Anda di halaman 1dari 2

G.

BIOLOGICAL CONTROL
Biological control atau disebut dengan pengendalian hayati yang dijelaskan oleh teori
berikut.
Pengendalian hayati terhadap patogen memiliki suatu pengertian, yaitu penghancuran
sebagian atau seluruh populasi patogen yang dilakukan oleh organisme lain. Mikroorganisme
antagonis mungkin terdiri atas strain avirulen patogen yang sama, yang merusak atau
menghambat perkembangan patogen tersebut. Beberapa tahun belakangan ini, manusia telah
mencoba memanfaatkan agen biologi alami tersebut dan mengembangkan strategi pengendalian
hayati yang saat ini dapat digunakan secara efektif untuk mengatasi beberapa jenis penyakit
tumbuhan (Agrios, 2005:95).
Dalam prakrikum ini kami menggunakan eceng gondok dan kutu eceng gondok.
Menurut (Soerjani, 1975:112). Tumbuhan eceng gondok mempunyai daya regenerasi
yang cepat karena potongan-potongan vegetatifnya yang terbawa arus akan terus berkembang
menjadi eceng gondok dewasa. Eceng gondok sangat peka terhadap keadaan yang unsur haranya
didalam air kurang mencukupi, tetapi responnya terhadap kadar unsur hara yang tinggi juga
besar. Proses regenerasi yang cepat dan toleransinya terhadap lingkungan yang cukup besar,
menyebabkan eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pengendali pencemaran lingkungan.
Untuk mengamatinya kami menggunakan 3 tumbuhan eceng gondok yang berukuran
kecil dan menggunakan kutunya dengan jumlah yang berbeda-beda pula,lalu diamati kerusakan
yang terjadi tiap harinya.
Selama mengikuti praktikum ekologi umum ini saya merasakan banyak pengalaman dan
praktikum ini sangat mengasyikan tidak membosankan.Setelah mengikuti praktikum ini saya jadi
banyak mengerti tentang sebuah lingkungan dan interaksi didalam lingkungan itu
sendiri,sehingga ada motivasi dalam diri untuk menjaga lingkungan karena lingkungan sangat
berperan penting dalam kehidupan.Semoga ilmu yang saya dapatkan dari praktikum ini dapat
berguna bagi saya suatu saat nanti.Terimakasih kepada asisten yang telah membingbing kami
selama praktikum ini,mungkin kami terkadang sering membuat kesalahan dan membuat
kesal,maaf semua kesalahan dan kehilafan kami selama mengikuti praktikum.Sekali lagi
terimakasih banyak kepada semua asdos yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat selama
praktikum ekolum ini berlangsung. J

BAB III
KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum ini dapat disimpulkan bahwa ,Ekologi umum adalah suatu
ilmu yang mempelajari komponen biotik dan abiotik yang ada di muka bumi ini.Suatu
pembelajaran yang mempelajari bukan hanya hewan atau tumbuhan saja,tapi juga memepelajari

interaksi antara keduanya,terlihat selama praktikum berlangsung,yang ditemukan tidak hanya


berupa tumbuhan atau hewan saja,tetapi terdapat keduanya.

BAB IV
SARAN
Saran saya dengan praktikum ekoloum adalah,tetap pertahankan cara praktikum yang
menyenagkan,untuk para asdos terimakasih sudah menjadi asdos yang baik tapi semoga menjadi
lebih ramah kepada praktikan.Dalam segi waktu untuk memberikan masukan ketika selesai
melakukan praktikum sebaiknya tidak terlalu lama.
Tapi untuk keseluruhan praktikum ekolum ini adalah praktikum favorit saya,karena lebih kreatif
dan menyenangkan dalam melakukan praktikum.
https://core.ac.uk/download/pdf/32346045.pdf