Anda di halaman 1dari 11

TUGAS BUSINESS ETHICS

STUDI KASUS
BARINGS PLC

Disusun oleh :
Ameilia Indi Nur Ramadhani
Andi Pradana
Aziz Yuliyansyah
Dinar Surya Pradipta
Favian Firwan Firdaus
(Kelompok 1)

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016

1. Who are the stakeholders in the case?


Jawaban :
- Barings PLC
- Barings Securities Ltd.
- Barings Brothers & Co.
- Barings Futures Singapore Pte Ltd.
- Nick Leeson
- Karyawan Barings PLC
- Klien Barings PLC
- Investor dan Kreditur Barings PLC
2. What priority rank do you give to each stakeholder?
Jawaban :
Prioritas ini berdasarkan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kejatuhan
Barings PLC
Stakeholder
Nick Leeson
Barings Securities
Barings PLC

Priority Rank
1
2
3

Nick Leeson adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kejatuhan
Barings PLC karena aktivitas perdagangan derivatif spekulatif yang dilakukannya
menghasilkan kerugian besar bagi Barings PLC. Dia juga berusaha menyembunyikan
kerugian yang disebabkan karena aktivitasnya di akun lain.
Kemudian pihak yang harus bertanggung berikutnya adalah Barings Securities.
Sebagai divisi yang membawahi Nick Leeson, seharusnya mereka melakukan
pengawasan terhadap aktivitas trading yang dilakukan oleh Nick Leeson. Mereka
terlalu terlena dengan pencapaian Nick Leeson sebelumnya dan mengabaikan
kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.
Terakhir, Baring PLC sebagai induk organisasi juga memiliki peran terhadap
kejatuhan mereka sendiri. Barings PLC gagal membangun sistem keamanan dalam
organisasinya yang memberi celah bagi Nick Leeson untuk melakukan aktivitas
trading secara illegal.

3. What role could the political struggle within Barings have played in its failure?

Jawaban:
Politik berperan dalam kejatuhan Barings Plc. Para eksekutif Barings Securities
tidak melakukan apapun meski sudah diperingatkan oleh tim internal audit dari
Barings Brothers & Co. bahwa seharusnya Nick Leeson tidak menjabat di dua tempat
yaitu sebagai trader sekaligus berada di settlement operations. Hal itu akan
melemahkan kontrol mereka terhadap aktivitas trading yang dilakukan oleh Nick
Leeson. Barings Securities tidak suka jika divisi lain memperingatkan mereka
terutama divisi Bank karena adanya perbedaan budaya (Divisi Bank berkecimpung di
bisnis dengan risiko rendah sedangakan Divisi Sekuritas menjalankan bisnis yang
memiliki risiko tinggi) dan rivalitas yang ada di antara mereka. Seharusnya Barings
Securities mengesampingkan ego mereka dan mengikuti saran dari Barings Brother &
Co.
4. Were any ethical norms or principles violated?
Jawaban :
Terdapat pelanggaran prinsip utilitarian pada kasus tersebut. Hal ini tercermin dari
keputusan yang dilakukan oleh Nick Leeson untuk melakukan trading derivatif
spekulatif dengan tidak menggunakan akun yang seharusnya. Nick Leeson merasa
bahwa keputusannya tersebut meskipun illegal namun akan mendatangkan
keuntungan yang besar bagi perusahaan. Nick Leeson lupa untuk memperhitungkan
risiko tak terduga yang mungkin timbul seperti Gempa Kobe yang membuat pasar
saham Jepang anjlok. Akibatnya kerugian bukan hanya diderita oleh dia sendiri
namun Barings PLC pun harus menanggung kerugian yang lebih besar dengan
kebangkrutan yang dialaminya.
5. Who were the winner?
Jawaban :
Berdasarkan dari kasus yang telah kami analisis maka dapat disimpulkan bahwa
tidak ada pihak manapun yang menang karena baik Barings PLC maupun Nick
Leeson mendapat konsekuensi atas perbuatannya. Barings PLC mengalami
kebangkrutan dan Nick Leeson dijebloskan ke penjara. Namun Nick Leeson
mendapatkan dampak yang tidak sebesar Barings PLC dimana dia masih bisa bebas
dari penjara beberapa tahun kemudian sedangkan Barings PLC kehilangan
eksistensinya yang sudah berjalan ratusan tahun.
6. Who were the losers?
Jawaban :
Berdasarkan dari kasus yang telah kami analisis, maka dapat disimpulkan bahwa
pihak yang kalah adalah Barings PLC. Hal ini disebabkan karena aktivitas trading
illegal yang dilakukan oleh Nicholas William Leeson mengakibatkan Barings PLC
mengalami kerugian yang cukup besar hingga akhirnya perusahaan dibeli oleh The
Dutch Bank International Nederlanden Group NV.
7. Would the outcome have been different if the Japanese stock market had not fallen?
Jawaban:

