Anda di halaman 1dari 18

Interface Serial RS485

Penjelasan Interface Serial RS-485


RS485 adalah teknik komunikasi data serial yang dikembangkan di tahun 1983 dimana
dengan teknik ini, komunikasi data dapat dilakukan pada jarak yang cukup jauh yaitu 1,2 Km.
Berbeda dengan komunikasi serial RS232 yang mampu berhubungan secaraone to one, maka
komunikasi RS485 selain dapat digunakan untuk komunikasi multidropyaitu berhubungan
secara one to many dengan jarak yang jauh teknik ini juga dapat digunakan untuk
menghubungkan 32 unit beban sekaligus hanya dengan menggunakan dua buah kabel saja tanpa
memerlukan referensi ground yang sama antara unit yang satu dengan unit lainnya.
Sistem komunikasi dengan menggunakan RS485 ini dapat digunakan untuk komunikasi
data antara 32 unit peralatan elektronik hanya dalam dua kabel saja. Selain itu, jarak komunikasi
dapat mencapai 1,6 km dengan digunakannya kabel AWG-24 twisted pair.

Gambar 2 Diagram komunikasi data RS485

Gambar 3 IC 75176, industri standar RS485


Bus RS485 adalah mode transmisi balanced differential. Bus ini hanya mempunyai dua
sinyal, A dan B dengan perbedaan tegangan antara keduanya. Karena lineA

sebagai referensi terhadap B maka sinyal akan high bila mendapat input low demikian pula
sebaliknya. Pada komunikasi RS485, semua peralatan elektronik berada pada posisi penerima
hingga salah satu memerlukan untuk mengirimkan data, maka peralatan tersebut akan berpindah
ke mode pengirim, mengirimkan data dan kembali ke mode penerima. Setiap kali peralatan
elektronik tersebut hendak mengirimkan data, maka terlebih dahulu harus diperiksa, apakah jalur
yang akan digunakan sebagai media pengiriman data tersebut tidak sibuk. Apabila jalur masih
sibuk, maka peralatan tersebut harus menunggu hingga jalur sepi.
Agar data yang dikirimkan hanya sampai ke peralatan elektronik yang dituju, misalkan ke
salah satu Slave, maka terlebih dahulu pengiriman tersebut diawali dengan Slave ID dan
dilanjutkan dengan data yang dikirimkan. Peralatan elektronik yang lain akan menerima data
tersebut, namun bila data yang diterima tidak mempunyai ID yang sama dengan Slave ID yang
dikirimkan, maka peralatan tersebut harus menolak atau mengabaikan data tersebut. Namun bila
Slave ID yang dikirimkan sesuai dengan ID dari peralatan elektronik yang menerima, maka data
selanjutnya akan diambil untuk diproses lebih lanjut.

Gambar 4 Topologi jaringan RS485


Gambar 4 memperlihatkan topologi jaringan RS485, stasiun manapun dapat
berkomunikasi dengan stasiun lainnya tetapi tidak pada waktu yang bersamaan.

Gambar 5 Terminating resistor pada jaringan RS485


Pada jaringan komunikasi RS485, diperlukan adanya terminating resistor (RT). Nilai
terminating resistor yang sesuai dengan impedansi karakteristik kabel adalah sangat penting pada
jaringan RS485. Sebaliknya, jika nilai terminating resistor ini tidak sesuai maka akan dihasilkan
sinyal terdistorsi yang dapat menyebabkan terjadinya data error. Gambar 5 di atas
memperlihatkan penempatan terminating resistor pada jaringan RS485, dan gambar 6
memperlihatkan hasil percobaan pengaruh nilai terminating resistor terhadap sinyal.

