Anda di halaman 1dari 4

Contoh Program Kerja Pemeriksaan Pendapatan Retribusi

INSPEKTORAT KOTA SEJAHTERA


Nama Auditi

: Dinas Pendapatan
Kota Sejahtera
Tahun Yang Diaudit : 2016

No. KKA
No. PKA

:
:

KKA 1
PKA 1

PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN


Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pendapatan Retribusi
a. Pendahuluan
Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah Pemeriksaan dengan
Tujuan Tertentu.
b. Tujuan Audit
Pemeriksaan atas Retribusi Daerah
merupakan pemeriksaan
dengan tujuan tertentu yang dilakukan untuk menguji dan menilai
apakah:
1. Entitas yang diperiksa telah memiliki dan melaksanakan Sistem
Pengendalian Intern (SPI) yang memadai untuk mencapai
tujuan pengendalian atas kegiatan pengelolaan Retribusi
Daerah;
2. Retribusi Daerah yang seharusnya menjadi hak daerah yang
bersangkutan telah diterima tepat waktu dan tepat jumlah;
3. Retribusi Daerah telah ditatausahakan dan dicatat secara tertib
serta dipertanggungjawabkan secara benar.
c. Langkah Kerja Pemeriksaan

Langkah Kerja Pemeriksaan

Ref
KKP

Tanggal
& Paraf
Auditor

Umum
1. Uji dukungan perda tentang pendapatan daerah dengan
rincian jenis pendapatan daerah, teliti adanya pendapatan
daerah yang dianggarkan dan diterima namun tidak didukung
perda.

Langkah Kerja Pemeriksaan

Ref
KKP

Tanggal
& Paraf
Auditor

2. Uji dukungan angka laporan realisasi pendapatan dengan


Buku Besar dan Jurnal, teliti adanya angka realisasi yang
tidak didukung angka dalam Buku Besar dan Jurnal.
3. Uji kesesuaian jumlah realisasi pendapatan menurut LRA
dengan BKU Kasda, teliti adanya realisasi pendapatan yang
secara total sama namun secara rincian per nomor rekening
pendapatan tidak sama.
4. Uji kesesuaian rincian jenis pedapatan yang dijadikan target
pendapatan oleh Dinas Pendapatan dengan yang dianggarkan
dalam APBD, teliti adanya nomor rekening anggaran
pendapatan yang berbeda antara laporan realisasi menurut
Dispenda dengan LRA.
5. Uji kesesuaian antara satuan kerja penghasil yang telah
ditetapkan pada APBD dengan satuan kerja yang menyetor
realisasi pendapatan, teliti pihak penyetor bukan dari satuan
kerja penghasil atau Dinas Pendapatan.
6. Uji kesesuaian antara transaksi pengeluaran kas berupa
penyetoran pendapatan ke Kas Daerah menurut BKU
Bendahara Penerimaan Dinas Pendapatan dan satuan kerja
penghasil dengan transaksi penerimaan kas di BKU Kasda,
teliti jumlah uang yang tidak disetor ke Kasda oleh Bendahara
Pengeluaran.
7. Uji kesesuaian antara transaksi penerimaan kas dengan
pengeluaran kas menurut BKU Bendahara Pengeluaran, teliti
adanya jumlah uang penerimaan yang tidak segera disetor ke
Kas Daerah oleh Bendahara Pengeluaran secara tepat waktu
dan atau digunakan langsung untuk keperluan dinas atau
pribadi.
8. Uji kesesuaian antara penerimaan kas menurut BKU
Bendahara Pengeluaran dengan Buku Pembantu Penerimaan
dan bukti penerimaan dari WR, teliti penerimaan yang tidak
tercatat dalam BKU Bendahara Penerimaan dan teliti
penggunaan uang tersebut.
9. Uji kesesuaian antara bukti penerimaan dari WR dengan
jumlah yang telah diakui oleh WR, teliti jumlah SKR yang
telah dilunasi oleh WR namun tidak diakui oleh Bendahara
Penerimaan atau petugas pemungut.
10. Uji kesesuaian antara jumlah yang dilunasi oleh WR dengan
jumlah yang seharusnya ditagih menurut perda pendapatan
daerah, teliti adanya jumlah uang yang dibayar tidak sesuai
dengan tarif yang berlaku atau dasar perhitungannya tidak
jelas.
Pengujian Pengendalian Pendapatan.
1) Pengendalian pencatatan pendapatan telah didukung oleh

Langkah Kerja Pemeriksaan

2)

3)

4)

5)

6)

