Anda di halaman 1dari 24

KELUARGA BERENCANA

Oleh :

Ni Putu Dian Aprilia

( P07120215002 )

Ni Made Diah Kartika Sari

( P07120215007 )

Ni Luh Yuning Juniana Dewi

( P07120215009 )

Ni Komang Ayu Arista

( P07120215010 )

Ni Wayan Linsa Mirawati Galuh

( P07120215015 )

Ni Luh Putu Erna Pramestyandani

( P07120215022 )

I Kadek Oki Wanjaya

( P07120215023 )

Ketut Dian Wahyuni

( P07120215025 )

Ni Made Whasu Pramesti

( P07120215030 )

Ida Ayu Made Utari

( P07120215039 )

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang disusun agar pembaca dapat
memperluas ilmu dan mengerti tentang Keluarga Berencana. Meskipun banyak tantangan
dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tetapi kami berhasil
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah meluruskan
penulisan makalah ini, baik dosen maupun teman-teman yang secara langsung maupun tidak
langsung memberikan kontribusi positif dalam proses pengerjaannya.
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
diharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan makalah kami ini untuk ke
depannya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi peningkatan proses belajar mengajar dan
menambah pengetahuan kita bersama. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih.

Denpasar, 13 November 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI

Halaman depan
Kata Pengantar

.......................................................................................................

ii
Daftar Isi

.......................................................................................................

iii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................
1
1.3 Tujuan

.......................................................................................................

2
BAB II Pembahasan
2.1 Pengertian Keluarga Berencana..............................................................................
3
2.2 Tujuan Keluarga Berencana....................................................................................
4
2.3 Sasaran Program KB...............................................................................................
5
2.4 Jenis - jenis Program KB........................................................................................
5
2.4.1 Kontrasepsi PIL............................................................................................
5
2.4.2 Kontrasepsi Suntik........................................................................................
7
2.4.3 Kontrasepsi Susuk........................................................................................
9

iii

2.4.4 Kontrasepsi IUD..........................................................................................


12
2.4.5 Kontrasepsi Mantap......................................................................................
15
2.4.6 Kontrasepsi Sederhana.................................................................................
17
BAB III Penutup
3.1 Simpulan

.......................................................................................................

3.2 Saran

.......................................................................................................

19

19
Daftar Pustaka

iv

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan
preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui
demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan
salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang
sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita
harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya
jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin
tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan
individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi
(Depkes RI, 1998).
Pelayanan Keluarga Berencana yang merupakan salah satu didalam paket
Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial perlu mendapatkan perhatian yang
serius, karena dengan mutu pelayanan Keluarga Berencana berkualitas diharapkan
akan dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan. Dengan telah
berubahnya

paradigma

dalam

pengelolaan

masalah

kependudukan

dan

pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas


menjadi pendekatan yang berfokus pada kesehatan reproduksi serta hak
reproduksi. Maka pelayanan Keluarga Berencana harus menjadi lebih berkualitas
serta memperhatikan hak-hak dari klien/ masyarakat dalam memilih metode
kontrasepsi yang diinginkan (Prof. dr. Abdul Bari Saifuddin, 2003).
Sebenarnya ada cara yang baik dalam pemilihan alat kontrasepsi bagi
ibu. Sebelumnya ibu mencari informasi terlebih dahulu tentang cara-cara KB
berdasarkan informasi yang lengkap, akurat dan benar. Untuk itu dalam
memutuskan suatu cara kontrasepsi sebaiknya mempertimbangkan penggunaan
kontrasepsi yang rasional, efektif dan efisien.
KB merupakan program yang berfungsi bagi pasangan untuk menunda
kelahiran anak pertama (post poning), menjarangkan anak (spacing) atau

membatasi (limiting) jumlah anak yang diinginkan sesuai dengan keamanan


medis serta kemungkinan kembalinya fase kesuburan (ferundity).
Ada beberapa kemungkinan kurang berhasilnya program KB diantaranya
dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu dan faktor pendukung lainnya. Untuk
mempunyai sikap yang positif tentang KB diperlukan pengetahuan yang baik,
demikian sebaliknya bila pengetahuan yang baik, demikian sebaliknya bila
pengetahuan kurang maka kepatuhan menjalani program KB berkurang.
1.2

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang mendasari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.

1.3

Apakah pengertian dari keluarga berencana ?


Apakah tujuan dari keluarga berencana ?
Apakah sasaran program kb ?
Apakah jenis - jenis program kb ?

Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui pengertian dari keluarga berencana.


Untuk mengetahui tujuan dari keluarga berencana.
Untuk mengetahui sasaran program kb.
Untuk mengetahui jenis - jenis program kb.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Keluarga Berencana


Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997:
keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk
menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang
memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol
waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan
jumlah anak dalam keluarga.
Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang
perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya
peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia
perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,
peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Keluarga
berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak kehamilan
dengan memakai kontrasepsi.
Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatu usaha
yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak
positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutan tidak akan
menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilan tersebut.
Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang, kehamilan
merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar
dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi.
Sasaran utama dari pelayanan KB adalah Pasangan Usia Subur (PUS).
Pelayanan KB diberikan di berbagai unit pelayanan baik oleh pemerintah maupun
swasta dari tingkat desa hingga tingkat kota dengan kompetensi yang sangat
bervariasi. Pemberi layanan KB antara lain adalah Rumah Sakit, Puskesmas,
dokter praktek swasta, bidan praktek swasta dan bidan desa.

2.2

Tujuan Keluarga Berencana


Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan
sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar
diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Tujuan

lain

meliputi

pengaturan

kelahiran,

pendewasaan

usia

perkawinan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.


Kesimpulan dari tujuan program KB adalah: Memperbaiki kesehatan dan
kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa; Mengurangi angka kelahiran untuk
menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa; Memenuhi permintaan masyarakat akan
pelayanan KB dan KR yang berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan
angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan
reproduksi.
Tujuan KB berdasarkan RENSTRA 2005-2009 meliputi:
1. Keluarga dengan anak ideal
2. Keluarga sehat
3. Keluarga berpendidikan
4. Keluarga sejahtera
5. Keluarga berketahanan
6. Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya
7. Penduduk tumbuh seimbang (PTS)
Tujuan keluarga berecana menurut BKKBN adalah :
1. Meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta
keluarga dan bangsa pada umumnya.
2. Meningkatkan martabat kehidupan rakyat dengan cara menurunkan
angka kelahiran sehingga pertambahan penduduk tidak melebihi
kemampuan untuk meningkatkan reproduksi.
Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil
Bahagia dan Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas
artinya suatu keluarga yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan,
pendidikan dan produktif dari segi ekonomi.
2.3

Sasaran Program KB
1. Sasaran Langsung
Pasangan usia subur, yaitu pasangan yang wanitanya berusia antara 15 - 49
tahun karena kelompok ini merupakan pasangan yang aktif melakukan
hubungan seksual dan setiap kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan.

PUS diharapkan secara bertahap menjadi peserta KB yang aktif lestari


sehingga memberi efek langsung penurunan fertilisasi.
2. Sasaran Tidak Langsung
Kelompok remaja usia 15 - 19 tahun, remaja ini memang bukan
merupakan target untuk menggunakan alat kontrasepsi secara langsung
tetapi merupakan kelompok yang berisiko untuk melakukan hubungan
seksual akibat telah berfungsinya alat-alat reproduksinya, Sehingga
program KB disini lebih berupaya promotif dan preventif untuk mencegah

terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan serta kejadian aborsi.


Organisasi-organisasi, lembaga-lembaga kemasyarakatan, instansi-instansi
pemerintah maupun swasta, tokoh-tokoh masyarakat (alim ulama, wanita,
dan pemuda), yang diharapkan dapat memberikan dukungannya dalam
pelembagaan NKKBS. Sasaran wilayah dengan laju pertumbuhan
penduduk yang tinggi.

2.4

Jenis - jenis Program KB


2.4.1

Kontrasepsi PIL
Kontrasepsi Pil adalah metode kontrasepsi hormonal yang digunakan

wanita,berbentuk tablet. Pada dasarnya kontrasepsi pil terbagi menjadi tiga


bagian, yaitu pil kombinasi, pil yang mengandung progesteron dan pil yang
mengandung estrogen. Kontrasepsi Pil adalah salah satu kontrasepsi yang
paling banyak digunakan, kontrasepsi pil mengandung hormon estrogen dan
progesteron serta dapat menghambat ovulasi. Kontrasepsi pil ini harus
diminum setiap hari secara teratur. Uji klinis terhadap pil memperlihatkan
angka kegagalan pada tahun pertama 275 di Indonesia.

a. Jenis jenis pil kombinasi ada 3 macam yaitu :

Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung


hormone estrogen/progesterone dalam dosis yang sama, dengan 7

tablet tanpa hormon.


Bifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon estrogen/progesterone dengan dua dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon.
5

Trifasi : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung


hormone estrogen/progesterone dengan tiga dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon.

b. Efektivitas
Pada pemakaian yang seksama, pil kombinasi 99 % efektif
mencegah kehamilan. Namun, pada pemakaian yang kurang seksama,
efektivitasnya masih mencapai 93 %.
c. Keuntungan
Keuntungan menggunakan kontrasepsi pil adalah dapat diandalkan
jika pemakaiannya teratur, meredakan dismenorea, mengurangi resiko
anemia, mengurangi resiko penyakit payudara, dan melindungi terhadap
kanker endometrium dan ovarium.
d. Kerugian
Kerugian menggunakan kontrasepsi pil adalah harus diminum
secara teratur, cermat

dan konsisten, tidak ada perlindungan terhadap

penyakit menular, peningkatan resiko hipertensi dan tidak cocok


digunakan ibu yang merokok pada usia 35 tahun.
e. Indikasi
Indikasi penggunaan kontrasepsi pil adalah usia reproduksi, telah
memiliki anak, Ibu yang menyusui tapi tidak memberikan asi esklusif, ibu
yang siklus haid tidak teratur, riwayat kehamilan ektopik.
f. Kontra indikasi
Kontra indikasi pengguna kontrasepsi pil adalah ibu yang sedang
hamil, perdarahan yang tidak terdeteksi, diabetes berat dengan komplikasi,
depresi berat dan obesitas.
g. Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja pil adalah dengan cara menekan gonadotropin
releasing hormon. Pengaruhnya pada hifofisis terutama adalah penurunan
sekresi luitenezing hormon (LH), dan sedikit folikel stimulating hormon.
Dengan tidak adanya puncak LH, maka ovulasi tidak terjadi. Disamping
itu, ovarium menjadi tidak aktif, dan pemasakan folikel terhenti. Lendir

servik juga mengalami perubahan, menjadi lebih kental, gambaran daun


pakis menghilang, sehingga penetrasi sperma menurun.
h. Efek Samping
Efek samping kontrasepis pil kombinasi adalah pertambahan berat
badan, perdarahan di luar siklus haid, mual, pusing dan amenorea.
i. Cara pemakaian
Pil pertama dari bungkus pertama diminum pada hari kelima siklus
haid, dapat juga dimulai pada suatu hari yang diinginkan, misalnya hari
minggu, agar mudah diingat lalu diminum terus menerus pada pil yang
berjumlah 28 tablet.
2.4.2

Kontrasepsi Suntik
Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi yang mengandung hormon

progesteron dan ekstrogen, kontrasepsi ada ada 2 macam, yaitu suntik yang
sebulan sekali ( syclopen ) dan suntik 3 bulan sekali (depo propera ), akan
tetapi ibu lebih suka menggunakan suntik yang sebulan karena suntik sebulan
dapat menyebabkan perdarahan bulanan teratur dan jarang menyebabkan
spoting.
a. Efektifitas
Efektivitas kontrasepsi suntik adalah antara 99 % dan 100 % dalam
mencegah

kehamilan

dan

tinggat

kegagalannya

sangat

kecil.

