Anda di halaman 1dari 95

MANAJEMEN PELABUHAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN)

PENGAMBENGAN, JEMBRANA , BALI

LAPORAN PRAKTEK KERJA MAGANG


PROGRAM STUDI PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
JURUSAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN DAN KELAUTAN

OLEH :
TUNJUNG DWI ANGESTI
135080200111026

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

MANAJEMEN PELABUHAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN)


PENGAMBENGAN, JEMBRANA , BALI

PRAKTEK KERJA MAGANG


PROGRAM STUDI PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
JURUSAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN DAN KELAUTAN

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Perikanan


di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan
Universitas Brawijaya

Oleh :
TUNJUNG DWI ANGESTI
NIM. 135080200111026

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

LAPORAN PRAKTEK KERJA MAGANG

MANAJEMEN PELABUHAN DI PELABUHAN PERKANAN NUSANTARA


(PPN) PENGAMBENGAN, JEMBRANA, BALI

OLEH :
TUNJUNG DWI ANGESTI
135080200111026
Telah dipertahankan didepan penguji
pada tanggal 19 Oktober 2016
dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Mengetahui,

Menyetujui,

Sekretaris Jurusan PSPK

Dosen Pembimbing dan Penguji

Oktiyas Muzaky Luthfi, ST. M.Sc

Dr. Ir. Gatut Bintoro, M. Sc

NIP. 19791931 200801 1 007

NIP. 19621111 198903 1 005

Tanggal :

Tanggal :

PERNYATAAN ORISINILITAS
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam lapoan Praktek Kerja Magang
(PKM) yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, dan
sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang tertulis dalam daftar pustaka.
Apabila kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan laporan PKM saya ini
hasil penjiplakan (plagiasi), maka saya berrsedia menerima sanksi atas perbuatan
tersebut, sesuai hokum yang berlaku di Indonesia.

Malang,

September 2016
Mahasiswa

Tunjung Dwi Angesti

RINGKASAN
TUNJUNG DWI ANGESTI. MANAJEMEN PELABUHAN DI PELABUHAN
PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN, JEMBRANA, BALI.
Dibawah bimbingan Dr. Ir. GATUT BINTORO, M. Sc.
Manajemen

merupakan

kerjasama

dengan

orang-orang

untuk

menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan


pelaksanaan

fungsi-fungsi

perencanaan

(planning),

pengorganisasian

(organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling). Manajemen


pelabuhan diperlukan untuk mengatur dan mengorganisir segala kegiatan yang
berkenaan dengan tugas dan fungsi pelabuhan agar segala sesuatunya berjalan
dengan baik.
Tujuan dari Praktek Kerja Magang ini adalah mengetahui keadaan umum
di PPN Pengambengan, mengenal fasilitas sarana dan prasarana yang ada di
PPN Pengambengan, memahami manajemen pelabuhan di PPN Pengambengan,
mengetahui lembaga-lembaga penunjang kegiatan PPN Pengambengan.
Metode yang digunakan dalam Praktek Kerja Magang ini adalah metode
partisipasi aktif, observasi, wawancara dan dokumentasi. Jenis data Praktek Kerja
Magang ini adalah data primer dan data sekunder.
Kabupaten Jembrana berada di sebelah Barat pulau Bali dan terletak pada
koordinat 80 09 30 80 28 02 Lintang Selatan (LS) dan 1140 25 53 1140 56
38 Bujur Timur (BT). Memiliki luas wilayah 84.180 km2 dengan ibukota berada di
Negara. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan terletak pada posisi 080
23 46 LS dan 1440 34 47 BT, terletak di desa Pengambengan, Kecamataan
Negara Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali dengan luas wilayan 17.000 Ha.
Sarana dan prasarana yang terdapat di PPN Pengambengan terdiri dari
fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang. Fasilitas Pokok
merupakan fasilitas dasar yang diperlukan oleh suatu pelabuhan guna melindungi
terhadap gangguan alam. Fasilitas fungsional merupakan fasilitas yang berfungsi
meninggikan nilai guna dari fasilitas pokok dengan cara memberikan pelayanan
yang diperlukan. Dan fasilitas penunjang yaitu fasilitas yang secara tidak langsung
meninggikan peranan pelabuhan perikanan dan tidak dapat dimasukkan ke dalam
kelompok kedua golongan tersebut.
Kegiatan di PPN Pengambengan meliputi

kegiatan operasional, yaitu

pendataan kunjungan kapal, pendaratan ikan dan perbekalan, kegiatan


kesyahbandaran dan kegiatan pembangunan. Di PPN Pengambengan terdapat

ii

lembaga-lembaga penunjang pelaksanaan kegiatan pelabuhan, yaitu SATKER


PSDKP dan TPI.
Permasalahan yang ada di PPN Pengambengan merrupakan penghambat
pagi pelaksanaan peran dan fungsi pelabuhan. Mengatasi hal tersebut
memerlukan solusi atau penyelesaian masalah yang dilakukan secara bertahap.
Penyelesaian masalah yang ditawarkan pihak instansi belum teraplikasikan di
PPN Pengambengan.

iii

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan segenap nikmat ilmu dan kesempatan untuk penulis menyelesaikan
laporan Praktek Kerja Magang dengan judul Manajemen Pelabuhan di Pelabuhan
Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengaan, Jembrana, Bali. Laporan ini dibuat
dan diajukan oleh penulis untuk memenuhi salah satu syarat untuk meraih gelar
Sarjana Perikanan di Universitas Brawijaya, Malang.
Dalam penyusunan laporan, penulis telah banyak mendapat dukungan dan
dorongan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, ucapan terimakasih penulis
sampaikan kepada:
1. Bapak Suwarni dan Ibu Sutini, orang tua yang tidak pernah lelah mendoakan
dan mendukung selama ini.
2. Supriadi Johni Bela, kakak yang tidak bosan-bosan memberi nasehat dan
motivasi pada penulis.
3. Bapak Dr. Ir. Gatut Bintoro, M. Sc, selaku dosen pembimbing sekaligus dosen
penguji PKM yang telah memberi bimbingan dan pengarahan dalam
penyusunan laporan hingga ujian Praktek Kerja Magang.
4. Seluruh

Keluarga

Besar

Pelabuhan

Perikanan

Nusantara

(PPN)

Pengambengan, Bali, yang telah memberi izin melakukan PKM, juga atas
bimbingan serta arahan selama PKM berlangsung.
5. Crew Bali Badindos (Zendy, Aris, Cahya, Rian, Mirzan, Abadan dan Dhani) di
PPN Pengambengan Bali, juga teman-teman PSP 2013 atas dukungan dan
motivasi dalam penyelesaian laporan Prektek Kerja Magang.
6. Anggota #BahasMasaDepan (Riska dan Amira) yang tidak bosan-bosan
menjadi tempat berkeluh kesah, menemani, mendukung dan memberi
semangan.

iv

7. Bluefin (Arsen Triade Maulana, M. Alimul Hakim, Asroful Mujib, Febri Hariyono,
Retno Kaltasari, Dimas Galang Ferrgiawan, Nahdatul Rizki Maulia, Riska
Fatmawati, Nugroho Jayanto, Hermawan Dwi Maryanto, Aprilia Dwi
Rahmawati, Asip Alafi, Estu Hari Wijonarko, dan Naharoni Falaq) yang selalu
membantu, menemani dan mendoakan.
8. Teman Kampung Halaman (Risa Maya Romlah, Aprilia Anugrah Asih Purwadi
dan Sayena Rohma Nurhayati) yang selalu mendukung, mendoakan,
menemani dan membantu selama di Malang.
9. Rekan-rekan lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu oleh penulis yang
selalu memberikan dukungan dan semangat selama proses hingga
penyelesaian laporan Praktek Kerja Magang.
Penulis menyadari bahwa banyak sekali kekurangan dan kesalahan dalam
penulisan dan pengerjaannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan tanggapan,
kritik

ataupun

saran

yang

membangun dari

segenap

pembaca

untuk

menyempurnakan laporan ini. Selain itu, penulis juga berharap agar laporan ini
bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan sebagaimana mestinya.

Malang,

September 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
PERNYATAAN ORISINILITAS ............................................................................. i
RINGKASAN ....................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ............................................................................................iv
DAFTAR ISI .........................................................................................................vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ viii
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................ix
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... x
I. PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
1.1

Latar Belakang ...................................................................................... 1

1.2

Maksud dan Tujuan ............................................................................... 2

1.2.1

Maksud ........................................................................................... 2

1.2.2

Tujuan ............................................................................................ 2

1.3

Kegunaan .............................................................................................. 3

1.4

Tempat dan Waktu Pelaksanaan ........................................................... 3

1.5

Jadwal Pelaksanaan .............................................................................. 3

II. METODOLOGI ................................................................................................ 5


2.1

Metode Pelaksaanaan Praktek Kerja Magang ....................................... 5

2.1.1

Data Primer .................................................................................... 5

2.1.2

Data Sekunder ............................................................................... 7

III. KEADAAN UMUM LOKASI PRAKTEK KERJA MAGANG .............................. 8


3.1

Keadaan Umum lokasi Praktek Kerja Magang ....................................... 8

3.1.1

Geografis Wilayah .......................................................................... 8

3.1.2

Keadaan Penduduk ........................................................................ 8

3.2

Keadaan Umum PPN Pengambengan .................................................. 9

3.2.1

Sejarah Berdirinya PPN Pengambengan ........................................ 9

3.2.2

Visi dan Misi PPN Pengambengan ............................................... 10

3.2.3

Struktur Organisasi dan Sumberdaya Manusia ............................. 11

3.2.4

Sarana dan Prasarana PPN Pengambengan ............................... 13

IV. HASIL PRAKTEK KERJA MAGANG ............................................................ 16

vi

4.1

Manjemen Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan .............. 16

4.1.1

Rencana Kegiatan PPN Pengambengan ...................................... 16

4.1.2

Landasan Hukum Organisasi, Uraian Tugas dan Tata Kerja PPN

Pengambengan .......................................................................................... 16
4.1.3

Pelaksanaan Kegiatan PPN Pengambengan................................ 20

4.1.4

Evaluasi PPN Pengambengan...................................................... 45

4.2

Lembaga Penunjang PPN Pengambengan ......................................... 48

4.2.1

Satuan Kerja PSDKP Pengambengan .......................................... 49

4.2.2

Tempat Pelelangan Ikan ............................................................... 49

4.3

Permasalahan dan Pemecahan Masalah ............................................ 50

4.3.1

Permasalahan .............................................................................. 50

4.3.2

Pemecahan Masalah .................................................................... 53

V. KESIMPULAN DAN SARAN.......................................................................... 56


5.1

Kesimpulan .......................................................................................... 56

5.2

Saran ................................................................................................... 57

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 58

vii

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

1. Jadwal Pelaksanaan Praktek Kerja Magang 2016 ........................................... 4


2. Rekapitulasi Pegawai PPN Pengambengan Menurut Jenis Kelamin.............. 13
3. Fasilitas Pokok PPN Pengambengan ............................................................ 14
4. Fasilitas Fungsional PPN Pengambengan ..................................................... 14
5. Fasilitas Penunjang PPN Pengambengan ..................................................... 15
6. Pengadaan PPN Pengambengan Tahun 2015 .............................................. 43

viii

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

1. Stuktur Organisasi di PPN Pengambengan ................................................... 12


2. Frekuensi Kunjungan Kapal di PPN Pengambengan Tahun 2015 ................. 21
3. Frekuensi Pendaratan Ikan di PPN Pengambengan Tahun 2011-2015 ......... 22
4. Jenis Ikan yang Didaratkan di PPN Pengambengan Tahun 2015 .................. 23
5. Frekuensi Penyaluran Es di PPN Pengambengan Tahun 2015 ..................... 24
6. Frekuensi Penyaluran BBM di PPN Pengambengan Tahun 2015 .................. 25
7. Frekuensi Penyaluran Garam di PPN Pengambengan Tahun 2015............... 26
8. Frekuensi Penerbitan SPB di PPN Pengambengan Tahun 2014-2015 .......... 27
9. Produksi dan Nilai Produksi Ikan di PPN Pengambengan Tahun 2011-2015 45
10. Produksi dan Nilai Produksi Per Jenis Ikan di PPN Pengambengan Tahun
2011-2015 ......................................................................................................... 46
11. Jumlah Kapal Perikanan Menurut Kategori Kapal ........................................ 47

ix

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Halaman

1. Fasilitas Pokok di PPN Pengambengan ......................................................... 59


2. Fasilitas Fungsional di PPN Pengambengan ................................................. 61
3. Fasilitas Penunjang di PPN Pengambengan .................................................. 63
4.

