Anda di halaman 1dari 16

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

MATERI I
PENGENALAN ILMU KIMIA

1.1 Pengertian
Kimia berasal dari bahasa Arab: , transliterasinya (diucapkan) kimiya, yang
berarti sebutan untuk perubahan sebuah benda dan bahasa Yunani: , transliterasi
(diucapkan) khemeia, yang berarti ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur dan
sifat zat dari skala atom hingga molekul, serta perubahan dan interaksinya dalam membentuk
materi.
Secara garis besar ilmu Kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang
pemahaman sifat dan interaksi atom secara individual dengan tujuan untuk menerapkan
pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut paham kimia modern, sifat fisik
materi umumnya ditentukan oleh struktur atom yang kemudian ditentukan oleh gaya antar
atom dan ikatan kimia. Oleh karena itu, kimia dianggap sebagai "ilmu pusat" karena
menghubungkan dan digunakan sebagai dasar penjelasan pada berbagai bidang ilmu lain,
seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika,
lingkungan dan geologi.
1.2 Sejarah Ilmu Kimia
Ilmu kimia merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini bermula dari alkimia yang
telah dipraktikkan sejak berabad-abad lalu di seluruh dunia. Alkimia adalah protosains yang
menggabungkan kimia, fisika, astrologi, seni, semiotika, metalurgi, kedokteran, mistisisme
dan agama. Dua tujuan yang saling berkaitan diupayakan oleh banyak ahli alkimia yakni
batu filosof (sebuah zat mitos yang memungkinkan terjadinya transmutasi logam biasa
menjadi emas) dan panacea universal (obat yang dapat menyembuhkan segala penyakit dan
memperpanjang usia). Alkimia dipandang sebagai cikal-bakal ilmu kimia modern sebelum
dirumuskannya metode ilmiah.
Kata alkimia berasal dari Bahasa Arab al-kimiya atau al-khimiya ( atau
) , yang mungkin dibentuk dari partikel al- dan kata Bahasa Yunani khumeia
() yang berarti "mencetak bersama", "menuangkan bersama", "melebur", "aloy" dan
lain-lain (dari khumatos, "yang dituangkan, batang logam"). Etimologi lain mengaitkan kata
ini dengan kata "Al Kemi", yang berarti "Seni Mesir", karena bangsa Mesir Kuno menyebut
negerinya "Kemi" dan dipandang sebagai penyihir sakti di seluruh dunia kuno.

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

Sejarah tentang ilmu kimia dibagi menjadi empat kategori yaitu: zaman prasejarah awal era Kristen (ilmu hitam), awal era Kristen - akhir abad XVII (alkimia), akhir abad
XVII - pertengahan abad ke XIX (kimia tradisional) dan pertengahan abad XIX (kimia
modern).
1.2.1 Zaman Prasejarah hingga awal Era Kristen (Ilmu Hitam)
Proses kimia diketahui telah dilakukan oleh manusia pada ribuan tahun sebelum
Masehi, yakni berkisar antara tahun 4000 2500 SM, dimana Bangsa Sumeria telah
membuat barang-barang yang terbuat dari emas, tembaga, perunggu dan besi. Di Cina
diketahui telah menggunakan proses kimia melalui penemuan tulisan-tulisan Cina
peninggalan zaman purba kala, dimana pada masa itu diketahui bahwa pertambangan
tembaga telah ada sejak tahun 2600 SM, sedangkan perunggu dibuat pada tahun 1400 SM.
Perunggu juga telah dikenal di Mesir sejak tahun 3400 SM. Zaman awal manusia
memanfaatkan logam untuk keperluan hidupnya disebut zaman logam. Selama zaman
logam, orang Mesir telah memiliki kemampuan dalam pemanfaatan proses kimia, seperti
pembuatan alkohol melalui proses fermentasi, pembuatan racun, mengolah bijih logam,
membuat zat warna, membuat gelas, keramik, dsb.
Pada tahun 430 SM, Democritos (460 370 SM) mengatakan atom adalah bentuk
yang paling sederhana dari materi dan semua materi terdiri dari atom. Alam semesta terdiri
atas atom-atom dan ruang hampa. Atom-atom itu bergerak dan dapat mengubah posisinya.
Atom bersifat kekal, tak dapat dilihat dan tak dapat dibagi. Atom berbeda satu dengan yang
lain dari ukuran, posisi, susunan, berat dan kecepatan pergerakannya. Benda yang tampak
sesungguhnya merupakan kumpulan atom-atom dan benda yang stabil terdiri atas atom-atom
yang saling berkaitan. Perubahan wujud benda disebabkan oleh gerakan, tumbukan dan
pengikatan kembali atom-atom tersebut.

