Anda di halaman 1dari 2

Tanggal : 2013-08-19

Penulis : Web RSUA


Kategori : Berita

Deteksi Dini Penyakit Jantung dengan Treadmill Test


Berita :
Banyak pasien, mungkin termasuk Anda, yang bertanya, bagaimana cara mendeteksi penyakit jantung
koroner sedini mungkin? Salah satu cara termudah, murah, dan relatif aman adalah
treadmill test. Tujuan utama treadmill test yaitu mendeteksi penyakit jantung koroner secara dini.Apa
fungsi deteksi penyakit jantung koroner?- Mendeteksi ada atau tidaknya penyakit jantung koroner, baik
pada orang yang telah atau pernah mengeluh keluhan nyeri dada (angina pektoris) maupun tidak.Mendeteksi adanya faktor risiko tinggi dan faktor risiko utama yang berkaitan dengan penyakit jantung
koroner, seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi.- Mencegah penyakit
jantung koroner dan serangan jantung.
Apa itu Treadmill Test?Treadmill Test atau Treadmill Stress Test disebut juga uji latih beban jantung,
seringkali dihubungkan dengan penyakit jantung. Pada treadmill test, penderita diberi beban latihan
berupa berjalan diatas alat treadmill
lalu direkam dengan alat EKG pada saat yang bersamaan. Jadi, tes ini pada dasarnya merupakan
gabungan antara latihan fisik dan monitor rekaman aktifitas listrik jantung selama latihan. Walaupun
tingkat akurasi hanya berkisarr 70-80%, treadmill test adalah pemeriksaan yang paling umum dilakukan
oleh dokter jantung untuk deteksi penyakit jantung koroner. Pada penderita penyakit jantung koroner, hasil
pemeriksaan EKG istirahat bisa saja normal. Kadang keluhan atau gejala penyakit jantung baru akan
timbul pada saat aktifitas berlebihan, misalnya berlari atau berolahraga. Sehingga, dengan treadmill test
dapat ditemukan adanya kelainan.
Tujuan dari tes ini antara lain untuk mendiagnosa penyakit jantung koroner, karena pada pemeriksaan
EKG istirahat seringkali tidak didapatkan perubahan yang berarti, padahal dari keluhan penderita atau
dari pemeriksaan lainnya dokter mencurigai adanya penyakit jantung koroner. Pada penyakit jantung
koroner akibat sumbatan yang bermakna (total), maka pada EKG akan tampak jelas kelainannya. Namun,
apabila sumbatannya hanya sebagian maka pada saat istirahat kelainan tidak begitu tampak. Sebab, ketika
aktivitas tubuh meningkat, jantung akan memompa darah lebih cepat. Saat itu pula jantung membutuhkan
suplai darah yang lebih banyak untuk kontraksi dari otot jantung itu sendiri, sehingga bila ada
penyempitan sebagian dari lumen arteri koroner maka suplai darah untuk kebutuhan otot jantung juga
terhambat. Pada saat itulah dapat timbul gejala berupa nyeri dada dan pada pemeriksaan EKG akan
tampak kelainan tersebut. Treadmill test efektif untuk mendiagnosa penyakit jantung koroner. Melalui tes
ini juga dapat diketahui sejauh mana penderita jantung koroner boleh melakukan aktivitas dengan aman
sesuai dengan kondisi jantungnya, menilai kegawatan gangguan irama jantung, menilai respon tekanan
darah terhadap latihan, menilai kemampuan kardiopulmoner untuk aktivitas fisik, dan gambaran kasar
tentang kekuatan/fungsi otot jantung. Tes treadmill juga dapat dilakukan pada pasien pascaperawatan
serangan jantung, untuk menilai tingkat resiko untuk mengalami kejadian akut koroner di kemudian hari
dan menentukan penanganan lebih lanjut pada pasien jantung koroner.
Siapa saja yang perlu melakukan treadmill test?- Penderita dengan keluhan yang menyerupai gejala
penyakit jantung, misalnya: nyeri dada, sesak napas.- Penderita dengan faktor risiko penyakit jantung
koroner (riwayat keluarga, usia lanjut, kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi)- general check up khusus
untuk keperluan asuransi, ketahanan/kemampuan fisik pada atlet.- Untuk evaluasi hasil pengobatan dan
respon tekanan darah pada penderita hipertensi maupun evaluasi hasil pengobatan penderita penyakit
jantung koroner.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan
Sebaiknya Anda tidak melakukan tes ini dalam kondisi perut kosong dan setelah makan. Setidaknya beri
jarak sekitar 2 atau 3 jam setelah makan. Pada hari dilakukan tes treadmill hendaknya dalam kondisi yang
bugar, tidak merokok, minum kopi, atau alkohol.Obat-obatan yang sedang Anda minum, kecuali ada
petunjuk khusus dari dokter, tetap Anda minum seperti biasa. Anda mesti melaporkan kepada dokter

