Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum

Menentukan Daya Serap Superabsorbent Polymer Pada Popok Fitti

Oleh:
Nama

: Muhammad Abduh Fuadi

NIM

: 13714022

Tanggal Praktikum

: 30 Oktober 2016

Tanggal Penyerahan Laporan : 4 November 2016


Dosen Pengajar : Dr. rer. nat. Mardiyati, S.Si., M.T.

Material Polimer
Teknik Material
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara
Institut Teknologi Bandung
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Superabsorbent polymer adalah material yang memiliki kemampuan untuk
menyerap dan menyimpan volume air dan cairan senyawa dalam jumlah yang
besar. Hal tersebut membuat superabsorbent polymer bagus untuk digunakan
dalam aplikasi benda yang menyerap air seperti popok bayi atau popok untuk
manula.
Ketika pertama kali ditemukan superabsrobent terbuat dari tepung dan
selulosa yang telah dimodifikasi secara kimia dan juga polimer lain seperti PVA
(polyviny alcohol), PEO (polyethylene oxide) yang memiliki sifat hidrofil dan
memiliki afinitas atau daya tarik-menarik dengan air. Ketika polimer tersebut
diberi ikatan crosslink secara ringan, maka polimer tersebut akan menjadi dapat
menyerap air bukan dapat larut pada air.
Sekarang superabsorbent polymers dibuat dari polyacrylic acid yang telah
diberi ikatan silang. Dan akan memberikan rasio tertinggi pada perbandingan
performa dengan biaya. Oleh sebab itu perlu diadakannya percobaan mengenai
daya serap yang dimiliki oleh polyacrylic acid.

1.2 Tujuan
1. Menentukan daya serap air oleh superabsorbent polymer pada popok bayi
Fitti.
2. Menentukan

pengaruh

superabsorbent polymer.

penambahan

larutan

garam

1%

terhadap

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Polimer adalah molekul yang tersusun dari molekul yang lebih kecil
(monomer) yang terikat bersama oleh ikatan kimia. Polimer memiliki rantai yang
panjang sehingga berat molekulnya bisa sampai 100.000 sampai jutaan satuan
massa atom. Polimer dapat terbentuk secara alami dan dapat dibentuk secara
sinstesis oleh manusia. Polimer yang terbentuk secara alami adalah selulosa, karet
alam, sutra, kolagen, wol dan gelatin. Polimer hasil sintesis salah satu contohnya
plastis. Polimer dapat dimodifikasi strukturnya sehingga memiliki sifat yang
berbeda-beda dan memiliki kegunaan yang luas.
Superabsorbent polymers (SAP) adalah polimer yang memiliki sifat unik.
SAP adalah material hidrofil yang memiliki kemampuan untuk menyerap dan
menyimpan air atau larutan encer dalam jumlah yang besar. Material ini dapat
menyerap air yang terionisasi sampai 1000 kali beratnya. SAP memiliki bentuk
butir-butir yang menyerupai gula pasir putih. Pada awalnya aplikasi SAP adalah
untuk bidang pertanian, kini diapers merupakan aplikasi utama dari SAP.
SAP adalah polimer natrium poliakrilat (sodium polyacrylate) yang
terdapat pada diapers. Polimer ini dapat disintesis dari asam akrilat (acrylic acid).
Sintesis dari asam akrilat dapat diproses melalui polimerisasi yang diikuti dengan
netralisasi menggunakan natrium hidroksida. Atau asam akrilat dapat dinetralisasi
terlebih dahulu menggunakan natrium hidroksida kemudia dipolimerisasi menjadi
natrium poliakrital.

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
Alat :
1. Gelas ukur
2. Saringan
3. Gelas plastik

Bahan :
1. 0,5 gram diapers pada popok Fitti
2. Larutan garam 1%
3.2 Metodologi

Mulai

Masukkan diapers kedalam gelas. Tuangkan air kedalam gelas secara perlahan
sampai air tidak diserap oleh diapers lagi. Tuangkan isi gelas kedalam saringan
sehingga terdapat air yang menetes dari saringan. Ukur jumlah air yang
menetes menggunakan gelas ukur.

Masukkan diapers yang telah menyerap air kedalam gelas. Tuangkan larutan
garam 1% yang telah diukur sebelumnya kedalam gelas. Berhenti menuangkan
larutan garam 1% ketika diapers sudah mengecil. Ukur sebarap banyak larutan
garam 1% yang telah dituangkan.

Selesai.

BAB IV

DATA DAN PEMBAHASAN


4.1 Data Percobaan
Merk diapers : Fitti
Massa serbuk polimer : 0,5 gram
Volume air untuk membuat SAP menjadi gel = 95,6 mL
Volume larutan garam 1% untuk membuat air di gel mengalir = 192,6 mL

4.2 Dokumentasi

Gambar 4.1 0,5 gram diapers.

Gambar 4.2 Diapers yang sudah tidak dapat menyerap air

Gambar 4.3 Mengukur jumlah air yang tidak diserap oleh diapers

Gambar 4.4 Larutan garam 1% menyebabkan air mengalir kembali.


