Anda di halaman 1dari 17

GEOTEKNIK

MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Ilmu Penghantar Teknik Sipil 1
Dosen Pengampu Ibu Gini Hartati, ST., MT.

Disusun oleh :
KELOMPOK I
Ketua Hoerudin
Anggota :
1.
2.
3.
4.

Yosep
Puji Nugraha
Asep Gumilar
Aditya

PRODI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
TAHUN AJARAN AKADEMIK 2013/2014

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.,


Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah senantiasa melimpahkan
Rahmat dan Hidayah- NYA sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat
dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Penyusun juga panjatkan kehadirat
ALLAH SWT, karena hanya dengan keridoan-NYA Makalah dengan judul
GEOTEKNIK ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai
pihak, makalah ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu dengan segala kerendahan hati penulis berharap saran dan kritik demi
perbaikan-perbaikan lebih lanjut.
Akhirnya penulis berharap, semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi yang membutuhkan.

Wassalam,
Banjar, 4 Desember 2013
Penyusun,

Kelompok I

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang...................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................1
1.3 Tujuan ................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
2.1 Pengertian...........................................................................................................3
2.2 Mekanika Tanah dan Batuan..............................................................................3
2.2.1 Definisi Tanah.......................................................................................4
2.3 Teknik fondasi....................................................................................................6
2.3.1 Jenis-jenis fondasi.....................................................................................6
2.3.2 Desain fondasi...........................................................................................7
BAB III PENUTUP..................................................................................................9
3.1 Kesimpulan........................................................................................................9
3.2 Saran.................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................11

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Geoteknik adalah suatu bagian dari cabang ilmu Teknik Sipil. Didalamnya
diperdalam

pembahasan

mengenai

permasalahan

kekuatan

tanah

dan

hubungannya dengan kemampuan menahan beban bangunan yang berdiri


diatasnya.
Pada dasarnya ilmu ini tergolong ilmu tua yang berjalan bersamaan
dengan tingkat peradaban manusia, dari mulai pembangunan piramid di mesir,
candi Borobudur hingga pembangunan gedung pencakar langit sekarang ini.
Salah satu contohnya ialah kemiringan menara pisa di italy disebabkan
oleh kekurangan kekuatan dukung tanah terhadap menara tersebut. Secara
keilmuan, bidang teknik sipil ini mempelajari lebih mendalam ilmu-ilmu:

Mekanika Tanah dan Batuan

Teknik Pondasi

Stuktur bawah tanah

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang akan dibahas disini adalah sebagai
berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan Geoteknik?
2. Menjelaskan secara singkat mengenai mekanika Tanah dan Batuan!

3. Menjelaskan secara singkat dengan apa yang dimaksud teknik pondasi?


4. Sapa yang dimaksud dengan struktur bawah tanah?
1.3 Tujuan
5.

Adapun tujuan dalam penyusunan makalah ini adalah

sebagai berikut, diantaranya :


1. Untuk dapat mengerti apa yang dimaksud dengan geoteknik
2. Untuk mengerti bagaimana dengan mekanika tanah dan batuan serta
3. Untuk mengerti bagaimana teknik pondasi juga struktur bawah tanah
6.
7.

8. BAB II
9. PEMBAHASAN
10.
11.
2.1 Pengertian
12.

Geoteknik adalah suatu bagian dari cabang ilmu Teknik Sipil.


Didalamnya diperdalam pembahasan mengenai permasalahan kekuatan
tanah dan hubungannya dengan kemampuan menahan beban bangunan
yang berdiri diatasnya.

13.

Pada dasarnya ilmu ini tergolong ilmu tua yang berjalan bersamaan
dengan tingkat peradaban manusia, dari mulai pembangunan piramid di
mesir, candi Borobudur hingga pembangunan gedung pencakar langit
sekarang ini.

14.

Salah satu contohnya ialah kemiringan menara pisa di italy


disebabkan oleh kekurangan kekuatan dukung tanah terhadap menara
tersebut. Secara keilmuan, bidang teknik sipil ini mempelajari lebih
mendalam ilmu-ilmu:

Mekanika Tanah dan batuan

Teknik Pondasi

Stuktur bawah tanah

2.2 Mekanika Tanah dan Batuan


15.

