Anda di halaman 1dari 6

Konsep sehat sakit menurut pandangan agama

1.Pengertian Sehat
Definisi konsep sehat sakit secara medis yaitu sehat merupakan sebuah keadaan yang
tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia
yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual.

Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis
dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal
(psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal(lingkungan fisik, social,
dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.

Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang
sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit
atau kelemahan (WHO, 1947).UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa:
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan
hidup produktif secara sosial dan ekonomi

2.Konsep sehat
Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad s.a.w.) melalui ayat-ayat al-Quran dan
sunnah Rasulullah s.a.w. memberi perhatian yang serius terhadap kesehatan manusia. Nabi
Muhammad s.a.w. bahkan menganggap keselamatan dan kesehatan sebagai nikmat Allah
yang terbesar yang harus diterima dengan rasa syukur.
Firman Allah dalam QS Ibrhm, 14: 7,

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu


bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
Bentuk syukur terhadap nikmat Allah melalui kesehatan ini adalah senantiasa menjaga
kesehatan sesuai dengan sunnatullah.
Rasulullah s.a.w. bersabda:


.
Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan
waktu luang. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Ibnu Abbas)
3.Pengertian Sakit
Sakit adalah peringatan, sehingga seseorang akan makin giat melakukan peribadatan
sehari-hari bahkan meningkat dari biasanya dengan berdzikir, doa-doa, melakukan amaliah,
atau bersedekah. Yang lebih penting, orang menjadi tersadarkan betapa ajal itu sudah dekat
atau sekurang-kurangnya ingat bahwa ajal akan datang sewaktu-waktu.
Pendampingan keagamaan sangat penting di berikan bagi pasien, ketika medis
membuat prediksi beratnya penyakit bahkan sampai kemudian dinyatakan sudah tidak bisa
dilakukan apa-apa, bisa jadi pendamping keagamaan membawa pasien pada tingkat
kepasrahan yang tinggi, setelah itu terjadi perbaikan dari penyakit itu.
Saat Allah menakdirkan kita untuk sakit, pasti ada alasan tertentu yang menjadi
penyebab itu semua. Tidak mungkin Allah subhanahu wa taala melakukan sesuatu tanpa
sebab yang mendahuluinya atau tanpa hikmah di balik semua itu. Allah pasti menyimpan
hikmah di balik setiap sakit yang kita alami. Karenanya, tidak layak bagi kita untuk banyak
mengeluh, menggerutu, apalagi suudzhan kepada Allah subhanahu wa taala. Lebih parah
lagi, kita sampai mengutuk taqdir. Naudzu billah
Rasulullah shallallahu alayhi wasallam pernah menemui Ummu As-Saaib, beliau
bertanya : Kenapa engkau menggigil seperti ini wahai Ummu As-Saaib? Wanita itu
menjawab : Karena demam wahai Rasulullah, sungguh tidak ada barakahnya sama sekali.
Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda : Jangan engkau mengecam penyakit
demam. Karena penyakit itu bisa menghapuskan dosa-dosa manusia seperti proses
pembakaran menghilangkan noda pada besi. (HR. Muslim)
Di hadapan Allah, orang sakit bukanlah orang yang hina. Mereka justru memiliki
kedudukan yang sangat mulia.

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan,
dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan
menghapus kesalahan-kesalahannya. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)
4.Konsep sakit
Di hadapan Allah, orang sakit bukanlah orang yang hina. Mereka justru memiliki
kedudukan yang sangat mulia.






Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan,
dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan
menghapus kesalahan-kesalahannya. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)
Allah menjanjikan kepada orang yang sakit apabila ia bersabar dan berikhtiar dalam sakitnya,
Allah akan menghapus dosa-dosanya.



Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit kecuali Allah hapuskan dengannya
(dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana gugurnya dedaunan
sebuah pohon. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abdullah bin Masud)
Cara beribadah orang sakit

Tata Cara Shalat Bagi Orang Sakit


1. Diwajibkan berdiri meskipun tidak tegak atau bersandar pada dinding atau bertumpu
2.
3.

pada tongkat
Bila tidak mampu berdiri maka hendaklah solat dengan duduk
Bila tidak mampu duduk maka solat dengan berbaring miring dengan bertumpu

4.

pada sisi tubuh sebelah kanan menghadap kiblat


Jika tidak mampu berbaring maka dapat dengan telentang dan kaki menuju arah

kiblat dan kepala agak ditinggikan


5. Jika tidak mampu juga maka solat dengan menggunakan isyarat tubuh seperti
6.
7.

kepala jika kepala tidak mampu maka dengan mata


Jika memang semua itu tidak mampu maka dapat solat didalam hati
Jika orang sakit merasa kesulitan mengerjakan solat pada waktunya, maka
dibolehkan menjamak

Cara Pendampingan orang sakit


1. Pada awal pertemuan, perawat membacakan doa menjenguk orang sakit





Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan, sesungguhnya Engkau
adalah Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Mu,
(berilah) kesembuhan total yang tidak menyisakan penyakit.
2. Membimbing pasien ketika tiba waktu sholat




Jagalah (peliharah) segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah
(dalam shalatmu) dengan khusyu. (Al-Baqarah [2]: 238).
3. Membimbing pasien untuk bertayamum
Membimbing pasien untuk bertayamun jika pasien ingin melaksanakan ibadah shalat
karena pasien belum bisa untuk terkena air karena kondisi nya yang tidak memungkin kan
untuk berhubungan dengan air terlebih dahulu.
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka
basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua
kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit
atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh
perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, bertayammumlah dengan debu yang baik
(suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu,
tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar
kamu bersyukur (Al-Maidah : 6)
4. Membimbing pasien membaca Al-Quran

Bimbing pasien dengan membaca Al-Quran terutama ayat-ayat dengan orang sakit,
rahmat allah, dan karunia allah, dengan begitu pasien akan termotivasi untuk sembuh. Dan
memberikan pengertian bagi pasien supaya membaca Al-Quran daripada mengeluh atas
penyakit yang dideritanya.




Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan
sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat
yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Ankabut : 45)
5. Membimbing pasien untuk berpuasa
Jika kondisinya memungkinkan bagi pasien yang ingin melaksanakan ibadah puasa misalnya
dibulan ramadhan. Serta memberi pengertian kepada pasien yang kondisinya tidak
memungkinkan untuk melaksanakan ibadah puasa.
6. Mengingatkan untuk selalu berdoa kepada Allah


Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk
neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (Ghafir : 60)
7. Membimbing agar selalu berdzikir kepada Allah


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Dengan berdzikir hati pasien yang tidak tenang akan menjadi lebih tanang dan akan menjadi
lebih dekat kepada Allah.