Anda di halaman 1dari 20

CONTOH

SUSUNAN ISI LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNIKASI BISNIS


2016
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PRAKTIKUM
Manusia dalam setiap kegiatannya tidak dapat dilepaskan dari
dunia komunikasi, mulai dari bangun tidur hingga akan tidur kembali.
Sebelum berangkat kerja atau sekolah, berbagai kegiatan komunikasi
mereka lakukan, seperti mendengarkan musik atau radio, menonton
acara

televisi,

membaca

koran,

majalah

atau

tabloid,

atau

bercengkerama dengan anggota keluarga. Kegiatan komunikasi yang


dilakukan dapat menggunakan berbagai media komunikasi yang ada,
baik media komunikasi non elektronik atau konvensional, maupun
media komunikasi elektronik. Didalam dunia bisnis pun, komunikasi
juga dapat terjadi, baik itu antara penjual dengan pembeli, penjual
dengan penjual yang lainnya, dan sebagainya.
Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat,
informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan
secara personal atau impersonal melalui simbol - simbol atau sinyal.
Komunikasi bisnis memiliki enam unsur pokok, yaitu (1) Memiliki
tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah
ditetapkan

sebelumnya

sejalan

dengan

tujuan organisasi

(2)

Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lbih
yakni komunikator dan komunikan. (3) Gagasan, opini, informasi,
instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam

tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya. (4) Menggunakan saluran


personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka,
menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau
jutaan orang secara bersamaan. (5) Meggunakan simbol atau sinyal
yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau
dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan. (6) Pencapaian
tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan
organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan
yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.
Sehingga dalam suatu perusahaan sangat diperlukan departemen
fungsional yang sering disebut Public Relations (PR), yang nantinya
akan memiliki tugas untuk menjaga citra perusahaan, menangani
krisis yang terjadi di perusahaan, dan menjalankan tujuan strategis
dari perusahaan. Public relations adalah proses komunikasi dua arah
yang bertujuan untuk mencapai opini publik sesuai dengan keinginan
perusahaan/organisasi, terciptanya kepercayaan di masyarakat, adanya
saling pengertian antara perusahaan/organisasi dengan publiknya,
menumbuhkan citra positif di masyarakat, menciptakan partisipasi
publik, dan lai-lain.
B. TUJUAN PRAKTIKUM
a. Tujuan Umum
Tujuan umum dari praktikum Komunikasi Bisnis yaitu
mahasiswa mampu mengimplementasikan pengetahuan
komunikasi bisnis sebagai landasan dalam mengidentifikasi dan
mengevaluasi tindak komunikasi bisnis dalam organisasi.
b. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari praktikum Komunikasi Bisnis ini antara
lain:
1) Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai
fenomena komunikasi bisnis kaitannya dengan desain pesan
bisnis dan tindak komunikasi Public Relations (PR) yang
dilakukan oleh lembaga profit atau non profit baik pertanian
ataupun non pertanian.

2) Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan instrument


untuk mengidentifikasi berbagai fenomena komunikasi bisnis
baik dari aspek desain pesan bisnis ataupun tindak
komunikasi Public Relations (PR).
3) Mahasiswa diharapkan mampu mengevaluasi berbagai
fenomena komunikasi bisnis baik dari aspek desain pesan
bisnis ataupun tindak komunikasi Public Relations (PR).
4) Mahasiswa diharapkan mampu memberikan alternatif
pemecahan masalah dari berbagai masalah komunikasi bisnis
yang diamati baik dari aspek desain pesan bisnis ataupun
tindak komunikasi Public Relations (PR).
C. WAKTU DAN TEMPAT PRAKTIKUM
Praktikum Komunikasi Bisnis dilaksanakan pada tanggal 14 Mei
sampai 16 Mei 2016, yang dilaksanakan di PT. Mustika Ratu dan
TransTV.
BAB II.TINJAUAN PUSTAKA
A. KOMUNIKASI BISNIS
Komunikasi bisnis adalah suatu bentuk hubungan antara komunikator
dengan komunikan dimana terdapat adanya pertukaran ide, informasi,
pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan
komersial. Kegiatan komunikasi yang dilakukan mengandung unsur
persuasi atau ajakan agar seseorang bersedia mene-rima pemahaman dan
pengaruh, serta mau melak-sanakan suatu perintah atau bujukan
(Semuel 2012).
Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia
bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik
komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal untuk mencapai tujuan
tertentu. Dalam dunia bisnis, seorang komunikator yang baik di samping
harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik (tentu saja), juga
harus mampu menggunakan berbagai macam alat atau media komunikasi
yang ada untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain
secara efektif dan efisien, sehingga tujuan penyampaian pesan-pesan bisnis

