Anda di halaman 1dari 14

STRUKTUR RANGKA BATANG

(TRUSS)
Struktur rangka batang adalah susunan elemen-elemen linier yang membentuk segitiga
atau kombinasi segitiga, sehingga menjadi bentuk rangka yang tidak dapat berubah
bentuk apabila diberi beban eksternal tanpa adanya perubahan bentuk pada satu atau
lebih pada batangnya.
Setiap elemen tersebut secara umum dianggap tergabung pada titik hubungnya dengan
sambungan sendi. Batang-batang disusun sedemikian rupa sehingga semua beban dan
reaksi hanya terjadi pada titik hubung tersebut.
Prinsip utama yang mendasari penggunaan rangka batang sebagai struktur pemikul
beban adalah penyusunan elemen menjadi konfigurasi segitiga yang menghasilkan
bentuk stabil.
Setiap deformasi yang terjadi pada struktur stabil relatif kecil dan dikaitkan dengan
perubahan panjang batang yang diakibatkan oleh gaya yang timbul di dalam batang
sebagai akibat dari gaya eksternal.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

sudut yang terbentuk di antara dua batang tidak akan berubah apabila struktur stabil
tersebut dibebani.

Gaya eksternal menyebabkan timbulnya gaya pada batang-batang struktur bentuk


stabil. Gaya-gaya yang timbul pada struktur tersebut adalah gaya tarik murni atau tekan
murni.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

Gaya batang: analisis kualitatif


Perilaku gaya-gaya dalam setiap batang pada rangka batang dapat ditentukan dengan
menerapkan persamaan dasar keseimbangan. Akan tetapi untuk konfigurasi rangka
batang sederhana, sifat gaya tersebut (tarik tekan, nol) dapat ditentukan dengan
menerapkan beberapa teknik yang akan berguna dalam memberikan gambaran
mengenai bagaimana rangka batang tersebut memikul beban.Salah satunya adalah
dengan menggambarkan bentuk deformasinya.

Stabilitas
langkah pertama pada analisis rangka batang adalah menentukan apakah rangka
batang itu mempunyai konfigurasi stabil atau tidak.Secara umum setiap rangka batang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

yang merupakan susunan bentuk dasar segitiga merupakan struktur yang stabil.Pada
suatu rangka batang kita dapat menggunakan batang melebihi jumlah minimum yang
diperlukan untuk kestabilan.
Daerah yang bukan segitiga pada rangka batang akan sangat berubah bentuk apabila
mengalami suatu kondisi pembebanan, yang dapat mengakibatkan terjadinya
keruntuhan rangka batang tersebut.

Penting untuk menentukan apakah konfigurasi batang stabil atau tidak stabil, hal itu
tidak berlebihan karena dapt membahayakan. Keruntuhan total dapat terjadi kalau
struktur tak stabil dibebani.Sebagai alat bantu dalam menentukan kestabilan rangka
batang bidang, digunakan persamaan yang menghubungkan banyak titik hubung pada
rangka batang dengan batang yang diperlukan untuk kestabilan.
Suatu segitiga planar dasar mempunyai 3 batang (n=3) dan tiga titik hubung (j=3).
Penambahan satu titik hubung diluar tiga batang tersebut memerlukan 2 batang lagi.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

Rangka batang dengan satu atau lebih konfigurasi bukan segitiga dapat saja merupakan
struktur yang stabil.pada gambar di samping terlihat struktur tersebut.Struktur rangka
batang ini terdiri dari sekupulan pola batang segitiga yang dihubungkan hingga berpola
bukan segitiga, tapi masih merupakan struktur yang stabil.
Pola batang yang seluruhnya segitiga merupakan struktur rangka batang yang
stabil.Perhatikan rangka batang ini mempunyai 6 titik hubung sehingga harus ada 9
batang, ini adalah jumlah batang minimum yang diperlukan agar rangka batang tersebut
dapat stabil. Karena rangka batang itu memang mempunyai 9 batang maka konfigurasi
tersebut dapat dikatakan stabil.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

Aspek lain tentang stabilitas, konfigurasi rangka batang dapat menahan beban lateral
atau menstabilkan struktur terhadap beban lateral. Cara mudah untuk itu adalah
menggunakan batang-batang kaku, pada kasus tertentu kabel dapat menggantikan
batang apabila gaya yang harus dipikul oleh kabel adalah beban tarik saja. Karena
elemen kabel akan melengkung jika terkena gaya tekan

Menempatkan kabel antara titik b dan d tidak akan berguna dalam mencegah runtuhnya
struktur karena kedua titik itu akan saling mendekati. Suatu kabel yang terletak diantara
kedua titik tersebut hanya akan menekuk.

