Anda di halaman 1dari 18

Siti Mukharomah

TK Dharmawanita Reno Kenongo // SDN Reno Kenongo I (Pernah Mengikuti Pramuka dan
PMR) SMPN 2 Jabon (Mengikuti Taekwondo dan Volly) // SMAN 1 Porong (Paskibraka) //
Universitas Negeri Jember FKIP Pendidikan Ekonomi (Organisasi yang diikuti yaitu
Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi LIBRA, KOPMA Pendidi kan Ekonomi dan
JURNAL Pendidikan Ekonomi)

Beranda
Rabu, 01 Juli 2015

Soal dan Jawaban Belajar dan Pembelajaran


1. Mengapa pembelajaran di Indonesia masih diwarnai oleh teori behaviorisme?
Jawab :
Sebelum
kita
mengetahui
mengapa
Indonesia
masih
menggunakan teiri tersebut, kta harus mengetahui apa teori
behaviorisme tersebut. Pembelajaran dengan memberi stimulus kepada
siswa agar menimbulkan respon yang tepat seperti yang kita inginkan.
Hubungan stimulus dan respons ini bila diulang kan menjadi sebuah
kebiasaan.selanjutnya, bila siswa menemukan kesulitan atau msalah,
guru menyuruhnya untuk mencoba dan mencoba lagi (trial and error)
sehingga akhirnya diperoleh hasil. Karena mereka memiliki asumsi
bahwa manusia dipandang sebagai organisme yang pasif. Prilaku
manusia dikuasai oleh stimulus yang ada di lingkungannya. Oleh
karena itu perilaku manusia dapat dikontrol / dikendalikan melalui
pemanipulasian lingkungan. Teori ini memiliki ciri ciri sebagai berikut
:
1. Mementingkan pengaruh lingkungan
2. Mementingkan bagian-bagian
3. Mementingkan peranan reaksi
4. Mementingkan mekanisme terbentuknya hasil belajar
5. Mementingkan sebab-sebab pada waktu yang lalu
6. Mementingkan pembentukan kebiasaan
7. Dalam pemecahan masalah ciri khasnya adalah trial and error
Setelah kita mengetahui apa pengertian dan penjelasan tdari teori
tersebut, maka kita bisa melihat kenapa indonesia masih diwarnai oleh
teori behaviorisme tersebut. Maka pengaruh berbagai macam teori
pendidikan dalam penentuan kebijakan tentu saja tidak dapat dibantah
lagi, termasuk pengaruh teori behaviorisme dalam penentuan kebijakan

pendidikan di Indonesia. Proses belajar Behavioristik mengutamakan


tentang bagaimana memberikan stimulus yang tepat dan pembentukan
kebiasaan melalui proses latihan dan pengulangan untuk menghasilkan
respon yang diiharapkan. Proses pencarian stimulus yang tepat ini
tertuang secara jelas dalam sebuah kebijakan yang dinamakan
kurikulum. Kurikulum yang di artikan sebagai program pendidikan
yang disediakan sekolah atau lembaga pendidikan bagi siswa.
Berdasarkan program tersebut siswa melakukan berbagai macam
kegiatan belajar sehingga mendorong perkembangan dan pertumbuhan
sesuai tujuan pendidikan yang diharapkan. Kurikulum penganut
behavioris mengutamakan proses pembentukan kebiasaan melalui
proses latihan dan pengulangan. Kurikulum ini sangat cocok diterapkan
untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran
orang dewasa, suka mengulangi, suka meniru dan senang dengan
bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian. Pada
hakekatnya teori behavioristik ini masih sangat kental terasa dalam
setiap kebijakan pendidikan, terutama di Indonesia. Hampir semua
kebijakan pendidikan yang ada selalu menekankan pada pembentukan
perilaku dan pemberian stimulus yang cocok untuk mencapai perilaku
yang diinginkan
Jadi, Dalam penentuan kebijakan pendidikan di indonesia paham
behavioris ini masih mendominasi terutama pada kebijakan-kebijakan
yang bersifat hakekat dan prinsip misalnya adanya tujuan nasional
pendidikan. Sedangkan kebijakan penetapan program kurikulum,
penyiapan tenaga guru yang kualifikatif, serta sistem penilaian yang
baik merupakan sebuah usaha untuk memberikan stimulus yang
terbaik untuk menghasilkan respon yang diharapkan.
2. mengapa taksonomi bloom yang disusun berdasarkan teori behaviorisme
tetap dikembangkan diera pembelajaran berbasis konstruksionisme saat
ini?
Jawab :
Kontruktivisme merupakan salah satu teori belajar yang
berusaha memahami belajar sebagai suatu proses untuk membangun atau
merekonstruksi pengetahuan yang ditransformasikan oleh guru dengan
pengalaman yang sudah ada sebelumnya, sehingga timbullah pengetahuan
yang lebih kompleks. Kontruktivisme menekankan pembelajaran pada proses,
sebab dalam pembelajaran bukan hanya nilai saja yang menjadi tujuan akhir
dari suatu pembelajaran, namun di dalam pembelajaran ada proses yang tidak
bisa dipisahkan. Nilai yang menjadi sasaran, namun nilai tersebut tidak akan
diperoleh apabila suatu proses pembelajarannya nihil, artinya tidak ada proses

pembelajaran yang dilalui, maka nilai tidak akan muncul dengan sendirinya.
Jadi, proses belajar menentukan hasil akhir. Semua siswa pasti memiliki
pemahaman tersendiri terhadap fenomena kehidupan yang ia laluinya,
sehingga dalam merekonstruksi pengetahuan dengan pengalaman, maka
hasilnya pun berbeda-beda. Dalam teori konstruktivisme, siswa dianggap aktif,
sehingga guru tidak perlu lagi memberikan rangsangan kepada siswanya
untuk melakukan pembelajaran, namun guru dapat memberikan contoh kasus
dalam suatu kelas, lalu siswa diberi kesempatan untuk melakukan diskusi,
sehingga di dalam kelas tersebut akan muncul perdebatan-perdebatan, karena
pemikiran masing-masing anak berbeda, sesuai dengan pengetahuannya
masing-masing. Guru mengarahkan dari permasalahan yang kecil hingga yang
besar sekalipun, namun siswa tetap akan terkontrol, sebab tugas guru
mendidik siswa untuk memperoleh pandangan dari yang kecil, hingga yang
kompleks. Pemikiran-pemikiran siswa dalam suatu kelas menjadi dinamis,
sebab realita dalam kehidupan berbeda-beda sesuai waktunya, juga mereka
memiliki pengalaman tersendiri tentang sesuatu hal, sehingga pemikirannya
berbeda-beda. Setiap siswa memiliki skema tersendiri tentang apa yang
menjadi pengalamannya, sehingga guru hanya mentransferkan ilmu atau
pengetahuan yang bersifat umum aja, selebihnya siswa yang harus aktif
mencari pengetahuan yang sifatnya khusus, tentunya dengan pengalaman
dalam kehidupannya. Pembentukan pengetahuan merupakan proses kognitif
dimana terjadi proses asimilasi dan akomodasi untuk mencapai suatu
keseimbangan sehingga terbentuk suatu skema yang baru. Proses asimilasi
yang terjadi dalam kelas tentang pengetahuan merupakan pengetahuanpengetahuan siswa yang berbeda yang diperdebatkan atau didiskusikan
dalam kelas, nantinya akan muncul pemahaman baru, tidak menerapkan
pemahaman salah satu dari pengalaman salah satu siswa, melainkan dari
pengalaman siswa yang dibicarakan atau didiskusikan akan tercipta
pengalaman yang baru, sehingga apabila diintegrasikan dengan pengetahuan,
maka hasil pembelajaran baru akan tercipta. Demikian pula dengan
akomodasi, apabila dalam suatu kelas terdapat perbedaan pandangan, itu
memang sudah pasti, mengingat pengalaman siswa yang berbeda, serta
siswa bersifat unik, maka peran guru untuk menyatukan pandangan berbeda
tersebut, adalah menengahi antara perbedaan-perbedaan yang ada, sehingga
antara siswa tidak merasa dirinyalah yang benar, sedangkan yang lainnya
salah.
Teori taksonomi Bloom yang disusun berdasarkan teori behaviorisme tetap
dikembangkan di era pembelajaran berbasis kontruktivisme saat ini karena
dalam teori kontruktivisme, pembentukan pengetahuan merupakan proses
kognitif dimana terjadi proses asimilasi dan akomodasi untuk mencapai suatu
keseimbangan sehingga terbentuk suatu skema yang baru, sedangkan pada
teori taksonomi Bloom, terdapat tiga pilar yang menjadi titik fokus dalam

pandangannya, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Aspek kognitif


diperlukan dalam teori behaviorisme, juga merupakan aspek yang ada dalam
teori kontruktivisme. Yang menjadi sorotan utama yaitu pengetahuan dalam
aspek kognitif teori Taksonomi Bloom. Pengetahuan dalam Taksonomi Bloom
menjadi salah satu syarat dari aspek kognitif, sedangkan bagi teori
konstruktivisme, pengetahuan merupakan unsur yang diintegrasikan dengan
pengetahuan. Jadi, alasan mengapa pada pembelajaran dengan
menggunakan teori konstruktivisme saat ini masih menggunakan teori
Taksonomi Bloom yang berpatokan pada teori Behaviorisme, yaitu karena
sama menggunakan aspek kognitif yang menerapkan pengetahuan dalam
proses pembelajaran.

3. guru memiliki peranan dalam acara pembelajaran, jeaskan !


Jawab :
Peran guru dalam acara pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Membuat desain pembelajaran secara tertulis, lengkap, dan
menyeluruh.
b. Meningkatkan diri untuk menjadi seorang guru yang berkepribadian
utuh.
c. Bertindak sebagai guru yang mendidik.
d. Meningkatkan profesionalitas keguruan.
e.
Melakukan pembelajaran sesuai dengan berbagai model
pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi siswa, bahan belajar,
dan kondisi sekolah setempat dalam rangka peningkatan mutu
belajar.
f. Dalam berhadapan dengan siswa, guru berperan sebagai fasilitas
belajar, pembimbing belajar, dan pemberi balikan belajar. Dengan
adanya peran-peran tersebut, maka sebagai pembelajar guru adalah
pembelajar sepanjang hayat (Winkel, 1991; Monks, Knoers, Siti
Rahayu, 1989; Biggs & Telfer, 1987).
peran dan tugas guru dalam acara proses pembelajaran, yaitu :
1) sebagai konservator (pemelihara) yaitu guru bertugas memelihara
sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. Bukan
hanya mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didik,
namun guru juga berperan untuk mendidik peserta didik pada halhal yang baik, yang sesuai dengan norma, apa yang dianggap baik
oleh masyarakat. Dalam sistem pembelajaran, guru merupakan figure
bagi peserta didik dalam memelihara sistem nilai. Tentunya, menjadi
figure, bukanlah hal yang mudah, karena guru harus mampu
memberi contoh yang baik, karena peserta didik akan meniru segala
tingkah lakunya, seperti adab berpakaian (rapi dan tida senonoh),