Pelaksanaan

Kegiatan

di

Pelabuhan

Perikanan

Nusantara

(PPN)

Pengambengan .............................................................................................. 65
5. Frekuensi Kunjungan Kapal di PPN Pengambenga Tahun 2015 ................... 68
6. Frekuensi Pendaratan Ikan di PPN Pengambengan Tahun 2011-2015 ......... 69
7. Penyaluran Es di PPN Pengambengan Tahun 2015 ...................................... 70
8. Penyaluran BBM di PPN Pengabengan Tahun 2015 ..................................... 71
9. Penyaluran Garan di PPN Pengambengan Tahun 2015 ................................ 72
10. Frekuensi Penerbitan SPB di PPN Pengambengan Tahun 2014-2015 ........ 73
11. Produksi dan Nilai Produksi Ikan di PPN Pengambengan Tahun 20112015 ............................................................................................................... 74
12. Produksi dan Nilai Produksi Per Jenis Ikan di PPN Pengambengan Tahun 2011
- 2015 ............................................................................................................. 75
13. Jumlah Kapal Perikanan Menurut Kategori Kapal ........................................ 77
14. Layout PPN Pengambengan........................................................................ 78
15. Peta Tempat Praktek Kerja Magang ............................................................ 79

I. PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Potensi perikanan laut Kabupaten Jembrana didukung oleh sumber daya

ikan di perairan Selat Bali dan perairan Samudera Hindia. Selain itu, perikanan
tangkap juga didukung oleh perairan pantai. Wilayah perairan Selat Bali dengan
luas area sekitar 2,500 km2, sedangkan luas perairan laut 604,24 km2. Perairan
Selat Bali mengandung sumber daya ikan pelagis kecil yang memiliki nilai
ekonomis tinggi, yaitu ikan lemuru (Sardinella lemuru). Ikan lemuru memiliki
kemampuan bermigrasi yang kuat dan terlihat dalam gerombolan (schooling) di
daerah pesisir pada kedalaman kurang dari 60 m (Pemerintah Kabupaten
Jembrana, 2013).
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan memiliki peranan
strategis dalam pengembangan perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau
sentral kegiatan perikanan laut. PPN Pengambengan selain merupakan
penghubung antara nelayan dengan pengguna-pengguna hasil tangkapan, baik
pengguna langsung maupun tidak langsung seperti: pedagang, pabrik pengolah,
dan restoran, juga merupakan tempat berinteraksinya berbagai kepentingan
masyarakat pantai yang bertempat di sekitar PPN Pengambengan. PPN
Pengambengan yang berfungsi dengan baik akan merupakan titik temu (terminal
point) yang menguntungkan antara kegiatan ekonomi di laut dengan kegiatan
ekonomi di darat (Suherman dan Adhyaksa, 2009).
Hakekatnya pelabuhan perikanan merupakan kawasan pengembangan
industri perikanan. Pembangunan pelabuhan perikanan di suatu daerah
merupakan embrio pembangunan perekonomian di suatu daerah (Manurung
1995). PPN Pengambengan merupakan pusat kegiatan rakyat terbesar di Bali
yang ditunjang oleh adanya industri pengalengan ikan dan tepung ikan yang
jumlahnya mencapai 14 unit yang berada di luar komplek pelabuhan. Tercatat

pelabuhan ini telah menyerap sekitar 5.000 orang tenaga kerja baik nelayan
maupun non nelayan. Jumlah pendaratan ikan di tahun 2014 mencapai 15,5 juta
ton, dengan uang yang beredar di PPN Pengambengan diperkirakan sebanyak
Rp. 81,3 miliar (Data PPN Pengambengan, 2015).
Manajemen

merupakan

kerjasama

dengan

orang-orang

untuk

menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan


pelaksanaan

fungsi-fungsi

perencanaan

(planning),

pengorganisasian

(organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling) (Dalimunthe,


2003).
Pelabuhan berperan untuk meningkatkan produksi ikan, pemasukan
devisa, membuka lapangan kerja, peningkatan penyediaan ikan segar dan
peningkatan pendapatan pemerintah lokal. Selain itu pelabuhan perikanan ini juga
mempunyai peranan penting dengan segala fasilitasnya sebagai penunjang tata
operasional kapal. Oleh karena itu diperlukan manajemen pelabuhan untuk
mengatur dan mengorganisir segala kegiatan yang berkenaan dengan tugas dan
fungsi pelabuhan agar segala sesuatunya berjalan dengan baik.
1.2

Maksud dan Tujuan

1.2.1

Maksud
Maksud dari kegiatan Praktek Kerja Magang (PKM) adalah untuk

meningkatkan

wawasan,

pengetahuan

dan

pemahaman

tentang

sistem

manajemen pelabuhan pada PPN Pengambengan, Jembrana, Bali


1.2.2

Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan PKM ini adalah:

1.

Mengetahui keadaan umum di PPN Pengambengan.

2.

Mengenal fasilitas sarana dan prasarana yang ada di PPN Pengambengan.

3.

Memahami manajemen pelabuhan di PPN Pengambengan.

4.

Mengetahui lembaga-lembaga penunjang kegiatan PPN Pengambengan.

1.3

Kegunaan
Kegunaan dari kegiatan PKM ini adalah :

1. Bagi Mahasiswa
Diharapkan mahasiswa mampu mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang
diperoleh pada saat perkuliahan serta menambah wawasan terkait dunia kerja
ketika berada di PPN Pengambengan, Jembraba, Bali.
2. Bagi Perguruan Tinggi
Menjalin kerjasama atau hubungan antara Universitas khususnya Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan PPN Pengambengan, Jembrana, Bali,
serta Universitas dapat meningkatkan keterampilan lulusannya melalui
pengalaman PKM.
3. Bagi Lembaga atau instansi terkait
Sebagai sarana pertukaran informasi dari mahasiswa dan instansi terkait serta
sebagai sarana penghubung antara instansi terkait dengan lembaga pendidikan
tinggi.
1.4

Tempat dan Waktu Pelaksanaan


Tempat akan dilaksanakannya PKM ini adalah PPN Pengambengan,

Jembrana, Bali mulai pertengahan bulan Juli sampai akhir Agustus 2016.
1.5

Jadwal Pelaksanaan
Total kegiatan yang dilakukan pada saat PKM adaalah 30 hari orang kerja

(HOK) dengan mengikuti kegiatan manajemen pelabuhan. Kegiatan dilakukan


mengikuti jam kantor, yaitu mulai pukul 08.00-16.00 WITA. Kegiatan selama PKM
dilakukan di PPN Pengambengan, Bali.
Kegiatan PKM diali dengan survey yang dilakukan pada minggu ke-2 bulan
April dilaanjutkan dengan pengajuan judul pada minggu ke-3 bulan April.
Konsultasi proposal dilakukan pada minggu ke-2 dan ke-4 bulan Mei sampai Juni.
Terakhir adalah kegiatan pelaksanaan PKM yang meliputi kegiatan pengambilan

data dan penyusunan laporan dilakukan pada minggu ke-3 bulan Juli sampai
minggu ke-4 bulan Agustus 2016 (Tabel 1).
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Praktek Kerja Magang 2016
Kegiatan
Minggu keSurvey
Pengajuan Judul
Konsultasi
Proposal
Pembuatan
Proposal
Pelaksanaan
PKM
Pengambilan
Data
Penyusunan
Laporan

Keterangan:

April
Mei
Juni
Juli
Agustus
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

: Waktu pelaksanaan

II. METODOLOGI
2.1

Metode Pelaksaanaan Praktek Kerja Magang


Metode Pelaksanaan PKM ini adalah metode deskriptif. Menurut Suryana

(2010), metode deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk mencari suatu
unsur, ciri, maupun sifat suatu fenomena dengan cara mengumpulkan data,
menganalisis data dan menginterpretasikannya. Dalam pelaksanaannya, metode
deskriptif meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan partisipasi aktif.
Pelaksanaan PKM dilakukan melalui keterlibatan secara langsung dalam seluruh
kegiatan yang

berhubungan dengan aktivitas

yang

dilakukan di

PPN

Pengambengan, Bali.
2.1.1

Data Primer
Menurut Hasan (2002: 82) data primer ialah data yang diperoleh atau

dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau


yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer di dapat dari sumber
informan yaitu individu atau perseorangan seperti hasil wawancara yang dilakukan
oleh peneliti.
1.1.1

Partisipasi Aktif
Partisipatif aktif merupakan suatu metode pengumpulan data yang

digunakan untuk mendapatkan data penelitian melalui sebuah pengamatan dan


pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar berada dalam keseharian
pelaku yang diteliti atau informan, keberadaan peneliti terlibat secara aktif
(Sugiyono, 2006). Pada PKM ini partisipasi aktif dilakukan dengan mengikuti
seluruh kegiatan secara langsung dalam kegiatan manajemen pelabuhan di PPN
Pengambengan, Bali.
1.

Observasi
Observasi adalah pengamatan yang tergantung pada pengamatan

terhadap apa yang dilakukan orang. Secara khusus dapat didefinisikan sebagai

proses sistematis untuk merekam pola perilaku orang-orang, objek dan peristiwa
yang terjadi, tanpa berkomunikasi dengan mereka. Dengan observsai kita dapat
memperoleh data dari subjek secara langsung, baik yang dapat berkomunikasi
secara verbal ataupun tidak (Gitosudarmo, 2008). Data primer dalam PKM
meliputi:
1. Mengetahui kegiatan kerja di PPN Pengambengan, Jembrana, Bali.
2. Mengetahui bagaimana kegiatan rutin dari bidang Manajemen Pelabuhan
yang dilakukan di PPN Pengambengan, Jembrana, Bali.
3. Mengetahui hasil dari Manajemen Pelabuhan di PPN Pengambengan,
Jembrana, Bali.
2.

Wawancara
Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan

berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Wawancara digunakan


sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi
pendahuluan untuk menemukan permasalahan-permasalahan yang ingin diteliti,
dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih
mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil (Sugiyono, 2012). Tahap
wawancara dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak terkait
yaitu karyawan PPN Pengambengan, Jembrana, Bali
3.

Dokumentasi
Dokumentasi adalah sebuah cara yang dilakukan untuk menyediakan

dokumen-dokumen dengan menggunakan bukti yang akurat dari pencatatan


sumber-sumber informasi khusus dari karangan/ tulisan, wasiat, buku, undangundang, dan sebagainya. Secara umum dokumentasi merupakan sebuah
pencarian, penyelidikan, pengumpulan, pengawetan, penguasaan, pemakaian
dan penyediaan dokumen. Dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan
keterangan dan penerangan pengetahuan dan bukti (Patilima, 2006). Pada PKM

ini dokumentasi dilakukan dengan cara pencatatan setiap kegiatan dalam bentuk
log book, selain itu juga dokumentasi berupa gambar atau foto dari kegiatan yang
dilakukan saat pelaksanaan PKM.
2.1.2

Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang

yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Data ini digunakan
untuk mendukung informasi primer yang telah diperoleh yaitu dari bahan pustaka,
literatur, penelitian terdahulu, dan buku. Dalam Praktek Kerja Magang ini data
sekunder meliputi:
1. Keadaan topografi lokasi PKM.
2. Keadaan umum PPN Pengambengan, Jembrana, Bali.
3. Data pendukung terkait manajemen pelabuhan.

III. KEADAAN UMUM LOKASI PRAKTEK KERJA MAGANG


3.1

Keadaan Umum lokasi Praktek Kerja Magang


Keadaan umum Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan,

Jembrana, Bali meliputi keadaan geografis Kabupaten Jembrana dan PPN


Pengambengan serta keadaan penduduk di Desa Pengambengan, Jembrana,
Bali sebagai berikut:
3.1.1

Geografis Wilayah
Kabupaten Jembrana berada di sebelah Barat pulau Bali dan terletak pada

koordinat 80 09 30 80 28 02 Lintang Selatan (LS) dan 1140 25 53 1140 56


38 Bujur Timur (BT). Memiliki luas wilayah 84.180 km2 dengan ibukota berada di
Negara. Berdasarkan administrasi, kebupaten Jembrana dapat dibagi menjadi
empat kecamatan, yaitu Melaya, Negara, Mendoyo dan Pakutatan. Batas wilayah
Kabupaten Jembrana sebelah Utara adalah Kabupaten Buleleng, sebalah Barat
dan Selatan terdapat Samudera Hindia dan sebelah Timur adalah Kabupaten
Tabanan.
Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan terletak pada posisi 080
23 46 LS dan 1440 34 47 BT, terletak di desa Pengambengan, Kecamataan
Negara Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Berjarak 9 km dari kota Negara dan
105 km dari Kota Denpasar, menghadap ke Wilayah Pengelolaan Perikanan
(WPP) 573 Samudera Hindia (Selatan Pulau Jawa) dan Selat Bali. Luas wilayan
PPN

Pengambengan

adalah

17.000

Ha.

Batas-batas

wilayah

desa

Pengambengan adalah sebagai berikut; sebelah Utara adalah Desa Tegal Badeng
Timur, Sebalah Barat adalah Desa Tegal Bandeng Barat, sebelah Selatan adalah
Desa Air Kuning dan sebelah Timur adalah Desa Cupel.
3.1.2

Keadaan Penduduk
Jumlah penduduk di Desa Pengambengan tahun 2015 tecatat sebanyak

12. 558 jiwa, dengan rincian 6. 368 jiwa adalah laki-laki dan 6. 190 jiwa adalah

perempuan, terbagi ke dalam 3.739 kepala keluarga (KK). Luas Desa


Pengambengan adalah 2.671, 08 Ha dengan tingkat kepadatan penduduk
mencapai 352,26/km. Mayoritas penduduknya beragama Islam. Wilayah Desa
Pengambengan terdiri dari tanah pemukiman, persawahan, perkebunan,
pemakaman umum, perkantoran, pabrik, pertokoan, taman dan tempat ibadah.
Sebagian besar wilayah desa Pengambengan adalah pesisir, begitupun
mata pencaharian masyarakat di Desa Pengambengan yang mayoritas berprofesi
sebagai nelayan. Jumlah nelayan di Desa Pengambengan adalah 2.851 jiwa.
Masyarakat Desa Pengambengan secara sosial ekonomi memiliki taraf hidup yang
berbeda-beda, namun tidak menimbulkan kesenjangan sosial yang mencolok
antar warga karena masyarakat masih menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan
kekeluargaan. Dari 2.851 nelayan di Pengambengan, terdapat 48 jiwa yang
memiliki usaha perikanan, dan lainnya berprofesi sebagai petani, buruh tani,
pegawai negeri sipil (PNS), peternak, montir, bidang swasta, TNI, POLRI,
wiraswasta dan pelajar.
3.2

Keadaan Umum PPN Pengambengan


Pada bagian ini menjelaskan mengenai sejarah berdirinya PPN

Pengambengan, visi dan misi PPN Pengambengan, struktur organisasi dan


sarana dan prasarana yang ada di PPN Pengambengan sebagai berikut:
3.2.1

Sejarah Berdirinya PPN Pengambengan


Kegiatan perikanan di Pengambengan telah dimulai sejak tiga puluh tahun

yang lalu. Pada mulanya berupa Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang dibangun
pada tahun 1976/1977. Secara bertahap dikembangkan dan oleh Fisheries
Infrasructure Sectore Project, dilakukan studi kelayakan melalui Roger Consulting
Marine Gmbh pada tahun 1988. Berdasarkan hasil studi tersebut, dilakukan
pembangunan beberapa fasilitas pada tahun 2000 sampai tahun 2003 antara lain:
Break water, Jetty, jalan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Gubernur Bali, melalui surat Nomor 523.2/0211/Prod/DKP tanggal 28


Pebruari 2005 mengusulkan peningkatan status pelabuhan dengan pertimbangan
agar pengelolaannya menjadi lebih terarah dalam rangka menuju pelabuhan
perikanan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat serta karena untuk
mengoperasionalkan pelabuhan perikanan diperlukan jumlah personil dan biaya
operasional yang cukup besar, padahal kemampuan keuangan daerah terbatas
untuk biaya operasional dan pemeliharaan pelabuhan.
Selanjutnya berdasarkan surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara No. B/2712/M.PAN/12/2005 tanggal 30 Desember 2005 dilakukan
peningkatan kelas, dari Pangkalan Pendaratan Ikan Pengambengan menjadi
Pelabuhan Perikanan Pantai Pengambengan.
Berdasarkan surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No.
B.2672/M.PAN/9/2009 tanggal 11 September 2008, peningkatan status kelas dan
diresmikan menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan pada
tanggal 6 Pebruari 2009.
3.2.2

Visi dan Misi PPN Pengambengan


Visi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan adalah

Pelabuhan

Perikanaan

Pengembangan,

Nusantara

Pengusahaan,

Pengambengan

Pengelolaan

Perikanan

Sebagai
Terpadu

Pusat
yang

Berkesinambungan di Bali 2016.