4.3 Perhitungan Larutan Air Garam
Larutan garam yang digunakan memiliki konsentrasi 1%.
%=

0,01 =

massa garam
massa air
massa garam
massa air

Massa air yang digunakan adalah 600 gram.


massa garam = 0,01 x massa air
massa garam = 0,01 x 600 gram
massa garam = 6 gram

BAB V
ANALISIS DATA
Pada praktikum ini, SAP yang digunakan berasal dari diapers popok merk
Fitti. Butir SAP yang digunakan sebanyak 0,5 gram. Dikarenakan kemasan popok
tidak mencantumkan jenis polimernya, maka jenis polimer dicari dari literatur.
Berdasarkan berbagai literatur, jenis polimer yang digunakan untuk diapers adalah
natrium poliakrilat (sodium polyacrylate). Saat ditambahkan air butiran-butiran
polimer akan menyerap air dan mengembang menjadi gel. Volume air yang
diperlukan sampai gel tidak dapat menyerap air lagi adalah sebanyak 95,6 mL.

Gambar 5.1 Struktur polimer natrium poliakrilat.


Terdapat empat faktor yang mempengaruhi kemampuan natrium
poliakrilat untuk menyerap cairan dan mengembang. Faktor-faktor tersebut adalah
rantai polimer yang hidrofili, muatan yang saling tolak menolak, ikatan silang
antar rantai dan osmosis. Pada keadaan serbuk kering struktur polimer ini coiled
dan acak. Rantai utama polimer bersifat hidrofili (menyukai air) karena terdapat
gugus karboksil (-COOH). Ketika serbuk polimer ini ditambahkan air, terjadi
interaksi, yaitu hidrasi dan pembentukan ikatan hidrogen. Hidrasi merupakan
interaksi antara ion-ion terlatur dan molekul perlarut. Ketika terhidrasi dengan air
natrium terdisosiasi dari gugus karbonil menghasilkan dua ion, yaitu natrium
(Na+) dan karboksil (COO-). Ion-ion tersebut menarik molekul air.

Gambar 5.2 SAP ketika mengalami hidrasi.


Pada air, oksigen memiliki dua pasang elektron yang belum berikatan
sehingga mampu membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air lainnya.

Gambar 5.3 Ikatan hidrogen pada air.


Selain itu, tolak menolak antar ion COO- menyebabkan struktur rantainya
menjadi lebih renggang. Struktur yang renggang ini menyebabkan molekul air
mudah bergerak masuk dan kontak dengan gugus karboksi sehingga bentuknya
berubah menjadi gel dan volumenya meningkat

Gambar 5.4 Interaksi antara natrium poliakrilat dan air.

Ikatan silang antar rantai pada polimer mencegah polimer larut didalam air
dan cairan lain. Ketika rantainya terhidrasi, ikatan silang mencegah rantai untuk
bergerak secara acak. Penurunan pergerakan yang acak ini menghasilkan gel yang
kaku. Semakin banyak ikatan silang pada rantainya, maka semakin kecil
kemampuan polimer ini untuk menyerap cairan dan semakin kaku gel yang
dihasilkan.

Gambar 5.5 Perubahan struktur rantai yang berbelit dan acak menjadi berikatan
silang saat ditambah air.
[ CH2

H2O

CH2]n
C

[ CH2
O

O +
Na

CH2]n
C
O

+ Na+
O

Gambar 5.6 Reaksi yang terjadi antara natrium poliakrilat dengan air.
Osmosis terjadi ketika dua larutan encer dengan konsentrasi yang berbeda
dipisahkan oleh membran semipermeabel. Air akan bergerak melewati membran
dari larutan yang konsentrasinya lebih rendah menuju ke larutan yang
konsentrasinya lebih tinggi sampai konsentrasi di kedua sisi membran setimbang.
Dalam kasus natrium poliakrilat, saat ion natrium terdisosiasi dari rantai polimer,
ion-ion ini bergerak secara bebas. Polimer mengambang akibat adanya perbedaan
konsentrasi pada cairan di dalam dan di luar gel karena cairan terserap ke dalam
polimer untuk menyeimbang konsentrasi.

Gambar 5.7 Proses osmosis yang terjadi pada proses penyerapan air oleh natrium
poliakrilat.
Ketika larutan garam 1% ditambahkan ke dalam gel sedikit demi sedikit,
viskositas gel mulai menurun. Penambahan larutan garam 1% dihentikan sampai
192,6 mL karena gel sudah mulai mengecil. Ketika larutan garam ditambahkan
setiap ion natrium (Na+) dan ion klorin (Cl-) langsung dikelilingi oleh 6 molekul
air yang tertarik keluar dari gel. Kehadiran natrium klorida pada larutan
menurunkan kemampuan natrium poliakrilat untuk menyerap dan menahan air.
Ion natrium yang bermuatan positif akan masuk ke bagian polimer yang
bermuatan negatif. Lalu rantai polimer akan kembali ke susunan yang acak
sehingga air dapat mengalir kembali.

Gambar 5.8 Perubahan struktur pada rantai gel natrium poliakrilat yang
ditambahi garam.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
1. 0,5 gram diapers dapat menyerap air sebanyak 95,6 mL
2. Penambahan larutan garam 1% sebanyak 192,6 mL membuat air di
dalam gel polimer mengalir kembali
6.2 Saran
Sebaiknya gelas ukur yang digunakan tersedia dalam jumlah sesuai
dengan jumlah praktikan agar praktikum berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

Buchholz and Peppas. 1994. Super absorbent Polymers. ACS Symposium Series.
Mark Elliot. Superabsorbent Polymer. BSAF Aktiengesellschaft.
Purification of Water with Systems. University of Illnois at Urbana-Champaign.

Superabsorbent Polymer. Pfizer Education Initiative.


Superabsorbent Polymer. Teachers Guide. Center for Advanced Materials for