Suatu elemen kaku yang diletakan di antara titik a dan c akan berfungsi sama dengan
kabel, gaya tarik yang bekerja pada elemen ini.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

Suatu kabel yang diletakan di antara titik a dan c akan mempunyai gaya tarik karena
kabel tersebut menahan kecenderungan titik a dan c yang saling menjauh.

Untuk menstabilkan struktur terhadap beban-beban dari kedua arah dengan


menggunakan kabel perlu digunakan sistem kabel silang. Pada salah satu pembebanan
salah satu kabel berfungsi untuk menstabilkan struktur, sementara kabel yang lain tidak.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

Elemen-elemen kaku yang bersilangan dapat juga digunakan, tetapi hal itu
akanmenimbulkan elemen yang tidak perlu, sebenarnya satu diagonal sudah dapat
menstabilkan pembebanan dari kedua arah.

Bentuk perubahan dari struktur yang terhubung sendi tanpa diagonal. Jarak antara titik a
dan c cenderung menjauh dan jarak antara d dan b cenderung mendekat.
Ada banyak aspek dalam desain rangka batang, antara lain konfigurasi eksternal, pola
segitiga, pemilihan material dan desain elemen (batang). Kriteria yang digunakan untuk
merancang dapat juga bevariasi . Tujuan efisiensi struktural bisa digunakan dan
diwujudkan dalam desain yang bertujuan meminimalkan jumlah bahan yang digunakan
dalam rangka batang untuk memikul pembebanan pada batang yang ditentukan
berdasarkan tujuan tersebut.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

Konfigurasi eksternal selalu berubah-ubah, begitu pula pola internalnya. Konfigurasi ini
dipengaruhi baik oleh faktor eksternal, tinjauan struktural, maupun konstruksi.
Konfigurasi yang satu berguna untuk satu tujuan, dan konfigurasi lain berguna untuk
mencapai tujuan yang lain, misalnya untuk persyaratan panjang bentang dan atau
kondisi pembebanan tertentu.
Faktor eksternal bukan merupakan hal utama, tetapi hal ini perlu diperhatikan karena
dapat mempengaruhi konfigurasi rangka batang. Sebagai contoh, jenis rangka batang
pratt dan howe sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Begitu pula dengan rangka
batang jenis northlight digunakan agar cahaya matahri dapat masuk melalui atap,
rangka batang sissors sering digunakan untuk memperbesar ruangan yang ada
dibawahnya. Rangka batang dengan bentuk-bentuk lain bisa saja digunakan, akan
tetapi hal ini tidak berarti bahwa bentuk tersebut akan efisien atau lebih menarik
daripada tinjauan struktural atau konstruksi

Rangka batang pratt

Rangka batang bowe

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

Rangka batang northlight

Rangka batang sissors


Tinjauan struktural maupun konstruksi cara yang berguna untuk mebahas kedua
konfigurasi tersebut adalah dengan meninjau momen dan gaya geser eksternal yang
muncul pada sistem rangka batang sebagai respon terhadap pembebanan yang ada.
Gaya-gaya internal pada rangka batang akan timbul sebagai respon terhadap momen
dan gaya eksternal.momen lentur terbesar pada umunya terjadi ditengah rangka batang
yang ditumpu sederhana yang dibebani merata, dan mengecil semakin ke ujung.
Sementara itu gaya geser eksternal terjadi di kedua ujung, dan mengecil semakin
ketengah. Batang-batang tepi atas dan bawah pada umunya memikul momen.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

10

Gaya gaya yang timbul pada batang tepi sebanding dengan besar momen yang ada dan
berbanding terbalik dengan tinggi struktur.secara umum M eksternal = Cd = Td, dengan
C dan T adalah gaya internal horisontal total yang ada, dan d adalah tinggi dari rangka
batang. Gaya geser eksternal ditahan oleh komponen vertikal dari elemen diagonal.
rangka batang dapat dibuat stabil untuk kondisi pembebanan yang baru dengan
menggunakan batang yang mampu memikul gaya tekan bukan dengan kabel. Alternatif
lain untuk rangka batang pada gambar di bawah ini penambahan kabel yang menyilang
dapat menstabilkan struktur rangka batang.

Rangka batang yang mempunyai diagonal tarik dan sebua batang vertikal mengalami
tekan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

11

Penggunaan kabel pada rangkabatang di samping. Distribusi gaya pada rangka batang
berbatang tepi sejajar dan mempunyai diagonal kaku yang mampu memikul gaya tarik
dan tekan.

Rangka batang statis tak tentu(internal) yang mempunyai diagonal silang.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

12

Rangka batang statis tertentu dengan diagonal yang mempunyai kemiringan konstan
(perhatikan gaya dalam batang diagonal yang bervariasi).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

13

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir Joni Hardi MT

TEKNOLOGI BANGUNAN IV

14