cara berbicara (harus tegas, lembut, sopan dan santun), serta cara
jalan yang tidak melenggak-lenggok, namun harus dengan penuh
kewibawaan. Dengan perannya sebagai konservator, guru sekaligus
menjadi innovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dikaji dalam sistem pembelajaran itu. Jadi, guru
bertugas bukan hanya memelihara sistem nilai tetapi juga
mengembangkannya kepada tataran yang lebiih luas dan lebih maju.
Guru harus mampu meningkatkan hasrat belajar para peserta didik,
sehingga dalam pembelajaran, peserta didik tidak merasa terpaksa
dalam belajar, melainkan karena senang yang menjadi hobi serta
kebutuhan yang harus dipenuhi;
2) sebagai transmitor (penerus) sistem nilai-nilai yaitu guru selayaknya
meneruskan sistem nilai-nilai tersebut kepada peserta didik. Karena
guru seharusnya mewariskan sistem nilai-nilai tersebut kepada
generasi selanjutnya yang akan melanjutkan sistem nilai yang telah
ada. Apa yang dianggap baik, perlu diterapkan, agar peserta didik
dalam melakukan segala hal berlandaskan pada kebenaran yang
dianut oleh masyarakat. Guru harus meneruskan sistem nilai, karena
kesinambungan sistem nilai itu merupakan bagian dari pelaksanaan
sistem pendidikan. Sistem pendidikan nasional (sisdiknas)
menyangkut sistem nilai yang relevan dengan kehidupan di
masyarakat, yang harus ditransferkan oleh guru terhadap peserta
didik;
3) sebagai transformator (penerjemah) sistem nilai-nilai seperti yang
sudah disebutkan, bahwa dalam sisdiknas, penyaluran sistem nilai
merupakan saatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia
pendidikan. untuk itu, peran guru sebagai penerjemah
(transformator) bertugas menerjemahkan sistem-sistem nilai tersebut
melalui penjelmaan dalam pribadi dan perilakunya. Lewat proses
interaksinya dengan peserta didik diharapkan pula sistem-sistem
nilai tersebut menjelma dalam pribadi peserta didiknya. Memberi
contoh yang baik, misalnya dalam berbicara untuk menyampaikan
materi di depan kelas, harus dengan kata-kata yang baik, misalnya
tidak menyindir perbedaan ras, agama, suku dan antar etnis, karena
memang dalam masyarakat tumbuh berbagai perbedaan, hal itu
memang wujud cerminan dari hakikat manusia yang memiliki sifat
unik, dengan begitu dengan tidak menyindir tentang SARA, peserta
didik akan merasa sama, tidak ada perbedaan perlakuan, walaupun
mereka memiliki latar belakang yang berbeda;
4) sebagai perencana (planner) seperti guru berperan mempersiapkan

apa yang akan dilakukan di dalam proses pembelajaran. Dalam hal


ini, guru akan menuliskan silabus pembelajaran ataupun RPP
(Rencana Pelaksana pembelajaran), yang memuat tentang langkahlangkah yang akan ditempuh agar pembelajaran di kelas berlangsung
secara efektif. Rencana pembelajaran yang dibuat merupakan wujud
pembenahan tentang rencana pembelajaran yang dilakukan pada
tahun-tahun sebelumnya, agar pendidikan lebih maju dengan segala
perubahan tentang rencana pembelajaran. Guru akan memilih
alternatif yang lain, apabila rencana pembelajaran yang dibuat tidak
berhasil untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, peserta
didik sering tidak faham apabila menggunakan cara penyelesaian A,
maka guru akanmengganti pada rencana pembelajaran setelahnya
dengan cara pembelajaran B, begitu seterusnya hingga peserta didik
dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru,
rencana pembelajaran tersebut, untuk saat ini lebih dikenal dengan
sebutan Satuan Acara Pembelajaran (SAP);
5) sebagai manajer proses pembelajaran guru bertugas mengelola
proses operasional pembelajaran, mulai dari mempersiapkan,
mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses
pembelajaran. Karena semua proses pembelajaran berpatokan pada
guru, guru yang profesional akan menjadi manajer yang baik dalam
pembelajaran. Guru akan merasa memiliki suatu kelas tersebut,
apabiloa memang jadwal mengajarnya. Untuk itu, keberhasilan
pembelajaran,
ditentukan
oleh
bagaimana
guru
tersebut
mengkondisikan suatu kelas dengan kemampuannya sehingga
pembelajaran berjalan dengan lancar dan hasil yang dicapai akan
memenuhi standar pembelajaran yang sudah ditentukan;
6) sebagai pemandu (director) guru bertugas menunjukkan arah dari
tujuan pembelajaran kepada peserta didik, baik yang dirancang oleh
guru maupun yang dirancang bersama peserta didik. Biasanya pada
awal pertemuan semester, guru akan memaparkan Standar
Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) kepada peserta didik,
agar peserta didik mengetahui materi-materi yang akan ditempuh
selama semester tersebut, sehingga peserta didik akan siap dari awal
dalam menghadapi materi-materi yang akan ditempuh. Guru akan
memandu tentang bagaimana caranya untuk mencari materi serta
proyeh pada setiap bab untuk mendukung kelancaran pembelajaran;
7)
sebagai
organisator
(penyelenggara)
guru
bertugas
mengorganisasikan seluruh kegiatan pembelajaran. Guru bertugas
menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan dan

mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana.


