Anda di halaman 1dari 18

BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara agraris yang kaya akan hasil alam terutama hasil
pertanian. Produksi pertanian yang dihasilkan Indonesia juga beragam seperti
padi, kedelai, teh, kopi, jagung, dan lain sebagainya. Disamping itu, kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia berkembang sangat pesat di berbagai
bidang salah satunya di bidang pertanian. Ini mendorong tumbuhnya agroindustri
di Indonesia sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Banyak produk pertanian baru di buat dari bahan dasar yang tidak biasa
digunakan seperti pemanfaatan tanaman jagung. Dahulu sebagian besar hanya
diolah untuk pakan ternak atau dikonsumsi dalam bentuk jagung bakar, jagung
rebus dan makanan kecil tetapi seiring dengan majunya teknologi banyak
alternatif lain untuk mengolah tanaman jagung.
Pemanfaatan teknologi pengolahan jagung berpeluang meningkatkan nilai
komoditas jagung tidak hanya sebagai sumber pakan tetapi dapat diolah menjadi
berbagai produk pangan yang bernilai ekonomi seperti pati jagung, tepung jagung,
puding jagung dan minyak jagung (Maflahah, 2010). Puding merupakan salah
satu makanan yang diolah dengan cara penambahan air sehingga menghasilkan
gel dengan tekstur yang lembut. Puding biasanya disajikan sebagai makanan
penutup atau makanan pencuci mulut. Bahan-bahan penyusun puding terdiri dari
rumput laut yang diekstrak menjadi keraginan atau agar-agar, telur, gula, atau
dengan penambahan susu (Winarno, 1996). Oleh karena itu, tujuan dilakukan
praktikum ini adalah untuk mengetahui teknologi pengolahan puding jagung.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut.
1. Untuk mengetahui teknologi pengolahan puding jagung.
2. Untuk mengetahui perbedaan penambahan maizena terhadap produk yang
dihasilkan.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Gambaran Produk
Puding merupakan salah satu makanan yang diolah dengan cara
penambahan air sehingga menghasilkan gel dengan tekstur yang lembut disebut
puding. Puding biasanya disajikan sebagai makanan penutup atau disebut juga
sebagai makanan pencuci mulut. Bahan-bahan penyusun puding terdiri dari
rumput laut yang diekstrak menjadi keraginan atau agar-agar, telur, gula, atau
dengan penambahan susu (Winarno, 1996).
2.2 Definisi dan Fungsi Bahan
2.2.1 Jagung (Zea mays L)
Jagung (Zea mays L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis
rumputan yang mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan
munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Siklus
hidup jagung berkisar 80 sampai 150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan
tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
Batang jagung terdiri dari atas buku dan ruas. Jagung merupakan tanaman hari
pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan dan
dikendalikan oleh genotipe, lama penyinaran dan suhu (Widyanti, 2011).
2.2.2 Maizena
Tepung jagung atau maizena adalah bentuk hasil pengolahan bahan dengan
cara penggilingan atau penepungan. Tepung jagung adalah produk setengah jadi
dari biji jagung kering pipilan yang dihaluskan dengan cara penggilingan
kemudian di ayak. Tepung jagung adalah tepung yang diperoleh dengan cara
menggiling biji jagung yang bersih dan baik melalui proses pemisahan kulit,
endosperm, lembaga, dan tip cap. Pada pembuatan puding, maizena berfungsi
sebagai pemberi warna dan pengikat santan (Prapnomo, 2001).
2.2.3 Gula
Menurut Cakrawati (2012), gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang
menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak

diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk


mengubah rasa menjadi manis pada makanan atau minuman. Gula sederhana,
seperti glukosa menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Gula sebagai
sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat
sumber-sumber gula minor lainnya seperti kelapa. Proses untuk menghasilkan
gula mencakup tahap ekstraksi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui
destilasi (penyulingan). Dalam pembuatan puding ini gula berfungsi untuk
memberikan rasa manis dan warna pada puding.
2.2.4 Garam
Secara fisik, garam adalah benda padatan berwarna putih berbentuk kristal
yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar Natrium Clorida
yaitu sekitar lebih dari 80%. Garam mempunyai karakteristik higroskopis yang
berarti mudah menyerap air, tingkat kepadatan sebesar 0,8-0,9 dan biasa
digunakan untuk keperluan masak yang biasanya diperkaya dengan unsur iodin.
Dalam pembuatan puding penambahan garam, susu, dan santan berfungsi untuk
memberikan rasa gurih (Burhanuddin, 2001).
2.2.5 Susu
Pemakaian susu kental manis dalam pembuatan puding berfungsi untuk
meningkatkan cita rasa dan nilai gizi. Menurut Muharastri (2008), susu adalah
emulsi lemak dalam air yang mengandung gula, garam-garam mineral dan protein
dalam bentuk suspensi koloid. Air susu mengandung unsur-unsur gizi yang sangat
baik bagi pertumbuhan dan kesehatan. Komposisi utama susu adalah air (8489,5%), lemak (2-6%), protein (2,8-4%), laktosa (4,5-5,2%), dan mineral (0,60,8%). Dalam pembuatan puding, penambahan susu berfungsi untuk memberikan
rasa gurih terhadap produk yang dihasilkan.
2.2.6 Agar
Menurut Irwanto (2008), agar dapat diperoleh dalam bentuk batangan,
granula atau bubuk dan terbuat dari beberapa jenis rumput laut. Kegunaannya
adalah sebagai pemadat (gelling). Jika dicampur dengan air dingin, agar tidak
akan larut, untuk melarutkannya harus dengan cara dipanaskan. Agar merupakan

hidrokoloid rumput laut yang memiliki kekuatan gel yang sangat kuat. Dalam
pembuatan puding agar berfungsi sebagai pemadat.
2.2.7 Santan Kelapa
Santan kelapa merupakan suatu cairan berwarna putih seperti susu yang
diperoleh dari hasil pengepresan atau pemerasan dari buah kelapa yang telah
diparut dengan penambahan atau tanpa air. Dengan adanya penambahan air
tersebut maka akan mempengaruhi komposisi dari santan kelapa itu sendiri.
Dalam pembuatan puding, santan berfungsi sebagai penambah rasa gurih
(Prihatini, 2008).
2.3 Teknologi Pengolahan Puding Jagung
Langkah pertama adalah pipil jagung manis sebagai bahan utama
pembuatan puding jagung kemudian diblender hingga halus. Campur jagung,
agar-agar, gula pasir, santan, susu, dan bahan tambahan lain kedalam panci.
Panaskan hingga mendidih sambil diaduk agar bahan tercampur rata. Setelah
mendidih, masukkan ke dalam cetakan lalu dinginkan.
Menurut Anggadireja (1993), pada pembuatan puding jagung, agar-agar
merupakan bahan terpenting. Agar-agar atau keragenan merupakan polimer alam
yang memiliki kemampuan untuk membentuk gel secara thermo-reversible atau
larutan kental jika ditambahkan ke dalam larutan garam. Keragenan sangat
penting peranannya sebagai stabilizer (penstabil), bahan pengentalan, pembentuk
gel, pensuspensi, dan pengikat. Sedangkan proses pemanasan pada pembuatan
puding berfungsi agar semua bahan dapat tercampur rata dan tidak mengalami
penggumpalan. Selain itu pati mudah tergelatinisasi bila dipanaskan, karena pati
terdiri dari amilosa yang membuat produk lebih padat dan amilopektin yang
menyebabkan produk mengembang.

