Anda di halaman 1dari 3

A.

Workover
Workover atau kerja ulang adalah salah satu kegiatan dalam usaha
meningkatkan produktivitas dengan cara memperbaiki problem atau
memperbaiki kerusakan sumur sehingga diperoleh kembali laju produksi
yang optimum. Workover yang mungkin dilakukan pada lapangan tersebut
adalah kerja ulang pindah lapisan (KUPL). KUPL dapat dilakukan jika
pada sumur tersebut masih terdapat lapisan yang mempunyai potensi
untuk dapat diproduksikan. Perencanaan yang dilakukan dalam pekerjaan
KUPL:
1. Plugging Back
Plugging back adalah proses penutupan lubang perforasi dengan
dilakukan penyemenan (Squeeze Cementing). Pada Proses ini ada
beberapa hal yang harus dipertimbangkan:
a. Metode Squeeze Cementing
b. Jenis Cement
c. Densitas Cement
d. Volume cement
e. Tekanan Pendorong Cement
2. Deepening
Deepening adalah proses mengebor untuk memperdalam sumur
mencapai lapisan yang akan dibuka. Sebelum dilakukan pengeboran,
diperlukan data kedalaman sumur atau lapisan yang akan ditutup dan
data kedalaman lapisan yang akan dibuka. Dalam proses deepening
ada beberapa yang harus dipertimbangkan:
a. Program Sumur
b. Desain drill bit dan hidrolika
c. Desain BHA
d. Drilling Time & Cost
e. Masalah pemboran
3. Pull out of hole
Pull out of hole adalah proses mengangkat kembali rangkaian
BHA setelah target pengeboran terlah tercapai sesuai dengan
kedalaman yang sudah ditentukan. Pada proses ini harus diperhatikan
jumlah volume serta densitas lumpur agar ketika rangkaian BHA
diangkat, tekanan hidrostatik dari lumpur > dari tekanan reservoir. Hal
ini untuk menjaga agar tidak terjadi kick yg diakibatkan oleh tekanan
reservoir yang lebih besar dari tekanan hidrostatik lumpur.

4. Resetting liner
Resetting liner adalah proses pemasangan liner atau production
casing sampai pada kedalaman lapisan yang akan dibuka. Hal yang
harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut:
a. Desain casing
b. Program cementing
5. Reperforating
Merupakan pekerjaan menembakan gun untuk membuat lubang
perforasi pada lapisan yang akan dibuka. Yang perlu dipertimbangkan
pada proses ini adalah:
a. Jenis Charge
b. Density shot
c. Panjang penetrasi
d. Diameter perforasi
e. Phasing
B. Infill Drilling
Infill drilling adalah pengembangan lapangan dengan pembuatan
sumur baru dengan tujuan memperluas jari-jari pengurasan dari suatu
reservoir.
Dasar pertimbangan pelaksanaan infill drilling:
1. Produksinya masih berada dibawah laju produksi yang efisien dari sisa
cadangan yang ada.
2. Jumlah sisa cadangan minyak yang masih mungkin dapat diambil
(remaining recoverable reserve) cukup besar.
3. Jumlah sumur produksi masih terlalu sedikit.
Data yang diperlukan untuk penentuan infill drilling:
1. Data Reservoir:
a. Porositas
b. Permeabilitas
c. Saturasi
2. Data Produksi
a. Jumlah Kumulatif Produksi
b. Remaining Reserve yang masih dapat diproduksi
c. Penurunan Tekanan
3. Data Geologi
a. Data Iso Porosity
b. Data Iso Permeability
c. Bubble map

Penentuan Infill drilling:


1. Menentukan Jari-Jari Pengurasan
2. Menentukan Spasi Sumur
3. Menentukan Jumlah Sumur