Untuk mewujudkan visi tersebut, maka PPN Pengambengan memiliki misi
sebagai berikut:
1.

Menyiapkan

fasilitas

dan

fungsi

Pelabuhan

Perikanan

yang

dapat

menampung kegiatan perikanan terpadu secara efisien dan efektif.


2.

Meningkatkan kualitas SDM perikanan pendapatan dan kesejahteraan


masyarakat perikanan.

10

3.

Mendorong peningkatan nilai produksi, pengolahan dan pemasaran hasil


perikanan dan investasi.

4.

Meningkatkan kualitas pelayanan di PPN Pengambengan.

5.

Menyediakan informasi, IPTEK dan data perikanan.

6.

Meningkatkan pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumberdaya ikan


yang bertanggungjawab.

3.2.3

Struktur Organisasi dan Sumberdaya Manusia

Struktur Organisasi
Berdasarkan

PERMEN-KP

Nomor

20/PERMEN-KP/2014

tentang

Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknik Pelabuhan Perikanan, struktur
organisasi di PPN Pengambengan terdiri dari:
a.

Kepala Pelabuhan

b.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha

c.

Kepala Seksi Operasional Pelabuhan

d.

Kepala Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha

e.

Kepala Seksi Kesyahbandaran

11

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 1 Stuktur Organisasi di PPN Pengambengan

Sumberdaya Manusia
Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di

PPN Pengambengan pada tahun 2015 sebanyak 85 orang terdiri dari 31 PNS dan
54 PTT, untuk jelasnya komposisi pegawai PPN Pengambengan dijelaskan dalam
tabel 2.

12

Tabel 2 Rekapitulasi Pegawai PPN Pengambengan Menurut Jenis Kelamin


Jenis Kelamin
Jumla
No

Bagian/ Bidang

Laki-

Perempua

laki

Kepala Pelabuhan

Kasubbag Tata Usaha

Subbag Tata Usaha

Kasie Operasional Pelabuhan

Seksi Operasional Pelabuhan

Kasie Tata Kelola dan Pelayanan


4

Usaha

Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha

Kasie Kesyahbandaran

Seksi Kesyahbandaran

Jabatan Fungsional

CPNS

Tenaga Kontrak

54

44

10

85

63

22

100%

74%

26%

Total Jumlah Pegawai


Presentase Jumlah Pegawai Menurut Jenis
Kelamin

3.2.4

Sarana dan Prasarana PPN Pengambengan


Dalam menunjang operasional PPN Pengambengan dibutuhkan fasilitas/

sarana yang meliputi fasilitas pokok, fungsional dan penunjang. Fasilitas/ sarana
tersebut adalah sebagai berikut:
1.

Fasilitas Pokok
Fasilitas pokok merupakan fasilitas dasar yang diperlukan oleh suatu

pelabuhan guna melindungi terhadap gangguan alam. Fasilitas pokok yang


terdapat di PPN Pengambengan antara lain adalah:

13

Tabel 3 Fasilitas Pokok PPN Pengambengan


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

2.

NAMA FASILITAS

VOLUME

SATUAN

9,1

Ha

171 x 6
70 x 4

M
M

1.627

20

Ha

11.485
1.082
310
390
70

m2
M
M
M
M

Areal Pelabuhan
(Lahan)
Dermaga
Jetty (2 buah)
Penahan
Gelombang
(Break Water)
Kolam Pelabuhan
(Alur Pelayaran)
Jalan Lingkungan
Drainase
Groin Sisi Kiri
Turap Beton
Groin Sisi Kiri

KETERANGAN
3,4 Ha untuk pelayanan
umum dan 5,7 Ha untuk
kawasan industri
Dermaga Utama
Dermaga
Sisi Kanan 743; Sisi Kiri
884
Terdapat Pendaangkalan
250.000 m3
Lebar 7 meter
-

Fasilitas Fungsional
Fasilitas fungsional merupakan fasilitas yang berfungsi meninggikan nilai

guna dari fasilitas pokok dengan cara memberikan pelayanan yang diperlukan.
Fasilitas yang ada di PPN Pengambengan adalah:
Tabel 4 Fasilitas Fungsional PPN Pengambengan
NO

NAMA FASILITAS

Gedung TPI

2
3
4

Kantor Pelabuhan
Kantor Bina Mutu
Tower dan Pompa Air
Bangsal Perbaikan
Jaring
Guest House

5
6
7
8
9

Gudang
SPBN
Instalasi Listrik

VOLUME

SATUAN

472

m2

240
100
6 dan 18

m2
m2
m2

KETERANGAN
320 m2 TPI 1, 72 m2
TPI 2, 80 m2 TPI 3
-

400

m2

110

m2

30
16
33

m
Ton/ hari
Kva

14

3.

Fasilitas Penunjang
Fasilitas penunjang yaitu fasilitas yang secara tidak langsung meninggikan

peranan pelabuhan perikanan dan tidak dapat dimasukkan ke dalam kelompok


kedua golongan tersebut. Fasilitas pokok di PPN Pengambengan antara lain:
Tabel 5 Fasilitas Penunjang PPN Pengambengan
NO
1
2
3
4

NAMA FASILITAS
Rumah Dinas
Balai Pertemuan
Nelayan
WC. Umum

VOLUME

SATUAN
2

KETERANGAN

246

3 unit

250

m2

27

m2

54

m2

6
7

Tempat Ibadah (Pura)


Kantor Pelayanan Satu
Atap
Pos Satpam
Waserda

27
288

m2
m2

Musholla

124

m2

Areal PPN
Pengambengan

15

IV. HASIL PRAKTEK KERJA MAGANG


4.1

Manjemen Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan


Manajemen pelabuhan di PPN Pengambengan mencakup segala aspek

kerja pelabuhan dalam menjalankan strategi dalam pengembangan perikanan dan


kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut.
4.1.1

Rencana Kegiatan PPN Pengambengan

Program kerja PPN Pengambengan


Program kerja PPN Pengambengan 2016 merupakan rencana kerja yang

berisikan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam menjawab tuntutan


perkembangan operasional pelabuhan, menjawab hambatan dan tantangan
operasional yang dihadapi serta untuk meraih peluang yang mungkin terjadi.
Adapun program kerja PPN Pengambengan tahun 2016, diuraikan dalam
kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1.

Melakukan

pembinaan

dan

pengembangan

kapal

perikanan,

alat

pengangkapan ikan dan pengawakan kapal perikanan.


2.

Pengembangan pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Perikanan.

3.

Memberikan pelayanan usaha perikanan tangkap.

4.

Pengembangan usaha penangkapan ikan dan pemberdayaan nelayan.

5.

Melakukan pengelolaan sumber daya ikan (SDI).

6.

Meningkatkan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya


dari Ditjen Perikanan Tangkap.

4.1.2

Landasan Hukum Organisasi, Uraian Tugas dan Tata Kerja PPN


Pengambengan

Dasar Hukum
Pedoman yang digunakan sebagai dasar hukum dalam pelaksanaan

operasional PPN Pengambengan adalah sebagai berikut:

16

a.

Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, tentang Pengelolaan Lingkungan


Hidup;

b.

Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 jo Undang-Undang No. 45 Tahun


2009, tentang Perikanan;

c.

Undang-Undang No. 17 Tahun 2008, tentang Pelayaran;

d.

Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, tentang Sampah;

e.

Undang-Undang No. 19 Tahun 1999, tentang Pengendalian Pencemaran


daan atau Perusakan Laut;

f.

Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2002, tentang Usaha Perikanan;

g.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2006, tentang Tarif Atas Jenis


Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);

h.

Peraturan Menteri Kelautan dan Periknana Nomor: PER.18/MEN/2005.


Tentang Tata Naskah Dinas di Ligkungan Departemen Kelautan dan
Perikanan;

i.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.16/MEN/2006.


Tanggal 23 Juni Tahun 2006 Tentang Pelabuhan Perikanan;

j.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.06/MEN/2007


Tanggal 25 Januari Tahun 2007 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Pelabuhan Perikanan jo Nomor: PER.19/Men/2008 Tanggal 6 Oktober
2008 jo PER.29/MEM/2010;

k.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.20/PERMENKP/2014 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis
Pelabuhan Perikanan;

l.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.05/MEN/2008 jo


Nomor: PER.12/MEN/2009;

m.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.30/MEN/2012


sebagaimana diubah Permen KP Nomor 226/PERMEN-KP/2013 Tentang

17

Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara


Republik Indonesia;
n.

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan NO. KEP.02/MEN/2002


Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Penangkapan Ikan;

o.

Persetujuan MENPAN No: B-2672/M.PAN/9/2008 untuk Peningkatan


Status PPN Pengambengan.

Uraian Tugas dan Tata Kerja PPN Pengambengan


PPN Pengambengan adalah Unit Pelaksana Teknis di bidang pelabuhan

perikanan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal


Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sesuai dengan
PERMEN Kelautan dan Perikanan RI Nomor 20/PERMEN-KP/2014, pelabuhan
perikanan bertugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan pemanfaatan
sumberdaya ikan, serta keselamatan operasional kapal perikanan.
Dalam melaksanakan tugasnya, pelabuhan perikanan menyelenggarakan
fungsi:
1.

Penyusunan rencana

program dan anggatan, pemantauan dan evaluasi

pelabuhan perikanan;
2.

Pelaksanaan penyaturan keberangkatan, kedatangan dan keberangkatan


kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan;

3.

Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan dan


Keberangkatan kapal perikanan

4.

Pelaksanaan pemeriksaan Log book;

5.

Pelaksanaan pelayanan penerbitan surat Persetujuan Berlayar;

6.

Pelaksanaan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan;

7.

Pelaksanaan pengawasan pegisian bahan bakar;

8.

Pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pendayagunaan


dan pengawasana serta pengendalian sarana dan prasarana;

18

9.

Pelaksanaan fasilitas penyuluhan, pengawasan, dan pengedalian sumber


daya ikan, perkarantinaan ikan, publikasi hasil penelitian , menatauan wilayah
pesisir, wisata bahari, pembinaan mutu serta pegolahan pemasaran dan
distribusi hasil perikanan;

10. Pelayanan jasa, pemanfaatan lahan dan fasilitas usaha;


11. Pelaksanaan pengumpulan data, informasi dan publiksai;
12. Pelaksanaan bimbingan teknis dan penerbitan Sertifikat Cara Penanganan
Ikan yang Baik (CPIB);
13. Pelaksanaan inspeksi pembongkaran ikan;
14. Pelaksanaan pengendalian lingkungan di Pelabuhan Perikanan;
15. Pelaksanaan fasilitas pemantauan wilayah pesisir dan wisata bahari;
16. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
Sedangkan secara terperinci, untuk masing-masing bidang di PPN
Pengambengan memiliki tugas masing-masing sebagai berikut ini:
a.

Seksi Operasional Pelabuhan;


Seksi Operasional Pelabuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan

pengumpulan data, informasi, publikasi, inspeksi pembongkaran ikan, bimbingan


teknis, dan penerbitan Sertifikat CPIB.
b.

Seksi Kesyahbandaran;
Seksi Kesyahbandaran mempunyai tugas melakukan pelaksanaan

pengaturan keberangkatan, kedatangan, dan keberadaan kapal perikanan,


pemeriksaan ulang kelengkapan dokumen kapal, pelayanan penerbitan Surat
Tanda Bukti Lapor Keberangkatan/ Kedatangan (STBLKK), pemeriksaan Log
Book, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), penerbitan Sertifikat Hasil
Tangkapan Ikan (SHTI), pengawasan pengisian bahan bakar, bimbingan teknis,
pemeriksaan dan pengesahan perjanjian kerja laut, pengaturan olah gerak dan
lalu lintas kapal perikanan di pelabuhan perikanan, pengawasan kegiatan

19

pembangunan fasilitas pelabuhan perikanan, pelaksanaan bantuan pencarian dan


penyelamatan, memimpin penanggulangan pencemaran dan pemadaman
kebakaran di pelabuhan perikanan, pengawasan pelaksanaan perlindungan
maritim, pemeriksaan pemenuhan persyaratan pengawakan kapal perikanan dan
pemeriksaan sertifikat ikan hasil tangkapan.
c.

Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha;


Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha mempunyai tugas melakukan

pelaksanaan

pembangunan,

pengembangan,

pemeliharaan,

pengawasan,

pengendalian, pendayagunaan sarana dan prasarana; bimbingan teknis; fasilitasi


penyuluhan, pengawasan dan pengendalian sumber daya ikan, perkarantinaan,
publikasi hasil penelitian, pemantauan wilayah pesisir, wisata bahari, pembinaan
mutu, serta pengolahan, pemasaran dan distribusi; pelayanan pemanfaatan lahan
dan fasilitas usaha; pelayanan jasa, dan bimbingan teknis tata kelola dan
pelayanan usaha.
d.

