pada kumparan yang diberi masukan tegangan dengan
frekuensi tertentu atau bisa juga akibat magnet yang diputar.
R merupakan hambatan dalam pada konduktor.
Pemanas induksi terdapat pada induction cooker, yaitu kompor tanpa api.Kompor tanpa
api tidak menggunakan kawat pemanas melainkan menggunakan koil yang akan
menimbulkan arus eddy pada panci atau wajan. Tanpa adanya panci, kompor akan
tetap dingin.
Pemanas induksi juga dipakai pada pengecoran logam seperti emas, baja dll. Pemanas
air yang dilewatkan pada pipa tembaga dan disekitarnya terdapat magnet yang
berputar. Magnet yang berputar didekat kawat tembaga akan menimbulkan arus eddy.
Arus eddy yang terjadi akan menimbulkan panas

3. Pemisah antara besi dan aluminium pada sistem pengolah sampah.


Kaleng yang terbuat dari aluminium seringkali dibuang. Untuk memisahkan kaleng
aluminium dengan logam lainnya dapat dilakukan dengan efek arus eddy. Logam besi
diambil dengan menggunakan elektromagnet, sedangkan kaleng aluminium yang
bersifat paramagnetis yaitu sedikit ditarik oleh magnet. Bahan-bahan yang akan
dipisahkan dilewatkan pada ban berjalan. Pada ujung ban berjalan terdapat magnet
yang berputar. Magnet yang berputar menyebabkan arus eddy pada kaleng aluminium.
Kaleng aluminium akan terlempar akibat arus eddy akan menimbulkan medan magnet
yang berlawanan dengan magnet yang menyebabkannya.

4. Levitasi (melayang)
Levitasi terjadi akibat kutub magnet yang sejenis berdekatan akan tolak menolak.
Medan magnet yang dikenakan pada logam akan menyebabkan medan magnet yang
berlawanan dengan magnet yang menyebabkan arus eddy. Produk levitasi sudah mulai
terlihat pada Hendo hoverboard yaitu hoverboard yang dapat melayang di atas
lembaran tembaga.

5. Eddy current sensor


Eddy current dapat dipakai untuk mendeteksi adanya keretakan pada logam, misal
pada badan pesawat atau pipa logam. Sensor arus eddy terdiri dari dua kumpara, satu
kumparan yang dihubungkan dengan sumber frekuensi dan kumparan yang lain
berfungsi untuk menangkap tegangan induksi (sensor) untuk material yang akan diuji.

Kerugian
Arus eddy menimbulkan panas pada bidang konduktor di dekat sumber medan magnet.
Pada motor sumber medan magnet berasal dari kumparan. Untuk mengatasii arus eddy
maka inti kumparan disusun dari keping plat konduktor yang diberi laminasi. Lapisan
laminasi berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan efek arus eddy.

TIGA
Arus Eddy (Foucault current)
Arus Eddy (Eddy current) dalam kelistrikan disebut juga Arus Foucault (Foucault
current), karena fenomena ini ditemukan oleh seorang fisikawan Perancis bernama
Lon Foucault di tahun 1851.
Fenomena ini terjadi jika sebuah konduktor digerakkan memotong medan magnet, yang
berarti ada perubahan medan melingkar konduktor yang terjadi karena posisi konduktor
berubah relatif terhadap arah medan magnet yang tetap.
Sebaliknya, fenomena arus eddy ini juga bisa terjadi jika medan magnet itu sendiri
besarnya berubah2 dan memotong konduktor yang tetap. Hal inilah yang terjadi pada
sebuah Transformer. Medan magnet induksi yang dihasilkan oleh listrik bolak-balik
besarnya berubah-ubah terhadap waktu menghasilkan arus listrik yang besarnya juga

berubah-ubah terhadap waktu. Dan arus ini menghasilkan medan magnet di sekitar
konduktor yang besarnya juga berubah-ubah
Arus eddy adalah loop tertutup yang terinduksi beredar dalam bidang tegak lurus
terhadap fluks magnetik. Mereka biasanya berjalan sejajar dengan lilitan kumparan dan
arus terbatas pada daerah rangsangan medan magnet. Arus eddy berkonsentrasi
dekat ke permukaan berdekatan dengan sebuah kumparan eksitasi dan kekuatannya
menurun dengan jarak dari kumparan yaitu Kerapatan arus menurun eksponensial
dengan kedalaman. Fenomena ini dikenal sebagai efek kulit dan penjelasan ditunjukkan
pada Diagram 1

