Anda di halaman 1dari 21

PROBIOTIK

Lactobacillus sp.
Lactobacillus adalah golongan bakteri penghasil asam laktat, termasuk bakteri gram positif,
fakultatif anaerob dan mikroaerofil. Keberadaan bakteri lactobacillus merupakan indikasi
lingkungan yang sehat, karena bakteri ini merupakan mikroflora normal dalam lingkungan
dan saluran pencernaan makhluk hidup baik di darat maupun di air. Kemampuan
metabolisme lactobacillus untuk menghasilkan asam laktat dan peroksidase merupakan cara
efektif bakteri ini dalam menghambat berbagai macam mikroba pathogen penyebab penyakit.
Sehingga bakteri lactobacillus banyak dimanfaatkan sebagai probiotik yang dapat diaplikasin
langsung pada lingkungan maupun sebagai campuran pada pakan.
Salah satu syarat dari suatu bakteri probiotik yang baik adalah bahwa bakteri tersebut harus
memiliki kemampuan menempel pada dinding saluran cerna, sehingga bakteri tersebut dapat
berkoloni dan melakukan fungsinya yang memiliki manfaat bagi udang. Usus merupakan
organ dengan sitem imun terluas di tubuh udang, sel-sel yang menyusun usus dilindungi oleh
lapisan pelindung mukus yang secara terus-menerus mengalami proses regenerasi.
Dipermukaan mucus ini terjadi proses penyerapan nutrisi dan menjadi media melekatnya
probiotik di dinding usus.
Melekatnya probiotik pada mukus ini diakibatkan oleh suatu zat protein yang dinamakan
MBP/Mucus Binding Protein (Protein Pengikat Mukus), dengan adanya protein ini maka
bakteri probiotik dapat menempel pada mukus saluran cerna dan melakukan perlindungan
terhadap udang Selain itu Mucus Binding Protein ini juga memicu produski protein
imunoglobulin yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu peranan
Mucus Binding Protein ini juga penting dalam meningkatkan system daya tahan tubuh
terhadap serangan penyakit. Ada tujuh spesies Lactobacillus yang direkomendasikan untuk
budidaya udang :
Lactobacillus plantarum, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus lactis, Lactobacillus casei,
Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus brevis.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa manfaat dari penggunaan bakteri tersebut adalah sbb:

1. Memberbaiki proses pencernaan


2. Memproduksi vitamin B6, B12 dan asam folat
3. Meningkatkan proses penyerapan nutrisi
4. Meningkatkan system kekebalan
5. Mencegah penempelan dan infeksi mikroba pathogen
6. Menyerap senyawa beracun geosmin, nitrit dan nitrosamine
7. Memproduksi enzim peroksidase untuk meningkatkan kadar oksigen dasar kolam

Bacillus sp.
Bakteri Bacillus merupakan bakteri yang mempunyai sel berbentuk batang, mempunyai jenis
sel Gram positif, dapat tumbuh baik pada kondisi aerob, dan pada spesies tertentu dapat
tumbuh pada kondisi semi-anaerob. Bakteri ini kebanyakan dapat hidup pada suhu
lingkungan yang panas, dan menghasilkan enzim yang mampu menguraikan bahan organik
jenis karbohidrat, protein dan lemak.
Bakteri Bacillus mampu tumbuh pada konsentrai garam tinggi diatas 10 ppt, dan masih
bekerja dengan baik pada fluktuasi pH antara 7,3 10,5. Beberapa species bahkan mampu
hidup pada kondisi pH sangat tinggi hingga > 11. Ada 12 jenis spesies bakteri Bacillus yang
dapat digunakan sebagai probiotik dalam bidang aquaculture. Masing-masing spesies bakteri
tersebut mempunyai fungsi dan kondisi optimum dalam lingkungan nya. Spesies bakteri
tersebut adalah :
Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Bacillus polymixa, Bacillus megaterium, Bacillus
coagulans, Bacillus cereus, Bacillus alvei, Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus brevis,
Bacillus circulans, Bacillus firmus, Bacillus pumilus.
Secara umum manfaat dari gabungan spesies Bacillus adalah sbb :

Menciptakan lingkungan tambak yang bersih dan sehat

Menguraikan bangkai plankton dan limbah pakan

Mempercepat proses penguraian limbah

Mengendalikan perkembangan bakteri vibrio merugikan

Menciptakan keseimbangan pH pada siang dan malam hari

Mengeliminasi gas-gas beracun (ammonia dan nitrit)

Aman dan menguntungkan bagi udang dan fitoplankton

Tidak meninggalkan residu antibiotik dan kimia, serta ramah lingkungan.

Selain fungsi umum tersebut, masing-masing spesies Bacillus juga memiliki fungsi yang khas
sehingga sangat disarankan dalam kegiatan budidaya udang intensive.
Beberapa produk sediaan bakteri mengandung beberapa macam bakteri dengan maksud untuk
mengantisipasi fluktuasi parameter kimia dilingkungan tersebut. Sehingga semakin beragam
kandungan bakteri dalam suatu produk maka semakin besar kemungkinan beberapa spesies
dapat bekerja optimum.

Thiobacillus sp.
Thiobacillus adalah bakteri chemototroph yang mampu menguraikan senyawa-senyawa kimia
rantai pendek yang yang sangat beracun menjadi senyawa-senyawa kimia yang tidak
beracun. Thiobacillus berperan penting dalam reaksi penguraian sulfur (H 2S). Senyawa H2S
terdapat di tambak sebagai hasil proses dekomposisi bahan organik dan air laut yang banyak
mengandung sulfat. Senyawa H2S ini dapat dideteksi dengan jelas pada saat melakukan
pengeringan dasar tambak. Dasar tambak yang mengandung banyak sulfur (H 2S) akan
bewarna hitam dan tercium bau belerang. Kadar senyawa H 2S ditambak pembesaran
sebaiknya di bawah 0,1 mg/l. Senyawa H2S dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat,
penurunan daya tahan terhadap penyakit dan meningkatnya kematian udang dan ikan.
Masing-masing spesies bakteri punya kerja yang spesifik, beberapa spesies thiobacillus
efektif pada pH rendah dan beberapa spesies efektif pada pH tinggi. Ada empat macam
spesies bakteri thiobacillus yang direkomendasikan dalam budidaya udang diantaranya :
Thiobacillus denitrificans, Thiobacilles thiooxidans, Thiobacillus novellus dan Thiobacillus
ferooxidans.
Secara umum manfaat dari gabungan spesies Thiobacillus tersebut adalah sbb :

Menetralkan bahan pencemar racun H2S (asam belerang)

Menguraikan lumpur anaerob yang berwarna kehitaman

Mengatasi udang stress, nafsu makan menurun dan kematian akibat penumpukan H2S

Selain itu masing-masing spesies punya fungsi tambahan yang spesifik sbb: Thiobacillus
denitrificans berfungsi menetralkan racun H2S dan nitrit melalui reaksi denitrifikasi,
Thiobacillus ferrooxidans dapat mentetralkan racun H2S dan mengoksidasi ion besi yang
menghambat respirasi dan pertumbuhan udang, Thiobacillus thiooxidans berfungsi
mengoksidasi senyawa sulfur menjadi senyawa yang tidak beracun dan menstabilkan air dan
Thiobacillus novellus dapat menetralkan racun H2S dalam lingkungan dasar tambak yang
sangat asam pada lahan pirit, gambut dan tanah lumpur kehitaman.

Actinobacteria sp.