Guru akan menjadi penengah dalam setiap diskusi, tidak memihak
pada salah satu peserta didik. Sebagai organisator, guru akan
menyelenggarakan semaksimal mungkin pembelajaran yang
mengasyikkan bagi peserta didik sehingga peserta didik selalu
terpuaskan dengan proses atupun hasil pembelajaran yang
dicapainya. Guru bertindak sebagai narasumber, konsultan, pemipin
yang bijaksana dalam arti demokrasi;
8)

sebagai komunikator guru bertugas mengomunikasikan murid


dengan berbagai sumber belajar. Pada setiap awal semester, guru
akan memberitahukan kepada para peserta didik tentang informasi
buku atau sumber bacaan yang menjadi pegangan guru, yang
nantinya siswa diharuskan memfotokopi, membeli atau meminjam di
perpustakaan. Hal ini dimaksudkan agar tercipta transparansi guru

terhadap peserta didik tentang pembelajaran yang akan ditempuh.


Selain memberikan informasi tentang sumber bacaan, guru juga akan
memberikan kebebasan terhadap peserta didik untuk memilih
tempat belajar, baik di kelas, di taman sekolah, atupun melakukan
studi banding agar pembelajaran berlangsung secara kondusif,
mengingat tempat merupakan penentu suksesnya suatu pekerjaan;
9)

sebagai fasilitator guru bertugas menyediakan kemudahankemudahan belajar bagi siswa, seperti memberikan informasi tentang
cara belajar yang efektif, menyediakan buku sumber yang cocok,
memberikan pengarahan dalam pemecahan masalah dan
pengembangan diri peserta didik. Guru menjadi fasilitator, tidak
selamanya guru hanya bertugas memberi pengetahuan, namun

disamping itu guru menyediakan fasilitas terhadap peserta didik


apabila menemui kesulitan belajar, misalnya memberikan
pengarahan, menjadi pendamping dalam diskusi, menjadi
pembimbing konseling dan menjawab segala pertanyaan dari peserta
didik demi menjawab rasa penasaran dari peserta didik;
10) sebagai motivator guru bertugas memberikan dorongan belajar
sehingga muncul hasrat yang tinggi untuk belajar secara intrinsik.
Misalnya dalam pembelajaran, siswanya kurang aktif, maka untuk
mengaktifkan siswa dalam pembelajaran, guru akan memberikan
hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari guru,
atau mengajukan pertanyaan. Dengan begitu, peserta didik akan
terangsang untuk berusaha menjawab pertanyaan guru dengan baik,
atau mengajukan pertanyaan baru apabila kelas dalam keadaan
vacum; dan

11)

sebagai penilai (evaluator) guru bertugas mengidentifikasi,


mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan data yang benar, dan
memberikan pertimbangan atas tingkat keberhasilan pembelajaran
tersebut berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai
program, proses, maupun hasilnya. Penilaian yang dilakukan bukan

secara subjektif, namun secara objektif. Misalnya, guru menyukai


salah satu peserta didik karena sang peserta didik akrab dengan guru
tersebut, pada saat ulangan, peserta didik tersebut tidak mampu
menjawab pertanyaan dengan baik, namun karena guru sangat dekat
dengan peserta didik tersebut, maka sang guru memberikan nilai
yang tinggi, padahal peserta didiknya tidak bisa mengerjkan ulangan.
Hal itu harus dihindari, karena proses belajar peserta didik
memerlukan waktu yang panjang dengan usaha yang besar pula,
apabila guru memberikan nilai kepada peserta didik dengan cumaCuma, dalam artian sesuai hati guru, maka akan terjadi ketidakadilan
diantara peserta didik mengenai nilai.

4. Mengapa prinsip prinsip belajar berimplikasi pada siswa dan guru ?


Jawab :
Dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru harus
menggunakan teori-teori dan prinsip-prinsip belajar tertentu agar dapat
membimbing aktifitas guru dalam merencanakan dan melaksanakan
kegiatan belajar mengajar. Prinsip-prinsip belajar dapat digunakan
untuk mengungkapkan batas-batas kemungkinan dalam pembelajaran
sehingga guru dapat melakukan tindakan yang tepat. Selain itu dengan
teori dan prinsip-prinsip belajar guru juga dapat memiliki dan
mengembangkan sikap yang diperlukan untuk menunjang peningkatan
belajar siswa. Prinsip-prinsip belajar yang relatif berlaku umum
berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan
langsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan dan
penguatan, serta perbedaan individual. Jadi bisa dikatakan bahwa siswa
sebagai pelaku utama dalam kegiatan pembelajaran dengan alasan
apapun tidak dapat mengabaikan begitu saja adanya prinsip-prinsip
belajar. Para siswa akan berhasil dalam pembelajaran, jika mereka
menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. Dan
implikasi terhadap guru karena guru pun sebagai orang kedua dalam
kegiatan pembelajaran terimplikasi oleh adanya prinsip-prinsip belajar.

