Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

UTARA DINAS KESEHATAN


UPTD PUSKESMAS BOROKO KEC. KAIDIPANG

SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS BOROKO


NOMOR : 188 / PKM-BO / BMU /

/ I / 2016

TENTANG
PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN OBAT DAN ATAU PEMBERIAN CAIRAN
INTRAVENA DI PUSKESMAS BOROKO
KEPALA PUSKESMAS BOROKO
Menimbang : a. bahwa salah satu jenis pelayanan kesehatan di
Puskesmas Boroko adalah penggunaan dan pemberian
obat dan atau pemberian cairan intravena;
b. bahwa dalam penggunaan dan pemberian obat dan atau pemberian
cairan intravena merupakan kegiatan yang beresiko terhadap
terjadinya infeksi sehingga harus mengikuti prosedur;
c. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point a dan b perlu
ditetapkan Keputusan Kepala Puskesmas Boroko;
Mengingat
2.

5.
6.
7.

: 1 . Un d a n g - Un d a n g No mo r 2 9 Ta h u n 2 0 0 4 te n t a n g
P r a k te k Kedokteran;
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik;
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan;
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438 / Menkes /Per/IX/2010
tentang Standar Pelayanan Kedokteran;
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2052/Menkes/Per/X/2011
tentang Izin Praktek dan Pelaksanaan Praktek Kedokteran;
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang
Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional;

8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang


Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;

MEMUTUSKAN .
Keputusan Kepala Puskesmas Tebas Tentang Penggunaan
dan Pemberian Obat dan atau Pemberian Cairan Intravena di
Puskesmas Boroko
KESATU
:
Pemberian obat atau cairan intravena adalah tindakan
memasukkan obat atau cairan langsung kedalam
pembuluh darah vena dalam jumlah dan waktu tertentu;
KEDUA
:
Pemberian cairan intravena dapat digunakan ketika
pasien syok,dehidrasi, tidak dapat menelan, tidak
sadar, atau obat perlu diberikan secara intravena;
KETIGA
:
Tujuan pemberian obat atau cairan intravena adalah:
a. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam
tubuh.
b. Memberikan atau menggantikan cairan tubuh yang tidak dapat
dipertahankan secara adekuat melalui oral.
KEEMPAT :
Pemberian obat atau cairan intravena harus mengikuti
prosedur yang ada sehingga dapat dihindari terjadinya
infeksi;
KELIMA
:
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan
dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan
dalam ketetapan ini akan diperbaiki sesuai ketentuan;
Menetapkan :

Ditetapkan di Boroko
pada tanggal 7 Januari 2016
Kepala Puskesmas Boroko

Juni Djenaan