Subbagian Tata Usaha


Subbagian Tata Usaha sebagaimana mempunyai tugas melaksanakan

koordinasi penyusunan rencana dan pelaksanaan program dan anggaran, hukum,


organisasi, ketatalaksanaan, administrasi kepegawaian, keuangan dan umum,
pelaksanaan pengendalian lingkungan (kebersihan, keamanan, ketertiban,
keindahan, dan keselamatan kerja), rumah tangga dan Barang Milik Negara,
pelayanan masyarakat perikanan, pemantauan, dan evaluasi, serta pelaporan.
4.1.3

Pelaksanaan Kegiatan PPN Pengambengan


Kegiatan-kegiatan yang sudah terlaksana selama tahun kerja 2015 di PPN

Pengambengan adalah sebagai berikut:

Pelaksanaan Kegiatan Operasional

a.

Pendataan Kunjungan Kapal

20

Frekuensi Kunjungan Kapal di PPN Pengambengan


Tahun 2015
1000
900
800
700
600
500
400
300
200
100
0

830
649

858

701
626
538

521
395

382
315
186

199

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 2 Frekuensi Kunjungan Kapal di PPN Pengambengan Tahun 2015
Kunjungan kapal di PPN Pengambengan sebanyak 6.200 kali pada tahun
2015. Kunjungan kapal terbanyak selama tehun 2015 adalah pada bulan Maret,
mencapai 701 kapal dan kunjungan kapal terkecil terjadi pada bulan Mei, yaitu 186
kapal. Jika hari kerja dalam tahun 2015 sebanyak 263 hari, maka rata-rata 24
kapal/hari (Lampiran 5). Kegiatan bongkar muat tidak hanya dilakukan oleh kapal
yang bekerjasama dengan perusahaan yang ada di sekitar PPN Pengambengan
tetapi dilakukan juga oleh kapal dari Banyuwangi.
b.

Pendaratan Ikan
Pendaratan ikan di PPN Pengambengan pada tahun 2015 mencapai

17.262 ton, jika hari kerja dalam tahun 2015 sebanyak 263 hari, maka rata-rata 65
ton/ hari atau mengalami peningkatan sebesar 1,4 % apabila di bandingkan
dengan pendaratan ikan pada tahun sebelumnya (Gambar 3). Untuk daftar tabel
dapat dilihat pada lampiran 6.

21

Frekuensi Pendaratan Ikan di PPN Pengambengan


Tahun 2011-2015
600

539

500

421
392 375

400

320 322 321 309

512
457
431
422
395 381
343 324 357
305 305319

290
300
243
227
212 230
202182 197
188
177
175
200
138
118 131
112 110
103 125 103
100106
75
73
73
72
65
62
60
100
50
48
30
28
21 18
277

565

2011

238

2012

153
104
67

2013
2014
2015

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 3 Frekuensi Pendaratan Ikan di PPN Pengambengan Tahun 2011-2015
Jenis-jenis ikan yang didaratkan di PPN Pengambengan yang dominan
adalah tongkol, lemuru, layang dan jenis ikan lainnya. Ikan yang didaratkan di PPN
Pengambengan digunakan sebagai bahan baku ikan kaleng dan tepung ikan di
pabrik-pabrik pengolahan yang ada di sekitar PPN Pengambengan dan dikirim
keluar daerah sebagai bahan baku industri pengolahan ikan. Ikan yang didaratkan
dan dominan di PPN Pengambegan pada Tahun 2015 disajikan pada gambar 4
berikut:

22

Lemuru

Layang

Tongkol

Lainnya

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 4 Jenis Ikan yang Didaratkan di PPN Pengambengan Tahun 2015
c.

Perbekalan

1.

Penyaluran Es
Ikan merupakan komoditas yang mudah busuk jika tidak dilakukan

penanganan dengan cepat dan tepat. Penanganan produk perikanan dengan


sistem rantai dingin yang menggunakan es untuk mempertahankan mutu ikan
dalam proses penangkapan dan distribusi harus mendapat perhatian, mengingat
terbatasnya

pengetahuan

nelayan

dan

masyarakat

perikanan

tentang

penanganan produk hasil perikanan yang baik. Sering terjadinya penolakan hasil
tangkapan nelayan oleh perusahaan karena kualitas yang rendah dan masih
berorientasinya nelayan pada kuantitas hasil tangkapan bukan pada kualitas
dimana hal ini sangat merugikan nelayan dan pendistribusi ikan itu sendiri.
Penyaluran es di PPN Pengambengan dilakukan oleh penyuplai es di
sekitar PPN Pengambengan dan dari luar daerah. Es yang di kirim dari luar
Provinsi Bali berasal dari pabrik es yang ada di Kab. Banyuwangi-Jawa Timur.
Tabel penyaluran es pada Tahun 2015 disajikan pada lampiran 7.

23

Penyaluran Es di PPN Pengambengan Tahun 2015


28

30
25
20

16
13

15
9

10

12

10

5
5

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 5 Frekuensi Penyaluran Es di PPN Pengambengan Tahun 2015
Berdasarkan gambar 5 dapat dilihat bahwa penyaluran es tahun 2015
sebanyak 13.806 ton, mengalami kenaikan 2.139 ton dari penyaluran es tahun
2014 (11.667 ton). Jika dipersentasekan jumlah penyaluran es mengalami
kenaikan sebesar 18,33%. Kenaikan penyaluran es dikarenakan meningkatnya
produksi perikanan di selat Bali sehingga permintaan es meningkat.
2.

Penyaluran Bahan Bakar Minyak


Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar dalam jumlah yang cukup

dan memadai untuk kegiatan operasional kapal perikanan merupakan faktor yang
sangat mempengaruhi kelancaran usaha perikanan. Penyaluran BBM Solar di
PPN Pengambengan dilakukan oleh PT. Dua Berjaya yang berada di kawasan
PPN Pengambengan dengan kapasitas 40 ton akan tetapi pertamina hanya
memberi jatah kuota 16 ton/hari. Sedangkan kebutuhan BBM solar kapal nelayan
yang berpangkalan di PPN Pengambengan sebanyak 50 ton/hari. Jadi PT. Dua
Berjaya hanya bisa memenuhi kebutuhan BBM solar kapal nelayan yang
berpangkalan di PPN Pengambengan sekitar 32 % sehingga nelayan membeli

24

BBM solar di SPBU diluar PPN Pengambengan yang tentu saja sangat
memberatkan nelayan karena menambah biaya serta waktu yang tidak sedikit.
Volume BBM Solar yang disalurkan oleh PT. Dua Berjaya di PPN
Pengambengan pada Tahun 2015 disajikan pada gambar 6. Daftar tabel dapat
dilihat pada lampiran 8.

Penyaluran BBM di PPN Pengambengan Tahun 2015


28

30
25
20

16
13

15
9

10

12

10

5
5

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 6 Frekuensi Penyaluran BBM di PPN Pengambengan Tahun 2015
Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan untuk Penyaluran BBM
Solar hanya bisa mendata penyaluran dari SPBN PT. Dua Berjaya yang berada di
kawasan PPN Pengambengan, sedangkan yang penyalurannya melalui
pembelian dari SPBU di luar PPN Pengambengan tidak terdata.
3.

Penyaluran Garam
Produk perikanan yang didaratkan di PPN Pengambengan bukan hanya

untuk bahan baku perusahaan pengalengen ikan di sekitar kawasan PPN


Pengambengan karena jumlah produk yang melebihi kapasitas produksi
perusahaan, sehingga banyak produk perikanan yang dikirim ke daerah lain
seperti ke Jawa Timur (Banyuwangi, Pasuruan). Oleh karena itu selama proses

25

distribusi selain menggunakan es di tambahkan juga garam untuk mengurangi


kecepatan menurunnya kualitas ikan.
Jumlah kebutuhan garam yang digunakan nelayan dan distributor ikan
dapat di sajikan pada gambar 7 berikut ini:

Penyaluran Garam di PPN Pengambengan Tahun 2015


28

30
25
20

16
13

15
10

12

10

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 7 Frekuensi Penyaluran Garam di PPN Pengambengan Tahun 2015
Dapat dilihat pada gambar 7 di atas bahwa jumlah garam yang digunakan
selama tahun 2015 adalah 111 ton, dimana jumlah ini mengalami penurunan
sebanyak 15 ton dari penggunaan pada tahun 2014, atau penurunan sebesar
11,9%. Daftar tabel dapat dilihat pada lampiran 9.

Pelaksanaan kegiatan Kesyahbandaran

a.

Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar


Sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 pasal 42 dalam rangka

keselamatan pelayaraan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 03


Tahun 2013 tentang Kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan, bagi kapal
perikanan yang akan berlayar dari pelabuhan perikanan wajib memiliki Surat
Persetujuan Berlayar (SPB) dari syahbandar di Pelabuhaan Perikanan. Kapal
perikanan yang berpangkalan di PPN Pengambengan yang berukuran <5 GT tidak
di terbitkan SPB nya, sedangkan yang berukuran >5 GT s/d 30 GT wajib memiliki

26

SPB bagi kapal perikanan yang berlayar dari PPN Pengambengan. Penerbitan
SPB oleh PPN Pengambengan selama tahun 2014 2015 adalah sebagai mana
dalam gambar 8 berikut (lampiran 10):

Frekuensi Penerbitan SPB di PPN Pengambengan


Tahun 2015
350
300

305

250

283

278

261

200
150

196

177
137

100
50
4049

1035

78
36

81
45

133
90
57

2014
2015

88
49

34

44

43

49

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 8 Frekuensi Penerbitan SPB di PPN Pengambengan Tahun 2014-2015

Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan

a.

Gerakan Bersih Pelabuhan


Kebersihan di pelabuhan perikanan penting untuk dijaga, karena akan

mempengaruhi kenyamanan para pelaku perikanan dalam beraktivitas di


pelabuhan perikanan. Masalah kebersihan di suatu pelabuhan merupakan salah
satu aspek penting penentu keberhasilan pelabuhan. Karena dengan menjaga
kebersihan pelabuhan, maka kualitas atau mutu ikan dapat dipertahakan sehingga
nilau jual ikan pun menjadi tinggi dan tentunya meningkatkan pendapatan pelaku
perikanan yang beraktivitas di pelabuhan tersebut. Faktor yang menyebabkan
terjadinya pencemaran di lingkungan pelabuhan diduga disebabkan antara lain
oleh rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat kesadaran masyarakat perikanan

27

(nelayan,

pedagang

ikan/non

ikan,

pengunjung/pembeli)

yang

memang

beraktivitas di lingkungan pelabuhan perikanan.


Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan merupakan pusat
terjadinya proses pembongkaran, penjualan maupun pembelian ikan. Dimana ikan
merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi
sehingga merupakan bahan pangan utama bagi konsumsi manusia. Dengan
demikian tentunya mutu atau kualitas dari ikan harus dijaga dengan baik. Salah
satu cara menjaga dan meningkatkan mutu ikan adalah dengan menjaga sanitasi
dan higiene tempat ikan didaratkan, yaitu dengan menjaga kebersihannya.
Hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan
di lingkungan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan ini sangatlah kecil.
Hal ini terlihat dari menumpuknya sampah padat di areal TPI, kolam labuh, los
pasar terbuka, areal waserda, hingga breakwater. Sampah padat ini didominasi
oleh sampah plastik, sisa jaring ikan dan kayu-kayu yang sudah tidak terpakai lagi.
Selain sampah padat, terdapat juga limbah cair yang merupakan limbah hasil
pengolahan ikan dari pabrik-pabrik pengalengan yang ada di sekitar wilayah
Pengambengan. Limbah lainnya berupa bau dan asap hitam yang dikeluarkan dari
cerobong asap pabrik pengalengan dan penepungan ikan.
Kegiatan Gerakan Bersih Pelabuhan ini dimaksudkan untuk memberikan
pemahaman dan kesadaran kepada peserta mengenai pentingnya kebersihan di
wilayah/ lingkungan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan. Dengan
terciptanya lingkungan yang bersih tentunya akan membawa kenyamanan dalam
melaksanakan aktivitas dan tentunya pelabuhan yang bersih berimbas pada
meningkatnya mutu hasil perikanan dan tentunya dapat meningkatkan ekonomi
nelayan dan stake holder setempat.
Beberapa hal yang menjadi tujuan diadakannya kegiatan Gerakan Bersih
Pelabuhan antara lain:

28

Untuk

menciptakan

lingkungan

Pelabuhan

Perikanan

Nusantara

Pengambengan yang bersih, aman, tertib, indah, sehat dan nyaman.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku perikanan mengenai


pentingnya kebersihan di lingkungan pelabuhan perikanan

b.

Sosialisasi Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan dan Keselamatan


Kerja (K5)
Berdasarkan Peraturan Menteri Perikanan Nomor PER.08/MEN/2012

tentang Kepelabuhan Perikanan Pasal 3 Ayat 5 Huruf k, bahwa salah satu fungsi
pemerintahan Pelabuhan Perikanan adalah sebagai pengendalian lingkungan.
Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan merupakan salah satu Unit
Pelaksana Teknis di bidang Kelautan dan Perikanan yang mempunya tugas pokok
melaksanakan koordinasi urusan K5 dikawasan Pelabuhan Perikanan. Dalam
pelaksanaan tugas pokok tersebut tentunya harus ditunjang oleh beberapa faktor
sehingga dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil sesuai dengan apa yang
diharapkan. Salah satu faktor tersebut adalah pelaksanaan K5. Dimana dari kelima
aspek ini tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan antara satu dengan yang
lain, sehingga nantinya dapat tercipta suatu tatanan kinerja di Pelabuhan yang
kokoh, kuat dan tangguh sebagai ujung tombak dari Kementerian Kelautan dan
Perikanan.
Beberapa hal yang menjadi tujuan diadakannya kegiatan K5 antara lain:

Menciptakan lingkungan PPN Pengambengan yang bersih, aman, tertib,


indah, sehat dan lancar dalam berusaha.

Meningkatkan kesadaran pelaku perikanan yang beraktivitas di PPN


Pengambengan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, keamanan,
ketertiban, keindahan dan keselamatan kerja.

Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program Eco Fishing Port.

29

c.

Sosialisasi Pemanfaatan Fasilitas di Pelabuhan Perikanan


Keberadaan

PPN

Pengambengan

sangat

menunjang

dalam

pengembangan perikanan tangkap karena dapat memberikan kemudahan bagi


kapal penangkap ikan untuk mengelola sumberdaya perikanan yang ada dilaut.
Bagi kapal-kapal perikanan diperlukan tempat yang "aman" untuk berlabuh
guna

mendaratkan

ikan

hasil

tangkapan,

memasarkan serta melakukan

kegiatan persiapan untuk kembali melakukan penangkapan ikan di laut.


Lingkungan pelabuhan perikanan merupakan tempat dilakukannya
berbagai aktifitas perikanan, mulai dari kegiatan bongkar ikan, distribusi hasil
tangkapan dan kegiatan pengguna jasa lainnya. Kegiatan ini tentu saja ber-efek
langsung maupun tidak langsung terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak
yang di kelola oleh PPN Pengambengan untuk disetorkan ke Kas Negara (Pasal
4 Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang PNBP).
Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan sosialisasi ini yang dapat
meningkatkan pemahaman masyarakat penggunan jasa, nelayan beserta
stakeholder yang lainnya untuk ikut serta dalam rangka memanfaatkan fasilitas
yang telah tersedia di PPN Pengambengan dengan bijaksana sesuai dengan
kebutuhan dan fungsinya.
PPN Pengambengan sebagai zona inti pelaksanaan Minapolitan di
Kabupaten Jembrana yang didukung oleh SK Bupati Nomor 665/PKL/2011 serta
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 tahun 2010 tentang
Minapolitan, bahwa pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan perlu
dikembangkan

kawasan

minapolitan

untuk

meningkatkan

efisiensi

dan

mengoptimalisasi keunggulan komparatif dan kompetitif daerah sesuai dengan


eksistensi

kegiatan

pra-produksi,

produksi, pengolahan dan pemasaran

secara terpadu, holistic dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Jo Kepmen Kelautan dan Perikanan Nomor 32 tahun

30

2010 tentang penetapan kawasan minapolitan yang berisikan bahwa Kabupaten


Jembrana

termasuk

ke dalam 197 kabupaten/kota sebagai daerah

pengembangan kawasan minapolitan.


Kegiatan Sosialisasi diharapkan pengguna jasa dan masyarakat sekitar
pelabuhan memahami tentang pemanfaatan fasilitas yang ada di PPN
Pengambengan dan dapat mengaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari di
Pelabuhan Perikanan sehingga dapat menciptakan masyarakat perikanan yang
bijak terhadap fasilitas yang tersedia.
d.

Sosialisasi Keselamatan Kerja Nelayan di Kapal Perikanan


Dalam rangka meningkatkan pelayanan pelabuhan perikanan dan

keselamatan pelayaran kapal ikan yang berpangkalan di pelabuhan perikanan


diperlukan syahbandar yang berwenang dalam mengeluarkan Surat Persetujuan
Berlayar (SPB). Hal ini sesuai dengan amanat UU. No 45 tahun 2009 tentang
Perubahan Atas UU No. 31 tentang Perikanan dan UU No.17 Tahun 2008 tentang
Pelayaran, yang menyebutkan bahwa setiap kapal perikanan yang akan berlayar
melakukan penangkapan ikan dan/atau pengangkutan ikan dari pelabuhan wajib
memiliki SPB yang dikeluarkan oleh syahbandar di pelabuhan perikanan.
Keberadaan syahbandar di pelabuhan perikanan sangat penting mengingat tugas
dan fungsi yang dimilikinya. Selain bertanggung jawab dalam mengeluarkan
administrasi persuratan bagi kapal penangkap dan pengangkut ikan, juga
berperan dalam menjaga keselamatan pelayaran. Selain bertanggung jawab
terhadap keselamatan pelayaran juga ikut melaksanakan ketentuan yang terkait
dengan pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab sesuai dengan Code of
Conduct for Responsible Fisheries (CCRF).
Syahbandar Pelabuhan Perikanan secara tidak langsung juga mempunyai
peran penting dalam mencegah dan menanggulangi Ilegal, Unreported and
Unregulated (IUU) Fishing. Para syahbandar di pelabuhan perikanan diharapkan

31

dalam pelaksanaan tugas dilapangan, bisa melakukan koordinasi, sinkronisasi


dan integrasi dengan instansi terkait yang ada di wilayahnya masing-masing untuk
memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sesuai dengan Peraturan
Menteri

Kelautan

Dan

Perikanan

Nomor:

3/PERMEN-KP/2013

tentang

Kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan.


Di Pelabuhan Perikanan Nusnatara Pengambengan, kapal perikanan
masih bersifat semi tradisional sehingga masih banyak kapal perikanan yang
belum memenuhi standar keselamatan kerja. Hal ini perlu diperhatikan oleh para
pemilik kapal agar menaati tata tertib kelengkapan alat keselamatan kerja demi
menjaga agar kecelakaan kerja diatas kapal perikanan dapat diminimalisir.
Maksud Sosialisasi Keselamatan Kerja Nelayan di Kapal Perikanan di PPN
Pengambengan untuk memberikan pemahaman sehingga menumbuhkan
kesadaran kepada nelayan, tokoh masyarakat dan instansi terkait tentang
perlunya alat keselamatan kerja di kapal perikanan untuk saling menjaga
keselamatan pelayaran demi terciptanya keselamatan operasional kapal
perikanan.
e.

Sosialisasi Pelaksanaan Sistem Informasi Pada Pelabuhan Perikanan


Pelabuhan Perikanan merupakan tempat kegiatan pemerintahan dan

kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan
berlabuh, dan atau bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan.
Sesuai Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas
UU Nomor 31 Tahun 2004 pasal 46, disebutkan bahwa pemerintah menyusun dan
mengembangkan

system

informasi

dan

data

statistik

perikanan

serta

menyelenggarakan pengumpulan, pengolahan, analisis, penyimpanan, penyajian


dan penyebaran data potensi, pemutakhiran data pergerakan ikan, sarana dan
prasarana, produksi, penanganan, pengolahan dan pemasaran ikan serata data

32

social ekonomi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan sumber daya


ikan dan pengembangan sistem bisnis perikanan.
Selain itu, Permen KP No 8 tahun 2012 pasal 36 mengamanatkan bahwa
setiap pelabuhan perikanan harus memiliki Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan
(PIPP) dimana data dan informasi pelabuhan perikanan tersebut di gunakan untuk
mendukung operasional pelabuhan perikanan, meningkatkan pelayanan informasi
kepada masyarakat dan mendukung perumusan kebijakan di bidang pelabuhan
perikanan.
Direktorat Pelabuhan Perikanan selaku Direktorat yang membawahi
Pelabuhan Perikanan (UPT Pusat) telah membangun system informasi yang
dikembangkan sejak tahun 2000 sebagai Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan,
dimana informasi yang disajikan berupa informasi harian, bulanan dan situasional
tentang jenis, harga, produksi ikan, jumlah kapal dan kelembagaan kepada
stakeholder. Informasi tersebut di entry secara berkala oleh masing-masing
pelabuhan perikanan melalui internet dengan situs http://www.pipp.djpt.kkp.go.id.
Sebagai upaya dalam pengembangan PIPP yang telah dilakukan pada
tahun sebelumnya, maka pada tahun 2013 telah dilakukan pengembangan data
entry PIPP menjadi berbasis web untuk memudahkan entry data secara online dan
dalam pengelolaan data. Pembangunan website pelabuhan perikanan bertujuan
agar informasi yang disampaikan sesuai kebutuhan stakeholder dan memudahkan
user dalam mengakses informasi.
Maksud kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Sistem Informasi pada
Pelabuhan Perikanan yaitu untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang
manfaat sistem informasi PIPP pada masyarakat perikanan.

33

f.

Sosialisasi Cara Pengaduan Pelayanan Publik dan Indek Kepuasan


Masyarakat
Dewasa ini penyelenggaraan pelayanan publik masih dihadapkan pada

kondisi yang belum sesuai dengan kebutuhan dan perubahan di berbagai bidang
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal tersebut bisa
disebabkan oleh ketidaksiapan untuk menanggapi terjadinya transformasi nilai
yang berdimensi luas serta dampak berbagai masalah pembangunan yang
kompleks. Sementara itu, tatanan baru masyarakat Indonesia dihadapkan pada
harapan dan tantangan global yang dipicu oleh kemajuan di bidang ilmu
pengetahuan, informasi, komunikasi, transportasi, investasi dan perdagangan.
Kondisi dan perubahan yang cepat serta diikuti pergeseran nilai tersebut
perlu disikapi secara bijak melalui langkah kegiatan yang terus-menerus dan
berkesinambungan dalam berbagai aspek pembangunan untuk membangun
kepercayaan masyarakat guna mewujudkan tujuan pembangunan Nasional.
Untuk itu, diperlukan konsepsi system pelayanan publik yang berisi Nilai, Persepsi
dan Acuan perilaku yang mampu mewujudkan hak asasi manusia sebagaimana
diamanatkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan
dapat diterapkan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan sesuai dengan
harapan dan cita-cita tujuan nasional.
PPN Pengambengan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dalam melaksanakan visi misi, yakni
sebagai Pusat pengembangan, pengusahaan, pengelolaan perikanan yang
berkesinambungan dan dapat mensejahterakan masyarakat,

dimana setiap

harinya di PPN Pengambengan melayani kebutuhan masyarakat pengguna


pelabuhan mulai dari penerbitan SHTI, Catch Documentation Scheme (CDS)
berdasarkan Convention for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT),
International Commission for the Conservation of Atlantic Tunas (ICCAT), Number

34

of Accident (NOA) 370 serta perpanjangan SIPI/SIKPI bagi kapal berukuran 30 GT


60 GT di Benoa, SPB oleh Syahbandar PPN Pengambengan, Surat jalan asal
ikan, jasa pas masuk dan sebagainya.
Lingkungan pelabuhan merupakan tempat dilakukannya berbagai aktifitas
perikanan, mulai dari kegiatan bongkar ikan, distribusi hasil tangkapan dan
kegiatan pengguna jasa lainnya. Kegiatan ini tentu saja ber-efek langsung maupun
tidak langsung terhadap sistem pelayanan yang diterapkan agar masyarakat
pengguna dapat terlayani dengan baik dalam melaksanakan kegiatannya. Mulai
bertambat dan berlabuh di kolam labuh PPN Pengambengan.
Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan ini yang dapat meningkatkan
pemahaman masyarakat penggunan jasa, nelayan beserta stakeholder yang
lainnya untuk ikut serta dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan sebagai
tolok ukur tercapainya kepuasan masyarakat.
Diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberi dan menambah wawasan
tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik dan Indek Kepuasan
Masyarakat, kepada pegawai PPN Pengambengan, masyarakat nelayan,
Stakeholder dan pelaku usaha perikanan sehingga meningkatkan kesadaran
masyarakat untuk turut serta dalam pelayanan publik menjadi lebih baik sesuai
dengan kebutuhan masyarakat. Bahwa Negara berkewajiban melayani setiap
warga Negara dan penduduknya untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya
dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta bagaimana membangun
kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara
pelayanan publik. Hal ini sebagai upaya untuk mempertegas hak dan kewajiban
setiap warga Negara dan penduduk serta terwujudnya tanggungjawab Negara dan
korporasi dalam penyelengaraan pelayanan publik. Upaya yang lain yaitu untuk
meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai asas-

35

asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta untuk memberi
perlindungan bagi setiap warga Negara dan penduduknya dari penyalahgunaan
wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
g.

Sosialisasi Cara Penanganan Ikan yang Baik


Untuk menghasilkan produk perikanan tangkap yang bermutu tinggi, sehat

dan aman bagi konsumen serta memenuhi persyaratan internasional, maka upaya
pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan pada usaha
perikanan tangkap sangat penting dilakukan sejak penanganan ikan di atas kapal
perikanan sampai didaratkan di pelabuhan perikanan (tempat pendaratan ikan).
Penerapan sistem jaminan mutu pada produk perikanan sejak dari hulu hingga
produk akhir, tentunya akan melibatkan kapal perikanan serta pelabuhan
perikanan, sehingga dua hal tersebut sepatutnya menjadi perhatian kita bersama.
Tahapan awal penanganan hasil perikanan dilakukan di atas kapal
perikanan

pada

saat

proses

penangkapan

dan

selanjutnya

dilakukan

pembongkaran hasil tangkapan di pelabuhan perikanan dan proses pelelangan di


tempat pelelangan ikan. Tahapan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan titik kritis
awal yang harus diperhatikan sebaik mungkin untuk menjamin sebanyak mungkin
produk perikanan yang akan didistribusikan agar tetap mempunyai mutu yang
baik.
Untuk melaksanakan kegiatan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil
perikanan, maka peran pelabuhan perikanan harus lebih ditingkatkan, tidak hanya
menunjang fungsi pelabuhan perikanan yang bertanggung jawab dan persiapan
dalam menyongsong persaingan global yang terkait dengan standar mutu dan
keamanan hasil perikanan di pelabuhan perikanan dan memiliki sarana yang
memadai dalam usaha pelaksanaan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil
perikanan.

36

Penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan tentunya


memerlukan pemahaman dan kesadaran dari para pelaku usaha perikanan. Salah
satu cara meningkatkan pemahaman pelaku usaha adalah dengan memberikan
sosialisasi mengenai cara penanganan ikan yang baik, mulai dari penanganan di
atas kapal perikanan hingga pembongkaran di pelabuhan perikanan dan
pelelangan di tempat pelelangan ikan.
Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman pada peserta
mengenai pentingnya Cara Penanganan Ikan Yang Baik di Atas Kapal Skala Kecil
demi terwujudnya Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan serta
memberikan Informasi Kepada Stakeholder mengenai prosedur penerbitan
Sertifikat CPIB.
Beberapa hal uang menjadi tujuan diadakannya kegiatan Sosialisasi Cara
Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) antara lain:

Memberikan pembekalan pengetahuan dan pemahaman tentang prosedur


penerapan higienis dan cara penanganan ikan yang baik pada kapal skala
kecil.

Mewujudkan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan pada kapal
penangkap dan pengangkut ikan.

Mensosialisasikan proses sertifikasi CPIB yang nantinya merupakan salah


satu syarat untuk melakukan ekspor produk perikanan ke Uni Eropa.

h.

Sosialisasi Pelayanan SHTI di Pelabuhan Perikanan.


Dalam rangka memenuhi ketentuan Uni Eropa: EC (European Council)

Regulation No. 1005/2008 tentang Establishing a Community System to Prevent,


Deter and Eliminate Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing (semua
produk perikanan dari negara importir harus dilengkapi dengan Catch Certificate.

37

Dalam

hal

ini

mempersyaratkan

bahwa

otoritas

kompeten

bertanggungjawab dalam menjamin hasil tangkapan yang dibuktikan secara legal


melalui proses sertifikasi. Jika sertifikat tidak tersedia, atau informasi yang ada di
dalam sertifikat terbukti salah dan tidak lengkap, maka produk perikanan tersebut
tidak dapat masuk ke pasar Uni Eropa.
Adanya pelayanan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) antara lain
untuk mencegah, mengurangi, dan memberantas kegiatan Illegal, Unreported and
Unregulated (IUU) Fishing serta meningkatkan penelusuran hasil tangkapan ikan
oleh kapal penangkap ikan Indonesia. Pelaksanaan pelayanan SHTI di PPN
Pengambengan mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.13 /MEN /2012 tentang Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan (revisi PER.28 /MEN
/2009) dan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Nomor KEP.34/KEPDJPT/2015 tentang Penetapan Otoritas Kompeten Lokal Penerbitan Sertifikat
Hasil Tangkapan Ikan.
Adapun ruang lingkup pemberlakuan SHTI / Catch Certificate Scheme
(CCs) disusun untuk membantu kelancaran kegiatan perdagangan hasil
tangkapan ikan yang berasal dari kapal-kapal ikan berbendera Indonesia yang
produknya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dipasarkan ke Uni
Eropa.
Melalui Keputusan Dirjen Perikanan Tangkap Nomor KEP.34/KEPDJPT/2015 Tentang Penetapan Otoritas Kompeten Lokal Penerbitan Sertifikat
Hasil Tangkapan Ikan, maka Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan
merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis yang telah melaksanakan pelayanan
penerbitan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan (SHTI). Dimana Pelabuhan Perikanan
UPT Pusat dan Daerah selaku Otoritas Kompeten Lokal (OKL) harus memiliki
SDM yang telah memiliki Sertifikat Bimbingan Teknis SHTI. Dengan adanya

38

Sosialisasi Pelayanan SHTI di Pelabuhan Perikanan pada PPN Pengambengan


diharapkan pelaku usaha lebih memahami proses/ alur dalam penerbitan SHTI.
Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada
peserta mengenai pentingnya SHTI untuk mempermudah tracebility atau
ketertelusuran ikan mulai dari kapal sampai akhir proses pengiriman dan sampai
konsumen. Selain itu, sosialisasi ini juga bermaksud untuk memberikan informasi
kepada stakeholder mengenai prosedur penerbitan sertifikat SHTI.
Kegiatan Sosialisasi Pelayanan SHTI di Pelabuhan Perikanan pada PPN
Pengambengan ini bertujuan:
1. Memperlancar kegiatan perdagangan hasil tangkapan ikan dari laut oleh kapal
penangkap ikan Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung
dipasarkan ke Uni Eropa.
2. Membantu

upaya

nasional

dan

internasional

dalam

memberantas

(menghindari, melawan dan memerangi) kegiatan IUU Fishing.


3. Memastikan penelusuran (traceability) hasil tangkapan ikan pada tahapan
penangkapan, pengolahan, pengangkutan dan pemasaran.
4. Agar pelaku usaha dapat lebih memahami proses dan persyaratan dalam
penerbitan SHTI.
5. Melaksanakan ketentuan konservasi dan pengelolaan sumberdaya perikanan
secara berkelanjutan.
6. Kegiatan Temu Usaha Perizinan Perikanan Tangkap (E-Service).
Perizinan Usaha Perikanan Tangkap pada hakekatnya digunakan sebagai
instrumen

pengendali

yang

dilakukan

untuk

mengendalikan

intensitas

penangkapan pada suatu perairan, agar tidak melebihi daya dukung sumberdaya
ikan. Agar kelestarian sumberdaya ikan dapat terjaga dan usaha penangkapan
dapat berkelanjutan, pengelolaannya harus dilakukan secara benar sesuai dengan
UU No.31 tahun 2004 jo UU No.45 tahun 2009 tentang Perikanan dan Kode Etik

39

Perikanan yang Bertanggungjawab (Code of Conduct for Responsible Fisheries/


CCRF). Hal ini dapat dilaksanakan melalui pemberian alokasi bagi usaha
penangkapan ikan berbasis pada ketersediaan sumberdaya ikan yang harus
dikelola secara baik agar tidak terjadi konflik kepentingan di Wilayah Pengelolaan
Perikanan (WPP) Negara Republik Indonesia.
Adapun upaya yang dilakukan dalam peningkatan pelayanan usaha
penangkapan antara lain:
1.

Pelayanan Perizinan secara Elektronik (E-Service)

2.

Penerbitan SIPI/SIKPI 30-60 GT di Daerah (UPT Pelabuhan Perikanan dan


Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi)

3.

Implementasi Standar Pelayanan Publik (ISO 9001:2008)

4.

Kepatuhan Standar Pelayanan Publik (Terbaik) oleh Ombudsman RI


Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan merupakan salah satu

Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Pelabuhan Perikanan yang berada di


wilayah Bali yang telah melaksanakan pendelegasian perpanjangan SIPI 30-60
GT. Dengan adanya pendelegasian 30-60 ini, maka mempermudah pelaku usaha
dalam perpanjangan SIPI izin Pusat ukuran kapal 30-60 GT. Selain itu Direktorat
Pelayanan Usaha Penangkapan Ikan juga memberikan kemudahan untuk pelaku
usaha yang memiliki kapal dengan ukuran > 60 GT untuk melaksanakan
perpanjangan SIPI secara elektronik dengan menggunakan fasilitas internet.
Dengan adanya upaya peningkatan pelayanan ini, maka Pelabuhan Perikanan
Nusantara Pengambengan menyelenggarakan kegiatan Temu Usaha Perizinan
Perikanan Tangkap (E-Service) untuk pelaku usaha di Benoa, Bali, sehingga
mereka lebih memahami dan mempermudah mereka dalam perpanjangan SIPI >
60 GT.
Kegiatan Temu Usaha Perizinan Perikanan Tangkap (E-Service) ini
bertujuan:

40

1.

Meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan usaha penangkapan ikan


kepada pelaku usaha (mempermudah pelaku usaha dalam melakukan
perpanjangan secara elektronik untuk kapal > 60 GT melalui fasilitas internet).

2.

Mengembangkan system pelayanan perizinan secara online dengan teknologi


internet.

3.

Memperluas akses informasi perizinan usaha bagi stakeholder perikanan


tangkap.

i.

Sosialisasi Pelaksanaan SOP di Pelabuhan Perikanan


Pengertian Pelabuhan Perikanan berdasarkan Permen KP Nomor

PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan adalah tempat yang terdiri


atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai
tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang
digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan/ atau
bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan
kegiatan penunjang perikanan. Pasal 3 pada permen KP ini menjabarkan
mengenai fungsi pelabuhan perikanan, yaitu fungsi pemerintahan dan fungsi
pengusahaan.
Fungsi pemerintahan pada pelabuhan perikanan merupakan fungsi untuk
melaksanakan pengaturan, pembinaan, pengendalian, pengawasan serta
keamanan dan keselamatan operasional kapal perikanan di pelabuhan perikanan.
Sedangkan fungsi pengusahaan pada pelabuhan perikanan merupakan fungsi
untuk melaksanakan pengusahaan berupa penyediaan dan/atau pelayanan jasa
kapal perikanan dan jasa terkait di pelabuhan perikanan. Berdasarkan fungsi
pengusahaan ini, terdapat fungsi dalam pemanfaatan fasilitas dan lahan di
pelabuhan perikanan (Pasal 3 ayat 7 huruf e) sehingga perlu diadakannya suatu
pengaturan lebih lanjut yang mengenai sewa lahan dan bangunan serta barang
dan/atau jasa milik Negara di pelabuhan perikanan.

41

Adapun maksud pelaksanaan Sosialisasi ini adalah untuk memberikan


pemahaman kepada peserta mengenai aturan yang berlaku dalam proses sewa
menyewa lahan dan bangunan di PPN Pengambengan dan aturan pelayanan
pengguna jasa pelabuhan.
Beberapa hal yang menjadi tujuan diadakannya Sosialisasi Pelaksanaan
SOP di Pelabuhan Perikanan antara lain:
1.

Untuk memberikan pedoman bagi pemberi sewa dan pemberi pelayanan.

2.

Untuk mewujudkan pelayanan umum yang berkualitas, memuaskan,


transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

j.

Sosialisasi Eco Fishing Port di Pelabuhan Perikanan


Dalam pengelolaan pelabuhan perikanan, seringkali masalah kebersihan

dan pengelolaan limbah menjadi terlupakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan


terus berupaya mengembangkan pelabuhan perikanan yang berbasis lingkungan
hidup atau Eco Fishing Port. Penerapan Eco Fishing Port adalah cara-cara/
langkah-langkah yang sistematis untuk membangun dan memelihara pelabuhan
perikanan yang bersifat ramah lingkungan. Dalam pembangunan pelabuhan
perikanan yang berbasis lingkungan, semua stakeholder didorong terlibat secara
sukarela menciptakan pelabuhan perikanan yang ramah lingkungan.
Dengan penerapan Eco Fishing Port, maka aktivitas pendaratan,
pembongkaran ikan, sampah serta konsumsi penggunaan air dan energy dapat
dimonitor. Implementasi Eco Fishing Port di pelabuhan perikanan antara lain:
1.

Perencanaan pelabuhan perikanan harus mengacu pada Enviroment


Management System (EMS) berdasarkan standar ISO 14001.

2.

Bangunan/Infrastruktur di Pelabuhan Perikanan harus hemat energi.

3.

Fasilitas pendaratan dan cara penanganan ikan harus baik untuk mencegah
hilangnya kualitas dan nilai produksi perikanan.

42

4.

Peningkatan kesadaran para stakeholder terhadap permasalahan lingkungan


dan hubungan antara pengelolaan lingkungan dengan nilai ekonomis.

5.

Perbaikan system pendataan ikan antara lain denganmembangun dan


mengintegrasikan system aplikasi berbasis IT dan mengintegrasikan dengan
system DSS untuk memperkuat pengelolaan data dan informasi.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan:

1.

Agar stakeholder dan pengguna jasa di lingkup PPN Pengambengan dapat


memenuhi unsur K5.

2.

Sebagai upaya pengendalian pencemaran guna mendukung pembangunan


kelautan dan perikanan.

3.

Agar masyarakat semakin memahami dan menyadari bahwa kebersihan di


lingkungan PPN Pengambengan merupakan kegiatan yang harus sering
dilakukan sebagai upaya pengendalian pencemaran guna mendukung
pembangunan kelautan dan perikanan.

Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan


Pelaksanaan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana

PPN Pengambengan dalam rangka penyediaan fasilitas yang memadai untuk


aktifitas perikanan yang efektif dan efisien dilakukan secara bertahap sejalan
dengan Rencana Strategik yang telah disusun sebagai acuan dalam menetapkan
program dan kegiatan.

43

Tabel 6 Pengadaan PPN Pengambengan Tahun 2015


No

Jenis

Merk/Type Spesifikasi

Volume

Barang/Pekerjaan
1.

P.C Unit

HP Pavilion 500

2.

Lap Top

Dell 5447

3.

Printer

Epson LX310

4.

Printer

Epson L800

5.

Sepeda Motor

Honda Vario CW

6.

Rambu-rambu

Local

Local

Larangan
7.

Rambu-rambu
Wajib

8.

A.C. Split

LG 1,5PK

9.

Kompor Gas

Rinai

10.

Lemari Es

LG GN-Y201

11.

Camera Digital

Sony DSC-W830

12.

Dispenser

Sanken

13.

Teropong/Keker

Nikon

14.

Cold Box

Lion Star Box 12S

15.

Telephone Mobile

Samsung Note 4

16.

Lap Top

Dell Inspirion 7348

17.

Printer

Epson L 310

18.

UPS

ICA CE 1200MacBook Pro

19.

Lap Top

MacBook Pro

20.

P.C Unit

HP Slimline

44

4.1.4
1.

Evaluasi PPN Pengambengan


Produksi dan Nilai Produksi Ikan di PPN Pengambengan Tahun 2011-2015

120,000
103,188
100,000
75,871
80,000

60,000

47,762

43,377
40,000

28,602
18,046

20,000

6,186

9,188

7,738

1,874

17,262
2,800

3,662

2,380

2,722

2011

2012

Produksi (ton)

2013

Nilai Produksi (juta)

2014

2015

Jumlah Pendaratan

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 9 Produksi dan Nilai Produksi Ikan di PPN Pengambengan Tahun 20112015
Dalam periode lima tahun terakhir (2011-2015), produksi perikanan di PPN
Pengambengan mengalami peningkatan mulai dari tahun 2011, yaitu 516 ton pada
tahun 2011 meningkat menjadi 645 ton pada tahun 2012, lalu tahun 2013 kembali
meningkat menjadi 766 ton dan puncaknya pada tahun 2014 mencapai 1.504 ton.
Kemudian mengalami penurunan pada tahun 2015 dimana hasil produksi
perikanannya hanya mencapai 1.439 ton. Terjadi penurunan sebesar 65 ton dari
tahun 2014 ke tahun 2015. Tabel dapat dilihat pada lampiran 11.

