Anda di halaman 1dari 9

Metode Penakaran Beton ( Batching )

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk
bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain-lain. Beton merupakan satu kesatuan yang homogen.
Beton ini didapatkan dengan cara mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau
jenis agregat lain dan air, dengan semen portland atau semen hidrolik yang lain, kadang - kadang
dengan bahan tambahan (additif) yang bersifat kimiawi ataupun fisikal pada perbandingan
tertentu, sampai menjadi satu kesatuan yang homogen. Campuran tersebut akan mengeras seperti
batuan. Pengerasan terjadi karena peristiwa reaksi kimia antara semen dengan air. Beton yang
sudah mengeras dapat juga dikatakan sebagai batuan tiruan, dengan rongga antara butiran yang
besar (agregat kasar atau batu pecah), dan diisi oleh batuan kecil (agregat halus atau pasir), dan
pori - pori antara agregat halus diisi oleh semen dan air (pasta semen). Pasta semen juga
berfungsi sebagai perekat atau pengikat dalam proses pengerasan, sehingga butiran - butiran
agregat saling terekat dengan kuat sehingga terbentuklah suatu kesatuan yang padat dan tahan
lama.
Membuat beton sebenarnya tidaklah sederhana hanya sekedar mencampurkan bahan
bahan dasarnya untuk membentuk campuran yang plastis sebagaimana sering terlihat pada
pembuatan bangunan sederhana. Tetapi jika ingin membuat beton yang baik, dalam arti
memenuhi persyaratanyang lebih ketat karena tuntutan yang lebih tinggi, maka harus
diperhitungkan dengan seksama cara-cara memperoleh adukan beton segar yang baik dan
menghasilkan beton keras yang baik pula. Beton segar yang baik ialah beton segar yang dapat
diaduk, dapat diangkut, dapat dituang, dapat dipadatkan, tidak ada kecenderungan untuk terjadi
pemisahan kerikil dari adukan maupun pemisahan air dan semen dari adukan. Beton keras yang
baik adalah beton yang kuat, tahan lama, kedap air, tahan aus, dan kembang susutnya kecil
(Tjokrodimulyo 1996 : 2)

Beton memiliki kelebihan dan kekurangan antara lain sebagai berikut (Tjokrodimulyo
1996 : 2) :
Kelebihan Beton :
1. Beton mampu menahan gaya tekan dengan baik, serta mempunyai sifat
tahan terhadap korosi dan pembusukan oleh kondisi lingkungan.
2. Beton segar dapat dengan mudah dicetak sesuai dengan keinginan.
Cetakan dapat pula dipakai berulang kali sehingga lebih ekonomis.
3. Beton segar dapat disemprotkan pada permukaan beton lama yang retak
maupun dapat diisikan kedalam retakan beton dalam proses perbaikan.
4. Beton segar dapat dipompakan sehingga memungkinkan untuk dituang
pada tempat yang posisinya sulit.
5. Beton tahan aus dan tahan bakar, sehingga perawatannya lebih murah.

Kekurangan Beton :
1. Beton dianggap tidak mampu menahan gaya tarik, sehingga mudah retak.
Oleh karena itu perlu di beri baja tulangan sebagai penahan gaya tarik.
2. Beton keras menyusut dan mengembang bila terjadi perubahan
suhu,sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah
terjadinya retakan akibat terjadinya perubahan suhu.
3. Untuk mendapatkan beton kedap air secara sempurna, harus dilakukan
dengan pengerjaan yang teliti.
4. Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan diteliti
secara seksama agar setelah dikompositkan dengan baja tulangan menjadi
bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa.

Batching plant
Batching plant merupakan alat yang berfungsi untuk mencampur/memproduksi beton
dalam produksi yang besar. Batching plant digunakan agar produksi beton ready mix tetap dalam
kualitas yang baik, sesuai standar, nilai slump test dan trength-nya stabil sesuai yang diharapkan,
untuk itu komposisi material harus terkendali. Dalam artikel kali ini, dipakai tipe dry mixed. Tipe
dry mixed yaitu batching plant yang fungsinya hanya untuk menimbang saja, pengadukan beton
ready mix dilakukan pada concrete mixer truck. Semua material yang akan diaduk, sebelumnya
ditimbang sesuai dengan mix design dengan memperhitungkan kandungan air dalam material,
baik dalam agregat kasar maupun agregat halus (pasir).

