Anda di halaman 1dari 3

Saudariku, Hijab Syari Itulah Pelindungmu

(Bagian 1)
November 3rd, 2012/Fikih, Keluarga dan Wanita/9 Comments

Saudariku, terkadang aku merenung, mengapa akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang
menjadikan wanita sebagai korbannya, entah itu perkosaan, pelecehan seksual, perzinaan, dan
lain sebagainya yang ah, miris! Sangat-sangat melecehkan dan merendahkan kehormatan
wanita. Apakah memang laki-laki zaman sekarang sudah sedemikian bejat dan kurang ajar
sehingga menghinakan wanita? Apakah mereka hanya berpikiran bahwa wanita adalah tempat
pelampiasan nafsu mereka semata? Apakah mereka mengira wanita itu bagaikan bunga di tepi
jalan yang bisa dipetik setiap saat kemudian dicampakkan begitu saja? Atau mereka pikir wanita
ibarat rokok yang setelah sarinya habis mereka hisap lantas puntungnya mereka buang dan
diinjak-injak dengan kaki mereka? Huh, biadab sekali laki-laki itu!
Tunggu dulu, jangan gegabah menuduh mereka wahai Saudariku.. Pernahkah engkau berpikir
dan merenung dalam-dalam mengapa pria-pria itu berbuat demikian? Apakah hal itu murni
kesalahan mereka atau jangan-jangan ada faktor lainnya yang mendorong mereka melakukan
pelecehan terhadap kita? Renungilah sejenak
Nah, sudahkah kau temukan jawabannya? Jika belum, baiklah mari kita cari jawabannya. Aku
yakin sebagian besar wanita menyukai bunga-bunga mekar yang cantik, mewangi, dan beraneka
warna. Lihatlah bebungaan yang indah itu, dia menarik perhatian kumbang untuk menghisap
madunya, bahkan menarik perhatian manusia untuk memetiknya. Ketika bunga itu mekar maka
tampaklah kecantikannya oleh sang kumbang. Sang kumbang pun tertarik untuk mendekatinya
dan merampas madu bunga, lantas setelah puas, sang kumbang akan meninggalkan bunga itu
begitu saja. Dan bunga itupun akhirnya layu dengan cepat Habis manis, sepah dibuang. Lain
halnya dengan bunga cantik yang terlindungi dari pandangan kumbang. Bunga itu tidak akan
terjamah oleh kumbang-kumbang yang tidak bertanggung jawab.
Ya, wanita ibarat bunga yang cantik itu. Jika seorang wanita menampakkan kecantikan wajah
dan kemolekan tubuhnya, sungguh, kebanyakan dari para lelaki akan terpesona karenanya. Hawa
nafsunya akan menyuruhnya untuk menikmati sang wanita cantik itu, entah itu dengan
memandangi wajah dan tubuh sang wanita terus-menerus, entah dengan menyentuhnya, atau
entah dengan tindakan bejat lainnya. Hanya lelaki hidung belang dan kurang imannya yang akan
memuaskan hawa nafsunya dengan hal yang haram tersebut. Duhai Saudariku, apakah engkau
mau menjadi korban para lelaki itu? Tentunya sebagai wanita yang berpikiran sehat, jelas kita
tidak akan sudi, benar kan?
Lalu mengapa engkau pamerkan bagian tubuhmu? Keuntungan apakah yang engkau dapatkan
dari membuka auratmu? Kebebasan? Bahagia karena dipuji orang sebagai wanita seksi? Biar
laris jodoh? Gampang dapat pekerjaan? Dapat tawaran jadi model atau artis? Atau seribu satu

kenikmatan hidup lainnya? Jika engkau berpikir bahwa engkau akan mendapatkan keuntungan
yang besar dari membuka auratmu maka engkau telah salah besar. Kesenangan hidup yang kau
peroleh itu hanyalah kesenangan semu. Sungguh, tidaklah akan engkau dapati dari membuka
auratmu kecuali kerugian yang besar. Dengan membuka aurat maka turunlah harga diri dan
kehormatanmu sebagai muslimah. Hilanglah kemuliaan dan rasa malumu seiring dengan
tersingkapnya auratmu. Dan engkau pun rentan menjadi korban pelampiasan nafsu para pria
hidung belang dan mata keranjang.. Lalu ke manakah perginya rasa aman itu?
Hijab, perintah Allah untuk wanita muslimah
Duhai Saudariku, fitrah seorang manusia pastilah malu untuk memperlihatkan auratnya dan malu
jika orang lain memandang auratnya. Terlebih lagi bagi seorang muslimah yang komitmen
terhadap ajaran agamanya. Seorang mukminah tentu akan melaksanakan apa saja yang
diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Taala, termasuk di antaranya adalah perintah untuk
berhijab. Ketahuilah, tidaklah Allah memerintahkan sesuatu perkara kepada hamba-Nya kecuali
pasti perkara itu bermanfaat bagi hamba-Nya. Demikian juga dengan perintah berhijab bagi
muslimah, karena hijab sungguh sangat besar manfaatnya bagi para wanita.
Apa itu hijab? Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan bahwa hijab adalah seorang wanita
menutupi seluruh tubuhnya dari laki-laki yang bukan mahramnya, sebagaimana firman Allah
Taala,


..dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari
padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara
laki-laki mereka (QS. An Nur: 31)

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah
dari belakang hijab/tabir.Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. (QS.
Al Ahzab: 53)
Dan yang dimaksud dengan hijab adalah apa-apa yang dapat menutupi wanita, baik itu dari
tembok, pintu, atau pakaian. Sedangkan lafadz ayat tersebut meskipun ditujukan untuk istri-istri
Nabi shallallahu alaihi wa sallam, akan tetapi hukumnya adalah umum untuk semua wanita
mukminah.
Hijab yang wajib atas seorang wanita jika berada di dalam rumahnya adalah dia terhalangi di
belakang tembok atau tempat tertutup. Adapun jika dia berhadapan dengan laki-laki ajnabi (yang
bukan mahramnya) baik di dalam maupun di luar rumah maka hijabnya adalah dengan memakai

pakaian syari, yaitu abaah (jilbab) dan khimar (kerudung) yang menutupi seluruh tubuh dan
perhiasan luarnya.
Allah Taala berfirman,




Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak
dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.. (QS. An Nur:
31)

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
mumin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian
itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59)
Berdasarkan dua ayat di atas, hijab seorang wanita jika keluar rumah adalah mengenakan khimar
kemudian mengenakan jilbab di atas khimarnya, bukan khimar saja atau jilbab saja, sebagaimana
banyak dilalaikan oleh mayoritas muslimah sekarang ini.
(Mengenai pengertian jilbab dan khimar silahkan baca pada artikel Jilbabku Penutup Auratku )
bersambung insyaallah
***
Artikel muslimah.or.id
Penulis: Ummu Ismail
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Maraji:
Hiraasatul Fadhiilah, Syaikh Bakr Abu Zayd, Maktabah Syamilah.
Jilbab Al-Marah Al-Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Maktabah
Syamilah.
Tanbiihatun alaa Ahkamin Takhtashshu bil-Muminaat, Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan,
cet. 2, 1429 H/2008 M, Darul Aqidah.