Ref
KKP

Tanggal
& Paraf
Auditor

Surat Ketetapan (SK) yang disetujui dan surat tanda setoran


(STS) dan/atau dokumen penerimaan lainnya yang
dipertanggungjawabkan.
a)
Teliti dasar penetapan
pendapatan.
b)
Identifikasi pendapatan
yang tidak jelas dasar hukumnya dan teliti sebab dan
akibatnya.
c)
Identifikasi pendapatan
yang jelas dasar hukumnya, tetapi tidak dapat diperoleh
serta teliti sebab dan akibatnya.
Pengendalian atas STS atau dokumen penerimaan lainnya.
a) Teliti apakah STS atau dokumen penerimaan lainnya
apakah telah bernomor seri (prenumbered).
b) Teliti apakah dokumen tersebut mengungkapkan
kejelasan penyetoran meliputi tanggal penyetoran, nilai
penyetoran, jenis pendapatan/penerimaan pembiayaan,
tempat penyetoran, dan identitas penyetor, serta dasar
hukum pendapatan/penerimaan pembiayaan tersebut
dan informasi lain yang diperlukan.
c) dan telah dipertanggungjawabkan dengan semestinya.
Pengendalian nilai pendapatan.
Teliti secara uji petik apakah realisasi pendapatan telah
dilakukan rekonsiliasi antara satuan kerja penghasil dan kas
umum daerah.
Prosedur verifikasi intern atas pendapatan telah dijalankan.
a)
Teliti apakah pemerintah telah membuat
prosedur verifikasi intern atas STS atau dokumen
penerimaan lainnya. Jika prosedur verifikasi intern atas
dokumen penerimaan tidak ada, teliti apakah terdapat
prosedur pengendalian alternatif yang memadai.
b)
Teliti apakah prosedur verifikasi intern
tersebut dilakukan secara efektif dan teliti hasil verifikasi
intern tersebut.
Pengendalian
ketepatan
waktu
pencatatan
pendapatan/penerimaan pembiayaan.
a) Teliti apakah terjadi tenggang waktu penerimaan kas dan
penyetoran pendapatan dengan melihat informasi tanggal
bukti penerimaan (STS/lainnya).
b) Teliti ketepatan pencatatan pendapatan apakah telah
sesuai dengan periode pelaporan (cut off period).
c) Teliti persetujuan atas pengurangan dan/atau
penundaan pembayaran pendapatan daerah dan teliti
dasar hukumnya.
Pengendalian
pendapatan
yang
melalui
bendahara
penerimaan.

Langkah Kerja Pemeriksaan

Ref
KKP

Tanggal
& Paraf
Auditor

Teliti pengendalian pendapatan yang melalui bendahara


penerimaan apakah telah memadai, khususnya untuk
menjamin bahwa penerimaan tersebut telah disetorkan
kepada kas umum daerah secara lengkap dan tepat waktu.
7) Evaluasi prosedur untuk memperoleh pendapatan dimulai dari
inisiasi untuk memperoleh pendapatan sampai dengan
pelaporannya. Buat bagan alurnya dan identifikasikan
kelemahan-kelemahan pengendalian yang dijumpai dan cari
sebab akibatnya.
Pengujian Subtantif atas Transaksi Pendapatan
1) Telaah jurnal pendapatan, buku besar dan berkas induk
piutang atau neraca saldo untuk jumlah penerimaan
(pendapatan) yang besar atau tidak biasa dan pertimbangkan
bukti pembayaran yang memiliki risiko tidak tercatat seperti
pada saat volume pendapatan /penerimaan pembiayaan cukup
banyak.
2) Telusuri pencatatan penerimaan
tersebut ke salinan SK
penerimaan dan STS
3) Telusuri SK penetapan penerimaan ke STS dan pencatatannya
ke buku jurnal dan berkas induk piutang
4) Teliti realisasi pendapatan yang dilaporkan pada laporan
realisasi anggaran dan pastikan bahwa: (1) telah benar
penjumlahan vertikal dan horizontalnya; (2) telah benar
pembandingannya dengan anggarannya; (3) telah benar
dibandingkan dengan pendapatan pada semua laporan
realisasi anggaran SKPD; dan (4) telah diungkapkan secara
memadai dalam catatan atas laporan keuangan. Apabila
jumlah yang dibandingkan tidak sama, teliti sebab dan
akibatnya.
5) Hitung ulang informasi di dalam bukti penerimaan
(STS/lainnya) secara uji petik, dan bandingkan dengan laporan
penerimaan terkait.
6) Teliti dokumen yang mendukung pencatatan transaksi
penerimaan dan pastikan bahwa pencatatan penerimaan telah
dilakukan kepada akun/perkiraan yang tepat sesuai bagan
perkiraan standar yang telah ditetapkan
7) Teliti SK penerimaan yang belum ada STS-nya.
8) Bandingkan antara tanggal pencatatan penerimaan dengan
tanggal STS.

Anda mungkin juga menyukai