Anda di halaman 1dari 8

Laporan Notulen

Sifat
: Tertutup
Hari/Tanggal
: 24 Februari 2015
Tempat
: Kelas XI Ipa 2
Acara
: Diskusi Teks Eksplanasi
Peserta
: Seluruh siswa kelas XI Ipa 2
Hasil Acara :
Moderator membuka diskusi dengan salam :
Assalamualaikum warhmatullahi wabarokatu
Moderator menjelaskan tema/ topik :
Pada kesempatan kali ini kami akan mempresentasikan sedikit dari banyak tentang
global warming.
Moderator memperkenalkan diri & anggota :
Moderator
: Try Yoga
Notulen
: Nur Hermiyati
Penyaji
: 1. Asmariyah Athaillah
2. Hanny Hairunnisa
3. Lasriyah Manurung
4. Muhammad Sholikul H
5. Yesia Kristi
Moderator menjelaskan tata tertib diskusi :
Peserta diwajibkan untuk mendengardan mengikuti jalannya diskusi
Narator diperbolehkan mengeluarkan peserta yang menganggu proses diskusi
Peserta yang bertanya wajib bertanya setelah dipersilahkan oleh moderator
Peserta yang bertanya wajib bertanya dengan lancar dan jelas.
Peserta yang bertanya tidak mengulang pertanyaan peserta lain.
Peserta yang menyampaikan pendapat wajib menyapaikan setelah
dipersilahkan oleh moderator
Peserta yang menyampaikan pedapat wajib menyampaikan dengan jelas dan
tidak bertele-tele
Moderator mempersilahkan penyaji membacakan hasil kerja kelompok :
M. Sholikul Huda membacakan :

Pengertian Pemanasan Global


Global warming atau pemanasan global adalah sebuah kata yang tidak asing lagi bagi
kita. Seperti yang kita tahu, global warming membuat keadaan di bumi tidak stabil. Global

warming sendiri terjadi karena ulah manusia yang sama sekali tidak bertanggung jawab.
Akibatnya, es di kutub utara maupun di kutub selatan mencair dan mengakibatkan air meluap
sedangkan daratan semakin langka.
Pemanasan global / Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur ratarata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi
telah meningkat 0.18 C selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate
Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata
global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya
konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.
Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahanperubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca
yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global
yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai
jenis hewan. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan
meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Asmariyah Atahillah membacakan :


Penyebab Pemanasan Global (Alam)
1. Efek umpan balik
Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan
balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus
pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya
akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri
merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air
di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang
dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan
balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara,kelembapan relatif udara hampir
konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini
hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang
di atmosfer.
2. Variasi Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari matahari, dengan kemungkinan
diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat
ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah
meningkatnya aktivitas matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah
kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah
diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas matahari menjadi kontributor
utama pemanasan saat ini. Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan
tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an. Fenomena variasi
Mataharidikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek

pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun
1950.
Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi matahari mungkin
telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuwan dari Duke
University memperkirakan bahwa matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50%
peningkatan suhu rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara
tahun 1980 dan 2000.[10] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang
dijadikan pedoman saat ini membuat perkiraan berlebihan terhadap efek gas-gas rumah
kaca dibandingkan dengan pengaruh matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek
pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh. Walaupun
demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim
terhadap pengaruh matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekadedekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.

Lasriyah Manurung membacakan :


Penyebab Pemanasan Global (Sosial)
1. Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari matahari. Sebagian besar
energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi
ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi.
Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya.
Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.
Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya
jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang
menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali
radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di
permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata
tahunan bumi terus meningkat.

