Anda di halaman 1dari 2

Pekerjaan Jasa Perencanaan

Survey Permukaan Perkerasan dan Pengujian Nilai PCI, Kekesatan serta Kerataan Permukaan Runway
Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo-Solo dan Bandar Udara Internasional Lombok-Praya

BAB 7. REKOMENDASI
7.1 Rekomendasi Pebaikan
a. Pemantauan rutin baik terhadap nilai kekesatan (skid resistance),
kerataan (roughness), dan kondisi permukaan (nilai PCI) runway
Bandara Adi Soemarmo-Solo dan Lombok Praya

perlu dilakukan

minimal setahun sekali, yaitu berdasarkan kondisi lalulintas penerbangan


saat ini, dimana jumlah penerbangan pesawat jenis turbojet yang dilayani
kurang dari 15 pergerakan per harinya (FAA, 1997). Jika ternyata di
kemudian hari ternyata terjadi peningkatan lalulintas pesawat jenis
turbojet sehingga lebih dari 15 pergerakan per harinya maka frekuensi
pemantauan kekesatan pun perlu disesuaikan sesuai panduan dari FAA
(1997) seperti disajikan pada Tabel 3.1.
b. Kondisi kekesatan dan kerataan permukaan runway di Bandara Adi
Soemarmo-Solo dan Lombok Praya dalam kondisi Sangat Baik. Nilai
kekesatan yang ada jauh di atas nilai yang disyaratkan oleh FAA untuk
perencanaan perbaikan/pemeliharaan (maintenance planning). Kondisi
permukaan perkerasan dalam kondisi kasar, sehingga kemungkinan
kecelakaan akibat tergelincir sangat kecil.
c. Rekomendasi perbaikan untuk menangani kondisi permukaan yang
mengalami kerusakan seperti yang telah teridentifikasi dengan metode
PCI, dapat dilakukan beberapa cara sebagai berikut:
1. Alligator/fatigue cracking (retak kulit buaya/retak lelah)
Low

: Tidak perlu perbaikan, semprotan aspal, lapis ulang.

Medium : Penambalan kedalaman sebagian atau penuh, lapis


ulang rekonstruksi.
High

: Penambalan kedalaman sebagian atau penuh, lapis


ulang rekonstruksi.

LAPORAN AKHIR

Pekerjaan Jasa Perencanaan


Survey Permukaan Perkerasan dan Pengujian Nilai PCI, Kekesatan serta Kerataan Permukaan Runway
Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo-Solo dan Bandar Udara Internasional Lombok-Praya

2. Bleeding
Tidak perlu perbaikan; pemanasan yang diikuti dengan taburan
pasir dan menyapu material yang tidak terikat aspal.
3. Rutting (Alur)
Low
: Tidak perlu perbaikan.
Medium : Penambalan kedalaman dangkal, sebagian atau penuh,
lapis ulang.
High

:Penambalan kedalaman dangkal, sebagian atau penuh,


lapis ulang.

LAPORAN AKHIR