Mekanika Tanah adalah bagian dari Geoteknik yang merupakan


salah satu cabang dari ilmu Teknik Sipil, dalam Bahasa Inggris mekanika

tanah berarti soil mechanics atau soil engineering dan Bodenmechanik


dalam Bahasa Jerman.
16.

17. Istilah mekanika tanah diberikan oleh Karl von Terzaghi pada tahun 1925
melalui bukunya Erdbaumechanik auf bodenphysikalicher Grundlage
(Mekanika Tanah berdasar pada Sifat-Sifat Dasar Fisik Tanah), yang
membahas prinsip-prinsip dasar dari ilmu mekanika tanah modern, dan
menjadi dasar studi-studi lanjutan ilmu ini, sehingga Terzaghi disebut
sebagai Bapak Mekanika Tanah.
2.2.1

Definisi Tanah

18.

Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari :

1. Agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak terikat secara kimia


satu sama lain.
2. Zat Cair.
3. Gas yang mengisi ruang-ruang kosong diantara butiran mineral-mineral
padat tersebut.
19.

Tanah berguna sebagai pendukung pondasi bangunan dan juga


tentunya sebagai bahan bangunan itu sendiri (contoh: batu bata).

20. Percobaan
Ilmu ini mempelajari sifat-sifat tanah melalui serangkaian percobaan
laboratorium dan percobaan di lapangan.
21. Percobaan di Lapangan

Sondir

Bor

Uji Tekan Pelat

Uji Kekuatan Geser Tanah di lapangan, dengan menggunakan Uji BalingBaling

22. Percobaan di laboratorium

Distribusi Butiran Tanah, untuk tanah berbutir besar digunakan Uji Ayak
(eng: Sieve Analysis, de: Siebanalyse), untuk tanah berbutir halus
digunakan

Uji

Hidrometer

(eng:

Hydrometer,

de:

Arometer

Sedimentationsanalyse).

Berat Jenis Tanah (eng: Specific Grafity, de: Wichte)

Kerapatan Tanah (eng: Bulk Density, de: Dichte) dengan menggunakan


Piknometer.

Kadar Air, Angka Pori dan Kejenuhan Tanah (eng: Water Content, Pore
Ratio and Saturation

Ratio; de:

Wassergehalt, Hohlraumgehalt,

Sttigungszahl)

Permeabilitas (eng: Permeability, de: Wasserdurchlssigkeit)

Plastisitas Tanah, dengan menggunakan Atterberg Limit Test untuk


mencari:
Batas Cair dan Plastis,
23.

Batas Plastis dan Semi Padat,

24.

Batas Semi Padat dan Padat

25.

(eng:

Liquid

Limit,

Plastic

Limit,

Shrinkage

Limit;

de: Zustandgrenzen und Konsistenzgrenzen)


26.

Konsolidasi (eng: Consolidation Test, de: Konsolidationversuch)

Uji Kekuatan Geser Tanah, di laboratorium terdapat tiga percobaan untuk


menentukan kekuatan geser tanah, yaitu:
o Percobaan

Geser

Langsung

Direktscherversuch),
o Uji Pembebanan Satu

Arah

(eng:

Direct

(eng:

Shear

Test,

de:

Unconvined

Test,

de:

Einaxialversuch) dan
o Uji Pembebanan Tiga Arah (eng & de: Triaxial)

Uji Kemampatan dengan menggunakan Uji Proctor

27. Penggunaan Ilmu


28. Pada kelanjutannya, ilmu ini digunakan untuk:

Perencanaan pondasi

Perencanaan perkerasan lapisan dasar jalan (pavement design)

Perencanaan struktur di bawah tanah (terowongan, basement) dan dinding


penahan tanah)

Perencanaan galian

Perencanaan bendungan

2.3 Teknik fondasi


29.

Teknik fondasi atau teknik pondasi adalah suatu upaya teknis


untuk mendapatkan jenis dan dimensi fondasi bangunan yang efisien,
sehingga dapat menyangga beban yang bekerja dengan baik. Teknik
fondasi merupakan bagian dari ilmu geoteknik.

2.3.1
30.