Bagian-bagian batching plant antara lain:


1. Cement silo, berfungsi untuk tempat penyimpanan semen dan menjaga semen agar tetap baik.
2. Belt conveyor, berfungsi untuk menarik bahan/material (agregat kasar dan agregat halus) ke
atas dari bin ke storage bin.
3. Bin, berfungsi sebagai tempat pengumpulan bahan/material (agregat kasar dan agregat halus)
yang berasal dari penumpukan bahan di base camp dengan bantuan wheel loader untuk di tarik
ke atas (storage bin).
4. Storage bin, digunakan untuk pemisah fraksi agregat. Storage bin dibagi menjadi 4 (empat)
fraksi, yaitu: agregat butir kasar (split), butir menengah (screening), butir halus (pasir), dan glide
ash.
5. Timbangan pada alat batching plant dibagi menjadi 3 (dua) macam, yaitu: timbangan untuk
agregat, timbangan untuk semen, dan timbangan untuk air.
6. Dosage pump, digunakan untuk penambahan bahan admixture seperti retarder.
7. Tempat penampungan air yang berfungsi sebagai supply kebutuhan air pada ready mix.

Berikut adalah uraian tugas dan tanggung jawab Operator Batching Plant
1. Menerapkan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan pengedalian dampak
lingkungan selama melaksanakan pemeliharaan dan pengoperasian batching pant. Yang
antara lain adalah memakai alat pelindung diri (APD) sesuai standar K3, Memeriksa dan
menggunakan perlengkapan keselamatan kerja, melaksanakan pemeliharaan dan
pengoperasian batching plant dengan prosedur yang aman, melaksanakan pegendalian
dampak lingkungan selama pemeliaraan dan pengoperasian batching plant.
2. Meaksanakan pemeliharaan harian sesuai dengan prosedur. Yang antara lai adalah
mengidentifkasi komponen utama yang harus diperiksa dan melaukan pemeriksaan
keliling (walk around inspection), memeriksa konveyor dan perlengkapannya, memeriksa
bucket (skip) trolley dan perlengkapannya (jika ada), memeriksa kondisi pan mixer (jika
ada) serta memeriksa kondisi alat timbang/ukur.
3. Mengoperasikan Batching plant sesuai dengan prosedur Yang antara lain adalah
mengidentifikasi komponen utama dan melaksanakan persiapan sebelum operasi.
Melakukan penimbangan dan penyaluran material beton. Melakukan penyaluran beton
kedalam alat angkut, melakukan pemeliharaan selama pengoperasian batching plant serta
melakukan pemeliharaan setelah selesai pengoperasian batching plant.
4. Membuat Laporan Operasi yang antara lain adalah membuat laporan harian operasi pada
form laporan yang telah ditetapkan, mengisi laporan K3 pada Format yang telah
ditetapkan serta me nyampaikan laporan kepada atasan langsung.

Bahan Baku
Bahan baku pembentuk beton adalah agregat kasar (split,screening), agregat halus (pasir, abu
batu), semen, admixture dan air.
1. Split dan screening adalah sama sama batu belah yang didapat dari hasil tambang dan
diproses ditempat pengolahan (stone crusher) lalu dipecah pecah menjadi ukuran yang
ditentukan.
2. Agregrat haluus seperti pasir didapatkan dari hasil penambangan pasir yang terbesar
diberbagai daerah di Indonesia, pasir tersebut kemudian dicuci dan dikirim beberapa
plant ready mix. Sedangankan abu batu didapat dari serpihan pengolahan split dan
screening dengan ukuran yang hamper mendekati ukuran pasir yang kemudian kedua
material tersebut (pasir dan abu batu) dikirim ke batching plant.
3. Semen didapatkan dari hasil tambang batu kapur yang setelah melaluli serangkain proses
dan menjadi semen kemudian dikirim ke lokasi pengolahan (plant) untuk diproses
menjadi beton.
4. Admixture dipakai dalam pencampuran adukan beton dengan fungsi fungsi tertentu dan
diolah di pabrik pengolahan admixture.
5. Air merupakan komponen yang dipakai untuk menghasilkan beton cor dengan fungsi
sebagai pelarut semua material tersebut.

Alur Produksi Beton pada Batching Plant


Untuk memperoduksi beton cor diawali dengan memasukkan mix design di computer batching
plant yang kesemuanya adalah angka angka yang menentukan seberapa berat kandungan split,
screening, pasir, semen, admixture dan air. Gambar dibawah menunjukkan gambaran sederhana
bagaimana alur produksi beton ready mix menggunakan wet batching plant.

Setelah mix design ditetapkan operator loader mengambil split, screening, pasir,abu batu

dari stockpile kedalam loading bin


Di bawah loading bin batching palnt tersebut terdapat belt conveyer yang akan
memindahkan material seperti split, screening, pasir, abu batu ke tempatnya masing

masing untuk ditimbang sesuai dengan mix design yang sudah ditentukan.
Setelah masing masing material ditimbang kemudian dipindahkan lagi ke mixer kecil
(pan mixer) untuk mengaduk beton, bersamaan dengan proses pemindahan ke pan mixer,

air dan admixture ditambahkan ke dalam campuran tersebut


Setelah adukan cor beton diputar dan sudah homogeny baru kemudian dipindahkan ke
truk mixer, setelah itu di cek kekentalan (slump) betonnya di control tower (slump
tower), yang kemudian beton cor tersebut dibawa oleh truk mixer berangkat ke lokasi cor
customer

Beri Nilai