Anda di halaman 1dari 5

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH

DIPONEGORO DUA SATU KLATEN


NOMOR :

/ DDS/ SK /VIII / 2014


TENTANG

KEBIJAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI RUMAH


SAKIT KHUSUS BEDAH DIPONEGORO DUA SATU KLATEN

DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DIPONEGORO DUA SATU


KLATEN
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan pemeriksaan


radiologi sebagai salah satu upaya menjamin keselamatan,
penggunaan dan pemanfaatan radiasi pengion yang aman bagi
petugas, pasien maupun masyarakat sekitar dalam pelayanan
radiologi di Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu
Klaten yang berasaskan ALARA.
b. Bahwa untuk maksud tersebut pada butiran diatas, perlu
diberlakukan dengan surat keputusan Direktur Rumah Sakit
Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten

Mengingat

1. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2007
tentang keselamatan Radiasi Pengion dan Sumber radioaktif

MEMUTUSKAN
Menetapkan

KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG KEBIJAKAN


PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI
RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH
DIPONEGORO DUA SATU KLATEN

KESATU

: Memberlakukan Kebijakan penggunaan alat pelindung diri


(APD) di Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten
sebagai mana tersebut dalam lampiran Surat Keputusan ini;

KEDUA

: Penetapan Kebijakan penggunaan alat pelindung diri (APD) di


Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten untuk
dapat dilaksanakan dan digunakan sebagai acuan pelaksanaan
kegiatan;

KETIGA

: Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya Surat Keputusan ini


dibebankan pada Anggaran Biaya Rumah Sakit Khusus Bedah
Diponegoro Dua Satu Klaten.

KEEMPAT

: Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan


ketentuan bahwa apabila di kemudian hari ternyata terdapat
kekeliruan dalam penetapannya, akan dilakukan perbaikan kembali
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Klaten,
pada tanggal Agustus 2014

dr. Hj. Sjarifah Parwati Prawito, SU


DIREKTUR

Tembusan :
1. Direktur
2. Kepala Instalasi/Unit Radiologi Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua
Satu Klaten.

Lampiran-1 Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu

Klaten.
nomor
tanggal
tentang

:
/ DDS/ SK /VIII / 2014
:
Agustus 2014
: Penetapan Kebijakan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di Rumah

Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten


KEBIJAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI RUMAH

SAKIT KHUSUS BEDAH DIPONEGORO DUA SATU KLATEN


I.

Pengertian :

Alat Pelindung Diri (APD) adalah pemberian perlindungan kepada seseorang


atau sekelompok orang ataupun keturunannya terhadap kemungkinan yang
merugikan kesehatan akibat paparan radiasi.
II.

Tujuan :

1. mencegah dan membatasi peluang terjadinya efek yang membahayakan


bagi pasien, petugas maupun masyarakat.
2. Untuk menyakinkan bahwa pekerjaan atau kegiatan yang berkaitan
dengan penyinaran radiasi dapat di benarkan.
III.

Kebijakan :

1. Perencanaa pengajuan pengadaan APD


a. Petugasradiologo melakukan pengecekan tentang APD yang ada di
radiologi Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten
b. Petugas radiologi mengajukan permintaan APD di instalasi radiologi
Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten.
2. Pengadaan APD
a. Pengadaan APD dengan harga mahal, selalu dikoordinasikan dengan
pihak radiologi dengan mampertimbangkan kebutuhan dan efisiensi.
b. Rekomendasi pemilihan jenis bahan ditentukan oleh instalasi radiologi
Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten.
3. Penerimaan APD
Penerimaan bahan APD dilakukan cek tingkat ketebalan dan kebocoran
APD,serta di lakukan pencatatan.
4. Penyimpanan APD
Penyimpanan peralatan APD dilakukan oleh petugas radiologi dengan
memperhatikan petunjuk yang ada pada label bahan atau petunjuk
penyimpanan alat.

5. Pemeliharaan Peralatan APD


a. Pemeliharaan peralatan dilakukan oleh petugas radiologi
b. Kalibrasi peralatan milik sendiri di serahkan pada bagian BPFK yang
di rekomendasikan dan didokumentasikan.

Ditetapkan di Klaten,
pada tanggal Agustus 2014

dr. Hj. Sjarifah Parwati Prawito, SU


DIREKTUR