Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM IPA

MATA KULIAH PRAKTIKUM IPA DI SD (PDGK4107)


MODUL 4. MEKANIKA KEGIATAN PRAKTIKUM 3. PESAWAT SEDERHANA
KATROL
(Kegiatan Terbimbing)

Oleh
PURWANI WIDYANINGTYAS
NIM : 836761855

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UPBJJ-UT SURAKARTA
2016

MODUL 4
KEGIATANPRAKTIKUM 3. PESAWAT SEDERHANA
1. Percobaan 1: KATROL
2. Tujuan Percobaan :
a. Menjelaskan manfaat dari katrol
b. Menentukan keuntungan mekanik (KM) pada katrol
3. Alat dan Bahan :
a. Katrol tetap
b. Katrol bergerak
c. Neraca pegas 0 500 gram
d. Beban 200 gram, 100 gram (sesuai kebutuhan)
e. Benang secukupnya atau senar plastik
f. Statif atau penggantung katrol
4. Teori dasar :
Katrol adalah salah satu dari enam jenis pesawat sederhana yang
berupa suatu roda dengan bagian berongga di sepanjang sisinya untuk
tempat tali atau kabel. Katrol biasanya digunakan dalam suatu rangkaian
yang dirancang untuk mengurangi jumlah gaya yang dibutuhkan untuk
mengangkat suatu beban. Walaupun demikian, jumlah usaha yang dilakukan
untuk membuat beban tersebut mencapai tinggi yang sama adalah sama
dengan yang diperlukan tanpa menggunakan katrol.
Besarnya gaya memang dikurangi, tetapi gaya tersebut harus bekerja
atas jarak yang lebih jauh. Usaha yang diperlukan untuk mengangkat suatu
beban secara kasar sama dengan berat beban dibagi jumlah roda. Semakin
banyak roda yang ada, sistem semakin tidak efisien karena akan timbul lebih
banyak gesekan antara tali dan roda.
Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada
katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan
cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu,
kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol
bebas, dan katrol majemuk.
a. Katrol Tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada
saat digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu.

Katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba adalah contoh
katrol tetap.

(a) katrol pada tiang bendera (b) katrol pada sumur timba
Contoh penggunaan katrol tetap
b. Katrol Bebas
Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau
posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis
ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah,
seperti tampak pada gambar di bawah.

Katrol bebas
Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang
lainnya ditarik maka katrol akan bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan
pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.
c. Katrol Majemuk
Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol
bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk,
beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada
penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban
akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.

Katrol majemuk
5. Cara kerja :
a. Lakukanlah kalibrasi untuk beban yang akan digunakan (100 gr 200 gr)
dengan menggunakan neraca pegas seperti pada gambar. Periksa
apakah skala pada pegas menunjukkan keterbacaan yang sama dengan
nilai beban yang tertera. Masukkan data kalibrasi pada tabel lembar
pengamatan.
b. Susunlah alat dan bahan percobaan seperti gambar, setelah beban
tergantung, catatlah skala yang terdapat pada pegas, kemudian
bandingkan dengan massa beban.
c. Lakukan langkah (b) dengan mengganti beban sesuai yang dibutuhkan.
d. Selanjutnya lakukan kegiatan praktikum menggunakan katrol bebas dan
katrol majemuk untuk membandingkan hasilnya.
e. Catatlah skala pegas untuk setiap beban yang digantungkan pada katrol
yang sedang diuji coba.
f. Catatlah hasil uji coba pada data pengamatan.
6. Hasil pengamatan :
a. Katrol Tetap
Data hasil kalibrasi
No

Beban

Data hasil kalibrasi

200 gr

2,1 N

220 gr

2,2 N

Skala pada pegas: 0-8 N


Perbandingan dengan massa A
Berdasarkan tabel dapat dibandingkan antara beban dengan hasil
kalibrasi yaitu 200 : 2,1

b. Katrol Bebas
Data hasil kalibrasi
No

Beban

Data hasil kalibrasi

200 gr

2,1 N

100 gr

1N

Skala pada pegas: 0-8 N


Perbandingan dengan massa A
Berdasarkan tabel dapat dibandingkan antara beban dengan hasil
kalibrasi yaitu 100 : 1
c. Katrol Majemuk
Data hasil kalibrasi
No

Beban

Data hasil kalibrasi

200 gr

2,1 N

100 gr

1N

Skala pada pegas: 0-8 N


Perbandingan dengan massa A
Berdasarkan tabel dapat dibandingkan antara beban dengan hasil
kalibrasi yaitu 100 : 1
7. Pembahasan :
Kami melakukan kalibrasi untuk beban 20 gram, 100 gram, dan 200
gram dengan menggunakan neraca pegas skala 0,8 N. Hasil kalibrasinya
seperti tertuang dalam tabel 4.7. kemudian pada beban A diganti secara
berurutan mulai dari 100 gram hingga 200 gram, lalu dicatat perubahan skala
pegas pada B untuk setiap beban yang digantungkan pada katrol bergerak di
A secara bergantian sesuai urutan beban.
Hasilnya pada katrol tetap terjadi pengurangan gaya yang kecil sekali,
sebesar 0,2 Newton pada perbedaan masa benda.
Pada katrol bebas terjadi pengurangan gaya yang cukup besar yaitu
sebesar 1,1 Newton dengan perbedaan massa benda.
Pada katrol majemuk juga terjadi pengurangan gaya yang cukup besar
yaitu sebesar 1,1 Newton dengan perbedaan massa benda.
8. Kesimpulan :
Semakin besar dan jauh jarak beban dengan katrol, maka semakin kecil gaya
yang diperlukan.
9. Jawaban Pertanyaan :

a. Jika saat kalibrasi beban 100 gram, skala pegas menunjukkan 20 skala
kecil, maka satu skala kecil sama dengan massa beban seberat 5 gram.
100 gram

= 20 skala kecil

1 skala kecil

= 100 : 20

1 skala kecil

= 5 gram

b. Keuntungan mekanik yang didapat dari katrol tetap adalah dalam menarik
beban keatas menggunakan katrol tetap lebih mudah dan lebih ringan
dibandingkan jika menarik beban secara langsung.
c. Keuntungan mekanik dari penggunaan katrol bergerak adalah kuasa yang
diperlukan pada katrol bergerak untuk mengangkat beban lebih kecil dari
pada kuasa yang diperlukan pada katrol tetap.
d. Yang lebih menguntungkan antara katrol tetap dan katrol bebas, menurut
saya adalah katrol bebas, karena gaya yang diperlukan untuk mengangkat
beban hanya setengah dari katrol tetap.
Tetapi karena kedua katrol tersebut memiliki fungsi yang berbeda sehingga
harus dipakai sesuai dengan kebutuhan yang memakai, supaya dapat
memberikan hasil yang maksimal.
Katrol Tetap dalam keseharian sering digunakan untuk mengangkat air,
yang sering disebut timba air. Selain itu juga digunakan pada kerekan
bendera. Keuntungan katrol tetap adalah dapat untuk mengubah arah.
Katrol bebas dalam keseharian sering digunakan untuk mengangkat
barang-barang pada tukang bangunan bertingkat tinggi dalam keadaan
seimbang, karena posisinya selalu berubah, dan bergerak bersama-sama
dengan beban.
Gambar praktikum Katrol