Anda di halaman 1dari 9

EFEK FOTOLISTRIK

Lailiatul Muawanah
JURUSAN FISIKA, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM,
UNIVERSITAS JEMBER
Lailiatul0213@gmail.com
22 Desember 2015
ABSTRAKS

Efek fotolistrik merupakan suatu peristiwa terlepasnya electron dari permukaan zat (logam)
apabila disinari cahaya (foton). Praktikum ini dilakukan dengan menentukan fungsi kerja suatu
fotodioda dan menentukan nilai tetapan planck (h). Hal ini dilakukan dengan mencari hubungan
antara spectrum yang berfrekuensi dengan beda potensial yang dihasilkan melalui percobaaan.
Selain itu ,percobaan dilakukan dengan mencari hubungan filter transmisi dengan potensial
penghenti.Praktikum ini dilakukan dengan peralatan h/e, dimana cahaya akan memancarkan
spectrum warna sehingga diperoleh potensial penghentinya. Hasil yang diperoleh semakin kecil
filter transmisi maka semakin kecil pula potensial penghentinya,hal ini berarti bahwa besar
kecilnya filter transmisi berbanding lurus dengan potensial penghentinya.

Kata Kunci :

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Efek fotolistrik adalah terlepasnya
electron dari permukaan logam karena
logam tersebut disinari cahaya. Menurut
Max Planck untuk menguji teori kuantum,
mengadakan suatu penelitian dangan Albert
Einstein untuk menyelidiki bahwa cahaya
merupakan pancaran paket-paket energy
yang kemudian disebut dengan foton yang
memiliki energy sebesar hf. Efek fotolistrik

membuktikan foton yang memiliki energy


sebesar elektrovolts sampai lebih dai 1 MeV
unsure atomnya tinggi. Selain itu, cahaya
yang dimaksud dengan paket energy yaitu
cahaya yang terdapat dialam memiliki
energy yang besarnya terkuantisasi dan
merupakan kelipatan dari bilangan bulat
(Beiser,2003).
Praktikum efek fotolisrik dilakukan
untuk mengetahui fungsi kerja fotodioda dan
nilai tetapan planck (h) serta energy kinetic
maksimum fotoelektron. Praktikum efek

fotolistrik dilakukan dengan susunan


peralatan sesuai dengan gambar. Cahaya
merkuri dihidupkan, kemudian sumber
cahaya akan memancarkan lima spectrum
warna. Filter transmisi digunakan untuk
mencari pengaruh intensitas pada potensial
penghenti.
Praaktikum efek fotolistrik sangat
penting dilakukan karena selain mengetahui
teori, juga harus dapat mengetahui
aplikasinya.
Selain
praktikum
yang
dilakukan, efek fotolistrik sangat bermanfaat
dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada
tabung pengganda (photomultipier tube).
Prinsip kerja dari tabung ini mempunyai
spectrum radiasi elektromagnetik yang dapat
diamati . Tabung memiliki efesiensi yang
sangat tinggi , bahkan mendeteksi foton
tunggal. Selain itu efek fotolistrik eksternal
dapat
dimanfaatkan
untuk
tujuan
spektroskopi yang disebut PES.
Praktikum efek fotolistrik dilakukan
untuk mengetahui pengaruh filter transmisi
terhadap potensial penghentinya,pengaruh
frekuensi
warna
terhadap
potensial
penghenti, dan untuk mengetahui nilai
tetapan planck (h/e) energy kinetic
maksimum fotodioda dari eksperimen efek
fotolistrik yang dilakukan.
Manfaat praktikum efek fotolistrik
dalam kehidupan sehari-hari adalah pada
tabung pengganda (photomultipier tube).
Prinsip kerja dari tabung ini mempunyai
spectrum radiasi elektromagnetik yang dapat
diamati . Tabung memiliki efesiensi yang
sangat tinggi , bahkan mendeteksi foton
tunggal. Selain itu efek fotolistrik eksternal
dapat
dimanfaatkan
untuk
tujuan
spektroskopi yang disebut PES.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


