Anda di halaman 1dari 5

RMK AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

KONSEP DASAR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH

Nama
Nim

: MUTMAINNA
: A31114001

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

KONSEP DASAR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH


Akuntansi didefinisikan sebagai sebuah proses identifikasi, pencatatan,
pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran atas semua transaksi dan aktivitas
keuangan, penyajian laporan, serta penginterpretasian atas hasilnya. Definisi tersebut
diambil dari Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintah yang merupakan acuan dasar dalam pelaksanaan akuntansi di setiap
instansi pemerintahan di Indonesia, termasuk di Pemerintah Daerah dan satuan kerja
di dalamnya.
Proses akuntansi ini akan mengolah semua transaksi dan aktivitas keuangan
yang ada di setiap entitas Pemerintah Daerah. Pihak yang melaksanakan proses
akuntansi ini dibagi menjadi dua entitas, yaitu entitas akuntansi dan entitas pelaporan.
Dalam hal ini, yang dimaksud entitas akuntansi adalah SKPD dan PPKD.
1. Pembukuan Tunggal (Single Entry) dan Pembukuan Berpasangan (Double
Entry)
Sistem pembukuan tunggal (single-entry system) sering disebut juga
dengan sistem tata buku tunggal atau tata buku saja. Dalam sistem ini
pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatat secara tunggal
(tidak berpasangan).
a. Pembukuan Tunggal (Single Entry)
Sistem pencatatan single entry sering disebut juga dengan
sistem tata buku tunggal atau tata buku saja. Dalam sistem ini,
pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatat
secara tunggal (tidak berpasangan).
b. Pembukuan Berpasangan (Double Entry)
Sistem pencatatan double entry juga sering disebut sistem tata
buku berpasangan. Menurut sistem ini, pada dasarnya suatu
transaksi

akan

dicatat

secara

berpasangan

(double

berpasangan, entry = pencatatan). Pencatatan dengan sistem ini


disebut dengan istilah menjurnal. Dalam pencatatan tersebut
ada sisi Debit dan Kredit. Sisi Debit ada di sebelah kiri,
sedangkan sisi Kredit ada di sebelah kanan. Setiap pencatatan
harus menjaga keseimbangan persamaan dasar akuntansi, yaitu
aset = kewajiban + ekuitas.
PERSAMAAN

DASAR

AKUNTANSI

DAN

PENCATATAN

TRANSAKSI
1. Persamaan Dasar Akuntansi
Tabel 1.1 Persamaan Dasar Akuntansi Pemerintah Daerah
KEKAYAAN DAERAH
ASET
Sisi Kiri
Sisi Debit

=
=
=
=

SUMBER-SUMBERNYA
KEWAJIBAN
+
EKUITAS
Sisi Kanan
Sisi Kredit

Tabel 1.2 Aturan Debit dan Kredit


AKUN
ASET
KEWAJIBAN
EKUITAS
PENDAPATAN-LO/PENDAPATAN-LRA
BEBAN/BELANJA
PEMBIAYAAN PENERIMAAN
PEMBIAYAAN PENGELUARAN

DEBIT
+
+
+

KREDIT

SALDO

+
+
+
+
-

NORMAL
DEBIT
KREDIT
KREDIT
KREDIT
DEBIT
KREDIT
DEBIT

Kodefikasi Akun
Berdasarkan Permendagri No. 64 Tahun 2013 tentang Penerapan SAP
berbasis akrual pada Pemerintah Daerah, akun dikelompok ke dalam tiga kelompok
akun, sebagai berikut :
1. Akun Neraca

:Aset, Kewajiban, dan Ekuitas

2. Akun Realisasi Anggaran Pendapatan-LRA, Belanja, Transfer,


dan pembiayaan
3. Akun Laporan Operasional:

Pendapatan-LO,

dan

Beban
Bagan Akun Standar (BAS) untuk pemerintah daerah sesuai lampiran III
Permendagri No. 64 Tahun 2013 terdiri dari 5 level yang terdiri dari kode akun,
kelompok, jenis, obyek, dan rincian obyek.
Panduan penyusunan BAS untuk pemerintah daerah sebagaimana diatur
dalam Permendagri, diuraikan sebagai berikut :
1. Akun Neraca
2. Kewajiban,
3. Ekuitas,
4. Akun Laporan Realisasi Anggaran
5. Akun Belanja
6. Akun Transfer
7. Pembiayaan
8. Akun Laporan Operasional
9. Akun Beban
10. Akun Beban Transfer-LO
11. Akun Beban Non Operasional,
12. Akun Beban Luar Biasa

SIKLUS AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH


Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah dibedakan menjadi 2 yaitu: Sistem
akuntansi PPKD dan Sistem akuntansi SKPD. Siklus akuntansi merupakan

tahapan/langkah-langkah yang harus dilalui dalam penyusunan laporan keuangan.


Langkah-langkah tersebut meliputi 8 Langkah, yaitu:
1. Pencatatan Jurnal LRA dan Saldo Awal di Buku Jurnal
2. Analisis Transaksi dan Pencatatan Transaksi di Buku Jurnal

Guna memudahkan penyusunan laporan keuangan secara manual,


maka digunakan daftar akun sesuai yang diatur di Permendagri 64
tahun 2014 yaitu di pasal 7 dan lampiran III mengenai Bagan Akun
Standar (BAS),.

Penjurnalan dibedakan menjadi 2:


a. Jurnal Financial (LO & Neraca):
b. Jurnal Anggaran (LRA):

3. Pencatatan Jurnal Penyesuaian di Buku Jurnal


4. Posting ke Buku Besar
5. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
6. Penyusunan Laporan Keuangan:
Laporan Operasional
Laporan Perubahan EkuitasNeraca
1

Laporan Realisasi Anggaran


7. Pencatatan Jurnal Penutup di Buku Jurnal
8. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan