Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pada saat ini, peranan Sistem Informasi tidak dapat dipungkiri lagi telah menjadi
salah satu elemen penting dalam mendukung proses bisnis di perusahaan. Setiap
perusahaan dituntut untuk selalu memperhatikan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan
secara keseluruhan agar dapat terus mengikuti perubahan dari perkembangan teknologi.
Dalam perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat maka kebutuhan teknologi
informasi merupakan suatu nilai tambah yang cukup penting jika suatu perusahaan ingin
dapat bersaing dengan baik untuk jangka waktu yang panjang. Persaingan bukan hanya
mengenai seberapa tinggi tingkat produktivitas suatu perusahaan dan seberapa rendahnya
tingkat harga pokok, namun lebih pada kualitas produk, kenyamanan, kemudahan serta
ketepatan dan kecepatan waktu dalam pencapaiannya. Penerapan teknologi informasi yang
tepat akan dapat mempermudah dan meningkatkan kepuasan dari pemakainya. Selain itu,
penerapan teknologi informasi yang tepat dapat menurunkan biaya secara keseluruhan
maupun berdampak pada peningkatan laba. Seiring dengan perkembangan teknologi
informasi dan berbagai fasilitas aplikasinya serta semakin ketatnya persaingan maka
perusahaan dituntut untuk dapat mengatur sistemnya agar dapat berlangsung secara efektif
dan efisien.
Dengan memanfaatkan teknologi informasi, perusahaan dapat menjalankan proses
bisnis dengan lebih cepat dan dapat mengolah data dengan lebih akurat. Perusahaan yang
dapat menerapkan teknologi informasi dengan efektif dan efisien menjadi lebih unggul
dibandingkan dengan perusahaan yang lainnya.
Teknologi informasi dapat mengatasi keterbatasan dari para manajer untuk mengelola
sumber daya yang dimiliki dengan lebih cepat. Dalam melakukan proses implementasi
teknologi informasi maka diperlukan peranan semua komponen yang ada pada perusahaan
yakni manajemen puncak, para manajer sebagai manajemen menengah dan seluruh
karyawan.
1

Dorongan ini yang akhirnya melahirkan sebuah sistem informasi, yaitu sebuah sistem
yang khusus dirancang untuk mendapatkan, mengelola, dan menghasilkan informasi yang
dibutuhkan oleh penggunanya. Namun seiring dengan meningkatnya kompleksitas proses
dan fungsi operasional dalam perusahaan, muncullah kebutuhan lain yaitu kebutuhan atas
sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang dapat memberikan informasi-informasi
secara real time kepada para penggunanya. Kebutuhan tersebut terjawab dengan hadirnya
ERP (Enterprise Resources Planning), yaitu sebuah sistem yang dirancang untuk
mengintegrasikan seluruh area fungsional dalam sebuah organisasi demi mencapai titik
efektifitas dan efisiensi tinggi.
Implementasi ERP tidak hanya dapat membuahkan keberhasilan bagi manajemen,
implementasi ERP yang tidak tepat dapat menimbulkan kegagalan yang menyebabkan
kerugian perusahaan. Apabila terjadi kegagalan, perusahaan akan mengalami dampak
signifikan terhadap keuangannya. Selain itu, kegagalan implementasi ERP dapat
memberikan pengaruh yang mengganggu kegiatan atau budaya operasional sehari-hari
(Tarigan, 2010).
1.2. Tujuan penulisan
1. Mengetahui sistem informasi manajemen berupa ERP yang diterapkan pada
perusahaan.
2. Mengetahui bagaimana implementasi ERP mendorong peningkatan kinerja dan
operasional perusahaan.
3. Mengetahui pengaruh implementasi ERP bagi perbaikan proses bisnis dan perubahan
budaya perusahaan.
1.3. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem informasi manajemen berupa ERP yang diterapkan pada
perusahaan?
2. Bagaimana implementasi ERP mendorong peningkatan kinerja dan operasional
perusahaan?
3. Bagaimana pengaruh implementasi ERP bagi perbaikan proses bisnis dan perubahan
budaya perusahaan?

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian ERP


ERP (Enterprise Resource Planning) System adalah sistem informasi yang
diperuntukkan bagi perusahaan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan
dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, prduksi,
maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. ERP berkembang dari Manufacturing
Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material
Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular
biasanya menangani proses manufaktur, logistic, distribusi, persediaan (inventory),
pengapalan, invoice dan accounting perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan

membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen


persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa
pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan
Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk eCommerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
ERP sering disebut dengan Perencanaan Sumberdaya Perusahaan adalah struktur
sistem informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan proses bisnis dalam perusahaan
manufaktur atau jasa yag meliputi operasional dan distribusi produk yang dihasilkan.
Tujuan dari implementasi ERP adalah menyatukan semua divisi yang ada dalam
perusahaan menjadi satu sistem back-office, dimana sistem ERP tidak bersentuhan secara
langsung dengan konsumen.

2.2. Manfaat Menggunakan ERP


Berikut ini adalah sebagian kecil manfaat dengan diaplikasikannya ERP bagi
perusahaan:
1. Integritas data keuangan, untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top
management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih
baik.
2. Standarisasi Proses Operasi, menstandarkan proses operasi melalui implementasi best
practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan
peningkatan kualitas produk.
3. Standarisasi data dan informasi, menstandarkan data dan informasi melalui
keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari
banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yang berbeda-beda.
4. Kualitas dan Efisiensi, ERP menciptakan kerangka kerja untuk mengintegrasikan dan
meningkatkan proses bisnis internal perusahaan yang menghasilkan peningkatan
signifikan dalam kualitas serta efisiensi layanan pelanggan, produksi, dan distribusi.
5. Penurunan Biaya, menurunkan biaya pemrosesan transaksi dan hardware, software
serta karyawan pendukung TI.
6. Pendukung Keputusan, ERP menyediakan informasi mengenai kinerja bisnis lintas
fungsi yang sangat penting secara cepat untuk para manajer agar dapat meningkatkan
4

kemampuan mereka dalam pengambilan keputusan secara tepat waktu di lintas bisnis
keseluruhan perusahaan.
2.3. Kelemahan ERP
1. Implementasi ERP sangat sulit karena penerapannya yang terintegrasi dan organisasi
harus merubah cara mereka berbisnis. Kesulitan penerapan ERP ditambah dengan
adanya resistence to change dari personil yang terkena imbasnya akibat perubahan
proses bisnis.
2. Biaya implementasi ERP yang sangat mahal.
3. Organisasi hanya memikirkan manfaat yang besar dari penerapan ERP tetapi tidak
mempersiapkan personilnya untuk berubah.
4. Permasalahan lainnya adalah pada personil yang tiba-tiba dibebani dengan tanggung
jawab yang lebih besar dengan kesiapan yang kurang baik mental maupun keahlian.
2.4. Penyebab Gagalnya ERP
1.
2.
3.
4.

Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran.


Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik.
Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya.
Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru.

2.5. Tanda-tanda Kegagalan ERP


1. Kurangnya komitmen top management.
2. Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis).
3. Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan).
4. Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal).
5. Kurangnya buy in sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan.
6. Kesalahan penghitungan waktu implementasi.
7. Tidak cocoknya software dengan business process.
8. Kurangnya training dan pembelajaran.
9. Cacatnya project design dan management.
10. Kurangnya komunikasi.
11. Saran penghematan yang menyesatkan.

BAB III
5

PEMBAHASAN

3.1. Sistem Informasi Manajemen Berupa ERP yang Diterapkan Pada Perusahaan
Penerapan ERP pada perusahaan sangat membantu kegiatan bisnis perusahaan, ERP
adalah tulang punggung teknologi dari bisnis, sebuah kerangka kerja transaksi keseluruhan
perusahaan dengan berbagai hubungan ke pemrosesan pesana penjualan, manajemen dan
pengendalian persediaan, perencanaan produksi dan distribusi serta keuangan.
ERP berfungsi sebagai mesin software penting yang dibutuhkan perusahaan untuk
mengintegrasikan dan menyeleaikan proses lintas fungsi yang dihasilkan. Seperti seberapa
besar permintaan pasar terhadap produk, seberapa besar stok yang teredia di gudang,
kemudian dilanjutkan ke divisi logistic sehingga ERP mampu menghubungkan beberapa
fungsi yang ada dalam perusahaan.
System ERP menelusuri sumber daya bisnis seperti kas, bahan baku, dan kapasitas
produksi serta status dari berbagai komitmen yang dibuat perusahaan seperti pesanan,
pelanggan, pesanan pembelian, dan penggajian karyawan, tidak peduli departemen mana
yang telah memasukkan data kedalam system tersebut.
ERP mendukung banyak proses penting sumberdaya manusia dari perencanaan
kebutuhan personel hingga administrasi penggajian dan tunjangan, serta dapat
menyelesaikan sebagian besar aplikasi pencatatan keuangan serta akuntansi manajerial
yang dibutuhkan.
Teknologi ERP dapat mengintegrasikan fungsi marketing, fungsi produksi, fungsi
logistic, fungsi finance, fungsi sumber daya, fungsi produksi, dan fungsi lainnya. ERP telah
berkembeng sebagai alat integrasi, memiliki tujuan untuk mengintegrasikan semua aplikasi
perusahaan ke pusat penyimpanan data dengan mudah diakses oleh semua bagian yang
membutuhkan.
ERP diharapkan dapat mengintegrasikan semua bagian dan fungsi pada perusahaan
melalui sistem terkomputerisasi sehingga dapat mereduksi semua pekerjaan manual yang
ada.
3.2. Implementasi ERP Mendorong Peningkatan Kinerja dan Operasional Perusahaan
Perusahaan-perusahaan

besar

yang

telah

tersebar

diseluruh

mancanegara,

berkomitmen untuk tetap mengembangkan produk-produk melalui inovasi dan renovasi


6

demi memuaskan kebutuhan konsumennya di seluruh dunia. Lokasi sebuah perusahaan


sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. Maka dari itu
perusahaan melakukan riset sebelum mendirikan cabang di suatu negara, hal ini bertujuan
agar saat berdirinya pabrik di suatu negara tersebut dapat berjalan dengan efisien dan
efektif terkait dengan keberlangsungan lini bisnis perusahaan.
Biasanya perusahaan-perusahaan besar menerapkan strategi manajemen control
sistem yang terdesentralisasi, dengan mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan di
masing-masing unit bisnis sehingga keputusan-keputusan yang diambil sesuai dengan
kondisi di masing-masing negara. Untuk mengkoordinasikan seluruh unit bisnisnya di
seluruh dunia maka

dibutuhkan

peran sistem teknologi

informasi

yang

bisa

mengkoordinasikan seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh competitive advantage. Dengan


makin ketatnya persaingan di industry bisnis, maka perusahaan membutuhkan dukungan
teknologi informasi yang bisa menyatukan semua bisnis unit di seluruh dunia dan
mengaplikasikan proses bisnis yang efisien dan efektif.
Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan dalam penetapan sistem ERP yang
digunakan diantaranya yaitu ERP sistem sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaanperusahaan global yang ingin tetap kompetitif di persaingan bisnis global, memungkinkan
tiap lini bisnis untuk beroperasi dengan strukturnya yang paling optimal. Dengan sistem
ERP tersebut perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses bisnis yang ada sehingga
dicapai suatu proses bisnis yang efektif dan efisien, serta memberikan kemudahan bagi
terjadinya transfer pengetahuan antar masing-masing karyawan maupun antar divisi. Selain
itu perusahaan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada konsumen dan
memberikan produk yang berkualitas tinggi yang merupakan driver utama dari permintaan
konsumen, terakhir keunggulan operasional merupakan keunggulan kompetitif perusahaan
disbanding pesaing, karena perusahaan mampu menekan biaya seminimal mungkin hasil
dari efisiensi dan efektifitas kerja lini bisnis selagi mempertahankan nilai yang ada. Kondisi
tersebut mampu diperankan dengan sangat baik oleh perusahaan.
Disamping segala keuntungan dan manfaat yang didapat oleh perusahaan terkait
dengan penerapan sistem ERP ini terdapat pula hambatan-hambatan yang ditimbulkannya.
Sistem ERP dirancang khusus untuk menyesuaikan kompleksitas operasional perusahaan
besar yang memang dalam operasionalnya memerlukan proses bisnis yang kompleks.
Sistem ini dirancang agar mampu menyederhanakan proses bisnis tersebut agar lebih
7

sistematis dan rapi tanpa menghilangkan aspek-aspek penting dari proses bisnis yang
berjalan. Kecenderungan yang ada sepertinya banyak perusahaan yang hanya
mendelegasikan input data kepada seseorang atau tim dari divisi tertentu, bila seseorang
atau tim tersebut mengalami kendala apapun dalam operasionalnya, maka sistem tersebut
akan terhambat bahkan tidak berjalan. Tentunya disini perlu suatu pemehaman yang baik
bagi pelaku-pelaku yang memanfaatkan sistem tersebut mulai dari tingkat staff hingga
direksi. Bila pelaku atau operator yang mengoperasikan sistem tersebut kurang memahami
sistem tersebut maka kondisi demikian justru akan semakin membuat operasional setiap
lini bisnis perusahaan akan terlambat. Terlebih bila kita melihat bagaimana investasi
perusahaan untuk membangun sistem ini memerlukan biaya yang besar. Terlepas dari
kendala-kendala khususnya mengenai kapabilitas sumber daya manusia, penerapan ERP
yang dilakukan oleh perusahaan secara profesional telah mampu mengembangkan bisnis
perusahaan jauh lebih baik.
3.3. Pengaruh ERP Terhadap Perbaikan Proses Bisnis
Terdapat dua kemungkinan di dalam penerapan ERP yaitu keberhasilan dan
kegagalan yang berdampak bagi perusahaan. Tidak dipungkiri bahwa penerapan ERP
membutuhkan biaya yang sangat mahal. Namun semuanya dapat terbayar dengan hasil
yang sangat memuaskan. Keberhasilan ERP dapat dicapai dengan komitmen untuk
berubah, dalam hal ini manajemen yang harus menyesuaikan ERP, bukan ERP yang harus
menyesuaikan manajemen.
Dengan diaplikasikannya ERP tentunya dapat membawa perubahan perbaikan proses
bisnis, karena perkembangan teknologi informasi bertujuan untuk memperbaiki sistem.
Dari waktu ke waktu perkembangan teknologi tumbuh sesuai dengan kebutuhan manusia.
MIS (Management Information System) berkembang dari yang sifatnya sistem informasi
tiap unit kerja misalnya accounting information system, marketing information system,
HRD information system dan production information system dimana didalamnya belum ada
hubungan antar fungsi kerja sampai pada akhirnya diperkenalkan ERP (Enterprise
Resource Planning). Contohnya ada pada perbaikan proses bisnis yang dialami para
pengguna software SAP, dengan adanya SAP yang merupakan salah satu contoh perangkat
lunak sistem ERP, sistem informasi menjadi terintegrasi tiap-tiap bagian dalam suatu
perusahaan dapat saling bertukar informasi, tidak hanya itu, dengan SAP memungkinkan
8

antar persahaan yang terhubung dalam pengguna SAP dapat bertukar informasi. Dengan
adanya modul SCM (Supply Chain Management), memungkinkan perusahaan untuk
menghemat biaya penyimpanan, seorang pelanggan SAP yang sedang memerlukan pasokan
material tertentu maka, melalui modul SAP dapat melakukan pencarian di database melalui
internet daftar perusahaan penyedianya. Dari daftar tersebut dapat diperoleh informasi
lengkap dan rinci mengenai harga, spesifikasi dan waktu pengiriman jika memesan
langsung dari pabrik atau perusahaan penyedia. Pelanggan tinggal memilih pemasok yang
paling sesuai dengan kebutuhan secara real time dan on line.
Contoh lainnya dapat dilihat dalam pengaplikasin e-commerce. E-Commerce telah
tumbuh sebagai aspek yang sangat penting dalam aktivitas bisnis dewasa ini. Untuk banyak
perusahaan tidak ada pemisahan lagi antara e-commerce dan perdagangan reguler dapat
dirasakan bahwa perkembangan e-commerce hampir bersamaan dengan perkembangan
ERP, keduanya saling bergantung dan mendukung. ERP mendapatkan perannya dalam
kegiatan utama e-commerce seperti pelacakan pesanan, penempatan pesanan, pengendalian
persediaan, hubungan dengan anggota, supply chain, angkutan bersama dan sebagainya.
Pengimplementasian ERP dan e-commerce dapat dilihat dimana satu perusahaan satu
dengan beberapa perusahaan lainnya dapat bertukar informasi tentang barang yang akan
dipesan baik ketersediaan barang tiap perusahaan maupun spesifikasi dari barang yang
akan dibeli, hal ini tentunya dapat membantu perbaikan proses bisnis prusahaan.
Dengan mengimplementasikan ERP sangat besar penghematan waktu, biaya dan
sumber daya lainnya, dengan dukungan SCM tersebut, perusahaan tidak perlu repot
mengelola gudang yang besar, penghematan arus uang yang mengendap, karena tersimpan
dalam bentuk cadangan pasokan material, dan sebagainya.
3.4. Pengaruh ERP terhadap Perubahan Budaya Perusahaan
Selain berpengaruh terhadap perbaikan proses bisnis, ERP juga berpengaruh terhadap
budaya perusahaan. Dalam sistem lama, contohnya dalam menanggapi pesanan pelanggan,
cara biasa yang dilakukan adalah setelah pelanggan melakukan pesanan yang umumnya
masih menggunakan formulir kertas, formulir tersebut berjalan dari meja satu ke meja lain.
Selanjutnya pesanan dimasukkan kedalam komputer bagian satu kemudian dimasukkan
lagi ke komputer bagian lain dan seterusnya. Proses ini dapat mengakibatkan kelambatan,

kehilangan atau kekacauan data. Dengan penerapan ERP budaya seperti itu menjadi hilang,
terganti dengan budaya baru yang lebih modern dan terintegrasi.
Secara umum, teknologi informasi memerlukan kesadaran, perbedaan budaya dan
kebutuhan perkembangan. Teknologi informasi ditujukan untuk menghadapi homogenitas
ligkungan sekitar. ERP dikonsepkan sebagai sistem teknologi yang terkonstruksi secara
sosial yang tercermin dari perilaku, niat, kepercayaan dan norma pengguna ERP (Molla dan
Loukis, 2005)
Molla dan Loukis (2005) menjelaskan dalam makalahnya mengenai kesesuaian
budaya dalam sistem perusahaan dan budaya karyawan yang dapat mempengaruhi proses
dan hasil implementasi ERP. Petunjuk persiapan implementasi penting dalam kesejajaran
budaya antara sistem ERP dan organisasi perusahaan. Kesadaran untuk menerima budaya
ERP dan mengenalkan mekanisme untuk meredakan budaya yang tidak sesuai mungkin
dapat meningkatkan kesuksesan proses dan hasil ERP.

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Lingkungan bisnis saat ini selalu berubah menyesuaikan tuntutan masyarakat yang
selalu berkembang baik dari segi kehidupan ekonomi, sosial, budaya, politik serta gaya
hidup. Perubahan lingkungan global menuntut perusahaan untuk selalu memberikan mutu
yang baik, fleksibel, transparan, inovatif, serta memiliki kompetensi. Perusahaan
menerapkan ERP aplikasi software SAP. Dalam perubahan lingkungan yang ada, teknologi
informasi merupakan elemen yang sangat mempengaruhi lingkungan organisasi secara
signifikan. Perusahaan dapat melakukan respon secara cepat terhadap kebutuhan pasar dan
permintaan konsumen., meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses produksi. Teknologi
informasi yang digunakan dalam sistem informasi berkembang secara pesat. ERP
10

merupakan aplikasi dari sistem informasi yang berbasis enterprise, dimana memungkinkan
terjadi integrasi data yang terdapat pada keseluruhan unit yang ada dalam organisasi,
sehingga hal ini memampukan organisasi bisnis untuk mengambil keputusan secara akurat
dan cepat.
Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang diterapkan dalam perusahaan
membawa dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan bisnis perusahaan.
Dengan sistem ERP tersebut perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses bisnis
yang ada sehingga dicapai suatu proses bisnis yang efektif dan efisien, serta memberikan
kemudahan bagi terjadinya transfer pengetahuan antar masing-masing karyawan maupun
antar divisi. Selain itu perusahaan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik
kepada konsumen serta perusahaan mampu menekan biaya seminimal mungkin hasil dari
efektifitas dan efisiensi kerja lini bisnis selagi mempertahankan nilai yang ada. Semua
orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan
dukungan

ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktifitas.

Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Tidak semua
perusahaan berhasil dalam menerapkan ERP.
4.2. Saran
1. Perlu adanya inovasi secara terus menerus khususnya dalam penerapan sistem
informasi yang sejalan dengan arah perkembangan perusahaan saat ini, dimana
perusahaan dituntut untuk selalu melihat perkembangan teknologi untuk membantu
mencapai keberhasilan tujuan perusahaan.
2. Perusahaan mengadakan pelatihan secara bertahap dan terpadu terkait dengan
penerapan sistem informasi yang baru bagi seluruh operator tiap-tiap divisi operasional
perusahaan agar kompetensi sumber daya manusia terhadap teknologi informasi tetap
secara konsisten.
3. Perlu adanya kegiatan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem secara berkala, agar
kondisi sistem senantiasa diperbarui sesuai dengan perkembangan operasional bisnis
perusahaan.

11

DAFTAR PUSTAKA
Molla, A., dan Loukis, I, 2005, Success and Failuter of ERP Technology Transfer : A
Framework For Analysing Congruence of Host and System Cultures.
Development informatics Group, No.24.
Tarigan, Z. J. H., 2010, Pengaruh Key User Terhadap Kinerja Perusahaan dalam
Implementasi ERP, Penelitian Ilmu Manajemen Universitas Brawijaya Malang.
Tarigan, Z. J. H., Teknologi ERP, Data ERP, 2008, Desain Proses Implementasi ERP,
Proses Manajemen Organisasi Perusahaan terhadap Kinerja Perusahaan
Melalui Para Manajer Departemen (Key User ERP)., Grand DIKTI Penelitian
Dosen Muda, Ilmu Manajemen Unibraw.

12