45

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 10 Produksi dan Nilai Produksi Per Jenis Ikan di PPN Pengambengan
Tahun 2011-2015
Pada periode tahun 2011-2015, produksi perikanan yang menjadi
komoditas utama adalah ikan lemuru, ikan layang, ikan tongkol dan sisanya adalah
ikan-ikan hasil tangkapan lainnya. Diantara ketiga komoditi utama produksi
perikanan di PPN Pengambengan, ikan lemuru mengalami peningkatan produksi
terbesar yaitu 1.560 ton pada tahun 2011 dan mencapai 16.038 ton pada tahun
2015. Kemudian diikuti dengan ikan layang, yaitu 1.348 ton pada tahun 2011 dan
mencapai 1.770 ton pada tahun 2013, kemudian tahun berikutnya mulai
mengalami penurunan mencapai 397 ton pada tahun 2015. Berikutnya terdapat
ikan tongkol dengan hasil produksi 2.925 ton pada tahun 2011, mengalami
kenaikan mencapai 3.700 ton pada tahun 2012, kemudian mengalami penurunan
pada tahun 2013 dengan hasil 1.513 ton dan kembali meningkat pada tahun 2014
dengan hasil mencapai 2.374 ton, lalu tahun 2015 kembali menurun mencapai 596
ton.

46

Untuk ikan hasil tangkapan spesies lainnya diperoleh hanya pada tahun
2011, 2013 dan tahun 2015. Pada tahun 2011, hasil tangkapan ikan spesies lain
mencapai 17 ton. Hasil yang sama diperoleh pada tahun 2013. Kemudian
mengalami peningkatan hasil pada tahun 2015 dimana hasil produksinya
mencapai 231 ton. Tabel dapat dilihat pada lampiran 12.
2.

Jumlah Kapal Pengangkapan Ikan di PPN Pengambengan Tahun 2011-2015

Sumber: PPN Pengambengan


Gambar 11 Jumlah Kapal Perikanan Menurut Kategori Kapal
Berdasarkan ukurannya, kapal yang beroperasi di PPN Pengambengan
dikategorikan dalam 4 (empat) kategori, yaitu ukuran kapan 5-10 GT, 10-20 GT,
20-30 GT dan 40 GT. Dari data yang diperoleh, jumlah kapal perikanan yang ada
di PPN Pengambengan berbeda setiap tahunnya. Pada tahun 2011, jumlah kapal
penangkapan ikan mencapai jumlah 137 kapal. Tahun 2012 mengalami kenaikan
dibandingkan tahun 2011, yaitu 145 kapal. Tahun 2013 jumlah kapan
penangkapan ikan mengalami penurunan menjadi 114 kapal kemudian terus naik
sampai tehun 2015 dimana tahun 2014 terdapat 120 kapal dan tahun 2015
mencapai 125 kapal.

47

Jumlah kapal terbanyak yang digunakan oleh nelayan adalah kapal


berukuran 20-30 GT, jumlahnya hampir mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Pada tahun 2011, jumlah kapal berukuran 20-30 GT adalah 65 kapal dan terus
bertambah hingga tahun 2013 mencapai 74 kapal. Kemudian 2 (dua) tahun
berikutnya mengalami penurunan, jumah kapal berukuran 20-30 GT adalah 71
kapal. Berikutnya kapal terbanyak yang ada di PPN Pengambengan adalah kapal
berukuran 5-10 GT. Namun kapal ini hampir setiap tahunnya selama 5 (lima) tahun
terakhir mengalami penurunan. Pada tahun 2011, jumlah kapal berukuran 5-10 GT
adalah 47 buah dan mengalami penurunan sampai tahun 2013 mencapai 6 kapal.
Kemudian tahun 2014 dan 2015 mengalami kenaikan jumlah kembali hingga
mencapai 15 buah pada tahun 2015.
Sedangakan untuk kapal berukuran 10-20 GT mengalami penambahan
jumlah hampir setiap tahunnya. Pada pahun 2011 sampai tahun 2012 semula
berjumlah 25 kapal menjadi 34 kapal. Tahun 2013 mengalami sedikit penurunan
dimana jumlah kapalnya menjadi 33 kapal. Berikutknya kembali mengalami
penambahan jumlah pada tahun 2014 dan 2015 jumlah kapal ukuran 10-20 GT
mencapai 39 kapal. Pada kapal berukuran 40 GT hanya ada pada tahun 2013 dan
2014 dan hanya berjumlah 1 kapal. Keterangan table dapat dilihat pada lampiran
13.
4.2

Lembaga Penunjang PPN Pengambengan


Tata hubungan kerja pelabuhan perikanan dengan instansi terkait yang ada

di

lingkungan

pelabuhan

dilakukan

dengan

prinsip

koordinasi

dengan

mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidang tugas dan


kewenangan masing-masing instansi. Instansi terkait yang telah melakukan
pelayanan dan mempunyai kantor kerja di pelabuhan adalah:

48

4.2.1

Satuan Kerja PSDKP Pengambengan


Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan

(SATKER PSDKP) Pengambengan merupakan salah satu lembaga pengawas


yang berada di bawah Ditjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan. Satker
PSDPK Pengambengan Jembrana, Bali memiliki area kerja di tiga Kabupaten
diantaranya Kabupaten Tabanan, Jembrana dan Buleleng.
SATKER PSDKP Pengambengan, Bali memiliki tugas pokok mengawasi
tertibnya kegiatan perikanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
tentang perikanan. Sumberdaya perikanan yang diawasi oleh SATKER PSDKP
dibagi menjadi dua, sumberdaya kelautan dan sumberdaya perikanan.
Pengawasan sumberdaya kelautan meliputi pengawasan ekosistem, pengawasan
pencemaran serta pengawasan konservasi dan ikan-ikan yang dilindungi.
Sedangkan pengawasan sumberdaya perikanan meliputi pengawasan kapal
perikanan, pengawasan unit pengolahan ikan dan pengawasan budidaya.
4.2.2

Tempat Pelelangan Ikan


Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan salah satu lembaga penunjang

PPN Pengambengan yang berada dibawah naungan Dinas Kelautan, Perikanan


dan Kehutanan, Jembrana, Bali. TPI berperan sebagai tempat pendaratan
sekaligus tempat untuk melakukan pelelangan hasil tangkapan nelayan
Pengambengan. Tugas pokok TPI di PPN Pengambengan adalah:
1. Melakukan pelelangan hasil tangkapan ikan di PPN Pengambengan.
2. Menimbang hasil produksi tangkapan ikan di PPN Pengambengan.
3. Mencatat dan mendata hasil produksi tangkapan ikan di PPN Pengambengan.
3. Memungut retribusi kepada nelayan dan pembeli, masing-masing 1%.
Dalam proses pelelangan maupun pendataan hasil tangkapan ikan di TPI
ini dilakukan menggunakan sample. Dan proses pelelangan, penimbangan serta
mendataan hasil tangkapan langsung dilakukan ketika ikan didaratkan. Hal ini

49

karena hasil tangkapan ikan di PPN Pengambengan sebagian besar adalah ikan
layur. Ikan layur adalah ikan yang tidak tahan lama atau mudah rusak, jadi harus
segera proses agar tidak menimbulkan kerugian.
4.3

Permasalahan dan Pemecahan Masalah


Dalam

pelaksanaan

permasalahan-permasalahan

operasional
dalam

pelabuhan,

masih

ditemukan

pelaksanaannya.

Untuk

mengatasi

permasalahan tersebut, diperoleh pemecahan masalahnya. Permasalahan dan


pemecahan masalah yang ada di PPN Pengambengan diuraikan sebagai berikut:
4.3.1

Permasalahan
Dalam pelaksanaan tugasnya ada beberapa permasalahan operasional

yang dihadapi dan seringkali menjadi penghambat bagi kelancaran operasional


PPN Pengambengan antara lain:
a.

Seksi Kesyahbandaran
1.

Kurangnya fasilitas gedung pelayanan Kesyahbandaran.

2.

Kurangnya

kesadaran

nelayan

untuk

menyediakan

peralatan

keselamatan di kapal untuk masing-masing personil ABK.


3.

Tambat labuh kapal ke kolam labuh masih mengalami kesulitan apabila


laut dalam keadaan surut dikarenakan masih ada pendangkalan pada
beberapa bagian kolam labuh.

4.

Kurangnya Personil petugas Kesyahbandaran (staf) dan

perlunya

pembekalan pengetahuan bidang teknis Nautika dan teknis perikanan di


tambah pengetahuan umum mengenai kapal dan peraturannya untuk
personil yang sudah ada.
5.

Pelayanan Umum SHTI di Pelabuhan Umum Benoa belum mempunyai


tempat yang permanen, sehingga setiap tahun harus berpindah
mengakibatkan pelayanan kurang maksimal.

50

6.

Jarak lokasi PPN Pengambengan dengan Pelabuhan Benoa yang relative


jauh yaitu 120 Km mengakibatkan koordinasi kurang efektif.

7.

Aplikasi SPB Online belum dapat dilaksanakan karena dalam aplikasi


tidak bisa mengakomodir karakteristik kapal yang ada di PPN
Pengambengan (satu armada terdiri dari dua kapal tetapi yang
bertanggungjawab satu nakhoda).

8.
b.

Menambah jaringan internet khusus untuk aplikasi SPB On Line.

Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha


1.

Dengan Penambahan peralatan seperti dump truck, alat kebersihan yang


ada di PPN Pengambengan, operator yang tersedia belum mencukupi
untuk mengoperasikan peralatan tersebut.

2.

Belum ada bengkel dan garasi kendaraan kurang mencukupi untuk


memarkir kendaraan dinas, fork lift dan dump truk sehingga perlu
dipikirkan untuk pembuatan garasi dalam menyimpan kendaraan, dump
truck serta Fork lift.

3.

Belum adanya tempat parkir khusus kendaraan bermotor mengakibatkan


banyak pengguna jasa memanfaatkan bangsal perbaikan jaring untuk
parkir kendaraan roda dua.

4.

Jalan lingkungan pelabuhan yang sebagian masih becek.

5.

Pabrik di sekitar pelabuhan yang masih membuang limbah ke kolam


pelabuhan.

6.

Keterbatasan daya listrik Genset sehingga hanya sebagian yang bisa di


cover.

7.

Lahan yang digunakan operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara


Pengambengan saat ini masih dalam proses serah terima dari
Pemerintah Provinsi Bali ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

51

8.

Kantor Pelabuhan kurang luas sehingga kondisi ruang kerja banyak


terpisah serta kurang mengakomodir pegawai menyebabkan koordinasi
pegawai kurang maksimal.

9.

Penyaluran kebutuhan air bersih untuk pengguna jasa belum dapat


dipenuhi oleh Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan.

10. Kapal Dredger yang dimiliki belum memiliki dokumen surat serta ijin
AMDAL dalam pengoperasiannya.
11. Belum adanya Bolder Pengikat Tali Kapal di sebelah Selatan Dermaga.
12. Turap masih dalam program pembangunan lanjutan sehingga tanah yang
berada sisi dalam, terbawa aliran air ketika pasang.
c.

Seksi Operasional Pelabuhan


1.

Pengambilan data di lapangan masih mengalami kendala disebabkan


masih kurangnya kesadaran pengusaha penangkapan ikan untuk bisa
menyerahkan data hasil tangkapan.

2.

Peralatan pemrosesan data perlu diperbanyak dan diremajakan


mengingat pengolahan data menggunakan computer.

3.

Akses bandwidth internet kurang besar sehingga pengolahan data kurang


cepat karena berbasis website.

d.

Subbag Tata Usaha


1.

Masih kurangnya SDM untuk pengelolaan perencanaan.

2.

Masih kurangnya SDM untuk pengelolaan Keuangan.

3.

Masih kurangnya SDM untuk pengelolaan BMN.

4.

Masih perlu pengalokasian area khusus untuk perarsipan dokumen


administrasi kantor.

5.

Belum tersertifikasinya lahan seluas 7,6 Ha dan 4 Ha.

6.

Desain master plan belum mengakomodir perubahan terbaru kawasan


Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan

52

4.3.2

Pemecahan Masalah
Dalam

mengatasi

beberapa

permasalahan

yang

dihadapi

PPN

Pengambengan, didapatkan beberapa pemecahan masalah sebagai berikut:


a.

Seksi Kesyahbandaran
1.

Membuat sosialisasi tentang keselamatan nelayan diatas kapal


perikanan.

2.

Mengusulkan kegiatan pengerukan lanjutan di kolam labuh pada tahun


2016.

3.

Mengusulkan bimbingan teknis untuk petugas kesyahbandaran/ diklat


kesyahbandaran pegawai yang berkompeten di bidang kesyahbandaran.

4.

Mengusahakan mengontrak gedung yang representatif di wilayah


Pelabuhan Umum Benoa dengan masa kontrak panjang (mengusulkan
untuk pembangunan gedung pelayanan SHTI).

5.

Mengusulkan untuk penambahan jaringan internet khusus untuk aplikasi


SPB On line.

b.

Seksi Operasional Pelabuhan


1.

Menambah jumlah pegawai yang bertugas di lapang.

2.

Pengadaan peralatan computer yang sesuai spesifikasi pengolahan data.

3.

Menambah bandwidth internet untuk menunjang kegiatan pengolahan


data

c.

Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha


1.

Melatih tenaga yang mampu mengoperasikan dump truck dan Forklif.

2.

Pembuatan garasi kendaraan roda empat dan bengkel

3.

Mengalokasikan

lahan

dan

mengusulkan

dalam

perencanaan

pembangunan pelabuhan untuk dijadikan tempat parkir karyawan PPN


Pengambengan.

53

4.

Peningkatan kualitas jalan lingkungan pelabuhan dengan menggunakan


beton.