Actinobacteria adalah bakteri yang bekerja dengan cara memblokir ion phosphate, sehingga
ion phosphate tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme lainnya, dalam hal ini
plankton. Actinobacteria berfungsi untuk memblokir ion phosphate dalam air budidaya
aquaculture yang sering bermasalah dengan blooming plankton dan serangan plankton
merugikan, seperti BGA dan Dinoflagellate. Actinobacteria secara mikrobiologi digolongkan
menjadi Polyphosphate-accumulating organisms (PAOs) yang dalam kondisi tertentu mampu
memblokir ion phosphate sehingga ion phosphate tidak dapat digunakan oleh plankton
merugikan.
Bakteri Actinobacteria di perairan mampu berkompetisi dengan plankton dalam penyerapan
phosphate, sehingga akan menjaga keseimbangan populasi bakteri dan plankton dalam
perairan. Walaupun secara pengukuran kadar phosphate dalam air tinggi karena pelarutan
phosphate dari sumber air, namun dengan introduksi bakteri Actinobacteria secara rutin dapat
menjaga kestabilan mikroflora lingkungan tambak.
Sumber : http://shrimp-biotek.com/index.php?
option=com_content&view=article&id=55&Itemid=53

ANTIBIOTIK, PROBIOTIK, PREBIOTIK, HORMON DAN ENZIM


A. ANTIBIOTIK
a. Pengertian Antibiotik
Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai
efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya
dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan
pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga
digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti
pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya
adalah bakteri.
Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desifektan membunuh
kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.Tidak
seperti perawatan infeksi sebelumnya, yang menggunakan racun seperti strychnine,
antibiotika dijuluki "peluru ajaib": obat yang membidik penyakit tanpa melukai tuannya.
Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan
Setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada
antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang
spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan
antibiotik mencapai lokasi tersebut.
b. Sejarah Antibiotik
Penemuan antibiotika terjadi secara 'tidak sengaja' ketika Alexander Fleming, pada
tahun 1928, lupa membersihkan sediaan bakteri pada cawan petri dan meninggalkannya di
rak cuci sepanjang akhir pekan. Pada hari Senin, ketika cawan petri tersebut akan
dibersihkan, ia melihat sebagian kapang telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang
'bersih' dari bakteri yang sebelumnya memenuhi media. Karena tertarik dengan kenyataan ini,
ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang tersebut, yang ternyata adalah
Penicillium chrysogenum syn. P. notatum (kapang berwarna biru muda ini mudah ditemukan
pada roti yang dibiarkan lembap beberapa hari). Ia lalu mendapat hasil positif dalam
pengujian pengaruh ekstrak kapang itu terhadap bakteri koleksinya. Dari ekstrak itu ia diakui
menemukan antibiotik alami pertama: penicillin G.
Penemuan efek antibakteri dari Penicillium sebelumnya sudah diketahui oleh penelitipeneliti dari Institut Pasteur di Perancis pada akhir abad ke-19 namun hasilnya tidak diakui
oleh lembaganya sendiri dan tidak dipublikasi.
c. Macam-macam Antibiotik
Berdasarkan sifatnya (daya hancurnya) antibiotik dibagi menjadi dua:
1. Antibiotik yang bersifat bakterisidal, yaitu antibiotik yang bersifat destruktif terhadap
bakteri.
2. Antibiotik yang bersifat bakteriostatik, yaitu antibiotik yang bekerja menghambat
pertumbuhan atau multiplikasi bakteri.
Cara yang ditempuh oleh antibiotik dalam menekan bakteri dapat bermacam-macam,
namun dengan tujuan yang sama yaitu untuk menghambat perkembangan bakteri. Oleh
karena itu mekanisme kerja antibiotik dalam menghambat proses biokimia di dalam
organisme dapat dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan antibiotik sebagai berikut:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

a)

b)
c)

1. Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel bakteri. Yang termasuk ke dalam
golongan ini adalah Beta-laktam, Penicillin, Polypeptida, Cephalosporin, Ampicillin,
Oxasilin.
Beta-laktam menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan pada enzim DDtranspeptidase yang memperantarai dinding peptidoglikan bakteri, sehingga dengan demikian
akan melemahkan dinding sel bakteri Hal ini mengakibatkan sitolisis karena
ketidakseimbangan tekanan osmotis, serta pengaktifan hidrolase dan autolysins yang
mencerna dinding peptidoglikan yang sudah terbentuk sebelumnya. Namun Beta-laktam (dan
Penicillin) hanya efektif terhadap bakteri gram positif, sebab keberadaan membran terluar
(outer membran) yang terdapat pada bakteri gram negatif membuatnya tak mampu
menembus dinding peptidoglikan.
Penicillin meliputi natural Penicillin, Penicillin G dan Penicillin V, merupakan antibiotik
bakterisidal yang menghambat sintesis dinding sel dan digunakan untuk penyakit-penyakit
seperti sifilis, listeria, atau alergi bakteri gram positif/Staphilococcus/Streptococcus. Namun
karena Penicillin merupakan jenis antibiotik pertama sehingga paling lama digunakan telah
membawa dampak resistansi bakteri terhadap antibiotik ini. Namun demikian Penicillin tetap
digunakan selain karena harganya yang murah juga produksinya yang mudah.
Polypeptida meliputi Bacitracin, Polymixin B dan Vancomycin. Ketiganya bersifat
bakterisidal. Bacitracin dan Vancomycin sama-sama menghambat sintesis dinding sel.
Bacitracin digunakan untuk bakteri gram positif, sedangkan Vancomycin digunakan untuk
bakteri Staphilococcus dan Streptococcus. Adapun Polymixin B digunakan untuk bakteri
gram negatif.
Cephalosporin (masih segolongan dengan Beta-laktam) memiliki mekanisme kerja yang
hampir sama yaitu dengan menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri. Normalnya
sintesis dinding sel ini diperantarai oleh PBP (Penicillin Binding Protein) yang akan berikatan
dengan D-alanin-D-alanin, terutama untuk membentuk jembatan peptidoglikan. Namun
keberadaan antibiotik akan membuat PBP berikatan dengannya sehingga sintesis dinding
peptidoglikan menjadi terhambat.
Ampicillin memiliki mekanisme yang sama dalam penghancuran dinding peptidoglikan,
hanya saja Ampicillin mampu berpenetrasi kepada bakteri gram positif dan gram negatif. Hal
ini disebabkan keberadaan gugus amino pada Ampicillin, sehingga membuatnya mampu
menembus membran terluar (outer membran) pada bakteri gram negatif.
Penicillin jenis lain, seperti Methicillin dan Oxacillin, merupakan antibiotik bakterisidal yang
digunakan untuk menghambat sintesis dinding sel bakteri. Penggunaan Methicillin dan
Oxacillin biasanya untuk bakteri gram positif yang telah membentuk kekebalan (resistansi)
terhadap antibiotik dari golongan Beta-laktam.
Antibiotik jenis inhibitor sintesis dinding sel lain memiliki spektrum sasaran yang lebih luas,
yaitu Carbapenems, Imipenem, Meropenem. Ketiganya bersifat bakterisidal.
2.
Antibiotik yang menghambat transkripsi dan replikasi. Yang termasuk ke dalam
golongan ini adalah Quinolone, Rifampicin, Actinomycin D, Nalidixic acid, Lincosamides,
Metronidazole.
Quinolone merupakan antibiotik bakterisidal yang menghambat pertumbuhan bakteri dengan
cara masuk melalui porins dan menyerang DNA girase dan topoisomerase sehingga dengan
demikian akan menghambat replikasi dan transkripsi DNA. Quinolone lazim digunakan
untuk infeksi traktus urinarius.
Rifampicin (Rifampin) merupakan antibiotik bakterisidal yang bekerja dengan cara berikatan
dengan -subunit dari RNA polymerase sehingga menghambat transkripsi RNA dan pada
akhirnya sintesis protein. Rifampicin umumnya menyerang bakteri spesies Mycobacterum.
Nalidixic acid merupakan antibiotik bakterisidal yang memiliki mekanisme kerja yang sama
dengan Quinolone, namun Nalidixic acid banyak digunakan untuk penyakit demam tipus.