Gambar 1.1 Tokoh yang bernama Democritos


Pada tahun 300 SM, Aristoteles mengatakan bahwa di alam ini hanya ada empat
elemen, yaitu api, udara, air dan bumi. Api bersifat panas dan kering, bumi bersifat dingin
dan kering, air bersifat dingin dan basah, sedangkan udara bersifat panas dan basah.

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

Gambar 1.2 Tokoh yang bernama Aristoteles


1.2.2 Awal Era Kristen hingga akhir abad XVII (Alkimia)
Berdasarkan pernyataan Aristoteles sebelumnya, para alkimiawan berlomba untuk
membuat emas dari logam yang murah. Namun, dalam setiap percobaan mereka selalu gagal
untuk mengubah logam lain menjadi emas, karena mereka mempercayai sepenuhnya pada
pemikiran-pemikiran Aristoteles, sehingga pandangan mereka menjadi kabur untuk
mendapatkan kesimpulan mengenai penggunaan dan perubahan sebuah benda.
Pada umumnya para alkimiawan di Eropa hingga abad XIII percaya bahwa logamlogam biasa dapat diubah menjadi emas. Pendapat ini juga didasari oleh kepercayaan bahwa
semua benda dibentuk oleh tubuh dan roh seperti halnya manusia, sehingga mereka sering
melakukan penyulingan atau destilasi, yaitu dengan memanaskan suatu zat hingga mendidih
dan uap yang terbentuk didinginkan hingga mengembun kembali. Mereka berharap dapat
memperoleh roh yang merupakan unsur utama dari suatu zat, agar dapat digunakan untuk
meningkatkan kemurnian benda yang lain. Dengan pandangan ini, mereka percaya bahwa
mereka akan dapat melakukan transmutasi logam biasa menjadi emas yang dianggap sebagai
logam yang paling mulia. Di antara logam-logam yang mereka kenal, hanyalah raksa yang
dapat disuling (cair), sehingga raksa menjadi pusat perhatian dari ahli kimia pada masa itu.
Pada tahun 1317, Paus John XXII mengeluarkan larangan praktek alkimia, karena telah
berdampak hingga pada percobaan penyulingan tubuh manusia.
Albertus Magnus (1193 1280), berpendapat bahwa logam tidak lain adalah raksa
dan belerang. Raksa mewakili air dan bumi, sedang belerang mewakili materi yang mudah
terbakar. Ia menolak bahwa logam biasa dapat diubah menjadi logam mulia seperti emas.
Menurut keyakinannya hanya alam yang dapat mengubah benda-benda.

Gambar 1.3 Tokoh yang bernama Albertus Magnus

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

Roger Balcon (1214 1294) adalah seorang rahib Fransiskan berkebangsaan


Inggris. Dalam bukunya Mirror of Alchemy, mengatakan bahwa semua benda dalam alam
semesta secara berkelanjutan mengalami proses menuju kepada keadaan sempurna.

Gambar 1.4 Tokoh yang bernama Roger Balcon


Ramon Rull (1232 1315) adalah seorang ahli filsafat, sastrawan, seniman dan
seorang ahli kimia, berpendapat bahwa quintessence atau roh dari benda-benda dalam
alam semesta dapat diisolasi dan dikonsentrasikan melalui proses penyulingan.

Gambar 1.5 Tokoh yang bernama Ramon Rull


Paracelsus yang lahir di Swiss tahun 1493, menyatakan bahwa alkimia adalah suatu
pengetahuan yang mengubah bahan baku yang ada dalam alam ini menjadi produk yang
berguna bagi kemanusiaan. Paracelsus terkenal karena dia mempelopori perombakan dalam
sistem pengobatan. Dalam ilmu kedokteran ia menitikberatkan penggunaan ilmu kimia untuk
pengobatan atau farmasi.

Gambar 1.6 Tokoh yang bernama Paracelsus


Robert Boyle berpendapat bahwa ilmu kimia harus dipelajari sebagai ilmu tersendiri
dan tidak hanya digunakan sebagai pelengkap ilmu kedokteran atau untuk mencapai tujuan
tertentu, misalnya untuk membuat emas seperti halnya para pengikut alkimia.

Gambar 1.7 Tokoh yang bernama Robert Boyle


UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan (721 815), ilmuwan pertama yang menemukan
dan mengenalkan disiplin awal ilmu kimia, karena kebiasaannya yang cukup konstruktif
dalam membuat instrumen, sehingga dapat menguraikan kembali dasar pikiran kuantitatif
dari setiap eksperimennya pada bahan yang berasal dari logam, tumbuhan dan hewan.
Ilmuwan ini lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan. Sementara di dunia Barat, ia dikenal
dengan nama Ibnu Geber.

Gambar 1.8 Tokoh yang bernama Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan
Pada perkembangan berikutnya, Jabir Ibnu Hayyan membuat instrumen pemotong,
peleburan dan pengkristalan. Ia menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan,
pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan
(fixation), amalgasi dan reduksi-oksidasi, yang kemudian digunakan untuk memodifikasi dan
mengoreksi teori Aristoteles mengenai logam, yang tidak berubah sejak awal abad XVIII.
Dalam setiap pendapat, Jabir melaluinya dengan melakukan riset dan eksperimen terlebih
dahulu. Metode inilah yang mengantarkannya menjadi ilmuwan besar yang mewarnai masa
renaissance (kegelapan) dunia Barat. Jabir memperkenalkan eksperimen objektif, karena
suatu keinginan untuk memperbaiki ketidakjelasan dari spekulasi Yunani yang tidak akurat
dalam mengumpulkan fakta. Terobosan Jabir lainnya dalam bidang kimia adalah preparasi
asam sendawa, hidroklorik, asam sitrat dan asam tartar. Dalam hal teori keseimbangan, diakui
para ilmuwan modern bahwa hal tersebut merupakan terobosan awal dalam mengemukakan
prinsip dan praktik alkimia dari masa sebelumnya.

1.2.3 Akhir abad XVII hingga Pertengahan abad XIX (Kimia Tradisional)
Pendefinisian ilmu kimia pada masa itu dimulai dengan adanya teori flogiston. Teori
tersebut dikemukakan oleh Georg Ernst Stahl. Kata flogiston berasal dari kata Yunani
phlox yang berarti nyala api. Apabila suatu benda terbakar atau suatu logam dikapurkan,
maka flogiston akan keluar dari benda tersebut dan diberikan kepada udara di sekitarnya.
Menurut Stahl pada hakekatnya semua benda mengandung flogiston. Suatu benda
mempunyai sifat mudah terbakar apabila di dalamnya terdapat banyak flogiston. Benda yang

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

mengandung banyak flogiston dapat menyumbangkan flogiston-nya pada benda lain yang
kekurangan flogiston. Jadi menurut Stahl ilmu kimia didasarkan pada teori flogiston ini.
Seorang ahli kimia yang masih menggunakan teori flogiston dan dikenal sebagai
penemu oksigen adalah Joseph Priestley yang lahir di Inggris Raya pada 1733. Priestley
berpendapat bahwa apabila lilin yang menyala dalam penyungkup itu kemudian padam,
berarti udara dalam penyungkup tersebut telah jenuh dengan flogiston dan tidak dapat
menyerapnya lagi. Karena dalam gas yang baru ia temukan, lilin dapat menyala dengan
hebat. Priestley menarik kesimpulan bahwa gas tersebut tentulah tak mengandung flogiston
sama sekali, sehingga gas itu disebut dephlogisticated air dan gas yang ketinggalan dalam
pembakaran suatu benda dalam udara biasa (gas sisa) disebut phlogisticated air.

Gambar 1.9 Tokoh yang bernama Joseph Priestley


Teori flogiston akhirnya ditumbangkan oleh Antoine Laurent Lavoisier, yang
dalam experimennya berpendapat bahwa benda hanya dapat terbakar dalam air eminemment
pur, zat yang bukan logam pada pembakaran menghasilkan asam karenanya udara murni
itu dinamakan oksigen (oxus = asam; gen = membuat), logam berubah menjadi kapur logam
dengan jalan mengikat oksigen, proses pembakaran ialah penggabungan kimia antara benda
dengan oksigen, bukan karena adanya flogiston dalam suatu benda.

Gambar 1.10 Tokoh yang bernama Antoine Laurent Lavoiser


Pada tahun 1803, John Dalton menyatakan bahwa semua materi terdiri dari atom,
yang kecil dan tak terpisahkan.