Implikasi prinsip belajar bagi guru tertampak pada rencana


pembelajaran maupun pelaksanaan kegiatan pembelajarannya
sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran. itulah
Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa Prinsip-prinsip
belajar berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan,
keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan
dan penguatan, serta perbedaan indivudual. Prinsip-prinsip belajar
berimplikasi pada guru dan siswa, karena guru dan siswa merupakan
subjek dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu
proses untuk menambah pengetahuan yang ditransferkan oleh guru
kepada siswa, dengan begitu yang menjadi sasaran dari pembelajaran
ialah siswa, sedangkan yang menjadi pemberi atau pentransfer ilmu
adalah guru. Guru dan siswa merupakan penggerak dari adanya
pembelajaran. Bagi guru, prinsip pembelajaran merupakan hal
terpenting yang wajib diketahui oleh guru, sehingga guru dapat
memahami secara mendalam dalam membuat acuan yang tepat dalam
pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran yang dilakukan akan jauh
lebih efektif serta bisa mencapai target tujuan yang ingin dicapai. Selain
itu, berguna untuk memilih tindakan yang tepat dalam mengatasi
berbagai permasalahan dalam pembelajaran. Dalam melaksanakan
pembelajaran, guru akan melakukan tindakan yang sesuai dengan
prinsip pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat
diterima oleh siswa serta tidak melanggar prinsip-prinsip yang memang
sudah ditetapkan. Sedangkan untuk siswa, prinsip belajar dapat
mengembangkan sikap yang diperlukan untuk menunjang peningkatan
belajar siswa. Sikap yang seharusnya dijalankan oleh siswa dalam
pembelajaran serta menyandang status sebagai siswa, dengan tujuan
utama belajar untuk mencapai target yang telah ditentukan. Siswa akan
lebih mudah untuk memahami berbagai materi yang disampaikan oleh
guru, karena dengan prinsip belajar, akan mengubah pemahaman
siswa, dari yang awalnya sukar dimengerti, menjadi lebih mudah untuk
dimengerti. Segala aspek pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh
siswa.
5. apa perbedan sumber belajar dan bahan ajar ?

Jawab :
Dalam kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran Sering dijumpai
istilah bahan ajar ataupun sumber belajar, sepintas kedua istilah tersebut
sering di anggap memiliki pengertian yang sama. Terdapat dua istilah yang
sering digunakan untuk maksud yang sama namun sebenarnya memiliki
pengertian yang sedikit berbeda,. Untuk itu, maka berikut ini akan dijelaskan

terlebih dahulu tentang pengertian sumber belajar dan bahan ajar. Istilah
sumber belajar (learning resource), umumnya yang diketahui hanya
perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa
apa yang mereka gunakan, dan benda tertentu adalah termasuk sumber
belajar. Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan
disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam
belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah
dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombkombinasi
dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru. Sumber
belajar memiliki beberapa jenis yaitu lingkungan atau tempat, benda, orang,
bahan, dan buku. Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas, dapat
disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan
ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang
dimaksud bisa berupa Bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.Bahan ajar
atau teaching-material, terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan
material atau bahan. Dalam pengerian lain bahan ajar merupakan seperangkat
materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara
sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai
siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa
dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis
sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara
utuh dan terpadu. Beberapa macam Bahan ajar yaitu :
1. Media tulis,
2. Audio visual, elektronik, dan
3. Interaktif terintegrasi yang kemudian disebut sebagai medienverbund
(bahasa jerman yang berarti media terintegrasi) atau mediamix.
6. jelaskan metode metode yang dapat mengaktifkan siswa ?
Jawab :
Banyak metode yang dapar mengaktifkan siswa salah satunya adalah
1. Metode ceramah, Ceramah merupakan metode belajar tradisional di

mana bahan disajikan oleh guru secara monolog, sehingga


pembicaraan lebih bersifat satu arah. Peran guru lebih banyak dalam
hal keaktifannya untuk memberikan materi pelajaran, sementara
siswa mendengarkan dengan teliti serta mencatat yang pokok-pokok
dari pernyataan yang dikemukakan oleh guru.
2. Metode Tanya jawab, ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran
melalui bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh siswa. Metode
Tanya jawab ini diberikan untuk membantu agar murid dapat
memberikan tanggapan terhadap pertanyaan guru. Selama pelajaran
berlangsung guru harus mengusahakan agar siswa menerima

informasi yang sesuai dengan ruang lingkup permasalahan yang


didiskusikan.
3. Metode diskusi merupakan cara lain dalam belajar-mengajar dimana

guru dan murid,bahkan antarmurid terlibat dalam suatu proses


interaksi secara aktif dan timbal balik dari dua arah. Metode ini
merupakan interaksi antar murid atau murid dengan guru untuk
menganalisa, memecahkan masalah, menggali atau memperdebatkan
topik atau permasalahan tertentu.
4. Metode kerja kelompok merupakan salah satu metode mengajar , di

mana murid di dalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau


dibagi menjadi beberapa kelompok.
5. Metode pemberian tugas merupakan metode penyajian bahan di
mana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan
kegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan
pelajaran terlalu banyak , sementara waktu sedikit. Tugas yang
dimaksud di sini tidak sama dengan pekerjaan rumah (PR), tetapi
jauh lebih luas.
6. Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan
memperagakan dan mempertunjukkan kepada murid tentang suatu
proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya
sekedar tiruan. Metode demomstrasi dapat menyajikan bahan
pelajaran lebih konkret walaupun dalam prosesnya murid cenderung
hanya sekedar memperhatikan. Dalam strategi pembelajaran,
demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasialan
strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.
7. Metode eksperimen merupakan metode pemebrian kesempatan
kepada siswa perseorangan dan kelompok, untuk dilatih melakukan
suatu proses atau percobaan. Metode ini dapat dilakukan kepada
murid setelah guru memberikan arahan , aba-aba atau petunjuk.
8. Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura pura atau

berbuat seakan akan. Sebagai metode mengajar, simulasi dapat


diartikan sebagai cara penyajian pengalaman belajar dengan
menggunakan situasi tiruan untuk memahami suatu konsep, prinsip,
atau keterampilan tertentu. Metode ini menampilkan symbol-simbol
atau peralatan yang menggantikan proses kejadian atau benda yang
sebenarnya.
9. Metode penemuan merupakan metode pembelajaran di mana guru

menyajikan bahan pelajaran yang tidak dalam bentuknya yang final.


Muridlah yang diberikan kesempatan untuk mencari dan
menemukannnya sendiri dengan menggunakan teknik pendekatan

pemecahan masalah. Secara garis besar prosedurnya yaitu stimulasiperumusan masalah-pengumpulan data-analisis data-verifikasigeneralisasi. Pada penerapan metode ini terjadi proses mental di
mana murid mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip.
Yang dimaksud dengan proses mental adalah mengamati, mencerna,
mengerti,
menggolongkan,
membuat
mengukur, membuat kesimpulan.

dugaan,

menjelaskan,

10. Metode pengajaran unit merupakan metode pembelajaran di

mana murid diberi kesempatan belajar secara aktif dan guru dapat
mengenal dan menguasai cara belajar secara unit.
Dari beberapa metode di atas, kita dapat membuat siswa aktif dalam
pembelajar. Semua metode memiliki kekurangan dan kelebiha tersendiri.
Maka untuk mengefektifkan hal tersebut kita bisa menggabungkan antara 2
atau 3 metode sekaligus dalam pengajaran yang dilakukan. Dengan hal
tersebut kita dapat atau lebih bisa mengaktifkan para siswa.
7. Apa yang kamu ketahui tentang kurikulum 2013 dan mengapa kurikulum selalu
berubah? Jelaskan menurut pendapat anda !
Jawab :
Kurikulum 2013 merupakan
menekankan pada aspek afektif

sebuah pembelajaran yang


atau perubahan perilakku

danKompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang


antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara
pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. Kurikulum 2013
untuk SD, bersifat tematik integratif dantingkat SMP & SMA
(Kompetensi dikembangkan melalui: Mata pelajaran); sedangkan
tingkat SMK (Kompetensi dikembangkan melalui: vokasional). Semua
mata pelajaran menggunakan diajarkan dengan pendekatan yang sama
yaitu menggunakan pendekatain saintifik, yang menggunakan 5 M :
Mengamati,Menanya, Mengumpulkan Informasi, Menalar dan
Mengkomunikasikan.
Hal yang abadi dan akan tetap berlangsung di dunia
adalah perubahan. Perubahan terjadi karena perkembangan peradaban
manusianya itu sendiri. Begitu pula perkembangan kurikulum pendidikan di
Indonesia yang selalu berkembang dan terus dikembangkan dari masa ke
masa. Mari kita lihat lembaran-lembaran perkembangan dan perubahan
kurikulum pendidi Indonesia Kurikulum merupakan alat yang sangat penting
bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat
akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan.
Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan
perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk

menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna


mencapai hasil yang maksimal.
Perubahan kurikulum didasari pada kesadaran bahwa perkembangan
dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global,
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya .
Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem
pendidikan nasional, termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan
masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan.
Perubahan kurikulum yang terjadi di indonesia dewasa ini salah satu
diantaranya adalah karena ilmu pengetahuan itu sendiri selalu tidak tetap.
Selain itu, perubahan tersebut juga dinilainya dipengaruhi oleh kebutuhan
manusia yang selalu berubah juga pengaruh dari luar, dimana secara
menyeluruh kurikulum itu tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh
ekonomi, politik, dan kebudayaan. Sehingga dengan adanya perubahan
kurikulum itu, pada gilirannya berdampak pada kemajuan bangsa dan negara.
Kurikulum pendidikan harus berubah tapi diiringi juga dengan perubahan dari
seluruh masyarakat pendidikan di Indonesia yang harus mengikuti perubahan
tersebut, karena kurikulum itu bersifat dinamis bukan stasis, kalau kurikulum
bersifat statis maka itulah yang merupakan kurikulum yang tidak baik
Maka kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan tuntutan zaman.
Karena zaman berubah, maka kurikulum harus lebih berbasis pada penguatan
penalaran, bukan lagi hafalan semata.
Perubahan ini diputuskan dengan merujuk hasil survei internasional tentang
kemampuan siswa Indonesia.

