Anda di halaman 1dari 34

SEJARAH PERKEMBANGAN

ARSITEKTUR MANCA NEGARA

GEREJA BLENDUK
SEMARANG

SEJARAH PERKEMBANGAN
ARSITEKTUR MANCA NEGARA
DISUSUN OLEH:

MOH. FASKAL R. H.
I0215051

DOSEN PEMBIMBING:

OFITA PURWANI S.T.,M.T.,Ph.D.

II

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang
Maha Kuasa atas segala Rahmat, sehingga saya dapat
menyelesaikan penyusunan coffee book ini dalam bentuk
maupun isinya yang sangat sederhana.
Terima kasih kepada Ibu Ofita Purwani selaku dosen
pembimbing, kepada teman-teman, dan semua pihak yang
telah membantu saya dalam menyusun dan menyelesaikan
coffee book ini.
Coffee book ini berisikan tentang deskripsi Gereja
Blenduk, ornamen interior, dan eksterior dari Gereja
Benduk. Semoga coffee book ini dapat menambah
pengetahuan bagi para pembaca.
Solo, November 2016
Penulis
Moh. Faskal R. H.

III

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................II
DAFTAR PUSTAKA .................................III
DESKRIPSI BANGUNAN
GEREJA BLENDUK .............................1
SEJARAH PEMBANGUNAN ........................2
FUNGSI BANGUNAN ............................3
MASSA BANGUNAN .............................4
DENAH LANTAI 1..............................5
DENAH LANTAI 2..............................7
TAMPAK RUANG UTAMA..........................8
ORNAMEN INTERIOR
MIMBAR PENDETA .............................10
ORGEL ......................................11
ORNAMEN ORGEL ..............................12
TANGGA SPIRAL ..............................13
JENDELA STAINED GLASS.......................14
JENDELA KREPYAK ............................17
BOUVENLIGHT ................................18
PLAFON .....................................19
LAMPU GANTUNG ..............................20
KOLOM ......................................23
BAGIAN DALAM KUBAH..........................25
ORNAMEN EKSTERIOR
TERAS ......................................26
ATAP .......................................27
KESIMPULAN.....................................29
DAFTAR REFERENSI ...............................30

GEREJA BLENDUK

http://yogyakarta.panduanwisata.id/files/2015/02/
Gereja-Blenduk-Semarang-3-www.gpibimmanuelbekasi.org_.jpg

Gereja Blenduk atau Gereja Protestan Indonesia Barat


Immanuel (GPIB Immanuel) Semarang merupakan salah satu
gereja tertua di Jawa. Gereja ini berlokasi di Jalan
Letjen Suprapto No 32 Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.
Gereja ini merupakan salah satu landmark Kota Lama
Semarang. Kubah bangunan ini berbentuk menggembung, yang
dalam bahasa Jawa disebut mblenduk, karena itulah gereja
ini disebut Gereja Blenduk.

SEJARAH PEMBANGUNAN

Salah satu prasasti renovasi bangunan


Sumber gambar: Dokumentasi pribadi

Gereja Blenduk dibangun pada tahun 1753. Awal dibangun


gereja ini berbentuk rumah panggung Jawa dengan atap model
Jawa. Pembangunan awal gereja ini dilakukan oleh orang
Portugis. Pada pembangunan awal gereja ini menganut gaya
arsitektur barok. Kemudian pada tahun 1894, gereja ini
direnovasi dan dikembangkan oleh H. P. A De Wilde dan W.
Westmaas. Dalam renovasi ini gereja menggunakan gaya
arsitektur neo klasik. Hal ini menyebabkan terjadinya
perpaduan antara gaya arsitektur barok dan neo klasik pada
gereja ini. Renovasi kembali dilakukan pada tahun 2003,
namun renovasi kali ini tidak merubah bentuk asli bangunan.