Gambar 1.11 Tokoh yang bernama John Dalton

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

1.2.4 Pertengahan Abad XIX hingga sekarang (Kimia Modern)


Pada zaman ini munculah berbagai penemuan penting dalam ilmu kimia. Pada tahun
1854, Heinrich Geissler menciptakan tabung vakum pertama. Pada tahun 1879, William
Crookes membuat kemajuan dalam teori atom modern. Ia menggunakan tabung vakum yang
dibuat oleh Heinrich Geissler untuk menemukan sinar katoda. Crookes membuat tabung gelas
vakum yang memiliki lapisan seng sulfida (ZnS) di bagian dalam salah satu ujung, sebuah
katoda logam yang tertanam di ujung lainnya dan anoda logam dalam bentuk salib di tengahtengah tabung. Ketika listrik dijalankan melalui salib ZnS yang digunakan sebagai katoda
bersinar. Sinar itu disebut sinar katoda.

Gambar 1.12 Tokoh yang bernama William Crookes


Pada tahun 1885, Eugene Goldstein menemukan partikel positif dengan
menggunakan tabung diisi dengan gas hidrogen. Partikel positif tersebut memiliki muatan
yang sama dan berlawanan. Berdasarkan percobaannya, dinyatakan massa atom adalah 1,66 x
10-24 gram untuk satu unit massa atom dan partikel positif ini disebut proton.

Gambar 1.13 Tokoh yang bernama Eugene Goldstein


Pada tahun 1897, JJ. Thomson menempatkan tabung katoda dalam medan magnet.
Ia menemukan bahwa sinar katoda ternyata bermuatan negatif dan menyimpulkan bahwa
semua atom juga memiliki muatan negatif yang disebut elektron. Model atom menunjukkan
lingkup materi bermuatan positif dengan elektron negatif terjebak di dalamnya.

Gambar 1.14 Tokoh yang bernama J.J Thomson

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

Pada tahun 1909, Robert Millikan menemukan massa elektron dengan meneteskan
minyak ke papan elektrik. Menggunakan hitungan massa Thomson, Millikan menemukan
massa dari satu elektron adalah 9,11 x 10-28 gram.

Gambar 1.15 Tokoh yang bernama Robert Millikan


Pada tahun 1911, Ernest Rutherford mengirimkan sumber radioaktif melalui
medan magnet. Beberapa radioaktivitas itu dibelokkan ke plat positif, sebagian dibelokkan
untuk pelat negatif dan sisanya masuk melalui medan magnet tanpa defleksi. Dengan
demikian, ada tiga jenis radioaktivitas: partikel alpha (+), partikel beta (-) dan sinar gamma
(netral). Dengan melakukan eksperimen lainnya dan menggunakan informasi ini, Rutherford
menciptakan model atom yang berbeda dari Thomson. Atom sangat kecil dengan inti
bermuatan positif padat (penuh proton) dan nukleus ini dikelilingi oleh elektron yang berjalan
dengan kecepatan yang sangat tinggi. Model Thomson gugur setelah diperkenalkannya model
Rutherford.

Gambar 1.16 Tokoh yang bernama Ernest Rutherford


Pada tahun 1932, James Chadwick menemukan neutron. Dengan adanya
penemuan ini, maka semakin jelas hakekat dari ilmu kimia. Pada era kimia modern, kimia
didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang komposisi, susunan dan
sifat dari substansi materi, interaksi antar substansi dan dampak dari substansi penambahan
atau penghilangan energi pada berbagai bentuk.

Gambar 1.17 Tokoh yang bernama James Chadwick

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

1.3 Ruang Lingkup Ilmu Kimia


Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa
cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.
1. Kimia analitik mempelajari tentang teknik analisis cuplikan bahan untuk memperoleh
pemahaman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode
eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua sub
disiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.
2. Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia dan interaksi kimia yang terjadi
dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti
dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi
molekular, fisiologi dan genetika.
3. Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara
bidang organik dan anorganik tidak mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih,
khususnya dalam bidang kimia organo logam.
4. Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme dan reaksi senyawa
organik. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan
rantai karbon.
5. Kimia fisik mengkaji dasar fisik sistem dan proses kimia, khususnya energitika dan
dinamika sistem sebuah proses kimia. Bidang-bidang penting dalam kajian ini di
antaranya termodinamika kimia, kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistika dan
spektroskopi. Kimia fisik memiliki banyak tumpang tindih dengan fisika molekular.
Kimia fisik melibatkan penggunaan kalkulus untuk menurunkan persamaan dan biasanya
berhubungan dengan kimia kuantum, serta kimia teori.
6. Kimia teori merupakan studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam
matematika atau fisika). Secara spesifik penerapan mekanika kuantum dalam kimia
disebut kimia kuantum. Sejak akhir Perang Dunia II, perkembangan komputer telah
memfasilitasi pengembangan sistematik kimia komputasi yang merupakan seni
pengembangan dan penerapan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan
kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan
fisika kondensi benda dan fisika molekular.
7. Kimia nuklir mengkaji bagaimana partikel sub atom bergabung dan membentuk inti.
Transmutasi modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir. Tabel nuklida merupakan
hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

8. Bidang lainnya dari kimia antara lain adalah astrokimia, biologi molekular, elektrokimia,
farmakologi, fitokimia, fotokimia, genetika molekular, geokimia, ilmu bahan, kimia
aliran, kimia atmosfer, kimia hijau, kimia medisinal, kimia komputasi, kimia lingkungan,
kimia organo logam, kimia permukaan, kimia polimer, kimia supra molekular, nano
teknologi, petrokimia, sonokimia, teknik kimia, termokimia, dll.

1.4 Konsep Dasar Ilmu Kimia


1. Tata nama
Merujuk pada sistem penamaan senyawa kimia. Telah dibuat sistem penamaan spesies
kimia yang terdefinisi dengan baik. Senyawa organik diberi nama menurut sistem tata
nama organik. Senyawa anorganik dinamai menurut sistem tata nama anorganik.
2. Atom
Suatu materi yang terdiri atas inti yang mengandung proton, neutron dan elektron di
sekitarnya. Atom juga merupakan satuan terkecil yang dapat diuraikan dari suatu unsur
dan masih mempertahankan sifatnya.
3. Unsur
Sekelompok atom yang memiliki jumlah proton yang sama pada intinya. Jumlah ini
disebut sebagai nomor atom unsur. Sebagai contoh, semua atom yang memiliki 6 proton
pada intinya adalah atom dari unsur kimia karbon dan semua atom yang memiliki 92
proton pada intinya adalah atom unsur uranium.
4. Ion
Spesies bermuatan atau suatu atom atau molekul yang kehilangan atau mendapatkan satu
atau lebih elektron. Kation bermuatan positif (misalnya Na+) dan anion bermuatan negatif
(misalnya Cl) dapat membentuk garam netral (natrium klorida, NaCl). Contoh ion poli
atom yang

tidak

terpecah

sewaktu

reaksi

asam-basa

adalah hidroksida (OH)

dan fosfat (PO43).


5. Senyawa
Merupakan suatu zat yang dibentuk oleh dua atau lebih unsur dengan perbandingan
tetap dalam susunannya. Contohnya air merupakan senyawa yang mengandung H dan O
dengan perbandingan 2 : 1. Senyawa dibentuk dan diuraikan oleh reaksi kimia.
6. Molekul
Bagian terkecil dan tidak terpecah dari suatu senyawa yang memiliki sifat kimia dan fisik
yang unik dan berbeda dengan zat pembentuknya. Suatu molekul terdiri dari dua atau
lebih atom yang terikat satu sama lain.
UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

7. Zat kimia
Dapat berupa suatu unsur, senyawa atau campuran senyawa-senyawa, unsur-unsur atau
senyawa dan unsur. Sebagian besar zat/materi yang kita temukan dalam kehidupan seharihari merupakan suatu bentuk campuran, misalnya air, aloy, biomassa, dll.
8. Ikatan kimia
Merupakan gaya yang menahan berkumpulnya atom-atom dalam molekul atau kristal.
Pada banyak senyawa sederhana, teori ikatan valensi dan konsep bilangan oksidasi dapat
digunakan untuk menduga struktur molekular dan susunannya. Teori-teori dari fisika
klasik juga dapat digunakan untuk menduga banyak dari struktur ionik. Pada senyawa
yang lebih kompleks/rumit, seperti kompleks logam, teori ikatan valensi tidak dapat
digunakan karena membutuhken pemahaman yang lebih dalam dengan basis mekanika
kuantum.
9. Wujud Zat
Kumpulan keadaan (fase) sebuah sistem fisik makroskopis yang relatif serba sama, baik
komposisi kimianya maupun sifat-sifat fisikanya (misalnya masa jenis, struktur kristal,
indeks refraksi, dsb). Contoh keadaan fase adalah padatan, cair dan gas. Keadaan fase
yang lain yang misalnya plasma, kondensasi Bose-Einstein dan kondensasi Fermion.
Fase material magnetik adalah paramagnetik, feromagnetik dan diamagnetik.
10. Reaksi kimia
Transformasi/perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini bisa menghasilkan gabungan
molekul untuk membentuk molekul yang lebih besar, pembelahan molekul menjadi dua
atau lebih molekul yang lebih kecil atau penata ulangan atom-atom dalam molekul.
Reaksi kimia selalu ada pembentukan atau pemutusan ikatan kimia.
11. Kimia kuantum
Secara matematis menjelaskan kelakuan dasar materi pada tingkat molekul. Secara
prinsip, dimungkinkan untuk menjelaskan semua sistem kimia dengan menggunakan teori
ini. Dalam praktiknya, hanya sistem kimia paling sederhana yang dapat diinvestigasi
dengan mekanika kuantum murni dan harus dilakukan hampiran untuk sebagian besar
tujuan

praktis

(misalnya Hartree-Fock, pasca

Hartree-Fock

atau teori

fungsi

kerapatan). Pemahaman mendalam mekanika kuantum tidak diperlukan bagi sebagian


besar bidang kimia, karena implikasi penting dari teori ini (terutama hampiran orbital)
dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih sederhana. Dalam mekanika kuantum
(beberapa penerapan dalam kimia komputasi dan kimia kuantum), Hamiltonan atau
keadaan fisik partikel dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dua operator, yang dimana
UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

operator yang satu berhubungan dengan energi kinetik dan yang satunya lagi
dengan energi potensial. Hamiltonan dalam persamaan gelombang Schrdinger yang
digunakan dalam kimia kuantum, tidak memiliki terminologi bagi putaran elektron.
Penyelesaian persamaan Schrdinger untuk atom H memberikan bentuk persamaan
gelombang untuk orbital atom dan energi relatif dari orbital 1s, 2s, 2p dan 3p. Hampiran
orbital dapat digunakan untuk memahami atom lainnya seperti helium, litium dan karbon.
12. Hukum kimia
Hukum-hukum kimia sebenarnya merupakan hukum fisika yang diterapkan dalam sistem
kimia. Konsep yang paling mendasar dalam kimia adalah Hukum Kekekalan Massa yang
menyatakan bahwa tidak ada perubahan jumlah zat yang terukur pada saat reaksi kimia
biasa. Fisika modern menunjukkan bahwa hanya energi yang bersifat kekal dan antara
energi dengan massa merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan. Kekekalan
energi ini

mengarahkan

kepada

pentingnya

konsep kesetimbangan, termodinamika

dan kinetika.
1.5 Materi
Materi atau Zat adalah sesuatu yang mempunyai masa dan menempati ruang.
Zat/Materi dapat diklasifikasikan seperti skema dibawah ini:
logam
Unsur

metaloida
non logam
anorganik

Zat

Senyawa

Perubahan

Reaksi

organik
homogen (larutan)
Campuran
heterogen
Gambar 1.19 Bagan penggolongan zat
1.5.1 Unsur
Unsur adalah suatu zat tunggal (sejenis) yang dengan cara kimia biasa tak dapat
diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana. Contoh: tembaga, besi, aluminium,
karbon, timah dan lain-lain. Unsur dapat dibedakan berdasarkan sifatnya, yaitu logam,
metaloida, bukan logam.