dapat tercapai. Para komunikator seharusnya memahami dengan baik


bagaimana menyusun kata-kata yang mampu membentuk suatu arti atau
makna, bagaimana mengubah suatu situasi menjadi lebih menarik dan
menyenangkan (Purwanto, 2006).
Komunikasi bisnis merupakan kegiatan terpadu yang menyeluruh
tentang

komunikasi

yang

dibangun

oleh

departemen

fungsional

perusahaan untuk mencapai dan memelihara keterkaitan antara tujuan


strategi, identitas perusahaan dan citra perusahaan. Dapat dikatakan bahwa
komunikasi bisnis meliputi pengiriman dan penerimaan pesan-pesan
diantara dua orang, kelompok kecil masyarakat, atau dalan satu
lingkungan atau lebih dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku di
da;am suatu organisasi atau perusahaan. Dilihat dari tujuannya maka
komunikasi bisnis perusahaan memiliki tujuan untuk :
(a) Memantapkan pijakan strategi perusahaan yang dijabarkan kepada
konsistensi komunikasi,
(b) Menekan kesenjangan antara identitas yang diinginkan dengan citra
perusahaan dihubungkan dengan khalayak sasaran,
(c) Mengorganisasikan dan mengendalikan pelaksanaan usaha-usaha
komunikasi internal dan eksternal (Suryana, 2005).
Di dalam sebuah proses pemasaran suatu produk bisnis tentu terdapat
proses komunikasi di dalamnya. Komunikasi inilah yang dapat
menginformasikan dan membuat konsumen potensial menyadari atas
keberadaan produk yang ditawarkan dan juga dapat berusaha membujuk
konsumen agar berhasrat masuk ke dalam hubungan pertukaran.Selain itu
peranan komunikasi dalam berbisnis adalah untuk mengarahkan khalayak
agar dapat membedakan produk yang ditawarkan oleh satu perusahaan
dengan perusahaan yang lainnya. Promosi penjualan sebagai bentuk
komunikasi bisnis dalam strategi pemasaran tidak hanya harus dilakukan
oleh perusahaan - perusahaan yang memproduksi barang. Bank yang
merupakan lembaga keuangan yang menghasilkan jasa (dalam hal ini jasa
keuangan), tentunya juga membutuhkan strategi pemasaran dalam
berbisnis untuk memasarkan produknya, terlebih sekarang persaingan
antara perusahaan perbankan pun sudah semakin ketat (Rahiem, 2014).

B. DESAIN PESAN KOMUNIKASI


Salah satu program komunikasi adalah promosi. Promosi merupakan
salah satu elemen dari marketing mix yang dipakai perusahaan untuk
memasarkan produknya. Periklanan merupakan salah satu dari alat
promosi

yang

paling

umum

digunakan

perusahaan

untuk

menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan pembeli sasaran atau


masyarakat. Inti dari periklanan adalah untuk memasukkan sesuatu ke
dalam pikiran konsumen, mengubah persepsi konsumen, dan mendorong
konsumen untuk bertindak (Kotler et al, 2004)
Logo adalah salah satu identitas perusahaan yang sangat mendasar.
Logo atau simbol sangat beragam dari waktu ke waktu, dari satu
perusahaan dengan perusahaan lainnya. Logo tidak memberi ruang bagi
keterangan rinci tentang suatu produk image perusahaan, organisasi atau
lembaga maka logo sering tampil dalam sosok komunikasi visual yang
cukup elegan dan bermakna. Logo biasa dijadikan identitas atau tanda
pengenal yang digunakan oleh perusahaan, organisasi, atau produk, untuk
memberikan ciri khas yang membedakan satu perusahaan dengan
perusahaan lainnya. Logo merupakan sebuah identitas, baik berupa
gambar maupun stilisasi huruf, yang memuat filosofi, visi dan aspirasi
perusahaan. Melalui logo pula, sebuah perusahaan ataupun organisasi
berusaha menggambarkan atau menunjukkan karakteristik, kepribadian
maupun budaya perusahaannya. Logo pada umunya akan menjadi senjata
bisnis sangat efektif untuk meraih sasaran dan tujuan tertentu atau dengan
kata lain melalui logo, perusahaan ingin dikenal oleh publik yang pada
akhirnya mampu menciptakan citra positif atas jati dirinya. Banyak orang
yang mempercayai logo yang tidak tepat, dapat menjatuhkan sebuah
lembaga atau organisasi, disinilah dapat dilihat pentingnya peranan logo
bagi perusahaan, lembaga atau organisasi (Aat, 2015).
Brand adalah nama, istilah, tanda simbol, rancangan atau kombinasi
hal-hal tersebut untuk mengidentifikasi barang atau jasa seseorang atau
sekelompok penjual dan untuk membedakan dari produk pesaing. Lebih