d) Lincosamides merupakan antibiotik yang berikatan pada subunit 50S dan banyak digunakan
untuk bakteri gram positif, anaeroba Pseudomemranous colitis. Contoh dari golongan
Lincosamides adalah Clindamycin.
e) Metronidazole merupakan antibiotik bakterisidal diaktifkan oleh anaeroba dan berefek
menghambat sintesis DNA.
3. Antibiotik yang menghambat sintesis protein. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah
Macrolide, Aminoglycoside, Tetracycline, Chloramphenicol, Kanamycin, Oxytetracycline.
a) Macrolide, meliputi Erythromycin dan Azithromycin, menghambat pertumbuhan bakteri
dengan cara berikatan pada subunit 50S ribosom, sehingga dengan demikian akan
menghambat translokasi peptidil tRNA yang diperlukan untuk sintesis protein. Peristiwa ini
bersifat bakteriostatis, namun dalam konsentrasi tinggi hal ini dapat bersifat bakteriosidal.
Macrolide biasanya menumpuk pada leukosit dan akan dihantarkan ke tempat terjadinya
infeksi. Macrolide biasanya digunakan untuk Diphteria, Legionella mycoplasma, dan
Haemophilus.
b) Aminoglycoside meliputi Streptomycin, Neomycin, dan Gentamycin, merupakan antibiotik
bakterisidal yang berikatan dengan subunit 30S/50S sehingga menghambat sintesis protein.
Namun antibiotik jenis ini hanya berpengaruh terhadap bakteri gram negatif.
c) Tetracycline merupakan antibiotik bakteriostatis yang berikatan dengan subunit ribosomal
16S-30S dan mencegah pengikatan aminoasil-tRNA dari situs A pada ribosom, sehingga
dengan demikian akan menghambat translasi protein. Namun antibiotik jenis ini memiliki
efek samping yaitu menyebabkan gigi menjadi berwarna dan dampaknya terhadap ginjal dan
hati.
d) Chloramphenicol merupakan antibiotik bakteriostatis yang menghambat sintesis protein dan
biasanya digunakan pada penyakit akibat kuman Salmonella.
4. Antibiotik yang menghambat fungsi membran sel. Contohnya antara lain Ionimycin dan
Valinomycin. Ionomycin bekerja dengan meningkatkan kadar kalsium intrasel sehingga
mengganggu kesetimbangan osmosis dan menyebabkan kebocoran sel.
5. Antibiotik yang menghambat bersifat antimetabolit. Yang termasuk ke dalam golongan ini
adalah Sulfa atau Sulfonamide, Trimetophrim, Azaserine.
a) Pada bakteri, Sulfonamide bekerja dengan bertindak sebagai inhibitor kompetitif terhadap
enzim dihidropteroate sintetase (DHPS). Dengan dihambatnya enzim DHPS ini menyebabkan
tidak terbentuknya asam tetrahidrofolat bagi bakteri. Tetrahidrofolat merupakan bentuk aktif
asam folat, di mana fungsinya adalah untuk berbagai peran biologis di antaranya dalam
produksi dan pemeliharaan sel serta sintesis DNA dan protein. Biasanya Sulfonamide
digunakan untuk penyakit Neiserria meningitis.
b) Trimetophrim juga menghambat pembentukan DNA dan protein melalui penghambatan
metabolisme, hanya mekanismenya berbeda dari Sulfonamide. Trimetophrim akan
menghambat enzim dihidrofolate reduktase yang seyogyanya dibutuhkan untuk mengubah
dihidrofolat (DHF) menjadi tetrahidrofolat (THF).
c) Azaserine (O-diazo-asetyl-I-serine) merupakan antibiotik yang dikenal sebagai purinantagonis dan analog-glutamin. Azaserin mengganggu jalannya metabolisme bakteri dengan
cara berikatan dengan situs yang berhubungan sintesis glutamin, sehingga mengganggu
pembentukan glutamin yang merupakan salah satu asam amino dalam protein.
Yang perlu diperhatikan dalam pemberian antibiotik adalah dosis serta jenis antibiotik
yang diberikan haruslah tepat. Jika antibiotik diberikan dalam jenis yang kurang efektif atau
dosis yang tanggung maka yang terjadi adalah bakteri tidak akan mati melainkan mengalami
mutasi atau membentuk kekebalan terhadap antibiotik tersebut.
B. PROBIOTIK
a. Pengertian Probiotik

Secara sederhana probiotik dapat diartikan sebagai mikroorganisme (mahluk hidup


kecil) yang berguna dan jika dikatakan bahwa sebuah makanan atau minuma
mengandung probiotik maka artinya makanan atau minuman tersebut mengandung
mikroorganisme-mikroorganisme yang diharapkan saat masuk ke dalam tubuh akan dapat
berguna dan meningkatkan kesehatan tubuh.
Probiotik adalah mikroorganisme hidup dianggap sehat bagi organisme tuan rumah.
Menurut definisi saat ini diadopsi oleh FAO / WHO, probiotik adalah: "mikroorganisme Live
yang bila diberikan dalam jumlah yang cukup memberikan manfaat kesehatan pada tuan
rumah". Bakteri asam laktat (LAB) dan bifido adalah jenis yang paling umum dari mikroba
yang digunakan sebagai probiotik, tetapi ragi tertentu dan basil juga dapat membantu.
Probiotik biasanya dikonsumsi sebagai bagian dari makanan fermentasi dengan
menambahkan khusus budaya hidup aktif; seperti di yogurt, yogurt kedelai, atau sebagai
suplemen diet.
Secara etimologi, istilah tampaknya menjadi gabungan dari preposisi bahasa
Latin''pro''("untuk") dan kata sifat Yunani''''(biotik), yang terakhir berasal dari kata
benda''''(bios, "hidup").
Pada awal abad ke-20, probiotik dianggap menguntungkan mempengaruhi tuan rumah
dengan meningkatkan keseimbangan mikroba usus nya, sehingga menghambat patogen dan
bakteri penghasil racun. Hari ini, efek kesehatan spesifik yang sedang diselidiki dan
didokumentasikan termasuk pengentasan penyakit kronis inflamasi usus, pencegahan dan
pengobatan patogen-induced diare, infeksi urogenital, dan penyakit atopik.
b. Sejarah Probiotik
Pengamatan asli dari peran positif yang dimainkan oleh bakteri tertentu pertama kali
diperkenalkan oleh ilmuwan Rusia dan pemenang Nobel Eli Metchnikoff, yang pada awal
abad ke-20 menyatakan bahwa akan ada kemungkinan untuk mengubah flora usus dan untuk
menggantikan mikroba berbahaya oleh mikroba yang berguna .
''''Bifidobacteria pertama kali diisolasi dari bayi disusui oleh Henry Tissier yang juga
bekerja di Institut Pasteur. Bakteri terisolasi bernama Bacillus bifidus communis kemudian
berganti nama menjadi genus''''Bifidobacterium. Tissier menemukan bahwa bifido yang
dominan dalam flora usus bayi yang diberi ASI dan ia mengamati manfaat klinis dari
mengobati diare pada bayi dengan bifido. Efek klaim perpindahan bakteri proteolitik
bifidobacterial menyebabkan penyakit.
Selama wabah Shigellosis pada tahun 1917, Jerman profesor Alfred Nissle
mengisolasi strain Escherichia coli''''dari tinja seorang prajurit yang tidak terpengaruh oleh
penyakit tersebut. Metode mengobati penyakit menular yang dibutuhkan pada waktu itu
ketika antibiotik belum tersedia, dan Nissle menggunakan Escherichia coli''''Nissle 1917
ketegangan dalam salmonellosis infeksi akut gastrointestinal dan Shigellosis. Pada tahun
1920, Rettger menunjukkan bahwa "Bacillus Bulgaria" Metchnikoff itu, kemudian
disebut''Lactobacillus delbrueckii subsp''bulgaricus., Tidak bisa hidup di usus manusia, dan
fenomena makanan fermentasi mereda. Teori Metchnikoff adalah perdebatan (pada tahap ini),
dan orang-orang meragukan teorinya tentang umur panjang.
Setelah kematian Metchnikoff pada tahun 1916, pusat kegiatan pindah ke Amerika
Serikat. Itu beralasan bahwa bakteri berasal dari usus lebih mungkin untuk menghasilkan
efek yang diinginkan dalam usus, dan pada tahun 1935 strain tertentu dari Lactobacillus