Keefektifannya 0,1 0,4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun


pertama pemakaian.

b. Kerugian
Kerugian kontrasepsi suntik adalah perdarahan tidak teratur,
perdarahan

bercak,

mual,

sakit

kepala,

nyeri

payudara

ringan,

efektivitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat epilepsi


dan kemungkinan terjadi tumor hati.
c. Keuntungan
7

Keuntungan kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sederhana setiap


8

sampai

12

mingggu,

tingkat

keefektivitasannya

tinggi,

tidak

reproduksi,

telah

mengganggu pengeluaran ASI.


d. Indikasi
Indikasi

kontrasepsi

suntik

adalah

usia

mempunyai anak, ibu yang menyusui, ibu post partum, perokok, nyeri haid
yang hebat dan ibu yang sering lupa menggunakan kontrasepsi pil.
e. Kontra indikasi
Kontra indikasi kontrasepsi adalah ibu yang dicuriagai hamil,
perdarahan yang belum jelas penyebabnya, menderita kanker payudara
dan ibu yang menderita diabetes militus disertai komplikasi.
f. Efek samping
Efek samping kontrasepsi suntik adalah sakit kepala, kembung,
depresi, berat badan meningkat, perubahan mood, perdarahan tidak teratur
dan amenore.
g. Mekanisme Kerja
Mekanisme

kerja

kontrasepsi

suntik

adalah

menghalangi

pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum,


mengentalkan lendir serviks sehingga sulit ditembus spermatozoa,
perubahan peristaltik tuba fallopi sehingga konsepsi dihambat, mengubah
suasana endometrium sehingga tidak sempurna untuk implantasi hasil
konsepsi.

h. Jenis jenis suntik


Jenis kontrasepsi suntik ada 3 macam, yaitu :
Depopropera yang berisi progesteron asetat dan diberikan dalam
suntikan 150 mg setiap 12 minggu.
Noristerat berisi noresteron dan diberikan dalam suntikan 200 mg
setiap 8 minggu.
8

Syclopem diberikan melaui suntikan setiap 4 minggu.


i. Cara pemakaian
Cara pemakaian kontrasepsi suntik adalah melaui suntikan, dapat
dilakukan segera setelah post partum, setelah post abortus :
Depopropera harus diberikan dalam 5 hari pertama haid, tidak
dibutuhkan kontrasepsi tambahan dan selajutnya diberikan setiap
12 minggu.
Noristerat harus diberikan pada masa menstruasi, tidak dibutuhkan
kontrasepsi tambahan setelah itu diberikan setiap 8 minggu.
Syclopem diberikan melalui suntikan setiap 4 minggu.
2.4.3

Kontrasepsi Susuk
Implant adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam bawah

kulit, yang memiliki keefektivitas yang cukup tinggi, dan merupakan


kontrasepsi jangka panjang 5 tahun serta efek perdarahan lebih ringan, tidak
menaikan tekanan darah. Sangat efektif bagi ibu yang tidak boleh
menggunakan obat yang mengandung estrogen.
a. Mekanisme kerja
Mekanisme kerja implant adalah dapat menekan ovulasi, membuat
getah serviks menjadi kental, membuat endometrium tidak siap menerima
kehamilan.

Dengan

konsep

kerjanya

adalah

progesteron

dapat

mengahalangi pengeluaran LH sehingga tidak terjadi ovulasi dan


menyebabkan situasi endometrium tidak siap menjadi tempat nidasi.

b. Jenis jenis
Jenis jenis kontrasepsi susuk adalah :
Norplan dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4
cm, dengan diameter 2,4 mm, yang di isi dengan 36 mg
levonolgestrel dengan lama kerjanya 5 tahun.

Implanon terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira
kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang di isi dengan 68 mg 3 ketodesogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
Jedena dan indoplan terdiri dari 2 batang yang di isi dengan 75 mg
levonolgester dengan lama kerjanya 3 tahun.
c. Keuntungan
Keuntungan kontrasepsi implant adalah dipasang selama 5 tahun,
control medis ringan, dapat dilayani di daerah pedesaan, penyulit tidak
terlalu tinggi, biaya ringan.
d. Kerugian
Kerugian kontrasepsi implant adalah terjadi perdarahan bercak,
meningkatnya jumlah darah haid, berat badan bertambah, menimbulkan
acne

