Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS TANAH MERAH


Jln. Raya Tanah Merah No. 04 Bangkalan 69172, Telp. 082301035120
Email : puskesmas.tanahmerah@yahoo.co.id

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TANAH MERAH


NOMOR : 445/ /433.106.15/2016
TENTANG
PERESEPAN, PEMESANAN DAN PENGELOLAAN OBAT
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA PUSKESMAS TANAH MERAH,
Menimbang

a.

bahwa untuk menunjang layanan klinis di Puskesmas, maka perlu


didukung oleh pelayanan obat yang baik;

b. bahwa untuk menunjang pelayanan klinis di UPT Puskesmas Rawat


Inap Tanah Merah diperlukan adanya kebijakan tentang peresepan,
pemesanan dan pengelolaan obat Puskesmas;
c.

bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b, perlu


menetapkan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Tanah
Merah tentang Peresepan, Pemesanan dan Pengelolaan Obat;

Mengingat

a.

UU Nomor 29 Tahun 2004, tentang Praktik Kedokteran;

b. UU Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan;


Peraturan

Pemerintah

No.51

tahun

2009

tentang

Pekerjaan

Kefarmasian;
c.

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/Men.Kes/SK/II/ 2004


tentang Kebijakan Dasar Puskesmas;

d. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.922 tahun 2008 tentang Obat dan


Perbekalan Kesehatan;
e.

Peraturan

Menteri

Kesehatan

No.1691/MENKES/PER/VIII/2011

Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP


TANAH MERAH TENTANG PERESEPAN, PEMESANAN
DAN PENGELOLAAN OBAT.

KESATU

Menentukan peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat


sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

KEDUA

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka
akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan : Bangkalan
Pada Tanggal : 11 Januari 2016
KEPALA PUSKESMAS TANAH MERAH,

MOHAMMAD TOHA

Daftar Lampiran
Nomor
Tanggal

: Surat Keputusan Kepala


Puskesmas Tanah Merah
: 445/
/433.106.15/2016
: 11 Januari 2016

PERESEPAN, PEMESANAN DAN PENGELOLAAN OBAT


DI UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP TANAH MERAH

A. PERESEPAN
a. Penulisan Resep
Peresepan adalah proses pesanan atau permintaan obat tertulis dari dokter, dokter
gigi, dan praktisi lainnya yang berijin kepada pengelola obat di Puskesmas Tanah Merah
untuk menyediakan atau membuatkan obat dan menyerahkannya kepada pasien. Resep
merupakan sarana komunikasi profesional antara dokter, penyedia obat dan pasien

(pengguna obat). Isi resep merupakan refleksi dari proses pengobatan. Untuk itu, agar
obat berhasil, resep harus rasional.
Kriteria resep yang tepat, aman dan rasional yaitu:
1. Tepat obat sesuai dengan diagnosis penyakitnya.
2. Tepat indikasi penyakit.
3. Tepat pemilihan obat.
4. Tepat dosis.
5. Tepat cara pemberian obat.
6. Tepat pasien.
Bahasa dalam penulisan resep menggunakan bahasa latin yang sudah digunakan
sebagai bahasa ilmu kesehatan karena bahasa latin tidak mengalami perubahan (statis),
sehingga resep obat yang ditulis dalam bahasa latin tidak akan terjadi salah tafsir.
Penulisan resep yang baik harus lengkap dan jelas. Dalam resep untuk pasien
rawat jalan dan rawat inap di Puskesmas Tanah Merah harus tercantum:
1. Tanggal penulisan resep.
2. Nama pasien.
3. Umur pasien.
4. Alamat pasien.
5. Diagnosis penyakit.
6. Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan obat.
7. Nama obat, jumlah dan dosis obat yang diberikan per oral.
8. Nama obat, jumlah dan dosis obat yang diberikan parenteral pada kolom
suntikan.
9. Tanda tangan dan nama terang petugas penulis resep.
10. Tanda seru dan paraf penulis resep untuk resep yang mengandung obat yang
jumlahnya melebihi dosis maksimum.
11. Kode pasien Umum, Askes dan Askes PNS.

b. Penyiapan Obat
Petugas farmasi yang bertugas menyediakan obat yang diresepkan oleh dokter
atau praktisi lain yang berizin harus memahami isi resep dan memperhatikan:
1. Nama obat
2. Jenis dan bentuk sediaan obat
3. Nama dan umur pasien
4. Dosis
5. Cara pemakaian dan aturan pemberian
6. Menanyakan kepada penulis resep apabila tulisan tidak jelas
7. Konsultasi alternatif obat kepada penulis resep apabila obat yang dimaksud
tidak tersedia
8. Penggunaan sendok atau spatula pada saat mengambil obat dari tempatnya
9. Pemasangan etiket / label obat pada kemasan obat
c. Penyerahan Obat
Petugas farmasi yang bertugas menyediakan obat yang diresepkan oleh dokter
atau praktisi lain yang berizin harus memperhatikan:
1. Pengecekan akhir pada identitas pasien dan isi resep
2. Pemberian obat melalui loket

3. Penerima obat adalah pasien atau keluarga pasien


4. Pemberian informasi tentang cara pemakaian, aturan pakai dan efek samping
obat kepada pasien atau keluarga pasien.
B. PEMESANAN OBAT
Sumber penyediaan obat di Puskesmas Tanah Merah berasal dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Bangkalan. Obat yang diperkenankan untuk disediakan di Puskesmas Tanah
Merah adalah obat obat yang tercantum dalam DOEN yang telah ditetapkan oleh
Menteri Kesehatan.
Permintaan obat untuk mendukung pelayanan obat di Puskesmas Tanah Merah
diajukan oleh Kepala Puskesmas Tanah Merah kepada Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan format LPLPO, sedangkan permintaan dari
sub unit ke Kepala Puskesmas dilakukan secara periodik menggunakan LPLPO sub unit.
Tujuan dari permintaan obat adalah untuk memenuhi kebutuhan obat di
Puskesmas Tanah Merah sesuai dengan pola penyakit yang ada di wilayah Kecamatan
Tanah Merah.
Kegiatan kegiatan yang dilaksanakan dalam permintaan obat antara lain:
1. Menentukan jenis permintaan obat
a. Permintaan Rutin
Dilakukan sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Bangkalan untuk Puskesmas Tanah Merah.
b. Permintaan Khusus
Dilakukan di luar jadwal distribusi rutin apabila:
kebutuhan meningkat
terjadi kekosongan
ada KLB atau Bencana
2. Menentukan jumlah permintaan obat
Data yang diperlukan antara lain:
a. Data pemakaian obat periode sebelumnya.
b. Jumlah kunjungan resep.
c. Jadwal distribusi obat dari UPTD Gudang Farmasi Kabupaten
Bangkalan.
d. Sisa Stok.
3. Menghitung kebutuhan obat dengan cara:
Jumlah untuk periode yang akan datang diperkirakan sama dengan pemakaian
pada periode sebelumnya.
SO = SK + SWK + SWT + SP
Sedangkan untuk menghitung permintaan obat dapat dilakukan dengan
menggunakan rumus:

Permintaan = SO SS

Keterangan:
SO
= Stok Optimum
SK
= Stok Kerja (stok pada periode berjalan)
SWK
= Jumlah yang dibutuhkan pada waktu kekosongan obat
SWT
= Jumlah yang dibutuhkan pada waktu tunggu (Lead Time)

SP
SS

Stok Kerja
Waktu
Kekosongan
Waktu Tunggu
Stok Penyangga

Sisa Stok
Stok Optimum

= Stok Penyangga
= Sisa Stok

Pemakaian rata rata periode distribusi.


Lamanya kekosongan obat dihitung dalam hari.
Dihitung mulai dari permintaan obat oleh Puskesmas Tanah Merah
sampai dengan penerimaan obat di Puskesmas Tanah Merah.
Persediaan obat untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan
kunjungan, keterlambatan kedatangan obat. Besarnya ditentukan
berdasarkan kesepakatan antara Puskesmas dan Gudang Farmasi Dinas
Kesehatan Kabupaten Bangkalan.
Sisa obat yang masih tersedia di Puskesmas Tanah Merah pada akhir
periode distribusi.
Stok ideal yang harus tersedia dalam waktu periode tertentu agar tidak
terjadi kekosongan.

C. PENGELOLAAN OBAT
Obat dan perbekalan kesehatan hendaknya dikelola secara optimal untuk
menjamin tercapainya tepat jumlah, tepat jenis, tepat penyimpanan, tepat waktu
pendistribusian, tepat penggunaan dan tepat mutunya di tiap unit pelayanan kesehatan.
Pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan meliputi kegiatan:
1. perencanaan dan permintaan,
2. penerimaan,
3. penyimpanan dan distribusi,
4. pencatatan dan pelaporan serta
5. supervisi dan evaluasi pengelolaan obat.

Ditetapkan : Bangkalan
Pada Tanggal : 11 Januari 2016

KEPALA PUSKESMAS TANAH MERAH,

MOHAMMAD TOHA