Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KELOMPOK

TARGET SEGMENTASI DAN PENGEMBANGAN BISNIS RESTORAN DI JOGJA


Mendesain dan mengembangkan strategi marketing untuk memenangkan persaingan dalam
pasar, yang memiliki kenggulan kompetitif sehingga tidak mudah kalah dalam persaingan.
Latar Belakang :
Sehat itu mahal, tampaknya pepatah ini telah benar-benar dipahami oleh
masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Yogyakarta. Berbagai macam gaya hidup
sehat telah banyak dilakukan oleh masyarakat yang semakin modern ini dari konsumsi
makanan sehat hingga berbagai macam olahraga (gym, sumba, pilates, dan yoga).
Berbagai pola hidup sehat ini benar-benar telah menjadi trend gaya hidup masyarakat
modern saat ini. Dan inilah yang menjadi peluang kami sebagai pelaku bisnis untuk
memanfaatkan kesempatan kami membuka bisnis baru. Kali ini kami tidak memfasilitasi
sarana olahraga, tapi kami akan menyediakan makanan sehat bagi mereka yang ingin
selalu menjaga kesehatannya.
1. MENENTUKAN TARGET SEGMENTASI
Dilakukan proses pertama dengan menangkap Isu2 yg berkembang, selanjutnya
melakukan pengamatan terhadap Needs (kebutuhan ) & Wants (keinginan) konsumen,
di ikuti oleh daya beli mereka (DEMANDS)
ISU yang berkembang :
Isu soal kesehatan mulai menjadi sebuah gaya hidup (trend) ex : healthy food /

food combining / food balancing dll


Kebutuhan Makanan sehat untuk sebagian orang yg berpantangan (kolesterol /

Gula-diabetes / Gluten free / diet-weight loss / weight gain / dll)


Bermunculan komunitas-komunitas dg pola berpikir isu kesehatan (kelompok

pasar organic / gym-fitness / Yoga / Sosialita / Orang tua)


Produk makanan/minuman/dokter/chef yang ada mulai mengangkat tema

"kesehatan"
Komunitas konsumen dan produsen yg peduli dengan kesehatan ini blm

terfasilitasi ruang dan waktunya


Kata2 bijak dari hippocrates : "Jadikan makananmu sebagai obat, jika tidak

kamu akan makan obat2an sebagai makananmu"


Isu soal bahaya pestisida, pemanis buatan, formalin dan bahan makanan
beracun mulai meresahkan

Needs (kebutuhan)
Makanan / Minuman Sehat, Seimbang dan Bermanfaat
Restaurant penyedia makanan dan minuman
1

Wants (keinginan)

Makanan sehat yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya, sesuai dengan

yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi tubuh, namun cita rasa tetap enak.
Restaurant nyaman penyedia makanan dan minuman yang juga menyediakan

informasi dan fasilitas beraktifitas/bersosialisasi dengan tema peduli kesehatan


Kemudahan memperoleh dan layanan antar

Demands

Restoran dengan harga kelas menengah yg menyediakan makanan/minuman


sehat/seimbang dengan citarasa yang enak

Dari data tersebut diatas kami memutuskan untuk mendesain rencana pengembangan
restoran dengan tema kesehatan yang menyediakan makanan dan minuman sehat,
bebas bahan kimia berbahaya juga memenuhi kebutuhan/bermanfaat bagi tubuh (healthy
food / food combining / food balancing)
Segmentasi:
1. Penduduk jogja dan para pendatang dikota jogja yang peduli dengan kesehatan,
biasanya pada kelas menengah atas dan dengan tingkat pendidikan yg baik.
(menjadi gaya hidup)
2. Orang tua yang sadar akan bahayanya bahan2 kimia berbahaya yg sering
dipakai secara asal sebagai bahan makanan tanpa ada pengawasan
3. Pasien atau orang yg berpotensi memiliki turunan penyakit
(Gula/diabetes,

kolesterol,

dll)

yang

berpantangan

dan

tertentu

membutuh

makanan/minuman khusus (bebas gula, lemak jenuh, low GI, Gluten free dll)
4. Komunitas dijogja yang memiliki hoby olahraga dan membutuhkan makanan dan
minuman yang seimbang untuk menjaga kebugarannya (fitness/yoga/lari/sepeda
dll) juga yang sedang berdiet (weight loss maupun weight gain)
5. Komunitas penggemar makanan / sayuran organik, penganut konsep Raw food
6. Konsumen dari makanan sehat/makanan diet dari online shop
7. Konsumen Vegetarian
Targeting :
1. Komunitas dijogja yang memiliki hoby olahraga dan membutuhkan makanan dan
minuman yang seimbang untuk menjaga kebugarannya (fitness/yoga/lari/sepeda
dll) juga yang sedang berdiet (weight loss maupun weight gain)
2. Komunitas penggemar makanan / sayuran organik, penganut konsep Raw food
2. MENENTUKAN POSITIONING / KEUNIKAN DARI RESTORAN