acidophilus''''ditemukan menjadi sangat aktif ketika ditanamkan dalam saluran pencernaan


manusia. Percobaan dilakukan dengan menggunakan organisme ini, dan hasil yang
menggembirakan diperoleh terutama di relief sembelit kronis.
Istilah "probiotik" pertama kali diperkenalkan pada tahun 1953 oleh Kollath. Kontras
antibiotik, probiotik didefinisikan sebagai mikroba faktor turunan yang merangsang
pertumbuhan mikroorganisme lainnya. Pada tahun 1989 Roy Fuller mengusulkan definisi
probiotik yang telah banyak digunakan: "''A feed suplemen mikroba hidup yang
menguntungkan mempengaruhi hewan inang dengan meningkatkan keseimbangan mikroba
usus nya''". Definisi Fuller menekankan kebutuhan untuk kelangsungan hidup probiotik dan
memperkenalkan aspek efek menguntungkan pada tuan rumah. Dalam dekade berikutnya
spesies bakteri asam laktat usus dengan sifat kesehatan bermanfaat diduga telah
diperkenalkan sebagai probiotik, termasuk Lactobacillus rhamnosus'''',''Lactobacillus casei'',
dan''Lactobacillus johnsonii''.
c. Manfaat Probiotik bagi Peternakan Unggas dan Ruminansia (Sapi, Kambing,
Domba)
Beberapa penelitian menunjukkan, penambahan probiotik mempunyai dampak positif.
Salah satunya menyatakan, bahwa banyaknya kandungan mikroorganisme hidup dalam usus
ternak dapat memengaruhi metabolisme dalam usus, meningkatkan populasi mikroorganisme
yang menguntungkan, sehingga produktivitas ternak lebih baik.
Probiotik merupakan produk yang mengandung mikroorganisme hidup nonpatogen
yang ditambahkan ke dalam pakan, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan, efisiensi
penggunaan ransum, kecernaan bahan pakan dan kesehatan ternak melalui perbaikan
keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan.
Beberapa mikroba yang berasal dari saluran pencernaan ternak unggas, terutama pada
ayam pedaging dan ayam petelur, telah direkomendasikan oleh beberapa penelitian sebagai
sumber probiotik yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi telur,
efisiensi pakan dan menghasilkan produk ternak (daging dan telur) yang rendah kolesterol,
serta mengurangi bau kandang. Beberapa mikroorganisme yang disebut EM/Effective
Microorganisms- yang banyak diterapkan dalam pertanian dan peternak antara lain: EM-2,
EM-3, EM-4, kultur kapang, kultur mikroba rumen, mikroorganisme yang diklon dengan sel
pembentukan hormon. EM-2 ialah campuran lebih dari 80 spesies mikroorganisme.
Bentuknya cair dengan pH 7,0 dan disimpan dalam pH 8,5. Jumlah mikroorganisme dalam
kultur sangat pada mencapai 109/gr. EM-3 merupakan kultur bakteri yang terdiri dari 95%
bakteri fotosintetik yang disimpan pada pH 8,5 dengan jumlah sama dengan EM-2. EM-4
merupakan mikroorganisme yang banyak digunakan bagi peternakan, karena 90% bakteri di
dalamnya ialah Lactobacillus Spp. Bakteri lainnya Azotobacter, Clostridia, Enterobacter,
Agrobacterium, Erwinia, Pseudomonas, dan mikroorganisme pembentuk asam laktat. Media
kulturnya berbentuk cairan dengan pH 4,5. Jumlah mikroorganisme di dalamnya sama
dengan EM-2 dan EM-3. Dalam bidang peternakan, arti probiotik cukup penting karena saat
ini sebagian orang takut terhadap makanan yang mengandung kolesterol.Kadar kolesterol
biasanya tinggi pada makanan yang kadar lemaknya tinggi.
Dengan pemanfaatan probiotik, kini muncul produk ternak seperti telur rendah
kolesterol, daging sapi rendah kolesterol, daging broiler bebas residu antibiotik, dan banyak
lagi produduk lainnya. Selain itu, banyak peternak yang memanfaatkan EM-4 dengan maksud
untuk menghilangkan bau dalam kandang, dan ternyata dengan pengamatan sekilas hasilnya
cukup memuaskan. Untuk mengurangi keadaan ini memang masih diperlukan penelitian yang
intensif, lebih cermat dan dengan data yang terukur. Dari berbagai hasil penelitian, maka efek
probiotik pada ternak secara garis besar adalah : 1) Meningkatkan laju pertumbuhan ternak

potong, ayam dan babi (Fuller, 1992). Peningkatan laju pertumbuhan ini terjadi dengan
menekan jumlah mikroorganisme patogen yang mengganggu pertumbuhan dalam kondisi
subklinis, 2) Memperbaiki produksi susu secara kualitatif dan kuantitatif (William dan New
Bold, 1990). Untuk ini mikroorganisme yang paling baik ialah kapang Saccharomyces
cerevisiae dan Aspergillus oryzae, 3)Meningkatkan produksi telur baik jumlah maupun berat
telurnya (Fuller, 1992), 4) Memperbaiki konversi ransum pada ayam yang diberi
Enterococcus faecium (Kumprent, dkk. 1984), 5) meningkatkan kesehatan ternak (Fuller,
1992).
d. Peranan Probiotik pada Broiler Dapat Mengganti Antibiotik
Seperti kita ketahui bersama bahwa broiler dengan jangka hidup yang cukup pendek,
memiliki koloni dalam ususnya yang sangat peka sehingga perlu meningkatkan system
pengaturan tubuhnya. Cara yang biasa dilakukan untuk melindungi ayam yang masih muda
adalah dengan pemberian antibiotika atau dengan penggunaan AGPs (Antibiotik Growth
Promotors) perlu diperhatikan. Namun, beberapa negara Eropa dan Amerika, telah
melakukan pembatasan terhadap penggunaan antibiotika. Bahkan di tahun 2006 Uni Eropa
melarang penggunaan AGPs. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi
penggunaan antibiotika dan menghindari pengaruh negatif antibiotika pada manusia.
Pemakaian antibiotik pada unggas dapat ikut menyelinap ke dalam produk ternak
(daging dan telur), sehingga terakumulasi dan menjadi residu. Residu tersebut mempunyai
efek yang kurang menguntungkan terhadap kesehatan konsumen, antara lain terjadi resistensi
bakteri (bakteri kebal terhadap antibiotik) dan sensitifitas pada konsumen. Pemberian
antibiotik juga bisa menganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan
inangnya. Sebagai salah satu alternatifnya adalah dengan pemberian probiotik, karena tidak
mempunyai efek samping yang negatif jika diberikan dalam dosis yang tepat.
Di dalam saluran pencernaan,terdapat sekitar 100-400 jenis mikroba yang
dikelompokkan pada mikroba yang menuntungkan dan yang merugikan (patogen). Di
lingkungan yang normal, saluran usus pada anak ayam terkolonisasi dengan mikroorganisme.
Umumnya sumber mikroflora usus adalah dari permukaan telur yang tidak steril sebagai hasil
kontak induk dengan sangkarnya. Pada peternakan komersial, kolonisasi pada saluran usus
ada hubungannya dengan kebersihan di hatchery dan kontak dengan lingkungan bebas.
Saat umur 21 hari, broiler dapat mengatur keseimbangan flora usus. Setelah umur 21
hari tantangan seperti stress, pergantian pakan dan pemberian obat-obatan seperti antibiotik
dapat menganggu flora dalam saluran gastrointestinal dan menyebabkan kerugian. Jika
saluran usus terkolonisasi dengan mikroba merugikan maka akan berdampak patogen bagi
tubuh.
Probiotik dalam Pakan
Menurut Fuller (1992), probiotik adalah makanan tambahan berupa mikroba hidup,
baik bakteri, kapang/yeast yang dapat menguntungkan bagi inangnya dengan jalan
memperbaiki keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan. Mikroba yang dikatakan
sebagai probiotik jika :
1. Dapat diisolasi dari hewan inangnya dengan spesies yang sama.
2. Menunjukkan pengaruh yang menguntungkan bagi inangnya.
3. Tidak bersifat patogen.
4. Dapat transit dan bertahan hidup di saluran pencernaan inangnya.
5. Sejumlah mikroba harus mampu bertahan hidup pada periode yang lama selama
penyimpanan.
Mekanisme kerja probiotik masih banyak dikontroversikan. Mekanisme berikut ini
dapat menjadi bahan pertimbangan (Budiansyah A, 2004),antara lain :