dan membutuhkan tenaga yang ahli untuk memasang dan

membukanya.
e. Indikasi
Indikasi kontrasepsi implant adalah wanita usia subur, wanita yang
ingin kontrasepsi jangka panjang, ibu yang menyusui, pasca keguguran.
f. Kontra indikasi
Kontra indikasi kontrasepsi implant adalah ibu yang hamil,
perdarahan yang tidak diketahui penyebabnya, adanya penyakit hati yang
berat, obesitas dan depresi.
g. Efek samping
Efek samping kontrasepsi implant adalah nyeri , gatal atau infeksi
pada tempat pemasangan, sakit kepala, mual, perubahan mood, perubahan
berat badan, jerawat, nyeri tekan pada payudara, rambut rontok.

h. Waktu pemasangan
Waktu pemasangan yang baik dalam pemasangan implan adalah :
Setiap saat selama siklus haid hari ke 2 sampai hari ke- 7 tidak
diperlukan metode kontrasepsi tambahan. Insersi dapat dilakukan setiap
saat, asal saja diyakini tidak terjadi kehamilan, bila insersi setelah hari ke
10

7 siklus haid, klien jangan melakukan hubungan seksual atau


menggunakan kontrasepsi lainnya untuk 7 hari saja. Bila menyusui antara
6 minggu sampai 6 bulan pasca persalinan insersi dapat dilakukan setiap
saat, bila menyusui penuh klien tidak perlu memakai metode kontrasepsi
lain. Waktu yang paling tepat untuk pemasangan implant adalah sewaktu
haid berlangsung atau masa pra ovulasi dari siklus haid, sehingga adanya
kehamilan dapat disingkirkan.
i. Cara pemasangan
Cara pemasangan implant adalah :
Mempersiapkan pasien dengan menganjurkan pasien membersihkan
lengan yang akan dipasang, yaitu lengan yang jarang digunakan.
Gunakan cara pencegahan infeksi
Pastikan kapsul kapsul tersebut berada sedikit 8 cm diatas lipatan
siku di daerah media lengan
Suntikan lidokain sebanyak 0,5 ml lalu lakukan insisi yang kecil,
hanya sekedar menembus kulit.
Masukkan trokar melalui luka insisi dengan sudut yang kecil.
Kemudian masukkan implant secara perlahan lahan sampai semua
implant masuk ke dalam bawah kulit.
Kapsul pertama dan ke enam harus membentuk sudut 750 0.
Kemudian cabut trokar perlahan, kemudian bersihkan luka insisi
dengan bethadine setelah itu tutup dengan kain kasa.
j. Cara pencabutan
Cara pencabutan implant adalah :
Desinfeksi daerah yang akan di insisi.
Suntikkan lidocain 5cc.
Insisi diperdalam dan jaringan ikat lemak melekat pada kapsul

implant.
Tangan kanan mendorong implant kearah insisi
Tangan kiri memegang arteri klem untuk menjepit kapsul implant
Keluarkan kapsul implant satu persatu.
Setelah selesai bersihkan luka insisi, jahit jika luka terlalu dalan atau
lebar agar tidak terjadi perdarahan.

