Anda di halaman 1dari 10

PSIKOLOGI INDUSTRI

PENDAHULUAN
Disusun :
Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) 3
KELOMPOK 1

Ketua
Sekretaris
Anggota

: Muhammad Adi Budiman


: Endah Arum Septiani
: 1. Lionis Indra
2. Aprillia Aryani
3. Moch Jaelani
4. Nurul Anis F.
5. Fitri Puput P.
6. Nagita Lestari

(1715008)
(1715006)
(1713141)
(1715002)
(1715003)
(1715009)
(1715010)
(1716012)

POLITEKNIK STMI JAKARTA


d.h Sekolah Tinggi Manajemen Industri
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
Jalan Letjen Suprapto No.26 Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10510
Telp: (021) 42886064) Fax: 42888206
www.stmi.ac.id

1. Pengertian Psikologi
Menurut Muchinsky 1987
psykology is defined as the scientifyc study or behavior
psikologi didefinisikan sebagai studi ilmiah atau prilaku
Menurut Atkinson 1983
Psikologi sebagai study ilmiah mengenai proses prilaku dan proses mental
2. Pengertian Industri/organisasi
Industri adalah bidang yang menggunakan ketrampilan, dan ketekunan kerja
dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi, dan distribusinya
sebagai dasarnya.
3. Pengertian Psikologi Industri
Psikologi indusri adalah suatu studi ilmiah tentang prilaku organisasi dan
proses mental manusia dalam industri/organisasi dengan berorientasi pada sistem
kegiatan yang terkoordinasi dari suatu kelompok orang yang bekerja secara
kooperatif untuk mencapai tujuan yang sama di bawah otoritas dan kepemimpinan
tertentu.
4. Perbedaan psikologi indutri dan program program kerja
Pertama perbedaannya bisa di lihat dari penerapan prinsip prinsip psikologi
yang biasanya di jadikan contoh yang berlawanan dalam program program di
akademi bisnis. Psikologi industri lebih berfokus pada individunya agar ia dapat
mengembangkan potensi dan kompetensinya secara optimal di tempat kerja.
Sebaliknya, orientasi manajemen sumber daya manusia dan prilaku organisasi
lebih berfokus pada pengelolaan sistem organisasi yang efektif dan efisien agar
individu dapat bekerja lebih produktif dalam organisasi.
Kedua, perbedaan ruang linkup psikologi industri/organisasi dengan program
manajemen sumber daya manusia atau program bisnis yang lain adalah psikologi
industri/organisasi lebih mengkaji faktor faktor yang memperngaruhi
pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi.
5. Bidang gerak psikologi industri menjelang abad 20
a) Psikologi sumber daya manusia (personal psychology)
Berorientasi pada psikologi sumber daya manusia untuk menemukan adanya
potensi individu (kecerdasan, bakat, minat, karakteristik kepribadian, keahlian,
dan keterampilan ), dan kompetensi yang dibutuhkan oleh jabatan jabatan
tertentu bagaimana cara menilai karyawan yang potensial, bagaimana

