Anda di halaman 1dari 10

Tanda-tanda bahaya kehamilan

Home Kehamilan Keluhan 10 Tanda Bahaya Kehamilan, Wajib Di Waspadai! 10 Tanda


Bahaya Kehamilan, Wajib Di Waspadai! dr. Retno Add Comment Kehamilan, Keluhan Kamis,
12 Februari 2015 Selama mengandung, ibu harus waspada terhadap beberapa tanda bahaya
kehamilan yang mungkin dapat terjadi. Kendati demikian, banyak yang belum tahu apa saja
tanda bahaya kehamilan yang harus diwaspadai tersebut. Oleh karenanya, berikut ini telah kami
rangkum 10 tanda bahaya yang perlu dipahami oleh ibu hamil, terutama oleh mereka yang masih
pertama kali mengalami kehamilan. 10 Tanda Bahaya Kehamilan Jika Anda mengalami salah
satu dari 10 tanda bahaya kehamilan di bawah ini, kami sarankan Anda untuk segeralah
mengambil tindakan. Laporkan apa yang terjadi dan yang Anda alami ke dokter atau tenaga
medis di sekitar rumah Anda. Dapatkan informasi-informasi dari kemungkinan terburuk yang
mungkin saja terjadi untuk segera melakukan tindakan preventif menghindari hal-hal yang
mengancam jiwa Anda dan pertumbuhan janin Anda. Tanda Bahaya Kehamilan Berikut ini ke
sepuluh tanda bahaya kehamilan tersebut: 1. Penurunan Gerakan Janin Janin tidak bergerak
Tanda Bahaya Kehamilan Jika Anda merasa bahwa bayi Anda tidak lagi bergerak atau
gerakannya tak lagi seperti biasanya, berhentilah melakukan aktivitas dan luangkan waktu
sebentar untuk memperhatikan apa yang terjadi pada janin Anda. Ada besar kemungkinan janin
Anda terhenti pertumbuhannya karena kurangnya asupan nutrisi akibat peredaran darah ke
plasenta terhambat. Ini sering terjadi apabila si ibu mengalami gejala anemia pada awal
kehamilan trimester pertama. Perlu diingat bahwa masalah berhentinya pertumbuhan janin Anda
akan menyebabkan denyut jantungnya terhenti dan ia akhirnya mati di dalam rahim. Tindakan
selanjutnya jika kondisi ini terjadi adalah operasi pengangkatan rahim atau kuratase. Ini cukup
berisiko pada kondisi kesuburan Anda di masa yang akan datang. 2. Pusing Berkepanjangan
Pusing berkepanjangan Tanda Bahaya Kehamilan Jangan anggap sepele pusing saat Anda masih
dalam keadaan hamil. Kondisi ini bisa saja menjadi pertanda adanya hal-hal buruk yang
mengancam kesehatan Anda dan pertumbuhan janin. Pusing bisa menjadi indikasi anemia atau
keracunan. Dua kondisi yang cukup berisiko bagi Anda. Jika kondisi pusing terjadi secara
persisten atau terus menerus, beristirahatlah dengan cukup. Pastikan Anda memperoleh nutrisi
dan asupan makanan seperti yang dianjurkan oleh dokter, serta perbanyaklah minum air putih
dan hindari bekerja terlalu berat pada usia kehamilan trimester kedua dan ketiga. 3. Suhu Tubuh
Tinggi Demam tinggi Tanda Bahaya Kehamilan Demam bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu
hamil. Akan tetapi jika demam yang Anda alami menyebabkan naiknya suhu tubuh secara
drastis, hal ini bisa saja menjadi salah satu tanda bahaya kehamilan. Seperti diketahui bahwa
ketika suhu tubuh terlalu panas, tubuh Anda akan mengalirkan sebagian besar darah yang
sebelumnya mengalir ke rahim, akan dialihkan ke lapisan bawah kulit untuk meredam panas
tersebut sehingga hal ini cukup berisiko bagi pertumbuhan janin. Jika Anda mengalami gejala
panas tubuh yang terlalu tinggi, segera hubungi tenaga kesehatan di sekitar Anda untuk
mendapatkan penanganan secepat mungkin. Hal ini penting karena dapat membantu mencegah
janin Anda mengalami masalah serius. 4. Jantung Berdebar Kencang Jantung berdebar Tanda
Bahaya Kehamilan Jika jantung Anda berdebar kencang dan tidak seperti biasanya saat Anda
melakukan suatu aktivitas disertai dengan kucuran keringat yang deras serta kesulitan bernafas,
segeralah ambil tindakan. Berhentilah melakukan aktivitas, perbanyak minum, dan ambilah
posisi istirahat. Jantung berdebar kencang bisa menjadi pertanda Anda mengalami dehidrasi,
anemia berat, penyakit tiroid atau masalah jantung. Semua kemungkinan ini cukup berisiko bagi
kehamilan Anda. Oleh karena itu, laporkan tanda bahaya kehamilan ini pada bidan atau dokter
Anda untuk dapat ditangani secara lebih serius olehnya. 5. Pembengkakan di betis Anda kaki

bengkak Tanda Bahaya Kehamilan Selama kehamilan trimester ketiga, masalah kaki bengkak
adalah masalah yang wajar dialami oleh ibu hamil. Hanya saja jika pembengkakan terjadi pula di
tangan, betis, dan bagian tubuh lain, ini bisa menjadi salah satu tanda bahaya kehamilan. Anda
bisa saja mengalami trombosis vena (DVT), suatu kondisi yang berpotensi mengancam jiwa
Anda disebabkan oleh gumpalan darah yang terjadi pada organ-organ yang membengkak. DVT
biasanya mempengaruhi pembuluh darah vena di kaki bagian bawah dan paha. Ia terjadi pada
satu sisi tubuh dan menyebabkan Anda mengalami kemerahan pada kulit sehingga terasa hangat
saat disentuh. Jika Anda terserang DVT tanda-tanda seperti nyeri dada, kesulitan bernapas,
pingsan, atau kondisi serius lainnya juga dapat terjadi. Pembengkakan juga bisa menjadi indikasi
tekanan darah tinggi dan pre eklamsia. Dua kondisi yang membutuhkan penanganan serius jika
terjadi selama kehamilan. 6. Perdarahan Pendarahan Tanda Bahaya Kehamilan Beberapa wanita
menemukan bercak darah pada celana dalamnya selama kehamilan mereka, dan kondisi ini
selalu menjadi perhatian serius. Pada awal kehamilan, pendarahan ini bisa menandakan
keguguran, sedangkan pada trimester kedua dan ketiga, perdarahan berhubungan dengan
persalinan prematur dan komplikasi plasenta, seperti plasenta previa atau abrupsio plasenta.
Semua kondisi ini membutuhkan perhatian medis dengan segera. 7. Penglihatan Kabur
Penglihatan Kabur Tanda Bahaya Kehamilan Penglihatan kabur umum terjadi pada mereka yang
mengalami tekanan darah rendah terutama selama 6 bulan pertama kehamilan. Kondisi tekanan
darah rendah sendiri jika dikombinasikan dengan dehidrasi dan olahraga mungkin akan
menimbulkan masalah bagi Anda. Penglihatan kabur juga bisa merupakan tanda preeklamsia.
Kondisi yang berbahaya untuk bayi Anda, mengingat preeklampsia berat dapat membatasi aliran
darah ke plasenta sehingga nutrisi bagi bayi Anda tidak akan tercukupi meski Anda telah makanmakanan yang bergizi. 8. Pingsan Pingsan Tanda Bahaya Kehamilan Pingsan saat hamil tidak
boleh dianggap enteng. Ini bisa menjadi sinyal terjadinya masalah serius seperti masalah
peredaran darah atau masalah jantung. Pingsan dapat terjadi akibat otak Anda tidak mendapatkan
cukup oksigen untuk metabolismenya, hal ini berarti bayi Anda pun akan mengalami hal yang
sama. 9. Nyeri Berulang di Perut atau Dada Nyeri Perut Tanda Bahaya Kehamilan Jika Anda
mengalami nyeri berulang pada sekitar area perut dan dada dengan rasa yang sangat
menyakitkan, bisa jadi Anda mengalami placental abruption. Kondisi yang menurut American
College of Obstetricians dan Gynecologists dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan janin
Anda. Nyeri berulang di perut dan dada sebagai tanda placental abruption mirip dengan rasa
yang terjadi ketika Anda mengalami menstruasi. Kram, rasa sakit yang tajam, serta dada yang
sesak adalah masalah serius yang perlu mendapat penanganan ekstra dari dokter kehamilan
Anda. 10. Keluar Cairan Deras dari Kemaluan Pecah ketuban Tanda Bahaya Kehamilan Jika
celana Anda terus-menerus basah atau jika Anda merasa ada cairan yang keluar deras dari
kemaluan Anda, itu bisa berarti ketuban janin pecah sebelum waktunya. Selain sebagai tanda
semakin dekatnya proses persalinan, hal ini juga bisa menjadi salah satu tanda bahaya kehamilan
terutama jika usia kehamilan Anda masih dalam trimester pertama atau kedua. Demikianlah 10
tanda bahaya kehamilan yang berhasil kami rangkum. Sebagai pungkasan, kami ingatkan sekali
lagi, jika Anda mengalami salah satu tanda bahaya tersebut, segeralah hubungi tenaga kesehatan
untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius.
Sumber: http://www.ibu-hamil.web.id/2015/02/10-tanda-bahaya-kehamilan-trimester-pertamapdf.html
Disalin dari Ibu-Hamil.web.id, Blog Ibu Hamil Indonesia.

menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatrik bila
keadaan memburuk. Delirium, kebutaan, takhikardi, ikterus, anuria dan perdarahan merupakan
manifestasi komplikasi organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk
mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh
karena disatu pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat, tetapi di lain pihak tidak boleh
menunggu sampai terjadi gejala ireversibel pada organ vital (Sarwono P. 2002: 279).
Definisi Kehamilan - Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin mulai
sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, I.B.G, 1998).
Kehamilan dimulai dari proses pembuahan (konsepsi) sampai sebelum janin lahir (Judi J.E,
2002).
1. Pembagian Umur Kehamilan
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi dalam 3 bagian, masing-masing:

Kehamilan triwulan pertama (antara 0 sampai 12 minggu)

Kehamilan triwulan kedua (antara 12 sampai 28 minggu)

Kehamilan triwulan terakhir (antara 28 sampai 40 minggu) (Hanifa W, 2005)

2. Gambaran Kehamilan Normal


Gambaran dari kategori diagnosis kehamilan normal adalah:

Ibu sehat

Tidak ada riwayat obstetri buruk

Ukuran uterus sama atau sesuai usia kehamilan

Pemeriksaan fisik dan laboratorium normal (Saifuddin, A.B, 2002)

Tanda
Bahaya
Kehamilan
Beberapa tanda bahaya dalam kehamilan yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan
saat
hamil
dan
meningkatkan
bahaya
terhadap
bayi,
yaitu:
1.

Terjadi

perdarahan

pervaginam.

Terjadi pengeluaran abnormal, yaitu darah pervaginam, cairan yang cukup banyak, dan darah
bercampur lendir (Manuaba, I.B.G, 1998). Perdarahan seperti haid atau lebih banyak lagi, ibu

dan janin dalam bahaya yang mungkin merenggut nyawa mereka (Depkes RI, 1999).
Perdarahan setelah usia 20 minggu disebut juga hemoragia ante partum (HAP). Dapat
disebabkan oleh plasenta yang menutupi jalan lahir (placentae praevia), plasenta yang terlepas
dari tempat melekatnya pada dinding rongga rahim (solusio placentae), atau putusnya pembuluh
darah pada daerah selaput ketuban di sekitar mulut rahim (vasa praevia) (Judi J.E, 2002).
2.
Sakit
kepala
lebih
dari
biasa.
Sakit kepala di bagian frontalis yang lebih dari biasa merupakan tanda bahaya untuk eklampsia
yang membakat (Farrer, H, 2001). Ibu mungkin akan mengalami kejang-kejang, janinnya mati,
dan perdarahan yang banyak setelah melahirkan (Departemen Kesehatan RI, 1999).

3.
Gangguan
penglihatan.
Ibu merasakan perubahan penglihatan, pandangan menjadi kabur atau melihat bercak di depan
mata (Depkes RI, 1999). Pada pre-eklampsia tampak edema pada retina, sehingga ditemukan
gangguan penglihatan (Hanifa W, 2005).
4.
Pembengkakan
pada
wajah
atau
tangan.
Dengan gejala terjadi pembengkakan pada kelopak mata, muka, dan tangan/kaki atau
bertambahnya BB secara abnormal (Manuaba, I.B.G, 1998). Sedikit bengkak pada mata kaki
dapat terjadi pada kehamilan normal, namun bengkak pada tangan dan atau wajah merupakan
tanda preeklampsi. Jika ibu sulit melepaskan cincin atau gelang yang biasa dipakainya, serta
mata kaki yang bengkak dan menimbulkan cekungan yang tak cepat hilang bila ditekan,
merupakan
tanda
bengkak
yang
tidak
normal
(Depkes
RI,
1999).
Penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh biasanya dapat diketahui
dari kenaikan berat badan serta pembengkakan pada wajah atau tangan. Hal ini perlu
menimbulkan kewaspadaan terhadap timbulnya pre-eklampsia (Hanifa W, 2005).
5.
Nyeri
abdomen
(epigastrik).
Nyeri perut pada kehamilan usia 22 minggu atau kurang mungkin gejala utama pada kehamilan
ektopik atau abortus. Jika ibu mengeluh nyeri abdomen pada kehamilan lebih dari 22 minggu
kemungkinan persalinan preterm, solusio plasenta, atau amnionitis (Saifuddin, A.B, 2002). Nyeri
perut bawah secara terus-menerus, yang kadang-kadang menjalar ke samping atau ke punggung
yang tidak berkurang dengan istirahat, mungkin hal ini disebabkan oleh infeksi kandung kencing,
yang dapat menyebabkan persalinan sebelum waktunya (Depkes RI, 1999).

6.

Janin

tidak

bergerak

sebanyak

biasanya.

Jika ibu merasakan gerakan janin berkurang atau hilang sesudah kehamilan 22 minggu diagnosis
kemungkinannya adalah solusio plasenta dan gawat janin (Saifuddin, A.B, 2002). Janin
berkurang geraknya, janin mungkin kekurangan oksigen atau makanan dari ibunya, sehingga
menjadi
lemah
atau
bahkan
tewas
(Depkes
RI,
1999).
Bila ditemukan satu atau lebih tanda bahaya tersebut, jelaskan kepada ibu dan keluarganya
bahwa keadaan itu mudah menimbulkan kegawatdaruratan. Anjurkan agar ibu segera dibawa ke
rumah sakit atautempat-tempat pelayanan kesehatan lainnya, untuk mencegah kejadian yang tak
diinginkan (Depkes RI, 1999).
Daftar Pustaka - Pengertian Kehamilan dan Tanda Bahaya Kehamilan
Departemen Kesehatan RI. 1999. Pedoman Pelayanan Kebidanan Dasar. Jakarta: Departemen
Kesehatan
Manuaba, I.B.G. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk
Pendidikan
Bidan.
Jakarta:
EGC.
Farrer, H. 1987. Maternity Care. Andry, H. 2001 (alih bahasa). Jakarta: EGC.
Hanifa,

W.

(Ed).

2005.

Ilmu

Kebidanan.

Jakarta:

YBP-SP.

Saifuddin, A.B. (Ed). 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta:
YBP-SP.
Judi, J.E. 2002. Mempersiapkan Kehamilan Sehat. Jakarta: Puspa Swara.
Sarwono Prawirohardjo. (2002). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Pengertian Kehamilan dan Tanda Bahaya Kehamilan
Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan
Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda bahaya atau
risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau
kematian sebelum maupun sesudah persalinan (Tiran, 2007).
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu
hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau
janin yang dikandungnya.Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan Sedangkan
menurut uswhaya 2009, Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa
ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.
B.

Macam macam tanda bahaya kehamilan

a. Keluar darah dari jalan lahir


Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masaawal sekali
kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting disekitar waktu
pertama haidnya. Perdarahan ini adalah pendarahan implantasi, dan ininormal terjadi. Pada
waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertandadari servik yang rapuh
atau erosi. Perdarahan semacam ini

mungkin normal atau mungkinsuatu tanda adanya

infeksi.Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah, perdarahan yang
banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola
atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidaknormal adalah merah,
banyak, dan kadang -kadang, tetapi tidak selalu, disertai dengan rasanyeri. Perdarahan semacam
ini bias berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta(Pusdiknakes, 2003).
b. Keluar air ketuban sebelum waktunya
Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan
berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya
tekanan intrauteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya infeksi yang dapat
berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban
di vagina. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazintest) merah
menjadi biru (Saifuddin, 2002).
c.

Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan danterjadinya gejala
-gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan
semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalamkehamilan dapat merupakan
gejala dari eklampsia.

d. Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 10 kali dalam 12jam)
Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa ibu dapat
merasakan gerakan

bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi

harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan
jika ibu makan dan minum dengan baik.
e.

Demam Tinggi

Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38C dalam kehamilan merupakan suatu
masalah.

Demam

tinggi

dapat

merupakan

gejala

adanya

infeksi

dalam kehamilan.

Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, minum banyak dan mengompres
untuk

menurunkan suhu (Saifuddin,2002). Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam

kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh wanita hamil yang
kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala-gejala penyakit. Padainfeksi berat dapat
terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadiselama kehamilan,
persalinan dan masa nifas.
f.

Nyeri perut yang hebat


Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak
normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan
jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat. Hal ini bisa berarti
appendiksitis, kehamilan ektopik,

aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan preterm,

gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi placenta, infeksi saluran kemih
atauinfeksi lainnya .
g. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakanketidaknyamanan
yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatumasalah yang serius adalah
sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan
sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkinmenemukan bahwa penglihatannya men jadi kabur
atau berbayang. Sakit kepala yang hebatdalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia.
h. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda.
Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada kehamilan trimester I.
Mual

biasa terjadi pada pagi hari, gejala ini biasa terjadi 6 minggu setelah HPHT dan

berlangsung selama 10 minggu. Perasaan

mual ini karena

meningkatnya kadar

hormoneestrogen dan HCG dalam serum. Mual dan muntah yang sampai mengganggu
aktifitas sehari-hari dan keadaan umum menjadi lebih buruk, dinamakan Hiperemesis
Gravidarum.

i.

Selaput kelopak mata pucat


Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan hemoglobin di bawah
11gr % pada trimester I dan III, <10,5 gr % pada trimester II. Nilai tersebut dan perbedaannya
dengan wanita tidak hamil terjadi hemodilusi, terutama pada trimester II. Anemia dalam
kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya
saling berinteraksi (Saifuddin, 2002)

C. Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan


Komplikasi tanda bahaya kehamilan :
a.

Perdarahan
Penyebab perdarahan paling sering pada trimester ketiga adalah:

1. Kelainan letak plasenta.


2. Pelepasan plasenta sebelum waktunya.
3. Penyakit pada vagina atau leher rahim (misalnya infeksi). Perdarahan pada trimester ketiga
memiliki risiko terjadinya kematian bayi, perdarahan hebat dan kematian ibu pada saat
persalinan. Untuk menentukan penyebab terjadinya perdarahan bisa dilakukan pemeriksaan
b.
1.
2.
3.
4.
5.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
D.

USG, pengamatan leher rahim dan Pap smear.


Persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada keadaan berikut:
Ibu memiliki kelainan struktur pada rahim atau leher rahim.
Perdarahan.
Stress fisik atau mental.
Kehamilan ganda.
Ibu pernah menjalani pembedahan rahim.
Bayi lahir belum cukup bulan.
Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).
Keguguran (abortus).
Persalinan tidak lancar / macet.
Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.
Janin mati dalam kandungan.
Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.
Keracunan kehamilan/kejang-kejang. (Firdaus, 2006)
Cara Mencegah Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan Pencegahan Tanda Bahaya

Kehamilan
1. Mengenal dan mengetahui ibu-ibu yang termasuk dalam kondisi yang mengalami tanda bahaya
dengan adanya pengetahuan ibu-ibu sehingga dapat dilakukan rujukan ke tempat fasilitas yang
lebih baik (rumah sakit).

2. Meningkatkan mutu perinatal care


3. Menganjurkan setiap ibu hamil kontrol ke BKIA.
4. Penyuluhan oleh bidan desa terhadap kesehatan ibu, bayi serta penyakit yang dapat diderita oleh
ibu selama kehamilan secara aktif.
5. Bidan desa harus bertempat tinggal di desa yang ditugaskan yang merupakan ujung tombak
tentang kesehatan ibu di desa yang ditempatinya.
6. Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah
Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
7. Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.
8. Bila ditemukan kelainan saat pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
9. Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna. (Rachmat, 2007)

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Bidan harus dapat mendeteksi sedini mungkin terhadap tanda-tanda bahaya pada ibu
hamil yang mungkin akan terjadi, karena setiap wanita hamil tersebut beresiko mengalami
komplikasi. Yang sudah barang tentu juga memerlukan kerjasama dari para ibu-ibu dan
keluarganya, yang dimana jika tanda-tanda bahaya ini tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi,
dapat mengakibatkan kematian ibu.
Tanda-tanda

bahaya

yang

harus

diwaspadai

selama

kehamilan antara lain:

Perdarahan, pervaginam, Sakit kepala yang hebat, Penglihatan kabur, Bengkak pada muka dan
tangan, Keluar cairan pervaginam, Nyeri/ sakit perut yang hebat, Gerakan janin tidak terasa.
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu
hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau
janin yang dikandungnya. Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan (hamil
muda) atau pada pertengahan atau pada akhir kehamilan (hamil tua).
B. Saran
1. Selalu makan makanan yang mengandung gizi seimbang agar kebutuhan nutrisi ibu hamil dan
janin dapat terpenuhi

2.

Lakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala agar kesehatan ibu hamil dan janin dapat

terpantau
3. Segera periksakan kesehatan kandungan jika terjadi salah satu atau lebih dari gejala tanda
bahaya kehamilan yang mungkin terjadi.

DAFTAR PUSTAKA
Ananta. 2009. Permasalah Pada Kehamilan Muda. Jakarta : Rineka Cipta
Kurniawan. 2008. Bahaya Yang Sering Terjadi Pada Kehamilan Muda. http://www.info-cyberneth.com.id diakses tanggal 15 Maret 2010
Curtis,G.B.2002. Tanya Jawab Seputar Kehamilan. Jakarta.
Hanifa, W. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Kusmiyati, Y. DKK. 2008. Perawatan Ibu Hamil. Jakarta
Prawirohardjo, 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. Yayasan Bina
Pustaka