Gambar 6 Terminating resistor terhadap karakteristik sinyal

Perangkat Interface
Jaringan LocalTalk menggunakan RS485 yang kompatibel dengan sinyal diferensial pada
4 kawat standar konektor RJ11 dan kabel telepon. LocalTalk hanya menghubungkan ke pasangan
terluar kabel berikutnya ("pasangan luar" pada kabel 4 kawat standar).
Pasangan terdalam kabel diabaikan oleh LocalTalk, sehingga pasangan terdalam sering
digunakan untuk telepon analog standar.
Koneksi RJ45 sering digunakan untuk RS485, karena kemudahan menggunakan konektor
modular dan ketersediaan kabel dan konektor. Sebuah antarmuka RS485 biasanya akan
menggunakan pin 7 dan 8 untuk dua baris data, karena mereka terdiri dari twisted pair. Hal ini
untuk menghindari konflik dengan kedua Ethernet (Pins 1-3, 6) dan telepon analog (Pins 4-5).
Grounding dapat menjadi masalah tergantung pada aplikasi. Seringkali, penggunaan kabel
terlindung CAT5 / 6 dapat memberikan sinyal ground yang memadai, meskipun hal ini tidak
dianjurkan.

Gambar 7 Konektor RJ45


Komunikasi serial membutuhkan port sebagai saluran data. Gambar 8 dan 9 berikut
menampilan konfigurasi port serial DB9 yang umum digunakan beserta fungsi-fungsinya.

Gambar 8 Serial port DB9

Gambar 9 Fungsi masing-masing pin DB9


Rangkaian

Gambar 10 Skema Antar Muka RS485 ke DST-51

[3]

Rangkaian berikut ini adalah skema dari Modul SR-485, yaitu modul RS485 yang
didisain kompatibel dengan Modul DST-51 dan telah dilengkapi dengan pembatas tegangan
dengan menggunakan dua buah dioda zener yang terpasang ditiap-tiap jalurnya. Kedua dioda
tersebut terhubung saling berhadapan untuk membatasi tegangan berlebih dari sisi positif
maupun negatif.
Rangkaian R-C membentuk low pass filter dengan periode cut off sebesar 0,7 x R x C
atau 0,7 x 22 ohm x 220 pF yaitu 3,3 x 10 uS atau frekwensi 295,159 KHz. Untuk transmisi data
dengan kecepatan yang lebih tinggi, maka nilai capacitor C1 dan C2 dapat diubah sesuai
kebutuhan.
Rangkaian R-L yang terdiri dari R2, R3, R5 dan L1, L2 dibentuk untuk memberikan
bias negatif maupun positif pada jalur B dan A sehingga proses pengiriman data dalam bentuk
perbedaan tegangan dapat dilakukan. Selain itu L1 dan L2 juga berfungsi untuk meredam
masuknya frekwensi tinggi melalui jaringan sumber daya.
Connector JP1 pada skema tersebut adalah merupakan konektor yang dibutuhkan untuk
berhubungan dengan Modul DST-51, yaitu suatu sistem berbasis mikrokontroler AT89C51 pada
bagian port serialnya. Sedangkan konektor J2 digunakan untuk berhubungan dengan antar muka
RS485 yang lainnya.
SN75176
SN75176 adalah IC yang menjadi komponen utama Modul SR-485 yang didisain untuk
komunikasi data secara bidirectional atau multipoint dengan Standard ANSI EIA/TIA-422-B dan
ITU V11. Data yang ditransmisikan oleh IC ini dikirim dalam bentuk perbedaan tegangan yang
ada pada kaki A dan B dari SN75176.
SN75176 berfungsi sebagai pengirim data atau penerima data tergantung dari kondisi
kaki-kaki kontrolnya yaitu DE dan RE. Apabila kaki DE berlogika 0 dan RE berlogika 0, maka

SN75176 berfungsi sebagai penerima data sedangkan bila kaki DE berlogika 1 dan RE berlogika
1 maka SN75176 berfungsi sebagai pengirim.

