Anda di halaman 1dari 1

21

Penggunaan Antikanker Dari Sari Buah Merah (Pandanus


Conoideus) Secara In Vitro Terhadap Kultur Sel Mieloma
Peneliti
Fakultas
Sumber Dana

:
:
:

Reny Itishom, Rochmah Kurnijasanti


Fakultas Kedokteran
DIPA PNBP Universitas Airlangga Tahun 2007

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskuler di


negara maju, sedangkan di negara berkembang merupakan penyebab utama kematian
(Rang, 1995). Usaha pengobatan kanker telah banyak dilakukan, tetapi belum
memberikan hasil yang memuaskan sehingga banyak penderita kanker dalam stadium
dini lebih memilih pengobatan alternatif.
Buah Merah (Pandanus conoideus) merupakan salah satu tanaman yang banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan
antara lain untuk diabetes, liver, antimikroba, hipertensi dan kanker (Budi, 1998;
Naigggolan, 2002). Dari laporan Departemen Kesehatan menyatakan bahwa kandungan
total karotennya cukup tinggi yaitu 200.000 mg per 100 gr buah merah panjang, termasuk
didalamnya beta karoten. Beta karoten diperkirakan mempunyai beberapa kemampuan
yang diperlukan untuk mempertahankan kesehatan manusia yaitu sebagai antioksidan,
imunomodulator, antikanker dan antiaterogenik (PDR health, 2003). Berdasarkan pada
kandungan bahan aktif yang ada pada sari buah merah sebagai antikanker, maka perlu
dilakukan penelitian efek antikanker secara in vitro dari sari buah merah terhadap kultur
sel mieloma.
Sari buah merah (Papua Sejahtera) dibuat larutan uji dengan konsentrasi 5; 2,5; 1,25;
0,625; 0,312 mg/ml. Kontrol negatif hanya berisi pelarut ekstrak (DMSO) dan control
positif menggunakan etoposida. Masing-masing larutan uji, larutan kontrol negative dan
kontrol positif ditambahkan ke dalam suspensi sel mieloma kemudian diinkubasi selama
24 jam pada suhu 37C pada inkubator CO2. Setelah diinkubasi dilakukan penghitungan
jumlah sel hidup dan mati menggunakan hemositometer dengan pewarnaan tripan biru.
Viabilitas sel dinyatakan sebagai presentase sel yang hidup terhadap jumlah sel total.
Data hasil percobaan diolah secara statistik dengan ANAVA satu arah menggunakan
program SPSS 12.0 for Windows, jika hasil ANAVA terdapat perbedaan diantara
perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis varian diperoleh nilai
signifikansi lebih kecil dari 0,05, hal ini menunjukkan ada perbedaan diantara perlakuan.
Dari uji Duncan didapat bahwa ada perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dan
kontrol positif etoposida dan dengan semua konsentrasi larutan uji. Penurunan viabilitas
sel mieloma seiring dengan penambahan ekstrak uji. Sedangkan pada kontrol positif juga
menunjukkan perbedaan dengan semua konsentrasi sari buah merah pada perlakuan. Pada
penelitian ini pemberian Sari buah merah pada semua konsentrasi sudah dapat
menyebabkan kematian sel mieloma. Pada dosis tertinggi yaitu 5 mg/ml mampu
mematikan sel mieloma sebesar 24,75%.
Kata kunci: Sari Buah Merah (Pandanus Conoideus), kanker
vii + 28 lbr + Lamp.
Bibl: 24-26
ID: 032/08/FK-PNBP