Anda di halaman 1dari 2

Judul

: Studi Komparatif pada Pertumbuhan dan Parameter Hasil dari


Transplantasi Gandum (Triticum aesticum L.) dengan Produksi
Biji Melalui Sistem Hidroponik Penanaman Sederhana Vis-A

Pengarang

: Rai Deepti, Prasad Mishra Nagendra, Preeti, Kalra Anup, dan Ji


Saxena Mohan

Tahun

: 2016

Abstrak

: Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi pertumbuhan


(vegetatif dan hasil) karakteristik dari kultivar gandum (KRL-19)
dibawah sistem hidroponik dan perbandingan dengan sistem
sederhana dari Ayurvet Research Foundation yang bertempat di
Chidana. Rancangan acak dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Biji
telah ditumbuhkan pada lingkungan yang telah dikendalikan dan
ditanam di tanah pada hari ke-7, ke-10, dan ke-12. Analisis varian
menunjukan perbedaan yang signifikan antara dua sistem.
Penanaman pada hari ke-7 transplantasi menunjukan hasil lebih
tinggi dibandingan hari ke-10, ke-11, maupun konvensional.

Tujuan

: Untuk mengetahui pertumbuhan (vegetatif dan hasil)


karakteristik dari kultivar gandum (KRL-19) dibawah sistem
hidroponik dan perbandingan dengan sistem sederhana

Metodologi

: Dalam studi ini, bibit cultivar gandum KRL-19 telah di


kembangkan melalui teknologi hidroponik pada mesin ayurvet
hidroponik di mana suhu lingkungan seperti suhu
dan
kelembaban dapat dikendalikan. Bibit gandum yang dibesarkan
di dalam hidroponik berada di bawah cahaya optimal, suhu dan
nutrisi untuk 7 hari, 20 hari selama 2011 di chidana, Sonepat .
Setelah bibit yang dihasilkan diproduksi, bibit akan di tanam
dalam tanah selama 7 hari, dan 12 hari dan benih akan diamati
dan dibandingkan. Umumnya gandum tidak bisa di transplantasi ,
dalam Percobaan lambat varietas akan digunakan dan diamati
keterlambatanya . desain Percobaan adalah rancangan acak blok
dengan 4 pengulangan dengan 4 perlakuan yang didalamya sudah
termasuk sistem konvensional dan sistem budidaya hidroponik .
Semua praktek-praktek seperti irigasi, kontrol gulma,
pengendalian hama dan penyakit yang dilakukan secara reguler
selama periode pertumbuhan. selama periode Pertumbuhan dan
setelah panen ciri-ciri yang akan diamati adalah tinggi tanaman ,
jumlah tangkai , diameter batang , lama kemunculan malai,

panjang malai , jumlah bulir per malai , berat biomass . dalam


penelitian ini untuk tabel anova menggunakan OPSTAT software
Hasil

: berdasarkan tabel ANOVA didapatkan hasil bahwa terjadi hasil


yang signifikan berbeda diantara 2 sistem yang dilakukan
( hidroponik dan sederhana ) untuk tinggi tanaman , tumbuhnya
malai dan hasil / acre dan lain-lain . dibuktikan pada tabel 1 pada
jurnal ini dimana salah satunya tinggi tanaman pada sistem
hidroponik lebih tinggi daripada yang konvensional dan juga hasil /
acre lebih tinggi.

Kesimpulan

: kesimpulan dalam jurnal ini adalah bahwa sistem budidaya


hidroponik lebih baik daripada sistem konvensional karena nutrisi
yang selalu tersedia dalam bentuk larutan dan akan lebih mudah
diserap oleh tanaman dan semaian bibit lebih muda menyesuaikan
lebih baik pada lahan dan mampu menghadapi lingkungan stress
dan perubahan iklim . secara garis besar menunjukan KRL-19 lebih
baik dilakukan melalui hydroponics dibandingkan dengan
konvensional