Gambar 11 Diagram Komunikasi Data Master dan 32 Slave


Sistem komunikasi dengan menggunakan RS485 ini dapat digunakan untuk komunikasi
data antara 32 unit peralatan elektronik hanya dalam dua kabel saja.
Selain itu, jarak komunikasi dapat mencapai 1,6 km dengan digunakannya kabel AWG-24
twisted pair.
Hubungan Modul SR-485 dengan Modul DST-51
Hubungan antara Modul SR-485 dengan Modul DST-51 dapat dilakukan hanya dengan
menghubungkan kabel pita 10 pin antara header SR-485 dan header EXT PORT dari DST-51
ditambah dengan dua kabel yang dihubungkan pada I/O DST-51 (tergantung program anda) di
mana kedua jalur ini berfungsi untuk mengatur kondisi kaki DE dan RE. Apabila pada program
anda menggunakan T0 dan T1 untuk mengatur kondisi kaki DE dan RE maka kedua jalur ini
harus dihubungkan ke kaki T0 dan T1 yang terdapat pada header Control Bus dari DST-51.
Rangkaian Half-Duplex
Half duflex artinya pada satu saat hanya ada 1 node yang mengirim data secara bergantian.
Mengirim dan menerima data dgn pengaturan pada pin RE dan DE .

Gambar 12 Rangkaian Rs485 dgn ic max485


Penjelasan kaki ic max485 :
kaki 1 digunakan untuk menerima data , kaki ini dihubungkan dengan pin Rx dari comm
port /rs232 dari Pc atau Rx dari microcontroller.
kaki 2 (RE) digunakan untuk kontrol penerimaan data . jika di beri 0 maka siap
menerima data jika 1 maka tdk bisa mnerima data.

kaki 3 (DE) digunakan untuk kontrol pengiriman data jika pc atau microcontroller ingin
mengirim data maka kaki ini harus diberi logika 1.

kaki 4 digunakan untuk jalur pengiriman data , kaki ini dihubungkan ke Tx dari pin
comm port rs232 atau Tx microcontroller.

kaki 5 di hubungkan ke ground.


kaki 6 dihubungkan dengan kaki 6 dari ic max485 node lainnya melalui kable data,
biasanya dinamakan jalur A

kaki 7 dihubungkan dengan kaki 7 dari ic max485 nodelainya melalui kabel data. bisanya
dinamakan jalur B.

kaki 2 pada master biasanya dihubungkan ke 0 / ground . Artinya master selalu siap
menerima data.
Pemrograman rs485
Secara pemrograman Rs485 persis sama dengan rs232 , hanya perlu ditambah perintah untuk
membuat kaki 3 (DE) dari ic max485 diset menjadi 1 ketika akan mengirim data .
Jika kita ingin mengirim data dari komputer lewat program visual basic 6 bisa dengan baris
perintah :
MSComm1.RTSEnable = False
dan sebaliknya ketika penerimaan data kaki 2 (RE) dari ic max485 diset ke 0. dengan baris
perintah :
MSComm1.RTSEnable = True
sebelumnya jangan lupa hubungkan pin RTS pada serial port PC kita dengan Pin 3 (DE ) dari
ic max485 seperti tampak pada contoh jaringan Rs485 gambar dibawah ini:

Gambar 13 Rs485 network


Penjelasan Rangkaian diatas:

Master pada rangkaian diatas adalah sebuah PC dan sebagai slavenya adalah 2
buah microcontroller.
IC Max232 digunakan merubah tegangan dari 12v port serial PC ke TTL (5 volt) .
karena tegangan yang keluar dari Comm port PC kita 12v , sedangkan max485 menggunakan
tegangan TTL (5v). Ada cara yang lebih praktis : anda bisa membeli modul Rs232 to rs485
converter harganya relatif murah.
Kaki RE ic max485 dihubungkan ground artinya PC sebagai master selalu siap
(defaultnya) menerima data
Pada ujung kabel data jangan lupa diberi tahanan 120 ohm supaya sinyal tidak mantul.
Pada slave misalnya sebuah Microcontroller dgn Icmax485 , gabungkan kaki RE dan
DE dari max485 lalu hubungkan ke pin tertentu misal portD.7 maka ketika Micon akan
mengirim data , portD.7 harus dibuat 1 terlebih dahulu sebelum micon mengirim data .
PortD.7 = 1; // DE dan RE dibuat 1
putchar(a); // kirim data a

7=0;

// DE dan Re = 0 ( kembalikan ke default siap terima data)


FULL DUFLEX
Full Duflex artinya komunikasi berjalan dua arah , jadi tdk perlu pengaturan spt pada half duflex
dgn pin DE dan RE dari Ic485 dan RTS oleh PORT PC.

Gambar 14 Rangkaian Rs485 Full Duflex


Teknik Komunikasi dengan RS485
Agar komunikasi data pada sistem multipoint yang dapat digunakan untuk 32 unit peralatan
elektronik tidak terjadi saling bentrok antar data, maka seperti layaknya pada forum diskusi yang
benar, pada kondisi awal semua peserta menjadi pendengar terlebih dahulu. Kemudian pada saat
salah seorang peserta diskusi berbicara, maka peserta yang lain harus menunggu peserta yang
berbicara tersebut menyelesaikan pembicaraan. Apabila peserta tersebut selesai berbicara, maka
peserta tersebut kembali menjadi pendengar sedangkan yang lain baru boleh berbicara untuk
memberikan tanggapan atau mengajukan usul yang lain. Hal ini diperlukan agar forum diskusi
dapat berjalan dengan baik dan tertib.
Demikian pula pada komunikasi RS485, semua peralatan elektronik berada pada posisi
penerima hingga salah satu memerlukan untuk mengirimkan data, maka peralatan tersebut akan
berpindah ke mode pengirim, mengirimkan data dan kembali ke mode penerima. Setiap kali
peralatan elektronik tersebut hendak mengirimkan data, maka terlebih dahulu harus diperiksa,
apakah jalur yang akan digunakan sebagai media pengiriman data tersebut tidak sibuk. Apabila
jalur masih sibuk, maka peralatan tersebut harus menunggu hingga jalur sepi.

Gambar 15 Flowchart Pengiriman Data


Agar data yang dikirimkan hanya sampai ke peralatan elektronik yang dituju, misalkan ke
salah satu Slave, maka terlebih dahulu pengiriman tersebut diawali dengan Slave ID dan
dilanjutkan dengan data yang dikirimkan. Peralatan elektronik-peralatan elektronik yang lain
akan menerima data tersebut, namun bila data yang diterima tidak mempunyai ID yang sama
dengan Slave ID yang dikirimkan, maka peralatan tersebut harus menolak atau mengabaikan
data tersebut.

Gambar 16 Flowchart Penerimaan Data


Namun bila Slave ID yang dikirimkan sesuai dengan ID dari peralatan
elektronik yang menerima, maka data selanjutnya akan diambil untuk diproses lebih
lanjut.
Contoh Program
1. Program untuk mengirimkan data karakter A dari Master ke Slave nomor 1 menggunakan
Komunikasi RS485
.DATA
Org 50H
SlaveID Ds 1
DE Bit T0
RE
Bit T1
.CODE
Org 2000H ;Reset Vector
Ajmp Start ;
Org 2003H ;External Interrupt 0 Vector
Ret i
Org 200BH ;Timer 0 Interrupt Vector
Ret I
;
Org 2013H
;External Interrupt 1 Vector
Ret i ;
Org 201BH
;Timer 1 Interrupt Vector

Ret i ;
Org 2023H
;Serial Interrupt Vector
Ret i ;
Start:
Mov SlaveID,#01H
Acall KirimKeSlave
Ajmp *
KirimkeSlave:
Lcall Periksa_Jalur
Setb DE
Setb RE
Mov A,SlaveID
Lcall Serial_Out
Mov A,#'A'
Lcall Serial_Out
Clr DE
Clr Re
Ret
;Periksa Jalur RXD, bila tidak sibuk hingga Timer 0 overflow berarti
;jalur siap untuk pengiriman data
Periksa_Jalur:
Push TMOD
Mov TMOD,#21H
;Timer 0 16 bit counter
;Timer 1 Serial Port
Jalur_Sibuk:
Lcall Reset_Timer0 ;
Setb
TR0
;Timer 0 aktif
Periksa_RXD:
Jb RXD,Periksa_Timer0 ;RXD tidak sibuk, pantau Timer 0
Ajmp Jalur_Sibuk
;RXD sibuk reset timer 0 dan tunggu
;RXD tidak sibuk
Periksa_Timer0:
Jbc TF0,Jalur_Bersih ;Timer 0 overlow, berarti jalur bersih
Ajmp Periksa_RXD
;Belum overflow, periksa jalur lagi
Jalur_Bersih:
Clr TR0
;Jalur bersih, matikan timer 0 dan
Pop TMOD
;kembali
Ret
Reset_Timer0:
Mov TH0,#00H
Mov TL0,#00H
Ret
Init_Serial:
MOV SCON,#52H ; Mode 1 Ren, Serial Mode 1
MOV TMOD,#20H
; T1 Mode 2

