Anda di halaman 1dari 2

Manifestasi Klinis

Nyeri dada
Nyeri terjadi karena ketidakseimbangana antara suplai oksigen dengan kebutuhan (demand) miokard,
sehingga terjadi infark/iskemik miokard, yang akan menghasilkan metabolism anaerob pada sel, pH akan
naik sehingga bersifat asam dan terjadi peningkatan asam laktat sebagai trigger nyeri (Kalim, 2001).
Keringat dingin (diaphoresis)
Diaphoresis terjadi karena aktivasi saraf simpatik respon tubuh dalam menanggapi rasa sakit. Aktivasi
saraf simpatis di otak biasanya menekan rasa sakit terutama dengan turun penghambatan transmisi
nociceptive di sumsum tulang belakang. Karena terjadi peningkatan aktivitas saraf simpatis, maka
ekskresi kelenjar keringat meningkat (Rajendra, et al., 2015)
Mual muntah
Meningkatnya aktivitas sistem saraf simpatis, terutama karena stimulasi splanchnic abdomen dan saraf
aferen vagal. Stimulasi aferen vagal dan splanchnic akan mengirimkan sinyal ke SSP, sehingga terjadi
stimulasi mekanik akan meningkatkan pelepasan 5-HT dan mensensitisasi jalur muntah (Huon, et al.,
2002).
Berdasarkan manifestasi klinis yang muncul pada pasien, dapat diperkirakan bahwa pasien mengalami
serangan infark miokard. Berikut merupakan gejala klinis yang timbul pada infark miokard :
-

Nyeri dada yang terjadi lebih dari 20 menit


Perubahan EKG yang dapat dilihat dari 12 lead EKG.
Peningkatan petanda biokimia. nekrosis miokard, protein intraseluler akan masuk dalam
ruang interstitial dan masuk ke sirkulasi sistemik melalui mikrovaskuler lokal dan aliran limfatik.
Oleh sebab itu, nekrosis miokard dapat dideteksi dari pemeriksaan protein dalam darah yang
disebabkan kerusakan sel. Protein-protein tersebut antara lain aspartate aminotransferase
(AST), lactate dehydrogenase, creatine kinase isoenzyme MB (CK-MB), mioglobin, carbonic
anhydrase III (CA III), myosin light chain (MLC) dan cardiac troponin I dan T (cTnI dan
cTnT). Peningkatan kadar serum protein- protein ini mengkonfirmasi adanya infark miokard.

Adaya ST elevasi yang terlihat pada pemeriksaan EKG STEMI. Gejala klinis lain ditemukan pada
STEMI adalah sesak, diaphoresis, mual atau muntah.

DAPUS
Rajendra, et al. Sweating: A Specific Predictor of ST-Segment Elevation Myocardial Infarction Among
the Symptoms of Acute Coronary Syndrome: Sweating In Myocardial Infarction (SWIMI) Study
Group. Clin. Cardiol. 2015. 39, 2, 9095 2016

Kalim, H., 2001, Diagnostik dan Stratifikasi Risiko Dini Sindrom Koroner Akut. Dalam: Kaligis,
R.W.M., Kalim, H., Yusak, M., Ratnaningsih, E., Soesanto, A.M. (eds). Penyakit
Kardiovaskular dari Pediatrik sampai Geriatrik. Jakarta: Balai Penerbit RS Jantung Harapan
Kita, 227-228.
Huon, et al., 2002. Lecture Notes on Cardiology Fourth Edition. Blackweel Science Ltd.