Penemuan efek fotolistrik merupakan
salah satu tonggak sjarah kelahiran fisika
kuantum. Dalam postulat nya Planck
mengkuantisasi energy yang dapat dimiliki
oleh osilator, tetapi tetap memandang
radiasi termal dalam rongga sebagai gejala
gelombang. Einstein mengatakan bahwa
apabila suatu osilator tersebut memancarkan
suatu gumpalan energy elektromagnetik.
Gumpalan energy yang dimaksud adalah
foton. Namun,efek fotolistrik pertama kali
ditemukan
oleh
Hertz
ketika
mendemonstrasi
keadaan
gelombang
elektromagnetik. Hertz mengamati dan
kemudian menunjukkan bahwa electrode
diterangi
dengan
sinar
ultraviolet
menetapkan bunga api listrik lebih mudah
(Beiser,2003).
Secara skematik rangkaian eksperimen
efek fotolistrik terdiri atas dua plat
logam(elektroda) yang ditempatkan pada
vakum dan terpisah pada jarak tertentu dan
dihubungkan dengan amperemeter dalam
suatu rangkaian seri. Sehingga suatu efek
fotolistrik adalah suatu peristiwa terlepasnya
electron dari permukaan zat(logam) apabila
permukaan logam disinari cahaya (foton)
yang memiliki energy lebih besar dari
energy ambang dan menyerap radiasi
elektromagnetik tergantung pada jenis
permukaan.

Gambar: 2.1 Efek Fotolistrik


(Sumber: Sutopo,2005)
Interaksi antara berkas cahaya dri electronelektron logam menunjukkan beberapa sifat
yang belum pernh dikenal sebelumnya. Sifat
kuantum mempengaruhi pembentukkan
antara
konsep
dualitas
partikel
(Purwanto,1999)

lebih besar mak selisih antara energy foton


dan funsi kerja akan terbawa oleh electron
sebagai energy kinetic (Ek) sehingga
electron dapat melintasi ruang vakum antara
dua plat logam. Besar suatu muatan electron
fotolistrik
dapat
ditentukan
dengan
memberikan poternsial oitput dalam
rangkaian untuk menentukan arus fotolistrik

( 12 m v )

e V 0=

=hf

maks

(2.3)

(Muljono,2013).

Apabila pada suatu logam dengan fungsi


c
h > c
kerja
dimana
maka

Salah satu aplikasi dari efek fotolistrik


adalah sel surya diaman dapat mengubah
energy matahari menjadi energy listrik efek
fotolistrik internal. Suatu semikonduktor
yang disinari dengan cahaya tanpak akan
memisahkan electron dan hole. Kelebihan
suatu electron disuatu sisi yang disertai
dengan kelebihan hole disisi lain akan
menimbulkan beda potensial yang jika
dialirkan pada suatu atas beban akan
menghasilkan arus listrik. Sebuah sel surya
adalah sebuah alat yang mengubah energy
matahari langsung menjadi listrik oleh efek
fotolistrik. Prinsip kerja sel surya, cahaya
yang jatuh pada sel surya menghasilkan
electron yang bermuatan positif dan hole
bermuatan negative.Electron dan hole
mengalir
membentuk
arus
listrik
(Beiser,2003).

electron dapat terlepas dari logam. Sehingga


tenaga tepat sama dengan fungsi kerja
logam yang dikenainya.

BAB 3. METODE PERCOBAAN

Menurut
(Krane,1992)
Planck
mengatakan bahwa kuanta yang berpautan
dengan fungsi tertentu dari cahaya harus
memiliki energy sama dari energy ini
berbanding lurus dengan
E=h

(2.1)

Untuk energy kinetic electron, energy


cahaya dan energy momentum dari cahaya
memiliki hubungan yaitu:
Ek = Ec c

(2.2)

Interaksi anatara foton databg dan


electron logam menghasilkan suatu efek
fotolistrik, dimana energy seluruh foton
diserap oleh electron. Apabila energy foton

1.1 Alat dan Bahan


Alat yang digunaka pada praktikum
efek fotolistrik adalah:

1. Sumber cahaya merkuri (Mercury light


source) berfungsi sebagai sumber foton
atau elektromagnetik dengan beberapa
panjang gelombang.
2. h/e
apparatus
berfungsi
untuk
memunculkan
fotoelektron
dipermukaan fotodioda ketika sel
disinari.
3. h/e accessory berfungsi sebagai
komponen
pelengkap
dalam
ekspererimen efek fotolistrik.
4. Lensa/ Gratting Blazed 500 nm
berfungsi untuk menangkap cahaya
yang dipancarkan dari sumber cahaya
merkuri.
5. Light
black
berfungsi
untuk
memblocking atau menghalangi cahaya.
6. Diffaction set berfungsi sebagai alat
untuk menyebarkan cahaya yang
masuk.
7. Relative transmission berfungsi sebagai
filter transmisi dengan intensitas
presentase tertentu.
8. Voltmeter digital berfungsi sebagai alat
untuk mengukur tegangan.
9. Yellow
filter
berfungsi
untuk
meneruskan spectrum warna kuning.
10. Green
filter
berfungsi
untuk
meneruskan spectrum warna hiaju.
1.2 Desain Percobaan
Desain percobaan dalam praktikum efek
fotolistrik (h/e) adalah:

(Sumber : Tim Penyusun Buku Panduan


Praktikum Eksperimen fisika1,2015)
1.3 Langkah Kerja
Langkah kerja yang dilakukan dalam
praktikum efek fotolistrik (h/e) adalah:
1. Peralatan disususn seperti gambar
3.1
2. Sumber cahaya merkuri diamati
dihidupkan, tunggu kira-kira 5 menit
sehingga muncul cahaya
3. Sumber cahaya merkuri diambil
ketika memunculkan lima spectrum.
Kemudian
untuk
mengamati
spectrum-spektrum diletakkan kertas
putih didapan grating.
4. h/e apparatus dihidupkan. Posisi h/e
apparatus diatur sehingga salah satu
spectrum cahaya mengenai bagian
tengan jendela fotodioda.
5. Tombol push to zero/discharge
pada panel h/e apparatus untuk
membuang akumulasi fotodioda.
1.3.1 Bagian I
1. Posisi h/e diatur sehingga salah satu
spectrum cahaya sumber masuk
kedalam fotodioda
2. Filter warna kuning digunakan untuk
spectrum kuning
3. Filter yang dipilih diletakkan tepat
didapan reflektif h/e apparatus
dengan
menempelkan
pada
komponen holder.
4. Relative transmission diletakkan dan
diposisikan

didepan

apparatus.

Pilih

relatife
angka

h/e

100%

intensitas spectrum ditransmisikan


menuju fotodioda. Tekan tombol
Gambar : 3.1 Susunan Eksperimen Efek
Fotolistrik

discharge lalu lepaskan.

5. Tegangan

yang

terbaca

pada

40
60
80
100

voltmeter dicatat.
6. Relative transmission digeser pada
harga yang paling rendah.
7. Langkah no 5 dan 6 diulangi untuk
warna-warna yang lain.

1.3.2

2. Bagian II
Warna

Bagian II
1. Selanjutnya, posisi h/e apparatus
diatur sehingga

kuning pada orde tepat mengenai


fotodioda.

Filter

kuning

diletakkan

didepan

Potensial

i (Hz) xi

penghent
i (yi)

spectrum warna

jendela

Frekuens

warna
h/e

Kuning
Hijau
Biru
Ungu

apparatus, tombol push to zero


3.

ditekan lalu dilepaskan.


2. Tegangan output dicatat
3. Langkah no 1 dan 2 diulangi untuk

h/e

setiap warna yang ada. Pengukuran


dilakukan dari gelombang panjang
ke gelombang pendek.
Analisis Data

3.4

2.4.2

Ralat

Analisi data yang digunakan pada praktikum

c=

efek fotolistrik adalah:


3.4.1

v= v=
e
e

Tabel Pengamatan

h
=m
e
h

1. Bagian I
Fiter
Tranmis
i (%)
20

D=

Potensial Penghenti (volt)


Kunin Hijau Biru Ung
g

ethe best

h
e referensi

h
ereferensi

Eror grafik

x 100

(yy)+
(xx)