menentukan kinerjs kerja karyawan dan bagaimana melatih para karyawan


untuk memperbaiki kinerja kerja.
b) Prilaku organisasi (organizational behavior)
Bagian khusus dari prilaku organisasi adalah salah satu ruang lingkup
psikologi industri/organisasi yang berguna untuk mengantisipasi setiap faktor
yang mempengaruhi prilaku individu dalam organisasi seperti peranan
hubungan prilaku, tekanan kelompok yang mengarah terhadap individu,
perasaan pribadi dengan hubungannya dengan organisasi dan bentuk bentuk
komunikasi yang ada dalam organisasi. Umumnya psikologi sumberdaya
manusia lebih memerhatikan persoalan pada tingkat individu, sedangkan
prilaku organisasi lebih mengantisipasi pengaruh sosial dan kelompok.
c) Psikologi rekayasa (engineering psychology)
Psikologi rekayasa (engineering psychology) dikenal di Amerika, sementara di
Eropa dikenal dengan sebutan ergonomic yang mengantisipasi pada
pemahaman terhadap kecakapan sumber daya manusia dalam kaitannya
dengan sistem manusia dengan mesin, termasuk rancangan peralatan kerja dan
permesinan (mekanin) untuk meningkatkan produktivitas dan keamanan para
pegawai.
d) Vokasional dan konseling karier (vocational and career counseling)
Konseling mengantisipasi masalah karyawan dalam pekerjaannya, sedangkan
psikolog/konselor industri/organisasi berorientasi untuk menolong karyawan
dalam memilih penguatan dan memperoleh kejelasan tentang jenjang karier
yang akan dilaluinya.
e) Pengembangan organisasi (organizational develpoment)
Pengembangan organisasi meliputi perencanaan, perubahan perubahan
dengan sengaja bagi sebuah organisasi untuk memecahkan sebuah masalah
khussu pengembangan yang meliputi perubahan dan pengembangan sumber
daya manusia, organisasi secara khusus (struktur personalia dan organisasi)
prosedur kerja atau teknologi dan perancangannya.
f) Hubungan industrial (industrial relation )
Dalam hubungan industrial ini mengarah pada persoalan persoalan seperti
kerja sama dan konflik di antara beberapa bagian pekerjaan, memecahkan
pertentangan pertentangan, dan tawar- menawar atau merundingkan
persetujuan (negotiation) di antara golongan (segments) di antara tenaga kerja
(work force).
6. Sejarah singkat Psikologi Industri

Dimulai tahun 1903 water dill scott menulis tentang the theory of
advertising, yang mana psikologi pada awalnya diaplikasikan dalam bisnis dan
tepatnya tahun 1913, hugo munsterberg menulis psychology and industrial
efficiency.
Tahun 1930-an kemudian mengarah membahas persoalan persoalan sumber
daya manusia seperti seleksi dan penempatan karyawan.
Tahun 1960-an ditemukan beberapa karakter yang menjadi bagian dari
pengagalan pengagalan utama perundang-undangan tentang hak sipil yang tidak
dibicarakan lebih lanjut pada bab ini.
Tahun 1980-an dan 1990-an terjadi 3 perubahan. Pertama, bertambahnya
analisis teknik dan metode statistik yang canggih secara khusus. Kedua,
perubahan tersebut membberi perhatian terhadap minat yang baru dalam
mengaplikasikan psikologi kognitif dalam industri. Perubahan utama yang ketiga
terakhir

adalah

industri/organisasi

dalam

tahun

1980-1990-an,

lebih

agresif

mengembangkan

bahwa

para

metode-metode

psikolgi
untuk

menyeleksi karyawan melalui tes psikologi dan tes kepribadian.


Tahun 2000-an para psikologi industri/organisasi sudah mulai menggunakan
pendekatan yang lebih propesional dalam menempatkan calon-calon karyawan
yang sesuai dengan potensinya pada jabatan yang sesuai (the right person in the
right place). Mereka menggunakan alat-alat ukur tes psikologi, tes kepribadian,
wawancara dan tes kelompok yang terstandar yang lebih reliabel dan objektif.

7. Pekerjaan Psikologi Industri


Para ahli psikologi industri/organisasi yang bekerja di setting industri melakukan
kegiatan-kegiatan di tempat luas seperti training, penelitian, penilaian kerja,
peningkatan produktivitas , membangun tes, validasi tes, analisis tugas, motivasi
keryawan, rekrutmen, dan seleksi personalia (SDM) (Cederbloom, Pence, &
Johson, 1984; Schipman, Schmitt, & Hawthorne, 1992)

Sesi tanya jawab


1. Nama
Kelompok
Pertanyaan
Jawaban

: Viola
:4
: Contoh nyata psikologi di bidang industri?
: Menurut kami, contoh nyata psikologi di industri yaitu seorang
karyawan bekerja pada sebuah perusahaan, kualitas dan kinerja ia
dapat dilihat dari perilaku, produktivitas bekerja, efisiensi pengelolaan
waktu, dedikasi terhadap perusahaan dan lainnya. Dari situ manajer
dapat menilai dan mengambil keputusan apakah karyawan tersebut
berkualitas atau tidak, layak di promosi atau di pecat, member dapat
positif atau negative terhadap perusahaan sehingga dari contoh tersebut
manajer dan karyawan secara tidak langsung menerapkan prinsip
psikologi didalam industri.