Jika pasar saham Jepang tidak jatuh karena gempa Kobe, kemungkinan aktivitas
trading illegal yang dilakukan oleh Nick Leeson tidak akan diinspeksi karena belum
terjadi kerugian yang signifikan. Namun karena aktivitas trading derivatif spekulatif
yang dilakukan Nick Leeson sangat berisiko dan tidak ada yang mengawasi
kegiatannya, tetap ada kemungkinan hal yang sama (kerugian besar yang
membangkrutkan Barings PLC) terjadi di kemudian hari.

8. What actions could Barings have taken to prevent its failure?


Seharusnya Barings Securities mengkuti saran Baring Brothers and Co. untuk
tidak memberi posisi trader sekaligus bagian settlement pada Nick Leeson sehingga
melemahkan kontrol mereka. Barings PLC sebaiknya menugaskan seorang supervisor
untuk memonitor dan mengontrol pekerjaan Nick Leeson.

TUGAS BUSINESS ETHICS


Corporate Social Responsibility & Business Ethics

Disusun oleh :
Ameilia Indi Nur Ramadhani
Andi Pradana
Aziz Yuliyansyah
Dinar Surya Pradipta
Favian Firwan Firdaus
(Kelompok 1)

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016
Corporate Social Responsibility & Business Ethics
1. How do you define CSR?

Jawab.
Kelompok kami mendefinisikan CSR berdasarkan manfaat, dan implementasi sebagai
sebuah nilai dan standar yang berkaitan dengan beroperasinya sebuah perusahaan
dalam suatu masyarakat. CSR diartikan sebagai komitmen usaha untuk beroperasi
secara legal dan etis yang berkonstribusi pada peningkatan kualitas kehidupan
karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas dalam kerangka
mmewujudkan pembangunan berkelanjutan.
2. Provide some examples of CSR practices
Jawab.
Dalam hal ini kami mengambil PT. Sari Husada sebagai contoh perusahan yang
melakukan praktek CSR. Berikut pernyataan CSR dari Sari Husada :
Inisiatif Keberlanjutan Sarihusada
Setiap produk kami dibuat sesuai dengan standar keamanan dan kesehatan
internasional. Sejak dari penerimaan susu sebagai bahan baku, pengolahan bahan
mentah, pengemasan barang jadi, hingga distribusi kepada konsumen kami lakukan
dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan. Sarihusada menetapkan tiga
landasan utama dalam membangun strategi pelaksanaan program CSR jangka
panjang, yaitu bisnis inti perusahaan sebagai penyedia produk bergizi,
mempertimbangkan rencana pembangunan pemerintah dan potensi kerja sama dengan
beragam kelompok pemangku kepentingan.
Ketiga landasan itu mengarahkan program CSR pada tiga pilar utama yang
meliputi gizi dan kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi perempuan.
Kemudian tiga pilar itu menghasilkan lima kelompok program, yaitu gizi dan
kesehatan, pendidikan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian
lingkungan, dan kepedulian bencana dan kondisi khusus. Jenis program CSR yang
dilaksanakan Sarihusada bervariasi mulai dari kegiatan di sekitar pabrik hingga
pelibatan dan pembangunan masyarakat umum. Fokus program diarahkan pada
peningkatan status gizi ibu dan anak yang selaras dengan misi utama
perusahaan.Program tersebut dibangun berdasarkan pemahaman terhadap masalah
sosial yang sedang terjadi di Indonesia. Pada akhirnya, setiap program dilaksanakan
dengan melibatkan dan bekerja sama dengan LSM, pemerintah maupun masyarakat
sendiri.
Sebagai bagian dari Danone, kami juga bekerja sama dengan Danone
Ecosysteme Fund melaksanakan berbagai inisiatif sosial. Danone Ecosysteme Fund
merupakan dana untuk memperkuat ekosistem Danone dan menciptakan nilai sosial
dan ekonomi melalui kemitraan inklusif yang terdiri dari 5 lingkup program:
sourcing, territory, micro-distribution, caring service, recycling. Beberapa program
yang dilaksanakan Sarihusada bekerja sama dengan Danone Ecosysteme Fund antara
lain di bidang caring service: terdapat program Warung Anak Sehat (WAS), program
yang menyediakan makanan bergizi, edukasi gizi serta pelatihan kewirausahaan untuk