2.4.4

Kontrasepsi IUD
IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang

mengandung tembaga. Kontrasepsi ini sangat efektif digunakan bagi ibu yang
11

tidak boleh menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormonal dan


merupakan kontrasepsi jangka panjang 8 -10 tahun. Tetapi efek dari IUD dapat
menyebabkan perdarahan yang lama dan kehamilan ektopik. Angka kegagalan
pada tahun petama 2,2% .
a. Jenis jenis IUD
Jenis IUD ada beberapa macam, yaitu: Lippes lopp yang terbuat
dari plastic, berbentuk huruf S. TCU 380A adalah alat yang berbentuk T,
yang dililit tembaga pada lengan horizontal dan lilitan tembaga memiliki
inti perak pada batang. Sof T adalah IUD tembaga yang berbentuk mirip
rongga uterus. Multiload 375, kawat tembaga yang dililit pada batangnya
dan berbentuk 2/3 lingkaran elips. Nova T mempunyai inti perak pada
kawat tembaganya pada batang dan sebuah lengkung besar pada ujung
bawah. Levonogestrel adalah alat yang berbentuk T mempunyai arah
merekat pada lengan vertical.
b. Keuntungan
Keuntungan pemakaian kontrasepsi IUD adalah dapat segera aktif
setelah pemasangan. Metode jangka panjang, tidak mempengaruhi
produksi ASI, tidak mengurangi laktasi, kesuburan cepat kembali setelah
IUD dilepas, dapat di pasang segera setelah melahirkan, meningkatkan
kenyamanan hubungan suami istri karena rasa aman terhadap resiko
kehamilan.
Keuntungan IUD ada beberapa hal, yaitu sangat efektif 0,6 0,8
kehamilan / 100 perempuan dalam 1 tahun pertama pemakaian IUD dapat
segera aktif setelah pemasangan. Metode jangka panjang 8 10 tahun
pemakaian.
Tidak mempengaruhi hubungan seksual, tidak ada efek samping
hormonal, tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI, dapat digunakan
hingga menopause, tidak ada interaksi dengan obat obatan.
c. Efek Samping
Efek samping adalah akibat yang ditimbulkan atau reaksi yang
disebabkan oleh benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan tidak

12

diharapkan. Efek samping IUD yaitu haid lebih banyak dan lama. Saat
haid terasa sakit, perdarahan spoting, terjadinya perdarahan yang banyak .
d. Indikasi
Menurut Glasier

2005,

yang merupakan indikasi pemakaian

kontrasepsi IUD adalah wanita yang menginginkan kontrasepsi jangka


panjang, multigravida, wanita yang mengalami kesulitan menggunakan
kontrasepsi lain.
e. Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja IUD adalah mencegah terjadinya pembuahan
dengan penghambatan bersatunya ovum dengan sperma, mengurangi
jumlah sperma yang mencapai tuba fallopi dan menonaktifkan sperma
(Saifuddin 2003). Mekanisme kerja IUD adalah menghambat bersatunya
sperma dan ovum, mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba fallopi,
menonaktifkan sperma, menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi
pergerakan sperma.
Mekanisme kerja IUD adalah dapat menimbulkan reaksi radang
pada

endometrium

dengan

mengeluarkan

leokosit

yang

dapat

menghancurkan blastokista atau sperma. IUD yang mengandung tembaga


juga dapat menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfase alkali,
memblok bersatunya sperma dan ovum, mengurangi jumlah sperma yang
mencapai tuba fallopi dan menonaktifkan sperma.
IUD dapat menimbulkan infeksi benda asing sehingga akan terjadi
migrasi leokosit, makrofag dan menimbulkan perubahan susunan cairan
endometrium yang akan menimbulkan gangguan terhadap spermatozoa
sehingga gerakannya menjadi lambat dan akan mati dengan sendirinya.
IUD bentuk insert, contohnya lippes loop, menimbulkan reaksi benda
asing dengan terjadinya migrasi leokosit, limfosit dan makrofag.
Pemadatan lapisan endometrium menyebabkan gangguan nidasi hasil
konsepsi sehingga kehamilan tidak terjadi.
f. Kerugian
Menurut Maryani 2005 kerugian pemakaian kontrasepsi IUD
adalah : Menstruasi yang lebih banyak dan lebih lama. Infeksi dapat terjadi
13

saat pemasangan yang tidak steril. Ekspulsi (IUD yang keluar atau terlepas
dari rongga rahim). Sedangkan menurut Rubrik 2004, kerugian pemakaian
kontrasepsi IUD adalah haid menjadi lebih lama dan banyak. Perdarahan
spoting ( bercak bercak). Kadang kadang nyeri haid yang hebat, perlu
tenaga terlatih untuk memasangn dan membuka IUD.
g. Kontra Indikasi
Menurut Saifuddin

2003, yang merupakan kontra indikasi

pemakaian kontrasepsi IUD adalah wanita yang sedang hamil, wanita yang
sedang

menderita infeksi alat genitalia perdarahan vagina yang tidak

diketahui, wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi IUD, wanita


yang menderita PMS, wanita yang pernah menderita infeksi rahim, wanita
yang pernah mengalami pedarahan yang hebat.
h. Waktu Pemasangan
Waktu pemasangan IUD yang baik menurut Manuaba 2008 antara lain :
Bersamaan dengan menstruasi
Segera setelah menstruasi
Pada masa akhir masa nifas
Bersamaan dengan seksio secaria
Hari kedua dan ketiga pasca persalinan
Segera setelah post abortus.
i. Waktu Pencabutan
Waktu pencabutan IUD yang baik menurut Manuaba 1998, antara lain :
Ingin hamil lagi
Terjadi infeksi
Terjadi perdarahan
Terjadi kehamilan insitu
j. Jadwal Pemeriksaan Ulang
Setelah dilakukan pemasangan IUD maka ibu harus melakukan jadwal
pemeriksaan ulang menurut Manuaba 1998 antara lain :
1) Dua minggu setelah pemasangan
14

2) Satu bulan setelah pemeriksaan pertama


3) Tiga bulan setelah pemeriksaan kedua
4) Setiap enam bulan sekali sampai satu tahun
5) Jika ada keluhan
k. Komplikasi
Komplikasi yang ditimbulkan karena

pemasangan kontrasepsi IUD

menurut Manuaba, 2008 yaitu :


1) Perforasi
Sering terjadi saat pemasangan dengan disertai rasa sakit sehingga
perlu dibuka segera dan dilakukan observasi terhadap infeksi atau
perdarahan infeksi dapat menimbulkan kehamilan ektopik karena
pernah memakai IUD.
2) Abortus infeksi
Pemasangan IUD tanpa diketahui telah terjadi kehamilan dapat
menimbulkan perdarahn yang banyak karena terjadi peningkatan
aliran darah menuju uterus dan mudah terjadi infeksi sampai
abortus serta sepsis.
2.4.5

Kontrasepsi Mantap
Kontap adalah kontrasepsi permanen yang digunakan untuk mencegah

kehamilan. Kontap ada 2 macam, yaitu tubektomi yang digunkan pada wanita
dan vasektomi yang digunakan pada pria. Keunggulan kontap adalah
merupakan kontrasepsi yang hanya dilakukan atau dipasang sekali, relatif
aman. Angka kegagalan kontap pada pria 0,1% -0,5 dalam tahun pertama
sedangkan kegagalan pada kontap wanita kurang dari 1% per seratus setelah
satu tahun pemasangan. Kontap adalah alat kontrasepsi mantap yang paling
efektif digunakan, aman dan mempunyai nilai demografi yang tinggi. Kontap
ada 2 macam yaitu tobektomi yang dilakukan pada wanita dan vasektomi yang
dilakukan pada pria.
a. Tubektomi

15

Tubektomi adalah satu satunya kontrasepsi yang permanent.


metode ini melibatkan pembedahan abdominal dan perawatan di rumah
sakit yang melibatkan waktu yang cukup lama.
1) Efektivitas
Tubektomi ini mempunyai efektivitas nya 99,4 % - 99,8 % per 100
wanita pertahun. Dengan angka kegagalan 1 5 per 100 kasus.
2) Keuntungan
Keuntungan tobektomi adalah efektivitas tinggi, permanen, dapat
segera efektif setelah pemasangan.
3) Kerugian
Kerugian tobektomi adalah melibatkan prosedur pembedahan dan
anastesi, tidak mudah kembali kesuburan.
4) Indikasi
Indikasi tubektomi adalah wanita usia subur, sudah mempunyai
anak, wanita yang tidak menginginkan anak lagi.
5) Kontra indikasi
Kontra indikasi adalah ketidak setujuan terhadap operasi dari salah
satu pasangan, penyakit psikiatik, keadaan sakit yang dapat
meningkatkan resiko saat operasi.
6) Efek samping
Efek samping tubektomi adalah jika ada kegagalan metode maka
ada resiko tinggi kehamilan ektopik, merasa berduka dan
kehilangan.
b. Vasektomi
Vasektomi adalah pilihan kontrasepsi permanen yang popular untuk
banyak pasangan. Vasektomi adalah pemotongan vas deferen, yang
merupakan saluran yang mengangkut sperma dari epididimis di dalam
testis ke vesikula seminalis.
1) Efektivitas