Untuk selalu ramai dan menang bersaing dalam bisnis restoran dengan tema makanan
sehat ini, dilakukan analisa persaingan dengan teori five forces porter:
SUPPLIER POWER :
Rendah, persaingan antar suplier cukup kompetitif
BUYER POWER :
Tinggi, karena pembeli memiliki pilihan alt lain dan belum ada kepastian "ramai"
THREAT OF SUBTITUSI :
Tinggi, karena bisa dilayani juga oleh resto lain dan online shop
THREAT OF NEW ENTRY :
Medium, karena mudah ditiru oleh pesaing yg ingin membuat resto yg sama
PERSAINGAN :
Medium , karena jarak antar pesaing yg cukup jauh (msh jarang) tetapi mudah digantikan
Dari analisa persaingan yg berada di tingkat medium, maka perlu dipikirkan adanya nilai
keunikan yg menjadi positioning untuk memenangkan persaingan. Yaitu :
Positioning :
Memposisikan restoran : sebagai tempat (spesialisasi) yang nyaman dan pas untuk
beraktifitas / menjadi rumah ketiga bagi para komunitas/konsumen yang peduli dengan
kesehatan (market nicher). Menjalin Intimasi dengan komunitas konsumen.
Tag line/ positioning statement: For Your Own Healht
Dengan misi :
1. Menyediakan Makanan/Minuman sehat, dengan penampilan yang mewah dan
unik, bebas dari kimia berbahaya, sesuai dengan kebutuhan/bermanfaat dan
masih memiliki citarasa yang tetap enak untuk dinikmati. (healthy food / organic
food / raw food / food combining / food balancing / food subtitution)
2. Menyediakan tempat / ruang yg nyaman, mudah dijangkau
3. Konsep open kitchen juga akan kami usung disini, supaya konsumen benarbenar mengetahui bagaimana kami memproses masakan sehat bagi mereka,
serta bahan-bahan dasarnya pun juga mereka dapat pilih sendiri yang akan kami
sajikan dengan segar.
4. Memiliki ruang untuk aktifitas yang mendukung tema peduli kesehatan (talk
show/edukasi, demo masak, sharing info, olah raga bersama dan bazar)
5. Konsep CSR dan peduli lingkungan (membantu petani organic, edukasi dll)
6. Memanfaatkan teknologi dalam pelayanan info / edukasi kesehatan / kebutuhan
gizi / olah data kebugaran yg mendukung pencatatan dan penyimpanan data
konsumen, Keterangan mengenai menu juga memungkinkan customization
(order sesuai keinginan).
7. Mengadakan acara edukasi / talk show / demo masak dengan mengundang
komunitas dan menghadirkan dokter/chef/pengamat kuliner yg peduli kesehatan
(Dr.Tan/Chef Farah Quinn/Chef Edwin Lau dll)
3

8. Mengadakan acara gathering dan arisan bagi mereka, serta memberikan


voucher diskon bagi para anggota komunitas,
9. Kerjasama dengan para komunitas maupun pemasok / penjual makanan sehat
dan bahan organic yg saat ini di jual online.
3. MENGEMBANGAKAN NAMA / BRAND UNTUK RESTORAN
Usulan nama Resto yg dipilih:

Bad Chef Restaurant


For your own health
Alasan pemilihan nama:
1. Terinspirasi acara TV (Asian Food Channel) , Good Chef and Bad Chef (sehat vs
enak). Karena Good Chef sudah mainstream, dan sdh ada restoran dg nama Good
Chef Resaurant. Dipilih Bad chef dengan asosiasi makanan sehat tapi tetap enak.
2. Nama yang unik / berbeda / anti mainstream juga dimaksudkan bisa menarik
keingin tahuan dari konsumen (terinspirasi dengan nama Resto dari grup PT
Pendekar Bodoh, grup resto DCost, DShusi Bodo, DStupid Baker, DRoti Bodo) dari
pada mengambil nama yg sdh biasanya (contoh: resto sehat, natural, dapur sehat,
vegan, The Healthy chef, Good chef, The Medicinal Chef dll)
3. The Bad Chef / Koki Jahat biasanya lebih terkenal, contoh: Chef Juna, Chef
Gordon Ramsay
4. Juga di asosiasikan dimata anak2, makanan sehat terkadang tidak enak rasanya dan
di hasilkan/diberikan oleh koki / orang tua yang seolah2 jahat padahal tujuannya baik
5. Istilah negative tapi memiliki makna dan maksud positif sedang trend dan menjadi
sebuah harapan baru pada saat ini, contoh: banyak anggota dewan yg bilang Jokowi
presiden sinting, atau pak Ahok sebagai gubernur Bajingan, Menteri Susi Gila
6. Rencana Logo :

Filosofinya:

Figure diambil logo devil yg tersenyum Jahat/Nakal namun ramah dan baik
Berkumis dan bertopi Chef Asosiasi kepada Chef/koki dan restoran
BC singkatan dari Bad Chef
Background daun hijau Mewakili Organik / kesegaran dan sehat
Lingkaran Coklat Natural/alami dan peduli kepada lingkungan
4

Warna tulisan Bad Merah karakter yg kuat dan berani


Warna tulisan Restaurant Hijau Menyajikan makanan yang sehat

4. RENCANA STRATEGI UNTUK MENANG DALAM PERSAINGAN


Lokasi, Kami memilih untuk membuat Restoran tersebut didalam LIPPO PLAZA
JOGJA (Jl. Laksda Adisucipo No.32-34, Demangan, Gondokusuman)
Dengan alasan:
Jika dilihat dari peta persaingan, beberapa restoran pesaing

(dengan

konsep/tema healthy food) kebanyakan berada di area Utara Jogja (Kolondjono


Kedai Organik Condong Catur, Letusee Salad Condong Catur dll) juga diarea
selatan (Milas Vegetarian Resto Prawirotaman dll). Padahal terlihat target
pasar yg kita pilih banyak juga yg berada di pusat kota jogja, sehingga

peluang masih sangat terbuka sekali.


Kami memilih karena traffic / keramaian pengunjung di Mall tsb sesuai dengan
target kami. Yang didukung juga dengan adanya Selebrity Fitness dan rencana
adanya RS Siloam pada mall tsb. (renc. Di lantai yg sama / disamping Selebrity

Fitness)
Lokasi tsb mudah dijangkau dan berada di tempat yang strategis, berada

disekitar RS besar dijogja, dipusat bisnis yang baru, di sekitar Sekolah-sekolah


Mall tsb juga memiliki lahan out door yg bisa dimanfaatkan untuk mendukung

kegiatan komunitas yg menjadi target kita (parkir depan atau di parkir gedung)
Mall juga sekarang menjadi sebuah gaya hidup masyarakat di kelas menengah
(tidak memilih di hotel yg memiliki fasilitas Gym/olahraga kebugaran dikarenakan

image yg terbangun terlalu tinggi)


Lippo Plaza juga sering mengadakan acara bazar/Pasar Organik Jogja, dan acara

yang bertema kesehatan (sdh membentuk komunitas yg menjadi target kami)


Lippo Plaza terlihat jg memiliki konsep yg sama untuk menjadikan rumah ketiga
bagi konsumennya, memiliki spot belajar / perpustakaan / museum / kesenian /
kuliner / hiburan / olahraga / kesehatan-RS dll (rumah pertama = rumah/kost,
rumah kedua = kantor/kampus)

Interior (lay out) dan Eksterior


Tema Interior yang akan diusung adalah scandinavian restaurant interior gaya
interior Eropa Timur (Norwegia, Swedia, Denmark, Islandia dan Finlandia), yang
memiliki ciri:
1. Warna netral mendominasi desain Scandinavia. ( putih dan abu-abu terang
menjadi ciri utama) Warna netral yang digunakan memberikan kesan ruangan
tampak luas dan elegan. Walaupun desain interior gaya Scandinavia bukan
gaya modern namun tampak seperti desain modern.
2. Bukaan yang lebar dari kaca. Pengaruh dari jendela yang lebar dengan kaca
bening biasa membuat cahaya matahari menjadi penerangan utama di siang
5

