Anda di halaman 1dari 18

Asuransi Syariah

Sistem Operasional Asuransi Jiwa dalam


Mengeliminir Gharar,Maisir, dan Riba

PENYUSUN:
Rizky Pribadi 1206285094
M. Risyad Naufal 1206285163
Asri Sifa Fauzia 1206285283
PROGRAM VOKASI ADMINISTRASI
ASURANSI DAN AKTUARIA 2012
PENGANTAR

Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada TUHAN YME atas limpahan
rahmatnya sehingga makalah ini dapat diselesaikan.

Kami mengakui bahwa kami adalah

manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang
dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan makalah ini yang telah kami
selesaikan.
Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam makalah ini. Kami
melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga
memiliki keterbatasan kemampuan.
Dengan menyelesaikan makalah ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat
dipetik dan diambil dari makalah ini. Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu siapa
saja yang berminat memahami system dalam pengasuransian baik asuransi konvensional maupun
syariah lebih dalam lagi.
Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga
kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca. Kami akan menerima semua
kritik dan saran tersebut. Sehingga semoga makalah berikutnya dan makalah lain dapat
diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.

Depok, Maret 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar .......................................................................................... 1


Daftar isi ......................................................................................................2
Bab I. Pendahuluan ................................................................................ 3
Bab II Pembahasan .4-...

A. AKAD (PERJANJIAN) .......................................4


B.
C.
D.
E.
F.

Masalah masalah dalam akad.................................. ..4


Mekanisme pengelolaan dana..........................5
Sistem Produk ................................5-6
Manfaat Asuransi (manfaat Takafuli). ......................7
Underwriting........................8-9
G. Sumber Informasi tentang risiko jiwa...
.. 9
H. Aktuaria .............10-11
I. Perjanjian.....12
J. KONSEP TEKNIK DAN AKTUARIS KE DESAIN PRODUK.
..12-15
Kesimpulan ...................................................................................... 16
Daftar Pustaka .17

BAB I
PENDAHULUAN

Akad merupakan salah satu persoalan pokok dalam asuransi konvensional yang
menjadikannya diharamkan oleh para ulama,. Karena dengan akad yg ada di dalam asuransi
konvensional, dapat berdampak pada munculnya gharar dan maisir.Oleh karena itu, para ulama
mencari solusi bagaimana untuk masalah gharar dan maisir dapat dihindari.
Dalam makalah ini kami juga memaparkan beberapa permasalahan serta jalan keluar dengan
sisetem asuransi syariah,dan juga kami aka memaparkan bagaimana cara pengelolaan dana dan
beberapa system dalam kegiagatan perasuransian yang berasas asuransi konvensional maupun
yang berasaskan asuransi syariah.
Di dalam makalah ini kami juga memaparkan sumber biaya operasional, dan juga penjelasan
bagaimana peran Underwriting dan juga peran seorang Aktuaris dalam merencanakan serta
mengatur kegiatan dalam proses asuransi.disini kami juga menjelaskan bagaimana melakukan
investasi yang baik, serta melakukan bagi hasil dana investasi yang dilakukan oleh perusahaan
asuransi.
Dalam perhitungan asuransi konvensional maupun asuransi syariah juga ditetapkan
beberapa ketentuan dalam menentukan besaran premi kepada setiap peserta asuransi. Maka dari
itu kami akan menjelaskan tentang beberapa tahapan yang bertujuan untuk menyusun
perancangan produk asuransi dari seorang aktuaria.

BAB II
PEMBAHASAN

1. AKAD (PERJANJIAN)
Akad merupakan salah satu persoalan pokok dalam asuransi konvensional yang
menjadikannya diharamkan oleh para ulama,. Karena dengan akad yg ada di dalam asuransi
konvensional, dapat berdampak pada munculnya gharar dan maisir.Oleh karena itu, para ulama
mencari solusi bagaimana untuk masalah gharar dan maisir dapat dihindari. Masalah dalam Akad
: Gharar Penipuan , Maisir (Judi/Gambling), Riba (Bunga).

A. Gharar Penipuan
Muncul akibat akad yang dipakai di asuransi konvensional adalah Aqd Tadabuli (akad
Pertukaran).Sesuai dengan syarat-syarat akad pertukaran, maka harus jelas berapa pembayaran
premi dan berapa uang pertanggungan yang akan diterima. Masalah hukum (Syariah) disini
muncul akibat kita tidak bisa menentukan secara tepat jumlah premi yang akan dibayarkan .
Jumlah premi yang akan dibayarkan bergantung pada takdir, tahun berapa kita meninggal atau
mungkin sampai akhir kontrak kita tetap hidup. Maka disinilah Gharar terjadi.
Penyelasaian Gharar dalam Asuransi Syariah : Mengganti Akad Tadabuli menjadi Akad
Takafuli Tolong-menolongatau Akad Tabarru dan Akad Mudharabah (bagi hasil).
Perusahaan Asuransi syariah menyiapkan rekening khusus bagi rekening dana tolong
menolong atau rekening tabarru yang telah diniatkan (diakadkan)secara ikhlas setiap peserta
masuk asuransi syariah.
Dalam mekanisme dana di Asuransi Syariah,premi yang dibayarkan peserta dibagi menjadi 2
rekening : Rekening peserta dan Rekening tabarru.

B. Maisir (Judi/Gambling)
Adanya salah satu pihak yang untung namun dilain pihak mengalami kerugian.
Penyelasaian Maisir dalam Asuransi Syariah : Dengan benarnya Akad , Asuransi telah
merubah akadnya dan membagi dana peserta kedalam 2 rekening(pada produk life yang
mengandung unsur tabungan). Karena rekening khusus yang dana tabarru yang ada ,tidak
bercampur dengan rekening peserta, maka reversing period di asuransi syariah terjadi sejak
awal
4
Kapanpun peserta mau mengambil uangnya dan nilai tunai sudah ada sejak awal tahun
pada saat pertama kali masuk. Karena itu tidak ada maisir ataupun gambling. Dan tidak ada
pihak manapun yang dirugikan.

C. Riba (Bunga)
Pada Asuransi syariah malsalah riba dapat di hindarkan dengan konsep Mudharabah
(Bagi Hasil) .Seluruh bagian dari proses operasional asuransi yang didalamnya menganut
sistem Riba, digantikan dengan konsep Mudharabah atauakad lainnya yang dibenarkan
secara Syari.
baik dalam penentuan bunga teknik , investasi, maupun penempatan dana ke phak ke-3,
semua menggunakan Instrumen akad syarI yang bebas dari riba.

Mekanisme Pengelolaan Dana


1. Perusahaan Sebagai Pemegang Amanah
Sistem operasional asuransi syariah (Takaful) : Saling bertanggung jawab,bantumembantu dan saling melindungi antar pesertanya.Perusahaan asuransi syariah : diberi
kepercayaan untuk mengelola premi, mengembangkan dengan jalan yang halal, dan
memberikan santunan kepada yang mengalami musibah sesuai isi akta perjanjian.
Keuntungan perusahaan dikembangkan dengan prinsip mudharabah(sistem bagi hasil).
Keuntunganya mudharabah (bagi hasil). Peserta Takaful : pemilik modal (Shohibul ma)
Perusahaan takaful : Pemegang amanah (mudharib).

Mekanisme pengelolaan dana peserta (premi) terbagi menjadi 2 sistem :


Sistem pada produk saving Tabungan
Sistem pada produk non saving tidak ada tabungan
2. Sistem Pada Produk saving (Ada unsur tabungan)
Setiap peserta wajib membayarkan premi, namun pembayaran tesebut tergantung pada
keuangan peserta dan perusahaan juga menetapkan batas minimum pembayaran premi
tersebut.

5
Setiap premi yang dibayarkan oleh peserta dipisah menjadi 2 rekening yang berbeda:

a. Rekening Tabungan Peserta,yaitu dana yang dimiliki oleh peserta, yang dibayarkan bila :
perjanjian berakhir,peserta mengundurkan diri, peserta meninggal dunia.
b. Rekening Tabarru : yaitu kumpulan dana kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta
sebagai iuran dana yang bertujuan untuk saling tolong menolong, yang dibayarkan bila :
peserta meninggal dunia, perjanjian telah berakhir(jika ada surplus dana)
Sistem inilah sebagai implementasi dari akad takafuli dan akad mudharabah sehingga takaful
dapat terhindar dari unsur gharar dan maisir. Selanjutnya kumpulan dana peserta ini
diinvestasikan sesuai dengan syarist islam.
Tiap keuntungan dari hasil investasi, setelah dikurangai dengan beban asuransi ( klaim dan premi
reasuransi ), akan dibagi menurut prinsip al mudharabah. Potensi pembagian mudharabah di buat
dalam satu perbandingan tetap berdasarkan kerja sama antara perusahaan dan peserta, misalnya
dengan 70 : 30. lebih jelas dapat dilihat dalam gambar berikut : ( lihat tabel 1 : Mekanisme
Pengelolaan Dana Pada Produk Yang Mengandung Unsur Tabungan )
3. Sistem Pada Produk Non Saving
Setiap premi yang dibayar oleh para peserta, akan dimasukan dalam rekening Tabarru
perusahaan, yaitu kumpulan dana yang telah diniatkan oleh peserta sebagai iuran dan
kewajiban untuk tujuan saling tolong menolong dan saling membantu, dan dibayarkan
bila :
a) Peserta meninggal dunia
b) Perjanjian telah berakhir ( jika ada surplus dana )
Kumpulan dana peserta ini akan diinvestasikan sesuai dengan syariat islam. Keuntungan
hasil investasi setelah dikurangi dengan beban asuransi ( klaim dan premi reasuransi ), akan
dibagi anatar peserta dengan perusahaan menurut prinsip al mudharobah dalam suatu
perbandingan tetap berdasarkan perjanjian kerja sama antara perusahaan ( takaful ) dan
peserta. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam gambar berikut. ( Lihat Tabel 2 : mekanisme
Pengelolaan dana Pada Produk Non saving ).

6
4. Manfaat Asuransi (manfaat Takafuli)

Manfaat Takafuli pada produk Tabungan :


Jika peserta ditakdirkan meninggal dunia dalam masa perjanjian, maka ahli waris akan
memperoleh :
-dana rekening tabungan yang telah disetor
-bagian keuntungan atas hasil investasi mudharabahdari rekening tabugan
-selisih dari manfaat takaful awal (rencana menabung) dengan premi yang sudah
dibayarkan.
Bila peserta mengundurkan diri sebelum perjanjian berakhir, maka peserta akan
memperoleh :
-dana rekening tabungan yang telah di setorkan
-bagian keuntungan atas hasil investasi mudharabah dari rekening tabungan.
Manfaat Takafuli pada produk Non saving :
Bila peserta ditakdirkan meninggal dunia dalam masa perjanjian, maka ahli warisnya
akan mendapatkan dana satunan meninggal dari perusahaan, sesuai dengan jumlah yang
direncanakan peserta.
Bila peserta hidup, sampai perjanjian berakhir, maka peserta akan mendapatkan bagian
keuntungan atas rekening tabarru yangditentukan oleh perusahaan dengan skema
mudharabah.
Sumber Biaya Operasional

Bagi hasil Surplus Underwriting : Bagi hasil surplus Underwriting adalah bagi hasil yang
diperoleh dari surplus underwriting, dibagi secara proporsional diperoleh dari kumpulan
dana peserta yang diinvestasikan. Dan dibagi hasil kepada perusahaan dan peserta.

Bagi Hasil Investasi : bagi hasil yang diperoleh secara proposional berdasarkan nisbah
bagi hasil yang telah ditentukan. Kemudian profit yang diperoleh diinvestasi dan
dilakukan bagi hasil antara peserta dan perusahaan Asuransi.
Dana Pemegang Saham : Dana yang disiapkan oleh para pemegang saham sebagai modal
setor bagi perusahaan, baik pada tahap awal ataupun pertambahan saat setelah perusahaan
berjalan.

7
Loading (Kontribusi Biaya) : Loading = kontribusi biaya yang dibebankan kepada
peserta, yang pada asuransi konvensional biasanya diambil dari tahun pertama dan kedua.

Dalam Asuransi syariah diIndonesia loading dikenakan kurang lebih 25%dari premi
tahun pertama yang diketahui oleh peserta untuk biaya komisi agen.

Underwriting

Underwriting :Proses penaksiran mortalita atau morbiditas calon tertanggung untuk


menetapkan
1. apakah calon tertanggung dapat ditutup Asuransinya,dan jika dapat
2. klasifikasi risiko yang sesuai bagi tertanggung
Memaksimalkan laba melalui penerimaan distribusi risiko yang diperkirakan akan
mendatangkan laba.
Tujuan Underwriting : Menurut Richard Bailey, Underwriter perusahaan adalah
menyetujui dan menerbitkan polis, yang (1) adil bagi nasabah (equtable to the client),
Dengan diterimanya aplikasi asuransi jiwa, perusahaan harus menetapkan tingkat risiko
dan harus membebani premi secara adil atas risiko tersebut.
2) dapat dijual oleh agen (deliverable by the agent),
Pembeli membuat surat keputusan terakhir apakah polis asuransi tertentu dapat diterima.
Jika memutuskan tidak membeli polis jika agen berusaha menjual polis
tersebut,dikatakan bahwa polis tidak dapat dijual (Undeliverable) atau tidak dibeli(no
taken).
(3) menguntungkan perusahaan(profitable to the company).
Underwriter harus membuat keputusan yang harus menguntungka perusahaan dan
meyakinkan perusahaan bahwa keputusan yang ia ambil itu dapat menguntungkan.
Md. Azmi Abu Baker membagi tujuan dari Underwriting dalam asuransi jiwa menjadi 2
bagian:
1.Ensure rate adequacy : memastikan kecukupan Premi
2. Equity : Keadilan
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu
menegakkan (keadilan) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Jangan sekali-kali
kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku
adillah, karena adil itu lebih dekat dengan takwa. Dan, bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Maaidah : 8)

8
Filosofi Underwriting

Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko


Umur (Age)
Jenis Kelamin (Sex)
Aspek medik(Medical Aspect)
=> Kondisi Fisik (Physical Condition)
=> Sejarah Personal (Personal History)
=> Sejarah Keluarga (Family History)
=> Status Finansial (Financial Status)
=> Pekerjaan (Occupation)
Sumber Informasi tentang risiko jiwa
A. Aplikasi (The Application)
aplikasi menyajikan informasi insurability dan informasi dasar yangdibutuhkan
perusahaan untuk catatan dan untuk mempersiapkan polis yang akan diterbitkan (ex.data
pribadi)
B. Pemeriksaan Medik atau Paramedikal (The Medical or Paramedical)
(ex. Pemeriksaan fisik)
C.. Tes Laboratorium (Laboratory Testing) (ex. kondisi kesehatan)
D. Pernyataan dokter jaga(Attending Physician Statement)
(ex. Pernyataan dokter atas kondisi peserta dulu maupun saat ini)
9

Peran Aktuaria dalam bidang Asuransi Syariah


Sertifikasi Produk (Product Certification)
Penaksiran Aktuaria (Actuarial Valuation)

Aktuaria yang ditunjuk (Appointed Actuary)


Aspek Aktuaria = Keahlian dan kemampuan aktuaris dalam teori probabilita , statistik ,
bunga majemuk , dan tingkat investasi banyak digunakan

Merancang Produk
Untuk mendapatkan premi dasar , aktuaris harus memastikan asumsi tentang penyebaran
usia para pemegang polis.
Dalam merancang dan mengembangkan produk, tujuan utamanya adalah bahwa produk
tersebut harus memenuhi kebutuhan yang umum dari nasabah.

Teknis Aktuaria
Menggunakan teori probabilitas atau lebih khusus lagi teori life contigency, statistik ,
bunga majemuk,dan tingkat investasi.
a. Teori bunga majemuk
b. Perimbangan waktu dan transaksi

1.
2.
3.
4.

Tingkat Premi
Pada asuransi konvensional, premi netto dihitung hanya dari bunga (tingkat investasi) dan
mortalitas.
Biaya/ premi tersebut dibagi menjadi 4 bagian:
Biaya Awal : yaitu biaya yang dikeluarkan untuk setiap polis yang dibukukan.
(ex.materai)
Biaya Lanjutan : yaitu biaya yang dikeluarkan selama pembayaran premi suatu polis.
(ex.biaya komisi)
Biaya Tahun Berjalan : yaitu biaya lanjutan yang tidak dikaitkan dengan pembayaran
premi.(ex.biaya investasi)
Biaya Akhir : yaitu biaya yang dikeluarkan pada polis berakhir. (ex. Biaya klaim nilai
tunai)

10
Persamaan yang digunakan:
Nilai Tunai dari Premi bruto = Nilai tunai manfaat + nilai tunai biaya
G a = A + KGa + ca + I
Ket: G :Premi Bruto
P :Premi Netto
A :Uang Pertanggungan/Manfaat
A :Anuitas selama pembayaran Premi
K :Biaya-biaya yang dinyatakan per Unit setiap premi bruto

C :Biaya yang dinyatakan per unit dari uang pertanggungan setiap tahun
I : Biaya tambahan Awal
Valuasi Aktuaria(Aktuarial Valuation)

Dasar Valuasi ,Metode Valuasi, Kebutuhan Valuasi

Retakaful(Reasuransi Syariah) :Retakaful atau reasuransi syariah adalah suatu teknik untuk
mengurangi ketidakseimbangan finansial dari keuangan perusahaan yang diakibatkan fluktuasi
klaim.
Fluktuasi klaim disebabkan oleh hal-hal berikut:
a. Perubahan statistikpada jumlah klaim
b. Klaim dengan jumlah manfaat/uang pertanggungan besar.
c. Perhitungan portofolio terlalu kecil.
Retention (Risiko yang ditahan)
Perusahaan akan mereasuransikan jumlah uang pertanggungan yang melebihi batas
retensinya.Jadi, dengan reasuransi memungkinkan perusahaan Asuransi menawarkan polis
dengan uang pertanggungan yang lebih besar tanpa mengancam posisi keuangan perusahaan
Beberapa faktor : modal pemegang saham dan cadangan polis, ukuran portofolio bisnis, jenis
risiko etc.
Recapture
Mengambil kembali dari reasuradure sebagian dari bisnis yang direasuransikan.
Syarat-syaratnya :- Recapture tidak dapat dilakukan sampai berlalunya suatu jangka waktu
tertentu, biasanya 10tahun atau 15tahun sejak sesi aslinya -semua polis yang tunduk pada
recapture harus di-recapture.

11
Retrosesi (Retrocession) : Perusahaan yang menerima bagian risikodari reasuradur disebut :
Retrocessionaire. Walaupun secara terminologinya berbeda.transaksi antara reasuradure dan
retrocessionaire pada dasarnya sama.
Treaty (Perjanjian Reasuransi) :Perjanjian tersebut termasuk pada itikad baik lebih dari
biasa(normal) diantara kedua belah pihak. Perjanjian antara asuradur dengan reasuradur, karena
kebutuhan,dokumen dalam jangka panjang. Macamnya : Automatic reassurance treaty,
Facultative reassurance treaty, Facultative-Obligatory treaty.

Perjanjian otomatis : Menurut perjanjian otomatis, reasuradur setuju :Menerima semua jumlah
pertanggungan yang diajukan atas batas retensi ceding company, Mengizinkan ceding company
untuk sepenuhnya melakukan semua tanggung jawab underwriting untuk semua kasus yang
direasuransikan.
Perjanjian Fakultatif : Mengizinka reasuradur memilih risiko yang dikehendakinya untuk diterima,
buaknnya terikat secara otomatis seperti pada perjanjian reasuransi otomatis , Reasuradur berhak untu
menerima atau menolak risiko yang ditawarkan, meninjau tiap kasus serta menaksir risiko bebas dari
ceding company
Perjanjian facultative-Obligatoty : Yang dikombinasikan keistimewaan perjanjian otomatis dan perjanjian
fakultative. Dengan Fac-ob treaties : #Ceading company melakukan semua underwriting kasus atas risiko
yang diasuransikan ,# tidak mengirim berkas underwriting kepada reasuradure
Perwujuadan Taawun dalam mekanisme asuransi Taawun = konsep takaful (kesetiakawanan),
Takaful zamani(periodik), dan takaful makani (lokasi), takaful antar generasi ummat islam.
1) Takaful Antar Individu : Prinsip taawun atau takaful antarindividu atau antar anggota masyarakat
dapat berkesmpaan untuk bekerjasama,dapat terlihat dengan nyata.
2) Takaful Antar Perusahaan : konteksny a lebih besar dalam konsep takaful.ini dalam mekanisme
saling menanggung antara satu perusahaan pemberi sesi(ceding company) dengan perusahaan
penangggung ulang (reasuransi).
DARI KONSEP TEKNIK DAN AKTUARIS KE DESAIN PRODUK
Pengertian Transefer of Risk dan Sharing of Risk
Transefer of Risk: terjadi perpindahan risiko dari peserta (tertanggung) kepada perusahaan
asuransi (penanggung), yang ditandai oleh pembayaran premi oleh peserta
Aspek Hukum : Pasal 246 KUHD Asuransi adalah suatu perjanjian, dimana seorang penanggung
mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan menerima suatu premi,untuk memberikan
penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangankeuntungan yang diharapkan
yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa tak tentu.: UU No.2 Tahun 1992 pasal 1 .
12
Sharing of Risk : terjadi proses saling menanggung antar satu peserta dengan peserta lainnya,
yang ditandai dengan adanya kontribusi masing-masing peserta melalui dana tabarru. Dengan
demikian, dalam asuransi syariah terjadi pembagian risiko finansial diantara peserta.
Aspek Hukum : keputusan mentri keuangan ;asuransi atau reasuransi dengan prinsip perjanjian
berdasarkan hukum islam antara perusahaan asuransi atau reasuransi dengan pihak lain,dalam menerima
amanah dengan mengelola dana peserta melalui kegiatan investasi atau kegiatan lainya yang
diselenggarakan sesuai syariah :Fatwa DSN MUI tentang pedoman umum asuransi syariah.

Perhitungan Premi pada Asuransi Jiwa


*penentuan tarif*

Ass. Konvensional

Ass.Syariah

Tabel mortalitas

Tabel Mortalitas

Penerimaan bunga

Asumsi bagi hasil

Biaya-biaya Asuransi

Biaya biaya asuransi yang adil dan


tidak menzalimi peserta

1.ILUSTRASI Penggunaan Tabel Mortalitas

Berapa Iuran yang harus dikumpulkan oleh setiap peserta,bila setiap ahli waris peserta
yang meninggal diberikan masing-masing sebesar Rp 1?

Usia

Jumlah

Meninggal

QX

40

100

10

0,1

41

90

-jumlah yang meninggal =1o peserta


-dibayarkan kepada peserta yang meninggal +Rp.1 x10 =Rp. 10
-iuran setiap peserta = Rp.10 : 100 peserta =Rp. 0,1
13
. Ilustrasi Penggunaan Tabel Mortalita dan Bunga

Usia

Berapa iuran yang harus dikumpulkan oleh setiap peserta, bila setiap ahli waris peserta
yang meninggal diberikan masing-masing sebesar Rp.1?(jika bunga Investasi dalam 1
tahun = 10%)
Jumlah

Meninggal

QX

40

100

10

0,1

41

90

-jumlah yang meninggal : 10 orang


-dibayarkan kepada peserta yang meninggal +Rp.1 x 10 = Rp.1o
-Diskonto dari Rp.10 = 1/(1+1o%)x Rp.10 =Rp.9,09
-iuran setiap peserta : Rp. 9,09 : 100 peserta = Rp. 0,0909
3. Ilustrasi Penggunaan Tabel Mortalita ,Bunga dan Expensess

Berapa iuran yang harus dikumpulkan oleh setiap peserta, bila setiap ahli waris peserta
yang meninggal diberikan masing-masing sebesar Rp.1?(jika bunga Investasi dalam 1
tahun = 10%, dan biaya pengelolaanya Rp.1/Thn)

Usia

Jumlah

Meninggal

QX

40

100

10

0,1

41

90

`14
-jumlah yang meninggal : 10 orang
-dibayarkan kepada peserta yang meninggal +Rp.1 x 10 = Rp.1o
-Diskonto dari Rp.10 = 1/(1+1o%)x Rp.10 =Rp.9,09
-Diskonto dari Rp. 1 =1/(1+10%)x Rp 1=Rp. 0,9
Iuran setiap peserta =(Rp.9,09+Rp.0,90):100 peserta=Rp. 0,099

Plan Dasar Asuransi Jiwa

Term Insurance = manfaat diberikan bila meninggal dunia

Endowment Insurance = manfaat diberikan bila hidup

Whole Life Insurance = Asuransi seumur hidup.

15
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam mekanisme perasuransian ini terdapat beberapa subsistem yang dapat berdirinya sebuah
perusahaan asuransi, salah satunya adalah peran seorang Underwriter, Aktuaris, dan beberapa
perencanaan investasi yang dilakukan untuk menentukan keuntungan dalam sebuah perusaaan ,
baik itu dalam perusahaan Asuransi Konvensional maupun dalam perusahaan Asuransi Syariah.

Saran
Saran kami sebaiknya dalam mempelajari sebuah perencanaan dalam menyusun sebuah konsep
di bidang asuransi perlu pendalaman secara khusus dalam setiap bidangnya.

16

Daftar pustaka
Buku Asuransi Syariah (life and general) Konsep dan system operasional , Ir Muhammad
Syakir Sula , AAJI, FIS
www.google.com

17