Anda di halaman 1dari 9

RANGKUMAN MATERI KULIAH

SAP 2
COST BEHAVIOUR ACTIVITY

Oleh

Kadek Katon Pranata


1406305087

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
2016
1. The Basics Of Cost Behaviour

Perilaku biaya (cost behavior) adalah istilah untuk menggambarkan apakah


biaya input berubah apabila terdapat perubahan aktivitas, dan bagaimana reaksi biaya
terhadap perubahan aktivitas.Pola perilaku biaya merupakan bahan pertimbangan dasar
dalam:
-

Menganalisa potensi biaya yang akan timbul di masa yang akan datang,
sehubungan

dengan

rencana

peningkatan,

penambahan,

penurunan

atau penghilangan aktivitas tertentu; dan


Menilai kewajaran nominal biaya yang timbul pada periode tertentu dengan
melihat trend atau pergerakan aktivitas di periode yang sama.Klasifikasi Biaya

a.

Berdasar Perilaku:
Biaya Tetap (Fixed Cost)
Adalah suatu biaya yang dalam jumlah total besarnya tetap konstan dalam
rentang yang relevan ketika tingkat output/ aktivitas berubah (tidak dipengaruhi oleh
aktivitas/volume kegiatan tertentu).

Besar kecilnya biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi perusahaan jangka


panjang, teknologi dan metode serta strategi manajemen.Beberapa contoh biaya
yang tergolong biaya tetap (fixed cost), antara lain: Biaya Gaji, Biayapenyusutan
gedung, Biaya Pajak Bumi dan Bangunan, Biaya pemeliharaan gedung, Biaya iklan.
b. Biaya Variabel (Variable Cost)
Adalah biaya yang dalam jumlah total berubah secara proporsional terhadap
perubahan tingkat aktivitas/volume kegiatan. Jika tingkat aktivitasnya dinaikkan,
total biaya variabelnya juga akan naik.

Beberapa contoh biaya yang tergolong biaya variabel (variable cost),


antara lain:Pengunaan persediaan bahan baku dan penolong, Biaya tenaga kerja
langsung (usaha manufaktur);Penggunaan persediaan barang jadi (usaha dagang dan
manufaktur); Fee untuk profesional yangdibayar per proyek (usaha jasa); Komisi
penjualan (usaha manufaktur, dagang dan jasa).
c. Biaya Campuran (Mixed Cost)
Mixed cost adalah biaya yang didalamnya memiliki komponen biaya tetap
dan biaya variabel. Sehinggabiaya yang masuk dalam kategori ini tetap hingga titik
tertentu (porsi biaya tetap) dan meningkat seiringdengan peningkatan aktivitas
setelahnya (porsi biaya variabel).Unsur biaya yang tetap merupakan jumlah biaya
minimum untuk menyediakan jasa, sedangkan unsurvariabel merupakan bagian dari
biaya semivariabel yang dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.

Contoh yang umum kita kenal sebagai biaya campuran antara lain biaya
telepon, setiap bulan pelanggan telepon akan membayar Biaya tetap (Biaya
abodemen) Biaya Variabel (Biaya pulsa yangbesarnya tergantung jumlah
pemakaian); gaji dan bonus penjualan untuk bagian marketing. Rumus:

Total Biaya (Y) = Biaya Tetap (F) + Total Biaya Variabel (VX)
Dalam ekonomi, biasanya diasumsikan bahwa biaya tetap dan biaya variabel
sudah diketahui. Akuntan manajemen harus berhadapan dengan persyaratan untuk
menilai biaya tetap dan biaya variable.

Penentuan Pola Perilaku Biaya


Ada 3 faktor yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan pola perilaku
suatu biaya.

Pertama, harus dipilih biaya yang akan diselidiki pola perilakunya. Biaya ini
merupakan variable tidak bebas (dependent variable) dan biasanya dinyatakan

dengan simbol y.
Kedua, harus dipilih variabel bebas (independent variable), yaitu sesuatu yang
menyebabkan biaya tersebut berfluktuasi. Secara matematis, fungsi tersebut

dinyatakan, y = f(x).
Ketiga, harus dipilih kisaran kegiatan yang relevan (relevant range of activity),
dimana hubungan antara variabel bebas dan tidak bebas yang dinyatakan
dalam fungsi biaya tersebut berlaku.

Time Horizon
Dalam menentukan apakah suatu biaya adalah tetap atau variabel bergantung
pada faktor waktu,tetapi batasan ini bersifat subjektif, tergantung dari prespektif
tiap-tiap manajer.Menurut ekonom, dalam jangka panjang semua biaya merupakan
biaya variabel sedangkan dalam jangka pendek minimal ada satu biaya tetap.
Contoh: perbedaan perspektif manajemen terhadap biaya tenaga kerja, ada yang
memandang

sebagai

biaya

variabel

karena

dapat

memberhentikan

dan

mempekerjakan karyawan sesuai dengan kenaikan atau penurunan output. Tetapi ada
juga yang dipandang sebagai biaya tetap karena adanya kontrak yang membuat
pihak manajemen tidak bias seenaknya memberhentikan karyawan.

2. Resource, Activities and Cost Behaviour


a. Sumber Daya (Resource)
Adalah komponen ekonomi yang memungkinkan seseorang atau sesuatu
untuk melakukan pekerjaan. Sumber daya hanya elemen ekonomi yang
dikonsumsi dalam melakukan kegiatan. Penggunaan sumber daya adalah jumlah
kapasitas kegiatan yang digunakan dalam meproduksi keluaran kegiatan.
Karenanya penggunaan sumber daya ekuivalen dengan keluaran kegiatan.
Sumber daya (Resource) dibagi menjadi dua yaitu :

Flexible Resource
Merupakan persediaan yang sering digunakan dan dibutuhkan,

diperoleh

dari

sumber

luar,

dimana jangka

perolehannya tidak

membutuhkan komitmen jangka panjang. Perusahaan bebas membeli sumber


daya yang dibutuhkan dan kapan sumber daya tersebut dibutuhkan. Sumber
daya yang dipasok saat dibutuhkan sama dengan biaya sumber daya yang
digunakan, sehingga tidak terdapat unused capacity.

Committed Resource
Merupakan persediaan

yang

diberikan

sebelum

penggunaan.

Diperoleh dengan menggunakan kontrak baik secara eksplisit maupun


implisit

untuk

memperoleh

sejumlah

sumber

daya,

terlepas

dari

apakahkuantitas dari sumber daya yang tersedia tersebut digunakan secara


penuh atau tidak.
b. Step Cost Behaviour
Step-cost Function adalah fungsi yang menunjukkan tingkat biaya
konstan pada suatu rentang output kegiatan tertentu dan kemudian meningkat ke
tingkat biaya yang lebih tinggi pada titik yang sama,dimana biaya tidak berubah
untuk rentang kegiatan yang sama. Beberapa biaya terutama biaya tetap
cenderung untuk mengikuti step-cost function. Jika biaya yang mengikuti stepcost behaviour dengan tingkat langkah yang lebar maka biaya dianggaptetap
(step-fixed cost). Namun jika tidak (jarak yang sempit), biaya tersebut
diestimasikan dengan fungsi biaya variabel (step-variable cost).
c. Activity Rate (Tingkat Aktivitas)
Merupakan biaya unit rata-rata yang diperoleh dengan membagi
pengeluaran sumber daya dan kapasitas praktis dari suatu aktivitas.Tingkat
aktivitas digunakan untuk menghitung biaya penggunaan sumber daya dan biaya
aktivitas yang tidak digunakan.
Hubungan

antara

penawaran

dan

permintaan

dalam

bentuk

fisik:

Activity Availability = Activity Output + Unused Capacity


Hubungan

antara

penawaran

dan permintaan

dalam bentuk

keuangan:

Cost of Activity Supplied = Cost of activity used + Cost of unused capacity

3. Metode untuk Memisahkan Biaya Campuran Menjadi Komponen


Tetap dan Variabel

Ada tiga

metode yang

digunakan secara

luas untuk

memisahkan

biaya campuran menjadi komponentetap dan variable, yaitu metode tinggi rendah,
metode scatterplot, dan metode kuadrat terkecil.Masing-masing metode menggunakan
asumsi hubungan biaya linier. Oleh sebab itu, sebelum metode-metode tersbut dibahas
lebih mendalam, konsep linearitas perlu ditinjau kembali.
a. Asumsi Linearitas
Definisi biaya variable mengasumsikan hubungan linier antara biaya aktivitas dan
penggerak aktivitas yang terkait. Sebagai contoh, star company memproduksi computer
pribadi. Setiap computer menggunakan satu floppy disk drive yang memerlukan biaya
$40. Total biaya variabel disk drives dapat dinyatakan : total biaya variabel = $40 x unit
yang diproduksi. Jika 100 komputer diproduksi, total biaya floppy disk drive adalah
$4.000 ($40 x 100). Jika 200 komputer diproduksi, total biaya floppy disk drive adalah
$8.000 ($40 x 200). Dengan kata lain, biaya akan meningkat secara proporsional
dengan jumlah unit yang diproduksi.
Bagaimana jika kurva non linear menggambarkan realitas secara lebih akurat? Apa
yang dapat dilakukan selanjutnya? Salah satu kemungkinan adalah menentukan fungsi
biaya aktual. Akan tetapi,setiap aktivitas mungkin memiliki fungsi biaya yang berbeda.
Pendekatan ini akan menghabiskanbanyak waktu dan mahal (jika memang dapat
dikerjakan). Mengasumsikannya sebagai hubungan linear sangatlah lebih mudah.
Jika asumsi hubungan linear digunakan, maka masalah utamanya adalah seberapa
baikasumsi memperkirakan fungsi biaya yang mendasarinya. Ingatlah bahwa rentang
yang relevan adalah rentang keluaran dimana hubungan biaya yang diasumsikan adalah
valid. Dalam hal ini, validitas mengacu pada seberapa dekat fungsi biaya linear
memperkirakan fungsi biaya yang mendasarinya. Perhatikan bahwa untuk unit
penggerak aktivitas yang melebihi X1, fungsi biaya linear tidak dapat menggambarkan
fungsi dasar yang mendasarinya. Berikut persaman untuk garis lurus : Jumlah biaya
=biaya tetap + (n biaya variabel per unit x keluaran). Persamaan tersebut adalah rumus
biaya.
Jumlah biaya adalah variabel terikat (dependent variable) yang merupakan biaya
yang akan diperkirakan. Dalam persamaan tersebut, jumlah biaya hanya bergantung
pada satu variabel, yaitu keluaran. Keluaran adalah ukuran aktivitas. Keluaran adalah
variabel bebas (independent variable). Biaya tetap adalah parameter perpotongan
( intersept parameter) dan bagian biaya tetap dari jumlahbiaya. Akhirnya, biaya variabel
per unit adalah biaya tiap unit aktivitas.

Variabel terikat adalah variabel yang nilainya tergantung pada nilai dari variabel
lain.Sedangkan variabel bebas adalah yang mengukur keluaran dan menjelaskan
perubahan dalam biaya. Variabel bebas aalah penggerak aktivitas. Pilihan suatu variabel
bebas berhubungan dengan kemungkinan nilai ekonominya. Oleh karena itu, manajer
akan berusaha menemukan variabel bebasyang menyebabkan atau berhubungan dengan
variabel terikat secara dekat. Parameter perpotonganberhubungan dengan biaya
tetap.secara grafis parameter perpotongan adalah titik dimana garis biayacampuran
memotong

atau

memotong

sumbu

biaya

(vertikal).

Parameter

kemiringan

berhubungandengan biaya varibel per unit aktivitas. Secara grafis, parameter


kemiringan menunjukkan kemiringan garis biaya campuran. Karena catatan akuntansi
hanya

mengungkapkan

jumlah

keluaran

aktivtas

dan jumlah biaya, nilai tersebut harus digunkan untuk memperkirakan parameter perpot
ongan dan kemiringan (jumlah biaya dan biaya variabel). Dengan memperkirakan biaya
tetap dan biaya variable per unit, komponen tetap variabel dapat diperkirakan. Perilaku
biaya campuran pun dapat diprediksi ketika penggunaan aktivitas berubah.
Tiga metode akan dideskripsikan untuk memperkirakan biaya tetap dan biaya
variabel per unit. Metode-metode tersebut adalah metode tinggi-rendah, metode
scatterplot, dan metode kuadrat terkecil
Metode Tinggi Rendah
Adalah metode untuk menentukan persamaan suatu garislurus dengan
terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan
untukmenghitung parameter perpotongan dan kemiringan. Titik tinggi didefinisikan
sebagai titik dengan tingkat keluaran atau aktivitas tertinggi. Titik terendah
didefinisikan sebagai titik dengan tingkat keluaran atau aktivitas terendah.
Keunggulan metode tinggi rendah adalah objektivitas. Dua orang yang
menggunakan metode tinggi rendah pada suatu data tertentu akan menghasilkan
jawaban yang sama. Selain itu, metode tinggi rendah memungkinkan manajer untuk
mendapatkan ketetapan yang cepat mengenai hubungan biayadengan hanya
menggunakan dua titik.
Kekurangan metode tinggi rendah yaitu biasanya tidak seakurat metodemetode lain karena pertama,titik tinggi dan rendah mungkin merupakan outliner
(berada diluar jalur). Outliner menunjukkan biayaaktivitas yang tidak umum terjadi.
Sehingga rumus biaya biaya yang dihitung dengan menggunakan dua titik ini tidak
akan mencerminkan apa yang biasanya terjadi. Metode scatterplot dapat menolong

manajer menghindari jebakan ini daripada hanya memilih dua titik yang tampaknya
mewakili pola biaya aktivitas umum. Kedua, meskipun titik-titik tersebut bukan
merupakan outliner, pasangan titik lainnya mungkin lebih dapat mewakili.
Metode Scatterplot
adalah suatu

metode

penentuan

menggambarkandata dalam suatu grafik.

persamaan

suatu

garis

dengan

Langkah pertama dalam menerapkan

metode scatterplot adalah menggambarkan titik-titik data sehingga hubungan antara


biaya penyetelan dan tingkat aktivitas dapatterlihat. Plot ini disebut grafik scatter.
Sumbu vertikal adalah jumlah biaya penyetelan sedangkan sumbu horizontal adalah
jumlah waktu penyetelan. Tujuan grafik scatter adalah melihat apakah asumsi
hubungan linear wajar atau tidak. Selain itu, beberapa titik yang tampaknya tidak
cocok dalam polaumum perilaku biaya mungkin terungkap dengan mengamati
grafik scatter.

Keunggulan dari metode scatterplot adalah memungkinkan

kita untuk melihat data secara visual. Kelemahan dari metode scatterplot adalah
tidak ada kriteria objektif untuk memilih garis terbaik.Kualitas rumus biaya
bergantung pada kualitas subjektif dari analisis. Metode scatterplot dan metodetinggi
rendah menghasillkan persamaan dengan perbadaan yang besar dalam komponen
biaya tetapdan variabel.
Metode Kuadrat Terkecil
Kedekatan setiap titik pada garis dapat diukur dengan jarak vertikal titik dari
garis. Jarak vertikal iniadalah perbedaan antara biaya aktual dengan biaya
yang diprediksi oleh garis. Untuk titik 5, biaya yangdiprediksi adalah 5*, dan
deviasinya adalah jarak antara titik 5 dan 5* (jarak dari titik ke garis).
Metode kuadrat terkecil pertama-tama mengkuadratkan setiap deviasi dan
kemudian menjumlahkan deviasi yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran
kedekatan keseluruhan. Pengkuadratan deviasi ini menghindari masalah yang
disebabkan oleh bauran angka positif dan negatif. Karena ukurankedekatan adalah
jumlah deviasi kuadrat titik-titik dari garis, maka semakin kecil ukurannya,
semakinbaik garisnya. Garis yang lebih mendekati titik dibanding garis lainnya
disebut garis kesesuaian terbaik, yaitu garis dengan jumlah kuadrat deviasi terkecil.

4. Multiple Regression
Regresi Berganda (Multiple Regression) adalah sebuah Metode statistik yang
digunakan untukmelakukan pengujian hubungan antara sebuah variabel dependent (Fix

cost) dengan dua atau lebihvariabel independent (Variabel Cost) yang ditampilkan dalam
bentuk persamaan dibawah ini:

Y = F + V1X1 + V2X2 + . + Vn Xn
Dimana:
Y: Variabel Dependen yang hendak diprediksi
F: Konstanta (dalam hal ini adalah Fix Cost)
V1: Variabel Bebas 1
X1: Nilai Variabel Bebas 1
V2: Variabel Bebas 2
X2: Nilai Variabel Bebas 2
Vn: Variabel Bebas ke n
Xn: Nilai Variabel Bebas ke n
Karena terdiri dari dua atau lebih Variabel, maka sangat tidak praktis apabila
regresinya diselesaikanmenggunakan metode Titik tertinggi-Titik terendah maupun
Scattered Method. Methode pemisahan biaya campuran yang paling tepat digunakan
dalam hal ini adalah

Least Square Method.. Uji Regresiberganda ini

dapat diselesaikan dengan mudah melalui aplikasi Microsoft Excel (Spread Sheet).

Daftar Pustaka
Hansen/Mowen. 2007. Akuntanasi Manajerial. Jakarta : Penerbit Salemba Empat
https://www.scribd.com/doc/215409848/Cost-Behaviour
https://yantoumm.wordpress.com/2007/11/28/ak-manajemen-cost-behavior/