Anda di halaman 1dari 28

Jurnal Teknik Elektro Vol. 7, No.

1, Maret 2007: 18 - 25
Analisis Unjuk Kerja Mekanis Konduktor ACCR Akibat
Perubahan Arus Saluran
Suprihadi Prasetyono
Jurusan Teknik Elektro-Program Studi Teknik-Universitas Jember
Alamat kantor: Jl. Slamet Riyadi 62 Jember 68111 Telp/Fak : 0331-484977
Alamat Rumah: Perumahan Pondok Gede Permai Blok D no. 40 jember
Telp. 085228123475, E-mail : Shabri_prasetyo@yahoo.com
ABSTRAK
Saluran transmisi udara umumnya menggunakan konduktor jenis ACSR (Aluminium
Conductor Alloy Reinforced) yang
memiliki batas temperatur kerja yang diijinkan sebesar 90oC. Mempertimbangkan
peningkatan kebutuhan daya listrik yang
semakin pesat akhir-akhir ini, maka usaha menambah kapasitas saluran transmisi
dilakukan dengan membangun saluran
transmisi baru, akan tetapi diperlukan biaya yang sangat tinggi. Dewasa ini telah
dikembangkan konduktor ACCR
(Aluminium Conductor Composite Reinforced). Keunggulan dari konduktor jenis ini
adalah tahan terhadap panas sampai
240oC, sehingga kemampuan hantar arusnya menjadi lebih tinggi dibandingkan
konduktor ACSR. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui karakteristik perubahan arus saluran terhadap unjuk kerja
mekanis konduktor ACCR yang meliputi
tegangan tarik, panjang pemuluran dan andongan, sehingga diharapkan dari hasil
penelitian ini akan berguna untuk
membangun struktur konstruksi saluran transmisi yang sesuai dengan sifat
konduktor ACCR. Hasil simulasi
memperlihatkan, bahwa dengan mempertahankan ROW dan tower yang ada,
penggunaan konduktor ACCR dapat

meningkatkan kapasitas penyaluran sistem transmisi sekitar 100 % dibanding


konduktor ACSR.
Kata kunci: unjuk kerja mekanis, saluran transmisi, ACSR dan ACCR.
ABSTRACT
Overhead transmission line generally use ACSR conductor type (Aluminium
Conductor Alloy Reinforced), it has makimum
temperature allowable is 90oC. To take into consideration of electric demand
increasing recently, then effort to expand of
transmission line capacity with develop new transmission, however need the high
cost. ACCR conductor (Aluminium
Conductor Composite Reinforced) has been developed recently. The superiority of
this conductor is resist to the heat until
240oC, hence current carrying capacity higher than ACSR conductor. This research
aimed to study load current leading to
mechanical performance characteristic ACCR conductor included tension, length of
elongation and sag of conductor, hence
expected from this research will be useful to develop construction structure of
transmission line appropriate to characteristic
of ACCR conductor. Based on this research it can be concluded that application of
ACCR conductor improves transmission
line capacities by 100 % on existing ROW and tower.
Keywords : Mechanical performance, Transmission line, ACSR and ACCR.
PENDAHULUAN umumnya dititik beratkan pada peningkatan konduktivitas listrik, kekuatan mekanis dan pertimbangan
Listrik merupakan bentuk energi yang sangat cocok biaya yang ekonomis. Akan
tetapi akhir-akhir ini,
dan nyaman bagi manusia modern. Tanpa listrik, ketika kebutuhan daya listrik
semakin meningkat,
infrastruktur masyarakat sekarang tidak akan keadaan lahan yang semakin terbatas
serta biaya

menyenangkan. Makin tinggi standar kehidupan investasi yang tinggi, maka


pemilihan konduktor
manusia akan semakin meningkat pula kebutuhan lebih ditujukan pada peningkatan
kemampuan hantar
energi listrik di seluruh dunia. Untuk mengimbangi arus yang semakin besar. Untuk
meningkatkan
meningkatnya kebutuhan energi listrik tersebut, usaha kemampuan hantar arus
tersebut, maka penghantar
atas perencanaan dan pengembangan sistem listrik yang digunakan harus dibuat
dari bahan dengan
yang ada harus terus diupayakan. Perencanaan dan karakteristik temperatur yang
tinggi (thermal
pengembangan penghantar sebagai salah satu resistance).
komponen utama sistem transmisi saluran udara pada
Kawat penghantar yang biasa digunakan (konvensional) untuk saluran transmisi udara adalah kawat
penghantar alumunium jenis ACSR (Aluminium
Catatan: Diskusi untuk makalah ini diterima sebelum tanggal 1
Juni 2007. Diskusi yang layak muat akan diterbitkan pada Jurnal Conductor Steel
Reinforced) yaitu kawat berlilit
Teknik Elektro volume 7, nomor 1, September 2007. dengan inti serat baja di tengah
yang dikelilingi oleh
lapisan lapisan serat aluminium [1]. Konduktor
18 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ELK

Analisis Unjuk Kerja Mekanis Konduktor ACCR Akibat Perubahan Arus Saluran
[Suprihadi Prasetyono]
jenis ini mempunyai sifat tahan panas yang terbatas udara ini terbentang dan
beroperasi pada kondisi yang
walaupun konduktivitas listriknya tinggi, karena bermacam-macam sehingga harus
dirancang sedemenggunakan bahan aluminium jenis EC grade mikian rupa sehingga saluran
transmisi ini harus
sehingga tidak dapat memberikan peningkatan mempunyai unjuk kerja yang baik
terhadap kekuatan
kemampuan hantar arus. Pada umumnya konduktor mekanis maupun elektris.
konvensional mempunyai batas temperatur yang
diijinkan tidak melebihi 75OC pada pembebanan Kriteria unjuk kerja mekanis
penghantar adalah
harian dan pada keadaan beban darurat boleh penghantar harus tahan terhadap
perubahan
meningkat sampai 90oC [2]. temperatur akibat arus yang dilewatkan dan harus
tahan terhadap segala gaya-gaya atau tekanan/tarikan
Dewasa ini telah dikembangkan penghantar ACCR yang ada padanya akibat
pembebanan mekanik
(Aluminium Conductor Composite Reinforced). maupun elektrik. Arus yang
diperbolehkan (allowable
Penghantar berlilit ini mempunyai inti serat paduan current) untuk saluran transmisi
udara dibatasi oleh
aluminium-matrik yang dikelilingi oleh serat kenaikan suhu yang disebabkan oleh
mengalirnya
aluminium dengan kandungan zirkonium. Alumi- arus dalam saluran tersebut.
Pemuluran (creep) dan
nium dengan kandungan zirkonium mempunyai sifat andongan (sag) yang terjadi
tidak boleh melebihi

konduktivitas dan ketahanan panas yang tinggi batas aman dari ruang dan jarak
bebas minimum
sedangkan paduan aluminium-matrik yang berada di (Clearence). Dengan
mengetahui pengaruh pemtengah akan menghasilkan kekuatan tarik yang tinggi bebanan arus saluran
terhadap unjuk kerja mekanis
tetapi berat yang lebih ringan dan konduktivitas yang konduktor ACCR yang
meliputi tegangan tarik
lebih baik dari pada baja. Penghantar ACCR dapat konduktor, andongan dan
panjang pemuluran konberoperasi secara kontinyu pada temperatur 210oC duktor, diharapkan akan
berguna dalam perencanaan
dan 240oC pada kondisi darurat, sehingga akan dan pembangunan struktur
konstruksi saluran
menaikkan kapasitas penyaluran dua sampai tiga kali transmisi udara yang sesuai
dengan sifat dari
lebih besar dari pada menggunakan penghantar konduktor ACCR.
konvensional [3].
TINJAUAN PUSTAKA
Konduktor ACCR sangat berpeluang untuk menggantikan konduktor konvensional yang ada, Penelitian mengenai unjuk kerja
mekanis penghantar
konduktor ACCR dapat dipasang dengan cepat dan saluran transmisi udara telah
banyak dilakukan antara
mudah menggantikan konduktor konvensional lain, penelitian tentang pengaruh
perubahan lingdengan ROW (Rights of way) yang tersedia dengan kungan dan kecepatan angin
terhadap unjuk kerja
sedikit ataupun tanpa perubahan pada tower dan alat- mekanis saluran transmisi
udara menggunakan konalat pendukung lainnya. Teknologi konduktor ACCR duktor konvensional
menggunakan metode rulling

telah diakui oleh Research & Development Magazine span dilakukan oleh Seppa [6].
Hasil penelitiannya
dalam penghargaan R&D 100 Award dan oleh menunjukkan bahwa rating saluran
transmisi dipeMinnesota High Tech Association dalam Tekne ngaruhi oleh temperatur lingkungan
dan kecepatan
Award untuk bidang pengembangan inovasi angin.
teknologi [4]. Beberapa pemasangan konduktor
ACCR telah dilakukan antara lain; Xcel Energys Migiantoro melakukan penelitian
terhadap konduktor
pada sistem 115kV di Minneapolis untuk menaikkan TACSR, yaitu penghantar
aluminium tahan panas
kapasitas penyaluran menggantikan konduktor ACSR (TAL) yang mampu
dioperasikan sampai 150oC.
dengan clearence dan tower yang tetap, Hawaiian Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penggunaan
Electric di North Shore pulau Oahu pada sistem 46 konduktor TACSR meningkatkan
kemampuan hantar
kV untuk menaikkan kapasitas penyaluran dengan arus sekitar 41,20% akan tetapi
berpengaruh pada
mengunakan 72% ROW yang ada, WAPA (Weatern kenaikan andongan sekitar
16,44%. [7]
Area Power Administration) di Fargo, North Dakota
telah membangun sistem transmisi 230kV baru Kemampuan hantar arus saluran
transmisi merupakan
dengan menggunakan konduktor ACCR untuk fungsi elektris, mekanis dan termis
dari konduktor
kondisi lingkungan es dan angin yang berat [5]. dan alat-alat pendukungnya,
demikian dipaparkan
oleh Jakubiak dan Matusz [8]. Arus maksimum dari
Adapun fungsi utama jaringan transmisi saluran udara saluran dibatasi oleh
penurunan kekuatan konduktor,

adalah sebagai media untuk menyalurkan daya listrik andongan dan batas
temperatur yang diperbolehkan
dari pusat pembangkit ke pusat beban. Di dalam dari alat-alat pendukungnya.
menyalurkan energi listrik tersebut saluran transmisi
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra 19
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ELK

Jurnal Teknik Elektro Vol. 7, No. 1, Maret 2007: 18 - 25


Kebutuhan daya listrik di wilayah Amerika Utara Penerapan konduktor ini memiliki
beberapa kemeningkat pesat sehingga sering kali dilakukan untungan antara lain [3]:
pengoperasian saluran dengan beban lebih besar 1. Penghantar ACCR dapat
beroperasi secara
dibanding pada awalnya saluran dirancang. Oleh kontinyu pada temperatur 210oC
dan 240oC pada
karena itu, studi tentang keamanan dan keandalan kondisi darurat, sehingga akan
menaikan kapasitas
terhadap konduktor dan peralatan pendukungnya penyaluran (ampacity) sistem
transmisi dua sampai
pada saluran transmisi udara akibat beroperasi pada tiga kali lebih besar dari pada
konduktor
temperatur yang lebih tinggi dari yang diperbolehkan konvensional. ( berdasarkan
validasi standart IEEE
dilakukan oleh Douglass dkk [9]. dan CALITEM )
2. Memiliki karateristik mekanis yang sangat
KONDUKTOR ACCR menguntungkan antara lain; tegangan tarik, berat
dan diameter konduktor, sehingga memungkinkan
Diawal abad 21 ini telah dikembangkan oleh 3M pemasangan tanpa merubah ROW
(rights of way)
Corporation (St.Paul, Minnesota, U.S.), penghantar dan tower yang telah ada serta
mengurangi waktu
ACCR (Aluminium Conductor Composite Rein- dan biaya
pemasangan/pembangunan.
forced). Penghantar berlilit ini mempunyai inti serat 3. Tahan terhadap korosi karena
secara keseluruhan
paduan aluminium-matrik yang dikelilingi oleh serat
terbuat dari bahan aluminium.

aluminium dengan kandungan zirkonium (Zr).


Aluminium dengan kandungan zirkonium mempunyai sifat konduktivitas dan ketahanan panas Perhitungan Temperatur Konduktor
(thermal resistance) yang tinggi sedangkan paduan
aluminium-matrik yang berada ditengah akan Perhitungan kemampuan hantar arus
pada saluran
menghasilkan kekuatan tarik yang tinggi tetapi lebih transmisi udara menurut IEEE
Std.738 memenuhi
ringan dan konduktivitas yang lebih baik dari pada persamaan keseimbangan
panas, yaitu panas yang
baja. Serat inti ini terdiri atas ribuan serat aluminium dibangkitkan oleh konduktor
(panas rugi-rugi listrik +
oksida (Nextel 3Ms 650 ceramic) dengan diameter panas penyerapan matahari)
sama dengan panas yang
yang sangat kecil. dilepaskan konduktor secara konveksi dan radiasi
[10].
We + Ws = Wc + Wr (1)
2
Untuk, We = I R (Watt/meter) (2)
dengan:
We = rugi listrik
I = Arus penghantar (A)
R = Tahanan (Ohm/meter)
Panas yang diserap dari matahari Ws diberikan oleh
rumus:
Ws = .E.d (Watt/meter) (3)
dengan:

= Koefisien serap matahari (1 untuk konduktor


(a) lama, 0,6 untuk konduktor baru)
E = Intensitas radiasi matahari (10001500 Watt/
m2)
d = Diameter konduktor (meter)
Panas menyebar dari penghantar dengan cara radiasi
dan konveksi.Panas yang disebarkan secara radiasi
(b) sesuai dengan hukum Stefan Boltzman yang
menyatakan bahwa jumlah panas tersebar oleh radiasi
Gambar 1. Penghantar ACCR (Aluminium Conduc- berbanding pangkat empat dari
suhu mutlak pengtor Composite Reinforced) hantar.
(a) Inti komposit aluminium oksida.
(b) Penampang penghantar ACCR dengan inti Al- Wr = 17,9 x 10-8 e(Tc4 Ta4)d (4)
Matrik komposit dikelilingi serat Al-Zr. dengan:
20 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ELK

Analisis Unjuk Kerja Mekanis Konduktor ACCR Akibat Perubahan Arus Saluran
[Suprihadi Prasetyono]
= konstanta Stefan Boltzman (5,702 x 10-8 Dengan demikian tegangan tarik
horisontal pada
Watt/m2) temperatur t2 dapat dihitung sebagai berikut:
e = emisivitas relatif permukaan konduktor yang
Tot2 = t2.q (12)
bernilai antara 0,2-1,0 (untuk benda hitam = 1
dan Al atau Cu = 0,5 ) Tegangan tarik pada temperatur t2 adalah:
Tc = temperatur konduktor (oK)
l 2 w2
Ta = temperatur sekeliling (ambient temperature) Tt2 = Tot2 + (13)
(oK) 8Tot 2
Panjang kawat penghantar pada temperatur t2 adalah:
Penyebaran panas secara konveksi, hubungan umumnya adalah: l 3 w2
Lt2 = l + (14)
24Tot 2
Wc = 18. t p.Vm .d (Watt/meter) (5) Andongan pada temperatur t2 adalah:
dengan:
l 2w
p = tekanan udara (atm) Dt2 = (15)
Vm = kecepatan angin (m/detik) 8Tot 2
t = kenaikan temperatur (oC) dengan:
d = diameter konduktor (m) L = lebar gawang (span) (m)

D = andongan (sag) (m)


Sehingga persamaan (1) menjadi: w = berat konduktor per satuan panjang (kg.m-1)
I2R+.E.dc=18.t. p.Vm .d +17,9.10-8e(Tc4-Ta4)dc (6) T = tegangan tarik
konduktor (kg)
To = tegangan tarik horisontal (kg)
Persamaan tersebut dapat digunakan untuk menentukan temperatur kerja konduktor sebagai akibat pembebanan arus saluran. P Q
Y
Perhitungan Tegangan Tarik dan Andongan
Konduktor
DT
Untuk menghitung tegangan tarik dan andongan pada A
kawat penghantar dapat diperoleh dari persamaan
Catenary seperti dibawah ini [11]:
X
t23 + At22 = B (8) T O ws
l 2 m 2
A= E + E(t2 t1) t1 (9)
24 t12 Gambar 2. Konduktor Dibentang pada Dua Tiang
Penyangga
l 2 m 2 E
B= (10)
24 Metode span ekivalen (Rulling Span)
dengan:

l = panjang kawat penghantar (m) Metode rulling span diperkenalkan pertama kali
oleh
m = berat total spesifik kawat (kg. m-1.mm-2). Thayer [12], adalah berguna untuk
menghitung
t = t2-t1 = perubahan temperatur (oC) andongan dan tegangan tarik pada
struktur dua dead
Tegangan tarik yang terjadi tidak boleh melebihi end yang terdiri atas multi span
yang berjarak tak
tegangan tarik nominal kawat pada keadaan sama. Jika ada n span dengan panjang
L1, L2,
temperatur t1, sehingga, L3,L4,.,Ln pada setiap bagian dan Le adalah
ekuivalen span atau dinamakan rulling span pada
Tr
11 = (11) setiap bagian. Panjang total dari jarak antar menara
k .q
adalah:
dengan:
Tr = tegangan tarik nominal (kg) Le = (L1,+L2+L3+L4+.+Ln)
t1 = tegangan tarik spesifik awal (kg.mm-2)
L 3 + L2 3 + L33 + . + Ln 3
k = faktor keamanan (2 - 5) Le= 1

(16)
q = luas penampang penghantar (mm2) L1 + L2 + L3 + . + Ln
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra 21

http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ELK

Jurnal Teknik Elektro Vol. 7, No. 1, Maret 2007: 18 - 25


Pengaruh Temperatur f = faktor bentuk.
p = tekanan angin spesifik (kg/mm2) = v2/16
Panjang konduktor bergantung kepada perubahan kg/mm2
temperatur konduktor, apabila temperatur konduktor v = kecepatan angin (m/dt)
meningkat maka akan menyebabkan pemuluran F = Luas permukaan kawat yang
tegak lurus arah
(creep) konduktor. angin (m2)
Misalkan :
lo = panjang kawat tidak ditegang pada 0C. Karena tekanan angin tidak merata
maka digunakan
lt = panjang kawat tidak ditegang pada temperatur koefisien ketidaksamaan
(d=0.75 di Indonesia) , jadi:
t0C.
Lo = panjang kawat ditegang pada 0C. P = f.d.p.F (20)
Lt = panjang kawat ditegang pada t0C. dengan p bergantung dari tinggi kawat
penghantar
= koefisien muai panjang. diatas permukaan tanah dan f bergantung dari
t = perpanjangan ideal kawat karena tegangan diameter kawat penghantar.
pada t0C.
E = modulus elastisitas kawat. Nilai dari F diambil = panjang kawat dikalikan
t = temperatur kawat 0C. dengan diameter kawat konduktor. Sehingga berat
t = tegangan tarik spesifik kawat pada t0C. total spesifik kawat penghantar
(Kg/m/mm2) adalah
sebagai berikut:
Maka , lt1 = lo (1 + t1 ) dan
lt2 = lo (1 + t2 ) m = 2 + w

2
(21)
dengan:
Perubahan panjang kawat karena perubahan tem- w = tekanan angin spesifik
peratur, = P/q (kg.m-1.mm-2).
lt2 - lt1 = lo.(t2 t1) = berat sendiri spesifik kawat
= W/q (kg.m-1.mm-2).
Perubahan temperatur akan menyebabkan perubahan m = berat total spesifik
kawat (kg. m-1.mm-2).
tegangan (stress) dalam kawat sesuai dengan hukum
Hooke,
Lt = lt (1 + t) = lt (1 + t/E) METODOLOGI PENELITIAN
= lo (1 + t) (1 + t/E) Bahan penelitian
Perubahan kawat yang ditegang karena perubahan A. Dua buah konduktor dengan
data spesifik sebagai
temperatur dari t1 ke t2 adalah; berikut [3][13]:
Lt2Lt1=lo(1+t2)(1+t2/E) lo(1+t1) (1+t1/E) Spesifikasi Konduktor ACSR
ACCR
1 1. Diameter 25,75 mm 25,2 mm
Lt2 Lt1 = l0 [(t2-t1) + ( t2 t1) + (/E)(t2t2 2. Luas penampang 392,80 mm2
374 mm2
E
3. Berat Konduktor 1300 kg/km 1067 kg/km
t1t1)] (17)
4. Resistans DC (20oC) 0,0813 ohm/km 0,0854 ohm/km
Suku baris kedua dari persamaan terakhir ini kecil 5. Tegangan tarik 5,95 kg/mm2
15,22 kg/mm2