8. Menurut anda apa keuntungan yang diperoleh jika mempunyai soft skill ?
Jawab :
Soft skill merupakan tingkah laku personal dan interpersonal
yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui
pelatihan, pengembangan kerja sama tim, inisiatif, pengambilan keputusan
lainnya. Keterampilan lunak ini merupakan modal dasar peserta didik untuk
berkembang secara maksimal sesuai pribadi masing-masing. Keuntungan
yang diperoleh apabila seseorang memiliki soft skill yaitu :
1) dapat berpartisipasi dalam tim
dalam suatu tim atau organisasi apabila mengadakan pertemuan
atau rapat, maka akan menyumbangkan fikirannya walaupun
keputusan akhirnya tidak menggunakan ide yang diberikannya

tersebut, namun setidaknya ada sumbangsih terhadap tim tersebut;


2) dapat mengajarkan orang lain
seseorang yang memiliki soft skill akan dapat dengan mudah
untuk berbicara di depan umum, dengan begitu apabila dalam kelas
terdapat teman yang kurang faham tentang penjelasan dari teman
yang lain, maka ia akan menjelaskan terhadap temannya, dengan
mudah temannya akan lebih cepat memahaminya;
3) memberikan layanan
seseorang yang memiliki soft skill akan lebih mudah melayani
seseorang yang bertanya kepadanya, misalnya seseorang tersebut
ditunjuk sebagai promotion, maka dengan senangnya ia akan
melayani segala macam pertanyaan dari pelanggan, karena berbicara
di depan umum menjadi hobi yang harus diterapkan sehari-harinya;
4) memimpin sebuah tim
pemimpin dalam suatu organisasi ialah yang dipilih adalah yang
cakap berbicara, oleh karena itu, apabila seseorang sudah memiliki
soft skill, maka kemungkinan besar ia akan terpilih menjadi
pemimpin, karena kelihaiannya berbicara. Sosok pemimpin yang
pandai berbicara atau jiwa sosialnya tinggi yang menjadi pilihan
semua anggota;
5) bernegosiasi
seseorang yang memiliki soft skill apabila akan melakukan
transaksi atau perjanjian, maka ia terlebih dahulu akan melakukan
negosiasi agar dirinya dan kelompoknya tidak mengalami kerugian
yang banyak, serta mendatangkan keuntungan yang berlimpah;
6) menyatukan sebuah tim di tengah-tengah perbedaan budaya
dengan kecakapan berbicara, seseorang yang memiliki soft skill
akan menengahkan segala persoalan yang terbelit dalam masyarakat,
misalnya perbedaan budaya, ia mampu menjelaskan pentingnya
perbedaan budaya, dengan keanekaragaman budaya menunjukkan
kekayaan suatu negara. Dengan begitu, para masyarakat akan lebih
faham tentang perbedaan tersebut serta mau menerimanya;
7) motivasi
motivator terkenal bukan karena faktor keturunan, namun
karena kepandaian berbicara, sehingga dapt menimbulkan motivasi
terhadap orang lain untuk lebih baik;
8) mengambilan keputusan menggunakan keterampilan
dengan soft skill yang dimiliki, seseorang dapat dengan mudah
mengambil keputusan, sebab ia telah mengetahui mana yang lebih
baik.

Misalnya

karyawan

foto

kopi,

apabila

ada

yang

mau

memfotokopi, tapi file nya ada di flash disk, akan difotokopi dalam
lembaran yang berwarna (memakai printer) dan lembaran hitam
putih, (menggunakan mesin fotokopi). Ia telah mengatahui mana
yang akan bekerja cepat dan mesin yang bekerja lambat. Untuk itu ia
mengambil keputusan berdasarkan keterampilan yang dimilikinya,
yaitu mencetak yang berwarna terlebih dahulu, lalu yang hitam
putih, karena untuk mencetak yang hitam putih relatif lebih cepat
dibanding yang berwarna-warni;
9) berhubungan dengan orang lain
orang yang memiliki keterampilan berbicara, maka ia akan
berfikir dua kali apabila akan berbicara dengan orang lain agar tidak
menyinggung orang yang diajak atau menjadi lawan bicaranya;
10) menjaga berarti percakapan (basa-basi)
untuk menjaga agar percakapan tidak vacum, maka seseorang
yang memiliki soft skill akan mengajak lawan berbicaranya
berbicara apa saja, walaupun hanya basa-basi, tidak terlalu penting
untuk dibicarakan, ada saja yang dijadikan topik untuk dibicarakan;
11) menjaga percakapan bermakna (diskusi / perdebatan)
apabila dalam suatu diskusi/perdebatan, seseorang yang memiliki
soft skill akan mudah menengahi perdebatan dengan sesuatu yang
lebih berguna, misalnya apabila anggota diskusi sudah berada pada
puncak penyelesaian diskusi, ia akan memanbahkan beberapa data
yang mendukung untuk penutupan diskusi;
12) menetralkan argumen dengan waktu, petunjuk dan sopan, bahasa
singkat
karena kepandaian menjaga ucapan, seseorang tersebut tidak
akan mudah tersulut emosi dalam beradu argumen, walaupun ia
benar, sedang lawannya salah, untuk meredam emosi, ia akan
berusaha menenangkan diri sendiri baru setelah itu menjelaskan
pelan-pelan kepada lawan bicara; dan
13) berpura-pura minat dan berbicara dengan cerdas tentang topik
apapun
karena dianggap lihai dalam berkata-kata, dalam keadaan capek
seperti apapun, apabila dilakukan diskusi lagi, ia akan menampakkan
keminatannya untuk melakukan diskusi lebih lanjut, demi untuk
menjaga kondisi dalam ruangan tersebut kondusif.
9. Bagaimana cara mengembangkan soft skill dalam pembelajaran ?
Jawab :
Softskill bisa didapatkan melalui pelatihan atau pengembangan

