Anda di halaman 1dari 1

LAPORAN II

A. Identitas Diri : 1402221-Iin Suminar-PS611-AE-L-2-2M15-Lela Nurlaela-1402186


B. Intisari
Judul: Metodologi Penelitian Bidang kajian Ilmu Alam (oleh B.Suprapto Brotosiswojo)

Arena
dalam
penelitian
ilmu alam

Arena
pengamatan

Wilayah dimana
manusia mencoba
menangkap informasi
tentang apa yang

Arena
pengamatan
Arena
penalaran

Terkait dengan upaya


manusia untuk mengerti
mengapa hal itu terjadi.

Dilakukan lewat panca


indera, seperti mata,
hidung, lidah, indera

Dibutuhkan cara lain untuk mengamati gejala


dan perilaku alam yaitu dengan cara
pengamatan tak langsung dengan bantuan
alat
Arena
penalaran
Membantu
proses penalaran

namun

sehing
ga

Melibatkan
peralatan

Melibatkan
pemikiran

Panca indera memiliki


kemampuan terbatas karena
banyak perilaku alam yang
ada dan terjadi tetapi tidak
sanggu ditangkap oleh
indera manusia

Penalaran dalam ilmu alam adalah penalaran yang tidak hanya


sanggup menjelaskan sehingga mudah kita pahami
melainkan juga penalaran yang sanggup meramalkan secara
akurat apa yang akan terjadi

Wujud alat penalaran kualitatif dan kuantitatif yang sanggup


menerangkan hukum-hukum gerak benda, baik benda-benda
C. Pertanyaan dan Dugaan Jawaban
yang ada di bumi maupun benda-benda yang di alam jagad raya.
Bahasa
matematika

D.

E.

F.

G.

Pertanyaan: Apakah gejala alam yang telah menjadi hukum bisa berubah seiring dengan perkembangan
pengetahuan dan semakin berkembangnya kecanggihan perlatan untuk membantu pengamatan?
Dugaan jawaban: Hukum-hukum alam yang bersifat fundamental seperti gravitasi mungkin sulit dirubah
karena sudah menjadi kehendak alam, namun hal-hal yang bersifat numerik mungkin saja berubah.
Hasil Refleksi Manfaat (Sisi Positif)
Setelah membeca buku ini saya menjadi mengerti bahwa penelitian dalam bidang imu alam harus
memilih arena yang akan digeluti. Selain itu ada kalimat yang menarik di buku ini, yakni tampaknya
sang Pencipta Alam menghendaki agar manusia memang boleh berhasil memahami, tetapi jangan terlalu
menjadi angkuh karena merasa pintar. Singkatnya hukum-hukum alam yang kita ketahui sekarang sudah
diatur sedemikian rupa oleh sang Pencipta Alam, kita manusia hanya berikhtiar dan berpikir untuk
mempelajari hukum alam.
Hasil Refleksi Resiko (Sisi Negatif)
Buku ini hanya bersifat abstrak tentang metodologi penelitian dalam ilmu alam, dengan tidak
dicantumkan secara sistematis bagaimana metodologi penelitian ilmu alam secara jelas.
Niat Kecil Untuk Kebaikan Diri Sendiri
Setelah membaca buku ini saya menjadi sadar bahwa apapun yang kita miliki sekarang adalah hal yang
patut disyukuri (misalnya keterbatasan alat penglihatan dan pendengaran kita semata-mata adalah untuk
kebaikan manusia itu sendiri).
Niat kecil Untuk Kebaikan Orang Lain
Saling mengingatkan bahwa tidak ada yang patut disombongkan dari diri manusia.