Jenis-jenis fondasi
Pondasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis :

Pondasi dangkal: kedalaman masuknya ke tanah relatif dangkal, hanya


beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Salah satu tipe yang sering
digunakan ialah pondasi menerus yang biasa pada rumah-rumah,dibuat
dari beton atau pasangan batu, meneruskan beban dari dinding dan kolom
bangunan ke tanah keras. Di dalamnya terdiri dari
o Pondasi setempat
o Pondasi penerus
o Pondasi pelat
o Pondasi konstruksi sarang laba - laba

Pondasi dalam. Digunakan untuk menyalurkan beban bangunan melewati


lapisan tanah yang lemah di bagian atas ke lapisan bawah yang lebih keras.
Contohnya antara lain tiang pancang, tiang bor, kaison, dan semacamnya.
Penyebutannya dapat berbeda-beda tergantung disiplin ilmu atau
pasarannya.contohnya: fondasi tiang pancang

31.

Kombinasi fondasi pelat dan tiang pancang


Jenis pondasi yang digunakan dalam suatu perencanaan bangunan
tergantung dari jenis tanah dan beban yang bekerja pada lokasi rencana
proyek.

2.3.2
32.

Desain fondasi
Pondasi didesain agar memiliki kapasitas dukung dengan
penurunan / settlement tertentu oleh para Insinyur geoteknik dan struktur.

33.

Desain utamanya mempertimbangkan penurunan dan daya dukung


tanah, dalam beberapa kasus semisal turap, defleksi / lendutan pondasi

juga diikutkan dalam perteimbangan. Ketika berbicara penurunan, yang


diperhitungkan biasanya penurunan total(keseluruhan bagian pondasi
turun bersama-sama) dan penurunan diferensial(sebagian pondasi saja
yang turun / miring). Ini dapat menimbulkan masalah bagi struktur yang
didukungnya.
34.

Daya dukung pondasi merupakan kombinasi dari kekuatan gesekan


tanah terhadap pondasi( tergantung pada jenis tanah, massa jenisnya, nilai
kohesi adhesinya, kedalamannya, dsb), kekuatan tanah dimana ujung
pondasi itu berdiri, dan juga pada bahan pondasi itu sendiri. Dalamnya
tanah serta perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya amatlah sulit
dipastikan, oleh karena itu para ahli geoteknik membatasi beban yang
bekerja hanya boleh, biasanya, sepertiga dari kekuatan desainnya.

35.

Beban yang bekerja pada suatu pondasi dapat diproyeksikan


menjadi:

Beban horizontal/beban geser, contohnya beban akibat gaya tekan tanah,


transfer beban akibat gaya angin pada dinding.

Beban vertikal/beban tekan dan beban tarik, contohnya:


o Beban mati, contoh berat sendiri bangunan
o Beban hidup, contoh beban penghuni, air hujan dan salju
o Gaya gempa
o Gaya angkat air

Momen

Torsi

36.

37. BAB III


38. PENUTUP
39.
40.
3.1 Kesimpulan
41.

Geoteknik adalah suatu bagian dari cabang ilmu teknik sipil yang
didalamnya diperdalam pembahasan mengenai permasalahan kekuatan
tanah dan hubungannya dengan kemampuan menahan beban bangunan
yang berdiri diatasnya.

42.

Secara keilmuan, bidang teknik sipil ini mempelajari lebih


mendalam ilmu-ilmu:

Mekanika Tanah dan Batuan

Teknik Pondasi

Stuktur bawah tanah

43.

Mekanika Tanah adalah bagian dari Geoteknik yang merupakan


salah satu cabang dari ilmu Teknik Sipil, dalam Bahasa Inggris mekanika
tanah berarti soil mechanics atau soil engineering dan Bodenmechanik
dalam Bahasa Jerman.

44.

Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari :

1. Agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak terikat secara kimia


satu sama lain.
2. Zat Cair.
3. Gas yang mengisi ruang-ruang kosong diantara butiran mineral-mineral
padat tersebut.
45.

Teknik fondasi atau teknik pondasi adalah suatu upaya teknis untuk
mendapatkan jenis dan dimensi fondasi bangunan yang efisien, sehingga
dapat menyangga beban yang bekerja dengan baik. Teknik fondasi
merupakan bagian dari ilmu geoteknik.

46.

Pondasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis :

1. Pondasi dangkal

10

10

2. Pondasi dalam.
3. Kombinasi fondasi pelat dan tiang pancang

3.2 Saran
4.

Saran yang membangun yang kami butuhkan guna menambah


wawasan dan kesempurnaan kami dalam menulis serta penyusunan
makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

5.
6.

7. DAFTAR PUSTAKA
8.
9.
10. http://geoteknik.wordpress.com/2007/06/02/mekanika_tanah/

11