Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil perancangan struktur jembatan gantung pejalan kaki yang telah
dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari semua jenis beban yang diberikan dalam perancangan, beban
hidup pejalan kaki simetri penuh merupakan beban yang paling
berpengaruh di dalam perancangan, meskipun pada kenyataannya
beban pada kondisi penuh tersebut sangat jarang terjadi.
2. Nilai defleksi dek jembatan terbesar terjadi pada posisi beban pejalan
kaki simetri 1L dengan nilai 51,41 cm. Fluktuasi defleksi maksimum
pada dek jembatan yang terjadi adalah 35,56 cm sehingga masih
berada di bawah batas 1/200 L atau 40 cm. Dengan demikian pengguna
jembatan tidak akan merasakan adanya perubahan defleksi pada
jembatan ketika menyeberang.
3. Gaya tarik kabel maksimum yang terjadi adalah sebesar 319,113 kN
untuk kabel utama, 6,066 kN untuk kabel hanger, dan 1,862 kN untuk
kabel angin. Sedangkan gaya aksial maksimum yang ditahan oleh
betang utama pylon adalah sebesar 134,637 kN.
4. Gaya aksial maksimum yang terjadi pada batang pylon dan kabel
utama serta reaksi maksimum pada tumpuan pylon terjadi pada posisi
beban 1L, sedangkan gaya maksimum pada kabel hanger terjadi pada
posisi beban simetri 1/2L.
5. Ukuran fondasi menara yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah
1,5 m x 1,0 m x 0,3 m untuk setiap titik tumpuan menara. Tulangan
yang digunakan adalah 4D19 untuk tulangan arah memanjang, 6D19
untuk arah melintang, dan D12-250 untuk tulangan susut.

126

6.

Posisi pembebanan simetri lebih perlu diperhatikan daripada posisi


pembebanan asimetri. Posisi beban simetri menghasilkan hasil analisis
yang lebih besar.

B. Saran
Dari hasil perancangan struktur jembatan gantung pejalan kaki yang telah
dilakukan juga terdapat beberapa saran yang dapat digunakan pada proses
perancangan jembatan yang lain sebagai berikut :
1. Penggunaan faktor beban di dalam kombinasi beban rencana sehingga
bisa diperoleh hasil perancangan dengan Safety Factor (SF) yang lebih
tinggi. Selain itu juga supaya bisa diketahui perbedaan antara hasil
perancangan yang telah dilakukan dengan hasil perancangan yang
dilakukan dengan menggunakan faktor beban.
2. Penggunaan profil yang berbeda dari yang telah digunakan di dalam
perancangan ini, sehingga bisa diketahui profil yang lebih optimum
digunakan dalam perancangan jembatan pejalan kaki.
3. Variasi panjang bentang dan dimensi serta bentuk menara dan dek
jembatan yang dapat memberikan hasil yang lebih optimum dalam
perancangan jembatan pejalan kaki.
4. Penggunaan data tanah yang ada di lapangan sehingga proses
perancangan fondasi yang dilakukan menjadi lebih valid.

127