Hanny Hairunnisa membacakan


Akibat Pemanasan Global (Alam)
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan biogeofisik seperti :
1) Pelelehan es dikutub
2) Kenaikan muka ir laut
3) Perluasan gurun api
4) Peningkatan hujan dan banjir
5) Perubahan iklim
6) Punahnya flora dan fauna tertentu
7) Migrasi fauna dan hama penyakit
8) Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati

9) Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir
10) Mencairnya es dan glasier di kutub
11) Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas.
Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching)
Dampak lainnya :
1) Iklim mulai tidak stabil
Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari
belahan Bumi utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di
Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih
sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya
mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah
subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair.
Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan malam hari
akan cenderung untuk meningkat
2) Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil
secara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan
menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut.
Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih
memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10
25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuwan IPCC memprediksi peningkatan
lebih lanjut 9 88 cm (4 - 35 inci) pada abad ke-21.
3) Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak
makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian
selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya
curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering
di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang
menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack
(kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair
sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami
serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
4) Gangguan ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek
pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global,
hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan
mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi
terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini.
Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau

lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara
cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

Yesia Kristi membacakan:


Akibat Pemanasan Global ( Sosial)
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit
yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga
dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan
cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es dikutub
utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana
alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana
alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat
pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi
mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air
(waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases).
Seperti meningkatnya kejadian demam berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru
untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adanya perubahan iklim ini maka ada beberapa
spesies vektor penyakit (eq aedes aegypti), virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten
terhadap obat tertentu yang target nya adalah organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi
kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah
dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan
iklim (climate change) yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu
seperti ISPA (kemarau panjang/kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak
menentu)
Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga
berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan
polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi
terhadap penyakit-penyakit saluran pernapasan
seperti asma, alergi,coccidioidomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Moderator Membuka Sesi Tanya Jawab :


Pertanyaan ( Cheryl ):
# Bagaimana cara mengatasi pemanasan global ?
Dijawab oleh M. Sholikul Huda
#Pemanasan global tidak dapat dicegah, tetapi untuk pemanasan global itu dapat
diperlambat dengan cara :

1. Program menanam pohon


Tapi saya tetap sepakat bahwa menanam pohon adalah satu cara untuk mencegah
pemanasan global. Hanya saja, perlu lebih baik lagi dalam perencanaan dan
pelaksanaannya.
2. Kurangi Bangunan Rumah Kaca
Banyaknya bangunan rumah kaca membuat suhu panas bisa meningkat
beberapaderajat celcius. Oleh sebab itu, harus di kurangi, harus ada kebijakan
pemerintah yang tegas tentang pembangunan gedung-gedung yang mencoba mencakar
langit (walau tida bisa).
Lalu apakah sudah ada kebijakan pemerintah tentang pengurangan pembangunan
gedung atau rumah kaca? Untuk hal in saya tidak ada mendapatkan, kalau pun ada
seperti Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) hanya formalitas saja. Ini terbukti
dengan terus dan terus tumbuh gedung-gedung di bangun.
Aspirasi ini harus terus di sampaikan, kalau bisa pemerintah memberikan denda
kepada pengembang properti (developer) yang membangun rumah tanpa menganalisa
tentang dampak lingkungan dalam proyek mereka.
3. Cerdas dalam berkendara
Negara maju sudah banyak yang melakukan hal ini. Budaya berkendara dengan cerdas
sudah di contohkan oleh mereka. Bahkan ada tempat parkir khusus sepeda yang di tata
dengan rapi. Ya, banyak negara maju menggunakan sepeda untuk berpergian, seperti
ke kantor atau ke sekolah.
Sebenarnya, hal tersebut di Indonesia sudah mulai ada geliatnya, tapi belum mendapat
respon yang baik dari pemerintah. Seharunya pemereintah membuat jalan khusus
penaik sepeda, tapi tidak.
Selain itu, transportasi massal juga sebagai berkendara dengan cerdas, hal ini bisa
mengurangi pemanasan global yang timbul karena kendaraan bermotor yang kita
naiki. Dengan menaiki transportasi massal, maka langkah ini bisa menghemat polusi
dan juga bisa meminimalisir kemacetan.
Tapi jika Anda punya kantor atau sekolah yang bisa di tempuh dengan berjalan kaki,
maka itu lebih baik di lakukan dengan jalan kaki, jangan malah menaiki mobil. Sama
sama kita ketahui bahwa sebab pemanasan global karena CO2 yang di keluarkan
dari bahan bakar kendaraan bermotor.
4.

