Anda di halaman 1dari 2

Jepang memiliki budaya populer yang telah menyebar ke seluruh dunia.

Salah satunya
berkaitan dengan dunia hiburan. Dunia hiburan mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Acara-acara yang disajikan televisi semakin bervariasi, baik dari sisi konten maupun jenis acara.
Jenis-jenis acara tersebut diantaranya adalah film, sinetron, infotaiment, realityshow, berita, kuis,
serta acara-acara musik. Acara-acara tersebut dikemas dengan kemasan yang menarik sehingga
menarik orang untuk menyaksikan acara- acara tersebut.
Perkembangan teknologi informasi juga semakin memudahkan orang untuk memperoleh
informasi tambahan mengenai dunia hiburan maupun menikmati hiburanhiburan dengan cara yang
berbeda. Media-media seperti situs Youtube dan penyedia video streaming, memberikan akses
informasi dunia hiburan yang mungkin tidak dapatkan melalui televisi. Forum-forum penyedia
diskusi juga memungkinkan orang-orang yang memiliki kegemaran yang sama untuk saling
berkumpul dan bertukar informasi mengenai dunia hiburan secara virtual tanpa harus bertatap muka
terlebih dahulu. Ini membuat dunia hiburan menjadi semakin kaya akan konten-konten.
Imbas dari perkembangan dunia hiburan tersebut adalah munculnya banyak artis pendatang
baru yang berlomba-lomba menarik perhatian penikmat dunia hiburan. Para pendatang baru tersebut
ditampilkan dengan kemasan yang menarik, baik dari segi tampilan maupun konsep. Semuanya
dilakukan demi meraih banyak penonton yang kemudian akan menjadi penggemar mereka.
Interaksi ini menimbulkan perasaan dekat dengan artis favoritnya pada diri penggemar, di
mana semakin sering penggemar melakukan interaksi, mereka seakan-akan terhipnotis untuk selalu
memuja idola mereka selayaknya seorang dewa. Hal tersebut dapat memicu timbulnya perilaku
yang sering dianggap berlebihan dan melampaui batas.
Semakin banyaknya pendatang baru yang muncul membuat penikmat dunia hiburan
mendapatkan banyak pilihan untuk menggemari dan membentuk interaksi parasosial dengan salah
dari mereka. Salah satu artis yang sedang menjadi fenomena di Indonesia saat ini dan memiliki
banyak penggemar adalah grup idola JKT48. Sama seperti hubungan artis lain dengan
penggemarnya, interaksi parasosial juga terjadi antara JKT48 dengan para penggemarnya.
JKT48 adalah grup idola yang berasal Jakarta, Indonesia yang terbentuk pada tahun 2011,
grup JKT48 merupakan saudari grup idola AKB48 pertama yang berada di luar Jepang. Aoyagi
(1999) mendefinisikan grup idola sebagai sekumpulan figur yang dipromosikan melalui media
(mediapromotedpersonalities) yang pekerjaannya adalah menyanyi, menari dan berakting di teater
atau panggung, muncul di acara televisi, dan berpose di majalah atau iklan. Grup ini mengadopsi
konsep yang sama dengan grup saudarinya, AKB48, yaitu "Idol you can meet. Meskipun
melakukan kegiatan entertaiment seperti menyanyi dan menari dan beranggotakan lebih dari dua
individu, grup ini menolak di sebut girlband karena konsep idola yang tidak hanya dapat di lihat

melalui televisi, tetapi juga dapat ditemui di teater tempat di mana mereka melakukan penampilan
secara rutin.
Menurut Earnst Cassier, animal simbolycum adalah suatu istilah untuk manusia yang dapat
dijelaskan sebagai makhluk atau hewan yang menyimbolkan apapun melalui pemikirannya atau
kelakuannya. Dengan terlibatnya indera dan persepsi, makna simbol bergantung kepada makna
yang disepakati dalam sebuah kelompok masyarakat atau budaya. Kemampuan menyimbolkan
apapun ini merupakan kemampuan yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya dan
menempatkan derajat manusia berada di atas derajat makhluk hidup lainnya. Kemampuan ini dapat
ditemukan dalam simbol-simbol yang hadir di seputar kehidupan manusia, yang sudah disepakati
untuk menyampaikan pesan atau makna tertentu. Contoh paling sederhana dari animal simbolycum
ini adalah jika ada orang yang mengacungkan jempol, bisa berarti ia sedang mencari tumpangan
atau ia ingin memuji sesuatu atau mengatakan kalau sesuatu itu tidak apa-apa, baik, bagus, dan
tidak bermasalah. Kemampuan ini selalu berkembang, dan dapat berkembang menjadi penamaan
benda atau penamaan non-benda.
Menurut Slameto (2010:102), persepsi adalah proses yang menyangkut
masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi
manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya.
Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera pengelihat, pendengar,
peraba, perasa, dan pencium.
Persepsi juga sering dikenal sebagai anggapan, pandangan, atau
gambaran. Persepsi dapat disebabkan oleh tanggapan seseorang atau
tanggapan umum mengenai satu hal atau objek. Dengan kata lain, persepsi
merupakan proses pemberian tanggapan, pengartian, penggambaran, atau
penginterpretasian terhadap apa yang dilihat, didengar atau dirasakan dalam
bentuk sikap, pendapat, dan tingkah laku. Persepsi juga bersifat subjektif,
karena bergantung kepada kemampuan dan keinginan masing-masing individu
untuk menafsirkan sesuatu dan masing-masing individu mempunyai cara yang
berbeda-beda.
Menurut Wolberg (1967), manusia merupakan makhluk sosial yang
sekaligus juga makhluk individual, maka terdapat perbedaan antara individu
yang satu dengan yang lainnya. Adanya perbedaan ini menyebabkan mengapa
cara pandang seseorang terhadap satu objek berbeda dengan cara pandang
orang lain.