BAB 3. METODOLOGI PRAKTIKUM


3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum pembuatan puding jagung
adalah sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Blender
Panci
Neraca
Kompor
Pengaduk
Wadah

3.1.2 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum pembuatan puding
jagung adalah sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Jagung 125 gram


Santan 400 ml
Agar-agar 1 sachet
Gula pasir 125 gram
Vanili 1 sachet
Garam 5 gram
Custad 50 gram
Susu kental manis 80 gram
Maizena 15 dan 30 gram

3.2 Skema Kerja dan Fungsi Perlakuan


Jagung
Penimbangan 125 gr
Pengecilan ukuran
Santan 400 ml

ar 1 sachet, gula pasir 125gr, vanili 1 sachet, garam 5 gr, custard 50 gr


Dimasukkan ke dalam panci

Maizena 15 gr

Maizena 30 gr

+susu kental manis 80 gr


Pemanasan hingga mendidih
Pendiaman 1 menit
Dituang ke dalam cup
Pendinginan
Pertama, siapkan jagung kemudian timbang sebanyak 125 gram dengan
dua kali pengulangan. Haluskan pipilan jagung menggunakan blender yang
bertujuan untuk memperbesar luas permukaan sehingga nantinya mudah dicampur
dengan bahan lain. Kemudian, masukkan santan sebanyak 400 ml ke dalam panci
lalu tambahkan semua bahan. Salah satu bahan tambahan adalah agar-agar yang
berfungsi

sebagai

pengental.

Lakukan

dua

perlakuan

berbeda

untuk

membandingkan produk akhir, yaitu dengan penambahan maizena 15 gr dan 30


gr. Panaskan hingga mendidih dan tambahkan susu sebagai penambah cita rasa
puding serta aduk rata. Selanjutnya diamkan 1 menit agar cup yang digunakan
tidak meleleh akibat panas pada bahan dan dinginkan.
6

BAB 4.
HASIL

Kode Sampel
324
265
1.
Ferry Julio Prabowo
2
4
2.
Aqidatul Izza
3
3
3.
Firqin Fatahillah
3
4
4.
Dyah Rizki K
3
4
5.
Nindy Erdiana M.P
2
4
6.
Hilmiyatus Sariyah
3
2
7.
Ulfa Nur Aida
3
4
8.
Gita Elena Amasari
3
4
9.
Nadia Putri Irkhana
4
4
10. Doni Adi N
4
4
11. Galih Rizky P.
3
3
12. Andri Wardani
3
2
13. Aprilianti Nurdiana
3
3
14. Fachri Yugo P
3
4
15. M. Misbahudin
2
3
16. Novilya Fitriani
3
3
17. Fresty Nurmala Sari
3
3
18. Wahyu Ramdhan P.
4
3
19. Erin Nur Putriani
3
4
20. Novita Fitri Yulian
3
4
21. Nur Aisyah F
3
3
Jumlah
63
72
PENGAMATAN DAN HASIL PERHITUNGAN

No.

Panelis

DATA

4.1 Data Hasil Pengamatan


4.1.1 Warna

Keterangan Kode Sampel:


324 = puding jagung dengan penambahan maizena 15 gr
265 = puding jagung dengan penambahan maizena 30 gr
Keterangan Nilai:
1 = sangat tidak suka
2 = tidak suka
3 = suka
4 = sangat suka

No.
4.1.2

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Panelis
Ferry Julio Prabowo
Aqidatul Izza
Firqin Fatahillah
Dyah Rizki K
Nindy Erdiana M.P
Hilmiyatus Sariyah
Ulfa Nur Aida
Gita Elena Amasari
Nadia Putri Irkhana
Doni Adi N
Galih Rizky P.
Andri Wardani
Aprilianti Nurdiana
Fachri Yugo P
M. Misbahudin
Novilya Fitriani
Fresty Nurmala Sari
Wahyu Ramdhan P.
Erin Nur Putriani
Novita Fitri Yulian
Nur Aisyah F
Jumlah

Kode Sampel
324
265
4
3
4
3
4
4
2
4
3
4
2
3
2
3
4
3
3
4
4
4
2
3
3
2
2
3
3
4
3
3
4
2
3
3
3
3
2
4
3
4
3
4
63
70

Rasa

Keterangan Kode Sampel:


324 = puding jagung dengan penambahan maizena 15 gr
265 = puding jagung dengan penambahan maizena 30 gr
Keterangan Nilai:
1 = sangat tidak suka
2 = tidak suka
3 = suka
4 = sangat suka

4.1.3 Tekstur
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Panelis
Ferry Julio Prabowo
Aqidatul Izza
Firqin Fatahillah
Dyah Rizki K
Nindy Erdiana M.P
Hilmiyatus Sariyah
Ulfa Nur Aida
Gita Elena Amasari
Nadia Putri Irkhana
Doni Adi N
Galih Rizky P.
Andri Wardani
Aprilianti Nurdiana
Fachri Yugo P
M. Misbahudin
Novilya Fitriani
Fresty Nurmala Sari
Wahyu Ramdhan P.
Erin Nur Putriani
Novita Fitri Yulian
Nur Aisyah F
Jumlah

Kode Sampel
324
265
2
4
4
2
3
3
3
4
2
3
2
3
2
3
4
3
4
4
4
4
2
4
3
2
2
3
3
2
1
3
3
2
2
4
3
4
2
3
3
4
2
4
56
68

Keterangan Kode Sampel:


324 = puding jagung dengan penambahan maizena 15 gr
265 = puding jagung dengan penambahan maizena 30 gr
Keterangan Nilai:
1 = sangat tidak suka
2 = tidak suka
3 = suka
4 = sangat suka

10

4.1.4 Aroma
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Panelis
Ferry Julio Prabowo
Aqidatul Izza
Firqin Fatahillah
Dyah Rizki K
Nindy Erdiana M.P
Hilmiyatus Sariyah
Ulfa Nur Aida
Gita Elena Amasari
Nadia Putri Irkhana
Doni Adi N
Galih Rizky P.
Andri Wardani
Aprilianti Nurdiana
Fachri Yugo P
M. Misbahudin
Novilya Fitriani
Fresty Nurmala Sari
Wahyu Ramdhan P.
Erin Nur Putriani
Novita Fitri Yulian
Nur Aisyah F
Jumlah

Kode Sampel
324
265
4
3
4
3
3
4
3
4
3
3
2
3
3
2
4
5
3
4
4
4
3
4
3
3
3
3
4
3
2
4
3
3
4
4
3
4
2
3
4
3
3
2
67
71

Keterangan Kode Sampel:


324 = puding jagung dengan penambahan maizena 15 gr
265 = puding jagung dengan penambahan maizena 30 gr
Keterangan Nilai:
1 = sangat tidak suka
2 = tidak suka
3 = suka
4 = sangat suka

11

4.2 Data Hasil Perhitungan


4.2.1 Warna
Kode Sampel
Rata-rata

324
3,00

265
3,43

Kode Sampel
Rata-rata

324
3,00

265
3,33

Kode Sampel
Rata-rata

324
2,67

265
3,24

Kode Sampel
Rata-rata

324
3,19

265
3,38

4.2.2 Rasa

4.2.3 Tekstur

4.2.4 Aroma

Keterangan Kode Sampel:


324 = puding jagung dengan penambahan maizena 15 gr
265 = puding jagung dengan penambahan maizena 30 gr