jauh brand merupakan nilai yang dapat dilihat (tangible) dan nilai yang
tidak dapat dilihat (intangible) yang terwakili dalam sebuah merek dagang
(trade mark) yang mampu menciptakan nilai dan pengaruh tersendiri di
pasar bila dikelola secara tepat (Durianto et al, 2004).
Periklanan mendapat sorotan tajam semenjak aspek informasi menjadi
bagian penting dalam bisnis, kegiatan periklanan yang efektif dipandang
mampu

mempengaruhi

18

kecendrungan

mengkonsumsi

dalam

masyarakat. Periklanan yang efektif akan mengubah pengetahuan publik


mengenai ketersediaan dan karakteristik beberapa produk, elastisitas
permintaan produk akan sangat dipengaruhi aktivitas periklanan. Berbagai
hasil penelitian menunjukkan bahwa anggaran iklan berpengaruh positif
terhadap penjualan dan market share, sebaliknya peningkatan anggaran
iklan pesaing berpengaruh negative terhadap tingkat penjualan dan market
share pesaingnya (Durianto et al, 2004).
Terdapat tiga tujuan utama dari periklanan yaitu menginformasikan,
membujuk serta mengingatkan. Pertama, iklan yang bertujuan untuk
menginformasikan

berarti

pengiklan

harus

dapat

menyampaikan

informasi-informasi penting mengenai suatu produk atau jasa agar


konsumen mengetahui dan memahami hal-hal yang hendak disampaikan
oleh pengiklan dalam isi pesan iklan tersebut. Kedua, Iklan yang bersifat
membujuk biasanya dipakai oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat
persaingan yang tinggi. Iklan bersifat membujuk ini akan berusaha
meyakinkan konsumen bahwa merek yang mereka iklankan ialah pilihan
yang tepat. Tujuan iklan terakhir yaitu untuk mengingatkan konsumen.
Iklan seperti ini biasanya dipakai oleh para produsen yang telah mapan.
Produsen ini biasanya telahmemiliki konsumen yang loyal atau telah
memiliki kelompokkonsumen tertentu. Produsen hanya mengingatkan
konsumen mengenai merek mereka sehingga para konsumen tidak
terbujuk oleh pesan iklan produk lain (Sutisna 2003).
C. KOMUNIKASI PR
Public Relations adalah metode komunikasi untuk menciptakan citra
positif dari mitra organisasi, atas dasar menghormati kepentingan bersama

Definisi di atas mengandung beberapa makna. Pertama, komunikasi adalah


ilmu. Public Relations adalah bagian dari ilmu komunikasi yang sedang
tumbuh dan semakin dirasakan manfaatnya. Kedua, citra adalah istilah
yang semakin dirasakan urgensinya dalam relasi antara perusahaan dengan
publik. Ketiga, mitra adalah semua pihak yang perlu diperhatikan
kepentingannya oleh perusahaan dan diupayakan terpenuhi kebutuhannya.
Keempat, kepentingan bersama (mutual interest) adalah esensi dari
kegiatatan Public Relations, yang secara jelas menggambarkan perlunya
komunikasi dua pihak (two way communication) (Imran 2012).
Public relations merupakan satu mekanisme yang

dapat

menghubungkan produsen dengan konsumen atau organisasi, dengan


publiknya secara efektif dan dapat menciptakan ketergantungan organisasi
dengan publiknya. Hal ini menunjukkan bahwa seorang public relations
officer dituntut untuk senantiasa bekerja keras dalam mewujudkan tujuan
organisasi yang diwakilinya (Chatamallah 2008).
Kedudukan Public Relations dalam suatu organisasi apakah organisasi
dalam bentuk instasi, perusahaan, ataupun suatu badan, secara umum
public relations mempunyai kedudukan yang sangat strategis, yakni
diantara dua pihak publik baik untuk lingkup internal maupun eksternal.
Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang public relations officer fungsinya
adalah sebagai penyambung lidah perusahaan atau organisasi,
khususnya dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publikpublik yang ada di dalam, dan umumnya dengan publik-publik yang ada di
luar perusahaan atau organisasi (Alkautsar, 2011).
Hampir semua organisasi pernah mengalami krisis, wajar apabila
kemudian sekarang ini timbul kesadaran dari pimpinan perusahaan atau
organisasi bahwa mereka memerlukan kesiapan tersendiri untuk
menghadapi krisis, terutama yang berkaitan dengan media relations atau
hubungan dengan pers. Kesadaran seperti ini, juga dapat diartikan sebagai
peluang yang baik bagi para praktisi Public Relations didalam perusahaan
atau organisasi. Salah satu sasaran kegiatan Public Relations adalah
menghadapi krisis (facing of crisis). Menangani keluhan (complain) dan

