Anda di halaman 1dari 7

BAB I.

PENDAHULUAN
1. 1.

Latar belakang
Kolam terpal merupakan salah satu wadah yang kian populer sebagai tempat budidaya
ikan. Segala jenis ikan dapat dibudidayakan secara optimal dalam kolam terpal. Dilihat dari
segi efisisensi kolam terpal cenderung lebih praktis, pembuatannya relatif mudah, dapat
diaplikasikan pada lahan yang terbatas, dan dapat diaplikasikan ditempat yang kritis air,
mudah dibongkar pasang serta pembuatannya relatif murah. Selain itu kolam terpal
dilengkapi dengan pengatur volume air yang bermanfaat dalam mempermudah penggantian
air serta hasil panen yang dihasilkan lebih berkualitas.
Dalam membuat kolam terpal diperlukan menguasai pengetahuan teknis guna dapat
merancang serta dapat memperhitungkan pembuatan kolam terpal yang tepat. Pengetahuan
teknis ini sangat dibutuhkan dalam pembuatan kolam terpal, agar menghindari serta
meminimaliris adanya kerugian dalam budidaya.
Dewasa ini, kolam terpal bentuknya sudah bermacam-macam, bentuk dari kolam terpal
ini tegantung dari kebutuhan si pembudidaya dan lahan pembudidayaan. Namun umumnya,
kolam terpal berbentuk bulat lebih sering digunakan dibandingkan dengan bentuk persegi
dan persegi panjang. Para pembudidaya lebih sering menggunakan kolam terpal berbentuk
bulat karena kolam terpal berbentuk bulat memiliki berbagai macam keunggulan yakni
lebih kuat, kapasitas kolam ini lebih banyak serta pembuangan kotorannya lebih mudah
sehingga lebih mudah dibersihkan.
Oleh karena itu, penting dilakukan praktikum ini guna mengetahui cara merancang serta
membuat kolam yang baik dan benar yang digunakan dalam budiaya. Sehingga diharapkan

1. 2.

kolam yang dibuat ini dapat meminimalisir adanya kerugian yang muncul akibat kebocoran
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
Menguasai teknik pembuatan kolam.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Definisi Kolam Terpal


Kolam terpal merupakan kolam yang keseluruhannya, baik bagian dasar
dan bagian dinding dilapisi oleh terpal. Ada berbagai macam bentuk kolam terpal
yakni berbentuk kolam tanah atau kolam termbok, kolam terpal juga dapat
berbentuk bak, tetapi disokong dengan kerangka. Kerangka penyokong dapat

berbahan dasar dari bambu, kayu, pipa atau besi (Kordi, 2010).
2.2.
Jenis kolam terpal
Berdasarkan peletakannya, kolam terpal terdiri atas kolam terpal di atas
permukaan tanah dan kolam terpal di bawah permukaan tanah. Sedangkan
berdasarkan bahan dan cara pembuatannya, terutama untuk dinding atau kerangka
kolam, dikenal beberapa jenis kolam terpal, yaitu kolam terpal dengan kerangka
besi/kayu/besi, kolam terpal dengan dinding batako atau batu bata, kolam terpal
dengan dinding tanah dan kolam beton atau kolam yang dilapisi terpal. kolam
terpal dengan kerangka besi/kayu/besi dan kolam terpal dengan dinding batako
atau batu bata merupakan kolam

BAB III. METODE

3. 1. Waktu dan Tempat


Praktikum Rekayasa Akuakultur ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015, pada
pukul 12.30 18.30 Wita. Bertempat di Laboratorium Perikanan, Program Studi Budidaya
Perairan, Universitas Mataram.
3. 2. Alat dan Bahan
3.2.1.
Alat
No
.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
3.2.2.
No
.
1.
2.
3

Nama Alat
Hot gun
Roller presser
Gerinda
Gergaji
Meteran
Penggaris
Cutter
Palu
Tang
Kawat
Ember
Spidol
Selang air
Cepang

Fungsi
Sebagai alat perekat terpal
Unntuk menekan terpal yang telah dipanaskan hot gun
Sebagai alat pemotong besi
Sebagai alat pemotong besi
Sebagai alat pengukuran
Sebagai alat pengukuran
Sebagai alat pemotong terpal
Sebagai alat meluruskan besi
Sebagai alat untuk memutuskan kawat
Sebagai alat pengikat tiang penyangga
Sebagai wadah tanah saat
Sebagai alat penanda panjang pada terpal dan besi
Sebagai alat penyalur air
Sebagai alat pengangkut tanah dasar

Bahan
Nama Bahan
Terpal
Besi
Plastik talang

Fungsi
Sebagai bahan wadah kolam terpal
Sebagai bahan kerangka kolam terpal
Sebagai pelapis wadah kolam terpal

3. 3. Cara kerja
3.3.1. Data Primer
Adapun prosedur kerja selama praktikum yakni sebagai berikut :
Merakit terpal
o Diukur terpal sebagai dinding kolam dengan ukuran 4 m x 1 m
o Diukur terpal sebagai alas kolam dengan ukuran diameter 120 cm
o Dipotong terpal tersebut menggunakan cutter/gunting
o Dibuatkan garis pada terpal (4 m x 1m) dengan ukuran di bagian atas 2 cm dan
bagian bawah 5 cm
o Dibuatkan garis terpal (diameter 120 cm) 5 cm dari pinggir

o Disambungkan kedua terpal (alas dan dinding) dengan menggunakan hot gun dan
roller presser
Membuat kerangka besi
o Untuk membuat ring, dipotong besi sebanyak 6 buah, dengan panjang tiap
besinya 4 meter
o Dipotong besi dengan menggunakan Gerinda
o Diukur besi yang sudah dipotong dengan ukuran masing-masing ujung 10 cm dan
selanjutnya dibengkokkan lagi tiap 15 cm, kemudian ring besi di bentuk bulat dan
ujung ujung besi dibengkokkan sebagai tempat pengait.
o Untuk membuat tiang penyangga, dipotong besi sebanyak 22 buah dengan ukuran
tiap besinya1 meter 10 cm, ujung atas dan ujung bawah disisakan masing
masing 5 cm sebagai tempat pembengkokkan agar tiang mudah dikaitkan dengan
ring
o Diikat besi ring dengan tiang penyangga menggunakan kawat ikat
Membuat pondasi
o Dibuat pinggiran pondasi mengggunakan batu bata dan disusun menjadi lingkaran
sesuai dengan diameter kolam terpal
o Dikumpulkan pasir atau tanah lalu dituangkan ke dalam lingkaran pondasi
o Diratakan tanah dan disesuaikan kemiringannya agar saat pergantian air, air
mudah dikeluarkan
o Dibersihkan kerikil dan tanaman - tanaman yang mengganggu pada atas pondasi
jika ada
o Pada bagian tengah, digali sedikit tanah untuk menaruh pipa pembuangan
Membuat kolam terpal
o Dipasang kerangka besi di atas podasi
o Diukur plastik talang dengan uuran 4m x 1m
o Dipotong plastik talang tersebut
o Dipasang di dalam rangka besi yang telah dipasang di atas pondasi
o Dipasang terpal yang telah dibentuk sebelumnya ke dalam rangka besi
o Diikat terpal tersebut degan menggunakan kawat pada rangka
o Diisi kolam terpal dengan air
3.3.2. Data Sekunder

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1.
4.1.1.

Hasil Pengamatan
Gambar desain kolam terpal

4.1.2.

Persiapan bahan
Disiapkan besi dengan ukuran panjang 1 meter lebih 10 dengan diameter 0,5
inch, kemudian pada ujung - ujungnya dibengokkan. Ujung atas dibengkokkan
sebesar 5 cm dan ujung bawah dibengkokkan sebesar 5 cm. Setelah itu, disiapkan
terpal sebagai dinding kolam dengan ukuran panjang dan lebar sebesar 4 m 1
m yang dipotong menggunakan cutter. Sedangkan untuk terpal bagian dasar dengan
ukuran diameter 120 cm dan jari jari 60 cm. Setelah itu disiapkan plastik talang
sebagai pelapis dinding kolam terpal dengan ukuran panjang dan lebar 4 m 1
m.

4.1.3.

Pembuatan rangka
Hal pertama yang harus dilakukan dalam pembuatan rangka kolam terpal
yakni mempersiapkan besi. Untuk membuat ring, dipotong besi sebanyak 6 buah,
dengan panjang tiap besinya 4 meter. Dipotong besi dengan menggunakan
Gerinda. Diukur besi yang sudah dipotong dengan ukuran masing-masing ujung
10 cm dan selanjutnya dibengkokkan lagi tiap 15 cm, kemudian ring besi di
bentuk bulat dan ujung ujung besi dibengkokkan sebagai tempat pengait. Untuk
membuat tiang penyangga, dipotong besi sebanyak 22 buah dengan ukuran tiap
besinya1 meter 10 cm, ujung atas dan ujung bawah disisakan masing masing 5
cm sebagai tempat pembengkokkan agar tiang mudah dikaitkan dengan ring.

4.1.4.

Membentuk terpal
Untuk bagian dinding, diukur terpal dengan ukuran panjang dan leabr 4 m x 1
m, kemudian dipotong menggunakan cutter, diukur terpal dari ujung sebesar 2 cm
sebagai sambungan. Untuk bagian alas diukur terpal dengan panjang 120 cm,
kemudian dilipat menjadi 4 bagian,
4.1.5.
Merakit kolam
4.1.6.
Pengisian air