2. Nama
Kelompok
Pertanyaan

: Dwiki
:3
: Perbedaan dan persamaan psikologi industri dengan psikologi

Jawaban

lainnya?
: Psikologi industri ialah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di
tempat kerja, berfokus pada pengambilan keputusan kelompok,
semangat kerja, motivasi dan sebagainya. Jadi ilmu psikologi
merupakan bidang yang luas yang bergantung pada namanya. Contoh :
psikologi di bidang kesehatan yang berfokus pada cabang ilmu
kesehatan sedangkan psikologi di bidang pendidikan yang berfokus
pada mengingat, menunjukkan dan kegiatan belajar. Persamaannya
ialah

sama-sama

menganalisis

pekerjaan

untuk

memahami

kemampuan, keterampilan dan karakteristik pribadi yang diperlukan


untuk melakukan pekerjaan.
3. Nama
Kelompok
Pertanyaan

: Aulia
:2
: Jelaskan keterkaitan psikologi sumber daya manusia (SDM) dengan

Jawaban

perilaku organisasi?
: Keterkaitan antara psikologi sumber daya manusia (SDM) dengan
perilaku organisasi yaitu psikologi sumber daya manusia (SDM)
berorientasi terhadap adanya potensi individu maupun kualitas dan
kinerja individu tersebut. Hal itu berpengaruh terhadap perilaku
individu tersebut didalam industri atau organisasi. Psikologi sumber

daya manusia (SDM) dapat menilai dan melihat individu tersebut


berdasarkan

perilaku.

Bagaimana

ia

menyelesaikan

masalah,

bagaimana ia produktif dalam bekerja, dan lain sebagainya sehingga ia


dapat member dampak terhadap industri atau organisasi. Jika sumber
daya manusia (SDM) itu berkualitas tentunya perilaku yang ia
tunjukkan didalam industri atau organisasi akan baik dan berkualitas
pula.
4. Nama
Kelompok
Pertanyaan
Jawaban

: Hanifa
:5
: Mengapa industri membutuhkan psikologi?
: Karena suatu perusahaan perlu minimal memiliki 1 (satu) psikolog
untuk pengembangan manajemen sumber daya manusia (SDM),
membuat team work menjadi solid, terjalinnya relasi antara manajer
dan karyawan dan untuk mengetahui watak atau sifat karyawan
sehingga memudahkan manajer sumber daya manusia (SDM) untuk
menempatkan posisi setiap karyawan agar sesuai karakter dan keahlian
yang dimiliki karyawan tersebut.

5. Nama
Kelompok
Pertanyaan

: Deria
:4
: Bagaimana pendapat anda tentang waktu kerja yang panjang dalam

Jawaban

bekerja?
: Sebenarnya kembali ke individu itu sendiri. Jika ia bahagia dan
merasa senang atas apa yang ia kerjakan, maka ia tidak akan bosan
atau jenuh dalam menjalani pekerjaan tersebut sehingga ia produktif
dan efisien dalam bekerja. Sebaliknya jika ia merasa jenuh terhadap
pekerjaan maupun rutinitas ia ditempat kerja maka ia tidak akan betah
menjalani pekerjaan itu sehingga kualitas dan produktifitas tidak akan
berkembang. Dan juga tempatkan karyawan itu sesuai keahlian dan
kompetensinya (right man in the right place) sehingga ia dapat
memaksimalkan potensinya dan bias lebih produktif dalam bekerja.

6. Nama
Kelompok
Pertanyaan
Jawaban

: Indah
:5
: Bagaimana cara menganalisis psikologi seseorang?
: Dengan menilai orang dari cara ia bicara, gestur, mimik dan lain-lain.
Dari itu seorang psikolog atau kita bisa mengetahui bagaimana orang
tersebut dapat bekerja secara produktif atau tidak.