5.

Pembangunan IPAL terpadu di areal pelabuhan.

6.

Pengadaan/Pembelian genset.

7.

Segera diurus berita serah terimanya dari pemprov Bali ke DJPT.

8.

Pembangunan kantor sehingga bisa mengakomodir semua pegawai.

9.

Pembuatan sumur bor serta jaringan distribusinya.

10. Mengurus dokumen Kapal dan ijin AMDAL pengoperasian perawatan alur
keluar masuk kapal.
11. Pembuatan Border disisi dermaga sebelah selatan untuk menambatkan
kapal yang berlabuh area selatan kolam labuh.
12. Mengisi celah tanah dengan batuan agar tanah yang berada disisi dalam
tidak habis terbawa air ketika pasang.
d.

Subbag Tata Usaha


1.

Penambahan Sumber Daya Manusia yang kompeten.

2.

Untuk pembangunan gudang khusus arsip dapat diakomodir dalam


perencanaan rehab gedung kantor.

3.

Memberikan tugas tambahan kepada Pegawai Pemerintah dengan


Perjanjian Kontrak (PPTK) untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di
perencanaan dan keuangan.

4.

Sudah dilakukan koordinasi dengan BPN dan KPKNL Singaraja untuk


proses pengurusan sertifikat dan sudah sampai pada tahap pengurusan
di tingkat pusat karena luasan tanah > 7,6 ha sementara lahan 4 ha
sertifikasinya dilakukan pada tahun 2016.

5.

Telah dilaksanakan koordinasi dengan Direktorat Pelabuhan Perikanan


sehingga dapat dilaksanakan reviu desain master plan Pelabuhan

54

Perikanan Nusantara Pengambengan untuk mengakomodir perubahan


terbaru di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan.

55

V. PENUTUP
5.1

Kesimpulan

Berdasarkan hasik Praktek Kerja Magang (PKM) di Pelabuhan Perikanan


Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali diperoleh kesimpulan sebagai
berikut:
1. Kegiatan perikanan di Pengambengan telah dimulai sejak tiga puluh tahun
yang lalu. Pada mulanya berupa Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang
dibangun pada tahun 1976/1977. Gubernur Bali, melalui surat Nomor
523.2/0211/Prod/DKP tanggal 28 Pebruari 2005 mengusulkan peningkatan
status

pelabuhan,

kemudian

berdasarkan

surat

Menteri

Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara No. B/2712/M.PAN/12/2005 tanggal 30


Desember 2005 dilakukan peningkatan kelas dari PPI Pengambengan menjadi
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pengambengan. Kemudian berdasarkan
surat

Menteri

Negara

Pendayagunaan

Aparatur

Negara

No.

B.2672/M.PAN/9/2009 tanggal 11 September 2008, peningkatan status kelas


dan

diresmikan

menjadi

Pelabuhan

Perikanan

Nusantara

(PPN)

Pengambengan pada tanggal 6 Pebruari 2009. PPN Pengambengan memiliki


tujuan untuk menjadikan PPN Pengambengan sebagai pusat pengembangan,
pengusahaan, pengelolaan perikanan terpadu yang berkesinambungan di Bali.
2. Fasilitas-fasilitas yang terdapat di PPN Pengambengan meliputi:
-

Fasilitas pokok meliputi area pelabuhan, dermaga, jetty, break water, kolam
pelabuhan, jalan lingkungan, drainase, groin sisi kiri, turap beton, dan groin sisi
kanan.

Fasilitas fungsional meliputi gedung TPI, kantor pelabuhan, kantor bina mutu,
tower dan pompa air, bangsal perbaikan jarring, guest house, gudang, SPBN
dan instalasi listrik.

56

Fasilitas penunjang meliputi rumah dinas, balai pertemuan nelayan, WC.


Umum, tempat ibadah (pura), kantor pelayanan satu atap, pos satpam, warung
serba ada, dan mushola.

3. PPN Pengembengan merupakan sebuah organisasi yang dipimpin oleh


Kepala Pelabuhan dan dibantu Kasubbag Tata Usaha, Kasie Tata Kelola dan
Pelayanan Usaha, Kasie Opersional Pelabuhan dan Kasie Kesyahbandaran.
PPN Pengambengan beroperasi untuk menjalankan tugas dan fungsi
pelabuhan

sesuai

perundang-undangan.

pelabuhan,

masing-masing

bagian

Untuk

dalam

menjalankan

struktur

organisasi

fungsi
PPN

Pengambengan mendapat tugas sesuai bidangnya dan sudah diatur dalam


Undang-Undang.
4. Terdapat

dua

lembaga

penunjang

pelaksanaan

kegiatan

PPN

Pengambengan, yaitu SATKER PSDKP dan TPI. Kedua lembaga tersebut


menjalankan peran masing-masing namun masih memiliki kaitan erat dengan
pelaksanaan kegiatan di PPN Pengambengan. SATKER PSDKP memiliki
tugas pokok mengawasi tertibnya kegiatan perikanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan tentang perikanan. Dan TPI bertugas untuk melakukan
pelelangan hasil tangkapan ikan, menimbang kemudian mencatat dan
mendata hasil produksi tangkapan ikan di PPN Pengambengan juga
memungut retribusi kepada nelayan dan pembeli, masing-masing 1%.
5.2

Saran
Dalam pelaksanaan kerja di PPN Pengambengan, masih ada beberapa

pegawai yang harus menjalankan tugas ganda dan ini akan berpengaruh terhadap
hasil akhir. Oleh karena itu, diharapkan adanya penambahan sumberdaya
manusia dan pembagian jobdesk yang seimbang.

57

DAFTAR PUSTAKA
Dalimunthe, R. F. 2003. Sejarah Ilmu Manajemen. Fakultas Ekonomi USU:
Sumatera Utara
Gitosudarmo, I. 2008. Prinsip Dasar Manajemen Edisi Kedua. BPFE UGM:
Yogyakarta
Hasan, M. I. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya.
Ghalia Indonesia: Bogor
Manurung TV. 1995. Urgensi Pelabuhan dalam Pengembangan Agribisnis
Perikanan Rakyat (Kasus Jawa Tengah). Prosiding Agribisnis. Pusat
Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. hlm 204-221
Patilima, H. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta: Bandung
Pemerintah Kabupaten Jembrana. 2013. Dinas Kelautan, Perikanan dan
Kehutanan Kabupaten Jembrana: Bali
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kualitatifdan R&D. Penerbit Alfabeta: Bandung

Kuantitatif,

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Alfabeta: Bandung


Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan ke 17.
Alfabeta: Bandung
Suherman, A., Adhyaksa D. 2009. Dampak Sosial Ekonomi Pembangun dna
Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan
Jembrana Bali. Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4 No. 2, 2009: 24 - 32

58

LAMPIRAN 1. Fasilitas Pokok di PPN Pengambengan


A. Break Water

B. Dermaga

C. Kolam Labuh

59

Lampiran 1 (Lanjutan)
D. Jalan Pelabuhan

E. Drainage

60

LAMPIRAN 2. Fasilitas Fungsional di PPN Pengambengan


A. Tempat Pelelangan Ikan

B. Kantor Pelabuhan

C. SPBN

61

Lampiran 2 (Lanjutan)
D. Bangsal Perbaikan Jaring

E. Gedung Bina Mutu

62

LAMPIRAN 3. Fasilitas Penunjang di PPN Pengambengan


A.

Mess Operator

B.

Gedung Pertemua Nelayan

C.

Tempat Parkir Roda 2

63

Lampiran 3 (Lanjutan)
D.

Pura

E.

Mushala

64

LAMPIRAN 4. Pelaksanaan Kegiatan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)


Pengambengan
A. PPN Pengambengan

B. Pegawai PPN Pengabengan

65

Lampiran 4. (Lanjutan)
C. Pengambilan Data di Kantor PPN Pengambengan

D. Pengambilan Data di Kantor Syahbandar PPN Pengabengan

66

E. Wawancara dengan Pegawai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPN


Pengambengan

F. Pemaparan Hasil Praktek Kerja Magang di PPN Pengambengan

67

LAMPIRAN 5. Frekuensi Kunjungan Kapal di PPN Pengambenga Tahun 2015


No.

Bulan

Jumlah Kunjungan Kapal (Kali)

Januari

382

Februari

649

Maret

701

April

538

Mei

186

Juni

199

Juli

315

Agustus

521

September

626

10

Oktober

830

11

Nopember

858

12

Desember

395

Jumlah

6.200

68

Keterangan

LAMPIRAN 6. Frekuensi Pendaratan Ikan di PPN Pengambengan Tahun 20112015


No.

Bulan

2011

2012

2013

2014

2015

1.

Januari

65

202

21

277

182

2.

Februari

18

197

62

103

392

3.

Maret

28

125

73

375

421

4.

April

60

103

118

227

320

5.

Mei

48

131

112

322

72

6.

Juni

110

321

50

188

73

7.

Juli

309

100

30

75

106

8.

Agustus

290

138

177

243

175

9.

September

212

539

422

305

230

10.

Oktober

343

305

565

431

319

11.

Nopember

324

457

512

395

357

12.

Desember

67

104

238

381

153

1.874

2.722

2.380

3.322

2.800

Total

69

LAMPIRAN 7. Penyaluran Es di PPN Pengambengan Tahun 2015


No.

Bulan

Jumlah Penyaluran Es (Ton)

Januari

Februari

Maret

April

385

Mei

817

Juni

480

Juli

904

Agustus

1.248

September

1.461

10

Oktober

1.954

11

Nopember

2.061

12

Desember

885

2.178
262
1.171

Jumlah

13.806

70

Keterangan

LAMPIRAN 8. Penyaluran BBM di PPN Pengabengan Tahun 2015


No.

Bulan

Volume BBM Solar (Ton)

Keterangan

Januari

115

Februari

148

Maret

217

April

265

Mei

113

Juni

96

Juli

158

Agustus

219

September

264

10

Oktober

290

11

Nopember

312

12

Desember

182

Jumlah

2.379

71

LAMPIRAN 9. Penyaluran Garan di PPN Pengambengan Tahun 2015


No

Bulan

Penyaluran Garam (Ton)

1.

Januari

2.

Februari

3.

Maret

10

4.

April

13

5.

Mei

6.

Juni

7.

Juli

8.

Agustus

9.

September

12

10.

Oktober

28

11.

Nopember

16

12.

Desember

Jumlah

111

72

Keterangan

LAMPIRAN 10. Frekuensi Penerbitan SPB di PPN Pengambengan Tahun 20142015


No

Frekuensi

Bulan
2014

Keterangan
2015

Januari

40

49

Februari

10

35

Maret

78

36

April

45

177

Mei

81

137

Juni

57

90

Juli

49

133

Agustus

34

305

September

44

283

10

Oktober

43

278

11

Nopember

88

261

12

Desember

49

196

Jumlah

618

1980

73

LAMPIRAN 11. Produksi dan Nilai Produksi Ikan di PPN Pengambengan Tahun
2011-2015

Tahun
No.
Years

Nilai

Harga Rata

Produksi Rata Rata /

Produksi

Produksi

Rata / Kg

Bulan

Productio

Production

Average

Average Production /

Value

Price / Kg

Month

(Ton)

(Rp.1000)

(Rp.)

(Ton)

2011

6.186

28.571.514

4.619

516

2012

7.738

43.376.667

5.606

645

2013

9.188

47.761.893

5.198

766

4
5

103.187.98
2014

18.046

5.718

1504

2015

17.262

75.871.573

4.395

1439

11.684

59.753.927

34%

38%

0%

34%

RATA-RATA
R (%)

74

LAMPIRAN 12. Produksi dan Nilai Produksi Per Jenis Ikan di PPN Pengambengan Tahun 2011 - 2015
Jumlah / Total

Lemuru / Bali Sardinella

Harga RataTahun

Volume

Nilai

rata

Layang / Scads

Harga RataVolume

Nilai

rata

Harga RataVolume

Nilai

rata

No.
Years

Average

Average

Volume

Value

Price

Volume

Value

Average Price

Volume

Value

Price

( Ton )

( Rp. 1,000 )

( Rp / Kg )

( Ton )

( Rp. 1,000 )

( Rp / Kg )

( Ton )

( Rp. 1,000 )

( Rp / Kg )

2011

6.186

28.601.514

4.624

1.560

4.980.198

3.192

1.348

4.879.118

3.620

2012

7.738

43.376.667

5.606

2.542

11.915.624

4.687

1.050

6.784.019

6.461

2013

9.188

47.761.893

5.198

5.720

21.221.273

3.710

1.770

13.431.823

7.589

2014

18.046

103.187.989

5.718

14.151

53.864.238

3.806

1.300

11.004.335

8.465

2015

17.262

75.871.573

4.395

16.038

65.048.561

4.056

397

2.930.238

7.381

75

LAMPIRAN 12. (Lanjutan)


Tongkol / Eastern Little Tuna

Lain-lain / other species

Tahun

Volume

Nilai

Harga Rata-rata

Volume

Nilai

Harga Rata-rata

Years

Volume

Value

Average Price

Volume

Value

Average Price

( Ton )

( Rp. 1,000 )

( Rp / Kg )

( Ton )

( Rp. 1,000 )

( Rp / Kg )

No.

2011

2.925

17.234.916

5.892

2012

3.700

22.236.611

6.010

2013

1.513

11.725.412

7.750

2014

2.374

36.698.078

15.456

2015

596

5.882.578

9.870

76

17

221.255

13.301

17

221.255

13.301

231

2.010.196

8.702

LAMPIRAN 13. Jumlah Kapal Perikanan Menurut Kategori Kapal


No.

Ukuran kapal

kapal (buah)
2012
2013
2014

2011

2015

5-10 GT

47

45

15

10-20 GT

25

34

33

39

39

20-30 GT

65

66

74

71

71

40 GT

137

145

114

120

125

Jumlah

77

LAMPIRAN 14. Layout PPN Pengambengan

78

LAMPIRAN 15. Peta Tempat Praktek Kerja Magang

79