Page 1

Tanggal : 2013-08-19
Penulis : Web RSUA
Kategori : Berita

seluruh kondisi dan obat-obatan Anda selama ini. Dokter akan menyesuaikan protokol pemeriksaan bila
diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi Anda.Pada umumnya di tiap rumah sakit disediakan baju
khusus dan sepatu untuk tes treadmill. Bila Anda merasa lebih nyaman menggunakan milik Anda sendiri,
bawalah pakaian yang longgar, dan sepatu olahraga. Anda akan ditempeli 10 elektroda di dada dan perut
Anda. Bila dada Anda banyak rambut, mungkin perawat akan meminta ijin untuk mencukurnya, atau
menempel elektroda dengan plester yang akan sedikit menyakitkan saat dicabut.
Prosedur PemeriksaanMula-mula, tubuh penderita akan dipasang sejumlah elektroda yang terhubung ke
monitor. Pada saat sebelum, selama, dan sesudah pasien melakukan treadmill, tekanan darah akan diukur
secara berkala dan EKG akan dimonitor dan direkam secara berkala atau bila dianggap perlu oleh dokter
yang mengawasi. Pada saat pemeriksaan berlangsung ada tiga tingkat kecepatan dan tanjakan, awalnya
hanya jalan santai kemudian tiap tiga menit kecepatan dan tanjakan akan meningkat, demikian seterusnya
sesuai dengan protokol yang dipakai. Apabila selama pemeriksaan pasien merasa tidak kuat, sesak
napas,kaki lelah, pusing atau didapatkan kelainan pada monitor EKG atau perubahan tekanan darah yang
tidak normal maka dokter akan memberhentikan test ini. Kelainan-kelainan yang menyebabkan
diberhentikannya test ini antara lain: adanya nyeri dada (angina), pasien pusing, pucat, sesak nafas,
didapatkan perubahan segmen ST pada monitor ECG, penurunan tekanan darah lebih dari 10 mmHg pada
saat latihan, atau peningkatan tekanan darah sampai 240 mmHg dan gangguan irama jantung yang
mengancam. Lamanya tes mulai dari penempelan elektroda, tes treadmill, dan pencabutan elektroda
biasanya tidak lebih dari setengah jam. Lama Anda berjalan (atau berlari) biasanya tergantung dari umur
dan tingkat kebugaran Anda. Bila Anda muda, sehat, dan rajin berolahraga, Anda mungkin bisa mencapai
lebih dari 12 menit. Bila Anda telah memiliki penyakit jantung koroner, dalam waktu 1 – 2 menit
biasanya sudah tampak perubahan rekaman EKG. Pemeriksaan treadmill dilakukan oleh dokter spesialis
jantung dibantu oleh paramedis yang terlatih dengan back up obat-obatan dan alat-alat medis untuk
pertolongan pertama bila terjadi penyulit yang tidak diinginkan yang mungkin sekali terjadi selama tes
fisik ini.
Ingin melakukan Treadmill Test untuk mendeteksi penyakit jantung koroner? Silakan mengunjungi Klinik
Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Rumah Sakit Universitas Airlangga (Kampus C Unair). Petugas kami
siap melayani Anda pada hari Senin-Kamis pukul 09.00-12.00 dan Jumat pukul 09.00-11.00.

Foto:sads.org.uknhlbi.nih.govTulisan oleh:Dr. Aussie Fitriani GhaznawiePPDS


Kedokteran VaskularUniversitas Airlangga – RSU Dr.Soetomo
Ruma Sakit Universitas Airlangga :
http://rumahsakit.unair.ac.id
Email : rsua@unair.ac.id
Kampus C Universitas Airlangga
Jl. Mulyorejo Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - Kodepos : 60115
Phone Help Desk :
031.81153153 (Rawat Inap),
031.5916290 (UGD),
031.77338118 (UGD),
031.5916287 (Poli),
Fax : 031.5916291

Page 2

Kardiologi

dan