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

1. Logam
a. berbentuk padat, pada temperatur ruang kecuali air raksa, caesium, fransium dan
galium (pada temperatur ruang berbentuk cair);
b. mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik;
c. bersifat elektropositif (mudah membentuk ikatan);
d. mudah ditempa dan ditarik;
e. mengkilap
Contoh : tembaga, aluminium, besi, emas, perak, dll
2. Metaloida
Metaloida adalah unsur peralihan dari logam ke bukan logam, sehingga mempunyai beberapa
sifat logam dan juga beberapa sifat non logam. Contoh: Germanium (Ge), Silikon (Si) dan
Arsen (As).
3. Non logam
a. Ada yang berbentuk padat, cair, maupun gas pada temperatur ruang pada umumnya
berbentuk gas;
b. Tidak dapat menghantarkan panas dan listrik, kecuali karbon bersifat semikonduktor;
c. Bersifat elektronegatif (mudah membentuk anion);
d. Tidak mengkilap.
Contoh : nitrogen, oksigen, belerang, dll.
1.5.2 Senyawa
Senyawa merupakan gabungan dari beberapa unsur melalui reaksi kimia dengan
perbendingan massa tertentu dan mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur
pembentuknya. Sebagai contoh; Air, asam sulfat, perak nitrat, tembaga sulfat, garam dapur,
dll. Air mempunyai rumus molekul H2O, terdiri atas unsur hidrogen (H) dan oksigen (O).
Pada temperatur ruang, hidrogen dan oksigen berwujud gas, sedangkan air berwujud cair.
Sifat gas hidrogen sangat mudah terbakar, sedangkan air tidak dapat terbakar. Gas oksigen
akan membuat api tetap menyala, sedangkan air justru akan mematikan api. Jadi jelas
senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur pembentuknya. Senyawa dapat dibagi
lagi menjadi senyawa anorganik dan senyawa organik.
a. Senyawa anorganik
adalah senyawa yang dibentuk oleh semua unsur, kecuali karbon dan umumnya berasal
dari benda mati. Sebagai contoh: asam sulfat, ferri klorida, tembaga (II) sulfat dan perak
nitrat.

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

b. Senyawa organik
adalah senyawa yang dibentuk oleh karbon (C) dengan beberapa unsur lainnya seperti,
hidrogen (H), oksigen (O) dan nitrogen (N). Sebagian besar senyawa organik protein.
1.5.3 Campuran
Adalah penggabungan beberapa unsur atau senyawa secara fisika, yang masih
mempunyai sifat asli zat penyusunnya. Contoh: pasir besi, laut, udara dll. Campuran dapat
dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.
1. Campuran homogen (larutan)
adalah campuran yang setiap titiknya mempunyai komposisi sama atau tidak ada bidang batas
di antara komponen-komponennya. Campuran homogen ini disebut juga larutan. Larutan
dapat berwujud padat, cair maupun gas. Sebagai contoh ;
a. Larutan padat adalah emas 18 karat, kuningan (campuran Cu dan Zn), perunggu (Cu);
b. Larutan cair adalah air laut, limun;
c. Larutan gas adalah udara berupa campuran 79 % gas nitrogen (N), 20 % gas oksigen (O)
dan 1 % gas lainnya, seperti CO2, H2O, gas-gas mulia.
2. Campuran heterogen
adalah campuran yang setiap titiknya mempunyai komposisi berlainan (tidak merata), atau
terdapat bidang batas di antara komponen-komponennya. Contoh: campuran pasir dengan air,
campuran kapur, pasir dengan semen, campuran eter dengan air.
Perbedaan dari senyawa dan campuran dapat dilihat pada Tabel 1.1 di bawah ini.
Tabel 1.1 Perbedaan senyawa dan campuran
Senyawa
- Mempunyai
perbandingan
massa
tertentu dan bersifat tetap dalam
pembentukannya;
- Meninggalkan sifat-sifat asli zat
pembentuknya;
- Tak dapat dipisahkan dari komponen
penyusunnya dengan cara fisika biasa.

Campuran
- Mempunyai perbandingan massa tidak
tertentu dalam pembentukannya;
- Masih mempunyai sifat-sifat asli zat
pembentuknya;
- Dapat
dipisahkan
dari
komponen
penyusunnya dengan cara fisika biasa.

1.6 Perubahan zat


Setiap materi atau zat, misalnya air, gula, garam, tembaga, perak, memiliki sifat
karakteristik tertentu yang membedakan antara suatu zat dengan zat lainnya. Sebagai contoh
gula dan garam sama-sama berwarna putih dan berbentuk kristal, tidak berbau dan larut
dalam air. Perbedaannya, gula rasanya manis dan jika dipanaskan akan meleleh, Sedangkan

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

garam rasanya asin dan jika dipanaskan akan menjadi hitam. Pada dasarnya, perubahan zat
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.
Perubahan fisika adalah suatu perubahan yang bersifat sementara, artinya bila zat
mengalami perubahan tidak menghasilkan zat baru dan dapat kembali ke bentuk semula,
karena yang berubah hanya bentuk, ukuran dan wujud zat, tanpa mengubah jenis zat tersebut.
Sebagai contoh, proses pelelehan, pembekuan, penguapan, sublimasi dan pengembunan.
Contoh perubahan fisika dalam bidang elektro, antara lain:
-

proses menyolder dengan menggunakan timah. Timah padat akan meleleh bila
dipanaskan dan akan kembali padat bila didiamkan pada temperatur ruang;
Perubahan kimia adalah suatu perubahan yang bersifat tetap, artinya bila zat

mengalami perubahan akan menghasilkan zat baru dengan sifat baru.