hari. Bahkan tidak memerlukan penerangan lampu. Model seperti ini sudah
tentu akan menghemat energy listrik karenan pada siang hari tidak ada lampu
yang dinyalakan.
3. Penggunaan kayu berwarna natural atau putih pada lantai , plafon dan
tembok..
4. Pemandagan alam/hijau tanaman. Jendela yang lebar digunakan sebagai
masuknya cahaya juga sebagai alat untuk menikmati pemadangan hijau di
luar rumah. Orang Scandinavia menyukai pemandangan halaman depan atau
halaman rumahnya yang lain yang banyak tumbuhanya
5. Menenkankan pada fungsi Desain interior Scandinavia memiliki ciri khusus
yaitu menggunakan perabot dan furniture seperlunya dan sesuai dengan
fungsinya.
6. Furniture yang sederhana Furniture Scandinavia cocok sekali dengan urban
style ( interior gaya urban). Interior Urban lebih dinamis dengan model
furniture yang ramping demikian juga dengan furniture Scandinavia. Meskipun
terkesan minimalis namun furniture Scandinavia punya nilai seni yang tinggi.
7. Eco-friendly ( Ramah lingkungan ) Desain interior Scandinavia merupakan
salah satu model yang ramah terhadap alam. Suasana alam pedesaan dan
pencahayaan ruangan yang memanfaatkan cahaya matahari merupakan
bentuk atau upaya pemukiman yang menjaga kelestarian alam. Demikianlah

secara umum desain interior gaya Scandinavia.


Lay out akan dibuat beberapa zona, zona keluarga (set meja dan kursi akan
dipilih seperti meja makan keluarga yg nyaman), zona teman sahabat ( set meja
dan kursi menggunakan sofa yg nyaman u/ menikmati hidangan sambal
bercengkrama dengan para sahabat), dibuat juga zona inspirasi (dibuat
spot/panggung kecil u/ aktivitas talk show dan hiburan). Zona Dapur (dibuat
dengan konsep open kitchen supaya proses memasak bisa menjadi sesuatu yg di
jual juga, dan bisa dipakai u/ spot demo masak saat kita menghadirkan chef

terkenal)
Teknologi / IT, Menghadirkan sebuah alat/fasilitas u/ mengolah data kesehatan
pengunjung

u/

memonitor

kesehatannya

(peralatan

maupun

aplikasi

di

smartphone) juga data mengenai menu yg tersedia maupun keinginan untuk

membuat menu sendiri (customitazion)


Eksterior, dipilih juga tema Scandinavian/Eropa Timur dengan unsur natural tapi
tetap elegan. (sesuai dengan target pasar kita di segmen menengah dg tingkat
pendidikan yg tinggi)

Menu
Bahan yg digunakan adalah bahan yang segar dan organic/bebas pestisida,
menghindari penggunaan tepung putih, beras putih dan gula putih, mengurangi
6

pemakaian garam, cara masak dengan panggang, rebus atau steam (menghindari
goreng dengan minyak). Semua menu akan di tambahkan informasi manfaat dan
jumlah kalorinya.

Makanan:
Apetizer, contohnya: Salad (sayur & buah organik), Sup Sehat, Sandwich (roti
gandum), chia seed (cake/Gluteen free oat bars dll), pancake oatmeal/almond/dll,
jajanan pasar sehat, cemilan biji2an/kacang2an dll
Main Course, contohnya: menu olahan Indonesia dan menu ala western (sayuran,
pasta, daging segar, ayam dan ikan) melayani jg paket diet weight loss / gain (ex:
diet mayo dll)
Dessert, contohnya : Chia seed (pudding/shake/smoothie), buah2an, fruit & home
made ice cream, pudding yogurt dll
Minuman:
Air mineral/sparkling, Infused Water, Juice buah dan sayur - detox (Lifer Flush Juice
membersihkan hati/menurunkan kolesterol , Sparkling Star Juice Anti oksidan /
menyehatkan kulit, Lovely Green Klorofil untuk menambah sel2 darah merah,
Nourish Skin Juice kesehatan kulit dan mata, Minuman Susu, susu kedelai, susu
sari Almond, Jamu Herbal, Es buah
Price / Harga
Untuk makanan kami menentukan sesuai dengan harga pasar (market price) yg ada di
jogja untuk makanan kelas menengah berkisar dari Rp 35.000,- s/d Rp 300.000,-. Untuk
minuman berkisar diharga Rp 15.000,- s/d Rp 80.000,-