menghadapi krisis dan Public Relations recovery of image yang bertugas


memperbaiki lost of image and damage. Sehubungan dengan masalah
krisis, orang yang mempunyai peranan penting untuk mengembalikan citra
perusahaan yang baik adalah seorang Public Relations (Humas). Seorang
PR tidak hanya harus mempunyai technical skill dan managerial skill
dalam keadaan normal, tapi PR juga harus memiliki kemampuan dalam
mengan-tisipasi, menghadapi atau menangani suatu krisis kepercayaan
(crisis of trust) dan penu-runan citra (lost of image) yang terjadi.
Selanjutnya merupakan tantangan berat adalah pemulihan citra positif
(recovery of image) masyarakat terhadap kepercayaan perusahaan
(Purwaningwulan, 2011).
D. TENTANG PRODUK
Moeryati Soedibyo adalah salah satu pebisnis yang tangguh dari
keraton Surakarta Hadiningrat yang masih eksis sampai sekarang. Beliau
juga langsung menduduki jabatan sebagai Presiden Komisaris PT. Mustika
Ratu. Produk pertamanya adalah jamu beras kencur, yang sampai sekarang
telah berkembang diantaranya perawatan paripurna, perawatan remaja
putri, sedet saliro (melangsingkan tubuh), sepetan sari, kesepuhan
(menopause), lulur, mangir, bedak dingin, air mawar, dan produk
terbarunya adalah shampo merang dan urang aring. Pabrik resmi mulai
beroprasi mulai tanggal 1981 (Akbar 2003).
E. IMC
BAB III.HASIL PRAKTIKUM
A. KONDISI UMUM LOKASI PRAKTIKUM
1. MUSTIKA RATU
a. Sejarah Lembaga / Korporasi
PT Mustika Ratu didirikan Mooryati Soedibyo lahir di
Surakarta, 5 Januari 1928 sebagai puteri yang tumbuh di dalam
Kerajaan Keraton Surakarta, dibawah pengawasan kakek dan
neneknya. Tradisi keluarga yang aristokrat sudah menjadi
bagian hidup sehari-hari dari puteri ini sejak kecil. Dengan

sangat sabar dan perhatian, puteri keraton ini mempelajari


keterampilan meramu bahan-bahan alami untuk dibuat Jamu
untuk perawatan kesehatan dan kecantikan. Di bimbing
langsung oleh eyang puterinya, Mooryati tak hanya mempelajari
tetapi

juga

mewarisi

pengetahuan

memilih

tetumbuhan

berkhasiat, serta meraciknya menjadi ramuan yang bermanfaat


bagi kesehatan maupun kecantikan yang selama ini hanya
menjadi monopoli para bangsawan. Menginjak usia 15 tahun,
Mooryati sudah menguasai teknik tata rias dengan baik. Puteri
yang cekatan ini mulai membantu merias penari Bedhaya dan
Serimpi yang akan pentas di Keraton.
Pada tahun 1956, Mooryati menikah dan meninggalkan
kehidupan keraton yang serba dilayani. Ia mulai terjun ke
masyarakat,

memasuki

kehidupan

perkawinan

dengan

mendampingi dalam tugas-tugas suaminya. Dengan hidup


barunya inilah, datang kesempatan untuk mengembangkan
ketrampilannya. Dalam mengisi waktu luangnya, ibu muda ini
membuat lulur dan jamu untuk diberikan secara cuma-cuma
kepada isteri teman sejawat suami. Keterampilan Mooryati
Soedibyo menjadi terkenal di kalangan ibu-ibu setempat. Ibuibu yang hendak mengawinkan anaknya minta tolong dibuatkan
jamu Komajaya, Komaratih, Lulur, Mangir, Parem lengkap, dan
lain lain. Saat itu belum terlintas untuk berwiraswasta di bidang
jamu dan kosmetika tradisional. Semua itu beliau lakukan
semata-mata sebagai hobi, bukan bisnis. Akan tetapi, merasa
senang dengan pesanan yang meningkat dari teman-temannya,
pada tahun 1973 beliau memulai untuk membuatnya dalam
skala besar, di garasi rumahnya, dibantu dengan dua orang
pembantu.
Awal pendirian Perseroan ini pada tahun 1975, dimulai
dari garasi kediaman Ibu Mooryati Soedibyo. Tahun 1978

Perseroan mulai menjalankan usahanya secara komersial, yaitu


dengan memproduksi jamu yang didistribusikan di Jakarta,
Semarang,

Surabaya,

Bandung,

dan

Medan.