Contoh perubahan kimia dalam bidang elektro, antara lain:
-

proses perkaratan. Logam besi dengan pengaruh lingkungan berubah menjadi besi oksida.
Logam besi dengan lambang Fe, sedangkan karat besi adalah senyawa dengan rumus
Fe2O3. Besi berwarna putih mengkilap, bersifat ulet, sedangkan karat berwarna merah
coklat dan bersifat rapuh.

1.7 Reaksi kimia


Reaksi kimia terjadi bila suatu zat berubah menjadi zat lain yang sifat-sifatnya
berbeda dengan zat semula. Suatu reaksi kimia berlangsung biasanya ditandai dengan adanya
perubahan seperti terbentuknya endapan, perubahan warna, perubahan suhu dan timbulnya
gas. Persamaan reaksi kimia menunjukkan informasi zat yang terlibat dalam reaksi. Pada
reaksi kimia perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu :
1. Pada penulisan rumus molekul, ion positif ditulis di depan dan ion negatif ditulis di
belakang.
2. Untuk membuat jumlah atom masing-masing pada persamaan reaksi seimbang ditentukan
koefisien reaksi
3. Koefisien reaksi umumnya ditulis di depan molekul dengan bilangan bulat.
4. Koefisien reaksi kimia menunjukkan perbandingan molekul zat yang bereaksi.
Reaksi kimia dikatakan setara jika jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi adalah
sama, jika belum setara maka tambahkan koefisien reaksi, yaitu angka yang ditambahkan di
depan zat yang fungsinya untuk menyetarakan reaksi. Ada dua cara menyetarakan reaksi
yaitu:

UNIVERSITAS SAN PEDRO

BAHAN AJAR

GREGORIO ANTONNY, S.SI., M.SI

UNIVERSITAS SAN PEDRO

1. Cara langsung
a. Tentukan koefisien reaksi pada persamaan reaksi kimia berikut ini:
2H2 + O2 2H2O
Penyelesaian
Karena persamaan reaksi ini sederhana, maka dapat diperkirakan dengan mudah.
Atom H pada ruas kiri = atom H ruas kanan masing-masing 2. Atom O pada ruas kiri
2, sedangkan pada ruas kanan 1, artinya jumlah mol O2 harus , maka persamaannya
menjadi H2 + O2 H2O, karena koefisien merupakan bilangan bulat , maka
persamaan ini dikalikan 2 sehingga persamaan menjadi 2H2 + O2 2 H2O.
b. 2H2O(g) 2H2 (g) + O2 (g)
c. CaCO3 (g) CaO (p) + CO2 (g)
2. Cara Aljabar
Contoh selesaikan persamaan reaksi berikut ini:
KCl + KClO3 + H2O Cl2 + KOH.
Penyelesaian :
Untuk reaksi yang panjang dan sulit memperkirakan koefisien reaksi maka dibuat
beberapa persamaan dengan cara berikut :
a KCl + b KClO3 + c H2O d Cl2 + e KOH.
Unsur
Ruas kiri
Ruas kanan
Persamaan
K
a+b
=
e (1)
e = 2d (5)
Cl
a+b
=
2d
(2)
O
3b + c
=
e
(3)
H
2c
=
e
(4)
Misalkan e = 1,
Dari persamaan (1), (2) dan (5) maka 2d = e = 1, maka d = 1/2
Dari persamaan (4), 2c = 1 maka c =
Dari persamaan (3) 3b + = 1 atau 3b = , maka b = 1/6
Dari persamaan (1) a + 1/6 = 1 maka a = 5/6
Dari hasil perhitungan diketahui :
a = 5/6 ; b = 1/6 ; c = ; d = 1 ; e = 1
Supaya menjadi bilangan bulat maka dikalikan dengan 6, maka:
A=5;b=1;c=3;d=6;e=6
Koefisien reaksi pada persamaan di atas dapat ditulis:
5/6KCl + 1/6KClO3 + 1/2H2O 1/2 Cl2 + 1 KOH x 6
5KCl + 1KClO3 + 3H2O 3 Cl2 + 6 KOH (setara

UNIVERSITAS SAN PEDRO