Anda di halaman 1dari 4

BAHAN KIMIA BERSIFAT KARSINOGEN

A. Pengertian Bahan Kimia Bersifat Karsinogen


Bahan kimia yang bersifat karsinogen yaitu bahan kimia yang
menyebabkan penyakit kanker. Zat karsinogen menyebabkan kanker dengan
mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel tubuh, sehingga mengganggu
proses-proses biologis.

B. Jenis-jenis Bahan Kimia Karsinogen


Karsinogen dapat ditemukan dalam bahan kimia sintetik maupun bahan
kimia alami yang terkandung dalam senyawa alam. Beberapa zat karsinogen yang
berbahaya yaitu hidrokarbon aromatik. Hidrokarbon yang merupakan salah satu
zat karsinogenik yang terbentuk selama pembakaran tidak sempurna dari hampir
setiap senyawa organik, misalnya dalam batubara, asap rokok, pembakaran
kendaraan bermotor, gula gosong dan sebagainnya. Namun, tidak semua
hidrokarbon aromatik polisiklik merupakan karsinogen, karena terdapat korelasi
yang erat antara kekarsinogenan dengan ukuran dan bentuk tertentu dari molekul.
Sifat karsinogen tidak hanya disebabkan oleh hidrokarbon semata tetapi dapat
terbentuk karena produk oksidanya dalam hati. Selain itu tidak semua karsinogen
merupakan senyawa aromatik, beberapa diantaranya yaitu adalah nitrosamin dan
vinil klorida.

C. Bahan Kimia yang Bersifat Karsinogen dalam Kehidupan Sehari-hari


Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita menemukan bahan kimia
yang bersifat karsinogen (pemicu timbulnya kanker), diantaranya yaitu:
1. Alfatoksin yang diproduksi oleh jamur aspergillus flavus pada makanan yang
telah tercemar/kadaluarsa misalnya kacang tanah busuk dan keju yang telah
kadaluarsa, serta beberapa senyawa tertentu yang berupa zat karzinogen yang
diproduksi oleh tanaman (seledri, kurma, dan lada)
yang berfungsi untuk melindunginya dari
binatang.
Zat pewarna alami dan sintetik yang

2.

digunakan sebagai zat pewarna makanan, tekstil,


kertas dan lain-lain. Misalnya b-nafttilamina dan benzinida yang sangat
berefek pada

kanker kandung kemih. Selain itu beberapa pewarna


aminoazo

juga

menunjukkan

karsinogen,

misalnya 4-dimetilaminobenzena, senyawa ini


dikenala sebagai pewarna kuning mentega dan
senyawa ini digunakan untuk pewarna mentega sebelum diketahui
sifat karsinogennya. Zat warna tekstil (bukan pewarna makanan) seperti
methanyl yellow pada kerupuk, tahu dan lainnya; rhodamin (zat pewarna
merah) pada syrup, menurut penelitian dapat merangsang timbulnya kanker
hati.
3. Pestisida (yang mengandung dioxin, endrin) merupakan bahan kimia yang
bersifat karsinogen.
4. Hasil pengolahan makanan yang menimbulkan karsinogen polisiklik
hidrokarbon yaitu akibat proses pengasapan/pembakaran makanan, serta
pengolahan makanan yang tidak tepat, misalnya suhu pemanasan yang

telampau tinggi dan lama menimbulkan zat trans fatty acid; cara
penggorengan

yang

berlebihan

dan

menggunakan

minyak

goreng

berulangkali dapat menimbulkan radikal


bebas seperti peroksida, epioksida dsb;
pengawetan dengan pengasinan yang
5. zat

berlebih.
kimia nitrosamin, zat fisis karena radiasi

nuklir, atau zat biologi yang ada di alam seperti racun pada tembakau, zat
karsinogen tersebut akan merusak keutuhan sel dan intinya sehingga bersifat
mutagenik yaitu sel-sel normal setelah dicemari zat tersebut menjadi sel
ganas dan berkembang biak tidak terkendali.
6.

Bahan tambahan pangan tidak kalah penting


untuk diperhatikan. Pemanis buatan seperti
siklamat

dan sakarin, walupun diijankan dalam pemakaiannya


oleh Food and Drug Association (FDA)
namun
dalam

siklamat 11mg/kg

tetap

memberi

batas-batas

penggunaannya

misalnya

berat badan per hari, karena menurut

penelitian epidemiologi dapat pula menimbulkan kanker kandung kemih. Zat


pengawet makanan seperti formaldehida yang sering digunakan untuk
pengawetan baso atau tahu menurut penelitian dapat meransang timbulnya
kanker hati.
7. Kemasan makanan berupa plastik (styrofoam) yang benyak digunakan untuk
kemasan mie instant dan kemasan fast food. Styrofoam ini terdiri dari stryne

dimmer dan stryne timmet yang mengandung bahan polistirene yang sangat
berpotensi membehayakan kesehatan manusia kerena mie instant yang
dikemas dalam styrofoam bila secara langsung
ditambah air panas maka komposisinya selain
karbohidrat, protein, lemak dan vitamin
juaga akan mengandung residu monomer yang
nantinya

akan terakumulasi dan menyebabkan Endrocrine

Disruption Chemical (EDC) yang merupakan penyakit yang terjadi akibat


adanya gannguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi pada manusia.