Dalam

perkembangannya permintaan konsumen semakin meningkat,


hingga pada tahun 1980-an Perseroan mulai mengembangkan
berbagai jenis kosmetika tradisional.
Pada tanggal 8 April 1981 pabrik Perseroan resmi di
operasikan. Dalam rangka memperkokoh struktur permodalan
serta mewujudkan visinya sebagai perusahaan Kosmetika dan
Jamu Alami Berteknologi Tinggi Terbaik di Indonesia,
Perseroan

melakukan

penawaran

umum

perdana

dan

mencatatkan sahamnya di PT. Bursa Efek Jakarta pada tahun


1995. Perseroan mulai menerapkan standar internasional ISO
9002 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 14001 tentang
Sistem Manajemen Lingkungan sejak tahun 1996.
Ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi pabrikasi,
perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta
minuman

sehat,

dan

kegiatan

usaha

lain

yang

berkaitan.Perseroan berdomisili di Jalan Gatot Subroto Kav. 74


75, Jakarta Selatan dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor
KM 26,4 Ciracas Jakarta Timur. Perusahaan ini pun telah lama
tumbuh berdasarkan prinsip tersebut. Produk-produk jamu dan
kosmetika tradisional Mustika Ratu dibuat dari bahan-bahan
alami. Hampir seluruh produk kami diramu sesuai resep leluhur,
pusaka Keraton Surakarta Hadiningrat, yang diwariskan turun
menurun. Namun kini produk-produk ini dibuat dengan
menggunakan teknik dan mesin modern yang memenuhi standar
ketat kualitas dan keamanan. Berawal dari usaha rumah
tangga,kini telah tumbuh menjadi perusahaan consumer
products yang besar. Produk-produk Mustika Ratu kini
menempati posisi puncak di pasar domestik dan diterima baik di

pasar luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Bertolak dari


keberhasilan ini, perusahaan berencana untuk meningkatkan
ekspor dan penetrasi ke pasar internasional. Mustika Ratu kini
memusatkan usahanya pada produk jamu dan kosmetika
tradisional, yang kategori produknya baik jenis produk
maupun mereknya terus berkembang.
Mustika

Ratu

akan

terus

menyempurnakan

dan

mengembangkan setiap aspek usahanya. Dengan ini, kami


berharap untuk terus meningkatkan performa perusahaan
sekaligus

meningkatkan

kontribusi

pada

masyarakat.

Setelah mendapat tanggapan positif dari negara sendiri, Mustika


Ratu mencoba melangkah ke mancanegara. Di tengah
persaingan yang semakin ketat dan kompetitif untuk menembus
pasar internasional, Mustika Ratu melakukan ekspor ke
sejumlah negara. Pasar terbesar Mustika Ratu adalah Malaysia,
menyusul Brunei dan Singapura. Ternyata, apa yang dimulai
sebagai industri kecil dari rumah, setelah bertahun-tahun,
berkembang menjadi perusahaan manufaktur yang besar.
Ketekunan dan kepemimpinan Mooryati Soedibyo terbukti
menghasilkan bisnis keluarga yang berhasil dibidang kesehatan
dan kecantikan. Saat ini bisnis yang bermula dari bidang jamujamuan itu telah meluas pada bisnis perawatan kecantikan
seperti

SPA.

Selain daripada itu, bisnis ini telah membantu mengurangi


pengangguran, dengan merekrut sekitar 3000 tenaga kerja.
Dengan kata lain, Mustika Ratu turut memperbaiki taraf hidup
3000 keluarga Indonesia. Tidak hanya itu, bisnis ini juga turut
menjadi kebanggaan Indonesia sebagai salah satu produk
bermutu yang berbahan dasar, dibuat, dan dihasilkan dari
sumber daya Indonesia, yang disukai di mancanegara. Tentu

saja, ini akan membuahkan devisa bagi negara kita, dan turut
berperan menjaga kestabilan ekonomi negara ini.
b. Visi, Misi dan Tujuan Lembaga/Korporasi
Dalam memformulasikan strategi diharapkan perusahaan
memiliki visi dan misi yang jelas dalam rangka
mengimplementasikan strategi perusahaan yang sesuai dengan
visi misinya, dimana visi dan misi perusahaan PT. Mustika Ratu,
Tbk.
1) Visi perusahaan
Menjadikan warisan tradisi keluarga leluhur sebagai
basis industri perawatan kesehatan/kebugaran dan
kecantikan / penampilan paripurna (holistic wellness)
melalui proses modernisasi teknologi berkelanjutan, namun
secara hakiki tetap mengandalkan tumbuh-tumbuhan yang
berasal dari alam.
2) Misi perusahaan
Falsafah
kesehatan/kebugaran
dan
kecantikan/penampilan paripurna (holistic wellness) yang
telah lama ditinggalkan masyarakat luas, digali kembali oleh
seorang Puteri Keraton sebagai royal heritage untuk
dibagikan kepada dunia sebagai karunia Tuhan dalam bentuk
ilmu pengetahuan yang harus dipertahankan dan
dilestarikan.
Mustika Ratu juga mempunyai kebudayaan yang selalu
dijaga,yaitu :
1) Mengutamakan peningkatan kepuasan pelanggan
2) bekerja dengan budaya kekeluargaan dan keakraban
3) menghargai integritas dan profesionalisme yang tinggi
4) menunjang kerjasama dan gotong royong dalam mencapai
tujuan bersama