Hemat Listrik

Listrik juga menjadi faktor dalam menaikan suhu panas. Jika demikian alangkah
bijaknya untuk membiasakan hemat listrik. Seperti di rumah, ketika siang hari
mematikan alat listrik yang tidak digunakan lagi.
Memang harus massal di lakukan, bukan hanya oleh peorangan saja. Sangat
disayangkan masih ditemukan banyaknya lampu jalan yang menyala di siang hari.
Dalam hal ini pemerintah belum menjadi contoh bagi masyarakat.
Tapi tidak salah jika kita mulai dari diri kita sendiri, keluarga, tetangga dan seterusnya.
Mudah- mudahan generasi masa depan bisa cerdas dan hemat dalam penggunaaan
listrik.
5. Saluran Ventilasi rumah yang cukup
Jika Anda mau mencegah pemansan global masuk kerumah, maka yang Anda lakukan
selain memasang AC, adalah memperbanyak saluran ventilasi di rumah. Supaya angin
bisa masuk kedalam rumah dan memberikan kesejukan. Dan supaya angin tetap
banyak masuk kerumah Anda, maka jangan lupa Anda menanam pohon di pekarangan
rumah Anda.
6. Jangan tebang pohon sembarangan (ilegal loging)
Ini yang masih sulit untuk di lakukan oleh masyarakat kita. Bisa kita lihat setiap tahun
berapa hektar lahan hutan yang terbakar, sehingga menjadi lahan yang tandus. Tidak
terhitung lagi kerugian negara karena hutan yang habis di bakar oleh oknum tidak
bertanggung jawab. Anda bisa bayangkan butuh berapa lama untuk menunggu pohon
untuk tinggi? Ya, butuh bertahun tahun, bahkan puluhan tahun.
Yang anehnya, tindakan ilegal loging tersebut juga di dukung oleh oknum aparat
negara. Jadi para perlaku dengan bebas bertindak perbuatan tidak bermoral itu.
Bagi pohon yang di jalanan banyak hidup segan mati tak mau, karena tidak di rawat
dengan baik, apatah lagi di musim pemilu, banyak pohon yang di paku dengan
sembarangan.
Kampanye tentang menolak dan menentang ilegal loging atau menolak penebangan
pohon sembaranga harus terus di galakkan. Ini demi kemaslahatan bersama, jangan
hanya karena kepentingan seelompok orang, membuat masalah bagi bangsa dan
negara.

Pertanyaan (Aisyah Puteri Utami) :

# Parfum semprot dapat menyebabkan pemanasan global. Yang termasuk dapat


menyebabkan pemanasan global itu parfum seperti apa ?
Dijawab oleh Lasriyah Manurung :

Pada dasarnya, parfum merupakan zat pengharum badan yang mengandung chloro
fluoro karbon (CFC). CFC adalah zat yang dapat merubah ozon menjadi oksigen.
Diantara penghasil CFC lainnya seperti AC, kulkas, dll. parfum adalah penyumbang
besar CFC. Hal tersebut berarti parfum memiliki kontribusi besar dalam pemanasan
global dan penipisan lapisan ozon.
Pendapat oleh Cheryl :
Menurut saya parfum yang dapat menyebabkan pemanasan global itu parfum yang
berbentuk seperti parfum AXE yang berisi gas. Itu biasanya yang bisa menyebabkan
pemenasan global. Karena dia bukan seperti parfum yang biasanya. Tapi parfum yang
mengandung gas. Jadi parfum yang mengadung gas itu yang berbahaya.
Moderator membacakan kesimpulan :
Jadi pemanasan global dapat dicegah dengan penanaman global, mengurangi
bangunan rumah kaca, cerdas dalam berkedara, hemat listik, tidak menebang pohon
sembarangan, dan tidak mengonsumsi parfum yang mengandung CFC.
Moderator menutup diskusi :
Sekian dari diskusi kami mengani pemansan global. Kurang lebihnya mohon
dimaafkan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatu.