Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Prinsip holistic care sangat penting dalam dunia keperawatan, karena
dalam prinsip holistic care kita dapat mempelajari suatu bentuk atau
kerangka kerja yang berhubungan dengan peran perawat secara
keseluruhan, hubungan antara perubahan dan lingkungan disekitarnya,
serta keperawatan lintas budaya.
Keberhasilan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh perawat,
dokter dan tim kesehatan lain akan berhasil secara sempurna apabila
perawat, dokter dan tim kesehatan lain itu menggunakan dengan baik
prinsip holistic care dalam keperawatan. Hal ini juga dapat memberikan
kualitas pelayanan kesehatan yang efektif dengan melihat nilai-nilai
yang ada dimasyarakat.
B. Rumusan Masalah
a. Konsep holistic care dalam konteks keperawatan
b. Konsep teori sistem dalam keperawatan
c. Konsep berubah dalam lingkup keperawatan
d. Transcutural nursing
C. Tujuan Penulisan
a. Tujuan Umum
Penulisan ini dilakukan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip
pendekatan secara holistik dalam bidang keperawatan.
b. Tujuan Khusus
- Untuk mengetahui penerapan teori sistem dalam keperawatan.
- Untuk mengetahui peran konsep berubah dalam pelayanan
kesehatan.
- Untuk mengetahui holistic care dalam keperawatan.
- Untuk mengetahui transcultural nursing.
D. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah
Metode Pustaka. Metode pustaka adalah metode yang dilakukan
dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang
berhubungan dengan alat baik buku maupun internet.

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Konsep Berubah dan Perubahan dalam Keperawatan
a. Definisi
Menurut Sullivan dan Decker, Berubah adalah bagian dari
kehidupan setiap orang, berubah adalah cara untuk tumbuh,
berkembang dan beradaptasi. Perubahan adalah suatu proses
terjadinya peralihan dari status tetap menjadi status dinamis.
Perubahan dapat meliputi mendapatkan pengetahuan, mendapatkan
keterampilan baru, atau mengadaptasi pengetahuan saat ini dari segi
informasi baru. Perubahan ini terutama sulit saat muncul tantangan
terhadap nilai dan keyakinan sesseorang, cara berpikir, atau cara
berhubungan.
Proses berubah bersifat integral dengan banyak bidang
keperawatan, seperti pendidikan kesehatan, perawatan pasien, dan
promosi kesehatan. Proses berubah ini melibatkan individu, keluarga,
komunitas, organisasi, keperawatan profesi, dan seluruh sistem
pemberian perawatan kesehatan.
b. Macam-macam Perubahan
Terdapat 3 macam perubahan yaitu:
Perubahan Spontan
Perubahan spontan juga disebut sebagai perubahan yang tidak
direncanakan, karena perubahan ini benar-benar tidak dapat
dihindari, terdapat sedikit atau tidak ada waktu untuk merencanakan
renspons. Contohnya insfeksi virus akut dan cedera medula spinalis.
Perubahan Perkembangan
Perubahan perkembangan lebih mengacu pada fisiopsikologis yang
terjadi selama siklus kehidupan individu. Contohnya bertambahnya
ukuran dan komleksitas embrio manusia dan janin serta berkurangnya
kemampuan fisik pada lansia.
Perubahan Terencana
Perubahan terencana adalah upaya yang sengaja dilakukan dan
memiliki tujuan. Contohnya individu yang memutuskan untuk
memperbaiki status kesehatannya dengan menghadiri program
berhenti merokok dan program olahraga.
c. Strategi Perubahan

Strategi perubahan ada 3 jenis sebagai berikut:


Strategi Rasional Empirik
Strategi ini didasarkan karena manusia sebagai komponen dalam
perubahan memiliki sifat rasional untuk kepentingan diri dalam
berperilaku. Untuk mengadakan suatu perubahan strategi rasional dan
empirik yang didasarkan dari hasil penemuan atau riset untuk
diaplikasikan dalam perubahan manusia yang memiliki sifat
rasionalnya dalam menerima sebuah perubahan.langkah strategi
rasional empirik ini dapat melalui penelitian atau adanya desiminasi
melalui pendidikan secara umum sehingga akan diketahuisecara
rasional bahwa perubahan yang akan dilakukan benar-benar sesuai
dengan rasional.
Strategi Reedukatif Normatif
Strategi ini dilaksanakan berdasarkan standar norma yang ada
dimasyarakat, dengan melihat nilai-nilai normatif yang ada di
masyarakat sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan baru di
masyarakat. Dilaksanakan dengan mengadakan intervensi secara
langsung dalam penerapan teori-teori yang ada.
Strategi Paksaan Kekuatan
Adanya penggunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilaksanakan
secara paksa dengan menggunakan kekuatan moral dan kekuatan
politik.strategi ini dapat dilaksanakan dalam perubahan sistem
kenegaraan, penerapan sistem pendidikan, dll.
d. Teori Proses Berubah
Kurt Lewin
Menurut Kurt Lewin, seseorang yang akan mengadakan suatu
perbahan harus memiliki konsep tentang perubahan yang tercantum
dalam tahap proses perubahan agar proses perubahan dapat terarah
dan mencapai tujuan yang ada. Tahap tersebut antara lain:
a) Tahap Pencairan (Unfreezing)
Memiliki motivasi yang kuat untuk berubah dari keadaan
semula dengan merubah keseimbangan yang ada. Selain itu
juga individu harus menyiapkan diri dan siap untuk merubah
atau melakukan perubahan.
b) Tahap Bergerak (Moving)
Mulai adanya pergerakan kearah sesuatu yang baru atau
perkembangan terbaru. Hal ini dapat terjadi apabila individu

telah memiliki informasi yang cukup serta sikap dan


kemampuan untuk berubah.
c) Tahap Pembekuan (Refreezing)
Dimana seseorang yang mengadakan perubahan kelak
mencapai tingkat atau tahapan yang baru dengan keseimbangan
yang baru. Proses pencapaian yang baru ini perlu dipertahankan.
Rogers E
Menurut Rogers E untuk melakukan suatu perubahan perlu ada
tahapan-tahapan sebagai berikut:
a) Tahap Awareness (Kesadaran)
Diperlukan adanya kesadaran untuk berubah apabila tidak
ada kesadaran dari individu untuk berubah, maka tidak
mungkin tercipta suatu perubahan.
b) Tahap Interest (Ketertarikan)
Timbbul perasaan minat atau ketertarikan terhadap
perubahan yang dikenalkan. Timbulnya ketertarikan akan
mendorong dan menguatkan kesadaran untuk berubah dalam
diri individu.
c) Tahap Evaluasi (Penilaian)
Penilaian terhadap sesuatu yang baru agar tidaka terjadi
hambatan yang akan selama mengadakan perubahan. Evaluasi
atau penilaian ini dapat memudahakan tujuan dan langkah
dalam melakukan peubahan.
d) Tahap Trial (Uji Coba)
Uji coba terhadap sesuatu yang baru atau hasil perubahan
dengan harapan sesuatu yang baru dapat diketahui hasilnya
sesuai dengan kondisi atau situasi yang ada, dan memudahkan
untuk diterima oleh lingkungan.
e) Tahap Adaption (Adaptasi)
Merupakan tahap terakhir dari perubahan yaitu proses
penerimaan terhadap sesuatu yang baru setelah dilakukan uji
coba dan merasakan adanya manfaat dari sesuatu yang baru
sehingga selalu mempertahankan hasil perubahan.

Lippit
Menurut Lippit terdapat beberapa langkah yang ditempuh untuk
mengadakan pembaharuan. Langkah yang dimaksud adalah sebagai
berikut:

a) Menentukan diagnosis terlebih dahulu masalah yang ada,


b) Mengadakan pengkajian terhadap motivasi perubahan serta
kemampuan berubah,
c) Melakukan pengkajian perubahan terhadap hasil atau manfaat
dari suatu perubahan,
d) Menetapkan tujuan perubahan yang dilaksanakan berdasarkan
langkah yang ditempuhnya,
e) Menetapkan pembaharuan sebagai pendidik, peneliti atau
pemimpin dalam pembaharuan,
f) Mempertahankan dari hasil perubahan yang dicapainya,
g) Melakukan penghentian bantuan secara bertahap dengan
harapan peran dan tanggung jawab dapat tercapai secara
bertahap.
Havelock
Teori ini merupaka modifikasi dari teori Lewin, dengan
menekankan perencanaan yang akan mempengaruhi perubahan. Enam
tahap sebagai perubahan menurut Havelock:
a) Membangun suatu hubungan,
b) Mendiagnosis masalah,
c) Mendapatkan sumber-sumber yang berhubungan,
d) Memilih jalan keluar,
e) Meningkatkan penerimaan,
f) Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri.
Spradley
Spradley menegaskan bahwa perubahan terencana harus secara
konstan dipantau untuk mengembangkan hubungan yang bermanfaat
antara agen berubah dan sistem berubah. Berikut adalah langkah dasar
dari model Spradley:
a) Mengenali gejala,
b) Mendiagnosis masalah,
c) Menganalisa jalan keluar,
d) Memilih perubahan,
e) Merencanakan perubahan,
f) Melaksanakan perubahan,
g) Mengevaluasi perubahan,
h) Menstabilkan perubahan.
e. Perubahan dalam Keperawatan
a) Keperawatan Sebagai Profesi
Keperawatan sebagai profesi yang diakui oleh masyarakat dalam
memberikan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan
tentu akan dituntut untuk selalu berubah kearah kemandirian dalam

profesi keperawatan, sehingga sebagai profesi akan mengalami


perubahan professional dengan menunjukan agar profesi
keperawatan diakui oleh profesi bidan kesehatan yang sejajar
dalam pelayanan kesehatan.
b) Keperawatan Sebagai Bentuk Pelayanan Asuhan Keperawatan
Keperawatan sebagai bentuk pelayanan asuhan keperawatan
professional yang diberikan kepada masyarakat akan terus
memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat dengan mengadakan
perubahan dalam penerapan model asuhan keperawatan yang tepat,
sesuai dengan lingkup praktek keperawatan.
c) Keperawatan Sebagai Ilmu Pengetahuan
Keperawatan sebagai ilmu pengetahuan terus selalu berubah dan
berkembang sejalan dengan tuntutan zaman dan perubahan
teknologi, karena itu dituntut selalu mengadakan perubahan
melalui penelitian keperawatan sehingga ilmu keperawatan diakui
secara bersama oleh disiplin ilmu lain yang memiliki landasan
yang kokoh dalam keilmuan.
d) Keperawatan Sebagai Komunikasi
Keperawatan sebagai komunikasi dalam masyarakat ilmiah harus
selalu menunjukan jiwa professional dalam tugas dan tanggung
jawabnya dan selalu mengadakan perubahan sehingga citra sebagai
profesi tetap bertahan dan berkembang.
B. Teori Sistem
a. Definisi
Sistem merupakan kumpulan dari berbagai elemen yang
dihubungkan untuk membentuk satu kesatuan yang utuh. Sistem
terbentuk dari sub sistem yang saling berhubungan dan saling
mempengaruhi. Teori sistem merupakan pendekatan teoritis yang
dipergunakan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
permasalahan keperawatan.
b. Klasifikasi Sistem
Sistem itu sendiri terbagi menjadi 4 yaitu:
Kesatuan atau Nonsumatisivitas
Suatu sitem yang dicirikan oleh sifat-sifat kesatuan. Keseluruhan
lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya, dan merupakan cara
yang lazim untuk mendefinisikan konsep ini.
Sistem Sosial
Suatu model organisasi sosial, sistem sosial merupakan suatu
sistem yang hidup, yang memiliki suatu sistem unit yang berbeda-

beda dengan bagian-bagian komponennya dan dapat dibedakan dari


lingkungan suatu batas yang didefinisikan secara jelas.
Sistem Terbuka
Sistem Terbuka, seperti organ tubuh manusia atau suatu proses
seperti proses keperawatan, interaksi dengan lingkungan, serta
perubahan antara sistem dengan lingkungan.
Sistem Tertutup
Sistem Tertutup, seperti reaksi kimiadalam suatu tabung uji tidak
berhubungan dengan lingkungan.
c. Komponen/ Bagian Sistem
Input
Merupakan subsistem yang akan memberikan segala masukan
untuk berfungsinya sebuah sistem, seperti sistem pelayanan
kesehatan, maka masukannya berupa potensi masyarakat, tenaga
kesehatan, sarana kesehatan dll.
Proses
Berbagai kegiatan dalam pelayan kesehatan. Kegiatan yang
berfungsi untuk mengubah sebuah masukan untuk menjadikan sebuah
hasil yang diharapkan dari sistem tersebut, sebagaimana contoh dalam
sistem pelayanan kesehatan.
Output
Merupakan hasil yang diperoleh dari sebuah proses, dalam sistem
pelayanan kesehatan hasilnya dapat berupa pelayan kesehatan yang
berkualitas, efektif dan efisien serta dapat dijangkau oleh seluruh
masyarakat sehingga pasien sembuh dan sehat optimal.
Dampak
Akibat yang dihasilkan dari sebuah hasil dari sistem disebut
dampak, yang terjadi relatif lama waktunya. Setelah hasil tercapai,
maka dampaknya akan menjadikan masyarakat sehat dan mengurangi
angka kesakitan dan kematian karena pelayanan terjangkau oleh
masyarakat.
Feedback
Suatu hasil yang sekaligus menjadikan masukan dan ini terjadi dari
sebuah sistem yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi.
Umpan balik dalam sistem pelayanan kesehatan dapat berupa
kualitas tenaga kesehatan yang juga dapat menjadikan input yang
selalu meningkat.
d. Tujuan Sistem

Suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau


mencapai suatu sasaran (objectives). Goal meliputi suatu sasaran
(objectives). Goal meliputi ruang lingkup yang luas, sedangkan
objectives meliputi ruang lingkup yang sempit. Jika suatu sistem
tidak memiliki suatu sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada
gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan
yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
Karena suatu sistem diakatakan berhasil jika mencapai tujuan dan
dikatakan gagal jika tujuan tersebut tidak tercapai.
e. Lingkungan
Semua keadaan diluar sistem tetapi dapat mempengaruhi pelayanan
kesehatan sebagaimana dalam sistem pelayanan kesehatan disebut
dengan lingkungan, lingkungan yang dimaksud dapat berupa
lingkungan geografis, atau situasi kondisi sosial yang ada
dimasyarakat seperti institusi diluar pelayanan kesehatan.
C. Konsep Holistic Care
1. Holistic Care
a. Definisi
Pendekatan holistic merupakan salah satu prinsip yang mendasari
tindakan keperawatan yang meliputi dimensi fisiologis, psikologis,
sosial, dan spiritual merupakan satu kesatuan yang utuh. Apabila
satu dimensi terganggu, maka seluruh dimensi akan terganggu.
Holistik terkait dengan kesejahteraan (wellnes). Untuk mencapai
kesejahteraan terdapat lima dimensi yaitu: fisik, emosional,
intelektual, sosial dan spiritual.
b. Cabang Penyembuhan Holistik
Holistik Tradisonal
Suatu teknik penyembuhan yang memanfaatkan alam dengan
prinsip holisme. Yang termasuk pada holistik tradisional antara
lain: akupuntur, akupresur, herbal, apitherapy, dll.
Holistik Modern
Suatu teknik penyembuhan yang menggabungkan penyembuhan
tradisional dengan teknologi dan sains modern yang
memanfaatkan alam dengan prinsip holisme. Yang termasuk
holistik modern yaitu: homeopathy, psikologi hipnotis, dan
sebagainya.
Holistik Modern Ananophaty
Gabungan teknik pengobatan alternatif tradisional dengan
teknologi dan sains modern, dimana tujuannya adalah

menyembuhkan bukan hanya sekedar merawar. Pengobatan


ananophaty fokus pada akar penyakit, bukan pada gejala; merawat
manusia secara keseluruhan, bukan pada apa yang tampak saja.
Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan hukum alam,
hukum sebab-akibat, perbaikan pola makan dan gaya hidup,
penggunaan bahan-bahan alami, yang diterapkan dengan basis
alam dan sains modern.
2. Caring
a. Definisi
Fenomena universal yang berkaitan dengan cara seseorang
berpikir, berperasaan dan bersikap ketika berhubungan dengan
oranng lain.
b. Proses Keperawatan Dalam Teori Caring
Menurut Watson proses keperawatan memiliki lankah yang sama
dengan prose riset ilmiah, karena keduanya mencoba untuk
menyelesaikan masalah dan menemukan solusi yang terbaik.
Proses keperawatan tersebut yaitu:
a) Pengkajian, watson menjelaskan bahwa kebutuhan yang harus
dikaji oleh perawat yaitu:
- Kebutuhan untuk tetap hidup meliputi kebutuhan nutrisi, cairan,
eliminasi, dan oksigenisasi.
- Kebutuhan untuk berfungsi meliputi kebutuhan aktifitas, aman,
nyaman, dan seksualitas.
- Kebutuhan integritas yang meliputi kebutuhan akan
penghargaan dan berafiliasi.
- Kebutuhan untuk aktualisasi diri.
b) Perencanaan
c) Implementasi merupakan tindakan langsung dan implementasi
dari rencana serta meliputi pengumpulan data.
d) Evaluasi.
c. Karakteristik Caring
Menurut Wolf dan Barnum karakteristik caring antara lain:
a) Mendengarkan dengan perhatian.
b) Memberi rasa nyaman.
c) Berkata jujur.
d) Memiliki kesabaran.
e) Bertanggung jawab.
f) Memberi informasi.
g) Menunjukan rasa hormat pada klien.
h) Memanggil klien dengan namanya.

3. Humanisme
Cara berpikir bahwa mengemukakan konsep perikemanusiaan
sebagai fokus dan satu-satunya tujuan. Humanisme dapat juga
didefinisikan sebagai sebuah sistem pemikiran yang berdasarkan
pada berbagai nilai, karakteristik, dan tindak tanduk yang dipercaya
terbaik bagi manusia, bukannya pada otoritas supernatural manapun.
4. Holisme
Holisme menegaskan bahwa organisme selalu bertingkahlaku
sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagian atau
komponen berbeda. Jiwa dan tubuh bukan dua unsur terpisah tetapi
bagian dari satu kesatuan dan apa yang terjadi dibagian satu akan
mempengaruhi bagian lain.
D. Transcultural Nursing
a. Definisi
Suatu area atau wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan
praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan
kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan
sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan
tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan
keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada
manusia.
b. Konsep Transcultural Nursing
a) Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota
kelompok yang dipelajari, dan dibagi serta memberi petunjuk
dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan.
b) Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih
diinginkan atau sesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu
waktu tertentu dan melandasi tindakan dan keputusan.
c) Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk
yang optimal dari pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada
kemungkinan variasi pendekatan keperawatan yang dibutuhkan
untuk memberikan asuhan budaya yang menghargai nilai budaya
individu, tindakan dan kepercayaan termasuk kepekaan terhadap
lingkungan dari individu yang datang dan individu yang mungkin
kembali lagi.
d) Etnosentris adalah persepsi yang dimiliki individuyang
menganggap bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara
budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain.

e) Etnis berkaitan dengan manusia dari ras tertentu atau kelompok


budaya yang digolongkan menurut ciri-ciri dan kebiasaanyang
lazim.
f) Ras adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada
mendiskreditkan asal muasal manusia.
g) Etnografi adalah ilmu yang mempelajari budaya. Pendekatan
metodologi pada penelitian etnigrafi memungkinkan perawat
untuk mengembangkan kesadaran yang tinggi pada perbedaan
budaya setiap individu, menjelaskan dasar observasi untuk
mempelajari lingkungan dan orang-orang,dan saling memberi
timbal balik diantara keduanya.
h) Cultural care berkenaan dengan kemampuan kognitif untuk
mengetahui nilai, kepercayaan dan pola ekspresi yang digunakan
untuk membimbing, mendukung atau memberi kesempatan
individu, keluarga atau kelompok untuk mempertahankan
kesehatan, berkembang dan bertahan hidup dll
i) Cultural imposition berkenaan dengan kecenderungan tenaga
kesehatan untuk memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai
diatas budaya orang lain karena percaya bahwa ide yang dimiliki
perawat lebih tinggi dari kelompok lain.

BAB III
KASUS DAN PEMBAHASAN
A. Kasus
Tn. H berusia 40 tahun adalah seorang perokok aktif yang
seharinya bisa menghabiskan dua bungkus rokok. Pengalaman
merokoknya dimulai saat usia remaja karena pengaruh faktor
lingkungan. Saat ini Tn. H bekerja sebagai pegawai paabrik sepatu
dimana sebagian besar lingkungannya juga banyak perokok. Seminggu
ini, Tn. H mengeluh batuk dan sesak ringan sehingga keluarga
membawanya ke RS untuk mendapatkan perawatan. Tn. H merasa malu
dan khawatir menjadi beban keluarga karena selama perawatan karena
selama ini Tn. H menjadi tulang punggung bagi keluarganya.
Tn. H mengaku kesulitan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan
petugas kesehatan serta pasien lain karena perbedaan bahasa dan
budaya. Tn. H mengaku ingin segera sembuh dan kembali bekerja. Tn.
H mengaku selama ini terlalu sibuk bekerja dan kurang mendekatkan
diri pada tuhan. Selam dirawat, tampak keluarga terus memberikan
motivasi untuk kesembuhan Tn. H.
Ns. Y adalah perawat yang bertanggung jawab merawat Tn. H,
dengan kompetensi dan rasa caring yang dimilikinya Ns. Y berusaha
mewujudkan asuhan keperawatan yang berkualitas pada pasien. Saat
ditanya perawat, Tn. H mengaku ingin merubah kebiasaan merokok dan
ibadahnya. Tn. H meminta perawat agar bisa memberika strategi dalam
proses perubahan yang diharapkannya.
B. Pembahasan Kasus
a. Analisis Konsep Berubah
Saat ini pasien ada kesadaran untuk berubah. Menurut Rogers E
Perubahan pada seseorang itu ada beberapa tahapan yaitu,
kesadaran, ketertarikan, penilaian, uji coba, dan adaptasi. Pasien
baru sampai pada dua tahapan, yaitu kesadaran dan ketertarikan.
Buktinya pasien mengaku ingin merubah kebiasaan merokoknya dan
meminta kepada perawat agar bisa memberikan strategi dalam
proses perubahan yang diharapkan.
b. Analisi Teori Sistem
- Input:
- Proses:
- Output:
- Dampak:

- Feedback:
- Lingkungan: Pasien mengaku bahwa pengalaman merokoknya
dimulai ketika usia remaja karena pengaruh faktor lingkungan.
Saat ini pun pasien bekerja dimana sebagian lingkungannya
juga banyak perokok.
c. Analisis Holistic Care
Pasien dirawat oleh perawat yang kompeten dan memiliki rasa
caring yang tinggi. Buktinya perawat berusaha untuk mewujudkan
asuhan keperawatan yang berkualitas bagi pasien.
d. Analisis Transcultural Nursing
Pasien mengaku bahwa dirinya merasa kesulitan dalam
berkomunikasi dan bersosialisasi baik itu dengan perawat maupun
dengan pasien lainnya dikarenakan perbedaan bahasa dan budaya.

BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
a. Perawat
b. Pasien
c. Keluarga
d. Masyarakat

DAFTAR PUSTAKA