sekali sehingga dapat diabaikan. Jadi secara spesifik initial


pendekatan, 6. Modulus Elastisitas 75,51kN/mm2 77 kN/mm2
1 7. Koef. Muai Panjang 18,9. 10-6/oC 16,6. 10-6 /oC
Lt2 Lt1 = l0 [(t2-t1) + ( t2 t1)] (18) 8. Temp. operasi maks 90oC 240oC
E
Pengaruh Tekanan Angin B. Saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET)
500kV jalur Paiton Kediri yang memiliki
Tekanan angin akan mempengaruhi berat spesifik struktur dua dead-end yaitu pada
span nomer 47
kawat. Berat sendiri kawat bekerja vertikal sedang sampai dengan 56 [8].
tekanan angin dianggap seluruhnya bekerja horizontal. Jumlah vektoris kedua gaya ini menjadi berat Alat yang digunakan:
total spesifik kawat. Tekanan angin dinyatakan oleh : Satu unit komputer pribadi
dengan spesifikasi RAM
P = f.p.F (19) 258MB dan mikroprosesor Pentium 4(R), 2.40 Ghz
dengan: dan perangkat lunak (software) Matlab.7.0.
P = tekanan angin (kg)
22 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ELK

Analisis Unjuk Kerja Mekanis Konduktor ACCR Akibat Perubahan Arus Saluran
[Suprihadi Prasetyono]
Jalannya Penelitian Perhitungan terhadap penghantar ACSR dengan
ukuran diameter yang mendekati sama dengan
Tahapan dari pelaksanaan penelitian ini adalah se- penghantar ACCR juga dilakukan
dengan tujuan
bagai berikut: sebagai referensi/pembanding dalam analisis. Metode
1. Melakukan simulasi dan perhitungan penggunaan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah
penghantar ACSR pada saluran udara tegangan menggunakan persamaan
keseimbangan panas, untuk
ekstra tinggi (SUTET) 500kV jalur Paiton mendapatkan hubungan kemampuan
hantar arus
Kediri, dengan mengambil sampel tower yang dengan temperatur konduktor.
Sementara untuk
memiliki struktur dua dead-end sebagai simulasi. menghitung unjuk kerja mekanis
konduktor meliputi
Adapun parameter yang dihitung adalah tegangan tarik, panjang konduktor dan
andongan
temperatur, tegangan tarik, panjang kawat dan menggunakan metode Catenary
dan metode Rulling
andongan penghantar, giagram alir program span.
perhitungan dapat dilihat seperti gambar 3.
2. Melakukan hal yang sama untuk penghantar Pengaruh Perubahan Arus Saluran
Terhadap
ACCR. Temperatur Konduktor
3. Analisis terhadap hasil perhitungan dan membandingkan antara kedua penghantar. Temperatur pada kawat penghantar
dipengaruhi oleh

temperatur sekeliling (ambient temperature) dan rugi4. Membuat kesimpulan hasil penelitian.
rugi listrik. Temperatur sekeliling pada simulasi ini
Mulai
diambil 40oC dan kecepatan angin dianggap tetap
sebesar 25 m/detik. Pada gambar 3 memperlihatkan,
Baca apabila arus konduktor bertambah akan menyebabkan
Data Simulasi
kenaikan temperatur pada konduktor.
Data Data 300
Konduktor ACSR Konduktor ACCR
250
Arus Arus
I=0 I=0
Tem peratur (derajat Celc ius )
200
I=I+20 I=I+20
ACCR
150
Hitung : Hitung :
o Temperatur o Temperatur
o Tegangan tarik o Tegangan tarik
spesifik spesifik 100
ACSR

50
IIMak IIM ak
ACSR ACCR
ya ya 0
tidak tidak 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000
Arus (Ampere)
Hitung : Tegangan tarik, Hitung : Tegangan tarik,
panjang dan andongan panjang dan andongan
konduktor untuk span 1 - 10 konduktor untuk span 1 - 10 Gambar 3. Hubungan
Perubahan Arus Saluran Terhadap Temperatur Konduktor
Cetak : Cetak :
Tabel dan grafik Tabel dan grafik
Hal ini terjadi karena arus yang mengalir dalam
penghantar akan menimbulkan rugi-rugi listrik berupa
Selesai
energi panas yang besarnya berbanding dengan
kuadrat arusnya. Dengan batas temperatur operasi
maksimal pada konduktor ACCR sebesar 240oC dan
Gambar 3. Diagram Alir Program
ACSR sebesar 90oC, maka arus maksimal yang
diijinkan pada konduktor ACCR adalah 1840 ampere
HASIL DAN PEMBAHASAN dan untuk konduktor ACSR adalah 940 ampere.
Penelitian dilakukan dengan menghitung besarnya Pengaruh Perubahan Arus
Saluran Terhadap

temperatur, tegangan tarik, panjang dan andongan Panjang Konduktor


akibat perubahan arus yang mengalir pada kawat
penghantar dengan menggunakan alat bantu pe- Kenaikan arus saluran akan
mengakibatkan kawat
rangkat lunak (software) Matlab.7.0 terhadap peng- penghantar bertambah
panjang/terjadi pemuluran
hantar konvensional ACSR dan penghantar ACCR. sebagaimana terlihat pada
gambar 4.
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra 23
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ELK

Jurnal Teknik Elektro Vol. 7, No. 1, Maret 2007: 18 - 25


448 maka konduktor ACCR memiliki tegangan tarik yang
447.8 lebih tinggi dari pada konduktor ACSR, hal ini
447.6 disebabkan konduktor ACCR memiliki kekuatan
ACCR
447.4 tarik nominal lebih besar. Sesuai data karakteristik
Panjang k awat (meter)
447.2
masing-masing konduktor, tegangan tarik spesifik
447
permulaan (initial spesific tension) untuk konduktor
ACSR ACCR adalah 15,22 kg/mm2 dan ACSR adalah 5,95
446.8
kg/mm2
446.6
446.4 Pengaruh Perubahan Arus Saluran Terhadap
446.2
ACCR ACSR
Andongan
446
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000
Arus (Ampere) Perubahan arus saluran akan menyebabkan berubahGambar 4. Hubungan Perubahan Arus Saluran nya andongan kawat penghantar,
dengan terjadinya
Terhadap Panjang Konduktor pemuaian/pemuluran akan mengakibatkan kawat

penghantar bertambah panjang sehingga andongan


Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa konduktor akan berubah menjadi lebih
besar, seperti yang
ACCR mempunyai panjang kawat yang lebih pendek ditunjukkan pada gambar 6.
Jika pada kedua jenis
pada saat harga arus saluran sama, hal ini disebabkan konduktor tersebut dibebani
oleh arus yang sama
konduktor ACCR mempunyai karakteristik tegangan besar maka andongan pada
konduktor ACCR lebih
tarik yang lebih besar, berat kawat yang lebih ringan kecil dibanding dengan
konduktor ACSR, hal ini
dibanding konduktor ACSR sehingga dalam pema- disebabkan konduktor ACCR
mempunyai karaksangannya tidak memerlukan andongan yang terlalu teristik tegangan tarik yang
lebih besar, berat kawat
besar dan panjang kawat konduktor menjadi lebih yang lebih ringan dibanding
konduktor ACSR
pendek. sehingga dalam pemasangannya tidak memerlukan
andongan yang terlalu besar.
Pengaruh Perubahan Arus Saluran Terhadap
Tegangan Tarik Konduktor 20
19
Dengan terjadinya pemuaian/pemuluran pada
konduktor akan menyebabkan regangan (strain) pada 18
kawat penghantar turun sehingga tegangan tarik 17
A n don gan (m eter)
konduktor juga akan menurun. ACCR
16

AC SR
2400
ACCR ACSR 15
2200 14
Tegangan tarik k onduk tor (k g)
13
ACSR
2000
12
ACCR ACSR
1800 11
ACCR
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000
Arus (Ampere)
1600
Gambar 6. Hubungan Perubahan Arus Saluran Ter1400 hadap Andongan Konduktor
1200 Dari hasil simulasi memperlihatkan, bahwa dengan
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000
Arus (Ampere) mempertimbangkan ketinggian tower, jarak bebas
(clearence) dan nilai andongan maksimum dari
Gambar 5. Hubungan Perubahan Arus Saluran konduktor ACSR, maka penggunaan
konduktor
Terhadap Tegangan Tarik Konduktor
ACCR, dapat menaikkan kapasitas hantar arus dari

780 ampere jika menggunakan konduktor ACSR


Sehingga terlihat pada gambar 5 bahwa kenaikan arus
menjadi 1560 ampere (kondisi pembebanan harian).
pada konduktor akan mengakibatkan menurunnya
tegangan tarik konduktor. Hasil simulasi memper- Atau dapat ditingkatkan menjadi
dua kali lebih besar
lihatkan bahwa pada saat harga arus saluran sama (100 %).
24 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ELK

Analisis Unjuk Kerja Mekanis Konduktor ACCR Akibat Perubahan Arus Saluran
[Suprihadi Prasetyono]
KESIMPULAN DAN SARAN [6] Seppa, T.O., Accurate Ampacity
Determination; Temperature-Sag Model for
Kesimpulan Operational Real-Time Rating. IEEE.
Transaction on Power Delivery, V.10 No.3,
1. Kemampuan hantar arus untuk konduktor ACSR 1995, pp 1460-1470
berpenampang 392,8 mm2 adalah 940 ampere [7] Migiantoro, H.Bb. Kajian Kinerja
Mekanis
pada temperatur kerja maksimum 90oC dan 780 Konduktor ACSR dan TACSR
terhadap Peruampere pada temperatur pembebanan harian 75oC. bahan Arus Saluran. Tesis.
Program Studi
Sementara untuk konduktor ACCR berpenam- Teknik Elektro, Pasca Sarjana, UGM
Yogyapang 374 mm2 adalah 1840 ampere pada karta, 2002.
temperatur kerja maksimum 240oC dan 1680 [8] Jakubiak,E.A., dan Matusz,J.S.
High Temperaampere pada temperatur pembebanan harian ture Tests of ACSR conductor
Hardware, IEEE
210oC. Jadi dengan menggunakan konduktor Transactions on Power Delivery. Vol.4.
No.1,
1989
ACCR kapasitas penyaluran pada pembebanan
[9] Dauglass, D.A., Motlis,Y. dan Seppa,T.O.
harian/pemakaian kontinyu dapat ditingkatkan
IEEES Approach For Increasing Transmission
sebesar 115,30 %, dengan ukuran konduktor Line Ratings in North America, .2003

ACCR yang lebih kecil (selisih 18.77 mm2) [10] IEEE Std. 738, Standard for
Calculating the
dibanding konduktor ACSR. Current-Temperature Relationship of Bare
2. Konduktor ACCR memiliki spefikasi kekuatan Overhead Conductors, IEEE Power
Engitarik nominal lebih besar dan berat yang lebih neering Society, 1993.
ringan, sehingga dalam pemasangannya memerlu- [11] T.S.Hutauruk, Transmisi
Daya Listrik, Erlangga,
kan panjang kawat dan andongan yang lebih Jakarta, 1999, p.152.
pendek dibanding konduktor ACSR. [12] Thayer, E.S.1924. Computing Tension in
3. Dengan mempertahankan ROW dan tower yang Transmission Line, Electrical
World Magazine,
ada, maka penggunaan konduktor ACCR dengan p. 72-73.
ukuran penampang yang lebih kecil dibanding [13] PT. PLN, Lot 1: Paiton Kediri,
Vol. 3, 500kV
konduktor ACSR (selisih 18.77 mm2), dapat Transmission Lines PaitonKediriKlaten
menaikkan kapasitas penyaluran sistem transmisi Projects, 1997.
menjadi dua kali lebih besar (sebesar 100 %).
Saran
1. Pada penelitian ini kecepatan angin dianggap
tetap, maka untuk pengembangan lebih lanjut
perlu adanya penelitian yang mengamati pengaruh
perubahan kecepatan angin terhadap unjuk kerja
mekanis konduktor.
2. Perlu diadakan penelitian lanjutan tentang nilai
ekonomis penggunaan konduktor ACCR dibanding konduktor konvensional ACSR.

DAFTAR PUSTKA
[1] William D. Stevenson Jr., Analisis Sistem
Tenaga Listrik, Erlangga, Jakarta, 1990, p.38.
[2] A. S. Pabla, Sistem Distribusi Daya Listrik,
Erlangga, Jakarta, 1994, p.181.
[3] 3M corporation. Conductor and Accessory
Testing. Aluminum Conductor Composite
Reinforced (ACCR) Technical Notebook, 2003,
[4] Prairie Business Magazine, Composite
Conductor Planned for Minnesota. Staff Report.
2005.
[5] Ross, M, Clark. dan Barrett, J, S., WAPA and
DOE Field Test Composite 3M Conductor,
2003.
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra 25
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ELK