16

Vasektomi adalah bentuk kontrasepsi yang sangat efektif. Angka


kegagalan langsungnya adalah 1 dalam 1000, angka kegagalan
lanjutnya adalah antara 1 dalam 3000.
2) Keuntungan
Keuntungan adalah metode permanen, efektivitas permanen,
menghilangkan kecemasan akan terjadinya kehamilan yang tidak
direncanakan, prosedur aman dan sederhana
3) Kontra indikasi
Kontra indikasi adalah ketidak mampuan fisik yang serius, masalah
urologi, tiadak didukung oleh pasangan.
4) Efek samping
Efek samping adalah infeksi, hematoma, granulose sperma.
2.4.6

Kontrasepsi Sederhana

Kontrasepsi sederhana yaitu:


a.

Kondom
Kondom merupakan selubung/sarung karet tipis yang dipasang
pada penis sebagai tempat penampungan sperma yang dikeluarkan pria
pada saat senggama sehingga tidak tercurah pada vagina. Cara kerja
kondom yaitu mencegah pertemuan ovum dan sperma atau mencegah
spermatozoa mencapai saluran genital wanita. Sekarang sudah ada jenis
kondom untuk wanita, angka kegagalan dari penggunaan kondom ini 521%.
Keuntungan
a. Murah, mudah di beli
b. Mudah dipakai sendiri
Kerugian
a. Selalu harus ada persediaan
b. Mengganggu kenyamanan senggama
c. Kadang-kadang menimbulkan alergi

b.

Coitus Interuptus
Coitus interuptus atau senggama terputus adalah menghentikan
senggama dengan mencabut penis dari vagina pada saat suami menjelang
ejakulasi. Kelebihan dari cara ini adalah tidak memerlukan alat/obat
17

sehingga relatif sehat untuk digunakan wanita dibandingkan dengan


metode kontrasepsi lain, risiko kegagalan dari metode ini cukup tinggi.
c.

KB Alami
KB alami berdasarkan pada siklus masa subur dan tidak masa
subur, dasar utamanya yaitu saat terjadinya ovulasi. Untuk menentukan
saat ovulasi ada 3 cara, yaitu : metode kalender, suhu basal, dan metode
lendir serviks.

18

BAB III
PENUTUP
3.1

Simpulan
Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang
perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya
peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia
perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,
peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Keluarga
berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak kehamilan
dengan memakai kontrasepsi.
Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil
Bahagia dan Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas
artinya suatu keluarga yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan,
pendidikan dan produktif dari segi ekonomi
Sasaran program KB terdiri dari sasaran langsung dan sasaran tidak
langsung. Sasaran langsung, yaitu pasangan usia subur. Sedangkan sasaran tidak
langsung, yaitu kelompok remaja usia 15 - 19 tahun, organisasi-organisasi,
lembaga-lembaga kemasyarakatan, instansi-instansi pemerintah maupun swasta,
tokoh-tokoh masyarakat (alim ulama, wanita, dan pemuda), yang diharapkan
dapat memberikan dukungannya dalam pelembagaan NKKBS.
Jenis - jenis program KB, yaitu kontrasepsi pil, kontrasepsi suntik,
kontrasepsi susuk / implant, kontrasepsi

IUD, kontrasepsi mantap, dan

kontrasepsi sederhana yang terdiri dari kondom, coitus interuptus, serta KB alami.
3.2

Saran
Jika dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangan dan kesalahan,
kami selaku penulis memohon maaf. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang sifatnya membangun agar kami dapat membuat makalah yang lebih
baik kedepannya.

19

DAFTAR PUSTAKA
Straight, Barbara R. (2005). Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir. Jakarta :
Buku Kedokteran EGC.
Hidayati, Ratna. (2009). Metode dan Teknik Penggunaan Alat
Kontrasepsi. Jakarta : Salemba Medika.
Everett.(2007). Konsep Dasar Kontrasepsi. Jakarta: Buku Kebidanan.
Saifudin,(2003). Macam-macam Alat Kontrasepsi. Jakarta: Buku Kebidanan.
Manuaba, (2008). Alat Kontrasepsi. Jakarta: Buku Kebidanan.

20

Anda mungkin juga menyukai