7. Nama
Kelompok
Pertanyaan
Jawaban

: Diane
:2
: Bagaimana perkembangan psikologi industri di Indonesia?
: Dikenal pada tahun 1950-an atau akhir 1945 perkembangan psikologi
dan industri di Indonesia sudah dikenal dan dipahami, tetapi
pelaksanaannya belum dapat dilakukan sepenuhnya karna banyaknya
kendala yang dialami. Perkembangan psikologi industri di Indonesia
terbilang masih lambat dibandingkan dengan Negara maju lainnya, itu
dikarenakan

masih

banyaknya

hambatan

untuk

melaksanakan

psikologi industri di Indonesia seperti minimnya sumber daya manusia


(SDM) yang ada, jikalau ada gaji dari sumber daya manusia (SDM)
itupun terbilang masih mahal sehingga banyak perusahaan yang
enggan menggunakan jasa seorang ahli dibidang psikologi industri
tersebut. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap laju
perkembangan psikologi industri di Indonesia.
8. Nama
Kelompok
Pertanyaan

: Wemona
:3
: Apa saja hambatan atau kendala dalam perkembangan psikologi
industri?

Jawaban

: Hambatannya yaitu, tidak adanya peluang untuk menerapkan teori


yang telah ada (faktor utamanya yaitu dana), kurangnya sumber daya
manusia (SDM), tidak terpenuhinya keinginan karyawan seperti,
mendapatkan

gaji

UMR

dan

kemampuan

perusahaan

untuk

menggunakan jasa-jasa psikologi terbatas.


9. Nama
Kelompok
Pertanyaan
Jawaban

: Kaila
:4
: Bagaimana dengan 1 (satu) ahli psikolog bias efisien?
: Sebenarnya dengan 1 (satu) orang ahli atau psikolog dalam suatu
perusahaan masih bias efisien. Mengapa? Karena seorang ahli itu dapat
menganalisis dan menilai kinerja karyawan tersebut dari data
penunjang maupun masukan dari kepala bagian atau manajer. Data
penunjang maksudnya target harian pekerjaan, keproduktifannya dan
hal lainnya yang memungkinkan ahli tersebut menganalisis karyawan
tersebut. Ahli dapat menyimpulkan dari data yang ia miliki sehingga

nantinya dapat diserahkan ke manajer sebagai kesimpulan sebelum


pengambilan keputusan. Oleh karena itu walaupun disuatu perusahaan
terdapat banyak karyawan, seorang ahli tetap dapat efisien dalam
menjalankan tugasnya karena ia didukung dengan data-data kinerja
karyawan itu maupun masukan dan saran dari kepala bagian.
10. Nama
Kelompok
Pertanyaan
Jawaban

: Alin
:5
: Apa pengaruh psikologi yang dapat mengakibatkan sakit?
: Sebenarnya sakitnya itu bukan karena psikologi, tapi memang
kondisinya sudah dalam kondisi down atau sedang sakit nah pas dalam
kondisi tersebut tidak ada semangat sehingga psikologinya turun dan
dapat mengakibatkan kondisi tambah down. Seharusnya apabila kita
sedang dalam keadaan yang down atau sakit, kita harus bias
menyemangati diri kita sendiri, memotivasi diri kita sendiri agar kita
bias menaikkan psikologi kita supaya keadaan kita tidak tambah down.

11. Nama
Kelompok
Pertanyaan

: M. Iqbal
:5
: Cara mengatasi hambatan yang terjadi dalam perkembangan

Jawaban

psikologi industri?
: Menambahkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia
(SDM) dibidang psikologi industri, pengupahan yang sesuai dengan
kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) tersebut, lebih
memperdalam

mempelajari

tentang

ilmu

psikologi

industri,

menerapkan system yang ada pada Negara maju sehingga bias menjadi
contoh untuk penerapan psikologi industri di Indonesia.