para Ibu dan program Srikandi Academy, sebuah program untuk meningkatkan
kompetensi para pelajar lulusan Akademi Kebidanan untuk menjadi bidan yang siap
terjun ke tengah masyarakat. Di bidang sourcing: terdapat program Merapi Project,
program revitalisasi masyarakat terdampak bencana erupsi Merapi melalui
penyediaan fasilitas modern peternakan dan pertanian yang terpadu serta fasilitas
belajar bagi petani dan peternak.
Program Kami
Selain terus menyediakan produk bernutrisi dengan kualitas terbaik dan harga
terjangkau, sejak awal berdiri hingga sekarang Sarihusada tak pernah lepas dari
keterlibatan dalam menjalani komitmen program tanggung jawab sosial. Setiap
program tanggung jawab sosial yang dilakukan selalu dirancang agar dapat
berkelanjutan dan sesuai dengan misi sosial perusahaan. Kegiatan CSR Sarihusada
difokuskan kepada 5 aspek, yaitu di bidang kesehatan & gizi, pendidikan anak,
pemberdayaan ekonomi, bantuan bencana dan lingkungan.
A. Kesehatan dan Gizi
1. Srikandi Academy
Program bersama Danone Ecosysteme dan PKPU serta bekerja sama
dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta didukung Ikatan Bidan
Indonesia (IBI) untuk membantu Bidan yang baru lulus ditingkatkan
kompetensinya, disiapkan terjun di masyarakat, menambah pengalaman
praktek dan pada akhirnya di fasilitasi untuk membuka klinik praktek
sebagai bidan desa. Program ini diawali dari Program 1.000 Bidan yang
dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat. Program ini dimaksudkan untuk
mencetak bidan di wilayah Jawa Barat sehingga bisa memenuhi
kekurangan bidan di wilayah Jawa Barat dan diharapkan mampu
menurunkan angka kematian ibu dan anak.
2. Nutritalk
Diskusi rutin yang diselenggarakan sejak tahun 2011 dengan para
ahli kesehatan, ahli nutrisi, pembuat kebijakan, NGO serta para ahli
lainnya yang mengupas masalah gizi dan kesehatan ibu dan anak dengan
mengundang jurnalis dan penggiat media sosial. Tujuan yang ingin dicapai
melalui kegiatan ini yaitu merupakan media penyebaran ilmu gizi kepada
masyarakat luas. Hal ini menjadi satu upaya memberikan edukasi gizi
yang menjadi komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesehatan ibu
dan anak Indonesia.

3. AMG Connect
Ayo Melek Gizi - Community & Nutritrion Education Center atau
yg biasa disebut AMG Connect, adalah program kerja sama Sarihusada

dan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB yang mengembangkan sebuah


fasilitas pendidikan gizi bagi masyarakat yang nyaman, terletak di kampus
FEMA IPB. Panel gizi yang tergabung dalam program ini akan merancang
kurikulum pendidikan gizi ibu dan balita yang sederhana agar mudah di
pahami dalam proses pembelajaran para kader Posyandu dan para
penggiat gizi masyarakat.
Di bawah pengelolaan tim dosen dan mahasiswa FEMA IPB,
program ini akan mengajarkan berbagai topik dan praktik menarik seputar
pemanfaatan pangan bagi peningkatan gizi ibu dan anak secara kontinyu.
4. AMG Goes to Community Center
Program Employee-Community Engagement Sarihusada. Melalui
program ini, Sarihusada mengajak seluruh karyawan turun langsung
mengedukasi ibu-ibu di pusat-pusat komunitas mengenai gizi seimbang
dan pola makan sehat. Program ini bertujuan untuk memastikan seluruh
karyawan berperan aktif dalam inisiatif sosial yang bertujuan untuk
meningkatkan status gizi ibu dan anak Indonesia serta membangun
kerjasama antar karyawan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap
perusahaan yang memberi kontribusi nyata kepada masyarakat melalui
edukasi pola makan sehat dan gizi seimbang
5. AMG Learning For All
AMG Learning For All adalah program pendidikan gizi
seimbang bagi seluruh karyawan Sarihusada. Pada pelatihan ini karyawan
diajarkan mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang. Pelatihan terbagi
dalam tiga level yaitu AMG Advocates, AMG Experts, dan AMG
Ambassadors. Program ini bertujuan untuk memastikan agar seluruh
karyawan Sarihusada mengerti mengenai pola makan sehat dan gizi
seimbang sehingga menerapkannya di keluarga.
6. Duta 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
Program bersama Danone Ecosysteme Fund dan bekerja sama
dengan IDAI, POGI, PDGMI, IBI, dan PKPU ini merupakan edukasi
berjenjang yang dilakukan melalui Duta-Duta yang akan berperan
mengedukasi kader lapangan dan masyarakat secara langsung mengenai
pentingnya 1000 HPK bagi masa depan bangsa. Gerakan ini diharapkan
dapat mencetak 430 Duta bersertifikasi yang dapat mendidik setidaknya
3.500 Edukator dan 10,000 Fasilitator sebagai kader lapangan.

B. Edukasi Ibu dan Anak


1. PAUD 1000 Anak Bangsa
Sarihusada, Indomaret, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan
Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia

(HIMPAUDI) mengembangkan sebuah PAUD Holistik Integratif berbasis


komunitas. Program PAUD 1000 Anak Bangsa merupakan wujud
partisipasi kami dalam Peningkatan mutu layanan pendidikan, khususnya
PAUD berbasis komunitas. Program ini diharapkan nantinya akan dapat
mendidik dan menghasilkan ribuan anak Indonesia yang sehat, cerdas dan
berkarakter serta mampu memberdayakan ribuan pendidik dan tenaga
kependidikan yang berkompetensi dibidang PAUD.
2. Edukasi Dini di Taman Pintar
Salah satu inisiatif kami dalam mendukung pendidikan anak usia
dini adalah memperkuat edukasi di fasilitas publik (Taman Pintar) melalui
penyediaan Taman Air Menari, pembangunan PAUD, miniatur pabrik, dan
pendampingan kurikulum edukasi nutrisi di PAUD. Dengan adanya
fasilitas di Taman Pintar ini, anak-anak memiliki wahana edukasi berbasis
teknologi. Serta keberadaan Taman Pintar ini juga bermanfaat bagi anak
dalam pengembangan aspek motorik dan psikomotorik.
C. Pemberdayaan Ekonomi
1. Warung Anak Sehat (WAS)
Proyek sosial yang didanai oleh Danone Ecosysteme bersama
Sarihusada dan Dompet Dhuafa yang telah dimulai sejak awal tahun 2011.
Konsep WAS adalah: kami mengidentifikasi wanita di daerah dengan isu
malnutrisi yang ingin menjadi pengusaha mikro (Ibu WAS), lalu kami
memberikan mereka pelatihan usaha mikro, ilmu akuntansi, keamanan
makanan, nutrisi, hingga motivasi. Kemudian, kami menyediakan kredit
mikro untuk membantu mereka membuka warung kecil bernama Warung
Anak Sehat dimana mereka akan menjual produk makanan sehat dan
berbagi pengetahuan mereka tentang pola makan seimbang anak-anak
kepada ibu-ibu lainnya.
2. Merapi Project
Bermitra dengan Danone Ecosysteme Fund, Merapi Project
merupakan sebuah program pemberdayaan masyarakat di bidang
peternakan dan pertanian sebagai upaya pemulihan pasca bencana erupsi
Gunung Merapi melalui penyediaan fasilitas modern peternakan dan
pertanian serta fasilitas belajar bagi petani dan peternak. Fasilitas terpadu
seluas 1,7 hektar yang terdiri dari perkandangan modern yang mampu
menampung 240 ekor sapi perah dilengkapi dengan milking equipment,
laboratorium mini, cooling unit, biogas digester.
3. Pemberdayaan Masyarakat di Badran
Pemberdayaan Masyarakat di Badran adalah sebuah program
pemberdayaan berbasis komunitas yang bertujuan untuk mendorong
kemandirian dan kreativitas masyarakat untuk meningkatkan kualitas
kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.

D. Kepedulian Terhadap Bencana


1. Pojok Gizi Balita
Bersama PKPU, Sarihusada menyelenggarakan Pojok Gizi Balita
di sejumlah titik banjir Jakarta dengan kegiatan Penyuluhan gizi bagi ibu
dan balita, pemberian makanan pokok dan tambahan, serta trauma healing
pasca bencana.
2. Mobil Sehat
Program ini diadakan untuk menjawab keingintahuan masyarakat
tentang informasi umum gizi dan kesehatan bagi ibu, balita dan kader
posyandu. Mobil sehat juga menjadi alternatif sumber informasi gizi
masyarakat pasca peristiwa bencana alam.
E. Lingkungan
1. Pengendalian Konsumsi & Penggunaan Air
Kami memegang teguh janji untuk menghargai setiap tetes air
yang kami ambil dan melestarikan sumber daya nya melalui upaya-upaya
perbaikan yang berkesinambungan. Beberapa upaya seperti penggunaan
kembali air limbah dan optimalisasi proses pembersihan telah mengantar
kami pada peningkatan jumlah air limbah yang berhasil kami daur ulang
setiap tahun.
2. Pengendalian Limbah Padat & Beracun
Pengendalian dampak negatif terhadap lingkungan yang
ditimbulkan kegiatan operasional menjadi salah satu prioritas kami.
Pengendalian limbah padat tidak beracun (Non-B3) dan limbah beracun
(B3) di lingkungan Sarihusada selalu kami tangani dengan harapan jumlah
limbah yang berhasil kami daur ulang meningkat setiap tahunnya.
Sumber : http://www.sarihusada.co.id/Inisiatif-Keberlanjutan-Sarihusada

3. How do you link CSR and Ethics.


Jawab.
CSR merupakan sebuah program yang dibuat oleh perusahaan sebagai tanggung
jawab sosial terhadap stakeholder. Hal tersebut memperlihatkan bagaimana
perusahaan memegang teguh komitmen dalam etika bisnis, yang dalam hal ini
terhubung dengan kegiatan dari CSR sendiri. Ketika etika bisnis diterapkan oleh
sebuah perusahaan ketika melaksanakan kegiatan CSR, maka perusahaan akan
memiliki banyak program untuk melakukannya.

Menurut Jones (2001) sebuah lembaga atau perusahaan dapat dinilai membuat
keputusan atau bertindak etis apabila:
1. Keputusan atau tindakan dilakukan berdasarkan nilai atau standar yang diterima
dan berlaku pada lingkungan organisasi yang bersangkutan.
2. Bersedia mengkomunikasikan keputusan tersebut kepada seluruh pihak yang
terkait.
3. Yakin orang lain akan setuju dengan keputusan tersebut atau keputusan tersebut
mungkin diterima dengan alasan etis.
Suatu perusahaan seharusnya tidak hanya membuat dan mendapatkan keuntungan
sebanyak mungkin, tetapi juga harus memiliki etika dalam bertindak menggunakan
SDM dan SDA yang turut dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Tolak
ukur sebuah kinerja yang hanya dicermati dari keuntungan tidak akan mampu
mensejahterakan, karena akan selalu berhadapan dengan konflik oleh para pekerja,
konflik dengan masyarakat sekitar serta akan jauh dari prinsip pengelolaan
lingkungan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
4. What are benefits of CSR programs? Why companies are motivated to engage in
CSR activities?
Jawab.
Dari data CSR perusahaan yang didapat. Kami menyimpulkan manfaat yang didapat
dari program CSR adalah :
1. Dengan membuat program CSR maka perusahaan akan mendapatkan feedback
positif dari masyarakat.
2. Mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
3. Membantu pembangunan di daerah sekitar perusahaan.
4. Membuat citra perusahaan dimata stakeholder semakin baik serta promosi dari
apa yang menjadi tujuan perusahaan sendiri.
5. Menghindari konflik di sekitar lingkungan yang ada di perusahaan.
Perusahaan termotivasi untuk terlibat didalam kegiatan CSR, karena dengan begitu
perusahaan akan mendapatkan keuntungan materi maupun non materi dari
stakeholder perusahaan, khususnya keuntungan non materi. Karena dengan program
CSR yang membuat masyarakat memberi respon positif, maka citra perusahaan akan
terjaga.