MOV TH1,#0FDH
; 9600 Baudrate
MOV TCON,#040H ; T1 On, T0 Off
MOV PCON,#00H
;
RET
Serial_Out:
CLR TI
MOV SBUF,A
JNB TI,*
RET
2. Program untuk menerima data dari Master oleh Slave 1 dengan menggunakan Komunikasi
RS485 Pada program ini, Slave akan menunggu sampai Slave ID yang dikirimkan benar-benar
merupakan IDnya dan mengambil data selanjutnya serta menampilkan di Port 1.
SlaveID EQU 01H
DE Bit T0
RE Bit T1
Org 2000H ;Reset Vector
Ajmp Start ;
Org 2003H ;External Interrupt 0 Vector
Ret i
;
Org 200BH ;Timer 0 Interrupt Vector
Ret i
;
Org 2013H ;External Interrupt 1 Vector
Ret i
;
Org 201BH ;Timer 1 Interrupt Vector
Ret i
;
Org 2023H ;Serial Interrupt Vector
Ret i
;
Lcall Init_Serial
Clr DE
Clr RE
TungguData:
Acall Serial_In
Cjne A,#SlaveID,TungguData
Acall Serial_In
Mov P1,A
Ajmp TungguData
Mode Handshaking
Tidak ada handshaking di RS-485. Jika handshaking diperlukan untuk RS-485 itu dapat
dilakukan menggunakan X-On / X-Off protokol handshaking.
RS-485 standar awalnya digunakan half-duplex komunikasi dan sinyal handshaking seperti
RTS / CTS untuk mengontrol arah aliran data. Banyak converter USB ke serial dengan ADDC
(Automatic Data Direction Control) yang secara otomatis mengamati dan mengontrol arah data,
yang membuat metode sinyal handshaking tidak terpakai.
Kelebihan dan kekurangan
Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan komunikasi serialRS485.
Kelebihan
Kekurangan

Antarmuka yang popular, sehingga banyak Lebih cocok untuk komunikasi sistem ke
piranti yang telah mendukung komunikasi sistem, dari pada chip ke chip atau chip ke sensor.
serial RS485.
Penambahan biaya untuk chip sistem
Dapat mencapai jarak sangat jauh hingga transceiver
dan
kabel twisted
1000 feet
pairdengan terminating resistors.
Tahan terhadap noise dan perbedaan
tegangan
Di
implementasikan
pada hardwaredan software
Mudah di implementasikan
Banyak digunakan pada industri otomatisasi
Kecepatan tinggi hingga 115200 baud rate.
Kelebihan RS485 dibandingkan RS232
Bisa menghubungkan 1 master dengan 32 slave.
Kecepatan data bisa sampai 1 mbps
Maksimal panjang kabel data 1200 meter.
menggunakan metoda master-slave
Perbedaan antara RS-232 dan kedua jenis RS-485 (full-duplex dan half-duplex)
No. Perbedaan
1. Level sinyal
2.

RS-232
RS-485
-12 V +12 V relatif terhadap0 5 V relatif terhadap
sinyal ground
sinyal ground
Sistem pengkabelan sinyal menggunakan point-to-point kabelmenggunakan jaringan kabel
sinyal searah
sinyal linear dengan dua arah
Hanya ada dua perangkat yangAda
banyak
perangkat
terhubung ke kabel RS-232. TXbiasanya sepanjang kabel
output dari perangkat pertamaRS-485. "A" output dari
yang terhubung ke input RX darimasing-masing
perangkat
perangkat kedua, dan output TXterhubung ke output "A" dari
dari perangkat kedua dihubungkansetiap perangkat lain. Dalam
ke masukan RX dari perangkatkabel RS-485, data yang
pertama. Dalam kabel RS-232,biasanya mengalir di kedua
data selalu mengalir hanya dalamarah sepanjang apapun kawat
satu arah pada setiap kawattertentu, kadang-kadang dari
tertentu, dari TX ke RX
"A" perangkat pertama ke
"A" perangkat kedua, dan
kemudian dari "A" kedua
perangkat ke "A" perangkat
pertama

PENGERTIAN PROTOKOL RS 485

B. Protokol RS 485
1.

Pengertian RS 485

RS485 atau EIA (Electronic Industries Association) RS485 adalah jaringan balanced
line dan dengan sistem pengiriman data secara half-duplex. RS485 bisa digunakan
sebagai jaringan transfer data dengan jarak maksimal 1,2 km.
Sistem transmisi saluran ganda yang dipakai oleh RS485 ini juga memungkinkan
untuk digunakan sebagai saluran komunikasi multi-drop dan multipoint ( party
line ). Saluran komunikasi multipoint ini dapat dihubungkan sampai dengan 32
driver/generator dan 32 receiver pada single ( two wires ) bus. Dengan perkenalan
terhadap repeater otomatis dan driver / receiver high impedance, keterbatasan
ini dapat diperluas sampai ratusan ( bahkan ribuan ) titik pada jaringan.
2.

Pengertian Half Duplex

Half duplex adalah sistem dimana antara beberapa transmitter (pembicara) dapat
berkomunikasi dengan satu atau banyak receivers (pendengar) dengan hanya satu
transmitter yang aktif berkomunikasi dengan receiver dalam satu siklus waktu
(waktu komunikasi). Sebagai contoh, pembicaraan dimulai dengan sebuah
pertanyaan, orang yang bertanya tersebut kemudian akan mendengarkan jawaban
atau menunggu sampai dia mendapat jawaban atau sampai dia memutuskan
bahwa orang yang ditanya tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dalam jaringan
RS485, master akan memulai pembicaraan dengan sebuah Query
(pertanyaan) yang dialamatkan pada salah satu slave, master kemudian akan
mendengarkan jawaban dari slave. Jika slave tidak merespon dalam waktu yang
ditentukan, (diseting oleh kontrol software dalam master), master akan
memutus pembicaraan.
3.

RS485 dan Komunikasi Multipoint

Saluran RS232 hanya dipakai untuk menghubungkan DTE dengan DCE dalam jarak
pendek, untuk jarak lebih jauh bisa dipakai saluran arus (current loop) tapi tidak
untuk kecepatan transmisi tinggi. RS485 bisa dipakai untuk saluran sampai sejauh
4000 feet dan kecepatan lebih dari 1 Megebit/detik.
Standard RS485 ditetapkan oleh Electronic Industry Association dan Telecomunication Industry Association pada tahun 1983. Nama lengkapnya adalah EIA/TIA-485
Standard for Electrical Characteristics of Generators and Receivers for use in a
Balanced Digital Multipoint System. Standard RS485 hanya membicarakan
karakteristik sinyal dalam transmisi data secara Balanced Digital Multipoint System,
jadi jauh lebih sederhana dibanding dengan stadard RS232 yang mencakup
ketentuan tentang karakteristik sinyal, macam-macam sinyal dan konektor yang
dipakai, serta konfigurasi sinyal pada kaki-kaki di konektor dan juga penentuan tata
cara pertukaran informasi antara komputer dan alat-alat pelengkapnya. Standard
RS232 dan RS485 keduanya sama sekali tidak membicarakan protokol (tata cara)
transmisi data. Ditinjau dari standard electonic, dewasa ini dikenal dua macam

saluran data, yang pertama adalah transmisi saluran tunggal (singleended/unbalanced data transmission) yang dipakai RS232, saluran data yang kedua
adalah saluran ganda (diffrential-balanced data transmission) yang dipakai RS485.
Dalam saluran jenis pertama, satu sinyal dikirim dengan satu utas kabel ditambah
kabel ground, atau 4 sinyal dikirim dengan 4 utas kabel ditambah kabel ground.
Sedangkan dalan jenis saluran kedua, setiap sinyal dikirim dengan dua utas kabel
atau 4 sinyal dikirim dengan 8 utas kabel, belum termasuk ground. Meskipun
balanced data transmission lebih rumit, tapi mempunyai sifat yang sangat kebal
terhadap gagguan listrik, sehingga bisa dipakai untuk menyalurkan data lebih jauh
dengan kecepatan lebih tinggi.
Transmisi saluran tunggal Transmisi saluran tunggal (Single-ended/unbalanced
transmission) memakai satu utas kabel untuk mengirim satu sinyal, informasi logika
ditafsirkan dari beda tegangan terhadap ground. Dengan cara ini, untuk pengiriman
banyak sinyal cukup dipakai kabel sebanyak jumlah sinyal yang dikirim plus satu
utas kabel untuk ground yang dipakai bersama.
4.

Saluran komunikasi multi-drop

Saluran komunikasi multi-drop adalah sepasang kabel yang panjangnya tidak lebih
dari 4000 feet, pada kedua ujung saluran masing-masing dipasang resistor 120
Ohm yang menghubungkan kedua kabel. Resistor tersebut dimaksud untuk
mengurangi terjadinya gelombang pantul dalam saluran, yang sering terjadi pada
transmisi dengan kecepatan tinggi. Selanjutnya pada saluran tersebut bisa
dipasangkan sebanyak-banyaknya 32 chip SN75176 Multi-drop RS485 Tranceiver,
kaki A (kaki nomor 6) dari masing-masing IC harus dihubungkan pada seutas kabel
pembentuk saluran yang sama, dan kaki B (kaki nomor 7) dihubungkan ke kabel
yang lain. Karena saluran dipakai bersama oleh banyak transceiver, agar output
Line Generator dari masing-masing tranceiver tidak berbenturan, dalam rangkaian
saluran komunikasi multidrop ditentukan semua output Line Generator harus dalam
keadaan non-aktip (GE=0, meng-ambang high impedance state), kecuali Line

Generator dari tranceiver yang berfungsi sebagai induk (Master) yang boleh aktip
(GE=1). Saat beroperasi Master secara bergilir menghubungi Slave, setelah itu
Master me-nonaktip-kan Line Generatornya, Slave yang terpanggil akan mengaktip-kan Line Generatornya dan mengirimkan informasi kesaluran, setelah itu Slave
tersebut me-nonsktip-kan kembali Line Generatornya dan kembali Master mengaktipkan generator untuk menghubungi Slave yang lain. Dengan demikian Master
berfungsi untuk mengendalikan saluran, dan komunikasi yang terjadi di saluran
adalah komunikasi half-duplex, yakni komunikasi dua arah secara bergantian. Pada
saat pergantian aktivitas Line Generator Master dan Slave, bisa terjadi satu saat
secara bersamaan semua Line Generator tidak aktip, akibatnya saluran menjadi
mengambang dan keadaan logika dari saluran tidak menentu. Untuk mencegah
terjadinya hal tersebut, pada saluran ditambahkan 2 buah resistor masing-masing
bernilai 82 Ohm, resistor yang terhubung ke A dihubungkan ke +5 Volt dan resistor
yang terhubung ke B dihubungkan ke ground, dengan cara begini kalau semua Line
Generator tidak aktip bisa dipastikan saluran dalam keadaan 1. Meskipun kerja
dari Line Receiver tidak memerlukan ground, tapi untuk menjamin agar pertukaran
sinyal antara tranceiver bisa terjadi dengan baik, biasanya disamping sepasang
kabel saluran multidrop ditambah lagi seutas kabel ground. Mengingat masingmasing tranceiver letaknya bisa berjauhan satu sama lain, bisa mendapat catu daya
dari instalasi jala-jala listrik yang berlainan, sehingga antara tranceiver satu dengan
yang lainnya bisa mempunyai selisih potensial listrik yang cukup besar, untuk
mencegah aliran arus besar yang bisa merusak transceiver, ground tranceiver
biasanya tidak dihubungkan langsung ke kabel ground, tapi dipasang seri resistor
sebesar 100 Ohm

Perbedaan RS232 dan RS485

DAFTAR PUSTAKA
http://wijiyan.blogspot.co.id/2014/06/perbedaan-komunikasi-serial-rs232rs485.html
http://spynad.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-protokol-rs-485.html
http://aliateknic.blogspot.co.id/2013/07/interface-serial-rs485.html