Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN

PRAKTIKUM INSTRUMENTASI
DOSEN PENGAMPU: Bekti Wulandari, M.Pd

RANGKAIAN JEMABATAN WHEATSTONE

OLEH:
ALWI WIDI PRADANA
NIM. 15507134032 / B2

TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

TUJUAN
Setelah praktek ini mahasiswa di harapkan dapat :
1
2
3

Membalans rangkaian jembatan wheatstone.


Menghitung sensitifitas rangkaian jembatan wheatstone.
Mengaplikasikan rangkaian jembatan wheatstone.

TEORI SINGKAT
Metode rangkaian jembatan wheatstone merupakan cara penentuan tahanan yang
tidak diketahui menggunakan metode perbandingan. Disebut rangkaian jembatan karena
tersusun dari 4 buah tahanan yang posisinya bersilangan. Masing-masing tahanan ada yang
menyebutkan sebagai lengan jembatan (bridge-arms). Lebih jelasnya dapat dilihat pada
gambar 1
R1

R3
-

R2

Vo u t

+
Rx

Gambar. 1. Rangkaian Jembatan Wheatstone


Dalam keadaan jembatan setimbang tegangan vout = 0 Volt, Sehingga nilai tahanan yang
tidak diketahui Rx, dapat ditentukan dari persamaan:
Rx=

R2R3
R1

BAHAN DAN BAHAN


1. Catu Daya DC 0-5V
2. Rangkaian jembatan wheatstone
3. Tahanan 1000
4. Galvanometer
5. Kawat Hubung

LANGKAH KERJA

Percobaan I :
Percobaan jembatan wheatstone

R1

R3
-

R2

Vo u t

+
Rx

1. Buatlah rangkaian penguat jembatan seperti pada gambar.2. berikut :


2. Berikan tegangan Vref = 5V. Atur R dekade = 1K. Apakah V AC = 0V ? ya
tegangan 0V
3. Pasanglah Rx = 1000. Atur posisi R dekade menurut tabel 1. Amati tegangan
V AC . Berapakah nilai R dekade pada saat setimbang?
4. Aturlah variasi harga R dekade dari 1000 1; 1000 10; dan 1000
20. Amati arus galvanometer lg, masukkan hasilnya pada tabel 1.
5. Dari ketiga jenis variasi harga R dekade, manakah yang paling tinggi perubahan
arus galvanometer terhadap perubahan harga tahanannya (Sensitivitas
galvanometer Sg = lg / Rdkd).
6. Hitung nilai sensitivitasnya dari langkah 5.

DATA PERCOBAAN
Nilai R dekade
()
990
991
992
993
994
995
996
997
998
999
1000
1001
1002
1003
1004
1005
1006
1007
1008
1009
1010

Analisa

Ig (A)
26
26
26
25
24
24
23
22
21
20
11,5
11,5
8
8
8
7
20
19
18
17
17,5

Nilai R dekade
()
900
910
920
930
940
950
960
970
980
990
1000
1010
1020
1030
1040
1050
1060
1070
1080
1090
1100

Ig (A)
430
120
100
90
85
80
70
60
50
45
40
30
13
8,5
4
0
5
9
14
19
21

Nilai R dekade
()
800
820
840
860
880
900
920
940
960
980
1000
1020
1040
1060
1080
1100
1120
1140
1160
1180
1200

Ig (A)
230
200
180
160
140
120
100
80
60
50
40
0
20
10
25
40
50
65
80
100
110

1. Dapatkah rangkaian jembatan wheatstone dipakai untuk mendeteksi kemanisan buah


masak ?
2. Dapatkah jembatan wheaetstone dipakai untuk mengukur tingkat kekeringan gabah ?
Jawab:
1. Bisa, untuk mendeteksi kemanisan buah masak karena buah memiliki kadar air dan
pektin (pektin tidak bisa bercampur dengan air) sehingga dapat menghantarkan listrik.
Dan untuk mengetahuinya dengan cara menghitung hambatannya.
2. Bisa, karena air adalah penghantar arus listrik maka dalam penerapan ini,untuk
mengukur kekeringan gabah dengan cara menghitung hambatannya, jika semakin

besar maka gabah kering dan berlaku kebalikan.


Dari percobaan diatas seharusnya jika dalam rumus:
R2R3
Rx=
R1
Rx=

1000 1000
1000

Rx=1000
Dan pada Rx = 1000 seharusnya galvano meter menunjukan angka di posisi di tengah (0)
tetapi pada percobaan diatas galvano meter menunjukan posisi di tengah (0) pada posisi
(1050 & 1020).
Laporan Sementara

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa bahwa jembatan wheatstone adalah alat ukur yang
digunakan untuk mengukur suatu yang belum diketahui hambatan listriknya. Untuk
menentukan nilai hambatan listrik yang tepat menggunakan rangkaian jembatan

wheatstone dengan melakukan perbandingan antara hambatan yang telah diketahui dengan
besar hambatan yang belum diketahui.

DAFTAR PUSTAKA
https://dwindapuspasari2013.wordpress.com/2015/07/15/proses-pematangan-buah/