1. Melekat dan berkolonisasi dalam saluran pencernaan. Jika mikroba dapat menempel kuat
pada sel-sel usus maka mikroba dapat berkembang biak dan mikroba patogen akan tereduksi
dari sel-sel usus.
2. Berkompetisi terhadap makanan dan memproduksi zat antimikroba. Mikroba probiotik
menghambat organisme patogen dengan berkompetisi.
3. Menstimulasi mukosa dan meningkatkan sistem kekebalan inang.
Penggunaan probiotik sebagai bahan aditif dapat memberikan keuntungan pada
inangnya (terutama dalam saluran pencernaan), diantaranya :
1. Efek nutrisional Pemberian probiotik secara langsung memberikan efek menguntungkan,
seperti diantaranya pengurangan kemampuan mikroorganisme patogen dalam memproduksi
toksin, menstimulasi produksi enzim indigenus yang dapat meningkatkan fungsi pencernaan
unggas, dihasilkannya vitamin dan substansiantimikrobial sehingga meningatkan status
kesehatan inang.
2. Efek sanitari Dengan adanya probiotik dapat menstimulasi respon kekebalan. Mikroba
probiotik dapat mengeluarkan toksin yang dapat menghambat perkembangan mikroba
patogen dalam saluran pencernaan sehingga dapat meningkatkan kekebalan inangnya. Toksin
dari mikroba probiotik merupakan antibiotik bagi mikroba patogen. Probiotik pada unggas
bisa diberikan dalam campuran pakan atau melalui air minum atau dalam bentuk probiotik
yang hanya mengandung 1 macam strain mikroba.
Pemberian probiotik dalam pakan dapat memelihara mikroflora usus inangnya. Salah
satu faktor berfungsi atau tidaknya probiotik adalah stabilitas penyimpanannya dan
processing pakannya. Perlakuan panas dan tekanan selama pelleting adalah hal yang dapat
mengganggu kestabilan probiotik di dalamnya.
Solusi terbaik penggunaan probiotik sehingga tetap stabil adalah dengan
menggunakan spora dari strain mikrobayang menguntungkan. Spora tersebut diselimuti oleh
mantel alami, bukan dari kapsul. Pemilihan untuk mikroorganisme probiotik perlu dilakukan
uji tes. Pemberian probiotik dengan mikroba tunggal dalam bentuk spora akan lebih baik
karena lebih menguntungkan dan kualitasnya lebih terjamin. Probiotik strain Bacillus subtilis
yang toleran terhadap panas telah diuji tes pada percobaan pakan broiler di beberapa negara.
Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan yang terus menerus terhadap konversi pakan
dan pertambahan berat badan. Keuntungan yang dihasilkan dari probiotik ini ada kaitannya
dengan keseimbangan mikroflora di dalam saluran gastrointestinal, meningkatnya kesehatan
usus dan memberikan kesehatan menyeluruh dan pada akhirnya akan memperbaiki
performance.
Percobaan yang dilakukan di Brazil dan USA membuktikan bahwa performance
broiler dapat ditingkatkan dengan menggunakan bakteri tunggal strain Bacillus subtilis
sepanjang periode produksinya. Percobaan broiler dengan pemberian antibiotik, yaitu :
kontrol (tanpa suplemen antibiotik atau probiotik), antibiotik (AGP) dan dengan pemberian
probiotik. Percobaan dilakukan pada ayam broiler komersial. Tujuan percobaan tersebut
untuk menunjukkan respon pertumbuhan dan konversi pakan pada broiler baik yang
menggunakan probiotik atau suplementasi pakan AGP dibandingkan dengan kontrol.
Percobaan tersebut menunjukkan bahwa pemberian bakteri strain B. Subtilis pada pakan
dengan level 8105 unit per gram pakan sangat efektif meningkatkan berat badan dan
perbaikan rasio konversi pakan dibanding dengan kontrol. Percobaan menunjukkan bahwa
produk probiotik tidak berbeda jauh dengan AGP untuk meningkatkan rasio konversi
pakan. Penelitian ini diusulkan bahwa spora dari probiotik strain baru untuk
direkomendasikan digunakan pada peternakan komersial saat periode growing. Strain
probiotik tunggal atau dengan penambahan mikroba langsung dalam pakan sangat potensial
digunakan sebagai pengganti AGP dan lebih ekonomis untuk meningkatkan performance
ayam broiler.

e. Perbedaan Probiotik dan Prebiotik


Berikut ini adalah 6 hal yang membedakan PROBIOTIK dengan PREBIOTIK.
1. PROBIOTIK merupakan mikroorganisme hidup yang diminum untuk menjaga
keseimbangan sistem pencernaan di usus. PREBIOTIK merupakan sejenis serat khusus yang
bisa menjadi makanan bagi mikroorganisme di dalam usus.
2. Minuman PROBIOTIK harus disimpan pada kondisi penyimpanan, suhu dan tingkat
keasaman tertentu agar mikroorganisme di dalamnya tidak mati. PREBIOTIK tidak
membutuhkan perlakuan demikian karena tidak mudah mengalami kerusakan.
3. PROBIOTIK kadang berisi mikroorganisme asing yang sengaja ditambahkan ke usus
untuk membantu sistem pencernaan. PREBIOTIK hanya memberi makan pada
mikroorganisme yang secara alami sudah ada di usus.
4. PROBIOTIK terkandung dalam makanan atau minuman yang difermentasi.
PREBIOTIK diambil dari serat alami yang terdapat pada 36.000 jenis tumbuh-tumbuhan.
5. PROBIOTIK mengusir mikroorganisme jahat dari usus secara langsung dengan cara
mendominasi perebutan nutrisi di tempat itu. PREBIOTIK mengusir dengan cara
menciptakan kondisi keasaman tertentu yang tidak disukai oleh mikroorganisme jahat.
6. PROBIOTIK dapat mati sebelum masuk ke dalam usus sehingga tidak dapat memberikan
manfaat sedangkan PREBIOTIK adalah benda mati yang merupakan makanan bagi
mikroorganisme baik dalam saluran pencernaan.
C. PREBIOTIK

Prebiotik merupakan karbohidrat dari jenis ' fructo -oligosakarida '. Pada dasarnya
Prebiotik adalah molekul gula rantai pendek, yang mengandung fruktosa. Prebiotik adalah
serat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh dan menjadi makanan untuk probiotik. Sebagai
molekul-molekul gula yang tidak dapat dipecah, mereka langsung ke perut, di mana probiotik
dapat memakannya. Asparagus, bawang putih, bawang, buah, pisang, tomat, bayam,
kangkung, lobak, sawi, kacang, biji-bijian, gandum adalah beberapa sumber dari prebiotik.
Setiap kali Bakteri Probiotik berkurang, tubuh menjadi rentan terhadap berbagai penyakit dan
infeksi seperti infeksi jamur, Anda juga mungkin mengalami kondisi seperti sindrom iritasi
usus atau rheumatoid arthritis. Beberapa manfaat kesehatan umum dari probiotik:
Mengobati diare
Mengobati Sindrom Iritasi Usus
Mencegah dan mengobati infeksi saluran kemih
Mengurangi kemungkinan kanker kandung kemih
Memperpendek durasi infeksi usus
Mencegah dan mengendalikan eksim anak
Mengobati kondisi peradangan yang disebut pouchitis
Prebiotik menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi bakteri berbahaya
dalam usus, sehingga meningkatkan pertumbuhan yang menguntungkan. Prebiotik
memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga mengurangi kejadian infeksi. Mereka juga

membantu dalam penyerapan kalsium dan magnesium yang lebih baik dalam tubuh. Selain
itu, mereka juga mengurangi risiko terkena kanker usus dan kanker dubur.
Walaupun
hampir
sama
namanya
namun probiotik dan prebiotik berbeda.
Prebiotik bukanlah mahluk hidup yang dapat mati. Secara sederhana prebiotik dapat
diartikan sebagai makanan bagi probiotik yang secala alami memang hidup di saluran
pencernaan. Prebiotik merupakan komponen pangan yang tidak dapat dicerna oleh
pencernaan (nondigestible food ingredient) yang mempunyai pengaruh baik terhadap inang
(host/Ternak)dengan memicu aktivitas, pertumbuhan yang selektif terhadap bakteri baik
dalam saluran pencernaan.
Sebenarnya prebiotik sudah terdapat dalam tanaman seperti pada umbi dahlia, bawang
merah, bawang putih, asparagus, kedelai, ubi jalar, dan juga pada susu. Namun itu bukan
berarti dengan hanya mengkonsumsi bahan-bahan tersebut maka kebutuhan prebiotik dapat
tercukupi. Alasannya kadar prebiotik nya biasanya sangat rendah dan bervariasi tergantung
varietasnya. Alasan lainnya adalah karena jumlahnya sangat kecil, maka glukosa dan fruktosa
dari bahan-bahan tadi sangat mudah diserap usus sehingga prebiotik nya ikutan habis
sebelum mencapai usus besar. Padalah di usus besar itu terjadi penyerapan nutrisi yang
dibantu mikroba, tidak seperti pemahaman masa lalu yang mengira usus besar hanya berisi
sampah yang siap dibuang.
Prebiotik yang banyak dikenal dan digunakan adalah oligosakarida kedelai (yang
terdiri atas rafinosa dan stakiosa), frukto-oligosakarida (disebut juga oligofruktosa), Inulin,
Laktulosa dan Laktosukrosa. Inulin dan oligofruktosa memiliki fungsi penting sebagai
penyeimbang fungsi gastrointestinal (menyeimbangkan mikroflora kolon) dan modulasi
hormonal. Umumnya semua prebiotik yang disebutkan dapat meningkatkan pertumbuhan
bifidobacterium, bakteri bermanfaat. Apabila dikonsumsi dengan dosis yang tepat dan cara
yang benar, maka prebiotik dapat mempunyai fungsi melebihi fungsi probiotik.
Sinbiotik (Eubiotik) adalah kombinasi probiotik dan prebiotik. Penambahan
mikroorganisme hidup (probiotik) dan substrat (prebiotik) untuk pertumbuhan bakteri
misalnya fructooligosaccharide (FOS) dengan bifidobacterium atau lactitol dengan
lactobacillus. Keuntungan dari kombinasi ini adalah meningkatkan daya tahan hidup bakteri
probiotik oleh karena substrat yang spesifik telah tersedia untuk fermentasi sehingga tubuh
mendapat manfaat yang lebih sempurna dari kombinasi ini.
D. HORMON
a. Pengertian Hormon
Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan tubuh secara alami. Begitu dikeluakan,
hormon akan dialirkan oleh dara menuju berbagai jaringan sel dan menimbulkan efek tertentu
sesuai dengan fungsinya masing-masing. Contoh efek hormon pada tubuh manusia:
1) Perubahan Fisik yang ditandai dengan tumbuhnya rambut di daerah tertentu dan bentuk
tubuh yang khas pada pria dan wanita (payudara membesar, lekuk tubuh feminin pada wanita
dan bentuk tubuh maskulin pada pria).
2) Perubahan Psikologis: Perilaku feminin dan maskulin, sensivitas, mood/suasana hati.
3)
Perubahan Sistem Reproduksi: Pematangan organ reproduksi, produksi organ
seksual (estrogen oleh ovarium dan testosteron oleh testis).
Di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang jadi biang keladi berbagai
masalah. Misalnya siklus haid yang tidak teratur atau jerawat yang tumbuh membabi buta di
wajah. Hormon pula yang kadang membuat kita senang atau malah sedih tanpa sebab. Semua
orang pasti pernah mengalami hal ini, terutama saat pubertas.Yang pasti, setiap hormon
memiliki fungsi yang sangat spesifik pada masing-masing sel sasarannya. Tak heran, satu

1)
2)
3)
4)

macam hormon bisa memiliki aksi yang berbeda-beda sesuai sel yang menerimanya saat
dialirkan oleh darah.
b. Ciri-ciri Hormon
Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah
sangat kecil
Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat di sel target
Memiliki pengaruh mengaktifkan enzim khusus
Memiliki pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat juga mempengaruhi
beberapa sel target berlainan
c. Klasifikasi Hormon
Hormon dapat diklasifikasikan melalui berbagai cara yaitu menurut komposisi kimia,
sifat kelarutan, lokasi reseptor dan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel.
a) Klasifikasi hormon berdasarkan senyawa kimia pembentuknya
1. Golongan Steroidturunan dari kolestrerol
2. Golongan Eikosanoid yaitu dari asam arachidonat
3. Golongan derivat Asam Amino dengan molekul yang kecil Thyroid,Katekolamin
4. Golongan Polipeptida/Protein Insulin,Glukagon,GH,TSH
b) Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormon
1. Lipofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak
2. Hidrofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam air
c) Berdasarkan lokasi reseptor hormon
1. Hormon yang berikatan dengan hormon dengan reseptor intraseluler
2. Hormon yang berikatan dengan reseptor permukaan sel (plasma membran)
d. Penggolongan Hormon
Hormon terbagi dari 6 golongan yaitu :
1. Hormon androgen dan sintetisnya /testoteron
2. Hormon estrogen dan progesteron
3. Hormon kortikosteroid
4. Hormon tropik dan sintetiknya
5. Obat anabolic
6. Hormon lainnya
Aldosteron dihasilkan oleh Kelenjar Adrenal berfungsi membantu mengatur keseimbangan
garam & air dengan cara menahan garam & air serta membuang kalium
Hormon Antidiuretik (vasopressin) dihasilkan oleh Kelenjar Hipofisa menyebabkan ginjal
menahan air bersama dengan Aldosteron, membantu mengendalikan tekanan darah
Kortikosteroid dihasilkan oleh Kelenjar Adrenal memiliki efek yg luas diseluruh tubuh,
terutama sebagai anti peradang, mempertahankan kadar gula darah, tekanan darah dan
kekuatan otot, membantu mengendalikan keseimbangan garam dan air
Kortikotoprin dihasilkan oleh Kelenjar Hipofisa berfungsi mengendalikan pembentukan &
pelepasan hormon oleh korteksadrenal
Eritropoietin dihasilkan oleh Ginjal berfungsi merangsang pembentukan sel darah merah
Estrogen dihasilkan oleh Indung telur berfungsi mengendalikan perkembangan ciri seksual
& sistem reproduksi wanita
Glukagon dihasilkan oleh Pankreas berfungsi meningkatkan kadar gula darah
Hormon pertumbuhan dihasilkan oleh Kelenjar hipofisa berfungsi mengendalikan
pertumbuhan & perkembangan, meningkatkan pembentukan protein
Insulin dihasilkan oleh Pankreas berfungsi menurunkan kadar gula darah, mempengaruhi
metabolisme glukosa,

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

1)
2)

protein & lemak di seluruh tubuh


LH (luteinizing hormone) dihasilkan oleh Kelenjar hipofisa berfungsi mengendalikan fungsi
reproduksi (pembentukan sperma & sementum, pematangan sel telur, siklus menstruasi
FSH (follicle-stimulating hormone) berfungsi mengendalikan ciri seksual pria & wanita
(penyebaran rambut, pembentukan otot, tekstur & ketebalan kulit, suara dan bahkan mungkin
sifat kepribadian)
Oksitosin dihasilkan oleh Kelenjar hipofisa berfungsi menyebabkan kontraksi otot rahim &
saluran susu di payudara
Hormon paratiroid dihasilkan oleh Kelenjar paratiroid berfungsi mengendalikan
pembentukan tulang, mengendalikan pelepasan kalsium &fosfat
Progesteron dihasilkan oleh Indung telur berfungsi mempersiapkan lapisan rahim untuk
penanaman sel telur yang telah dibuahi berfungsi mempersiapkan kelenjar susu untuk
menghasilkan susu
Polaktin dihasilkan oleh Kelenjar hipofisa berfungsi memulai & mempertahankan
pembentukan susu di kelenjar susu
Renin & angiotensin dihasilkan oleh Ginjal berfungsi mengendalikan tekanan darah
Hormon tiroid dihasilkan oleh Kelenjar tiroid berfungsi mengatur pertumbuhan, pematangan
& kecepatan metabolisme
TSH (tyroid stimulating hormone) dihasilkan oleh Kelenjar hipofisa berfungsi merangsang
pembentukan & pelepasan hormon oleh kelenjar tiroid
d. Mekanisme Kerja Hormon
Mekanisme kerja hormon Protein
Reseptor hormon protein bersifat spesifik dan terdapat pada membran plasma sel target.
Interaksi hormon dengan reseptornya mengakibatkan perangsangan atau penghambatan
enzim adenilsiklase yang terikat pada reseptor tersebut.
Interaksi hormon-reseptor ini mengubah kecepatan sintesis siklik AMP dari ATP.
Selanjutnya siklik AMP berfungsi sbg mediator intrasel utk hormon tersebut dan seluruh
sistem ini berfungsi sebagai suatu mekanisme spesifik sehingga efek spesifik suatu hormon
dapat terjadi.
Siklik AMP mempengaruhi berbagai proses dlm sel.
Siklik AMP menyebabkan aktivasi enzim protein kinase yaitu proses fosforilasi pada sintesis
protein. Siklik AMP mempengaruhi kecepatn proses ini.
Metabolisme siklik AMP menjadi 5'AMP dikatalisis oleh enzim fostodiesterase yang
spesifik. Dengan zat-zat yang menghambat enzim fostodiesterase ini dapat menyebabkan
timbulnya efek mirip hormon.
Hormon yang bekerja dengan cara di atas ialah hormon tropik adenohipofisis misal:
gonadotropin, MSH (melanocyte stimulating hormone), beberapa releasing hormones dari
hipotalamus, glukagon, hormon paratiroid dan kalsitonin.
Mekanisme kerja hormon steroid
Hormon steroid melewati membran sel masuk ke dlm sitoplasma setiap sel, baik sel target
hormon steroid maupun sel lain. Tetapi reseptor hormon steroid hanya terdpt di dalam sel
target yaitu dalam sitoplasmanya.
Bila hormon steroid berikatan dg reseptor sitoplasma maka kompleks hormonreseptor
tersebut dengan atau tanpa modifikasi akan ditransportasi ke tempat kerjanya (sites of
action) di dalam inti sel yaitu pada kromatin. Selanjutnya terjadilah beberapa hal yang
berhubungan dengan peningkatan sintesis protein sesuai dg fungsi masing-masing sel
target.

E. ENZIM
a. Pengertian Enzim
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa
yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.
Molekul awal yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekul lain yang
disebut produk. Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada suatu kondisi/zat, yang
disebut promoter. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung
dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon
sebagai promoter.
Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk menghasilkan
senyawa intermediat melalui suatu reaksi kimia organik yang membutuhkan energi aktivasi
lebih rendah, sehingga percepatan reaksi kimia terjadi karena reaksi kimia dengan energi
aktivasi lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama. Sebagai contoh:
X + C XC (1)
Y + XC XYC (2)
XYC CZ (3)
CZ C + Z (4)
Meskipun senyawa katalis dapat berubah pada reaksi awal, pada reaksi akhir molekul
katalis akan kembali ke bentuk semula.Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang
artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia.
Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh,
enzim -amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah substrat, suhu,
keasaman, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman)
optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein, yang dapat mengalami perubahan
bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Di luar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat
bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Hal ini akan
menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh
molekul lain. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim, sedangkan
aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. Banyak obat dan racun adalah inihibitor
enzim.
b. Sejarah Enzim
Pada akhir tahun 1700-an dan awal tahun 1800-an, pencernaan daging oleh
sekresi perut dan konversi pati menjadi gula oleh ekstrak tumbuhan dan ludah telah diketahui.
Namun, mekanisme bagaimana hal ini terjadi belum diidentifikasi.
Pada abad ke-19, ketika mengkaji fermentasi gula menjadi alkohol oleh ragi, Louis
Pasteur menyimpulkan bahwa fermentasi ini dikatalisasi oleh gaya dorong vital yang terdapat
dalam sel ragi, disebut sebagai "ferment", dan diperkirakan hanya berfungsi dalam tubuh
organisme hidup. Ia menulis bahwa "fermentasi alkoholik adalah peristiwa yang berhubungan
dengan kehidupan dan organisasi sel ragi, dan bukannya kematian ataupun putrefaksi sel
tersebut."
Pada tahun 1878, ahli fisiologi Jerman Wilhelm Khne (18371900) pertama kali
menggunakan istilah "enzyme", yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti "dalam
bahan pengembang" (ragi), untuk menjelaskan proses ini. Kata "enzyme" kemudian
digunakan untuk merujuk pada zat mati seperti pepsin, dan kata ferment digunakan untuk
merujuk pada aktivitas kimiawi yang dihasilkan oleh organisme hidup.

Pada tahun 1897, Eduard Buchner memulai kajiannya mengenai kemampuan ekstrak
ragi untuk memfermentasi gula walaupun ia tidak terdapat pada sel ragi yang hidup. Pada
sederet eksperimen di Universitas Berlin, ia menemukan bahwa gula difermentasi bahkan
apabila sel ragi tidak terdapat pada campuran. Ia menamai enzim yang memfermentasi
sukrosa sebagai "zymase" (zimase). Pada tahun 1907, ia menerima penghargaan Nobel dalam
bidang kimia "atas riset biokimia dan penemuan fermentasi tanpa sel yang dilakukannya".
Mengikuti praktek Buchner, enzim biasanya dinamai sesuai dengan reaksi yang dikatalisasi
oleh enzim tersebut. Umumnya, untuk mendapatkan nama sebuah enzim, akhiran -ase
ditambahkan pada nama substrat enzim tersebut (contohnya: laktase, merupakan enzim yang
mengurai laktosa) ataupun pada jenis reaksi yang dikatalisasi (contoh: DNA polimerase yang
menghasilkan polimer DNA).
Penemuan bahwa enzim dapat bekerja diluar sel hidup mendorong penelitian pada sifat-sifat
biokimia enzim tersebut. Banyak peneliti awal menemukan bahwa aktivitas enzim
diasosiasikan dengan protein, namun beberapa ilmuwan seperti Richard Willsttter
berargumen bahwa proten hanyalah bertindak sebagai pembawa enzim dan protein sendiri
tidak dapat melakukan katalisis. Namun, pada tahun 1926, James B. Sumner berhasil
mengkristalisasi enzim urease dan menunjukkan bahwa ia merupakan protein murni.
Kesimpulannya adalah bahwa protein murni dapat berupa enzim dan hal ini secara tuntas
dibuktikan oleh Northrop dan Stanley yang meneliti enzim pencernaan pepsin (1930), tripsin,
dan kimotripsin. Ketiga ilmuwan ini meraih penghargaan Nobel tahun 1946 pada bidang
kimia.
Penemuan bahwa enzim dapat dikristalisasi pada akhirnya mengijinkan struktur
enzim ditentukan melalui kristalografi sinar-X. Metode ini pertama kali diterapkan pada
lisozim, enzim yang ditemukan pada air mata, air ludah, dan telur putih, yang mencerna
lapisan pelindung beberapa bakteri. Struktur enzim ini dipecahkan oleh sekelompok ilmuwan
yang diketuai oleh David Chilton Phillips dan dipublikasikan pada tahun 1965. Struktur
lisozim dalam resolusi tinggi ini menandai dimulainya bidang biologi struktural dan usaha
untuk memahami bagaimana enzim bekerja pada tingkat atom.
c. Penggolongan (Klasifikasi) enzim
1. Hidrolase
Hidrolase merupakan enzim-enzim yang menguraikan suatu zat dengan pertolongan air.
Hidrolase dibagi atas kelompok kecil berdasarkan substratnya yaitu :
A. Karbohidrase, yaitu enzim-enzim yang menguraikan golongan karbohidrat.
Kelompok ini masih dipecah lagi menurut karbohidrat yang diuraikannya, misal :
a.
amilase

Amilase, yaitu enzim yang menguraikan amilum (suatu polisakarida) menjadi maltosa 9 suatu
disakarida).
2 (C6H10O5)n + n H2O

n C12H22O11
amilum
maltosa

b. Maltase, yaitu enzim yang menguraikan maltosa menjadi glukosa


maltase

C12H22O11 + H20

2 C6H12O6
maltosa

glukosa

c. Sukrase, yaitu enzim yang mengubah sukrosa (gula tebu) menjadi glukosa dan fruktosa.
d. Laktase, yaitu enzim yang mengubah laktase menjadi glukosa dan galaktosa.
e. Selulase, emzim yang menguraikan selulosa ( suatu polisakarida) menjadi selobiosa ( suatu
disakarida)
f. Pektinase, yaitu enzim yang menguraikan pektin menjadi asam-pektin.
B. Esterase, yaitu enzim-enzim yang memecah golongan ester.
Contoh-contohnya :
a. Lipase, yaitu enzim yang menguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak.
b. Fosfatase, yaitu enzim yang menguraikan suatu ester hingga terlepas asam fosfat.
C. Proteinase atau Protease, yaitu enzim enzim yang menguraikan golongan protein.
Contoh-contohnya:
a. Peptidase, yaitu enzim yang menguraikan peptida menjadi asam amino.
b. Gelatinase, yaitu enzim yang menguraikan gelatin.
c. Renin, yaitu enzim yang menguraikan kasein dari susu.
2. Oksidase dan reduktase , yaitu enzime yang menolong dalam proses oksidasi dan
reduksi.
Enzim Oksidase dibagi lagi menjadi;
a. Dehidrogenase : enzim ini memegang peranan penting dalam mengubah zat-zat organik
menjadi hasil-hasil oksidasi.
b. Katalase : enzim yang menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.
3. Desmolase , yaitu enzim-enzim yang memutuskan ikatan-ikatan C-C, C-N dan
beberapa ikatan lainnya.
Enzim Desmolase dibagi lagi menjadi :
a. Karboksilase : yaitu enzim yang mengubah asam piruyat menjadi asetaldehida.
b. Transaminase : yaitu enzim yang memindahkan gugusan amine dari suatu asam amino ke
suatu asam organik sehingga yang terakhir ini berubah menjadi suatu asam amino.
Enzim juga dapat dibedakan menjadi eksoenzim dan endoenzim berdasarkan tempat
kerjanya, ditinjau dari sel yang membentuknya.Eksoenzim ialah enzim yang aktivitasnya
diluar sel. Endoenzim ialah enzim yang aktivitasnya didalam sel.
Selain eksoenzim dan endoenzim, dikenal juga enzim konstitutif dan enzim induktif.
Enzim konstitutif ialah enzim yang dibentuk terus-menerus oleh sel tanpa peduli apakah
substratnya ada atau tidak. Enzim induktif (enzim adaptif) ialah enzim yang dibentuk karena
adanya rangsangan substrat atau senyawa tertentu yang lain. Misalnya pembentukan enzim
beta-galaktosida pada escherichia coli yang diinduksi oleh laktosa sebagai substratnya. Tetapi
ada senyawa lain juga yang dapat menginduksi enzim tersebut walaupun tidak merupakan
substarnya, yaitu melibiosa. Tanpa adanya laktosa atau melibiosa, maka enzim betagalaktosidasa tidak disintesis, tetapi sintesisnya akan dimulai bila ditambahkan laktosa atau
melibiosa.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2009a.
Antibiotika.
http://www.serva.de/servaWeb/www_root/ar03/templates/Ar03
ProductFamily.jsp?language=En&organisation=001&shopNavSeq=6 (Diakses 15 Mei 2012).
.2009b. Macam-macam Antibiotik. http://en.wikipedia.org/wiki. (Diakses 15 Mei 2012)
.2011a. Apa Itu Probiotik. http://www.news-medical.net. (Diakses 15 Mei 2012)
.2011b. Peranan Probiotik pada Broiler Dapat Mengganti Antibiotik. http://dokter ternak.
com (Diakses 15 Mei 2012)
.2011c. Manfaat Probiotik bagi Peternakan Unggas dan Ruminansia (Sapi, Kambing,
Domba). http://dokterternak.com (Diakses 15 Mei 2012)
.2012. Hormon. http://en.wikipedia.org/wiki. (Diakses 15 Mei 2012)
Grisham, Charles M.; Reginald H. Garrett (1999). Biochemistry. Philadelphia: Saunders College
Pub.
Hartoyo. A. 2012. Prebiotik. http://arifhartoyo.staff.ipb.ac.id/tag. (Diakses 15 Mei 2012)
Mackie RI, Sghir A, Gaskin HR, 1999. Developmental microbial ecology of the neonatal
gastrointestinal tract. Am J Nutr.

Mcfarlane GT, Cummings JH, 1999. Probiotics and prebiotics : can regulating the activities of
intestinal bacteria benefit health? BMJ
Roberfroid MB, 2000 : Prebiotics and probiotics: are they functional foods? Am J Clin Nutr
Smith AL (Ed) et al. (1997). Oxford dictionary of biochemistry and molecular biology. Oxford
[Oxfordshire]: Oxford University Press.
Timotius, K.H, 1982, Mikrobiologi Dasar; Salatiga, Universitas Kristen Satya Wacana
Williams, H. S. (1904) A History of Science: in Five Volumes. Volume IV: Modern Development of
the Chemical and Biological Sciences. Harper and Brothers (New York)
Dosen

: Ir. Rohmiyatul Islamiyati, M.P.

Mata Kuliah : Bahan Pakan Formulasi Ransum

ANTIBIOTIK, PROBIOTIK, PREBIOTIK,


HORMON DAN ENZIM

Oleh :

Nama

: Windawati. Alwi

Nim

: I211 10 005

Prodi

: Nutrisi Dan Makanan Ternak

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR
2012
Sumber : http://winwinalwi.blogspot.co.id/2012/11/antibiotik-probiotik-prebiotikhormon.html