Anda di halaman 1dari 6

Pushrod Dan Valve Lifter, Lokasi komponen engine, Oil Cooler

Transmissi dan cara melepas cylinder head - Pushrod Dan Valve Lifter,
dari gambar tersebut komponen valve train terdiri dari :
1. Camshaft lobe
2. Valve lifter atau cam follower
3. Pushrod
4. Rocker arm
Gambar Lifter dan push rod

Tabung baja atau "steel tube" juga rod dengan dudukan pada kedau ujung
disebut dengan push rod.

Duduk pada setiap cam lobe

Valve lifter atau cam follower

Valve lifter memindahkan gerakan camshaft ke push rod

Memindahkan gerakan tersebut ke rocker arm yang berfungsi untuk


membuka serta menutup valve.
Gambar Valve Lifter

Berikut ini dua jenis cam follower yang terdiri dari, antara lain :

Roller follower yang tedapat pada sebelah kiri dengan roller yang telah
dikeraskan dan menggelinding pada camshaft lobe.

Slipper follower yang terdapat pada sebelah kanan dan memiliki wear
face yang bersentuhan dengan lobe.
Lokasi Komponen Engine
Gambar Bagian depan engine

Pada bagian depan engine 3406B terdiri dari :


Penutup penggerak air compressor

Penutup timing advance

Vibration damper

Pompa coolant (air pendingin)


Pada sisi sebelah kanan engine 3406B terdiri dari :

Turbocharger

Exhaust manifold

Oil filter

Oil cooler

Breather dan tube assembly


Gambar sisi kanan engine

Sedangkan pada sisi kiri engine terdiri dari :


Lokasi dudukan air compressor

Saluran injeksi bahan bakar

Hand priming pump

Lokasi starter motor

Fuel filter

Fuel transfer pump

Fuel injection pump


Gambar Sisi kiri engine

Engine juga dapat dilakukan pemasangan dengan fuel filter dan priming pump
pada lokasi yang berbeda yang tergantung pada aplikasinya.
Oil Cooler Transmissi
Komponen pada gambar transmission oli cooler apabila diperlukan dapat
dipasang pada sebelah kanan engine , selain itu komponen tersebut juga
dapat digunakan untuk aplikasi machine yang berfungsi untuk
mempertahankan suhu transmisi sesuai dengan yang diijinkan.
Gambar Transmission oil cooler

Cylinder Head Assembly- melepas cylinder head untuk melapas cylinder head
sangat ditekankan dari tipe engine yang akn dikerjakan. Sedangkan prosedur
untuk melepas lebih sulit apabila dibandingkan dengan cylinder head tipe
engine OHV.

Langkah yang digunakan untuk melepas cylinder head ada baiknya jika
menguasai prosedur serta keselamatan kerja seperti melepaskan batere guna
untuk mencegah kecelakaan atau kerusakan sistem kelistrikan, meyakinkan
air pendingin tidak bertekanan. Hal tersebut dilakukan sebelum melepas
selang radiator serta komponen lain guna menghindari kecelakaan.
Sehingga untuk dalam melepas komponen agar terhindar dari kecelakaan
serta kerusakan komponen diperlukan alat yang sesuai dan tepat. Sedangkan
untuk engine Elektronik Fuel Injection (EFI) digunakn untuk melepaskan
saluran serta bahan yang bertekanan yang berfungsi untuk mencegah
kecelakaan dan timbulnya kebakaran.
Selain itu, pastikan rem parkir bekerja apabila melepaskan melepas cylinder
head, karena hal ini dianggap penting karena apabila cylinder di buka dan
engine kehilangan kompresi akan berakibat untuk adanya kemungkinan
kendaraan akan dapat bergerak.
Sebelum melepas cylinder head dianjurkan kendaraan dalam posisi datar dan
rem parkir dapat bekerja dan perlu roda untuk diganjal, sehingga kendaraan
tidak bergerak yang bisa berakibat kerusakan atau kecelakaan.
Metode melepas Cylinder head :

Lepaskan batere untuk menghindari kerusakan pada komponen


elektronik.
Lepaskan saringan udara dan periksa kerusakan atau kontaminasi.
Buang air pendingin ke dalam wadah dan periksa selang "radiator bypass dan heater.
Lepaskan alirab bahan bakar dan pipa bahan bakar bengkok.
Lepaskan pipa knalpot dari exhaust manifold.
Lepaskan tutup rocker arm.
Putarlah engine hingga silinder no .1 atau TMA.
Lepaskan penegang setelan sabuk rantai / rantai timing.
Bukalah baut pengikat cylinder head dan dalam urutan yang benar.
Perhatikan yang menghambat pengangkatan cylinder head dari blok,
dilarang mendongkel permukaan cylinder dari blok.
Letakan cylinder head dengan benar setelah cylinder head dilepas

Pada beberapa Engine yang menggunakan komponen lain sebagai tambahan yang
didinginkan seperti aftercooler, oil cooler, hydraulic oil cooler ataupun transmission
oil cooler, dimana hal tersebut untuk meningkatkan performa kinerja Engine.
Beberapa aplikasi engine yang tetap (diam) seperti genset, Kapal laut ( Marine
Engine) ataupun engine yang digunakan untuk menggerakkan pompa, semuanya

memiliki sistim pendingin engine yang berbeda dengan unit yang bergerak, yaitu
dengan heat exchanger sebagai pengganti radiator.

Water pump (1) menghasilkan aliran (flow) di dalam system pendingin. Water pump
menghisap coolant yang lebih dingin dari bagian bawah radiator (5) kemudian
mengalirkannya ke seluruh system. Pada sebagian besar high performance diesel
engine dilengkapi dengan sebuah engine oil cooler (2) dimana coolant akan
dialirkan melalui oil cooler dan kemudian ke cylinder block (3). Water temperatur
regulator atau thermostat (4) mengatur aliran coolant menuju radiator. Saat engine
dalam kondisi dingin, thermostat menutup aliran air menuju radiator (5) dimana
terpasang pressure cap (6) untuk mengatur tekanan di dalam system pendingin
dan coolant dari engine akan dialirkan menuju water pump melalui bypass tube lalu
kembali ke engine. Ini akan membantu agar engine dapat mencapai suhu kerja
dengan cepat.
Saat engine panas, thermostat akan mengalirkan air menuju radiator untuk
didinginkan sebelum memasuki engine. Thermostat tidak secara penuh membuka
atau menutup, tetapi berada dalam posisi keduanya untuk mempertahankan agar
suhu engine tetap konstan. Suhu engine yang tepat sangatlah penting. Engine
yang terlalu dingin tidak akan bekerja menghasilkan suhu yang cukup tinggi untuk
mendapatkan pembakaran yang effisien dan akan menyebabkan munculnya
endapan pada sistem pelumasan engine. Engine yang terlalu panas akan
menyebabkan engine panas (overheat) dan menyebabkan kerusakan yang serius
pada engine. Hose (7) digunakan sebagai saluran penghubung yang fleksibel dari
radiator dengan engine.