FUNGSI BANGUNAN

Jadwal ibadah di Gereja Blenduk

Prasasti cagar budaya

Sumber gambar:
https://4.bp.blogspot.com/-ubDDa0kYiCI/
VwX52ZsQxbI/AAAAAAAAArE/
gnBENUpgBhAc9pKErcVOh
W2Ciq7efJdWA/s1600/gereja-blenduk.jpg

Sumber gambar:
http://4.bp.blogspot.com/-pBs_wzCCOOA/
U_KTpm3uJrI/AAAAAAAAGzg/
79T1aOHrvcY/s1600/
tulisan%2Bgereja%2Bblenduk.jpg

Meski usia bangunan ini sudah mencapai 2,5 abad,


bangunan ini masih tetap menjalankan fungsi utamanya
sebagai gereja yaitu sebagai tempat peribadatan umat
Kristiani. Berbagai acara keagamaan tetap dilaksanakan
pada gereja ini. Selain masih menjalankan fungsi
utamanya, bangunan ini juga telah ditetapkan sebagai
bangunan cagar budaya melalui Keputusan Walikota Nomor
646/50/Tahun 1992

MASSA BANGUNAN

Denah lantai dasar


Sumber gambar:
Moedjiono, Indriastjario. 2011. Mengenal Gereja Blenduk
Sebagai Salah Satu Land Mark Kota Semarang

Gereja Blenduk memiliki bentuk utama berupa segi delapan


beraturan (octagonal). Di bagian timur, barat, dan utara
terjadi penambahan massa berbentuk persegi. Sedang di sisi
selatan terjadi penambahan massa berupa persegi panjang, yang
kemudian di tengahnya terjadi penambahan massa lagi pada kedua
sisi massa persegi panjang ini berupa massa persegi.

DENAH LANTAI 1

Denah lantai dasar


Sumber gambar: Moedjiono, Indriastjario. 2011. Mengenal Gereja Blenduk
Sebagai Salah Satu Land Mark Kota Semarang

Pusat bangunan yang berbentuk segi delapan (octagonal) merupakan


ruang ibadah. Ruang utama ini terhubung dengan ke empat ruang di
tiap sisi ruang (timur, selatan, barat, dan utara). Sisi selatan
bangunan merupakan akses masuk bagi jemaat gereja, yang mana langsung
menghadap ke jalan raya. Di sisi selatan ini terdapat teras dengan 4
pilar besar sebagai penyangga atapnya. Terdapat akses menuju ke
menara kembar di kedua sisi ruang saat memasuki pintu utama bangunan
ini (bilik 1). Di ruang selanjutnya (bilik 2) terdapat tangga menuju
ke balkon lantai 2 di sebelah kanan ruangan.

DENAH LANTAI 1

Denah lantai dasar


Sumber gambar: Moedjiono, Indriastjario. 2011. Mengenal Gereja Blenduk
Sebagai Salah Satu Land Mark Kota Semarang

Sisi timur gereja merupakan akses masuk untuk pengunjung. Di


ruang ini (bilik 2) terdapat tangga menuju balkon lantai 2 yang
berada sisi kanan ruangan. Di ruangan ini juga terdapat pusat
informasi mengenai gereja bagi para pengunjung. Sisi barat (bilik
3) merupakan ruang konsistori. Ruang konsistori adalah ruang
untuk imam muda dan pendeta sebelum melakukan ibadah. Sedang di
sisi utara (bilik 4), terdapat tangga spiral menuju ke balkon
lantai 2. Ruang pada sisi timur, selatan, dan utara adalah ruang
transisi antara bagian luar bangunan dan dalam bangunan.

DENAH LANTAI 2

Denah lantai 2
Sumber gambar: Moedjiono, Indriastjario. 2011. Mengenal Gereja Blenduk
Sebagai Salah Satu Land Mark Kota Semarang

Balkon di lantai 2 pada bangunan ini hanya terdapat di


sisi timur, selatan, dan utara bangunan. Balkon pada sisi timur
sebelumnya difungsikan sebagai tempat duduk jemaat yang
kekurangan tempat duduk saat ibadah, namun karena mulai lapuk
akhirnya berganti fungsi sebagai ruang penyimpanan sound
system. Ruang pada sisi selatan berfungsi sebagai ruang kantor
majelis. Sedangkan pada sisi utara di mana terdapat orgel di
sana, sekarang hanya digunakan sebagai ornamen bangunan. Hal
ini dikarenakan beberapa komponen orgel sudah hilang, sehingga
sudah tidak dapat digunakan lagi.

TAMPAK RUANG UTAMA

Sisi timur ruang utama


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Sisi selatan ruang utama


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

TAMPAK RUANG UTAMA

Sisi barat ruang utama


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Sisi utara ruang utama


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

10

MIMBAR PENDETA

Tangga mimbar

Mimbar

Mimbar

Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Mimbar pendeta terbuat dari bahan kayu jati. Mimbar ini


berada di sisi barat ruang utama menghadap ke depan jemaat.
Mimbar ini dibuat tinggi dengan kubah seperti melayang.
Terdapat tangga melengkung dengan karpet berwarna pink untuk
naik ke atas mimbar. Keunikan mimbar ini adalah ornamen
mimbar, mulai dari penyangga mimbar, mimbar, hingga kubah
mimbar memiliki bentuk dasar segi delapan. Penyangga kubah
berbentuk seperti salib dan menempel ke dinding bangunan,
inilah yang membuat kubah tampak seoerti melayang.

11

ORGEL

Orgel
Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Orgel pada gereja ini merupakan salah satu daya tarik yang
dimiliki oleh Gereja Blenduk. Orgel ini dibuat dengan gaya arsitektur
barok, di mana ornamen yang terdapat pada orgel ini dibuat dengan
sangat detail. Orgel ini berwarna putih agak silver dengan ornamen
penghias berwarna emas, dan ornamen kayu berwarna coklat. Terdapat
ornamen berupa patung malaikat memainkan harpa pada sisi kanan-kiri
bagian bawah, dan malaikat yang meniup terompet di sisi kanan-kiri
bagian atas. Dan di bagian tengah atas terdapat patung dengan
ornamen di belakangnya menyerupai pancaran sinar matahari

12

ORNAMEN ORGEL

Ornamen pada kanan-kiri orgel


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Ornamen pada bagian tengah orgel


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

13

TANGGA SPIRAL

Tangga Spiral
Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Daya tarik lainnya dari gereja ini adalah adanya


tangga spiral di ruang sebelah utara. Tangga spiral ini
merupakan akses menuju ke balkon ruang orgel di lantai
2. Tangga ini dibuat dengan gaya arsitektur barok, sama
seperti orgel. Tangga ini berwarna hitam, dengan
ornamennya dibuat dengan sangat detail

14

JENDELA STAINED GLASS

Jendela stained glass kecil

Ornamen jendela

Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Terdapat jendela stained glass pada gereja ini. Stained glass


ini menggunakan beberapa warna, diantaranya merah, pink, hijau,
biru, dan kuning. Jendela ini berbentuk busur, begitu pula
ornamennya. Tepat di bawah ornamen busur yang berwarna merah
terdapat ornamen berbentuk lingkaran yang di dalamnya terdapat
ornamen berbentuk seperti bunga dengan bentuk kelopak lancip
menuju ke berbagai arah. Lalu di bagian atas di antara kedua
ornamen kurva merah terdapat ornamen setengah lingkaran yang di
dalamnya terdapat ornamen setengah lingkaran hijau tua dan hijau
muda.

15

JENDELA STAINED GLASS

Jendela stained glass besar

Ornamen jendela

Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Untuk jendela stained glass yang lebih besar


merupakan gabungan dari 2 jendela stained glass yang
kecil, dengan bagian atas di antara keduanya terdapat
ornamen lingkaran dengan ornamen bunga dengan 4 kelopak

16

JENDELA STAINED GLASS

Jendela stained glass di atas pintu masuk


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Jendela stained glass juga terdapat di atas pintu


masuk gereja. jendela ini berbentuk setengah lingkaran.
Terdapat kusen kayu yang membagi jendela ini menjadi
tiga bagian. Ornamen pada jendela stained glass ini
berbentuk sekumpulan setengah lingkaran. Warna ornamen
jendela stained glass ini perpaduan antara hijau tua dan
hijau muda.

17

JENDELA KREPYAK

Jendela krepyak 1

Jendela krepyak 2

Jendela krepyak 3

Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Selain jendela stained glass, gereja ini juga mempunya jendela berdaun
krepyak. Jendela tersebut berwarna putih. Jendela krepyak ini berada di tiap
sisi menara. Ada 3 jendela krepyak pada gereja ini, yang satu ramping dan
berbentuk busur berada di menara bagian bawah dan paling atas. Yang kedua
berbentuk persegi panjang dengan dua daun dan di atasnya terdapat jendela
krepyak juga berbentuk setengah lingkaran yang mana jendela ini berada di
bagian tengah menara. Dan yang ketiga gabungan bentuk busur dengan lingkaran
berada pada menara di atas kubah utama.

18

BOUVENLIGHT

Bouvenlight
Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Bouvenlight pada gereja ini terdapat di tiap sisi


ruang utama, di atas jendela stained glass atau di bawah
kubah utama. Bouvenlight ini berbentuk persegi panjang,
dengan kacanya berbentuk busur. Kaca busur pada
bouvenlight ini ada 4 buah dan tersusun secara berjajar
ke samping. Kusennya berwarna coklat, sedangkan daunnya
berwarna putih.

19

PLAFON

Plafon di bawah balkon

Plafon di ruang transisi

Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Terdapat 2 motif plafon pada bangunan ini. Untuk


plafon yang berada di bawah balkon, motifnya hanya
persegi panjang dengan pengurangan bentuk persegi di
tiap ujungnya. Pada tengah bagian ujung tadi terdapat
motif bunga, begitu juga pada tengah persegi panjang.
Sedangkan plafon pada ruang transisi motifnya sama,
yaitu persegi panjang yang mengalami pengurangan
persegi di tiap ujungnya, dan motif ini mengalami
pengulangan sebanyak tiga kali dan makin lama makin
besar.

20

LAMPU GANTUNG

Lampu gantung pada


tengah ruang utama
Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Gereja Blenduk mempunyai beberapa jenis lampu


gantung. Di ruang utama ada 2 jenis lampu gantung, yang
pertama berada di tengah ruang utama. Lampu ini berukuran
besar dengan 2 tingkat. Masing-masing tingkat terdiri
dari 8 buah lampu. Wadah lampunya terbuat dari marmer
putih berbentuk bola. Ornamen pengantungnya dibuat dengan
detail dengan perpaduan warna hitam dan emas. Ornamennya
berbentuk melingkar dengan penyangga lampunya berbentuk
lurus dengan ornamen melengkung di bawahnya.

21

LAMPU GANTUNG

Lampu gantung pada


sudut ruang utama
Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Lampu yang kedua berada di tiap sudut (teenggara,


barat daya, barat laut, timur laut) ruang utama memiliki
bentuk sederhana dengan 5 buah lampu. Wadah lampunya
terbuat dari marmer berwarna putih dengan bentuk
seperti mangkuk, sedang ornamen penggantung lampunya
berwarna keemasan. Lampu ini digantung di tengah busur
antara kedua kolom.

22

LAMPU GANTUNG

Lampu gantung pada


tengah ruang transisi

Lampu gantung pada


teras gereja

Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Lampu yang ketiga digantung di ruang transisi. Lampu ini


berbentuk sedikit lebih rumit daripada yang digantung di
sudut ruang utama. Ornamen penggantung lampu dibuat dengan
detail. Penggantungnya berwarna hitam dengan wadah lampunya
terbuat dari marmer putih berbentuk seperti aquarium. Yang
terakhir berada di teras gereja. Lampu gantung ini berbeda
dari ketiga lampu gantung lainnya. Hal ini karena lampu pada
lampu gantung ini menyorot serong ke bawah tidak ke atas
seperti yang lainya. Terdapat 7 buah lampu, 1 ditengah dan 6
lainnya di sekelilingnya. Wadah
keenam lampu berbentuk
seperti corong menghadap serong ke bawah, sedang lampu yang
di tengah berada di dalam wadah berbentuk seperti kubah
terbalik yang dihiasi dengan ornamen berwarna emas.

23

KOLOM

Kolom pada ruang utama


Sumber gambar: Dokumentasi pribadi

Kolom ruang utama bangunan ini gabungan bentuk tabung dan


balok. Ruang utama bangunan ini berbentuk segi delapan yang
seharusnya menggunakan 8 kolom di tiap sudutnya, namun malah
menggunakan 16 kolom. Jadi di tiap sudut terdapat 2 buah kolom
yang menempel di sudut bagian depan, yang kemudian sekat di
antara kedua kolom tersebut diisi dengan bata dan di antara
kedua kolom ditambahkan elemen busur. Kemudian di depan
gabungan kedua kolom tadi ditambahkan pilar dengan order
corinthian, namun pilar ini hanya separuh karena menempel
langsung dengan 2 kolom di belakangnya. Ornamen pada pilar
corinthian ini berwarna emas.Jadi bisa dibilang di ruang utama
bangunan ini menggunakan gabungan 3 buah kolom

24

KOLOM

Elemen busur di antara kedua kolom


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Ornamen pada bagian atas pilar


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

25

BAGIAN DALAM KUBAH

Kubah dari dalam ruang utama


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Kubah pada bangunan ini juga menjadi daya tarik


lainnya dari Gereja Blenduk. Nama Blenduk sendiri
berasal dari bentuk kubahnya yang menggembung yang dalam
bahasa jawa disebut mblenduk. Bagian dalam kubah ini
berwarna coklat keemasan. Kubah ini tersusun dari 8 buah
rangka utama berukuran sama besar, yang kemudian tiap
rangka utama terdiri dari 4 buah rangka yang lebih kecil
yang ukurannya sama besar juga. Semua rangka tadi mengarah
ke lingkaran kecil yang berada di bagian atas kubah, yang
mana di bagian atas kubah tersebut terdapat menara kecil.

26

TERAS

http://yogyakarta.panduanwisata.id/files/2015/02/
Gereja-Blenduk-Semarang-3-www.gpibimmanuelbekasi.org_.jpg

Pada teras Gereja Blenduk terdapat 4 buah kolom


berukuran besar. Keempat kolom ini menggunakan order
doric. Keempat kolom ini tidak hanya berfungsi sebagai
elemen estetika semata. Keempat kolom ini berfungsi
menopang atap teras. Bagian atap teras terdiri dari
architrave, cornice, dan pediment. Hal ini akhirnya
menekankan bahwa Gereja Blenduk menganut gaya
arsitektur neo klasik.

27

ATAP

Tampak luar kubah bangunan


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Kubah besar Gereja Blenduk dilapisi oleh atap


perunggu berwarna merah bata. Kubah ini terlihat
menggembung atau mblenduk dalam bahasa Jawa. Terdapat
menara kecil pada bagian puncak kubah. Menara ini
berbentuk segi delapan. Atap menara ini juga berbentuk
seperti kuncup dengan bentuk dasar segi delapan. Atap
ini juga dilapisi oleh perunggu berwarna merah bata.

28

ATAP

Atap pelana pada gereja


Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi

Atap pada teras dan ketiga ruang di timur, barat,


dan utara pada gereja ini menggunakan atap berbentuk
pelana. Atap pelana ini berwarna sama dengan kubah
bangunan, yaiu warna merah bata.

29

KESIMPULAN
Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel
atau biasa disebut Gereja Blenduk merupakan salah satu
bangunan peninggalan masa kolonial yang masih berfungsi
hingga sekarang. Bangunan ini menganut dua gaya
arsitektur yaitu arsitektur barok dan neo klasik. Hal
ini terjadi karena pembangunan awal terjadi pada masa
barok, dan renovasi besar-besaran pada gereja ini
terjadi pada masa neo klasik, sehingga terjadi
perpaduan antara kedua gaya arsitektur pada bangunan
ini. Hampir seluruh tampilan dari bangunan ini
menunjukkan gaya neo klasik, namun saat masuk ke dalam
bangunan akan ditemui beberapa ornamen bergaya barok
seperti orgel dan tangga spiral.

30

DAFTAR REFERENSI
Moedjiono, Indriastjario. 2011. Mengenal Gereja
Blenduk Sebagai Salah Satu Land Mark Kota Semarang
Cyndhy Aisya T, Antariksa dan Noviani Suryasari.
2016. Karakter Spasial Bangunan Gereja Blenduk (GPIB
Immanuel) Semarang
Laksmi Kusuma Wardani, Leona Triyulianti. 2011.
Pengaruh Budaya Indis Pada Interior Gereja Protestan
Indonesia Barat Imanuel Semarang
https://atpic.wordpress.com/2010/07/22/yunani-1050sm-31-sm-laut-ionia-laut-kreta-p-kreta/
http://rizqisyahrulmuharram.blogspot.co.id/2010/06/p
erkembangan-arsitektur-yunani_24.html
http://betulcerita.blogspot.co.id/2015/02/sejarahgereja-blenduk-semarang.html
http://yogyakarta.panduanwisata.id/wisatareligi/wisata-religi-di-gereja-blenduk-semarang/
https://atpic.wordpress.com/2011/03/03/arsitekturneoklasik-abad-18m/