12

BAB 5. PEMBAHASAN
5.1 Warna
Warna adalah unsur utama yang dapat dinilai secara langsung karena
dilihat oleh indera pelihat yaitu mata. Pada bidang pertanian seseorang dapat
menilai apakah suatu produk hasil pertanian mempunyai warna menarik atau
tidak. Berdasarkan hasil praktikum pembuatan puding jagung didapatkan tingkat
kesukaan panelis pada penambahan maizena 15 gr dengan rata-rata 3,0.
Sedangkan pada penambahan maizena 30 gr didapatkan rata-rata 3,43. Tingkat
kesukaan panelis terhadap warna tertinggi yaitu pada produk puding jagung
dengan penambahan maizena 30 gram. Menurut Prapnomo (2001), hal ini
disebabkan salah satu fungsi maizena adalah sebagai pemberi warna pada puding
yang dihasilkan. Semakin banyak penambahan maizena, maka semakin singkat
proses pemanasan sehingga warna yang dihasilkan lebih cerah. Apabila
konsentrasi maizena sedikit, maka proses pemanasan lebih lama yang membuat
warna sedikit lebih coklat. Selain itu, penambahan custard juga mempengaruhi
warna puding.
5.2 Rasa
Rasa merupakan sebuah reaksi kimia dari gabungan berbagai bahan
makanan dan menciptakan sesuatu rasa baru yang dirasakan oleh lidah.
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, tingkat kesukaan panelis
tertinggi terhadap rasa puding jagung yaitu pada penambahan maizena 30 gram
dengan rata-rata 3,33. Sedangkan pada perlakuan penambahan maizena 15 gram
hanya didapatkan rata-rata 3,00. Hal ini disebabkan karena perbedaan konsentrasi
maizena yang ditambahkan. Menurut Prapnomo (2001), salah satu fungsi maizena
yaitu sebagai pengikat santan. Semakin banyak maizena yang ditambahkan, maka
kemampuan mengikat santan juga semakin meningkat. Dalam pembuatan puding,
santan berfungsi sebagai penambah rasa gurih (Prihatini, 2008). Oleh karena itu,
panelis lebih menyukai rasa puding jagung dengan penambahan maizena 30 gram.

13

5.3 Tekstur
Tekstur adalah hasil atau rupa akhir dari makanan atau produk hasil
pertanian mencakup kelembutan, bentuk permukaan, keadaan produk (kering,
basah, lembab) serta lunak atau tidaknya. Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan, didapatkan rata-rata 2,67 untuk perlakuan penambahan maizena 15
gram dan 3,24 untuk perlakuan penambahan maizena 30 gram. Menurut Rosulva
(2008), agar-agar merupakan bahan terpenting yang membentuk tekstur puding
dimana memiliki kandungan pati. Pati mudah tergelatinisasi bila dipanaskan,
karena pati terdiri dari amilosa yang membuat produk lebih padat dan amilopektin
yang menyebabkan produk mengembang. Jika dicampur dengan air dingin, agaragar tidak akan larut, untuk melarutkannya harus dengan cara dipanaskan. Agar
merupakan hidrokoloid rumput laut yang memiliki kekuatan gel yang sangat kuat.
Dalam pembuatan puding agar berfungsi sebagai pemadat.
5.4 Aroma
Aroma adalah hasil dari uap proses pengolahan makanan, uap ini tercipta
dari bahan-bahan makanan yang diolah. Tiap bahan memiliki aroma yang
berbeda, proses dan metode memasak juga akan menentukan hasil dari aroma
yang akan tercium. Berdasarkan uji organoleptik, aroma yang lebih disukai oleh
panelis pada perlakuan penambahan maizena 30 gram dengan rata-rata 3,38.
Sedangkan pada perlakuan penambahan maizena 15 gram diperoleh rata-rata 3,19.
Vanili merupakan bahan terpenting dalam pembentukan aroma, dimana produk
kue yang dihasilkan akan memiliki keharuman dan menarik konsumen (Mochtar,
2012).

14

BAB 6. PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari hasil praktikum yang telah
dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Proses pembuatan puding jagung yaitu dengan mencampur semua bahan ke
dalam panci dengan api sedang hingga mendidih. Pada pembuatan puding
jagung, agar-agar merupakan bahan terpenting. Agar-agar atau keragenan
merupakan polimer alam yang memiliki kemampuan untuk membentuk gel
secara thermo-reversible atau larutan kental jika dipanaskan. Keragenan sangat
penting peranannya sebagai stabilizer (penstabil), bahan pengentalan,
pembentuk gel, pensuspensi, dan pengikat.
2. Berdasarkan hasil uji organoleptik yang telah dilakukan, panelis lebih
menyukai puding jagung dengan penambahan maizena 30 gram. Hal itu
terbukti dari semua rata-rata tertinggi pada kode sampel 265 baik dari segi
warna, rasa, tekstur, maupun aroma.
6.2 Saran
Adapun saran untuk hasil praktikum yang telah dilakukan adalah sebagai
berikut.
1. Jika masih ada yang kurang dalam laporan ini, mohon diberi petunjuk agar
praktikum selanjutnya lebih baik.
2. Untuk mencapai praktikum yang lebih baik, gunakan waktu sebaik-baiknya
serta keaktifan para praktikan dalam melakukan praktik perlu diperhatikan.

15

DAFTAR PUSTAKA
Anggadiredja, T. Dkk. 2006. Rumput Laut. Jakarta: Penerbit Penebar Swadaya.
Burhanuddin. 2001. Strategi Pengembangan Industri Garam di Indonesia.
Kanisius. Yogyakarta.
Cakrawati dan Mustika NH, Dewi. 2012. Bahan Pangan, Gizi, Dan Kesehatan.
Bandung: Alfabeta.
Maflahah, Iffan, 2010. Analisis Proses Pembuatan Pati Jagung Berbasis Neraca
Massa. Madura: Universitas Trunojoyo.
Mochtar M. 2012. Prospek Pemberian Alkohol Alifatis untuk Peningkatan
Produksi Vanilli ( Tinjauan Secara Fisiologis Tanaman ). Vol 8 : 2.
Primordia.
Muharastri, Y. 2008. Analisis Kepuasan Konsumen Susu UHT Merek Real Good
di Kota Bogor. Skripsi. Departemen Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. FTP,
IPB. Bogor.
Prapnomo, Yogi. 2001. Pengolahan Jagung sebagai Industri Kecil. Bandung :
Titian Ilmu Bandung.
Prihatini, R.I. 2008. Analisa Kecukupan Panas Pada Proses Pasteurisasi Santan.
Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB: Bogor.
Rosulva, I. 2008. Pembuatan Agar Bakto dari Rumput Laut Gellidium sp. Dengan
Khitosan sebagai Absorben. Bandung : InstitutPertanian Bogor.
Widyanti, 2011. Penentuan Agroindustri Berbasis Jagung Terpilih Provinsi
Lampung. Lampung: Universitas Lampung.
Winarno F,G. 1996. Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan.

16

LAMPIRAN PERHITUNGAN
1. Perhitungan rata-rata uji kesukaan warna

Sampel 324=

2+3+3+3+ 2+ 3+3+3+ 4+ 4+3+3+ 3+3+2+3+3+ 4+ 3+ 3+3


21

Sampel 324=

63
=3
21

Sampel 265=
Sampel 324=

4+ 3+4 +4 +4 +2+4 +4 +4 + 4+3+2+3+ 4+ 3+3+3+3+ 4+ 4+3


21

72
=3,43
21

2. Perhitungan rata-rata uji kesukaan rasa

Sampel 324=
Sampel 324=

4 +4 +4 +2+3+2+2+ 4+3+ 4+ 2+ 3+2+3+3+ 4+3+3+ 2+ 3+3


21

63
=3
21

Sampel 265=

3+3+4 + 4+ 4+3+3+ 3+4 +4 +3+2+3+ 4+3+2+3+ 3+4 +4 +4


21

Sampel 265=

70
=3,33
21

3. Perhitungan rata-rata uji kesukaan kenampakan/tekstur

Sampel 324=

2+4 +3+3+2+2+2+ 4+ 4+ 4+ 2+ 3+2+3+1+3+2+3+2+3+ 2


21

Sampel 324=

56
=2,67
21

17


Sampel 265=

4+ 2+ 3+4 +3+3+3+ 3+4 +4 +4 +2+3+2+3+2+ 4+ 4+3+ 4+ 4


21

Sampel 265=

68
=3,24
21

4. Perhitungan rata-rata uji kesukaan aroma

Sampel=

4 +4 +3+3+3+ 2+3+ 4 +3+4 +3+ 4+3+3+ 3+4 +2+3+4 +3+2+ 4+3


21

Sampel 324=

67
=3,19
21

Sampel 265=

3+3+4 + 4+3+3+ 2+ 4+ 4+ 4+ 4+ 3+3+3+ 4+3+ 4+ 4+ 3+3+2


21

Sampel 265=

71
=3,38
21

18