Diagram 1: kedalaman arus eddy


Bidang Penetrasi & Kepadatan Efek kulit muncul ketika Arus Eddy mengalir di benda uji
pada setiap produk kedalaman medan magnet yang berlawanan dengan bidang
utama, sehingga mengurangi fluks magnetik bersih dan menyebabkan penurunan arus
dengan meningkatnya kedalaman. Atau, arus eddy dekat permukaan dapat dilihat
sebagai perisai kumparan magnetik lapangan, sehingga melemahkan medan magnet
pada kedalaman lebih besar dan mengurangi arus induksi. Arus eddy digunakan dalam
inspeksi bahan feromagnetik dan non-feromagnetik. Prinsip pemeriksaan berbasis Saat
arus eddy dijelaskan di bawah ini.
Prinsip arus eddy
Diagram 2 menunjukkan prinsip sensor eddy Saat menginduksi bidang utama, menurut
Lenz Hukum, 90 derajat garis-garis medan asli koil. Karena induksi lebih lanjut dari
sekarang Eddy di bidang utama konduktif listrik material, bidang sekunder diinduksi
(lagi menurut hukum Lenz) dan ini memiliki efek dengan impedansi kumparan.
Dalam kasus cacat pada dinding tabung, bidang sekunder berubah dibandingkan
dengan yang asal. Perubahan dari Eddy garis-garis medan sekarang menyebabkan
perubahan impedansi dari Eddy Probe Saat coil, yang dapat ditampilkan di layar
impedansi dari Eddy Peralatan saat ini. Layar impedansi menampilkan perubahan
impedansi kumparan dalam perubahan amplitudo dan fase perubahan. Hal ini
dievaluasi dibandingkan dengan kalibrasi dengan cacat buatan yang dikenal pada
sampel kalibrasi yang memiliki konduktif listrik yang sama dan sifat dimensi sebagai
yang diperiksa tabung.

saat Alternatif menginduksi medan utama dalam kumparan


Bidang utama menginduksi arus eddy di dinding tabung
arus eddy menginduksi medan sekunder, yang memiliki mempengaruhi impedansi
kumparan

Cacat di dinding tabung yang mengubah bidang sekunder dan


akibatnya impedansi kumparan
Perubahan impedansi kumparan dapat diukur dalam input / output
fasa dan amplitudo

Perbedaan saluran ideal untuk mendeteksi cacat lokal sementara saluran mutlak ideal
untuk mendeteksi cacat bertahap. Diagram 3 menunjukkan respon sinyal sekarang dari
diferensial dan sistem kumparan mutlak untuk cacat lokal dan bertahap. Perbedaan
saluran menunjukkan dua puncak yang tajam untuk cacat lokal sementara saluran
mutlak mendefinisikan cacat lokal dengan puncak besar. Diagram 4 menunjukkan
analisis sudut fase sinyal cacat dengan kedalaman yang berbeda.

Inspeksi arus eddy berbasis Saat bahan Ferro dan bahan non-Ferromagnetik Eddy
lapangan saat garis penetrasi ke dinding tabung sangat penting untuk memungkinkan
deteksi cacat di kedua sisi dinding dengan cara garis lapangan berubah karena
inhomogeneities seperti cacat. Standar kedalaman penetrasi digambarkan sebagai
fungsi berikut:

= Kedalaman Standar penetrasi [mm]


= Bahan konduktivitas listrik [_/mm2]
0 = Absolute permeabilitas
r = permeabilitas relatif
f = Frekuensi

Bahan non ferromagnetic memiliki nilai permeabilitas relatif dan absolut dari 1. Itu
kedalaman penetrasi standar Eddy garis-garis medan saat ini tergantung pada bahan
listrik konduktivitas dan frekuensi yang dipilih. Oleh karena itu, bahan non ferromagnetic
bisa juga diperiksa dengan mode dan saluran seperti yang dijelaskan dalam Beberapa
Frekuensi Eddy Teknik saat ini. Bahan ferromagnetic, di sisi lain, memiliki nilai
permeabilitas relatif dan absolut jauh lebih besar dari 1. Akibatnya, Eddy Current bidang
kedalaman garis penetrasi sangat terbatas. Ini sudah cukup untuk deteksi cacat
permukaan seperti pengereman permukaan retak deteksi dalam bahan baja karbon.
Rumus ini menunjukkan bahwa teknik konvensional Eddy kini tidak mampu

memeriksa dan mendeteksi di kedua sisi dinding tabung feromagnetik. Oleh karena itu,
selain diperpanjang Eddy teknik kini seperti Magnetic Bias Eddy Teknik Lancar dan
Jauh Bidang Teknik Eddy saat ini digunakan untuk mengatasi keterbatasan dijelaskan.
4.

MANFAAT ARUS EDDY

Manfaat arus eddy akan dapat terasa jika kita meaplikasikannya kedalam
sebuat alat yang membuuhkan prinsif-prinsif kerja arus eddy, secara prinsifnya
beberapa manfaat arus eddy adalah sebagai berikut:
1.

Dapat menghentikan gerakan sebuah konduktor

2.

Dapat dijadikan sevagai sensor

Anda mungkin juga menyukai