1
y=
N1

(
i=1

20
40
60
80
100

i=1

i=1

xi a xi yib yi
2

xi
2
N xi ( )

y N y 2
A=

0.2
0.36
0.41
0.44
0.55

0.37
0.44
0.51
0.53
0.59

0.42
0.54
0.63
0.77
0.82

0.34
0.48
0.55
0.62
0.72

1
B=A
xi 2

N i=1

1
0.8

( y y )= ( A A ) x + ( B B )

kuning

0.6

2.4.3 Grafik
1. Grafik antara potensial penghenti dan fluks
transmisi

hijau

0.4

biru

0.2

ungu

0
0

50

100

150

Gambar : 4.1
4.1.2 Bagian I

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

potensial
penghenti
0.72
0.75
1.03
0.88

warna

frekuensi

kuning
hijau
biru
ungu

5.19E+14
5.49E+14
6.88E+14
7.41E+14

9.19394E+29

-7.251E31

-4.575E16

0.75823

4.1 Hasil
4.1.1 Filter Transmisi
Filter
Transmisi
(%)

Potensial Penghenti
Kuning

Hijau

Biru

Ungu

( y y )= ( A A ) x + ( B
(2.146E+00

7.251E-31)+

(0.639834

16)

4.575E-16)

1.05
1
0.95
0.9
0.85
0.8
0.75
0.7

0.8
0.7
0.6

f(x) = 0x - 0.09

0.5

f(x) = 0x + 0.19
Linear ()

7.00E+14

Linear ()

0.4
700000000000000
500000000000000

Gambar: 4.4

5.00E+14

0.8

Gambar: 4.2 Hubungan

0.7

1.1

0.6

0.5

0.9

0.4
5.00E+14

0.8
0.7
5.00E+14

7.00E+14

7.00E+14

Gambar: 4.5 Eror Grafik


4.2 Pembahasan

Gambar : 4.3 Eror Grafik

Efek fotolistrik merupakan peristiwa


terlepasnya electron dari permukaan logam
karena logam tersebut disinari cahaya.
potensial
D
warna
frekuensi
penghenti
Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui
kuning
5.19E+14
0.44 0,7582
untuk mengetahui pengaruh filter transmisi
hijau
5.49E+14
0.48 3
terhadap potensial penghentinya,pengaruh
biru
6.88E+14
0.71
frekuensi
warna
terhadap
potensial
ungu
7.41E+14
0.63
penghenti, dan untuk mengetahui nilai
tetapan planck (h/e) energy kinetic
(
y

y
)
=
(
A

A
)
x
+
(
B B )
maksimum
fotodioda dari eksperimen efek
y
A
B
fotolistrik yang dilakukan. Susunan alat
9.19394E+
(2.146E+00
29
7.251 4.575E -7.251Eyang digunakan dalam praktikum adalah
E-31
16
sumber mercury, h/e apparatus, h/e
31)+(0.319072
accessory, grating, diffraction set yang

4.1.3 Bagian II

-4.575E-

disusun sedemikian rupa untuk melakukan


praktikum.
Praktikum pertama dilakukan untuk
mengetahui pengaruh filter transmisi dengan
potensial penghenti.semakin kecil fiter
transmisi yang digunakan pada praktikum
maka panjang gelombang semakin kecil
pula potensial penghentinya. Sehingga
antara filter transmisi dengan potensial
penghenti nilai yang didapat berbanding
lurus.

BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Praktikum kedua dilakukan pada


orde pertama dimana

5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
Beiser,A .2003.Concept of Modern Physics
Sixth Edition. New York : Mc Graw-Hill.
Krane, K. 1992. Fisika Modern.Jakarta
:Universitas Indonesia.
Muljono . 2013 . Fisika Modern. Yogyakarta
:Andi.
Purwanto, A. 1999. Fisika Kuantum.
Yogyakarta: Griya Media.
Sutopo.2005. Pengantar Fisika Kuantum .
Malang: FMIPA UM.
Tim Penyusun Buku Panduan Eksperimen
Fisika 1. 2015. Buku Panduan Eksperimen

Fisika 1. Jurusan Fisika FMIPA : Universitas


Jember.