kepribadian yang dimulai dari diri sendiri. Karena soft skills ini tidak hanya
bermanfaat dalam lingkungan kerja, namun bermanfaat dalam menghadapi
kehidupan bermasyarakat. Tanyakan pada diri Anda sendiri, apa kemampuan
ini sudah ada dalam diri atau masih perlu dilatih lagi?. Berikut ini adalah
beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan soft skills :
1. Menjadi bagian dari suatu organisasi, untuk belajar menghargai orang lain
2. Minta pada salah seorang anggota keluarga untuk meneliti kepribadian
Anda dan menulis sisi baik dan buruk kepribadian Anda
3. Berusaha mengatur waktu dengan lebih baik
4. Berlatih menghadapi kritik
5. Berlatih cara memberi kritik dengan positif
6. Berusaha untuk hidup dengan lebih baik
Ada juga beberapa cara yang mudah untuk meningkatkan interpersonal skill,
karena bagaimanapun manusia pastinya akan berhubungan dengan manusia
lainnya, yaitu :
1. Tersenyum, untuk meningkatkan energi positif.
2. Menghargai orang lain
3. Belajar mendengarkan orang lain
4. Berkomunikasi dengan jelas
5. Penuhi diri dengan rasa humor
6. Jangan sering mengeluh
Soft skills ini menjadi salah satu kunci kesuksesan di lingkungan kerja
maupun masyarakat. Dengan kemampuan soft skills yang baik, tentunya akan
dapat mendatangkan kebaikan dan membuat seseorang dapat lebih menonjol
di lingkungan. Daripada katakanlah seseorang yang pandai secara
akademis,namun tidak mau menghargai orang lain. DI era globalisasi dan
teknologi seperti ini, tampaknya keramahan dan pengertian masih menjadi
faktor utama, yang menjadikan manusia tetap menjadi manusia yang
sesungguhnya.

10. Menurut anda apa saja permasalahan pendidikan di Indonesia dan


bagaiman solusinya ?
Jawab :
1. Masalah mendasar pendidikan di indonesia
Masalah pertama adalah bahwa pendidikan, khususnya di Indonesia,
menghasilkan
manusia
robot.
Kami
katakan
demikian
karena pendidikanyang diberikan ternyata berat sebelah, dengan kata lain
tidak seimbang.Pendidikan ternyata mengorbankan keutuhan, kurang

seimbang antara belajar yang berpikir (kognitif) dan perilaku belajar yang
merasa (afektif). Jadi unsur integrasi cenderung semakin hilang, yang terjadi
adalah disintegrasi. Padahal belajar tidak hanya berfikir. Sebab ketika orang
sedang belajar, maka orang yang sedang belajar tersebut melakukan berbagai
macam kegiatan, seperti mengamati, membandingkan, meragukan, menyukai,
semangat dan sebagainya.
Masalah kedua adalah sistempendidikanyang top-down (dari atas ke
bawah) atau kalau menggunakan istilah Paulo Freire (seorang tokoh pendidik
dari Amerika Latin) adalahpendidikangaya bank. Sistempendidikanini sangat
tidak membebaskan karena para peserta didik (murid) dianggap manusiamanusia yang tidak tahu apa-apa Jadi hubungannya adalah guru sebagai
subyek dan murid sebagai obyek. Model pendidikan ini tidak membebaskan
karena sangat menindas para murid.
Yang ketiga, dari modelpendidikanyang demikian maka manusia yang
dihasilkan pendidikan ini hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan
bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Manusia sebagai objek (yang
adalah wujud dari dehumanisasi) merupakan fenomena yang justru bertolak
belakang dengan visi humanisasi, menyebabkan manusia tercerabut dari akarakar budayanya (seperti di dunia Timur/Asia)

2. Kualitas pendidikan di Indonesia


a. Rendahnya sarana kualitas fisik
b. Rendahnya kualitas guru
c. Rendahnya kesejahteraan guru
d. Rendahnya prestasi siswa
e. Kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan
f. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan
g. Mahalnya biaya pendidikan
Untuk mengatasi masalah-masalah, seperti rendahnya kualitas sarana
fisik, rendahnya kualitas guru, dan lain-lain seperti yang telah dijelaskan diatas,
secara garis besar ada dua solusi yaitu:
a. Solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial
yang

berkaitan

dengan

sistem pendidikan.

Seperti

diketahui

sistempendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang


diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan
dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme),
yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung
jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaanpendidikan.
b. Solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang
berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk
menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. Solusi untuk

masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis


untuk meningkatkan kualitas sistempendidikan. Rendahnya kualitas
guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan,
juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai
pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi
siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan
kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan
sarana-saranapendidikan, dan sebagainya.
Maka dengan adanya solusi-solusi tersebut diharapkan pendidikan di
Indonesia dapat bangkit dari keterpurukannya, sehingga dapat menciptakan
generasi-generasi baru yang berSDM tinggi, berkepribadian pancasila dan
bermartabats.

Siti Mukharomah di 04.15


Berbagi

1 komentar:
achank bahrudin 24 Oktober 2016 10.42
terima kasih sangat membantu, silahkan kunjungi http://jendeladunia-mu.blogspot.co.id/
kumpulan makalah seputar dunia pendidikan
Balas

Anda mungkin juga menyukai