c. Struktur Organisasi

1. Pejabat dewan komisaris


Haryo Tedjo Basokoro, MBA
Presiden Komisaris
Prof. DR. FG. Winarno
Komisaris Independen
Drs. Darodjatun Sanusi, MBA
Komisaris
2. Pejabat direksi
DR. Hj. BRA. Mooryati Soedibyo,S.S, M.Hum
Presiden Direktur
Putri Kuswinuwardani, MBA
Wakil Presiden Direktur
Dewi Nurhandayani, BBA
Direktur
Arman S. Tjitrosoebono, MBA
Direktur
Zulfikar Lukman, MBA
Direktur
2. TRANS TV
a. Sejarah Lembaga/ Korporasi
Trans TV atau Televisi Transformasi Indonesia adalah
sebuah stasiun televisi swasta Indonesia mulai secara terrestrial
area di Jakarta, yang dimiliki oleh konglomerat Chairul
Tanjung. Nama Trans TV diperoleh dari serangkaian diskusi
dan pertemuan yang dilakukan oleh Chairul Tanjung dengan
jajarannya kala itu dan bertempat di Finacial Club di Gedung

Bank Niaga. Dengan motto "Milik Kita Bersama", konsep


tayang stasiun ini tidak banyak berbeda dengan stasiun swasta
lainnya. Trans TV adalah anak perusahaan PT Trans
Corporation. Trans TV didirikan pada tanggal 1 Agustus 1998
dan Trans TV mulai resmi disiarkan pada 10 November 2001
meski baru terhitung siaran percobaan, Trans TV sudah
membangun Stasiun Relai TVnya di Jakarta dan Bandung.
Siaran percobaan dimulai dari seorang presenter yang menyapa
pemirsa pukul 19.00 WIB malam. Trans TV kemudian mulai
diluncurkan secara nasional dan diresmikan oleh Presiden
Megawati Soekarnoputri sejak tanggal 15 Desember 2001.
b. Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga/ Korporasi
VISI : Menjadi televisi terbaik di Indonesia maupun ASEAN,
memberikan hasil usaha yang positif bagi stakeholders,
menyampaikan program-program berkualitas, berperilaku
berdasarkan nilai-nilai moral budaya kerja yang dapat diterima
oleh stakeholders serta mitra kerja, dan memberikan kontribusi
dalam meningkatkan kesejahteraan serta kecerdasan
masyarakat.
MISI : Wadah gagasan dan aspirasi masyarakat untuk
mencerdaskan serta mensejahterakan bangsa, memperkuat
persatuan dan menumbuhkan nilai-nilai demokrasi.
c. Struktur Organisasi
PT. Televisi Tranformasi Indonesia (Trans TV) dipimpin
oleh suatu direksi yang terdiri dari seorang direktur atau lebih,
jikalau diangkat lebih dari seorang direktur, maka seorang
diantaranya diangkat sebagai Direktur Utama.
No.
Nama
Awal Jabatan
Akhir Jabatan
1
Ishadi S.K
1998
2008
2
Wisnutama
2008
Sekarang
DIREKSI
No.
Nama
Jabatan
1
Wisnutama
Direktur Utama
2
Atiek Nurwahyuni
Direktur Penjualan dan Pemasaran
3
Warnedy
Direktur Keuangan dan Sumber Daya

B. HASIL INDENTIFIKSI TERHADAP KEGIATAN


KOMUNIKASI BISNIS DALAM ORGANISASI
1. Mustika Ratu
a. IMC Mustika Ratu
PT Mustika Ratu Tbk. sebagai inovator perusahaan
produk kosmetika dan kesehatan, berusaha mengangkat citra
perusahaan sebagai penghasil produk berbahan dasar alami asli
Indonesia yang berkualitas dan dikemas secara modern, serta
peduli akan kemajuan bangsa dalam bidang ekonomi,
pariwisata, pendidikan, serta mendukung kemajuan wanita
dalam bidang. Selama ini PT Mustika Ratu Tbk. melakukan
publisitas dengan cara-cara yang kreatif dan menarik untuk
mendapatkan atensi masyarakat, khususnya kaum perempuan
terhadap produk-produk yang ditawarkan dan juga
perusahaannya. Dan hal yang dapat menjadi pertimbangan
utama yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian dan
bisa mempertahankan loyalitas konsumen ialah adanya brand
image yang positif dan brand awareness yang tinggi dari
perusahaan kosmetika tersebut.
PT Mustika Ratu Tbk. menyadari pentingnya melakukan
komunikasi pemasaran terpadu, dengan mendesain strategi
komunikasi pemasaran yang baik. Salah satu penerapan strategi
komunikasi pemasaran terpadu yang dijalankannya ialah
kegiatan sponsorship dalam event Puteri Indonesia. Mengacu

pada lima bagian dari Komunikasi Pemasaran Terpadu, yakni:


pemasaran langsung, promosi penjualan, hubungan masyarakat,
penjualan personal, dan periklanan, sponsorship merupakan
bagian dari strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh
pengelola humas dalam suatu perusahaan. Penerapan strategi
komunikasi pemasaran terpadu yang dilakukan oleh bagian
humas, merupakan salah satu aspek penting dalam
pembangunan dan pemeliharaan brand image dan brand
awareness perusahaan.
Sponsorship adalah dukungan finansial kepada suatu
organisasi, orang atau aktivitas yang dipertukarkan dengan
publisitas brand dan suatu hubungan. Sponsorship dapat
membedakan sekaligus meningkatkan nilai dari brand
perusahaan yang berperan sebagai pihak sponsor. Beberapa
pedoman yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam
memilih sponsorship adalah: target khalayak, penguatan brand
image produk dan perusahaannya, dapat diperpanjang,
keterlibatan brand produk, biaya yang efektif dan sponsor
lainnya. Faktor utama dari pelaksanaan program sponsorship
yang dijalankan oleh perusahaan adalah hasil yang bisa
diberikan oleh kegiatan sponsorship itu sendiri kepada image
perusahaan. Sponsorship juga dapat memperbaiki image
perusahaan dengan mempengaruhi kesan para konsumen
mengenai sebuah perusahaan atau produk yang spesifik. Selain
itu pelaksanaan sponsorship juga dapat meningkatkan brand
awareness secara alamiah kepada konsumen yang terlibat atau
menjadi audiens dalam kegiatan yang disponsori. Dan hal itu
dapat meningkatkan gambaran brand perusahaan yang
selanjutnya akan meningkatkan nilai dari brand itu sendiri, juga
dapat menstimulasi jumlah pembelian konsumen akan produk
atau jasa yang ditawarkan. Lebih lanjut lagi, reputasi
merupakan sebuah nilai yang sifatnya intagible dan sering
menjadi fokus dari sebuah perusahaan. Dan sponsorship adalah
suatu cara yang sangat baik untuk meningkatkan reputasi
dengan memberikan timbal balik kepada masyarakat di mana
perusahaan tersebut berada. Sebuah perusahaan yang
diasosiasikan dengan objek sponsor tertentu dapat menjadi cara
bagi perusahaan untuk memberi tanda dalam persepsi
masyarakat. Selanjutnya sponsorship juga dapat membangun
hubungan antara perusahaan dan konsumennya. Pembuatan
tujuan yang baik dan peningkatan motivasi para pekerja juga
merupakan fokus tujuan dari kegiatan sponsorship.

Sponsorship dalam kontes kecantikan sebenarnya


merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh sebuah perusahaan,
seperti yang dikatakan oleh Kathy Peiss dan Joselit.
Menurutnya; kontes kecantikan sebenarnya merupakan arena
untuk mempromosikan kepentingan-kepentingan ekonomis
karena sebuah produk yang dikemas dengan baik dan seringkali
dipamerkan dalam kompetisi tersebut. Lebih jauh lagi,
sponsorship yang dilakukan oleh PT Mustika Ratu Tbk. dalam
Pemilihan Puteri Indonesia dapat dikatakan memiliki asosiasi
yang sangat kuat antara pihak sponsor yakni sebuah perusahaan
kosmetika dan jamu tradisional dan event yang disponsorinya
yakni sebuah kontes kecantikan. Untuk memperkuat upayanya
dalam membangun brand image dan brand awareness Mustika
Ratu, PT Mustika Ratu Tbk. selalu berusaha untuk
melaksanakan kegiatan sponsorship dalam ajang Puteri
Indonesia setiap tahunnya, di mulai dari tahun 1992 sampai
dengan sekarang. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan yang
dikemukakan Morissan; Suatu program komunikasi
pemasaran yang ditujukan untuk pembentukan brand image
(citra) atas suatu produk atau perusahaan, memerlukan
intensitas kemunculan yang konsisten daripada komunikasi
pemasaran yang hanya bertujuan untuk sekedar meningkatkan
penjualan produk.
Berbagai usaha dilakukan PT Mustika Ratu Tbk. untuk
menguatkan asosiasi antar perusahaan dengan event Puteri
Indonesia. Usaha tersebut bukan hanya dilakukan pada saat
penyelenggaraan event, namun dilakukan juga pasca
penyelenggaraan yang mana nantinya pemenang Puteri
Indonesia akan dilibatkan pada kegiatan promosional berbagai
varian brand Mustika Ratu, khususnya dalam kegiatan promosi
dan iklan Trend Warna Mustika Ratu dan Moors Professional
Make-Up. Perekatan asosiasi ini dianggap penting mengingat
dari asosiasilah sebuah image akan dihasilkan. Penggunaan
pemenang Puteri Indonesia sebagai icon promosi atau brand
personafikasi pun dianggap sebagai langkah strategis jangka
panjang yang baik dalam menghasilkan atensi atau brand
awareness dalam aktivitas pemasaran yang dilakukan
perusahaan. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka
penulis tertarik untuk meneliti Sponsorship pada event Puteri
Indonesia sebagai usaha membangun brand image dan brand
awareness Mustika Ratu oleh PT Mustika Ratu Tbk. sebagai
bagian dari program Integrated Marketing Communication.
b. Proses Komunikasi Pemasaran Mustika Ratu

c. PR
1. Publik
2. Opini Publik
d. Komunikasi PR
1. Komunikasi Internal
2. Komunikasi Eksternal
2. TRANS TV
a. IMC TRANS TV
b. Proses Komunikasi Pemasaran TRANS TV
c. PR
1. Publik
2. Opini Publik
d. Komunikasi PR
1. Komunikasi Internal
2. Komunikasi Eksternal
C. EVALUASI KEGIATAN KEGIATAN KOMUNIKASI BISINIS
DALAM ORGANIASI
D. ALTERNATIF MASUKAN / REKOMENDASI TERHADAP
KEGIATAN KOMUNIKASI BISNIS DALAM ORGANISASI
BAB IV.PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Aat R N. 2015. Pengaruh Design Logo Baru BUMD yang Berbasiskan Kearifan
Lokal Terhadap Citra Perusahaan (Studi Kuantitatif Mengenai Perubahan
Logo Baru pada PDAM Kota Bandung). Jurnal Makna 5(1): 1-15.
Akbar, MA. 2003. Analisis Faktor-Faktor Pengaruh Selling In Yang Berdampak
Pada Kinerja Pemasaran. Tesis. Universitas Diponegoro Semarang.
Alkautsar, J. 2011. Strategi Publik Relations PT. Anugrah Bersama Sejahtera
dalam Menjalin Loyalitas Customer. Skripsi. Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Chatamallah, M. 2008. Peran Public Relations Pada Program CSR
Dalam Rangka Meningkatkan Citra Positif Perusahaan. Jurnal
Komunikasi 9(2) : 393-402.
Durianto, Darmadi dan C. Liana. 2004. Analisis Efektifitas Iklan Televisi Softener
Soft & Fresh di Jakarta dan Sekitarnya dengan Menggunakan Consumer
Decision Model. Jurnal Ekonomi Perusahaan 2(4): 67-82.

Imran, M. 2012. Peran Public Relations Pada Program CSR Dalam


Rangka Meningkatkan Citra Positif Perusahaan. Jurnal LPPM:
Paradigma 9(1) : 127-139.

Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2004. Dasar-Dasar Pemasaran, Edisi


kesembilan, Jilid 1, di alih bahasakan oleh Alexander Sindoro. Jakarta:
Indeks.
Purwaningwulan, M.M. 2011. Public Relaions dan Manajemen Krisis. Majalah
Ilmiah UNIKOM 11 (2) : 1-10.
Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
Rahiem, V.A. 2014. Pengaruh Komunikasi Bisnis Co-Branding Danamon
Manchester United Card terhadap Perilak Anggota Komunitas United
Indonesia. Jurnal Komunikasi Bisnis: 1-18.
Semuel, Hatane. 2012. Customer Relationship Marketing Pengaruhnya Terhadap
Kepercayaan Dan Loyalitas Perbankan Nasional. Jurnal Manajemen
Pemasara.7 (1) : 33-41.
Suryana, Yuyus. 2005. Efektivitas Pesan pada Komunikasi Bisnis dalam Rangka
Meningkatkan Citra Perusahaan. Jurnal Bisnis, Manajemen dan Ekonomi 6
(3) : 410-502.
Sutisna, SE.ME. 2003. Perilaku Konsumen & Komunikasi Pemasaran. PT Remaja
Rosdakarya. Bandung.
LAMPIRAN